You are on page 1of 9

SOAP Komunitas_Elpiss

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA BAPAK “T” DI DUSUN KUTAN, JATIREJO, LENDAH, KULON PROGO, YOGYAKARTA Tanggal Pengkajian : 25 Mei 2010 Jam : 09.00 Oleh : Ella Fisica D SUBYEKTIF 1. Struktur Keluarga a. Nama Kepala Keluarga : Bp.”T” b. Umur : 55 tahun c. Jenis kelamin : Laki-laki d. Agama : Islam e. Pendidikan : SD f. Pekerjaan : Petani g. Pendapatan : Rp. 600.000 h. Suku/ Bangsa : Jawa/Indonesia i. Alamat : Dusun Kutan, Jatirejo, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta j. Daftar Anggota Keluarga No Nama Hub.Keluarga L/P Gol Umur Pendidi- Pendapatan Agama Pekerjaan Imunisasi Darah (thn) kan (Rp)

1 2 3 4 5 6

Bpk KK L B 55 SD 600.000 Islam Petani ”T” Ibu Istri P O 50 SD Islam IRT ”M” Tn Anak L B 32 SD 500.000 Islam Buruh ”P” Nn Anak P B 15 SMP Islam Pelajar ”D” Ny Menantu P A 30 SD Islam IRT ”S” An Cucu P B 2 Islam ”V” k. Tipe Keluarga : Keluarga besar/Extended Family l. Genogram (minimal 3 generasi) : Terlampir m. Hubungan antar keluarga Keluarga Bpk ”T” beserta anak, menantu dan cucunya tinggal dalam satu rumah hubungan diantara mereka sangat baik dan erat. Satu sama lainnya saling membantu dalam segala urusan.

Lengkap

2. Sifat Keluarga

dan masakan tidak sekali habis melainkan jika lauk atau sayur masih sisa hanya dipanasi lagi kemudian dimakan untuk pagi harinya (sarapan). ibu dan keluarga tidak pernah cuci tangan sebelum dan sesudah makan. ibu dan keluarga juga jarang melakukan cuci tangan sesudah melakukan kegiatan kecuali Bpk ”T” yang selalu cuci tangan setelah dari bertani. Kebiasaan hidup sehari-hari: 1) Ibu mengatakan kebiasaan makan sehari-hari adalah: a) Waktu makan: makan teratur. gosok gigi 2x sehari. BAB dan mandi keluraga: ibu mengatakan BAK.a. b. c) Jenis makanan: Makanan pkok: nasi Lauk-pauk : tempe. teh dan kopi Frekuensi : 6-8 kali dengan porsi 1 gelas belimbing tiap kali minum. keripik dan goreng-gorengan d) Minuman: Jenis : air putih. keramas 3 hari sekali dan ganti baju 2x sehari. dalam mengatasi masalah. dll. telur Sayuran : kangkung. g) Keluarga Bpk ”T” mempunyai makanan pantangan terutama untuk Ibu ”M” yaitu kangkung. b) Frekuensi makan: 3 kali sehari dengan satu piring sedang. Buah-buahan : jarang mengkonsumsi buah-buahan Susu : anggota keluarga tidak minum susu kecuali An ”V” Makanan tambahan: ada. BAB dan mandi di kamar mandi yang menjadi satu dengan WC. adalah Bpk ”T” sebagai kepala keluarga yang sebelumnya sudah dimusyawarahkan bersama anggota keluarga lain. Namun memasukkan garam pada awal memasak. daun so dan mlinjo karena terkena rematik. misalnya dalam mengolah masih menggunakan bumbu penyedap. emping. 2) Hiburan Ibu mengatakan di dalam rumah mempunyai TV 14 inci dan radio. h) Tempat BAK. Peralatan makan dan memasak setelah digunakan langsung dicuci. tetapi ibu masih suka mencuri-curi kesempatan untuk makan makanan tersebut walaupun hanya sedikit. 4) Kebiasaan sehari-hari yang merugikan . Ibu mengatakan memasak sudah menggunakan garam beryodium. tahu. memasak sayur terlalu lama. anggota keluarga yang berpengaruh dalam mengambil keputusan. e) Cara pengolahan makanan Pengolahan makanan tidak memenuhi standar kesehatan. Menu makanan dalam seminggu tidak tetap. kadang bervariasi dan kadang-kadang tidak bervariasi. tetapi jika makan menggunakan sendok. kecuali ibu ”M” makan jika merasa lapar. 3) Personal Hyegiene / keluarga Ibu mengatakan keluarganya mandi 2x sehari. bayam. Ibu mengatakan. f) Kebiasaan mencuci tangan : ibu mengatakan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan jika makan menggunakan tangan. kecuali ibu ”M” makan jika lapar. kecuali baju Bpk ”T” yang dapakai untuk bertani ganti 1 hari sekali.

Masih ada kenduri untuk orang meninggal. Keluarga Bpk ”T” masih melakukan 7 bulanan sewaktu menantunya hamil.Bpk ”T” masih sering menggunakan pakaian kotor jika pergi bertani. 3.000. Masih melakukan kenduri untuk puputan cucunya dulu. Riwayat Kesehatan Anggota Keluarga (tiga bulan terakhir) : ada anggota keluarga yang mempunyai riwayat penyakit dalam tiga bulan terakhir. misalnya seperti ronda malam. yang sudah dihitung tiap bulannya Rp 600. d.Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak mempunyai kebiasaan minum-minuman keras. gotong royong. SOSIAL. b. kumpulan ibu-ibu. . Masih melakukan tradisi majemukan sewaktu mau panen RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA 1. Kegiatan sosial kemasyarakatan Ibu mengatakan anggota keluarganya masih rutin melakukan kegiatan kemasyarakatan. tetapi Tn ”P” mempunyai kebiasaan merokok.. .. 2. e. jeruk nipis Riwayat 2 An “V” Diare Minum oralit kehamilan yang lalu Ny “S” Hamil Tanggal Jenis Jenis Penyulit/ Penolong BB /PB Keadaan ke lahir Kelamin Persalinan komplikasi lahir anak anak Anak 1 2007 P spontan Tidak ada Bidan 3000g/ baik 50 cm b. . Kesehatan No NAMA ANGGOTA JENIS UPAYA KET Ibu dan KELUARGA PENYAKIT PENANGGULANGAN Anak 1 Tn “P” Batuk Minum kecap dicampur a. Riwayat Kontrasepsi yang pernah digunakan oleh Ny “S” .dan penghasilan Tn ”P” sebesar Rp 500. Penghasilan dan Pengeluaran Penghasilan keluarga Bpk ”T” bergantung pada hasil panen. sedangkan penghasilan putranya dipakai untuk membantu kebutuhan dalam keluarga Bpk ”T” dan biaya sekolah adik serta kebutuhan keluarganya.-. Setelah melahirkan tidak boleh keluar rumah selama 40 hari. FAKTOR EKONOMI. DAN BUDAYA 1.Tidak mencuci tangan sebelum dan setelah beraktifitas. c.000. Penghasilan Bpk ”T” digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.Anggota keluarga jarang membuka jendela. 2. dll. Kebiasaan dalam keluarga terkait dengan budaya a. biasanya 1x dalam seminggu yaitu ketika membersihkan dan membereskan rumah.

ibu “M” mengatakan pernah menderita rematik dan bapak “T” mengatakan sehat. c. b. d. jenisnya bercocok tanam dan melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu. kadang-kadang menjalankan sholat sunah dhuha dan tahajjud serta mengikuti pengajian yang ada di kampung. Persepsi dan Tanggapan Keluarga terhadap Masalah a. misalnya tentang syarat – syarat JPKM. Keluarga Berencana : Ny “S” sedang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulanan. Keluarga merasa perlu mendapatkan pengarahan/penyuluhan informasi kesehatan : keluarga bapak “T” merasa perlu mendapat penyuluhan seputar tentang diare dan batuk. Kunjungan petugas kesehatan puskesmas ke rumah : belum ada 7. karena terkesan dalam mencari syarat – syaratnya dipersulit. Tindakan yang dilakukan ibu “M” sehubungan dengan keluhan penyakit tersebut yaitu berobat ke praktik tenaga kesehatan (perawat/mantri) atau puskesmas. Keikutsertaan keluarga dalam dana sehat atau JPKM : tidak ikut serta. Jenis pelayanan kesehatan yang paling membantu keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan selama ini adalah Puskesmas. Keluhan penyakit yang diderita lansia : ada. Ada anggota lansia di keluarga Bpk “T” yaitu Bpk “T” dan ibu “M” b. b. 4. Kesehatan Lansia a. Dana Sehat atau JPKM a. Tanggapan keluarga tentang petugas kesehatan : baik c. Kesadaran Keluarga tentang Bahaya HIV/AIDS Keluarga Bpk “T” mengetahui tentang HIV/AIDS baik itu cara penularannya. 6. Ibu hamil : Tidak ada d. Lansia terbiasa melakukan aktifitas olah raga : iya.No Jenis Pasang Lepas kontrasepsi Tgl Oleh Tempat Keluhan Tgl Oleh Tempat Keluhan 1 Suntik 3 Bidan BPS Tidak bulanan ada c. Riwayat Spiritual Anggota Keluarga Ibu mengatakan bahwa keluarganya melaksanakan sholat lima waktu. Pengetahuan keluarga tentang dana sehat atau JPKM : tau. 5. Persepsi keluarga terhadap masalah yang dihadapi adalah baik terutama terhadap kebiasaan yang merugikan. 8. 3. d. pengertian dan manfaat JPKM. Tanggapan Keluarga terhadap Pelayanan Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan dan Pelayanan Sosial a. . penyebabnya dan cara penanggulangannya.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 1. ”V” : Diare Nn ”D” : Sehat 2. Keadaan fisik Keluarga 1. Nn “D” TD : 100/60 mmHg TB : 150 cm BB : 35 kg B. Pemeriksaan tanda vital pada anggota keluarga a. Ibu hamil memeriksakan kehamilannya pada tenaga kesehatan (bidan) 3. Ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe secara teratur 4. Balita disusui sampai 2 tahun ( ASI eklusif) . An. Balita An “V” sudah di imunisasi lengkap 6. Bpk’T’ : Sehat Ibu ”M” : Pernah rematik Tn ” P” : Batuk Ny ”S” : Sehat An.b. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. Tn “P” TD : 110/70 mmHg TB : 167 cm BB : 50 kg d. biasanya di BPS 2. OBYEKTIF A. Ny “S” TD : 100/60 mmHg TB : 160 cm BB : 53 kg e. “V” TB : 67 cm BB :10 kg f. Tanggapan/mekanisme coping keluarga terhadap masalah : ibu mengatakan bila ada masalah selalu dimusyawarahkan untuk mencari solusinya. Bpk “T” TD : 100/60 mmHg TB : 165 cm BB : 55 kg b. Saat dilakukan pengkajian keadaan kesehatan anggota keluarga dalam keadaan kurang sehat. Pasangan Usia Subur (PUS) Ny “S” menggunakan KB sunti 3 bulanan 5. Ibu “M” TD : 110/70 mmHg TB : 160 cm BB : 45 kg c.

hipertensi dan rematik. Lantai rumah sudah ubin d. bak penampung air) bebas dari jentik nyamuk. b. magh. saat memasak garam dimasukkan pada awal kegiatan memasak. Penampung air (bak mandi. 3. 8. 11. dana sehat. 4. Luas rumah sesuai dengan jumlah penghuni. 12. Anggota keluarga Buang Air Besar (BAB) di jamban. 15. gosok gigi 2 kali sehari sekalian pas mandi. Anggota keluarga kecuali An V mengetahui tentang beberapa penyakit seperti tifus. Kebiasaan keluarga mandi 2 kali sehari. Keluarga sering mengkonsumsi sayur tetapi jarang mengkonsumsi buah-buahan. namun jarang mengkonsumsi buah maupun minum susu kecuali An V masih teratur minum susu. Setiap kamar ada pintu sendiri. Lantai tanah sudah menggunakan mester. Dinding rumah sudah permanen (tembok) c. Keluarga jarang memantau keadaan kesehatan anggota keluarga misalnya tidak rutin memriksakan tekanan darah dan menmbang berat badan. 19. 14. 17. 18. Anggota keluarga melakukan pemantauan Keadaan kesehatan biasanya hanya pada saat saki dan memeriksakan kesehatannya kepada petugas kesehatan kecuali An V yang rutin mengikuti posyandu. Anggota keluarga membiasakan makan pagi kecuali Nn D yang tidak sempat makan pagi karena terburu-buru berangkat ke sekolah. Semua anggota keluarga yang berumur lebih dari 10 tahun selalu melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit. mandi dll. 16. Makan 3 kali sehari dengan macamnya nasi. 10. TBC. Komponen Rumah a. Anggota keluarga tidak ada yang menjadi anggota JPKM seperti askes. 9. Kondisi Rumah dan Lingkungan Sekitar 1. sayur dan lauk. jamkesos maupun askeskin. Bayi rutin mengkuti kegiatan posyandu dan ditimbang secara rutin setiap sebulan sekali. Tiap anggota keluarga tidak pernah mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. bukan dari tanah. Keadaan rumah tidak ada langit-langit. Ada ventilasi luasnya 10% dari luas lantai . 20. 2. C. Jadi yodium dalam garam banyak yang menguap seharusnya garam dimasukkan dalam masakan saat masakan akan matang. Anggota keluarga ada yang merokok yaitu Tn P.7. f. Setiap kamar sudah ada jendelanya. e. Pemetaan Kadarsi 1. Menggunakan air bersih dari sumur untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak. mencuci. Keluarga biasanya makan beraneka ragam. 13. D. Anggota keluarga sudah membuang sampah pada tempat sampah. 5. Saat memasak keluarga sudah menggunakan garam beryodium tetapi cara menggunakannya masih salah. Anggota keluarga tidak pernah mengkonsumsi supplement gizi.

00 a. ada lalat. Tanggal : 25 Mei 2010 Pukul : 10. jaraknya 13 meter dari sumber air bersih. Sarana Sanitasi a. Semua anggota keluarga BAK dan BAB di jamban kecuali An V karena masih balita. Seminggu sekali jamban di kuras dan di bersihkan.g. Kepadatan penghuni rumah b.032 poin. Ada tempat pembungan sampah. Dari hasil pengkajian rumah milik Tn T. Setiap hari selalu ada yang menbersihkan rumah seperti menyapu. ada semut juga serangga termasuk nyamuk. d. rumah milik Tn T termasuk dalam katagori rumah tidak sehat karena jumah poin yang didapatkan dari hasil pengkajian adalah 969 padahal criteria untuk rumah sehat harus ≥ 1. b. Ada tikus. . Sampah dibakar setiap seminggu sekali. Lain-lain a. Ada sarana pembuangan air limbah. Anggota keluarga jarang membuka jendela. d. apalagi jendela kamar tidur pada pagi hari. milik sendiri dan memenuhi syarat yaitu letaknya > 12 dari jamban maupun tempat pembuangan air kotor. Ada lubang asap dapur 2. Tidak ada genangan air. d. Biasanya hanya jendela ruang makan dan dapur yang selau di buka setiap hari. c. Di sekitar rumah ada kucing namun bukan merupakan hewan pemeliharaan anggota keluarga Tn T. c. Tn”P” batuk. Ibu “M” dan Ny “S” sehat. terpisah dari rumah namun jaraknya hanya 7 meter dari rumah. Pencahyaan cukup. e. Memberitahukan kepada keluarga akan dijadikan KK binaan. An “V” sedang diare. h. dan memenuh syarat. Kategori rumah tidak sehat denagn skor 969 PLANING 1. Perilaku Penghuni a. namun lantai rumah di bersihkan 1 minggu sekali. Di sekita rumah terdapat kandang ternak. PHBS kurang dengan keadaan Bpk “T”. 3. b. ASSESMENT Keluarga bapak “T” dengan bentuk keluarga besar. Mempunyai jamban dan memenuhi syarat yaitu letaknya 15 meter dari rumah maupun dari sumur sumber air bersih. tidak kedap air dan tidak tertutup. tidak silau untuk membaca. Sampah sudah di buang di tempat sampah dan setiap hari di buang di tempat pembuangan sampah akhir dan seminggu sekali sampah di bakar. Ada sarana air bersih yaitu sumber air bersih dari sumur. c. ada kecoa dan ada cicak. 4.

00 Kegiatan a) Menjelaskan tentang pengertian PHBS b) Menjelaskan manfaat dan tujuan PHBS c) Menjelaskan indicator PHBS .(Keluarga setuju dan mau menjadi KK binaan) b. “P” dengan batuk. (Keluarga bapak T bersedia dan menerima tawaran program-program yang akan dilakukan) 2. Memberi penyuluhan tentang PHBS Tanggal : 31 Mei 2010 Pukul : 09. Memberitahukan hasil pengajian yang telah dilakukan. dan An “V” dengan diare. Memberikan penyuluhan tentang Diare Tanggal : 28 Mei 2010 Pukul : 10. Bersama keluaraga merumuskan masalah dan memprioritaskan masalah. (Ibu mengerti dengan masalh-masalah yang ada di dalam keluarga) d. (Ibu mengerti dengan hasil pengkajian yang telah dilakukan) c.00 Kegiatan a) Memberikan penjelasan tentang pengertian diare b) Memberikan penjelasan tentang penyebab diare c) Memberikan penjelasan tentang penanganan diare (pembuatan oralit) d) Memberikan penjelasan tentang pencegahan diare Evaluasi a) Menanyakan kembali tentang pengertian diare ( keluarga dapat menjelaskan pengertian diare) b) Menanyakan apakah diare yang dialami An V sudah sembuh ( Ny S mengatakan An V setelah meminum oralit 2 kali diarenya sembuh) c) Menanyakan kembali cara membuat oralit (keluarga dapat menjelaskan cara membuat oralit dengan benar) d) Apakah ada kendala dalam membuat oralit ( keluarga mengatakan tidak ada kendala dalam membuat oralit karena bahannya mudah di dapat dan cara membuatnya mudah) 3. (Keluarga bapak T bersedia dibantu dalam memecahkan keluarga yang ada dalam keluarga) f. (Keluarga mau diajak bekerja sama untuk merumuskan masalah dan memprioritaskan masalah) e. Membantu keluarga untuk memecahkan keluarga yang ada dalam keluarga. Memberitahukan akan datang kembali untuk menindak lanjuti masalah tersebut dan menawarkan program-program yang akan dilakukan. Memberitahukan masalah-masalah yang ada dalam keluarga yaitu Tn.

Menjelaskan akibat dari merokok d. Menanyakan kembali seputar bahaya merokok yang telah disampaikan kemarin (Tn P masih mengingat apa yang disampaikan kemaren tentang merokok) b. yang biasanya 8 batang sehari menjadi 3 batang sehari) c. Evaluasi : 3 Juni 2010 Pukul : 09.00 a. (Tn P mengatakan merasa kesulitan untuk berhenti merokok. Tanggal : 1 Juni 2010 Waktu : 10.Evaluasi a) Menanyakan kembali tentang PHBS ( Keluarga dapat menjelaskan kembali tentang pengertian PHBS) b) Menanyakan kembali tentang tujuan dan manfat PHBS (Keluarga mengerti dan dapat menjelaskan manfaat dan tujuan PHBS) c) Menanyakan kembali aplikasi PHBS yang sudah dilakukan keluarga. ( Tn P mengatakan bahwa kalau melihat orang lain merokok jadi ikut ingin merokok padahal di tempat Tn P bekerja mayoritas merokok semua) . Menanyakan kepada Tn P apa saja kendala untukberhenti merokok. ( Keluarga sudah melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah makan juga setelah melakukan aktifitas) d) Menanyakan kendala dalam menjalankan PHBS ( keluarga mengatakan tidak ada kendala yang berarti hanya kurang membiasakan diri mencuci tangan. namun Tn P akan berusaha untuk berhenti merokok) d. P sudah mulai utuk berhenti merokok ( Tn P belum sepenuhnya berhenti merokok namun frekuensi merokok sudah berkurang. Menjelaskan bagaimana cara agar bisa berhenti merokok. Menjelaskan bahaya merokok b. Memberikan penyuluhan tentang bahaya merokok. Menjelaskan kandungan yang berbahaya di dalam rokok c. Menanyakan apakah Tn P kesulitan untuk berhenti merokok. Menanyakan apakah Tn. namun keluarga akan membiasakan cuci tangan) 4.00 Kegiatan : a.