You are on page 1of 1

Ade Tria (10511094)

TEKNESIUM (43Tc98)
Teknesium adalah unsur pertama yang dihasilkan secara buatan. Sejak penemuan Teknesium, semua penelitian mengenai unsur yang berkaitan dengan bumi terus dilakukan. Pada tahun 1962, Teknesium-99 diisolasi dan diidentifikasi dari bijih kaya uranium Afrika, hanya dalam hitungan menit, sebagai hasil reaksi fisi spontan Uranium-238. Jika Teknesium benar-benar ada, maka konsentrasinya sangat kecil. Teknesium ditemukan dalam spektrum bintang tipe S, M, dan N, dan keberadaannya dalam spektrum bintang mengarah pada teori baru yakni, produksi unsur berat di bintang-bintang.
Teknesium adalah logam abu-abu keperak-perakan yang dapat menjadi kusam perlahan-lahan dalam udara lembab. Bilangan oksidasi Teknesium adalah +7, +5, dan +4 . Sebagai oksidator, Teknesium (VII) akan terdapat sebagai ion perteknetat, TcO4-. Logam ini adalah superkonduktor yang sempurna pada suhu 11 K dan di bawah suhu 11K. Terdapat 22 isotop dari Teknesium dengan kisaran massa dari 90 111. Semua isotop Teknesium bersifat radioaktif. Teknesium adalah salah satu dari dua unsur dengan massa atom lebih kecil dari 83 yang tidak memiliki isotop stabil. Teknesium memiliki tiga isotop dengan masa paruh waktu radioaktif yang cukup panjang yaitu: 97Tc (T1/2 = 2.6 x 106 tahun), 98Tc (T1/2 = 4.2 x 106 tahun) dan 99Tc (T1/2= 2.1 x 105 tahun). Isotop 99Tc merupakan hasil reaksi fisi dari uranium dalam reaktor nuklir. Produksi skala besar dari isotop 99Tc telah dilakukan selama beberapa tahun ini. Kegunaan Teknesium: Isotop 99Tc yang berada dalam kondisi meta (meluruh) (T1/2 = 6.01 jam) digunakan dalam dunia medis, karena waktu paruh yang pendek, energi sinar gamma yang dipancarkan, dan kemampuan Teknesium untuk berikatan secara kimiawi dengan banyak molekul biologis yang aktif. Selain itu, juga digunakan isotop 97Tc dalam bidang forensik dalam keadaaan meta dengan waktu paruh 61 hari. Teknesium merupakan penghambat korosi yang luar biasa untuk baja. Perlindungan terhadap korosi semacam ini terbatas untuk sistem tertutup, karena sifatnya yang radioaktif sehingga penggunaannya harus dibatasi. 98Tc memiliki aktivitas jenis sebesar 6.2 x 108 Bq/g. Aktivitas pada tingkat ini tidak boleh menyebar (harus terisolasi). 99Tc membahayakan lingkungan hidup dan harus ditangani dengan kemasan boks bersarung tangan.

Teknesium bila dipanaskan dengan oksigen akan terbentuk Teknesium (VII) oksida (Tc2O7). 4Tc (s) + 7O2 (g) 2Tc2O7 (s) Teknesium juga dapat bereaksi dengan halogen. Ketika dipanaskan dengan fluorin (F 2) terbentuk campuran dari Teknesium (VI) fluorida (TcF6) dan Teknesium (VII) fluorida (TcF7). Tc (s) + 3F2 (g) TcF6 (s) 2Tc (s) + 7F2 (g) 2TcF7 (s) Logam Teknesium tidak dapat larut dalam air brom panas. Bila direaksikan dengan asam klorida (HCl) atau asam florida (HF), Teknesium tidak dapat larut. Teknesium larut di dalam asam nitrat (HNO3) atau asam sulfat pekat (H2SO4). Kedua asam tersebut akan mengoksidasi Teknesium, sehingga terbentuk asam perteknetat (HTcO4) dengan biloks Tc adalah +7.