LAPORAN PRAKTIKUM PERANCANGAN DAN PRAKTEK INSTALASI Yang dibina oleh : Bapak SUJONO

Di buat oleh :
Gigih Candra M Gogot Tri A (110534406852) (110534406865)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG OKTOBER 2013

GAMBAR RANGKAIAN

ALAT DAN BAHAN ALAT 1. 2. 3. 4. Tang Kombinasi Tang Potong Palu Obeng (+,-)

BAHAN 1. Saklar Seri 2. Saklar Engkel 3. Fiting (3 buah) 4. Pipa (10 potong) 5. Tdos (4 buah) 6. Knie (1 buah) 7. Kabel 8. Klem , sekrup last dop

DASAR TEORI Menurut peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik nomor 23/PRT/1978, pasal 1 butir 5 tentang instalasi listrik, menyatakan bahwa instalasi listrik adalah saluran listrik termasuk alat-alatnya yang terpasang di dalam dan atau di luar bangunan untuk menyalurkan arus listrik setelah atau di belakang pesawat pembatas/meter milik perusahaan. Syarat-syarat Pemasangan Instalasi Rumah/Gedung Untuk pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah/gedung terlebih dahulu harus melihat gambar-gambar rencana instalasi yang sudah dibuat oleh perencana berdasarkan denah rumah/bangunan dimana instalasinya akan dipasang. Selain itu juga spesifikasi dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pemilik bangunan/rumah, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan yang harus dipenuhi dari yang berwajib ialah yang mengeluarkan peraturan yaitu PLN setempat. Syarat-syarat pekerjaan instalasi rumah /gedung : Gambar situasi untuk menyatakan letak bangunan, dimana instalasinya akan dipasang serta rencana penyambungannya dengan jaringan PLN. Gambar instalasi Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang dan sarana pelayanannya, misalnya titik lampu, saklar dan kotak kontak, panel hubung bagi, data teknis yang penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasang. Rekapitulasi Rekapitulasi atau perhitungan jumlah dari komponen yang diperlukan antara lain: - Rekapitulasi material dan harga - Rekapitulasi daya atau skema bagan arusnya - Rekapitulasi tenaga dan biaya Sumber Tegangan Sumber tegangan yang digunakan untuk menyuplai instalasi listrik rumah/gedung adalah sumber tegangan 3 phase, 220 volt/380 volt. Jumlah beban untuk masing-masing fasa dalam sistem 3 phase diharuskan seimbang agar kestabilan distribusi daya dapat terjamin.

Pemasangan Penghantar

Penghantar yang digunakan untuk instalasi penerangan (rangkaian akhir) adalah penghantar jenis NYA dan untuk instalasi daya (feeder/pengisi/incoming) dengan menggunakan penghantar jenis NYM yang memiliki isolasi yang baik, agar mudah cara pemasangan dan perbaikan pemasangan penghantar tersebut masuk ke dalam pipa instalasi. Ukuran penghantar jalur utama termasuk jalur ke stop kontak dan penghantar jalur cabang dari saklar ke lampu yaitu 2,5 mm2 dengan menggunakan penghantar yang sesuai ketentuan maka keselamataninstalasi dapat terjamin dan apabila instalasi akan diperluas masih dalam batas kemampuannya. Penghantar untuk jenis NYM dilengkapi dengan hantaran pentanahan/arde karena untuk instalasi daya, misalnya untuk AC, motor listrik dimaksudkan agar bagian yang terbuat dari logam dapat ternetralisir dan apabila terjadi hubung singkat aliran arus akan segera ke tanah. Pipa Instalasi Semua penghantar dalam instalasi listrik dimasukkan dalam pipa PVC dengan ukuran 5/8 ” agar penghantar aman dari benturan mekanis, disamping itu juga penghantar akan terisolasi serta mudah dalam perawatan apabila terjadi kerusakan dalam perbaikan. Saklar dan Kotak Kontak Fungsi saklar dalam instalasi listrik penerangan untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik dari sumber ke beban. Di dalam saklar dilengkapi dengan pegas yang dapat memutuskan rangkaian dalam waktu yang sangat singkat, dengan cepatnya pemutusan ini kemungkinan timbulnya busur api antara kontak (tuas) saklar menjadi lebih kecil. Saklar yang digunakan pada umumnya jenis saklar tunggal, saklar seri dan saklar tukar (hotel) jenis inbow (terpendam dalam tembok). Aturan pemasangan saklar : Tinggi pemasangan ± 150 cm di atas lantai. Dekat dengan pintu dan mudah dicapai tangan/sesuai kondisi tempat. Arah posisi kontak (tuas) saklar seragam bila pemasangan lebih dari satu. Fungsi kotak kontak (stop kontak) dalam instalasi listrik sebagai alat penghubung beban dengan sumber listrik. Aturan pemasangan stop kontak : Tinggi pemasangan ± 150 cm di atas lantai, apabila kurang dari 150 cm harus dilengkapi tutup.

Mudah dicapai tangan. Di pasang sedemikian rupa, sehingga penghantar netralnya berada disebelah kanan atau di sebelah bawah. Kotak Pembagi Daya Listrik/PHB/Distribusi Panel (DP) Panel bagi di dalam instalasi listrik rumah/gedung merupakan peralatan yang berfungsi sebagai tempat membagi dan menyalurkan tenaga listrik ke beban yang memerlukan agar merata dan seimbang. Di dalam panel bagi terdapat komponen antara lain rel (busbar), saklar utama, pengaman, pengaman, alat-alat ukur dan lampu indikator. Rating Pengaman Rating pengaman yang dipakai menurut PUIL harus sama dengan atau lebih besar dari arus nominal beban (I pengaman > I nominal). Pengaman yang digunakan dalam instalasi listrik adalah pemutus rangkaian (MCB) untuk pengaman tiap kelompok beban dan pemutus rangkaian pusat (MCCB) untuk pengaman seluruh kelompok beban. Besarnya rating arus MCB maupun MCB diperhitungkan arus beban yang dipikul atau dipasang di dalam instalasi agar memenuhi syarat keamanan. LANGKAH KERJA 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sebelum melakukan praktikum disarankan berdo’a terlebih dahulu Pahami betul rangkaian / gambar yang akan di pasang Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan Cek terlebih dahulu kelayakan alat dan bahan yang akan digunakan Rangkailah / pasang pipa sesuai dengan gambar/instalasi yang sudah di gambar Rangkailah dan masukkan kabel fasa dan netral kedalam pipa yang sudah dirangkai sesuai gambar 7. Pada saat sambungan kabel di kotak pencabangan, sambungkan kabel dengan sambungan pigtail. 8. Setelah selesai merangkai coba rangkaian dengan menyambungkan ke sumber PLN CARA KERJA Ketika saklar seri sebelah kiri di ON kan maka lampu A sebelah kiri menyala, dan ketika di OFF akan mati. Ketika saklar seri sebelah kanan di ON kan maka lampu A sebelah kianan menyala, dan ketika di OFF akan mati. Ketika saklar engkel di ON kan maka lampu B akan menyala, dan ketika di OFF akan mati

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful