BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

ASI Eksklusif Secara alamiah, seorang ibu mampu menghasilkan Air Susu Ibu (ASI)

segera setelah melahirkan. ASI diproduksi oleh alveoli yang merupakan bagian hulu dari pembuluh kecil air susu. ASI merupakan makanan yang paling cocok bagi bayi karena mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi yang dibuat oleh manusia ataupun susu yang berasal dari hewan seperti susu sapi, susu kerbau, atau susu kambing. Pemberian ASI secara penuh sangat dianjurkan oleh ahli gizi diseluruh dunia. Tidak satupun susu buatan manusia (susu formula) dapat menggantikan perlindungan kekebalan tubuh seorang bayi, seperti yang diperoleh dari susu kolostrum (Krisnatuti dan Yenrina, 2001). Air susu ibu selain sebagai sumber nutrisi dapat memberi perlindungan kepada bayi melalui berbagai zat kekebalan yang dikandungnya. Walaupun ibu dalam kondisi kekurangan gizi sekalipun, ASI tetap mengandung nutrisi esensial yang cukup untuk bayi dan mampu mengatasi infeksi melalui komponen sel fagosit dan imunoglobulin (Munasir dan Kurniati, 2008).

Tabel 1. Perbandingan antimikroba ASI dan susu sapi

Imunoglobulin ASI tidak diabsorpsi bayi tetapi berperan memperkuat sistem imun lokal usus. ASI juga meningkatkan IgA pada mukosa traktus respiratorius dan kelenjar saliva bayi. Ini disebabkan faktor pertumbuhan dan hormon sehingga dapat merangsang perkembangan sistem imun lokal bayi. Hal ini terlihat dari lebih rendahnya penyakit otitis media, pneumonia, bakteriemia, meningitis dan infeksi traktus urinarius pada bayi yang mendapat ASI dibanding bayi yang mendapat PASI (Matondang, dkk, 2008). Kandungan protein ASI cukup tinggi dan komposisinya berbeda dengan protein yang terdapat dalam susu sapi. Protein dalam ASI dan susu sapi terdiri dari protein whey dan casein. Protein dalam ASI lebih banyak terdiri dari protein whey yang lebih mudah diserap oleh usus bayi sedangkan susu sapi lebih banyak mengandung protein casein yang lebih sulit dicerna oleh usus bayi (Hendarto dan Pringgadini, 2008). Adapun hasil eksperimen pada hewan uji membuktikan bahwa limfosit yang terdapat di dalam ASI dapat melintasi dinding usus bayi dan masuk ke dalam

sirkulasi darah, sehingga dapat mengaktifkan sistem imun bayi (Chantry, dkk,2006). Pemberian ASI yang dianjurkan adalah ASI eksklusif selama 6 bulan yang diartikan bahwa bayi hanya mendapatkan ASI saja tanpa makanan atau minuman lain termasuk air putih (Matondang, dkk, 2008). Pemberian ASI secara eksklusif dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 4 bulan, tetapi bila mungkin sampai 6 bulan (Roesli, 2005). Idealnya bayi yang diberi ASI eksklusif tidak terkena diare karena ASI merupakan makanan alami yang ideal bagi bayi dan sesuai dengan kondisi sistem pencernaan bayi yang belum matur (pada bayi 0-6 bulan) sehingga tidak menyebabkan alergi pada bayi. Namun ada juga bayi yang diberi ASI eksklusif terkena diare baik jarang maupun sering. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor baik dari bayi maupun perilaku ibu. Penyebab diare dari faktor bayi adalah adanya infeksi baik di dalam ataupun di luar saluran pencernaan baik itu infeksi bakteri, virus, maupun infeksi parasit. Perilaku ibu juga dapat menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya diare seperti tidak mencuci tangan setelah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak (Purwanti, 2004). ASI mengandung sebagian besar air sebanyak 87,5%, oleh karena itu bayi yang mendapat cukup ASI tidak perlu lagi mendapat tambahan air walaupun berada di tempat yang mempunyai suhu udara panas (Hendarto dan Pringgadini, 2008). a. Kolostrum Kolostrum merupakan ASI yang keluar pada saat kelahiran sampai hari ke-4 atau ke-7 (Roesli, 2005). Kolostrum kaya akan zat antibodi terutama IgA. Selain itu, di dalam kolostrum terdapat lebih dari 50 proses pendukung

ASI mengandung berbagai zat yang berfungsi sebagai pertahanan nonspesifik maupun spesifik. 2008). 2008). kekebalan tubuh. juga berfungsi untuk mendukung pembelahan sel. 2008). dkk. sedangkan sel spesifik oleh sel limfosit dan produknya (Matondang. dan pertumbuhan (Hendarto dan Pringgadini. 2008). ASI mengandung dalam jumlah tinggi tidak hanya vitamin A saja tapi juga bahan bakunya yaitu beta karoten. Jadi dapat dianggap bahwa kolostrum adalah imunisasi pertama yang diterima oleh bayi (Roesli. kolostrum juga mengandung banyak faktor imunosupresif yang mencegah terjadinya stimulasi berlebih akibat masuknya antigen dalam jumlah yang besar (Sumadiono. 2005). Sel limfosit T merupakan 80% dari sel limfosit yang terdapat dalam ASI. Pertahanan nonspesifik diperankan oleh sel seperti makrofag dan neutrofil serta produknya dan faktor protektif larut. 2008). 2008). Kolostrum mengandung sel darah putih dan protein imunoglobulin pembunuh kuman dalam jumlah paling tinggi.perkembangan imunitas termasuk faktor Pertumbuhan dan perbaikan jaringan (Munasir dan Kurniati. . Disamping banyaknya zat antibodi yang terkandung.coli dan mentransfer kekebalan selular dari ibu ke bayi yang disusuinya (Munasir dan Kurniati. Komposisi ASI yang terkait dengan sistem imunitas Sistem imun adalah mekanisme yang digunakan tubuh untuk mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai bahan dalam lingkungannya (Matondang. dkk. Vitamin A selain berfungsi untuk kesehatan mata. Sel limfosit T dapat menghancurkan kapsul bakteri E. Kolostrum dihasilkan pada saat sistem pertahanan tubuh bayi paling rendah. b.

Lemak dalam ASI ada dalam bentuk butiran lemak yang absorbsinya ditingkatkan oleh BSSL. ASI sangat kaya asam lemak esensial yaitu asam lemak yang tidak bisa dipruoduksi tubuh tetapi sangat diperlukan untuk pertumbuhan otak. atau kurang lebih 40% g/L. sebelum disusukan payudara merasa tegang. asam linoleat dan asam oleat.Penggunaan ASI secara Tepat ASI betapapun baik mutunya sebagai makanan bayi. beberapa kriteria yang dapat dipakai sebagai patokan untuk mengetahui jumlah ASI cukup atau tidak menurut Moehji (2003) yaitu: Air Susu Ibu yang banyak dapat merembes keluar melalui puting. 2003). dan berat badan naik dengan memuaskan sesuai dengan umur. Asam lemak yang terkandung pada ASI kaya akan asam palmitat. tapi belumlah merupakan jaminan bahwa gizi selalu baik.dengan kandungan antara 97-98%. Kurang lebih 50% yang terkandung pada ASI berasal dari lemak. kecuali apabila ASI tersebut diberikan secara tepat dan benar ibu tidak dapat melihat berapa banyak ASI yang telah masuk ke perut bayi (Moehji. Trigliserida adalah bentuk lemak utama pada ASI . . Untuk mengetahui banyaknya produksi ASI.

Komposisi komponen ASI yang befungsi sebagai sistem Imunitas (Dikutip dengan modifikasi dari Matondang. dkk. Perlekatan mulut bayi pada payudara yang salah bisa berakibat puting lecet dan luka. . 2008). Perlekatan dan posisi Keberhasilan menyususi tidak terlepas dari perlekatan dan posisi menyusui yang benar. Posisi yang salah bisa menyebabkan pengeluaran ASI tidak lancar.Tabel 2.

     Dagu bayi menyentuh payudara Mulut terbuka lebar (hal ini terutama untuk payudara besar) Bibir bawah bayi melengkung keluar. Definisi Menurut WHO (1998) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari . lebih banyak aerola terlihat di bagian atas mulut bayi daripada di bawahnya. Ada beberapa tanda yang dpat diliha t dari luar yang menunjukan bahwa bayi melekat secara benar pada payudara.1.2. Tanda-tanda bahwa posisi benar:      Badan bayi rapat dan menghadap ke payudara Kepala dan badan bayi lurus Dagu bayi menyentuh payudara Badan belakang bayi ditopang (terutama bayi baru lahir) Ibu merasa santai dan nyaman.2. Pipi bulat atau datar Sebagian besar aerola masuk ke dalam mulut bayi.Biasanya Bayi menyusui 8 – 12 kali sehari dengan pelekatan yang benar pada setiap payudara dan menghisap secara teratur selama minimal 10 menit pada setiap payudara. Diare didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang BAB-nya (buang air besar) ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi . Diare 2. 2.

.coli enteropatogenik. Diare cair akut dapat menyebabkan dehidrasi dan bila masukan makanan berkurang. Shigella. di beberapa tempat Vibrio cholera. Diare cair akut adalah diare yang terjadi secara akut dan berlangsung kurang dari 14 hari (bahkan kebanyakan kurang dari 7 hari) dengan pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang sering tanpa darah. lazinnya 3 kali atau lebih dalam satu hari (DINKES. Diare Persisten adalah diare yang mula-mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari 14 hari. juga mengakibatkan kurang gizi. dan Criptosporidium mungkin lebih berperan dari pada penyebab diare yang lain. Shigella. Diare akut : buang air besar dengan frekuensi yang meningkat dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dan bersifat mendadak datangnya.tinja melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi berak lebih dari biasanya. Kematian terjadi karena diare. dan Crystoporidium . dan berlangsung dalam waktu kurang dari 2 minggu Jenis . Tidak ada penyebab diare tunggal pada diare persisiten E. Campylobacter Jejuni.coli. 2006). Salmonella. Episode ini dapat di mulai sebagai diare cair atau disentri. dan E. Mungkin disertai muntah atau panas. Peyebab diare cair akut di Negara berkembang adalah : Eschericia coli enterotoxogenik.jenis diare secara klinik di bedakan tiga (3) yang masig-masing mencerminkan pathogenesis yang berbeda dan memerlukan pendekatan yang berlainan dalam pengobatannya. Kehilangan diare dapat sering terjadi.

000 orang. Pada 2001.3 Diare masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi di Indonesia sampai saat ini.2. 1.000 orang penduduk. Menurut survey pemberantasan penyakit diare tahun 2000 bahwa angka kesakitan atau insiden diare terdapat 301 per 1000 penduduk di Indonesia.000 orang. Kematian karena diare akut dinegara berkembang terjadi terutama pada anak-anak berusia kurang dari 5 tahun Hasil survei pada 2006 menunjukkan bahwa kejadian diare di Indonesia adalah 423 dari tiap 1. Epidemiologi Pada tahun 1995. Angka kesakitan diare pada balita adalah 1. angka kematian rata-rata yang diakibatkan diare adalah 23 di tiap 100.2.Diare kronik adalah diare yang terjadi secara intermiten (hilang timbul) atau yang berlangsung lama dengan penyebab non infeksi seperti penyakit sensitive terhadap glutein dan gangguan metabolism yang menurun. Dalam data statistik menunjukkan bahwa setiap tahun diare menyerang 50 juta penduduk Indonesia dan dua pertiganya adalah bayi dengan korban meninggal sekitar 600. dan terjadi 1-2 kali per tahun pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun.000 anak meninggal dunia tiap tahunnya akibat diare.000 jiwa (Widjaja. dengan kata lain sekitar 100.2002).5 kali per tahun. diare akut karena infeksi sebagai penyebab kematian pada lebih dari 3 juta penduduk dunia. . yaitu 75 per 100. sedangkan angka yang lebih tinggi terjadi pada kelompok anak berusia di bawah 5 tahun.0 – 1.2 2. Sementara kematian anak berusia di bawah tiga tahun akibat diare adalah 19 persen.

karena botol susah dibersihkan c) Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Beberapa perilaku dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare perilaku tersebut antara lain : a) Tidak memberikan ASI ( Air Susi Ibu ) secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan pada bayi yang tidak diberi ASI risiko untuk menderita diare lebih besar dari pada bayi yang diberi AsI penuh dan kemungkinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar.Penyebaran Kuman yang menyebabkan diare Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal oral antara lain melalui makanan/minuna yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. penggunakan botol ini memudahkan pencernakan oleh Kuman . Perncemaran dirumah dapat terjadi kalau tempat penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan tercemar menyentuh air pada saat mengambil air dari tempat penyimpanan. Bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar makanan akan tercemar dan kuman akan berkembang biak. e) Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak. f) Tidak membuang tinja ( termasuk tinja bayi ) dengan benar Sering beranggapan bahwa tinja bayi tidaklah berbahaya padahal sesungguhnya . b) Menggunakan botol susu . Air mungkin sudah tercemar dari sumbernya atau pada saat disimpan di rumah. d) Menggunakan air minum yang tercemar .

Faktor-faktor tersebut adalah : a) Tidak memberikan ASI sampai 2 Tahun. . c) Campak. Faktor penjamu yang meningkatkan kerentanan terhadap diare Beberapa faktor pada penjamu dapat meningkatkan insiden beberapa penyakit dan lamanya diare. diare dan disentri sering terjadi dan berakibat berat pada anak-anak yang sedang menderita campak dalam waktu 4 minggu terakhir hal ini sebagai akibat dari penurunan kekebalan tubuh penderita. diare dapat terjadi karena kuman yang tidak parogen dan mungkin juga berlangsung lama. ASI mengandung antibodi yang dapat melindungi kita terhadap berbagai kuman penyebab diare seperti : Shigella dan v cholerae b) Kurang gizi beratnya Penyakit . lama dan risiko kematian karena diare meningkat pada anak-anak yang menderita gangguan gizi terutama pada penderita gizi buruk. Keadaan ini mungkin hanya berlangsung sementara.mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar sementara itu tinja binatang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. d) Imunodefesiensi /Imunosupresi. misalnya sesudah infeksi virus ( seperti campak ) natau mungkin yang berlangsung lama seperti pada penderita AIDS ( Automune Deficiensy Syndrome ) pada anak imunosupresi berat.

ensefalitis. Infeksi enteral (infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare)  Infeksi bakteri : vibrio. Etiologi 1. dan sebagainya   Infeksi virus : enterovirus. astrovirus. Faktor Malabsorpsi a. dan sebagainya (sering terjadi pada bayi dan umur dibawah 2 tahun) 2. yaitu sarana air bersih dan pembuangan tinja kedua factor ini akan berinteraksi bersama dengan perilaku manusia Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula. 2 2. Infeksi parenteral (infeksi diluar alat pencernaan) seperti: OMA (Otitis Media Akut). brankopneumoma. shigella. maka dapat menimbulkan kejadian penyakit diare. Malabsorbsi karbohidrat  Disakarida . daii lain-lain Infeksi parasit : cacing (ascaris). campylobacter.Faktor lingkungan dan perilaku : Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan dua faktor yang dominan. tonsilitis. tricomonas hominis dan jamur (candida albicans) b. aeromonas. protozoa (entamoeba histolytica. coli. intoleransi laktosa. maltosa dan sukrosa . Faktor infeksi a. rotavirus. tonsilofaringitis. E. Yaitu melalui makanan dan minuman. salmonela. yersinia.giardia lamblia.2. adenovirus.3.

Sedangkan kelainan yang terjadi di kolon cenderung menyebabkan diare yang lebih sedikit. kolon memekatkan isi usus pada keadaan pada keadaan osmotik tinggi. Disentri dengan volume sedikit dan sering .5 2. rasa ingin buang air besar. Monosakarida: intoleransi glukosa. Patofisiologi Diare adalah kehilangan banyak cairan elektrolit melalui tinja. .4. Molabsorbsi protein 3. Penyerapan air terbanyak terjadi di usus. fruktosadan galaktosa b. dan tinja betrdarah adalah gejala utama kolitis. tenesmus. Faktor makanan Makanan beracun. Jumlah ini meningkat 200 gr /kgbb/ hari pada orang dewasa. Bayi kecil mengeluarkan tinja kira-kira 5g /kgbb/hari. alergi terhadap makanan Lain-lain    Imunodefisiensi Gangguan psikologis (cemas dan takut) Faktor-faktor langsung: o KEP (Kurang Energi Protein) o Kesehatan pribadi dan lingkungan o Sosioekonomi 2.2.kelainan yang menggangu usus cenderung menyebabkan diare yang lebih banyak. Molabsorbsi lemak c.

kombinasi dari hal tersebut. Hasil akhirnya adalah sekresi cairan yang mengakibatkan kehilangan cairan dan elektrolit dari tubuh sebagai tinja cair. mukosa usus halus adalah epitel berpori. Dalam keadaaan ini diare dapat terjadi apabila suatu bahan yang secara osmotik aktif dan tidak dapat diserap. yang dapat dilewati air dan elektrolit dengan cepat untuk mempertahankan tekanan osmotik antara isi usus dengan cairan ekstrasellular. motilitas. Gangguan sekretorik disebabkan oleh sekresi air dan elektrolit kedalam usus halus. Hali ini menyebabkan terjadinya dehidrasi. Diare sekretori lebih sering terjadi dan keduanya dapat terjadi pada satu pasien . osmotik.Dasar semua diare adalah gangguan transportasi larutan usus. sehingga timbul diare- . perpindahan air melalui membran usus berlangsung secara pasif dan ini di tentukan oleh aliran larutan secara aktif maupun pasif terutama natrium dan klorida dan glukosa. Patomekanisme diare kebanyakan dapat di jelaskan dari kelainan sekretorik. Gangguan motilitas usus. hiperperistaltik akan menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan. Pada infeksi perubahan ini terjadi karena adanya rangsangan pada mukosa usus oleh toxin bakteri seperti toxin Eschericia coli dan Vibrio colera atau rotavirus Gangguan osmotik . Jika bahan semacam itu berupa larutan isotonik. Hal ini terjadi bila absorbsi natrium oleh villi gagal sedangkan sekresi klorida oleh sel epitel berlangsung terus atau meningkat. Infeksi usus dapat menyebabkan diare dengan 3 mekanisme tersebut. Ada 3 prinsip mekanisme terjadinya diare cair sekretorik dan osmotik. air. dan bahan yang larut didalamnya akan lewat tanpa diabsorsi sehingga terjadilah diare .

5. nafsu makan berkurang kemudian timbul diare. Daerah anus dan sekitarnya timbul luka lecet karena sering deflkasi dan tinja yang asam akibat . Tinja mungkin disertai lendir dan darah.Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan. Makanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorpsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik 3. Walaupun susu diteruskan sering diencerkan dalam waktu yang lama.1. selanjutnya dapat timbul diare pula. Warna tinja makin lama berubah kehijauan karena bercampur dengan.2 2. gelisah.2. Manifestasi Klinis Mula-mula anak cengeng. hipokalemia) 2.2 Sebagai akibat diare akan terjadi: 1. Kehilangan air dan elektrolit (terjadi dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik. Gangguan sirkulasi darah Akibat diare dengan/tanpa muntah-muntah dapat terjadi gangguan sirkulasi darah berupa syok hipovolemik. suhu tubuh naik. Gangguan gizi Selama sakit sering terjadi gangguan gizi dengan akibat penurunan berat badan dalam waktu yang singkat oleh karena makanan sering dihentikan oleh orangtua karena takut diare/muntah bertambah hebat. Hal ini menyebabkan perfusi jaringan berkurang dan dapat menyebabkan hipoksi.

nadi lemah dan tidak teraba. karena kurang cairan. deuresis berkurang (oliguria-anuria). selaput lender bibir dan mulut. serta kulit kering. Bila kehilangan cairan terus berlangsung tanpa pergantian yang memadai gejala dehidrasi mulai tampak yaitu : BB turun. nafas cepat dan dalam (pernafasan kusmaul) 2. tekanan daran turun. Bila terjadi asidosis metabolik pasien akan tampak pucat. Bila berdasarkan terus berlanjut. turgor kulit berkurang. mata dan ubun-ubun cekung (bayi). denyut jantung menjadi cepat. pasien tampak lemah dan kesadaran menurun. Gejala muntah dapat timbul sebelum atau selama diare dan dapat disebabkan karena lambung turut meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. akan terjadi renjatan hypovolemik dengan gejala takikardi.laktosa yang tidak diabsorbsi usus selama diare. .

lemah. renjatan hipovolemik. berat. isotonik atau hipertonik). sebagai akibat defisiensi enzim laktase karena kerusakan vili mukosa . hipotoni otot. bradikardia.2.6. intoleransi laktosa sekunder. dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti dehidrasi (ringan. perubahan pada elektrokardiogram). hipoglikemia. hipotonik.tabel 3. sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak. hipokalemia (dengan gejala meteorismus. Komplikasi Menurut Hasan dan Alatas (1998). sedang. Gjala diare akut 2.

Kesenjangan daya tahan tersebut dapat diatasi apabila bayi diberi ASI (Roesli. Ada perbedaan yang signifikan antara bayi yang mendapat ASI eksklusif minimal 4 bulan dengan bayi yang hanya diberi susu formula. akan memberikan kekebalan kepada bayi terhadap berbagai macam penyakit karena ASI adalah cairan yang mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri.7 Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare Pada waktu bayi baru lahir secara alamiah mendapat zat kekebalan tubuh dari ibunya melalui plasenta. padahal dari waktu bayi lahir sampai bayi berusia beberapa bulan. dengan adanya zat anti infeksi dari ASI.usus halus. 2005).2. 2000). penderita juga mengalami kelaparan) 2. Pemberian makanan berupa ASI sampai bayi mencapai usia 4-6 bulan. jamur dan parasit. maka bayi ASI eksklusif akan terlindungi dari berbagai macam infeksi baik yang disebabkan oleh bakteri. virus. virus. tetapi kadar zat tersebut akan cepat turun setelah kelahiran bayi. Oleh karena itu. dan malnutrisi energi protein (karena selain diare dan muntah. bayi belum dapat membentuk kekebalan sendiri secara sempurna. . Bayi yang diberikan susu formula biasanya mudah sakit dan sering mengalami problema kesehatan seperti sakit diare dan lain-lain yang memerlukan pengobatan sedangkan bayi yang diberikan ASI biasanya jarang mendapat sakit dan kalaupun sakit biasanya ringan dan jarang memerlukan perawatan (Wahyu. jamur dan parasit. kejang (terutama pada dehidrasi hipertonik). Sehingga kemampuan bayi membantu daya tahan tubuhnya sendiri menjadi lambat selanjutnya akan terjadi kesenjangan daya tahan tubuh.

8 SUSU FORMULA Susu formula akhir-akhir ini menjadi solusi dari Air Susu Ibu (ASI) yang merupakan makanan utama bayi. termasuk kandungan pendorong antibodi. Seorang bayi yang diberi air putih atau minuman herbal. ASI adalah makanan yang paling tepat dan paling baik untuk bayi.2. Namun. Penjagaan kebersihan . Pada kondisi-kondisi semacam ini. tak sedikit ibu yang mengeluhkan kondisi sulitnya memberikan ASI karena produksi ASI-nya tidak mencukupi atau bahkan berhenti berproduksi. setiap ibu usai melahirkan akan memproduksi ASI segera.Hal tersebut didukung oleh hasil penelitian di Filipina yang menegaskan tentang manfaat pemberian ASI ekskusif serta dampak negatif pemberian cairan tambahan tanpa nilai gizi terhadap timbulnya penyakit diare. Sementara susu formula hanya bisa memenuhi sebagian saja. susu formula adalah pilihan yang terbaik. lainnya beresiko terkena diare 2-3 kali lebih banyak dibandingkan bayi yang diberi ASI Eksklusif (BKKBN. 2. Berikut ini adalah hal-hal yang sebaiknya dipertimbangkan saat akan memberikan susu formula bayi: 1. terutama zat antibodi. Umumnya. Zat pendorong antibodi ASI adalah makanan utama untuk bayi dan memiliki kandungan terbaik untuk bayi. Pastikan Anda membaca kandungan yang terdapat dalam susu formula yang akan diberikan kepada bayi Anda. 2004) 2.

Cara penyimpanan susu formula juga harus benar agar tidak terkontaminasi oleh bakteri atau kuman yang bisa merusak kandungan susu. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan merebus alat-alat pemberian susu formula pada bayi. pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelumnya. Karenanya. Perhatikan pula cara penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa dari susu. tambahkan susu formula bubuk sesuai takaran yang dianjurkan. aduk dan kocok hingga sempurna. Tanggal kedaluwarsa susu formula umumnya tertera di bagian bawah kaleng. jangan digunakan selain mensanitasi alat pemberian susu formula anak. meski dalam jumlah sedikit saja sudah bisa menyebabkan bayi sakit. rebus air dan biarkan dingin kira-kira hingga 40 derajat Celsius. penting untuk selalu memerhatikan dan memahami cara pembuatan dan penggunaan susu formula sebaik-baiknya. selalu tutup kemasan dengan rapat dan simpan di tempat yang kering. Setelah dibuka. sehingga harus dilarutkan sebaik dan sebenar mungkin agar susu formula bisa terlarut sempurna dan zat-zatnya bisa berfungsi benar. berikan susu formula kepada bayi. . sehingga kuman atau bakteri jahat. selalu perhatikan kerapihan kaleng sebelum dibuka untuk memastikan tidak ada lubang.Tubuh bayi belum memiliki sistem perlindungan tubuh yang sempurna. Saat akan menyajikan. bukan tempat lembap seperti kulkas. Siapkan peralatan untuk mensanitasi alat-alat pemberian susu formula hanya untuk alat tersebut. 3. Karena itu. Cara penggunaan yang tepat Susu formula mengandung zat-zat buatan yang unik. lalu tuangkan air ke dalam botol sesuai petunjuk. sanitasi saat menyiapkan susu formula adalah hal penting.

dan endapan besar sehingga meningalkan rasa kenyang pada bayi yang lebih lama. Manfaat Susu Formula Bagi Bayi Manfaat Pemberian Susu Formula bagi bayi yaitu kepuasan yang lebih lama bagi bayi karna formula susu sapi yang di buat dari susu sapi lebih sulit dicerna dari pada ASI.Susu Formula Bayi adalah cairan atau bubuk dengan formula tertentu yang diberikan pada bayi. Susu formula bayi berfungsi sebagai pengganti ASI. Oleh FDA (Food and Drugs Association/Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) mensaratkan produk ini harus memenuhi standard ketat tertentu. Menurut Arlene Eissenberg (2002) dalam bukunya mengenai Susu Formula. Alasan dipakainya susu sapi sebagai bahan dasar disebabkan oleh banyaknya susu yang dapat dihasilkan oleh peternak Susu formula bayi Susu Formula Bayi Manfaatnya. Susu Formula bayi adalah susu yang dibuat dari susu sapi atau susu buatan yang diubah komposisinya sehingga dapat dipakai sebagai pengganti ASI. Oleh karena itu komposisi susu formula bayi yang diperdagangkan dikontrol dengan hati-hati. Manfaat Pemberian Susu Formula adalah sebagai berikut : 1. Susu formula bayi memiliki peranan yang penting dalam makanan bayi karena seringkali digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi bagi bayi. .

3. Putting lecet. vitamin dan mineral harus sesuai. Susu Formula Meningkatkan Kecerdasan Penambahan AA. Infeksi payudara. Spingomielin pada susu formula bayi sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Faktor ini mempunyai banyak aspek dan dapat manipulasi atau direkayasa. Penggunaan merek susu formula bayi yang sesuai usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu. untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencapai tumbuh kembang yang optimal. Susu Formula sebagai Nutrisi. Saluran susu tersumbat. Faktor ini tidak dapat di manipulasi atau direkayasa. Manfaat Pemberian Susu Formula Pada Bayi Untuk Ibu. Pemberian susu formula bayi ditahun pertama biasanya dilakukan karena keadaan – keadaan yang terjadi pada ibu yaitu Puting rata. Susu Formula Bayi adalah susu yang jumlah kalori. Payudara bengkak.2. DHA. Abses payudara. 2. 1. Faktor genetika : Faktor genetika atau faktor bawaan menentukan apakah potensi genetika atau bawaan yang diturunkan oleh orang tua. yaitu faktor genetika dan faktor lingkungan. Terdapat dua faktor penentu kecerdasan anak. Faktor lingkungan : Faktor lingkungan adalah faktor yang menentukan apakah faktor genetik akan dapat tercapai secara optimal. dan .

Protein Kadar protein harus berkisar antara 1. tidak merasa tertekan bila memberi susu di depan umum. Oleh karena kandungan protein daripada formula ini relatif rendah maka komposisi asam aminonya harus identik atau hampir indentik dengan yang terdapat dalam protein ASI. hanya sedikit mengandung imunoglobulin yang sebagian besar merupakan jenis yang “salah” (tidak diperlukan oleh tubuh).7 – 4. Lemak Kadar lemak disarankan antara 2. tidak mengandung sel-sel darah putih dan sel-sel lain dalam keadaan hidup. Manfaat Pemberian Susu Formula bayi untuk ibu yaitu : mudah memantau jumlah yang di minum bayi.Pekerjaan. Protein demikianlah yang dapat dipergunakan seluruhnya oleh bayi pada minggu-minggu pertama setelah dilahirkan.9 g/100 ml. lebih sedikitnya tuntutan pada ibu.1 g tiap 100 ml. Komposisi asam lemaknya harus sedemikian hingga bayi umur 1 bulan dapat menyerap sedikitnya 85%. dan tidak menganggu kegiatan bercinta. Dengan rasio laktalbumin/kasein kurang-lebih 60/40. lebih sedikit tuntutan batasan diet. lebih sedikit pembatasan dalam metode keluarga berencana. Selain itu. tidak menganggu model baju.2 dan 1. Pemberian protein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan . Komposisi Susu Formula Bayi Komposisi zat gizi susu formula bayi selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).

3 g/100 ml. selebihnya glukosa atau destrin-maltosa. Beberapa produsen suisu menambahkan Taurin pada produk formula susu bayinya. lebih tinggi 3 sampai 4 kali dibandingkan dengan yang terdapat dalam ASI. khlorida. hingga pemberian susu sapi tanpa diubah dahulu dapat menyebabkan kekurangan relatif sistein. amoniak. Kandungan mineral dalam susu formula adaptasi memang rendah dan . Perbedaan antara protein ASI dan susu formula terletak pada kandungannya (susu formula mengandung 3. Mineral Mineral dalam susu sapi seperti natrium.25 dan 0.meningginya kadar ureum. magnesium. Bayi baru lahir dan terutama yang dilahirkan sebagai prematur dapat megibah asam amino metionin menjadi sistein. fosfor. Pada pembuatan susu formula adaptasi kandungan berbagai mineral harus diturunkan hingga jumlahnya berkisar antara 0.) dan rasio antara protein whey dan kaseinnya: pada ASI 60/40.4 dan 8. maupun diasamkan (acidified) karena belum diketahui efek sampingannya dalam jangka pendek maupun jangka panjang.2 g bagi tiap 100 ml. kalsium. kalium. Dianjurkan supaya sebagai karbohidrat hanya atau hampir seluruhnya memakai laktosa. sedangkan pada susu sapi 20/80. Tidak dibenarkan pada pembuatan formula ini untuk memakai tepung atau madu. Penambahan protein whey akan memperbaiki susunan asam aminonya hingga mendekati kandungan sistein yang terdapat dalam ASI. Karbohidrat Kandungan karbohidrat yang disarankan pada susu formula bayi antara 5. serta asam amino tertentu dalam darah.34 g bagi tiap 100 ml.

6.mendekati yang terdapat pada ASI Penurunan kadar mineral sangat diperlukan oleh karena bayi baru lahir belum dapat mengekresi dengan sempurna kelebihannya Energi Banyaknya energi dalam susu formula bayi biasanya disesuaikan dengan jumlah energi yang terdapat pada ASI. 5. dan anak Berikut paparan hasil penelitian mengenai manfaat ASI dan perbandingannya dengan susu formula : . Tidak merangsang involusi rahim. Bisa menimbulkan Diare pada bayi. diantaranya adalah : 1. 8. Tidak praktis dan ekonomis. Kurang memiliki efek psikologis yang menguntungkan. Lebih mudah menimbulkan gigi berlubang. 9. Tidak menjarangkan kehamilan. Tidak mengurangi kejadian kanker payudara. 3. 10. Mudah menimbulkan alergi 2. Kerugian bagi negara menambah beban anggaran yang harus dikeluarkan untuk membeli susu formula. Kekurangan dari susu formula bayi Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari susu formula bayi dibandingkan dengan ASI. biaya perawatan ibu. Nutriennya tidak sesempurna ASI. 4. 7.

ASI lebih efisien dan murah. ASI mengandung: sel darah putih (leukosit) yang sanggup membunuh bakteri dan virus.1. Interferon (sejenis protein yang berfungsi mengidentifikasi kehadiran virus). 4. . contohnya ketika bayi terjangkit kuman. tidak perlu dipanaskan. karena tubuh bayi tidak bersentuhan langsung dengan tubuh ibu. 3. dan sebagainya. ibu tidak akan mengalami menstruasi dan ini akan mengurangi resiko anemia pada ibu. ASI mengandung zat kekebalan yang membantu bayi melawan bakteri dan virus. Catatan: Memompa Payudara tidak akan menghasilkan antibodi ini. Selama Pemberian ASI eksklusif. karena tidak perlu membeli kemasan susu. Program ini dianggap sebagai solusi keluarga berencana yang paling efektif untuk menunda kehamilan hingga paling cepat 6 bulan setelah melahirkan. 5. 6. otomatis payudara akan memproduksi antibodi baru melalui air susu yang diproduksi. tidak perlu diaduk. dan masih banyak lagi zat-zat berguna lainnya. 2. menurut “institute of medicine tahun 1991″. Lysozyme (sejenis ensim untuk melawan infeksi). Anak yang diberi ASI Eksklusif mempunyai IQ dan kemampuan intelektual lebih tinggi dibanding anak yang diberikan Susu Formula (sample pada anak umur 7 bulan sampai 8 tahun). ASI Eksklusif (artinya tidak ada asupan tambahan lain untuk bayi) dapat mencegah kehamilan hingga 98% selama 6 bulan setelah melahirkan. semakin lama anak diberikan ASI makan semakin tinggi IQnya. jumlah zat besi yang digunakan tubuh untuk menyusui lebih sedikit dibandingkan ketika tubuh mengalami menstruasi.

Bayi sanggup mengontrol porsi makannya jika anda memberikan ASI Eksklusif melalui payudara.sawan dan ayan ini karena susu formula mengandung phosphate yang sangat tinggi. 12. 15. pneumonia dan gangguan pernafasan lainnya. Bayi yang di berikan susu formula yang berumur 10 hari 30 kali beresiko mengidap Neonatal hypocalcemia. Susu Formula diketahui menjadi penyebab bayi yang mengidap diabetes. 16. 11. Bayi yang di beri susu formula 4 kali beresiko lebih tinggi terkena demam.Sedangkan Laktosa juga dibutuhkan oleh bakteri usus yang berguna (lactobacilus bifidus) untuk berkembang. bronkhitis. 9. yang mengakibatkan kejang. 14. lebih sedikit mengalami gangguan infeksi telinga. Bayi yang di berikan susu formula 10 kali lebih sering masuk dirawat di rumah sakit karena mengalami infeksi serius di bandingkan bayi yang diberi ASI. 10. . Radang selaput otak/sumsum tulang belakang dan infeksi saluran kencing lebih banyak di jumpai pada bayi yang diberikan susu formula. Zat Gula (laktosa) pada ASI mampu mengurangi infeksi pada bayi dan otak bayi membutuhkan laktosa dan galaktosa untuk berkembang. Rata-rata bayi yang diberi ASI.7. 8. Gangguan diare 3 sampai 5 kali lebih sering dijumpai pada bayi yang di beri susu formula. jadi bayi tidak akan sakit kekenyangan. Kanker kelenjar 5-8 kali lebih tinggi untuk bayi yang diberikan susu formula atau bayi yang diberikan ASI kurang dari 6 bulan. 13.

termasuk alergi pada susu sapi dan kedelai. Bayi yang di berikan susu formula sangat tinggi resikonya terkena gangguan pencernaan (pyloric stenosis). ini artinya melindungi bayi dari penyakit jantung pada saat dewasa. dan Chron diseases. ASI melindungi bayi dari diare. yang penyembuhannya harus lewat operasi. 22. ulcerative colitis. Susu yang berasal dari sapi tidak mengandung kolesterol ini. Bayi yang diberi ASI Eksklusif selama 3 bulan 40% beresiko lebih rendah dalam mengidap infeksi Gastrointestinal dan atopic eczema. Bayi yang di berikan susu formula cenderung mengidap alergi. 19. Susu formula diduga menjadi penyebab beberapa penyakit berbahaya seperti celiac. Pemberian ASI membantu tubuh bayi untuk mendapat kolesterol baik. 21. 20.17. ASI melindungi bayi dari penyakit langka botulism. dan kelumpuhan otot. . 25. Diare telah membunuh 500 bayi dan anak setiap tahunnya di Amerika Serikat. ASI mencegah 40% resiko Asma pada anak. menimbulkan berbagai penyakit pernapasan. 18. 23. ASI mengandung kolesterol tinggi (fatty acid) yang berguna untuk bayi dalam membangun jaringan-jaringan saraf dan otak. 24. ASI mengandung zat-zat yang disebut bakteria yang baik bagi pencernaan bayi yang dapat mengurangi bakteri yang menyebabkan diare. penyakit ini merusak fungsi saraf. ASI membuat tulang bayi lebih kuat.

29. Karena menyusui lewat payudara ada semacam keran. Penelitian pada bayi yang meninggal mendadak rata-rata mempunyai zat serotonin (yang sangat rendah pada otak). Susu ibu sangat tinggi kandungan tryptophan. Kematian mendadak (SIDS / Sudden infant death syndrome) pada bayi lebih banyak dialami oleh bayi yang di berikan susu formula. dan tidak seperti pada botol. . Susu formula sangat rendah kandungan tryptophan yang sangat dibutuhkan badan untuk membentuk serotonin. 28. ASI mengandung zat mucin yang dibutuhkan untuk mencegah penyakit pada bayi.26. jadi ASI tidak akan mengumpul pada gigi dan menyebabkan gigi berlubang. jika bayi stop menghisap. Asam amino pada ASI membantu perkembangan otak sedangkan Asam amino pada susu formula (susu sapi) hanya membantu pertumbuhan otot dan jaringannya. Omega-3 dan zat-zat lainnya yang diperlukan dalam membentuk otak bayi. serotonin adalah zat yang berfungsi mengatur tidur. 30. keterlambatan dalam berbicara dan kesulitan belajar pada bayi. ASI mengurangi penyakit gigi berlubang pada anak (tidak berlaku pada ASI dengan botol). 27. 31. otomatis asupan ASI akan stop juga. SIDS sampai sekarang masih belum ditemukan penyebab utamanya. Susu formula selalu dihubungkan sebagai salah satu penyebab autis. Susu formula kurang mengandung DHA. harganya pasti sangatlah mahal. Jika pun ada yang kadarnya mendekati kebutuhan bayi.

Kelebihan Vitamin D akan menyebabkan keracunan. dan lain-lain. 38. 33. Kacang kedelai hasil dari rekayasa genetika adalah bahan utama dari susu formula dari bahan kedelai. Dari 7 sampai 10 sample susu formula ditemukan dosis vitamin D yang berlebihan. ini akan lebih meningkatkan jumlah timah. 36. 38. yang jika dikonsumsi akan mengakibatkan kemandulan. 37. Dalam beberapa kasus zat alumunium ditemukan 1000 kali lebih banyak terkandung pada susu formula di bandingkan ASI. kerusakan hati (liver). . 34. Banyak jenis Susu formula yang terkontaminasi oleh banyak bakteri. Susu formula banyak mengandung logam-logam berat seperi merkuri dan timah. 35. Susu formula 600 kali lebih banyak mengandung zat alumunium dibandingkan ASI. Susu Formula mengandung “phthalates” (sebuah zat kimia yang digunakan dalam industri plastik).32. and kimia ini bersifat karsinogenik (mengandung radiasi yang menyebabkan berbagai macam kanker). dan jika air-air ini direbus untuk membuat steril botol susu. Keracunan timah menyebabkan kerusakan otak dan saraf. 37. 20% air pencampur susu di Amerika Serikat terkontaminasi oleh timah. Susu formula mengandung iodine dalam dosis tinggi yang akan mengganggu kerja kelenjar thyroid. bahkan ada yang dosisnya lebih dari 419% dari dosis yang tertulis pada kemasan. 7 sampai 10 sample mengandung 200% dosis vitamin D dari yang tertera pada kemasan. gagal ginjal.

. protein yang terkandung pada ASI akan semakin tinggi. ASI mengandung enzim lemak yang mudah dicerna. Kandungan Susu Formula dapat berubah karena faktor pengolahan pada waktu diproduksi di pabrik dan pada waktu pengolahan ketika akan dikonsumsi oleh konsumen (contoh: air yang terkontaminasi ketika akan mencampur susu. wadah untuk susu yang terkontaminasi. 40. Contohnya ketika bayi terlahir prematur. ASI sangat mudah dicerna bayi. ASI mengandung 100 komposisi yang tidak dimiliki oleh susu formula. 43. Susu sapi yang digunakan untuk membuat susu formula kadangkala berasal dari sapi yang telah diberi antibiotik dan BGH (bovine growth hormone) – hormon untuk mempercepat pertumbuhan hewan. Kebutuhan vitamin bayi yang masih menyusui berbeda dengan bayi yang sudah mulai belajar makan.39. ibu akan memproduksi ASI yang mengandung protein dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan ibu yang melahirkan normal. Dan ketika bayi sudah mulai belajar makan. Tetapi volume ASI pada payudara akan menurun. Komposisi ASI yang di produksi oleh tubuh ibu akan selalu sesuai dengan kebutuhan umur bayi. 42. 41. Susu Formula mengandung glutamate (MSG-Asam amino) yang merusak fungsi hypothalamus pada otak – glutamate adalah salah satu zat yang dicurigai menjadi penyebab autis. 44. Zat besi pada ASI 50%-70% dengan mudah di serap tubuh bayi dibandingkan Zat besi pada susu formula (10%) karena Susu formula tidak mengandung enzim seperti pada ASI. karena ASI mengandung enzim yang membantu bayi untuk mencernanya. dan lain-lain). 45.

55. adalah salah satu hormon yang di produksi ketika menyusui. Menyusui dengan botol menyebabkan masalah pada pertumbuhan mulut dan gigi (mal-occlusion). Menyusui melindungi ibu dari kanker indung telur. Menyusui melindungi ibu dari osteoporosis. Menyusui merubah berat yang diperoleh ketika masa kehamilan menjadi susu. Setelah menyusui. semakin kecil seorang ibu terkena kanker payudara. 50. 53. 49. kepadatan tulang ibu akan kembali seperti sebelum hamil bahkan lebih baik. Menyusui menurunkan resiko dari “hip fractures” setelah menopause. Menyusui melindungi ibu dari kanker leher rahim. Aktifitas menyusui merangsang pertumbuhan saraf-saraf bayi. 51. 54. 48. Prolactin . Otot-otot rahang dan wajah ketika bayi menghisap puting ibu merangsang pertumbuhan mulut dan gigi. 47. semakin lama ibu menyusui. ini tanda-tanda hormon oksitosin sedang bekerja. 52.46. Menyusui mencegah dan meringankan postpartum hemorrhage (pendarahan pada rahim) karena ketika payudara dihisap merangsang tubuh ibu mengeluarkan hormon oxytocin. kegunaan hormon ini adalah mengurangi stres (adrenalin). Prolactin. hormon ini berguna untuk mengerutkan rahim hingga hampir kembali seperti seukuran semula. melindungi ibu dari kanker payudara. seorang ibu yang menyusui tidak perlu diet untuk mengembalikan postur tubuh sebelum kehamilan. Setiap kali anda menyusui dengan payudara anda akan merasakan kontraksi pada rahim. karena memproduksi ASI membutuhkan 600-800 kalori sehari ini sebanding dengan bersepeda pada tanjakan selama 1 jam atau berenang 30 kali putaran.

Bayi yang disusui lebih langsing dibandingkan bayi yang diberikan Susu formula yang cenderung obesitas. . Pemberian Susu Formula sangat merepotkan. menghangatkan botol dan duduk ketika anda harus memberikan susu. ibu akan kesulitan untuk menghangatkan susu pada botol tersebut. dibandingkan dengan botol susu anda harus bangun dari tidur. pada penelitian hormon ini diberikan pada ayam-ayam jago petarung dan ketika disuntikkan ayam-ayam ini menjadi enggan untuk bertarung. 56. menghabiskan banyak waktu untuk mencuci botol susu dan aksesorisnya saja membutuhkan waktu 1 jam sehari.dijuluki hormon keibuan “mothering hormone” dan membantu ikatan ibu dan anaknya. apalagi jika jauh dari rumah dan harus memberikan susu pada bayi. 57. IgA (imunoglobulin) dalam ASI menyediakan selaput pelindung yang berguna untuk menutup kebocoran dalam lapisan usus dan mencegah lewatnya kuman serta zat-zat penyebab alergi yang tidak diundang. Pemberian susu dengan payudara sangat simple. mirip seperti saringan yang membiarkan benda asing (protein alergenik) masuk ke aliran darah bayi yang berpotensi menyebabkan alergi. 60. Bayi-bayi yang disusui dengan susu formula cenderung mengalami sembelit (konstipasi). sedangkan ASI mengandung zat pencahar alami yang membantu bayi buang air besar. Hormon prolactin ini efeknya sangat kuat. pada bulan pertama pencernaan bayi belum matang. 58. 59. Kolostrum (air susu yg keluar pertama) sangat berguna.

ASI mengandung lemak yang sangat baik dan mudah tercerna. Oleh karena itu perlu memperhatikan cara penyajian susu formula yang benar agar efek dari kontaminasi tersebut dapat diminimalisir sekecil mungkin. mempunyai kotoran yang lembut dan bayi-bayi yang diberi susu formula kotorannya bertekstur lebih kasar dan baunya lebih tidak sedap. 65. . membuat ibu yang sibuk menjadi lebih relaks dan membantu ibu-ibu yang mempunyai kesulitan tidur untuk relaks. Memberikan ASI = Mengimunisasi bayi anda setiap waktu. Penyusuan adalah latihan seorang ibu dalam membaca karakter bayi anda.61. akan lebih mudah untuk mendidiknya. Bayi-bayi yang disusui ASI. 63. 62. Ini menandakan tidak semua Zat dalam susu Formula dapat terserap oleh tubuh bayi. yang ternyata begitu banyak manfaat ASI untuk bayi Anda terutama jika memperhatikan ASI Eksklusif. Orang tua yang mengetahui karakter/sifat anak. Demikian beberapa hasil penelitian mengenai manfaat ASI dibandingkan Susu Formula. Menkes juga menyampaikan informasi untuk para pemakai susu bubuk formula bahwa susu bubuk formula bukanlah suatu produk yang steril dan dapat terkontaminasi oleh kuman yang menyebabkan penyakit. Uraian di atas belum menyinggung isu bahwa ternyata benar susu formula telah terkontaminasi bakteri berbahaya yang disebut Enterobacter sakazakii. Penyusuan dengan Payudara. 66. Penglihatan pada anak lebih baik pada anak yang diberi ASI. 64.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful