P. 1
makalah ibd 2

makalah ibd 2

|Views: 176|Likes:
Published by Silvi Mulvitasari

More info:

Published by: Silvi Mulvitasari on Oct 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2014

pdf

text

original

iiii

i

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin Topik Makalah/Tulisan NORMA DAN ADAT ISTIADAT KELUARGA MEMBENTUK PRIBADI MAHASISWA BERBUDAYA

Kelas : 1-EA22

Tanggal Penyerahan Makalah : 29 Oktober 2013 Tanggal Upload Makalah : 30 Oktober 2013

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini. Penyusun

NPM 18213480

Nama Lengkap SILFI MULVITA SARI

Tanda Tangan

Program Sarjana Ekonomi

UNIVERSITAS GUNADARMA

i

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu. Makalah yang bertemakan ”kontribusi universitas gunadarma membentuk perilaku berbudaya”

Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada yang terhormat : 1. Bapak Muhammad Burhan Amin sebagai Dosen Mata Kuliah IBD yang selalu memberikan ilmunya kepada kami semua. 2. Rekan-rekan kelas 1EA22 yang telah membantu atau memberikan saran.

Saya menyadari makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan maupun materi.Untuk itu, saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa saya terima dengan hati terbuka.Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembacanya.

Bekasi, 24 Oktober 2013 Penyusun

S.M.

ii

DAFTAR ISI

Pernyataan……………………………………………………………………………..i Kata Pengantar………………………………………………………………………...ii Daftar Isi………………………………………………………………………………iii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………….1 1. Latar Belakang……………………………………………………………..1 2. Tujuan……………………………………………………………………....2 3. Sasaran……………………………………………………………………...2 BAB II PERMASALAHAN…………………………………………………….........3 1. Kekuatan (Strenght)……………………………………………………...3 2. Kelemahan (Weeknes)…………………………………………………....4 3. Peluang (Oppurtunity)…………………………………………………...5 4. Hambatan (Threat)……………………………………………………….5 BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI…………………………………...6 1. Kesimpulan………………………………………………………………...6 2. Rekomendasi……………………………………………………………….6 Referensi……………………………………………………………………………....7

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” atau “kelompok kerabat”. Sedangkan pengertian keluarga sendiri adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah dan bersatu. Keluarga inti biasanya terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Keluarga juga dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan mengurus keperluan hidupnya sendiri. Adapun pengertian keluarga menurut Departemen Kesehatan adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Dari konsep ini, maka terdapat tugas dan tanggung jawab keluarga sebagai bagian dari bangsa untuk ikut mewujudkan cita cita bangsa Indonesia. Di dalam kehidupan ini kita sebagai individu tentunya tidak terlepas dari berbagai macam aturan, nilai, dan norma yang berlaku dan melekat di masyarakat tempat tinggalnya dan semua itu dimulai dari hal yang bersifat paling kecil, yaitu di dalam keluarga. Tetapi keberhasilan atau tidaknya aturan,nilai dan norma yang dijalankan oleh masing-masing individu tersebut tergantung bagaimana peran orang tua di dalam keluarga pada saat pembentukan perilaku anak yang berbudaya dan bagaimana faktor lingkungan tempat tinggal yang banyak juga memberikan dampak berhasil atau tidaknya menciptakan perilaku anak yang berbudaya. Dengan memiliki perilaku yang berbudaya tentunya individu juga akan menciptakan hal-hal yang positif di lingkungan sekitar, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, maupun orang banyak. Dengan perilaku yang berbudaya juga anak dengan otomatis akan mengikuti aturan, adat istiadat, nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

1

2. Tujuan Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah : 1. Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. 2. Sebagai sarana pembentukan pola pikir tentang informasi kepada masyarakat khususnya mahasiswa dan pembaca tentang pentingnya peranan individu dan keluarga untuk membentuk perilaku budaya dalam masyarakat 3. Menambah wawasan baik penulis ataupun pembaca.

3. Sasaran

Penyusunan makalah ini ditujukan kepada semua pembaca baik mahasiswa atau orang tua agar dapat mengetahui, memahami, dan menyadari bahwa norma dan adat istiadat keluarga membentuk pribadi mahasiswa berbudaya

2

BAB II PERMASALAHAN

Analisis permasalahan norma dan adat istiadat keluarga membentuk pribadi mahasiswa berbudaya.dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

A. Kekuatan (Strenght) a. Pendidikan sebagai sarana untuk memelihara nilai-nilai warisan budaya bangsa dan juga sebagai tempat mensosialisasikan nilai-nilai budaya pada nilai-nilai keilmuan b. Pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang berkaitan karena pendidikan mampu melahirkan, menumbuhkan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya baru untuk disosialisasikan melalui pendidikan tersebut. c. Keluarga merupakan orang-orang terdekat seseorang yang sangat merupakan peran yang terutama dalam pembentukan kepribadian seseorang bukan keluarga saja melainakn nilai-nilai pendidikan. pendidikanformal dari tingkat dasar sampai ke jenjang yang paling tinggi . d. Pendidikan moral yang diberikan sejak dini itu mutlak diperlukan karena pendidikan moral itu menjadi prioritas utama, baik diwujudkan dalam bentuk pemberian mata kuliah tertentu maupun dalam aktivitas sehari-hari. Contoh sederhananya setiap praktek lab MADAS / SI di universitas gunadarma diharuskan memakai baju kemeja&celana/rok bahan.kalau tidak dilarang masuk lab.

3

B. Kelemahan (Weeknes)

a. Pengaruh masuknya budaya asing ke Indonesia berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. contohnya adayanya gaya hidup kebarat baratan membuat setiap orang kurang memahami norma dan adat istiadat dalam masyarakat b. Pendidikan tidak pernah menjadi perhatian serius pemerintah.contohnya jarangnya pendidikan didaerah daerahterpencil,mahalnya biaya sekolah/kuliah,kesejahteraan tenaga/pekerja kependidikan, kurikulum pendidikan, mahalnya jalurmasuk kuliah dan sebagainya. c. Banyaknya pendidikan yang salah contohnya di dalam keluarga banyak orangtua yang terlalu memanjakan anaknya dengan cara mengerjakan tugas anaknya adalah orangtuanya,masih smp sudah dikasih mobil karena keluarga menjadi tempat pendidikan pertama yang dibutuhkan seorang anak pendidikan yang salah dapat membawa akibat yang tidak baik bagi perkembangan pribadi anak. d. Adanya orang tua yang tidak memahami posisinya dalam keluarga, sehingga memberikan contoh buruk terhadap anaknya seperti memaksa anak untuk mengambil jurusan akutansi padahal anaknya tidak suka dengan jurusanya & melarang anak pergi main dengan teman-temanya pada malam hari meskipun hanya nongkrong saja.

4

C. peluang (opportunity)

a. Keluarga mengajarkan norma dan adat istiadat berdasarkan cinta dan kasih sayang, sehingga anak dapat menerima dengan baik dan tidak terpaksa b. Di jaman globalisasi ini teknologi sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan bermanfaat dan mempunyai peran penting untuk kehidupan di masyarakat. salah satu penggunaan teknologi di era ini adalah Internet, sedangkan internet itu adalah salah satu teknologi informasi untuk berita, jejaring sosial, ilmu pengetahuan, bisnis dll c. Upaya keras untuk mempertahankan budaya nasional dan local, seperti membiasakanhal-hal atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya atau paling tidak kita mengetahui tentang budaya jaman dahulu d. Pola interaksi masyarakat dengan dunia luar karena manusia adalah makhluk sosial sehingga manusia tidak dapat hidup sendiri karena manusia butuh tetangga untuk berinteraksi.

Tantangan/Hambatan (Threats)

a. Kesadaran masyarakat akan pendidikan masih kurang terutama masyarakat kelas

menengah bawah yang merupakan sebagian besar penduduk Indonesia yang berada di pedesaan penyebab rendahnya kesadaran masyarakat di bidang pendidikan yaitu ketidaktahuan, kemiskinan, kurang berpendidikan
b. tidak ada perhatian pemerintah dalam masalah pendidikan, ditengarai sebagai salah

satu akar masalah merosotnya mutu pendidikan
c. Orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya, terlalu sibuk dengan kepentingan

kepentingannya, sehingga anak merasa diabaikan, hubungan anak dengan orang tua menjadi jauh, padahal anak sangat memerlukan kasih sayang mereka
d. tantangan globalisasi informasi yang membwaperubahan pada semua sektor

kehidupan masyarakat dan lemahnya kepercayaan terhadap pemerintah bahkan sistem pendidikan masih kurang memperhatikan hal ini.

5

Bab III Kesimpulan dan Rekomendasi

1. Kesimpulan

Pentingnya pendidikan moral dilakukan sejak dini sehingga dapat membentuk perilaku berbudaya yang baik. membentuk individu-individu yang memiliki keunggulan dan kepekaan sosial dan perilaku berbudaya dapat dilakukan melalui pendidikan. Perlu disadari bahwa pendidikan yang dimaksud bukan sekedar pendidikan di sekolah semata, melainkan pendidikan di keluarga dan masyarakat.

Kepribadian seseorang itu diletakkan pada waktu yang sangat muda dan keluarga berpengaruh besar sekali terhadap kepribadian seseorang. Keluarga adalah basis pendidikan yang paling utama

2. Rekomendasi 1. Peranan keluarga dalam mendukung pendidikan merupakan suatu langkah positif untuk memajukan pendidikan dan mengembangkan kepribadian seorang anak menjadi lebih dewasa serta lebih mengenal dunia luar tetapi dengan pengawasan orang tua. 2. Pemerintah tidak serius dalam hal pendidikan. Hal ini membuat pendidikan semakin tertinggal. Pemerintah justru lebih fokus terhadap rencana pembangunan yang mengandung unsur politik 3. Teknologi menunjang kemajuan dunia pendidikan. karena bermanfaat bagi dunia
pendidikan jika digunakan secara benar

4. Orang tua lebih memberikan waktu luang agar dapat berkumpul dengan keluarga jangan hanya sibuk kerja saja.

6

REFERENSI

http://www.ilmukesehatan.com/artikel/pengertian-keluarga-menurut-depkes.html http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga http://www.jelajahbudaya.com/kabar-budaya/peran-penting-keluarga-dalampendidikan. http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2116719-pendidikan-yang-salah/ http://guraru.org/news/2013/06/09/882/teknologi_internet_sangat_menunjang_untuk_ dunia_pendidikan http://pitriagriyani.wordpress.com/2010/01/18/seberapa-besar-pengaruh-dan-peranankeluarga-terhadap-kepribadian-anak

http://edukasi.kompas.com/read/2010/05/02/10473333/Pendidikan.Moral.Perlu.sejak. Dini

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->