You are on page 1of 3

Pemeriksaan radiologik traktus urinarius Foto polos abdomen Setiap pemeriksaan traktus urinarius sebaiknya dibuat terlebih dahulu

foto polos abdomen. Yang harus diperhatikan pada foto ini adalah bayangan, besar (ukuran), dan posisi kedua ginjal. Dapat pula dilihat kalsifikasi dalam kista dan tumor, batu radioopak dan perkapuran dalam ginjal. Harus diperhatikan batas muskuli psoas kanan dan kiri. Batu radioopak di daerah ureter dan buli-buli. Pielografi intravena (PIV) Pemeriksaan PIV memerlukan persiapan, yaitu malam sebelum pemeriksaan diberikan kastor oli (catharsis) atau laksans untuk membersihkan kolon dari feses yang menutupi ginjal. Untuk mendapatkan keadaan dehidrasi ringan, pasien tidak diberikan cairan (minum) mulai dari jam 10 malam sebelum pemeriksaan. Keesokan harinya penderita harus puasa. Untuk bayi dan anak dibeikan minum yang mengandung karbonat, tujuannya untuk menggembungkan lambung dengan gas. Usus akan berpindah, sehingga bayangan kedua ginjal dapat dilihat melalui lambung yang terisi gas. Bahkan kontras conray (Meglumine iothalamat 60% atau hypaque sodium/sodium diatrizoate 50%), urografin 60% atau 76 mg% (methyl glucamine diatrizoate), dan urografin 60-70 mg%. Sebelum pasien disuntik urografin 60 mg% harus dilakukan terlebih dahulu uji kepekaan. Dapat berupa pengujian subkutan atau intravena. Jika penderita alergi terhadap bahan kontras, pemeriksaan pielografi intravena dibatalkan. Dosis urografin 60 mg% untuk orang dewasa adalah 20 ml. kalau perlu dapat diberikan dosis rangkap yaitu 40 ml. tujuh menit setelah penyuntikan dibuat film bucky abdomen. Foto berikutnya diulangi pada 15, 30 menit, dan 1 jam. Sebaiknya segera setelah pasien disuntik kontras, kedua ureter dibendung, baru dibuat foto 7 menit. Kemudian bendungan dibeku, langsung dibuat foto dimana diharapkan kedua ureter terisi. Dilanjutkan dengan foto 15 menit dan 30 menit. Pada kasus tertentu di buat foto 1 dan 2 jam, malahan foto 6, 12 dan 24 jam. Menurut Meschan, digunakan film bucky antero-posterior abdomen setelah penyuntikan, ulangi pemotretan film antero-posterior abdomen dengan jarak waktu setelah disuntik kontras intravena, masing-masing: a. b. c. d. e. Empat – 5 menit Delapan – 15 menit Dua puluh lima – 30 menit Foto terlambat, jika konsentrasi dan ekskresi sangat kurang pada 1 – 8 jam. Foto terakhir biasanya film berdiri.

dan tiap-tiap menit setelah itu. Hal ini terutama dapat dilihat pada orang gemuk. biasanya 2. Jumlahnya bervariasi antara 6-14. Pada pernafasan. dengan dosis 5 – 10 ml. batas bawah setinggi korpus vertebra L3. untuk 5 menit pertama. Rutin dibuat proyeksi frontal dan oblik. Teknik Urografi retrograd memerlukan prosedur sistoskop. Dengan adanya lemak perineal.Pada pasien hipertensi. Ginjal kanan letaknya kira-kira 2 cm lebih rendah daripada yang kiri. posisi pasien dapat dipantau (dimonitor) dengan fluoroskopi atau televisi. karena waktu memasukkan kontras. dan persilangan pembuluh darah iliaka. kemudian 25% bahan kontras yang mengandung jodium disuntikkan. turun ke bawah dan masuk ke dalam dan depan untuk memasuki trigonom buli-buli. bagian bawah. film harus dibuat setelah penyuntikan 30 detik sampai 1 menit. Ekstravasasi kontras dapat menutupi bagian-bagian yang halus dekat papilla. ureter dengan buli-buli. Tiga tempat penyempitan ureter yang normal yaitu pada sambungan pelvis dan ureter. Kutub (pool) atas ginjal kiri setinggi Th11. ginjal menjadi lebih jelas terlihat. sebab risiko ekstravasasi ke dalam sinus renalis atau intravasasi ke dalam kumpulan saluransaluran (collecting duct). Kateter dimasukkan oleh seorang ahli urologi. Udara dalam kateter dikeluarkan. Hal ini dikerjakan apabila pielografi intravena tidak berhasil menyajikan anatomi dan lesi-lesi traktus urinarius bagian atas. Harus dicegah pengisian yang berlebihan. Arah sumbu ke bawah dan lateral sejajar dengan muskuli psoas kanan dan kiri. dan pergerakan ini dapat dilihat dengan fluoroskopi. Dari kalik mayor dilanjutkan dengan kalik minor. Urografi retrograd Indikasi urografi retrograd adalah untuk melihat anatomi traktus urinarius bagian atas dan lesi-lesinya. Pelvis renalis kemudian dilanjutkan dengan kalik mayor. kedua ginjal bergerak. Keistimewaan urografi retrograd berguna untuk melihat fistel. lalu dibuat foto polos abdomen. Kemudian kateter diangkat pada akhir pemeriksaan. Kerja sama ahli urologi dan radiologi diperlukan. Pielogram normal Pada pielogram normal akan diperoleh gambaran bentuk kedua ginjal seperti kacang. Kedua ureter berjalan lurus dari pelvis renis kedaerah pertengahan sacrum dan berputar ke belakang lateral dalam suatu arkus. ini dibawah pengawasan flouroskopi. Jika ada obstruksi dibuat lagi foto 15 menit kemudian .

Computed tomography (CT.Scan) Pada CT. medulla piramid. Densitas parenkim 10-30 HU (Hounsfield) bergantung pada stadium hidrasi. perforasi ureter. maka di daerah korteks tampak opak.Komplikasi Komplikasi dapat berupa sepsis. Pada foto polos tampak densitas yang homogen. ekstravasasi bahan kontras. Yang analog dengan arteriografi. hematuri dan anuri berhubung dengan edema pada sambungan ureter dan vesika. ginjal-ginjal akan tampak transversal oval pada kedua kutub (pool) dan bayangan bulan sabit di daerah hilus. reaksi bahan kontras. Dengan menyuntikkan kontras urografin 50 ml. hipodens. pada fase arterial yang dini. . Korteks yang opak akan berkurang pada fase lanjut.