STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIEN Nama Usia Jenis Kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Stastus Pernikahan Tanggal Masuk RS Bangsa / Suku No. RM : Bp. A : 54 tahun : Laki-laki : Islam : Sarjanah : Guru SLTP : Sukoharjo : Menikah : 30 Mei 2013 : Indonesia / Jawa :

II. ANAMNESIS A. Keluhan Utama Tidak bisa tidur B. Riwayat Penyakit Sekarang (Riwayat Perjalanan Penyakit) ALLOANAMNESIS Nara Sumber Nama Alamat Pendidikan Pekerjaan Umur Hubungan Lama kenal Tn. B Sukoharjo Sarjanah Guru 50 tahun Teman kerja 5 tahun 1 An. Y Sukoharjo SLTP Siswa 13 tahun Murid 2 tahun 2 Ny. S Sukoharjo Sarjanah Ibu rumah tangga 45 tahun Istri 20 tahun 3

Alloanamnesis melalui telepon

pasien merasa bersalah atas semua perbuatan masa lalu merupakan perbuatan yang salah dan telah melakukan dosa misalnya tidak boleh pacaran. Pasien tidak dapat memulai tidur. Lima bulan sebelum ke poli jiwa. cepat lelah. pasien dapat tidur nyenyak tetapi tidak merasa puas tidurnya. tidak mudah marah. Setelah mengikuti pengajian tersebut. Selain itu. Anak pasien tidak lulus tes masuk universitas. Sejak meninggalnya ibu pasien. pasien sulit konsentrasi dalam pekerjaannya. itu merupakan salah satu rasa bersalah pasien sampai saat ini. pasien dikenal seorang sabar. pasien sedang memikirkan anak pertamanya yang sudah lulus SMA sejak 1 tahun yang lalu. setelah pasien . pasien hanya hidup dalam rasa bersalah tidak berbakti terhadap ibunya. A menjelaskan pasien nampak lesu seperti orang kurang tidur. Selain itu. mudah tersinggung. masalah tidur pasien tambah parah yang biasanya bisa tidur dengan obat tidur namun sekarang dengan obat tidur pun tetap tidak bisa tidur dan pasien takut tergantungan terhadap obat tidur tersebut. pasien tidak berminat dalam jurusan tersebut sehingga pasien tidak mengambil jurusan tersebut. saat diterima jurusan sastra jepang. Setelah minum obat tidur. pasien sudah berobat ke dokter umum dan dapat obat tidur. Menurut teman pekerjaan. Pasien mengikuti pengajian sudah 15 tahun. pasien lama menjawab pertanyaan tersebut. pasien merasa kurang berbakti terhadap orang tua pasien. pasien tidak konsentrasi dalam mengajar. Anak murid bp. Anak pasien mengikuti tes masuk universitas kembali dan diterima di jurusan satra inggris. Pasien merasa sudah usia tua tidak melakukan perbuatan baik satupun. Pasien sulit untuk memulai tidur dan tidak dapat tidur sampai pagi. Awalanya setelah ibu pasien meninggal 7 bulan yang lalu. belum memberikan sesuatu kepada ibunya karena pasien merupakan anak terakhir dan sebagai penompang hidup keluarganya. saat diberi pertanyaan oleh anak muridnya.Pasien datang ke poli jiwa RSDJ Soedjawardi Klaten dengan keluhan tidak bisa tidur sejak 7 bulan sebelum datang ke poli. pasien tidak bisa tidur selama 6 hari. Rasa bersalah tersebutlah yang membuat pasien tidak dapat tidur dan dalam penyesalan bahwa hidupnya sia-sia. Namun akhir-akhir ini. namun 1 bulan terakhir pasien mengingkuti pengajian.

selama satu tahun ini anak pasien hanya di rumah saja tanpa kegiatan apapun. mudah tersinggung. Riwayat asfiksia. Pasien mengaku atas rasa bersalah atas perbuatan masa lalu. C. tidak dapat konsentrasi. Selain pasien mengeluh tidak dapat tidur. sejak itu pasien keluar dari kuliahnya.400 gram. tidak berbakti kepada orang tua serta cemas memikirkan masa depan anak pertamanya yang belum melanjutkan kuliahnya. ikterik. pikirannya bercabang. Riwayat Kehidupan Pribadi 1. pasien tampak lelah. cepat merasakan lelah. Riwayat Gangguan Mental Tidak ada b. Riwayat Pre-Natal Pasien hanya mengetahui bahwa dia lahir secara normal di rumah sakit dengan berat badannya 3. pasien juga mengeluh sering nyeri kepala. . Namun akhir-akhir ini. Pasien sering berkumpul dengan keluarga dan mengajari anak-anaknya dalam belajar. Pasien mencemaskan masa depan anak pertamanya. ada masalahpun pasien memikul sendiri dan tidak berbagi cerita terhadap istrinya. Pasien menyangkal akan adanya : Riwayat Trauma Kepala Kejang Riwayat Asma Riwayat Alkohol Riwayat Penyalahgunaan Obat D. Menurut istri pasien. pasien tidak dapat konsentrasi. pasien seorang pendiam. Riwayat Penyakit Dahulu a.membayar uang kuliahnya lunas namun anak pasien hanya masuk satu hari saja dikarenakan anak pasien di ledekin oleh teman-teman bahwa jurusan sastra inggris tidak bermutu kuliahnya. Kondisi Medik .

Riwayat Masa Kanak-kanak (Umur 0-3 tahun) Keterbatasan informasi 3. Pendidikan Pasien menjalani SD selama 6 tahun.17 tahun) i. pasien merupakan anak yang ceria. Selain itu. iii. Selama pernikahan. . Pengajian yang diikuti oleh pasien yaitu hari minggu. Hukum Pasien tidak pernah melakukan perbuatan menyimpanh sampai berurusan dengan hukum. Riwayat Masa Pubertas dan Remaja (Umur 11. Psikoseksual Pasien sudah menikah ii. Pasien sudah menikah selama 20 tahun. iv. pasien sebagai guru privat fisika dirumahnya. Perkawinan Pasien menikah dengan perempuan dan dikaruniain empat anak. v. Riwayat balita dan Anak-anak (Umur 3-11 tahun) Menurut pasien. SLTP 3 tahun. Pasien jarang absen mengikuti pengajian tersebut.sianosis pasien tidak mengetahui dan keterbatasan informasi karena orang tua dan kakak pasien meninggal. Agama Pasien beragama Islam. kamis. selasa. Sering bermain dengan teman-temannya 4. Pekerjaan Pasien bekerja sebagai guru fisika di SLTP Sukoharjo. Pasien termasuk anak pintar karena mendapatkan peringkat 3 besar. profesi tersebut sudah pasien tekuni selama 30 tahun. dan jumat. dan SMA selama 3 tahun selanjutnya pasien kuliah. vi. pasien mengaku ada sedikit masalah dengan istri pasien yaitu masalah ekonomi keluarga dan anak-anak pasien. 2. rajin sholat dan mengaji.

F. ayah pasien meninggal 2 tahun yang lalu dan kakak pasien meninggal pada usia 30 tahun karena sakit gagal ginjal. Status Mentalis (30 Mei 2013) 1. anak ketiga pasien sekarang kelas 1 SD dan anak terakhirnya baru TK. 2. Ibu pasien meninggal 7 bulan yang lalu karena sakit. Kualitatif b. Anak pertama pasien sudah lulus 1 tahun yang lalu dan belum kuliah. Pasien tinggal bersama istri dan ketiga anaknya karena anak kedua tinggal di pondok pesantren. Genogram (Pohon Keluarga): Keterangan Genogram (Pohon Keluarga) : - = laki-laki normal = perempuan normal = Laki-laki meninggal = Perempuan meninggal = laki-laki sakit jiwa Pasien merupakan anak kedua dari dua bersaudara. III. perawatan diri cukup baik. Kuantitatif : Baik : Compos Mentis E4 V5 M6 . anak kedua duduk di kelas 2 SMA di pesantren Solo. Pasien tinggal bersama istri dan keempat anaknya. Keadaan Umum Tampak seorang laki-laki usia 54 tahun sesuai dengan umur. Kesadaran a. Pasien bekerja sebagai guru fisika SLTP di Sukoharjo.

Tingkah laku : Normoaktif 5. Waham diancam iii. Waham kejar : (-) : ( -) :(-) :(-) :(-) :(-) : ( -) :(-) : (-) : baik. Progresi Pikir a. Pengalaman mistik b. Sikap dan Tingkah Laku a. Fobia d. Obsesi – kompulsi e. menjawab pertanyaan pemeriksa dengan intonasi yang sedang b. v. Orang : Baik 4. b. Sikap : Kooperatif b. Orientasi a. Daya Konsentrasi : baik. Waktu : Baik b. Waham curiga iv. Bentuk Pikir Realistik 7. pasien benar saat mengartikan peribahasa. c. Produktivitas Pasien berbicara spontan dan cepat. Isi Pikir a. jangka menengah dan jangka pendek baik. Waham kebesaran ii. Waham i. Kognitif a. Fantasi c. Pikiran Abstrak 6. Waham tidak berguna : (-) 8. pasien dapat berhitung saat saya melakukan pemeriksaan. Kompulsi f. Kontinuitas pikiran .3. Daya Ingat : jangka panjang. Tempat: Baik c.

i. Derealisasi 13. Afek b. Persepsi a. irelevan iii. Logore iv. Pemeriksaan Fisik 1. Neologisme ii. Auditori ii. Ekolali (-) 9. Visual :(-) :(-) :(-) :(-) :(-) : Sedih : Sedih iii. Nadi : 110/70 mmHg : 20 kali/menit : 100 kali/menit : Compos Mentis. Depersonalisasi v. Ilusi iv. Halusinasi i. Hubungan Jiwa hubungan jiwa : Mudah 11. Bloking v. . Respiratory c. kesan gizi cukup. Afek a. Keadaan Umum 2. Insight Baik IV. Megical thinking (-) viii. Muthisme vi. Perhatian dapat ditarik. TD b. Aphasia (-) (-) (-) (-) (-) (-) vii. Vital Sign a. Mood 10. mudah dicantum 12.

Diagnosis Multi Axial 1. Respirasi 6. Muskuloskeletal : Afebris : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal VI. Axis V : : : : : Diagnosis Banding VII. Cerebrospinal 4. Digesti 7. Integumentum 9. Axis I 2. Axis III 4. Terapi 1.d. Suhu 3. Farmakologi . Kardiovaskular 5. Axis IV 5. Axis II 3. Urogenital 8.

M. Sp.Sc.Kj . Riwayat keluarga iv. lebih baik dibawa yang psikiater untuk mengetahui masalahnya dan memberi motivasi untuk melanjutkan sekolah kembali. Faktor lingkungan sekitar b. Prognosis 1. Onset usia tua ii. Faktor yang memperberat i. harus mensyukuri apa yang sudah terjadi. Gejala awal gejala positif :(+) :(-) : ( -) : (-) IX. Ad Fungsional : dubia ad bonam 3. Ad Vitam : dubia ad bonam 2.2. Faktor yang memperingan i. Hj. Anisa Renang . Faktor yang memperberat dan memperingan a.. Kehidupan masa lalu dilupakan saja dan membuka lembaran baru tanpa mengingat masalah lalu sehingga tidak hidup dalam rasa bersalah. Ad Sanam : dubia ad bonam Pembimbing dr. VIII. Non-Farmakologi Memberi penjelasan kepada pasien bahwa kehidupan ini tidak sia-sia. Untuk anak pertama pasien. Onset usia muda :(-) ii. Faktor penyebab belum jelas : ( -) iii.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful