You are on page 1of 53

LAPORAN PRAKTIKUM MEKATRONIKA DAN ROBOTIKA

MEMBUAT LAYOUT DRIVER L293D

Disusun Oleh :

RIZAL BACHTIAR RIFAI

5215107347

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA UNUVERSITAS NEGERI JAKARTA 2013

TUJUAN : 1. Agar mahasiswa dapat mengenal cara kerja dari L293D 2. Agar mahasiswa dapat membuat layout sendiri 3. Agar mahasiswa dapat memahami karakteristik dari L293D ALAT DAN BAHAN : 1. IC L293D 2. Software EAGLE dan PROTEUS TEORI DASAR : Dalam membuat suatu Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karuniaNya, kami sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas alat dan laporan Mikroprosessor ini yang berjudul “ Cinema’s 80 Automatic “ dengan baik. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada bapak Drs. Pitoyo Yuliatmojo, M.T selaku dosen mata kuliah Mikroprosessor dan bapak M. Yusro S.Pd, M. T selaku dosen pembimbing kami, temanteman yang turut membantu kami dalam menyumbangkan ide kreatif dan tenaganya, dan berbagai pihak yang turut mendukung selesainya tugas alat dan laporan alat kami ini. Adapun Laporan ini dibuat guna memenuhi kriteria penilaian mata kuliah Mikroprosessor pada semester 091 jurusan D3 Teknik Elektronika ini. Kepada setiap mahasiswa diwajibkan menyelesaikan tugas alat dan laporan alat ini sebagai salah satu syarat mengikuti mata kuliah ini. kami menyadari bahwa laporan yang kami buat ini tentunya masih terdapat kekurangan, kesalahan dan ketidaksempurnaan didalamnya. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak. Akhir kata penulis mengharapkan semoga alat dan laporan alat kami ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Jakarta, Desember 2010

Penulis

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Dalam rangka memasuki era globalisasi seperti saat ini, berbagai bidang kehidupan manusia terus mengalami kemajuan khususnya dalam bidang teknologi. Dalam berbagai aspek kehidupan perkembangan teknologi telah diterapkan. Perkembangan teknologi ini sangat mendukung berkembangnya dunia industri, dimana semua alat yang digunakan dalam dunia industri sekarang ini serba otomatis. Dengan adanya sistem pengendalian atau pengontrolan secara otomatis pada suatu sistem, maka dapat menghemat waktu dan tenaga serta mempercepat suatu kegiatan. Cinema’80 Automatic Berbasis MPF-1 merupakan salah satu contoh alat yang kita temui dalam dunia hiburan. Dari latar belakang diatas kami membuat pengendali simulator Movie theatre Otomatis dengan konstruksi mekanik sedikit jauh berbeda dengan movie theatre biasanya dengan sistem pengontrolan berintikan sebuah mikroprosessor yang dapat mengendalikan sisem kerja proyektor, lampu dan fan secara otomatis menggunakan delay time dengan waktu yang telah ditentukan. 1.2 TUJUAN ALAT

Adapun tujuan kami dalam pembuatan alat ini yaitu “ Cinema’80 Automatic BerbasisMPF-1” ini dengan dasar pemikiran dan tujuan mengapa proyek pembuatan alat ini harus dilakukan yaitu sebgaia berikut : 1. Sebagai tuntutan untuk memenuhi tugas akhir semester tiga pada mata kuliah Mikroprosessor ini. 2. Penerapan ilmu yang telah kami dapatkan selama semester tiga pada mata kuliah Mikroprosessor ini.

3. Sebagai bahan pelatihan bagi mahasiswa agar dapat lebih terampil dalam mengerjakan alat mikroprosesor ini khususnya dapat mengetahui pemrograman alat Movie Theatre Otomatis berbasis MPF-1 ini. 4. Untuk dapat membuktikan bahwa MPF-1 dapat digunakan sebagai pengendali 5. Menambah satu alat canggih pada dunia teknologi ini yang semakin mempermudah dan membantu pekerjaan manusia. 6. Perluasan improvisasi pengetahuan untuk mempersiapkan pada akhir semester nanti. 1.3 MANFAAT ALAT Adapun manfaat dari dibuatnya alat ini adalah sebagai berikut : 1. Mahasiswa dapat membuat rangkaian alat menggunakan sistem MPF-1. 2. Mahasiswa dapat membuat rangkaian Movie Theatre Otomatis Berbasis MPF-1. 3. Mahasiswa khususnya dapat menyelesaikan tugas akhir semester 3 pada mata kuliah Mikroprosessor.

BAB II KERANGKA TEORI
2.1 DIAGRAM BLOK ALAT Driver Lampu ruangan Lampu Proyektor1

Tirai (Motor CD)

PIO

Z-80

Sensor Sensor

Infrared Photodioda

Catu Daya

2.2

TEORI SINGKAT Untuk membuat rangkaian dan program alat Cinema’80 Automatic Berbasis MPF-1 ini kami menggunakan beberapa komponen adalah sebagai berikut :

A. Transistor sebagai Saklar satu

Dinamai dwikutub karena operasinya menyertakan baik elektron maupun lubang elektron. Dalam rangkaian analog. dan penguat sinyal radio. Pada umumnya. transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Berbeda dengan prinsip kerja transistor bipolar. sumber listrik stabil. Transistor Bipolar dinamakan demikian karena bekerja dengan 2 (bi) muatan yang berbeda yaitu elektron sebagai pembawa muatan negatif dan hole sebagai pembawa muatan positif. Walaupun sebagian kecil dari arus transistor adalah pembawa mayoritas. memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Ini adalah peranti tiga-saluran yang terbuat dari bahan semikonduktor terkotori. hampir semua arus transistor adalah dikarenakan pembawa minoritas. Ada satu jenis transistor lain yang dinamakan FET ( Field Efect Transistor). transistor FET bekerja bergantung dari satu pembawa muatan. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate. dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET). apakah itu elektron atau hole. transistor bipolar lebih disukai. Karena hanya bergantung pada satu pembawa muatan saja. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik.Transistor pertemuan dwikutub (BJT) adalah salah satu jenis dari transistor. transistor ini disebut komponen unipolar. sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching). stabilisasi tegangan. transistor digunakan dalam amplifier (penguat). namun transistor FET sering digunakan juga karena memiliki impedansi input (input impedance) yang sangat . Rangkaian analog melingkupi pengeras suara. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat. sehingga BJT diklasifikasikan sebagai peranti pembawa-minoritas. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. dan komponen-komponen lainnya. memori. berlawanan dengan transistor ekakutub seperti FET yang hanya menggunakan salah pembawa. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Dalam rangkaianrangkaian digital. Umumnya untuk aplikasi linear. transistor memiliki 3 terminal.

Sama seperti medan listrik. Gambar 1 : Struktur JFET (a) kanal-n (b) kanal-p Istilah field efect (efek medan listrik) sendiri berasal dari prinsip kerja transistor ini yang berkenaan dengan lapisan deplesi (depletion layer). Terminal kedua sisi implant ini terhubung satu dengan lainnya secara internal dan dinamakan Gate. Ujung atas dinamakan Drain dan ujung bawah dinamakan Source. TRANSISTOR JFET Gambar dibawah menunjukkan struktur transistor JFET kanal n dan kanal p. Ada dua jenis transistor FET yaitu JFET (junction FET) dan MOSFET (metal-oxide semiconductor FET). Kanal n dibuat dari bahan semikonduktor tipe n dan kanal p dibuat dari semikonduktor tipe p. Terutama jika digunakan sebagai switch. Pada dasarnya kedua jenis transistor memiliki prinsip kerja yang sama. Lapisan ini terbentuk antara semikonduktor tipe n dan tipe p.besar. karena bergabungnya elektron dan hole di sekitar daerah perbatasan. FET lebih baik karena resistansi dan disipasi dayanya yang kecil. Pada kedua sisi kiri dan kanan terdapat implant semikonduktor yang berbeda tipe. namun tetap ada perbedaan yang mendasar pada struktur dan karakteristiknya. lapisan deplesi ini bisa membesar atau mengecil .

bahkan sirkuit terpadu. Pada gambar di atas. C. B. . Resistor Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu. lapisan deplesi ditunjukkan dengan warna kuning di sisi kiri dan kanan. potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit. resistor harus cukup besar secara fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat memboroskan daya. bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium). Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan. Potensiometer Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel.tergantung dari tegangan antara gate dengan source. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. dan induktansi. dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser. misalnya sebagai sensor joystick. berdasarkan hukum Ohm: Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik. desah listrik. Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser).

Konstruksi dari potensiometer gulungan kawat: Elemen resistif . Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867).Badan . D. dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik.Penyapu (wiper) Sumbu Sambungan tetap.2 Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC. dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.Sambungan tetap. Sebagai contoh. . Satuan kapasitor disebut Farad (F). Kapasitor Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf “C” adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik.1 Sambungan penyapu . Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio). sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah. keramik.Baut.Cincin.

1. Di alam bebas. Kapasitansi Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif. maka muatanmuatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A). Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik. 1. karena terpisah oleh bahan dielektrik yang nonkonduktif. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6. phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatanmuatan positif dan negatif di awan.gelas dan lain-lain. jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumus dapat ditulis : Q=CV Q = muatan elektron dalam C (coulombs) C = nilai kapasitansi dalam F (farad) V = besar tegangan dalam V (volt) Dalam praktek pembuatan kapasitor. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut : .25 x 1018 elektron. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya.

C = (8. nF dan pF.1nF sama dengan 100pF.85 x 10-12) (k A/t) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan. Misalnya 0. .000 nF (nano Farad) 1 nF = 1.047µF dapat juga dibaca sebagai 47nF. satuan farad adalah sangat besar sekali.000 µµF (mikro-mikro Farad) 1 µF = 10-6 F 1 nF = 10-9 F 1 pF = 10-12 F Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. 1 Farad = 1.000 µF (mikro Farad) 1 µF = 1. atau contoh lain 0.000 pF (piko Farad) 1 pF = 1.000. Untuk rangkaian elektronik praktis.000 pF (piko Farad) 1 µF = 1. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : µF.000.

2 Wujud dan Macam Kondensator Berdasarkan kegunaannya kondensator di bagi menjadi : 1. 1. tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya. nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat. Kondensator elektrolit (Electrolit Condenser = Elco) 3. merah. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100µF25v yang artinya kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 µF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt.Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung. . hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor). Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah) Pada kapasitor yang berukuran besar. Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah) 2. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya.

4 = 10. Contoh : Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor. Contoh : . satuannya adalah pF (pico farads). sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. kapasitor yang bertuliskan dua angka 47. Jika hanya ada dua angka. angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal.000. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya. maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. 2 = 100. 3 = 1. Jika ada 3 digit. 5 = 100.Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja.000 dan seterusnya. Sebagai contoh.000. berturut-turut 1 = 10.

Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara seri. besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat di dalam datasheet.Seperti komponen lainnya. maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co . 1. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Misalnya jika tertulis 104 X7R. Dengan tabel tersebut pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co.3 diperlihatkan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Rangkaian Kapasitor Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Pada tabel 2. maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc.3. Misalnya kapasitor 10uF25V. .

Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon . Fungsi Kapasitor Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian : 1. Sebagai filter dalam rangkaian PS 3. Pada rangkaian kapasitor paralel berlaku rumus : 1. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS = Power Supply) 2.4.Pada rangkaian kapasitor yang dirangkai secara seri berlaku rumus : Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara paralel. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna 4.

yaitu kapasitor electrostatic. Tipe Kapasitor Kapasitor terdiri dari beberapa tipe. • Kapasitor Electrostatic .5. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar 1. electrolytic dan electrochemical.5. tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian.

niobium. aluminium. seperti pada proses penyepuhan emas. Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum. polycarbonate. jika digunakan Aluminium. polyprophylene. MKM. . titanium. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan – di badannya. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa µF. adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda. maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya. Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. metalized paper dan lainnya. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar. MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa. Mylar. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas.Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar). film dan mika. polystyrene. zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Contohnya. magnesium. • Kapasitor Electrolytic Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida.

Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. yang sering juga disebut kapasitor elco. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal. Sebagai contoh 100uF. lapisan-metaloksida dan electrolyte (katoda) membentuk kapasitor. Bahan electrolyte pada kapasitor tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Karena alasan ekonomis dan praktis. Selain itu karena seluruhnya padat. maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. 470uF. Dalam hal ini lapisanmetal-oksida sebagai dielektrik. Disebut electrolyte padat. Bahan yang paling banyak dan murah adalah aluminium. umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya. Untuk mendapatkan permukaan yang luas.Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda). Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. 4700uF dan lain-lain. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis. bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. .

tetapi bahan yang digunakan untuk sebuah LED memiliki selisih pita energi antara cahaya inframerah dekat. LED Dioda cahaya atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Emisi cahaya Panjang gelombang dari cahaya yang dipancarkan. dan melepas energi dalam bentuk photon. biasanya terbuat dari silikon atau germanium. memancarkan cahaya tampak inframerah dekat. dan ultraungu dekat. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai. tergantung dari selisih pita energi dari bahan yang membentuk p-n junction. dia jatuh ke tingkat energi yang lebih rendah.E. Pembawamuatan . dan oleh karena itu warnanya. Sebuah dioda normal. LED terdiri dari sebuah chip bahan semikonduktor yang diisi penuh. Ketika elektron bertemu dengan lubang.elektron dan lubang mengalir ke junction dari elektroda dengan voltase berbeda. dengan ketidakmurnian untuk menciptakan sebuah struktur yang disebut p-n junction. tampak. atau di-dop. Seperti sebuah dioda normal. Gejala ini termasuk bentuk elektroluminesensi. Fungsi fisikal Sebuah LED adalah sejenis dioda semikonduktor istimewa. LED dalam aplikasi sebagai alat penerangan lampu langit-langit Polarisasi . dan bisa juga ultraviolet dekat atau inframerah dekat.

hanya akan ada sedikit arus yang melewati chip LED. kombinasi antara warna kuning dari fosfor dan warna biru dari substrat akan memberikan kesan warna putih bagi mata manusia. Karena warna kuning merangsang penerima warna merah dan hijau di mata manusia. Ini menyebabkan chip LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya.Tak seperti lampu pijar dan neon. Chip LED pada umumnya mempunyai tegangan rusak yang relatif rendah. biasanya sifat isolator searah LED akan jebol menyebabkan arus dapat mengalir ke arah sebaliknya. . LED ini kemudian populer di penghujung tahun 90-an. Chip LED mempunyai kutub positif dan negatif (p-n) dan hanya akan menyala bila diberikan arus maju. Bila LED diberikan arus terbalik. LED mempunyai kecenderungan polarisasi. LED dengan cahaya putih sekarang ini mayoritas dibuat dengan cara melapisi substrat galium nitrida (GaN) dengan fosfor kuning. LED biru dan putih Sebuah GaN LED ultraviolet LED biru pertama yang dapat mencapai keterangan komersial menggunakan substrat galium nitrida yang ditemukan oleh Shuji Nakamura tahun 1993 sewaktu berkarir di Nichia Corporation di Jepang. LED biru ini dapat dikombinasikan ke LED merah dan hijau yang telah ada sebelumnya untuk menciptakan cahaya putih. Bila diberikan tegangan beberapa volt ke arah terbalik. Ini dikarenakan LED terbuat dari bahan semikonduktor yang hanya akan mengizinkan arus listrik mengalir ke satu arah dan tidak ke arah sebaliknya.

Dioda Dalam elektronika. Dioda sebenarnya tidak menunjukkan kesearahan hidup-mati yang sempurna (benarbenar menghantar saat panjar maju dan menyumbat pada panjar mundur). Karenanya. Beberapa jenis dioda juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan. dan kebanyakan dioda digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. dioda dapat dianggap sebagai versi elektronik dari katup. dioda adalah komponen aktif bersaluran dua (dioda termionik mungkin memiliki saluran ketiga sebagai pemanas).LED putih juga dapat dibuat dengan cara melapisi fosfor biru. Awal mula dari dioda adalah peranti kristal Cat's Whisker dan tabung hampa (juga disebut katup termionik). Dioda varikap (Variable Capacitor/kondensator variabel) digunakan sebagai kondensator terkendali tegangan. Saat ini dioda yang paling umum dibuat dari bahan semikonduktor seperti silikon atau germanium. tetapi mempunyai karakteristik listrik tegangan-arus taklinier kompleks yang bergantung pada teknologi yang digunakan dan kondisi penggunaan. . Fungsi paling umum dari dioda adalah untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur). Dioda mempunyai dua elektroda aktif dimana isyarat dapat mengalir. Metode terbaru untuk menciptakan cahaya putih dari LED adalah dengan tidak menggunakan fosfor sama sekali melainkan menggunakan substrat seng selenida yang dapat memancarkan cahaya biru dari area aktif dan cahaya kuning dari substrat itu sendiri. Sifat kesearahan yang dimiliki sebagian besar jenis dioda seringkali disebut karakteristik menyearahkan. merah dan hijau di substrat ultraviolet dekat yang lebih kurang sama dengan cara kerja lampu fluoresen. F.

Pada waktu penemuan. William Henry Eccles memperkenalkan istilah dioda yang berasal dari di berarti dua. Pada tahun 1919. Prinsip kerja dari dioda termionik ditemukan oleh Frederick Guthrie pada tahun 1873[1] Sedangkan prinsip kerja dioda kristal ditemukan pada tahun 1874 oleh peneliti Jerman. peranti seperti ini dikenal sebagai penyearah (rectifier).Walaupun dioda kristal (semikonduktor) dipopulerkan sebelum dioda termionik. dan ode (dari ὅδος) berarti "jalur". Karl Ferdinand Braun[2]. dioda termionik dan dioda kristal dikembangkan secara terpisah pada waktu yang bersamaan. Jenis-jenis dioda semikonduktor Dioda Dioda zener LED Dioda foto Dioda terobosan Dioda varaktor Dioda Schottky SCR Simbol berbagai jenis dioda .

Poto dioda . Kipas Dc Kipas DC adalah yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak. G. Pada kipas ini juga prinsip dasarnya sama dengan motor dc. Kipas DC berputar secara simultan dan berkelanjutan atau kontinyu. dioda laser dan dioda MOSFET. tingkat pengotoran. atau benar-benar peranti berbeda seperti dioda Gunn. H.Kemasan dioda sejajar dengan simbolnya. pita menunjukkan sisi katoda Beberapa jenis dioda Ada beberapa jenis dari dioda pertemuan yang hanya menekankan perbedaan pada aspek fisik baik ukuran geometrik.kipas ini bergerak menghasilkan angin dari putaran kipas tersebut dengan menggunakan balingbaling kipas. jenis elektroda ataupun jenis pertemuan. dimana prinsip kerjanya adalah bergerak atau berputar .

Cahaya yang dapat di deteksi oleh dioda ini. Zilog Z80 Zilog 80 adalah sebuah mikroprosesor yang didesain dan dijual oleh Zilog mulai Juli 1976.Komponen elektronik ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik. Zilog juga berusaha keras menembus pasar workstation dengan Z8000 dan Z80000 32-bit (keduanya secara teknis tidak terkait dengan Z80). eZ80 8/16/24-bit. sebuah Z80 yang cepat dengan jangkauan pengalamatan 16 MB. Zilog berkonsentrasi pada pasar embedded yang terus berkembang. Namanya berarti "bawah merah" (dari bahasa Latin infra. namun chip pengembangan tersebut tidak pernah sukses. K. berhasil dengan baik. J.sinar ultra violet. "bawah"). Inframerah ditemukan secara tidak sengaja oleh Sir William Herschell. Walaupun Zilog mencoba membuat versi 16-bit (Z800 / Z280) dan 32-bit (Z380) dari arsitektur Z-80 yang 8/16-bit. Radiasi inframerah memiliki jangkauan tiga "order" dan memiliki panjang gelombang antara 700 nm dan 1 mm. merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang. Mikroprosesor ini adalah salah satu CPU yang paling populer sepanjang masa.sampai dengan sinar X. I. dan keluarga CPU terbarunya. Mikroprosesor ini digunakan secara luas pada komputer desktop maupun komputer embedded.mulai dari infrared. astronom kerajaan Inggris ketika ia sedang mengadakan penelitian mencari bahan penyaring optik yang akan digunakan untuk mengurangi kecerahan gambar matahari dalam tata surya teleskop. Infra merah inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak.Jenis dioda seperti ini telah di aplikasikan pada alat penghitung kendaraan otomatis di jalan-jalan umum.Photo dioda adalah jenis dioda yang berfungsi untuk mendeteksi cahaya. Saat ini. Transformator . Berbeda dengan dioda biasa. tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio.

Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder.Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain. semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.3 SKEMA RANGKAIAN a. Rangkaian Program Utama . Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna. transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. 2.

 Rangkaian Driver Tirai (Motor CD)  Rangkaian Driver .

 Rangkaian Catu Daya  Rangkaian Sensor .

2.4 FLOW CHART Standard ANSI (American National Standard Institute) lambang diagram alir adalah seperti berikut: Proses Input data atau output informasi Awal atau akhir proses Pemberian nilai awal atau pengawalan lainnya Test terhadap suatu kondisi serta pengambilan keputusan Sub-proses yang berupa suatu rutin Penghubung diagram alur pada halaman yang berlainan Penghubung diagram alur pada halaman yang berlainan Arah urutan proses .

2 INSTRUMEN PEMBUATAN ALAT a) Multimeter ♦ Digunakan untuk mengukur sumber tegangan yang dibutuhkan tegangan pada input atau output suatu rangkaian ♦ Menguji komponen-komponen yang akan digunakan sebelum dipasang pada rangkaian papan tercetak (PCB) ♦ Digunakan untuk mengetahui pengawatan (jalur pada PCB) apakah kakikaki komponen sudah tersambung dengan baik pada jalurnya.BAB III PELAKSANAAN PEMBUATAN 3.3 PELAKSANAAN PEMBUATAN ALAT 1. Pembuatan maket ( tempat alat sebagai simulasi alat ) dengan menggunakan bahan dari akrilik yang dibentuk balok fungsinya adalah sebagai ruangan dari Cinema’80 Automatic Berbasis MPF-1. Karena keterbatasan dana yang ada kami membuat bangku. 3. 2. Pembuatan Bangku bioskop Pada tahapan ini kami membuat sekreatif mungkin bangku untuk diletakkan dalam teater. 3.1 TUJUAN OPERASIONAL PEMBUATAN ALAT Tujuan pembuatan alat ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja Cinema’80 Automatic Berbasis MPF-1. Alat Ukur A. .bangku tersebut dari alumunium yang kemudian kami bentuk sedemikian rupa. pembuatan alat ini juga bertujuan untuk menguji apakah Movie Theatre Otomatis Berbasis MPF-1 dapat bekerja seperti alat yang sudah ada dengan menggunakan MPF-1. Proses pembuatan sistem mekanik Movie Theatre Otomatis Berbasis MPF-1 Pembuatan sistem mekanik utama adalah : 1. Selain itu.

2. Pembuatan Program Alat Inisialisasi merupakan bagian dari program utama yang berfungsi untuk melakukan persiapan penggunaan port-port yang akan dipakai supaya program yang dibuat dapat menggerakan suatu sistem.B. Hal ini dilakukan guna mempermudah memahami cara proses kerjanya alat. Alat yang kami buat terbuat dari karet. Gambar simulasi ini dapat dilihat pada lampiran foto alat.Port B sebagai Input = 4F . diperlukan komponen masukan/keluaran untuk kunci ketik (keyboard) dengan mikroprosesor serta memory. Unit Input/output Unit ini sangat penting pada sistem mikroprosesor. Pada komputer misalnya.Port A sebagai Output = 0F  Siapkan data input ( 4F ) Keterangan Infra Red PB7 PB6 PB5 PB4 PB3 0 0 0 0 0 PB2 0 PB1 0 PB0 1 Nilai 01 H .  Prosedur Data Modus Data : . Program yang digunakan adalah Mikroprosesor trainer MPF-1. akrilik. Bagian Rangkaian Cinema’80 Automatic Berbasis MPF-1 Adapun langkah – langkah yang dilakukan untuk pembuatan alat ini adalah : 1. plat. demikian juga sebaliknya jika mikroprosesor ingin menampilkan hasil prosesnya tampil (display). karena tanpa unit ini maka mikroprosesor tidak dapat berhubungan dengan dunia luarnya. Pada tugas pembuatan alat ini kami menggunakan dua buah PIO untuk output sebagai kendalinya. kain. Pembuatan Ruangan Cinema’80 Automatic Pembuatan maket ini diupayakan dapat sesuai dengan ruangan sebenarnya.

 Siapkan data output (0F) Lampu Keterangan No 1 2 3 4 5 RuanganX PA7 PA6 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 Tirai CD Lampu (Buka) PA5 0 1 1 0 0 Proyektor PA4 O 0 1 0 0 Tirai CD (Tutup) PA3 0 0 0 1 0 X PA2 0 0 0 0 0 X PA1 0 0 0 0 0 X PA0 0 0 0 0 0 Nilai 80 H 20 H 30 H 08 H 80 H Control Word : 80 81 82 83 : Data Port A : Data Port B : Kendali Port A : Kendali Port B Keterangan :  PB0 (kaki 27 IC Z-80 PIO ) : Sensor (Photo Dioda dan Infra Red)  PA7 (kaki 7 IC Z-80 PIO )  PA5 (kaki 9 IC Z-80 PIO ) : Lampu Proyektor : Tirai CD (Buka)  PA4 (kaki 10 IC Z-80 PIO ) : Lampu Proyektor  PA3 (kaki 12 IC Z-80 PIO ) : Tirai CD (Tertutup) ♣ Data Hasil Pengukuran Komponen Kipas Forward / High gerak Kipas Reverse / Low mati Lampu Forward / High nyala Lampu Reverse / Low mati Keterangan Komponen Lampu Poyektor Transistor Basis Kolektor Tegangan V 0 V 0 Tegangan V V .

1 KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari pengujian. kami dapat menyimpulkan bahwa alat yang .Emiter V Keterangan Komponen Lampu Ruangan Transistor Basis Kolektor Emiter Tegangan V V 0V BAB IV KESIMPULAN dan SARAN 4.

Dengan dari itu tujuan dari pembuatan alat ini telah tercapai. Lampiran Flow Chart Untuk Program Utama Mulai 1 2 .lalu mati. MPF-1 bekerja sebagai output. Alat ini bekerja mulai dari lampu bioskop menyala. 4. rusak atau tidak. hingga lampu bioskop menyala kembali seperti keadaan semula.2 SARAN a. Begitu juga dengan mengukur dan memeriksa kompone yang akan kita gunakan. Sebelum membuat layout dan menaruh rangkaian pada PCB sebaiknya kita membuat rangkaian pada protoboard. yaitu menjadikan MPF-1 sebagai pengendali alat ini sehingga dapat mempermudah sistem cara kerja alat ini. b.dirangkai dengan mikroprosessor dapat dimanfaatkan sebagai saran hiburan. sehingga kita dapat memastikan rangkaian yang akan kita layout. lampu proyektor menyala.

0A H Delay Selesai Out ke 80 Dec D Delay JPNZ Loop2 Isi Reg A. 40H Out ke 80 Isi Reg D. 0A Delay Dec D Isi Reg D. 80H Isi Reg D. 0AH Delay Dec D JPNZ Loop1 JPNZ LoopLampiran Flow Chart Untuk Sub Delay 3 2 Dec D Mulai JPNZ Loop2 3 1 .Isi Reg A. 00 H Out ke 80 Out ke 80 Isi Reg A. 80 H Out ke 80 Isi Reg A.C0 H Inisialisasi PA = 0F PB = 4F Isi Reg A.

Isi Reg B = 00 Isi Reg C = 00 Turunkan C C= 00 Turunkan B B= 00 Selesai DAFTAR PUSTAKA .

Pembuatan Pengendali Simulator Lift dengan Menggunakan Mikrokontroler Intel 8031. Jakarta: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan IKIP Jakarta. Aplikasi Mikroprosesor pada Miniatur Konveyer Pengangkat. 5. Januari 2000. Jarudin. 2. Jakarta: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan IKIP Jakarta. Tampilan yang Dikontrol oleh Mikrokomputer Z-80 Type MPF (1994). Wahyu. Anes. Suryana. Teguh Zuhriati. Tugas Akhir Mata Kuliah Aplikasi Mikroprosesor. Mochammad Ichwan Darmawan. 4. Skripsi. Jakarta. Hari. Pitoyo Yuliatmojo. Jusuf Bintoro. Fakultas Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta. Deden. Junaedy Prasetyanto. LAMPIRAN – LAMPIRAN . Skripsi. Syariffudin. NurHamssah. Desember 2004. Tugas Akhir Pemanfaatan Mikrokontroler AT 89C51 sebagai Pengendali Pintu Parkir. 3. 2003.1. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta. Jakarta: Fakultas Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta. Diktat Mikroprosesor. 1994.

A Call delay Keterangan Inisialisasi output Gerbang A siap menerima data Isi reg A dengan 80 H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Memanggil kembali Memanggil kembali Memanggil kembali Isi reg A dengan 20H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Memanggil kembali Memanggil kembali Isi reg A dengan 30H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi reg D dengan 0A Memanggil Delay Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-1 jika belum 0 Isi Reg A dengan 08H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Memanggil kembali Memanggil kembali Memanggil kembali Isi Reg A dengan 80H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Memanggil kembali Loop-1 .Lampiran Listing Program Utama Alat Cinema’80 Automatic Berbasis MPF-1 Memory Location 1800 1802 1804 1806 1808 180B 180E 1811 1813 1815 1818 181B 181D 181F 1821 1824 1825 1828 182A 182C 182F 1832 1835 1837 1839 183C Object Code 3E OF D3 82 3E 80 D3 80 CD 10 19 CD 10 19 CD 10 19 3E 20 D3 80 CD 10 19 CD 10 19 3E 30 D3 80 16 0A CD 10 19 15 C2 21 18 3E 08 D3 80 CD 10 19 CD 10 19 CD 10 19 3E 80 D3 80 CD 10 19 FF Loop-3 Label Source Code LD A. A LD D. A Call delay Call delay LD A. A LD A. 0F H Out (82 ). 80H Out (80). 30H Out (80). 20H Out (80). A Call delay Call delay Call delay LD A. A Call delay Call delay Call delay LD A. 0A H Call delay Dec D JP-NZ Loop-1 LD A. 80H Out (80). 08H Out (80).

00 LD C. 00 DEC C JP NZ. 1914 Dec B JP NZ.Sub Program Delay Memory Location 1910 1912 1914 1915 1918 1919 191C 191D Object Code 06 00 0E 00 0D C2 14 19 05 C2 12 19 00 C9 Label Source Code LD B. 1912 NOP Ret Keterangan Isi reg B dgn 00 Isi reg C dgn 00 Kurangi isi reg C dgn 1 Jump jika 0 ke 1914 Kurangi isi reg B dgn 1 Jump jika 0 ke 1912 Tidak beroperasi Kembali ke Awal Lampiran Flow Chart Untuk Sub Delay Mulai .

Isi Reg B = 00 Isi Reg C = 00 Turunkan C C= 00 Turunkan B B= 00 Selesai LAMPIRAN – LAMPIRAN Lampiran Listing Program Utama Alat Cinema’80 Automatic Berbasis MPF-1 Memory Location Object Code Label Source Code Keterangan .

80H Out (80). A LD A. 08H Out(80). 80H Out(80). A Loop-2 . A LD D. A LD D. O3 H Delay Dec D JP-NZ Loop-4 LD A. 0AH Delay Dec D JP-NZ Loop-3 LD A. A LD D. 20H Out (80). A LD D. 03H Delay Dec D JP NZ Loop-1 LD A. 02H Delay Dec D JP-NZ Loop-1 Inisialisasi output Gerbang A siap menerima data Isi reg A dengan80 H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi Reg D dengan 03H Memanggil kembali Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-1 jika belum 0 Isi Reg A dengan 20H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi Reg D dengan O2H Memanggil kembali Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-2 jika belum 0 Isi Reg A dengan 30H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi Reg D dengan OA Memanggil kembali Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-3 jika belum 0 Isi Reg A dengan 08H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi Reg D dengan O3H Memanggil kembali Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-4 jika belum 0 Isi Reg A dengan 80H Keluarkan isi reg A ke Loop-1 Out(80).1800 1802 1804 1806 1808 180A 180D 180E 1811 1813 1815 1817 181A 181B 181E 1820 1822 1824 1827 1828 182B 182D 182F 1831 1834 1835 1838 183A 3E OF D3 82 3E 80 D3 80 16 03 CD 10 19 15 C2 0A 18 3E 20 D3 80 16 02 CD 10 19 15 C2 17 18 3E 30 D3 80 16 0A CD 10 19 15 C2 24 18 3E 08 D3 80 16 03 CD 10 19 15 C2 31 18 3E 80 D3 80 LD A. 0F Out (82 ).

00 LD C.183C 183F CD 10 19 FF Call Delay kendali port A Memanggil kembali Sub Program Delay Memory Location 1910 1912 1914 1915 1918 1919 191C 191D Object Code 06 00 0E 00 0D C2 14 19 05 C2 12 19 00 C9 Label Source Code LD B. 1912 NOP Ret Keterangan Isi reg B dgn 00 Isi reg C dgn 00 Kurangi isi reg C dgn 1 Jump jika 0 ke 1914 Kurangi isi reg B dgn 1 Jump jika 0 ke 1912 Tidak beroperasi Kembali ke Awal . 00 DEC C JP NZ. 1914 Dec B JP NZ.

Lampiran Flow Chart Untuk Sub Delay Mulai .

Isi Reg B = 00 Isi Reg C = 00 Turunkan C C= 00 Turunkan B B= 00 Selesai DESKRIPSI CARA KERJA ALAT .

Dalam waktu yang telah ditentukan atau setelah film selesai. dalam beberapa waktu lampu proyektor rmenyala. Setelah itu kemudian tirai terbuka dengan menggunakan motor CD. kemudian lampu akan mati.Pada saat ruangan teater dibuka pertama kali lampu teater akan menyala. tirai tertutup kembali. Lampu proyektor ini menggunakan lampu LED dan corong senter. LAMPIRAN – LAMPIRAN . karena telah disetting menggunakan delay. maka lampu proyektor mati. Dalam beberapa detik. Setelah itu lampu teater akan menyala kembali.

CP A. A LD D. A Call delay Call delay Call delay Keterangan Inisialisasi output Gerbang A siap menerima data Insialisasi input Gerbang B menerima data Isi reg A dengan 80 H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Memanggil kembali Memanggil kembali Memanggil kembali Isi reg A dengan 20H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Memanggil kembali Memanggil kembali Isi reg A dengan 30H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi reg D dengan 0A Memanggil Delay Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-1 jika belum 0 Isi Reg A dengan 08H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Memanggil kembali Memanggil kembali Memanggil kembali siap Loop-1 . 4F Out (83). A Call delay Call delay Call delay LD A.Lampiran Listing Program Utama Alat Cinema’80 Automatic Berbasis MPF-1 Memory Location 1800 1802 1804 1806 1808 180A 180C 180E 1810 1813 1816 1819 181B 181D 1820 1823 1825 1827 1829 182C 182D 1830 1832 1834 1837 183A Object Code 3E OF D3 82 3E 4F D3 83 DB 80 81 FE 01 3E 80 D3 80 CD 10 19 CD 10 19 CD 10 19 3E 20 D3 80 CD 10 19 CD 10 19 3E 30 D3 80 16 0A CD 10 19 15 C2 29 18 3E 08 D3 80 CD 10 19 CD 10 19 CD 10 19 Label Source Code LD A. A IN A. 01H LD A. 80H Out (80). A Call delay Call delay LD A. 08H Out (80). 0A H Call delay Dec D JP-NZ Loop-1 LD A. 30H Out (80). 0F Out (82 ). 20H Out (80). A LD A.

00 DEC C JP NZ. A Call delay Isi Reg A dengan 80H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Memanggil kembali Sub Program Delay Memory Location 1910 1912 1914 1915 1918 1919 191C 191D Object Code 06 00 0E 00 0D C2 14 19 05 C2 12 19 00 C9 Label Source Code LD B. 1914 Dec B JP NZ. 80H Out (80). 00 LD C.182D 182F 1831 1834 3E 80 D3 80 CD 10 19 FF Loop-3 LD A. 1912 NOP Ret Keterangan Isi reg B dgn 00 Isi reg C dgn 00 Kurangi isi reg C dgn 1 Jump jika 0 ke 1914 Kurangi isi reg B dgn 1 Jump jika 0 ke 1912 Tidak beroperasi Kembali ke Awal .

A LD D.LAMPIRAN – LAMPIRAN Lampiran Listing Program Utama Alat Cinema’80 Automatic Berbasis MPF-1 Memory Location 1800 1802 1804 1806 1808 180A 180C 180E 1810 Object Code 3E OF D3 82 3E 4F D3 83 DB 80 81 FE 01 3E 80 D3 80 16 03 Label Source Code LD A. 01H LD A. CP A. 03H Keterangan Inisialisasi output Gerbang A siap menerima data Insialisasi input Gerbang B menerima data Isi reg A dengan80 H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi Reg D dengan 03H siap . A LD A. 80H Out (80). 0F Out (82 ). 4F Out (83). A IN A.

A LD D. 08H Out(80). O3 H Delay Dec D JP-NZ Loop-4 LD A. A Call Delay Loop-2 . 0AH Delay Dec D JP-NZ Loop-3 LD A.1812 1815 1816 1819 181B 181D 181F 1822 1823 1826 1828 182A 182C 182F 1830 1833 1835 1837 1839 183C 183D 1840 1842 1844 1847 CD 10 19 15 C2 12 18 3E 20 D3 80 16 02 CD 10 19 15 C2 1F 18 3E 30 D3 80 16 0A CD 10 19 15 C2 2C 18 3E 08 D3 80 16 03 CD 10 19 15 C2 39 18 3E 80 D3 80 CD 10 19 FF Delay Dec D JP NZ Loop-1 LD A. 02H Delay Dec D JP-NZ Loop-1 Memanggil kembali Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-1 jika belum 0 Isi Reg A dengan 20H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi Reg D dengan O2H Memanggil kembali Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-2 jika belum 0 Isi Reg A dengan 30H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi Reg D dengan OA Memanggil kembali Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-3 jika belum 0 Isi Reg A dengan 08H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Isi Reg D dengan O3H Memanggil kembali Kurangi isi Reg D Kembali ke Loop-4 jika belum 0 Isi Reg A dengan 80H Keluarkan isi reg A ke kendali port A Memanggil kembali Loop-1 Out(80). A LD D. A LD D. 20H Out (80). 80H Out(80).

00 DEC C JP NZ. 00 LD C. 1912 NOP Ret Keterangan Isi reg B dgn 00 Isi reg C dgn 00 Kurangi isi reg C dgn 1 Jump jika 0 ke 1914 Kurangi isi reg B dgn 1 Jump jika 0 ke 1912 Tidak beroperasi Kembali ke Awal . 1914 Dec B JP NZ.Sub Program Delay Memory Location 1910 1912 1914 1915 1918 1919 191C 191D Object Code 06 00 0E 00 0D C2 14 19 05 C2 12 19 00 C9 Label Source Code LD B.

Lampiran Flow Chart Untuk Program Utama Mulai 1 2 Isi Reg A. 0A H Delay Selesai Out ke 80 Dec D Delay JPNZ Loop1 Isi Reg A. 80 H Out ke 80 Out ke 80 Isi Reg A. 20 H Out ke 80 Isi Reg A. 80H Isi Reg D.30 H Inisialisasi PA = 0F Isi Reg A. 08H Out ke 80 Delay 1 Delay 2 .

80H Isi Reg D.Lampiran Flow Chart Untuk Program Utama Mulai 1 2 Isi Reg A. 40H Out ke 80 Isi Reg D. 00 H Out ke 80 Out ke 80 Isi Reg A. 0A Delay Dec D Isi Reg D. 0AH Delay Dec D JPNZ Loop1 1 JPNZ Loop3 JPNZ LoopDec 2 3D 2 . 0A H Delay Selesai Out ke 80 Dec D Delay JPNZ Loop2 Isi Reg A.C0 H Inisialisasi PA = 0F PB = 4F Isi Reg A. 80 H Out ke 80 Isi Reg A.

80 H Out ke 80 Isi Reg A. 02H Isi Reg A.Lampiran Flow Chart Untuk Program Utama Mulai 1 2 Inisialisasi PA = 0F Isi Reg A.30 H Isi Reg A. 08H Out ke 80 Isi Reg D. 80H Isi Reg D. 0A H Out ke 80 Delay Isi Reg D. 03H Delay Dec D Out ke 80 Selesai Dec D JPNZ Loop3 JPNZ Loop1 Isi Reg A. 20H Out ke 80 Isi Reg D. 02H Delay Delay Dec D Dec D JPNZ Loop2 1 JPNZ Loop4 2 .