Metabolisme

Dr.Damajanty Pangemanan,Mkes.AIFM

Page 1

Metabolisme
keseluruhan reaksi yang terjadi di dalam sel, meliputi proses penguraian & sintesis molekul kimia yang menghasilkan & membutuhkan panas (enegi) serta dikatalisis oleh enzim • Reaksi-reaksi tersebut adalah dasar dari kehidupan, yang membuat sel dapat tumbuh dan bereproduksi, mempertahankan strukturnya, dan merespon lingkungannya. .

20/02/2012

faal_metabolisme_yanti_2012

2

Page 2

2 tahap metabolisme
1. Anabolisme :
– menggabungkan molekul-molekul kecil menjadi makromolekul yang lebih kompleks; – Memerlukan energi yang disuplai dari hidrolisis ATP

2. Katabolisme :
– memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana – melepaskan energi yang dibutuhkan untuk mensintesis ATP. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 3

Page 3

Komponen sel
Makromolekul: komponen struktural & fungsional utama sel, tdd: 1. Asam nukleat 2. Protein 3. Karbohidrat/ polisakarida 4. Lemak/ lipid

20/02/2012

faal_metabolisme_yanti_2012

4

Page 4

Anabolisme (reaksi penyusunan)
• proses sintesis molekul kompleks dari senyawa-senyawa kimia yang sederhana secara bertahap. • Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia.

20/02/2012

faal_metabolisme_yanti_2012

5

Page 5

• Jadi. selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawasenyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 6 Page 6 . tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.• Energi tersebut. dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang.

reaksi anabolisme juga menggunakan energi dari hasil reaksi katabolisme. – Proses sintesis lemak juga memerlukan ATP.• Selain dua macam energi diatas. – Agar asam amino dapat disusun menjadi protein. Energi untuk aktivasi asam amino tersebut berasal dari ATP. maka molekul itu juga harus diaktifkan terlebih dahulu. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 7 Page 7 . – Agar molekul glukosa dapat disusun dalam pati atau selulosa. asam amino tersebut harus diaktifkan terlebih dahulu. dan energi yang diperlukan juga didapat dari ATP. yang berupa ATP.

seperti protein. monosakarida. – penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks. dan nukleotida.Anabolisme • meliputi tiga tahapan dasar. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 8 Page 8 .. – pengaktivasian senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. polisakarida. dan asam nukleat. – memproduksi prekursor seperti asam amino. lemak.

oksigen (O) Nitogen (N). sulfur (S) 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 9 Page 9 .ketoacids C3. C5 nukleotida gula sederhana*) gliserol asam lemak asetat (C2) pyruvat (C3) ribosa nitrogen pyruvat(C3) Karbon (C).Struktur supramolekul Protein asam nukleat polisakarida lipid Asam amino . C4. hidrogen (H). fosfor (P).

Anabolisme • Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis • anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 10 Page 10 .

protein-karbohidrat. baik ekstrasel maupun intrasel 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 11 Page 11 . dan protein berguna sebagai bahan bakar cadangan untuk katabolisme • molekul protein. lemak.contoh hasil anabolisme • glikogen. dan protein lipid yang merupakan komponen struktural yang esensial dari organisme.

yang dapat digunakan organisme untuk melakukan aktivitasnya. • Termasuk didalamnya reaksi pemecahan dan oksidasi molekul makanan seperti reaksi yang menangkap energi dari cahaya matahari. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 12 Page 12 . • Fungsi reaksi katabolisme adalah untuk menyediakan energi dan komponen yang dibutuhkan oleh reaksi anabolisme. Katabolisme (reaksi pemecahan) • adalah serangkaian reaksi yang merupakan proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan membebaskan energi..

3 proses makanan 1. Penyimpanan 20/02/2012 sat makanan yang tersisa dan tak terpakai akan disimpan tubuh dalam bentuk glikogen dan lemak faal_metabolisme_yanti_2012 13 Page 13 . maka molekul-molekul besar yang tertinggal akan diuraikan sehingga membentuk energi 3. Pembentukan energi Jika sat makanan dalam darah sudah mulai habis. kemudian disintesa dan digunakan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh 2. Sintesa zat makanan Makanan dicerna dan diabsorbsi.

dan sbg alat transport untuk mendistribusikan nutrien ke jaringan. protein. Air sbg pelarut dalam tubuh. Vitamin membantu penggunaan makronutrien dan mempertahankan jaringan tubuh.Bahan Makanan sbg Sumber Energi 4 jenis nutrien utama. lipid) menyuplai energi bagi tubuh 2. Makronutrien (karbohidrat. 3. Mineral mempertahankan homeostasis. dan 4. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 14 Page 14 . yaitu: 1.

DIET YANG SEHAT • • • Seimbang Bervariasi Moderation (dalam jumlah yang cukup. tidak kurang & berlebihan) 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 15 Page 15 .

Energi ini digunakan untuk transport dan kerja mekanik. kelebihan nutien tersebut akan disimpan sebagai glikogen dan lemak. dan zat molekul berenergi tinggi. fosfokreatin. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 16 Page 16 • • . Sintesis Makromolekul digunakan untuk mensintesis bahan dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pertahanan sel dan jaringan. Simpanan ini menyediakan energi saat puasa. Simpanan Jika makanan yang kita makan melebihi kebutuhan tubuh untuk energi dan sintesis.Fungsi Makronutrien • Sumber energi Energi yang dilepaskan dari ikatan kimia nutrien ialah ATP.

membebaskan elektron • Post absorptive state/ fasted state: anabolisme  sintesis molekul yang lebih kecil menjadi molekul yang lebih besar. rx reduksi. rx eksorgenik. melepaskan energi/panas. rx oksidasi. membutuhkan energi/panas. rx endorgenik.Metabolisme bahan makanan • Absorptive-state: katabolisme  penguraian molekul zat makanan yang besar menjadi molekul yang lebih kecil. menyerap elektron 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 17 Page 17 .

fosfatase. laktase. lipase.lemak as. kolesterol esterase). glukosidase).galaktosa) 20/02/2012 gliserol. deoksiribonuklease. cairan empedu/hati. dipeptidase.as. enzim kelenjar usus (aminopeptidase. amilase. sukrase. bakteri usus halus monosakarida (gluk.karbohidrat lipid protein Mulut: pencernaan mekanik & cairan ludah (enzim saliva) poli/oligo/disakarida lipid prot & polipeptida Lambung: enzim pepsin & lipase. karboksipeptidase. mltase. asam lambung (HCl) poli/oligo/disakarida lipid/trigliserida prot & polipeptida Usus halus: cairan pankreas (tripsin.frukt.fosfat 18 asam amino faal_metabolisme_yanti_2012 Page 18 . kimotripsin. ribonuklease.

Metabolisme Bahan Makanan 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 19 Page 19 .

Bahan-bahan ini berada di dalam plasma. • Makromolekul dari diet akan diubah menjadi 3 nutrient pools tubuh. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 20 Page 20 .Nutrient pool • Bentuk nutrien yang diabsorbsi bergantung pada jenis makromolekulnya. • Nutrient pools ialah nutrien yang tersedia di dalam tubuh dan siap digunakan.

• Zat ini dapat digunakan sebagai sumber energi oleh jaringan dan mudah disimpan sebagai trigliserida di jaringan adiposa. dan leukotrien. • Asam lemak  bentuk utama lemak di dalam darah.  sebagai prekursor untyuk prostaglandin. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 21 Page 21 . • Asam lemak esensial yang harus disuplai dari makanan ialah asam linoleat dan asam lenolenat.Lipid/ Lemak • Diabsorbsi terutama dalam bentuk asam lemak dan gliserol. tromboksan.

20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 22 Page 22 .Lipid/lemak • Proporsi lemak dalam diet dianjurkan sebanyak 30% dari total kalori. dan dari polisaturated fat 10%. berasal dari saturated fat 10%. • Lipid yang kita makan dapat meningkatkan palatability of food dan menimbulkan rasa kenyang. monosaturated fat 10%.

20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 23 Page 23 . • Karbohidrat yang kita makan ada 2 jenis. • Konsentrasi glukosa plasma paling penting  karena hanya glukosa yang dapat dimetabolisme oleh otak. yaitu: 1) available carbohydrat yang dicerna.Karbohidrat • Sebagian besar diabsorbsi dalam bentuk glukosa. • Komposisi karbohidrat dalam diet dianjurkan sebesar 55% dari total kalori. diabsorbsi. dan digunakan sebagai sumber energi 2) unavailable carbohydrate yang menyuplai serat.

Sintesis glikogen dari glukosa disebut glikogenesis. • Kelebihan glukosa akan disimpan sebagai glikogen. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 24 Page 24 .Glukosa • Jika kadar glukosa darah dalam batas normal  sebagian besar jaringan menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Glukosa • Simpanan glikogen terbatas sehingga kelebihan glukosa yang lain diubah menjadi lemak (lipogenesis). tubuh mengubah glikogen kembali menjadi glukosa (glikogenolisis) 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 25 Page 25 . • Jika kadar glukosa darah turun.

dan sintesis lemak. pemecahan glikogen. • Jika homeostasis gagal dan glukosa darah melebihi kadar kritis (pada diabetes mellitus). tubuh dapat mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal.• Dengan menyeimbangkan metabolisme oksidatif. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 26 Page 26 . • Ekskresi glukosa dalam urin hanya terjadi jika ambang ginjal untuk reabsorbsi glukosa terlampaui. sintesis glikogen. kelebihan glukosa akan diekskresi dalam urin.

20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 27 Page 27 . Tetapi. • Proporsi protein sebagai sumber energi dalam diet yang dianjurkan adalah sebesar 15%.Protein • Asam amino dalam tubuh terutama digunakan untuk sintesis protein. jika asupan glukosa rendah. asam amino dapat diubah menjadi glukosa melalui jalur yang disebut glukoneogenesis yaitu pembentukan glukosa baru dari prekursor nonkarbohidrat.

tetapi gliserol dari trigliserida juga dapat digunakan. • Glukoneogenesis dan glikogenolisis penting untuk memback up sumber glukosa pada saat puasa.Protein • Asam amino merupakan sumber utama untuk glukosa melalui jalur glukoneogenesis. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 28 Page 28 .

JALUR BIOKIMIA PRODUKSI ENERGI 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 29 Page 29 .

KESEIMBANGAN ENERGI Asupan Energi Keluaran Energi Energi Makanan Kerja internal Nutrien pool Kerja eksternal Cadangan energi Energi panas 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 30 Page 30 .

Energi dari Bahan Makanan • Energi yang berasal dari makanan dapat diukur dengan cara langsung (direct calorimetry) melalui oksidasi bahan makanan di dalam suatu bomb calorimeter. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 31 Page 31 . • Makanan dibakar dalam alat tersebut. panas yang dihasilkan dan terperangkap di dalam alat tersebut kemudian diukur.

20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 32 Page 32 . Satu kilocalori (kcal) sama dengan 1 Calori. protein 4.Energi dari Bahan Makanan • Hasil dari pengukuran : karbohidrat menghasilkan panas 4.1 kcal/g.3 kcal/g. • Kilocalori (kcal) ialah jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 liter air sebanyak 1C.1 kcal/g. dan alkohol 7. lemak 9.1 kcal/g.

yaitu karbondioksida. dan produk metabolisme lain. Cara ini disebut dengan indirect calorimetry. air.Indirect calorimetry • Produksi energi juga dapat diukur dengan mengukur produk hasil oksidasi biologis yang memproduksi energi. atau dengan mengukur konsumsi oksigen. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 33 Page 33 .

yaitu: 1. Activity energy cost. Laju Metabolik Dasar (Basal Metabolic Rate/BMR) 2.Total Energy Expenditure (TEE) Total penggunaan energi /Total Energy Expenditure (TEE) meliputi 3 komponen. Diet-induced Thermogenesis (DIT) atau specific dynamic action (SDA) 3. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 34 Page 34 .

Wanita : 22 kcal/kgBB 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 35 Page 35 .Laju Metabolik Basal (Basal Metabolic Rate/BMR) Laju Metabolik Basal (Basal Metabolic Rate/BMR) ialah energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi fisiologis normal pada saat istirahat. BMR = kcal/ m2/jam (kilokalori energi yang digunakan per meter persegi permukaan tubuh per jam) BMR orang dewasa 1200-1800 kcal/hari : Pria : 24 kcal/kgBB .

BMR Fungsi fisiologis normal tersebut meliputi: 1) lingkungan kimia internal tubuh. yaitu gradient konsentrasi ion antara intrasel dan ekstrasel 2) aktivitas elektrokimia sistem saraf 3) aktivitas elektromekanik sistem sirkulasi 4) pengaturan suhu 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 36 Page 36 .

Syarat pengukuran BMR 1. Istirahat mental 3. istirahat fisik 2. Berada dalam ruangan dengan suhu yang nyaman 4. Tidak boleh makan dalam 12 jam terakhir 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 37 Page 37 .

20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 38 Page 38 . – Hal ini mungkin terjadi karena deaminasi asam amino terjadi relatif cepat.Faktor-faktor yg mempengaruhi BMR • Makanan – Makanan kaya protein akan lebih meningkatkan BMR daripada makanan kaya lipid atau kaya karbohidrat.

dan degradasi yang merupakan aktivitas termogenesis. sintesis protein. dan menurun pada penurunan kadar tiroid 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 39 Page 39 .Faktor-faktor yg mempengaruhi BMR • Status hormon tiroid – Hormon tiroid meningkatkan konsumsi oksigen. – Peningkatan BMR merupakan hal yang klasik pada hipertiroid.

– Sistem saraf simpatis secara langsung melalui nervus vagus ke hati mengaktivasi pembentukan glukosa dari glikogen. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 40 Page 40 . Faktor-faktor yg mempengaruhi BMR – Pemberian agonis simpatis  juga meningkatkan BMR. Sehingga aktivitas saraf simpatis meningkatkan BMR.• Aktivitas saraf simpatis.

20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 41 Page 41 . maka tubuh akan memakai simpanan lemak yang ada dan mungkin akan menurunkan berat badan.• Latihan Faktor-faktor yg mempengaruhi BMR – Latihan membutuhkan kalori ekstra dari makanan. – Jika makanan lebih banyak mengandung energi. – Jika penggunaan energi lebih banyak dari yg tersedia dlm makanan. maka berat badan akan meningkat.

– Orang yg berotot memiliki BMR lebih tinggi daripada orang yg gemuk 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 42 Page 42 . krn anak memerlukan lebih banyak energi selama masa pertumbuhan. – Wanita hamil & menyusui juga memiliki BMR yang lebih tunggu. – Demam meningkatkan BMR.• Umur & faktor lain Faktor-faktor yg mempengaruhi BMR – BMR seorang anak umumnya lebih tinggi daripada orang dewasa.

• DIT berkisar antara 8%-15% dari TEE pada individu yang aktivitasnya sedang. karbohidrat 4%-7%. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 43 Page 43 . dan penyimpanan makronutien.. penggunaan energi meningkat selama 6 jam. dan protein 18%-25%. absorpsi. • Dari makanan yang kita konsumsi DIT lemak 2%-4%.Diet-induced Thermogenesis (DIT) • Diet-induced Thermogenesis (DIT) atau specific dynamic action (SDA) ialah energi yang digunakan untuk metabolisme makanan yang menghasilkan panas. • Setelah seseorang makan makanan campuran. Hal ini mungkin digunakan untuk melakukan pencernaan makanan.

Metabolisme pada steady state • Absorptive state ialah masa selama nutrien yang kita makan masuk ke peredaran darah dan beberapa nutrien tsb menyuplai energi bagi tubuh. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 44 Page 44 . • Post-absorptive state ialah masa selama saluran pencernaan kosong dari nutrien dan simpanan/ cadangan tubuh harus menyuplai energi yang dibutuhkan.

• Karbohidrat yang diabsorbsi. dan penyimpanan • Karbohidrat dan protein diabsorbsi ke dalam darah terutama dalam bentuk monosakarida dan asam amino. • Nutrien yang diabsorbsi  untuk menyuplai energi.Absorptive State • Metabolisme yang terjadi ialah anabolisme. yang menjadi sumber energi utama ialah glukosa. selama masa absorptive state. Sedangkan lemak diabsorbsi dalam bentuk triasilgliserol ke pembuluh limf. sintesis. sebagian diubah menjadi glikogen dan disimpan di otot rangka dan hati. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 45 Page 45 .

Asam lemak dalam bentuk kilomikron dilepaskan dalam kapiler jaringan dan membentuk triasilgliserol. glukosa diubah dan disimpan sebagai lemak. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 46 Page 46 . • Sebagian besar asam amino masuk ke dalam sel dan digunakan untuk sintesis protein. dan kelebihannya diubah menjadi karbohidrat atau lemak.Absorptive State • Di jaringan adiposa.

Postabsorptive State • Metabolisme yang terjadi ialah katabolisme. • Setelah semua nutrien dicerna. 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 47 Page 47 . kadar glukosa darah turun  sinyal untuk mengubah keadaan dari absorptive state menjadi post-absorptive state (fasted-state). diabsorbsi. • Tujuan dari fasted-state ialah mempertahankan konsentrasi glukosa dalam plasma dalam batas normal sehingga otak dan sel saraf tetap terpenuhi kebutuhannya. dan didistribusikan ke sel yang berbeda-beda.

Kadar Glukosa Darah Kadar glukosa darah dipertahankan dengan cara: 1. 2. 3. yaitu katabolisme triasilgliserol menjadi gliserol dan asam lemak di jaringan adiposa. Lipolisis. Gliserol yang mencapai hati akan diubah menjadi glukosa. Protein dikatabolisme menjadi glukosa (gluconeogenesis) 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 48 Page 48 . yaitu hidrolisis simpanan glikogen di hati dan otot rangka. Glikogenolisis.

Metabolisme post-absorptive state 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 49 Page 49 .

Sistem saraf 3. Hormon pankreas : insulin dan glukagon 2.Kontrol metabolisme • Untuk menjaga keseimbangan. metabolisme dikontrol oleh : 1. Kortisol. hormon tyroid dan hormon pertumbuhan 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 50 Page 50 .

Adiposa.otot rangka dan sel hepar – penggunaan oleh sel dan penyimpanan glukosa – penggunaan seluler asam amino 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 51 Page 51 .Hormon pankreas (insulin) • Meningkatkan transfer glukosa ke sel-sel • Insulin adalah hormon anabolik • 3 cara insulin menurunkan glukosa plasma : – transport glukosa kesel yang sensitif terhadap insulin : jar.

Hormon pankreas (glukagon) • Bekerja secara antagonis dengan insulin • Hepar adalah organ target • Menstimulasi glikogenolisis • Menstimulasi glukneogenesis • Sekresinya dipengaruhi oleh konsentrasi asam amino dalam plasma 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 52 Page 52 .

juga mengatur sekresi kortisol.Sistem saraf • Sistem saraf otonom mengontrol pencernaan dan metabolisme • Saat stres. hambat sekresi insulin • Menghubungkan metabolisme dengan rangsangan eksternal dan internal • Hipotalamus mengontrol pusat makan dan pusat kenyang.GH dan tiroid 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 53 Page 53 .rangsang pelepasan epinefrin dan norepinefrin.

Kortisol. tiroid dan GH • • • Kortisol Meningkat pada pagi hari Fungsi pada met’me : • • • • Mempercepat glukoneogenesis Menyebabkan pemecahan protein otot rangka Meningkatkan pemecahan lemak Memecahkan matrik tulang 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 54 Page 54 .

2. yang berfungsi menstimulasi pertumbuhan tulang dan jaringan lemak – Meningkatkan pemecahan lemak dan glukosa hepar. juga meningkatkan konsentrasi asam lemak dan glukosa plasma 20/02/2012 faal_metabolisme_yanti_2012 55 Page 55 . Hormon tiroid : – Pada anak-anak berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf 3. GH : – Menstimulasi sekresi insulin like growth factor dari hepar dan jaringan lain.

Selamat belajar Page 56 .