METODE PENELITIAN SASTRA Adista Nur Primantari 08/268121/SA/14470 Sastra Indonesia

KONSEP FUNGSI SASTRA: DULCE ET UTILE

Sastra berfungsi menghibur sekaligus mengajarkan sesuatu; Horace menerapkan konsep dulce dan utile: puisi itu indah dan berguna; kalau suatu karya sastra berfungsi sesuai dengan sifatnya, kedua segi tadi (kesenangan dan manfaat), bukan hanya harus ada, melainkan harus saling mengisi; kesenangan yang diperoleh dari sastra bukan seperti kesenanan fisik lainnya, melainkan kesenangan yang lebih tinggi, yaitu kontemplasi; manfaat yang bersifat serius dan didaktis adalah keseriusan yang menyenangkan, keseriusan estetis, dan keseriusan persepsi.

BAGAN KONSEP FUNSI SASTRA: DULCE ET UTILE

Dulce ‘kesenangan’ menghasilkan Subjek Pembacaan Karya Sastra ‘saling ‘ mengisi’ Pembaca menghasilkan Utile ‘manfaat’ ‘manfaat’

kontemplasi

‘keseriusan yg menyenangkan’

didaktis

Kontemplasi merupakan suatu tataran kepuasan tertinggi yang didapatkan pembaca setelah membaca karya sastra.

Pembuktian: Pembuktian apriori : semua karya sastra berfungsi menghibur dan mendidik. Penjelasan yang terdapat pada teori ini adalah penjelasan fungsional: Karya sastra berfungsi untuk menghibur dan mendidik pembacanya sehingga dengan kombinasi kedua fungsi tersebut. yaitu sastra itu menghibur sekaligus mendidik. pembaca dapat mencapai tahap kontemplasi. Pantun bersifat menghibur dan mendidik. dua fungsi karya sastra tersebut harus saling mendukung dan mengisi hingga pembacanya mencapai kontemplasi. .Teori Fungsi Sastra Fungsi sastra adalah dulce et utile. Hipotesis: Pantun merupakan hasil karya sastra Melayu klasik yang berfugsi memberi penghiburan pada masyarakat dan mengemban banyak manfaat berupa nasihat dalam isinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful