P. 1
gg tingkah laku .docx

gg tingkah laku .docx

|Views: 13|Likes:
Published by Shinta Wulandhari
GANGGUAN TINGKAH LAKU
GANGGUAN TINGKAH LAKU

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Shinta Wulandhari on Oct 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

GANGGUAN TINGKAH LAKU

DEFINISI Gangguan tingkah laku dalam DSM-IV-TR fokus pada perilaku yang melanggar hakhak dasar orang lain dan norma-norma sosial. Dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis gangguan jiwa (PPDGJ) – III, gangguan perilaku pada masa anak dan remaja merupakan suatu golongan yang disediakan untuk semua gangguan yang terjadi pada masa anak dan remaja yang bersifat lebih menetap, mendalam, dan lebih sukar diatasi dibandingkan dengan gangguan situasional sementara. Tetapi gangguan ini lebih ringan dari psikosa, nerosa, dan gangguan kepribadian. Keadaan seperti ini disebabkan karena perilaku pada usia tersebut masih berada dalam keadaan yang relatif mudah berubah-ubah. Secara lebih spesifik, gangguan tingkah laku merupakan suatu pola perilaku yang berulang dan menetap dimana hak dasar orang lain, peraturan atau norma sosial yang sesuai dengan usianya dilanggar, seperti perkelahian atau pelecehan yang berlebihan, pencurian, perusakan, kebohongan berulang, yang berlanjut selama 6 bulan atau lebih, yang sering ditemukan selama masa anak-anak hingga remaja. Gangguan tingkah laku dalam DSM-IV-TR fokus pada perilaku yang melanggar hakhak dasar orang lain dan norma-norma sosial. Perkembangan usia anak hingga dewasa dapat diklasifikasikan menjadi empat yaitu : a. Anak, seorang yang berusia di bawah 12 tahun b. Remaja dini, seorang yang berusia 12 – 15 tahun c. Remaja penuh, seorang yang berusia 15 – 17 tahun d. Dewasa muda, seorang yang berusia 17-21 tahun e. Dewasa, seorang berusia di atas 21 tahun.

EPIDEMIOLOGI

Banyak anak yang mengalami gangguan tingkah laku juga menunjukkan gangguan lain. Ada tingkat komorbiditas yang tinggi antara gangguan tingkah laku dan ADHD. Sekitar 40% anak-anak dengan ADHD juga mengalami gangguan tingkah laku. Hal ini terjadi pada anak laki-laki, namun jauh lebih sedikit yang diketahui mengenai komorbiditas gangguan tingkah laku dan ADHD pada anak perempuan. Penyalahgunaan zat juga umum terjadi

1

Gangguan Tingkah Laku

Insiden pada usia sekolah adalah 0. sedangkan perilaku kenakalan lainnya (mencuri. kurang lebih 4-75% di antaranya akan berkembang menjadi Gangguan Kepribadian Antisosial pada masa dewasanya. tujuh penelitian pada anak dengan perilaku antisosial pada remaja menunjukkan angka yang tinggi. kegelisahan. membolos sekolah) kemungkinan tidak demikian. ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO GANGGUAN TINGKAH LAKU a. tercakup dalam profil masa kanak-kanak dari anak-anak yang mengalami gangguan tingkah laku. Sebaliknya. Denmark.bersamaan dengan gangguan tingkah laku dimana dua kondisi tersebut saling memperparah satu sama lain. Kelemahan tersebut termasuk keterampilan verbal yang rendah. namun seimbang antara kembar monozigot dan dizigot. dan lainlain dapat mengakibatkan perubahan kepribadian. b. Anak dengan sindroma otak organik ini mungkin menunjukkan hiperkinesa. Anak juga dapat meniriu tindakan agresif dari berbagai sumber lain seperti televisi. mengindikasikan bahwa perilaku kriminal dan agresif dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan dimana faktor lingkungan pengaruhnya sedikit lebih besar.7% pada remaja. Teori pembelajaran yang melibatkan modelling dan pengondisian operant memberikan penjelasan yang bermanfaat mengenai perkembangan dan berlanjutnya masalah tingkah laku. di bawah usia 18 tahun. Faktor-faktor psikologis. Dari studi terhadap orang kembar mengindikasikan bahwa perilaku agresif ( kejam terhadap hewan. masalah dalam fungsi pelaksanaan (kemampuan mengantisipasi. Faktor-faktor biologis. merusak kepemilikan) jelas diturunkan. lari dari rumah. Karena 2 Gangguan Tingkah Laku . Telah lama diketahui bahwa gangguan otak seperti trauma kepala. menggunakan pengendalian diri. kecenderungan untuk merusak dan kekejaman. berkelahi. neoplasma. Gangguan tingkah laku didapatkan pada 6 .9% dan 8. dan Amerika Serikat. ensefalitis. Anak-anak dapat mempelajari agresivitas orang tua yang berperilaku agresif. Dalam tiga studi adopsi berskala besar di Swedia. merencanakan. Berdasarkan penelitian longitudinal. dan 20% untuk kembar dizigot. dan menyelesaikan masalah) dan masalah memori. Kelemahan neurologis. angka kriminalitas pada saat dewasa mencapai 50% untuk kembar monozigot. Dalam studi terhadap 10 pasangan kembar. Beberapa sifat kepribadian yang umum dapat diturunkan dari orangtua kepada anaknya.9 % anak perempuan.16 % anak laki-laki dan 2 .

disiplin yang dipertahankan secara kaku dapat menimbulkan frustasi yang hebat. Kepribadian orangtua sendiri juga sangat penting. Pengaruh lingkungan  Orangtua: sikap orangtua terhadap anak mereka merupakan faktor yang sangat penting bagi kepribadian anak itu. seperti nenek. Untuk menarik perhatian dan simpati orangtuanya. anak-anak tersebut bisa menunjukkan perilaku yang agresif atau negativistik. Perkawinan yang tidak bahagia atau perceraian dapat menimbulkan kebingungan pada anak. tindakan agresif kemungkinan akan dipertahankan.  Saudara-saudara: rasa iri hati terhadap saudara adalah normal. biasanya lebih nyata pada anak pertama dan lebih besar antara anak-anak dengan jenis kelamin yang sama.  Afiliasi dengan teman-teman seusia yang berperilaku menyimpang. Pergaulan dengan teman seusia yang nakal juga dapat meningkatkan kemungkinan perilaku nakal pada anak (Capaldi & Patterson. juga dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak. Bila orangtua tidak rukun. bahkan dengan tindakan pengendalian perilaku agresif yang terdahulu (Coie & Dodge. saudara orangtua atau peayan. Teman-teman seusia. maka sering mereka tidak konsekuen dalam mengatur kedisiplinan dan sering mereka bertengkar di depan anak. meskipun tidak menyenangkan. Oleh karena itu setelah ditiru. Sebaliknya. 1994). Penelitian mengenai pengaruh teman seusia terhadap agresi dan antisocial anak-anak memfokuskan pada dua bidang Penerimaan atau penolakan dari teman-teman seusia. Perasaan ini akan bertambah keras bila orangtua memperlakukan anak-anak tidak sama.    Orang-orang lain di dalam rumah. c. Penolakan menunjukkan hubungan yang kausal dengan perilaku agresif. 3 Gangguan Tingkah Laku . kemungkinan hal tersebut dikuatkan. Berbagai karakteristik pola asuh seperti disiplin keras dan tidak konsisten dan kurangnya pengawasan secara konsisten dihubungkan dengan perilaku antisosial pada anak-anak.agresi merupakan cara mencapai tujuan yang efektif. 1998).

Kombinasi perilaku antisosial anak yang timbul di usia dini dan rendahnya status sosioekonomi keluarga memprediksikan terjadinya penangkapan di usia muda karena tindakan criminal (Patterson. Gangguan perilaku lebih sering didapati pada anak-anak dari golongan sosio-ekonomi tinggi atau rendah. 1999. kehidupan keluarga yang terganggu. Pengerusakan yang hebat atas barang milik orang lain 4. Hal ini mungkin terjadi karena orangtua mereka terlalu sibuk dengan kegiatan sosial (pada kalangan atas) atau sibuk dengan mencari nafkah (pada kalangan bawah) sehingga lupa menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan baik dengan anakanak mereka. dan subkultur yang menganggap perilaku kriminal sebagai suatu hal yang dapat diterima terungkap sebagai faktor-faktor yang berkontribusi (Lahey dkk. Gangguan tingkah laku merujuk pada berbagai tindakan yang kasar dan sering dilakukan yang jauh melampaui 4 Gangguan Tingkah Laku . KRITERIA DIAGNOSIS Berdasarkan DSM-IV-TR dan PPDGJ-III Definisi gangguan tingkah laku pada DSM-IV-TR memfokuskan pada perilaku yang melanggar hak-hak dasar orang lain dan norma-norma sosial utama. dan mencuri. Pencurian 6. GEJALA KLINIS : 1. Perilaku provoaktif yang menyimpang 10. 1992). Loeber & Farrington. & Vuchinich.d. Kejam terhadap hewan atau sesama manusia 3. Tingkat pengangguran tinggi. Perkelahian atau menggertak pada tingkat berlebihan 2. berbohong. 1998). Sikap menentang yang berat dan menetap. Faktor-faktor sosiologis. Tipe perilaku yang dianggap sebagai simtom gangguan tingkah laku mencakup agresi dan kekejian terhadap orang lain atau hewan. Pendustaan berulang-ulang 7. Membakar 5. Membolos dari sekolah dan lari dari rumah 8. merusakkan kepemilikan. Crosby. Sering meluapkan tempertanrum yang hebat dan tidak biasa 9. fasilitas pendidikan yang rendah.

Pola perilaku yang berulang dan tetap yang melanggar hak-hak dasar orang lain atau norma-norma sosial konvensional yang terwujud dalam bentuk tiga atau lebih perilaku dibawah ini dalam 12 bulan terakhir dan minimal satu diantaranya dalam enam bulan terakhir: a.kenakalan dan tipuan praktis yang umum dilakukan anak-anak dan remaja. melakukan kekejaman fisik kepada orang lain atau hewan. Kriteria gangguan tingkah laku dalam DSM-IV-TR : 1. contohnya mengintimidasi. kriteria yang ada tidak memenuhi gangguan kepribadian anti sosial. mengutil. Disabilitas signifikan dalam fungsi sosial. kekejian dan kurang penyesalan. gangguan tingkah laku (F. akademik atau pekerjaan. b. kejam terhadap hewan atau 5 Gangguan Tingkah Laku . Menghancurkan kepemilikan (properti). perilaku ini ditandai dengan kesewenang-wenangan. Berdasarkan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa Berdasarkan PPDGJ-III. contohnya tidak pulang ke rumah hingga larut malam sebelum usia 13 tahun karena sengaja melanggar peraturan orang tua. contohnya membakar. Contohcontoh perilaku yang dapat menjadi dasar diagnosis mencakup hal-hal berikut: perkelahian atau menggertak pada tingkat berlebihan. vandalisme.   Gangguan tingkah laku berciri khas dengan adanya suatu pola tingkah laku dissosial. contohnya.91) dapat didiagnosis berdasarkan beberapa pedoman. merupakan gejala normal pada perkembangan anak berusia 3 tahun. agresif atau menentang. Agresi terhadap orang lain dan hewan. Jika orang yang bersangkutan berusia lebih dari 18 tahun. memulai perkelahian fisik. sering membolos sekolah sebelum berusia 13 tahun. menipu. Penilaian tentang adanya gangguan tingkah laku perlu memperhitungkan tingkat perkembangan anak. d. memaksa seseorang melakukan aktivitas seksual. c. Begitu pula. Pelanggaran aturan yang serius. masuk dengan paksa ke rumah atau mobil milik orang lain. Seringnya. pelanggaran terhadap hak orang lain (seperti tindak pidana dengan kekerasan) tidak termasuk kemampuan anak berusia 7 tahun dan dengan demikian bukan merupakan kriteria diagnostik bagi anak kelompok usia tersebut. dan adanya gejala ini bukan merupakan dasar diagnosis ini. yang berulang dan menetap. Berbohong atau mencuri. 3. 2. Temper tantrums.

3. Intervensi ini memandang masalah tingkah laku sebagai suatu hal yang dipengaruhi oleh berbagai konteks dalam keluarga dan antara keluarga dan berbagai sistem sosial lainnya. Masing-masing dari kategori ini.sesama manusia. membolos dari sekolah dan lari dari rumah. teman-teman sebaya. Oleh kerena itu. namun demikian perbuatan dissosial yang terisolasi bukan merupakan alasan yang kuat. sekolah. 1. Intervensi keluarga Beberapa pendekatan yang paling menjanjikan untuk menangani gangguan tingkah laku mencakup intervensi bagi orang tua atau keluarga dari si anak antisosial. sangat sering meluapkan temper tantrum yang hebat dan tidak biasa. Penanganan multisistemik (PMS). classroom-based behaviour modifications. 2. Pendekatan kognitif Terapi dengan intervensi bagi orang tua dan keluarga merupakan komponen keberhasilan yang penting. PENANGANAN GANGGUAN TINGKAH LAKU Hal penting bagi keberhasilan dalam penanganan adalah upaya mempengaruhi banyak sistem dalam kehidupan seorang remaja (keluarga. dan sikap menentang yang berat serta menetap. Teknik yang dipergunakan bervariasai meliputi Cognitive Behavioural Therapy (CBT). lingkungan tempat tinggal). perusakan yang hebat atas barang milik orang. tetapi penangana semacam itu banyak memakan biaya dan waktu. adalah cukup untuk menjadi alasan bagi diagnosis ini. perilaku provokatif yang menyimpang. Gerald Patterson dan kolegannya mengembangkan dan menguji sebuah program behavioral. apabila ditemukan. penanganan dengan terapi kognitif individual bagi anak-anak yang 6 Gangguan Tingkah Laku . dimana orang tua diajari untuk mengubah berbagai respon untuk anak-anak mereka sehingga perilaku prososial dan bukannya perilaku antisosial yang dihargai secara konsisten. Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat adalah bagaimana menghadapai orang-orang yang nurani sosialnya tampak kurang berkembang.  Diagnosis ini tidak dianjurkan kecuali bila tingkah laku seperti yang diuraikan di atas berlanjut selama 6 bulan atau lebih. dan manajemen kasus. home-based interventions/sistem keluarga. yaitu Pelatihan Manajemen Pola Asuh (PMP).

meskipun memang menjadi faktor yang mempredisposisi. agresi. Satu menunjukkan efektivitas penggunaan methylphenidate dalam menurunkan tingkat perlawanan. menunjukkan bahwa meskipun sekitar separuh anak laki-laki yang mengalami gangguan tingkah laku tidak memenuhi kriteria lengkap bagi diagnosis tersebut pada pengukuran terkemudian (1-4 tahun kemudian). 4.. terdapat di rumah sakit jiwa.Pengobatan Berbasis Rumah Sakit dan Rehabilitasi Unit khusus untuk mengobati anak-anak dan remaja. FARMAKOTERAPI Gangguan tingkah laku dahulu dianggap resisten terhadap terapi farmakologis. Antipsikotik atipikal (khususnya risperidon. seperti gangguan spectrum autistik. Beberapa individu 7 Gangguan Tingkah Laku .mengalami gangguan tingkah laku dapat memperbaiki tingkah laku mereka. pembangkangan.1995). Pengobatan di unit-unit ini biasanya diberikan untuk klien yang tidak sembuh dengan metode alternatif yang kurang restriktif. PROGNOSIS Gangguan tingkah laku di masa kanak-kanak tidak dengan sendirinya berlanjut menjadi perilaku antisosial di masa dewasa. tiga penelitian telah selesai dilaksanakan. dan perubahan mood pada pasien dengan usia 5-8 tahun yang didiagnosis dengan gangguan tingkah laku. atau bagi klien yang beresiko tinggi melakukan kekerasan terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain. Penelitian ketiga menunjukkan efektivitas dari lithium dalam menurunkan agresivitas pada pasien usia remaja dengan gangguan tingkah laku. dengan atau tanpa ADHD. Saat ini. Divalproat secara khusus efektif pada agresivitas yang dipicu oleh stres post traumatik. Studi baru-baru ini. Peneitian lainnya menunjukkan efektivitas dari divalproat dalam menurunkan kemarahan dan agresivitas pada usia remaja. hampir semuanya tetap menunjukkan beberapa masalah tingkah laku (Lahey dkk. Contoh: mengajarkan keterampilan kognitif pada anak-anak untuk mengendalikan kemarahan mereka menunjukan manfaat yang nyata dalam membantu mereka mengurangi perilaku agresif. meski tanpa melibatkan keluarga. yang disetujui pemakaiannya untuk gangguan tingkah laku) dapat mengurangi perilaku agresif khususnya bila terdapat gangguan perkembangan saraf yang muncul bersamaan.

dan faktor-faktor sosiokultural. dan kembali ke gaya hidup tidak bermasalah di masa dewasa. Lahey. Interaksi beberapa faktor individual. dkk (1995) menemukan bahwa anak laki-laki dengan gangguan tingkah laku perilaku antisosialnya jauh lebih mungkin untuk berlanjut jika memiliki salah satu orang tua yang mengalami gangguan kepribadian antisosial atau jika mereka memilki kecerdasan verbal rendah. Orang-orang tersebut mengalami masa kanak-kanak yang normal. Sementara itu.tampaknya menunjukkan pola perilaku anti sosial yang “tetap sepanjang hidup”. seperti temperamen. dan dukungan sosial rendah. berkontribusi terhadap lebih banyaknya kemungkinan timbulnya perilaku agresif di usia dini dengan sifat tetap. 8 Gangguan Tingkah Laku . dengan masalah tingkah laku yang bermula di usia 3 tahun dan berlanjut menjadi kesalahan perilaku yang serius di masa dewasa. seperti kemiskinan. yang lain “terbatas di usia remaja”. psikopatologi yang dialami orang tua. dan interaksi orang tua-anak yang disfungsional. terlibat dalam perilaku antisosial dengan tingkat yang tinggi selama masa renaja.

yang berlanjut selama 6 bulan atau lebih. Beberapa individu akan berlanjut menjadi perilaku antisosial di masa dewasa. classroom-based behaviour modifications. serta faktor sosiologis seperti tingkat pendidikan dan keadaan sosio-ekonomi keluarga. namun beberapa penelitian menunjukkan efektivitas penggunaan methylphenidate divalproat. Penanganan gangguan tingkah laku meliputi intervensi keluarga. sementara yang lain “terbatas di usia remaja”. Gangguan tingkah laku dapat disebabkan oleh berbagai etiologi dan faktor resiko. antara lain faktor biologis. dan manajemen kasus. seperti perkelahian atau pelecehan yang berlebihan. Pengobatan di unit-unit ini biasanya diberikan untuk klien yang tidak sembuh dengan metode alternatif yang kurang restriktif. saudara-saudara. perusakan. 9 Gangguan Tingkah Laku . Pada beberapa kasus dibutuhkan penanganan lebih jauh melalui unit khusus untuk mengobati anak-anak dan remaja yang terdapat di rumah sakit jiwa. dan teman-teman seusia. atau bagi klien yang beresiko tinggi melakukan kekerasan terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain. dan pendekatan kognitif. peraturan atau norma sosial yang sesuai dengan usianya dilanggar. penanganan mutisistem yang meliputi meliputi Cognitive Behavioural Therapy (CBT). kebohongan berulang. home-based interventions/sistem keluarga.KESIMPULAN Gangguan tingkah laku merupakan suatu pola perilaku yang berulang dan menetap dimana hak dasar orang lain. faktor psikologis. pengaruh lingkungan yang mencakup orangtua. pencurian. lithium dan antipsikotik atipikal dalam menurunkan agresivitas dan tingkat perlawanan. yang sering ditemukan selama masa anak-anak hingga remaja. Farmakoterapi jarang digunakan untuk penanganan gangguan tingkah laku.

2009 Kaplan dan sadock buku ajar psikiatri klinis/ benjamin J. Abnormal Psychology. 1994.scribd. Sadok.com/doc/168816274/Gangguan-Tingkah-Laku 10 Gangguan Tingkah Laku . Rusdi maslim. Surabaya airlangga University Press. jakarta 2001 Davidson.M. Sadok. Edisi 2. Catatan ilmu kedokteran jiwa edisi 2. Buku saku diagnosis gangguan jiwa PPDGJ-III.DAFTAR PUSTAKA Maramis Willy F. 2010 Dr.. G. Jakarta : EGC.C. Inc http://www. Virgina A. J. New York: John Wiley & Sons. & Neale.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->