GEOLOGI DAN GEOMORFOLOGI TERAPAN Oleh: Danang Endarto Geologi merupakan cabang ilmu terutama mempelajari tentang materi

penyusun sejarah pembentukan, struktur geologi/bumi, proses-proses yang bekerja, serta potensi SDA dan bencana. Didukung oleh 1. Stratigrafi, tentang lapisan batuan sedimen 2. Geomorfologi (tematik, murni, matematik, dll), tentang morfologi/bentuk roman muka bumi 3. Vulkanologi, tentang gunung api 4. Geo struktur, struktur yang ada di bumi a. kekar (joint) b. sesar (fault) c. lipatan (fold) d. ketidakselarasan (unconformity) 5. Paleontologi, tentang fosil 6. Petrologi, tentang batuan 7. Mineralogi, tentang mineral Hukum-hukum/konsep-konsep dalam geologi: 1. Horizontallity Dalam keadaan normal, maka perlapisan batuan sedimen itu diendapkan secara horisontal, maksimal 150. Keadaan normal berarti belum mengalami tektonik. Jika normal, maka daerah tersebut stabil. 2. Cross cutting relationship Yang memotong lebih muda daripada yang dipotong. Ex: gunung dengan koroknya yang mencuat keatas identik dengan gunung mati. Gunung mati apabila sudah tidak mengalami gejala post vulkanik. 3. Superposisi Dalam keadaan normal, perlapisan batuan sedimen bisa diendapkan lapis demi lapis, dimana lapis yang terbawah merupakan lapis yang tertua, dan seterusnya.

4. Fauna succession Fosil khususnya binatang bisa untuk menentukan: a. Umur perlapisan batuan ditemukan b. Lingkungan pengendapan. Ex: fosil buaya, maka daerah tersebut sekitar rawa, fosil laut, maka daerah tersebut adalah laut 5. Channel sedimentary Sedimen akan terendapkan dan berhenti pada suatu cekungan sedimen. Batas akhir dari channel biasanya berbentuk menjari. Batas lain adalah inter tongue, pembeda antara 1 mineral dengan mineral lain, misal, antara batuan pasir dan batuan sedimen. 6. The present is the key to the past Kejadian saat ini adalah merupakan kunci kejadian masa lalu. Proses geologi berulang sama terus. Pembentukan sebuah volkan akan berulang sehingga bisa diduga. News: Nglanggran, adl batuan sedimen klastik yang dibentuk oleh arus pekat. Aktivitas vulkanisme difaktori oleh gejala Kekar tiang (dike) Kekar lempeng (sill) 7. Law of inclusion Suatu tubuh batuan yang mengandung fragmen dari batuan yang lain selalu lebih mudaa dari tubuh batuan yang menghasilkan fragmen tersebut. Artinya, batuan sedimen lebih muda daripada batuan gamping. Gambar 1. Hukum ini berlaku untuk kontak 2 batuan yang bukan salah 1 atau salah 2nya itu batuan beku. Atau dua batuan yang tidak ada unsur-unsur batuan beku. (hukum ini tidak ada batuan beku) a. Granit lebih muda daripada batupasir karena batupasir terpanggang pada bidang kontaknya dengan granit dan granit mengandung inklusi batupasir. Contoh dalam Gambar 2. b. Inklusi granit didalam batupasir menunjukkan granit lebih tua daripada batupasir. Breksi terbentuk dari ARUS PEKAT.

Inklusi ke-2, batuan bekunya adalah intrusi. adalah granit. Granit lebih muda daripada batu pasir karena batu pasir terpanggang 8. Struktur kompleksitas Kondisi tektonik yang lebih kompleks menunjukkan bahwa telah terjadi gangguan Keterangan sejarah ilustrasi pada Gambar 3: a. b. c. d. e. f. g. h. JKFH merupakan struktur sedimentasi kemudian mengalami pelipatan, lalu mengalami erosi sehingga bagian atapnya tergerus. Dilanjutkan terjadinya sedimentasi B. Proses berikutnya terjadi intrusi G. Ada 2 fase, diatas B bisa ada lapisan, juga bisa jadi tidak ada lapisan tapi syaratnya terjadi erosi karena ketebalan pada E. Terjadi patahan D kemudian terjadi sedimentasi E. Fase selanjutnya terjadi intrusi I. Sama juga, terjadi 2 fase seperti diatas. Berikutnya, terjadi sedimentasi C dan terakhir terjadi sedimentasi A.

Jika ada sebuah bukit, untuk menentukan batuan beku, caranya: 1. 2. Cari kenampakan columnar joint Jika ada bucking effect zone tanah lempung yang hitam (coklat tua) di sekitar kaki bukit. Contoh: Bukit Kendalisodo di belakang pabrik CocaCola arah Semarang. Intrusi = proses penerobosan magma dimana dia belum sempat ke permukaan bumi saat dia terbentuk. Keterangan pada Gambar 4: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mulanya terjadi lipatan A Terjadi patahan naik diatas A Terjadi intrusi batholit secara besar B Terjadi sedimentasi C Terjadi intrusi D Terjadi erosi yang memotong D

7. 8.

Terjadi sedimentasi E Terjadi patahan F yang memotong sedimen E, C, dan A termasuk batholit B dan intrusi D.

Interpretasi Peta Topografi Dalam Menafsirkan Kondisi Geologi Suatu Wilayah 3. Mengetahui resistensi batuan pada suatu daerah. Batuan yang resisten terekspresikan pada kontur yang rapat. Semakin rapat konturnya, semakin resisten batuan penyusunnya. Jika ada peta geologi, lihat batuan yang berbukit! Jika batuan di bukit lebih tua dari batuan sekitarnya, disebut inlier hill. Jika sebaliknya disebut outlier hill. Sangat muda Muda Dewasa Tua 4.

Literatur: Danang Endarto. Geomorfologi Umum.

Pertemuan 29-09-12 Batuan Beku (Igneous Rock) Cirinya: a. b. c. d. lepas e. f. Struktur gelasan (glassy) Tidak mengandung karbonatan, diamati dengan HCl 0,1N, jika tidak berbuih maka batuan tersebut menjadi batuan beku Tekstur batuan beku Tekstur merupakann hubungan antara mineral 1 dengan mineral lain. Tekstur dalam batuan beku didefinisikan sebagai hubungan antara massa mineral dan massa gelas yang membentuk massa yang menata dari batuan. Tekstur berkaitan dengan ukuran, bentuk, dan susunan butiran mineral dalam batuan. Tekstur ini sangat ditentukan oleh kecepatan dan periode kristalisasi (dimana keduanya sangat dipengaruhi oleh komposisi kandungan gas, temperatur, tekanan dan viskositas magma). Jadi, tekstur merupakan fungsi dari sejarah suatu pembentukan batuan beku. Tekstur menunjukkan derajat kristalisasi (degree of crystallinity), ukuran butir (grain size) atau granularitas dan kemas (fabric) atau hubungan antara unsur-unsur itu (Williams, 1982). Kristal akan terbentuk secara baik dan teratur jika magma mendingin perlahan. Magma yang keluar dengan suhu 20000C Suhu (0C) Mineral 2000 A 1990 A+ 1900 A++ 1800 B Suhu batuan beku semakin turun semakin menciptakan mineral yang LENGKAP dan kompleks. Tidak ada fosil Tidak ada perlapisan Tidak ada batuan lain pada tubuhnya Ada lubang-lubang gas, bisa berbentuk lingkaran/elips, bukan berbentuk persegi karena bila seperti itu maka ada mineral atau kristal yang

Kasus lain, saat keluar suhunya 20000C, tiba-tiba terjadi hujan, maka suhu magma turun drastis 18000C. Pendinginan yang sangat ekstrem akan terbentuk GELAS. Contohnya batu obsidian. Suhu (0C) 2000 1800 1600 Mineral A B D

Semakin cepat mendingin, perkembangan kristal mengalami loncatan/tidak urut. Cenderung kristal apabila cepat mendingin, ukuran kristal cenderung kecil-kecil. Jika ekstrem proses pendinginannya, akan muncul mineral-mineral gelas. Kandungan gas dalam lava turut mempengaruhi. Jika kandungan gas tinggi, maka volatil juga tinggi. Gelembung-gelembung gas karena perbedaan suhu ekstrem maka mengalami pelepasan gas melalui pemecahan gelembung sehingga massanya akan mengecil. Akhirnya berat jenisnya kecil/ringan dibandingkan air sehingga mampu mengapung. Komposisi magma mampu mempengaruhi bentuk batuan. Jika berasal dari magma asam, dia cenderung akan berwarna terang bahkan putih seperti rhiolit dan batu apung dengan catatan warnanya fresh/bukan warna lapuk. Sedangkan magma yang berkomposisi sedang cenderung akan berwarna keabu-abuan. Magma yang berwarna basa akan cenderung berwarna gelap. Untuk warna ultrabasa cenderung berwarna hijau tua kehitam-hitaman. Derajat Kristalisasi Derajat kristalisasi merupakan keadaan proporsi antara massa kristal dan massa gelas dalam batuan. Dikenal 3 kelas derajat kristalisasi, yaitu: Holokristalin = apabila batuan tersusun seluruhnya oleh massa kristal Holohyalin = apabila batuan seluruhnya tersusun oleh massa gelas Hipokristalin = apabila batuan tersusun oleh massa gelas dan massa kristal Granulasi Merupakan tingkat kesamaan butir/kristal/mineral penyusun Granularitas merupakan ukuran butir kristal dalam batuan beku, dapat sangat halus yang tidak dapat dikenal meskipun menggunakna mikroskop, tetapi dapat

pula sangat kasar. Umumnya dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu fanerik dan afanitik. Fragmental Fragmental adalah tekstur pada batuan beku yang tersusun oleh fragmen-fragmen batuan beku hasil letusan (erupsi) gunung api yang bersifat eksplosif (misalnya batuan piroklastik). Fanerik = Besar-besar seragam. Mengalami pendinginan yang lambat, terletak dibawah/didasar magma chamber. Disebut batuan PLUTONIK. Faneroporfiritik = Besar-besar tidak seragam. Mengalami pendinginan yang sedang, terletak di daerah leher/neck. Disebut HYPABISAL. Porfiroafanitik = Besar-kecil tidak seragam. Perbedaan besar kecilnya sangat jauh, bahkan yang terkecil dibawah ukuran mikroskop. Mengalami pendinginan yang sedang, terletak di daerah leher/neck. Disebut HYPABISAL (sama dengan porfiroafanitik). Afanitik = Kecil-kecil seragam. Terjadi di permukaan bumi. Disebut batuan VOLKANIK. Tekstur khusus biasanya bisa diamati langsung tanpa bantuan mikroskop. Kristal terdiri dari: a. Kristal yang berukuran besar (terbesar dan dominan) disebut fenokristal/ mineral sulung. Merupakan mineral yang terbentuk pada saat pertama kali pada fase awal pendinginan magma. b. Kristal yang berukuran kecil-kecil disebut massa dasar (ground mass). Merupakan kristal-kristal yang terbentuk pada akhir pendinginan sehingga tidak sempurna. c. Kristal yang berbentuk gelas (glassy)

6 Oktober 2012

Struktur Batuan Beku Struktur adalah kenampakan hubungan antar bagian batuan yang berbeda. Struktur batuan beku adalah bentuk batuan beku dalam skala besar, seperti lava bantal yang terbentuk di lingkungan air (laut) seperti lava bongkah, struktur aliran dan lain-lainnya. Suatu bentuk Struktur batuan beku dipengaruhi oleh: Kondisi lingkungan saat terbentuk/proses pendinginan Kondisi saat pendinginan Kondisi/posisi/tempat terbentuknya 1. Struktur Masif Struktur dimana batuan tersebut dalam kondisi sangat kompak, keras, pejal (tidak ada retakan2, tidak ada lubang2). 2. Struktur Bantal Struktur ini terjaid pada suatu tubuh lava. Struktur ini disebut juga struktur lava bantal (“Pillow Lava”). Struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu dicirikan oleh massa dengan kenampakan seperti kubah-kubah yang saling bersusun dan tumpang tindih. Dimana ukuran dari bentuk lava ini pada umumnya antara 30-60 cm. Biasanya jaraknya berdekatan dan terisi oleh bahan-bahan yang berkomposisi sama dengan “bantal” tersebut, dan juga oleh sedimen-sedimen klastik. Ukurannya ada yang seukuran bola, ada yang berukuran besar. Yang bagian luar mengental sangat cepat sedangkan bagian dalam masih panas. Akibatnya, bagian-bagiannya akan pecah. Lubang pengeluarannya menjadi jalan keluar lava didalamnya sehingga membentuk gundukangundukan berikutnya. Ex: didaerah Bayat. Ds Sekardoyo, Klaten terdapat fosil mongolites seperti kerang dalam batuan. Syaratnya: a. Topografi/relief mempunyai sudut kemiringan b. Terbentuk dalam tubuh air, bisa laut dan danau c. Lava cenderung kental (asam) 3. Struktur vesicular

Dalam lava banyak terkandung gas-gas yagn segera dilepaskan setelah tekanan menurun. Gas-gas ini disebabkan perjalanan magma ke permukaan bumi. Keluarnya gas-gas dari lava akna menghasilkan lubang-lubang yang berbentuk bulat, epils, silinder atau tidak beraturan. Kenampakan berlubang dari seluruh tubuh batuan. Lubang tersebut harus lubang gas, tidak boleh lubang yang bukan bukan keluarnya gas (yang tidak berbentuk bulat/ellipse). Lubang harus dalam keadaan terbuka. Kesimpulannya adalah batuan vulkanik yang banyak mengandung gas dan mesti bukan batuan intrusi. 13 Oktober 2012 Kekar Lempeng “sheeting joint” Retakan-retakan pada batuan beku, ada juga yang memotong sejajar dengan permukaan bumi. Retakan-retakan itu menghasilkan struktur perlapisan. Perlapisan ini pada umumnya akan semakin tipis pada bagian yang mendekati permukaan bumi. Sheeting joint umumnya ada pada batuan-batuan ultra mafik. Masing-masing lempeng tersusun banyak mineral. Kekar lempeng terjadi oleh 2 proses: 1. 2. 1. 2. 3. 4. Pendinginan Beban Terjadi lapisan yang bertumpuk-tumpuk. Penyisipan (intrusi concordan), terjadi penyusupan oleh magma kemudian mengalami pendinginan. Suatu ketika bagian C mengalami penghilangan, bisa diakibatkan oleh EROSI. Karena beban di C hilang, maka beban tumpukan B semakin rendah, akibanya, intrusi yang belum sempat mendingin sempurna menyebabkan seluruh tubuh intrusi sill mengalami pecah-pecah.

Terjadi pada sebuah tubuh sill, ceritanya:

Struktur Amigdaloidal Struktur vesikular yang berlubang karena lubang gas. Lubang diisi oleh material karbonatan. Sekian ratus tahun lagi disusupi oleh endapan silika sehingga dalam 1 batuan terisi oleh berbagai macam batuan. Struktur Weldeel Struktur ini adalah struktur pada batuan beku dengan kenampakan lubang-lubang, dimana lubang tersebut bukan lubang-lubang gas akna tetapi bekas-bekas mineral yang terlepas dari batuan induknya akibat suatu proses pencucian. Kita harus dapat membedakan lubang gas dengan lubang dari bekas mineral yang terlepas. Kalau lubang gas biasanya lonjong atau bulat dan saling berhubungan, tetapi pada bekas mineral akan mempunyai bentuk prismatik. Lubang-lubang diakibatkan oleh lepasnya mineral atau kristal. Info: Conduit Ash plume Cinder cone/parasiticone Recent lava flo Stock Stock with radiating dikes Sill Dike Batholith Magma chamber Pluton BATUAN METAMORF Metamorfisme dalam keadaan PADAT ke PADAT. = pipa lubang kepundan = abu vulkanik yang terlontarkan dg cara eksplosif = gunung api percabangan dari gunung utama = aliran lava baru berupa erupsi lava yang belum bercampur dg batuan lain = sebuah lava yang muncul ke permukaan tetapi tidak dalam bentuk kubah = terjadi retakan, pada pusat retakan terbentuk stock, pada retakan-retakan diintrusi lagi = intrusi yang sejajar dg bidang perlapisan = tidak peduli bidang lapisannya = dapur magma yang sudah mati = masih aktif = batholit kecil

Perubahan tersebut dikenai suhu, tekanan (pressure), dan waktu (time). Bisa salah satu bisa keduanya (T dan P) secara seimbang. Secara isokimia, tidak menghasilkan senyawa kimia baru. Contoh: Karbon  Batubara  Intan (senyawa karbon tiap batuan tersebut sama) C CaCO3 C CaCO3 C CaCO3 Batu Gamping  Scarn  Marmer Yang berubah hanya formasi ikatan kimianya, tapi jumlahnya (komposisi) sama. Batuan beku asalnya langsung dari magma. Batuan sedimen asalnya dari sedimentasi material lepas yang mengendap. Batuan metamorf berasal dari rupa-rupa batuan (sembarang), asal kena proses metamorfisme, langsung menjadi batuan metamorf. Hasil dari proses metamorfosis akan menyebabkan: 1. 2. Perubahan fisik Contoh: karbon dengan intan, perubahan menjadi makin keras. Perubahan struktur mineralogi Yang berubah hanya susunannya.

10 November 2012 Setya Nugraha 08122609297 Aspek Geomorfologi (Karmono Mangunsukardjo, 1983) • Aspek Morfologi 1. Morfografi: deskripsi kualitatif 2. Morfometri: deskripsi kuantitatif • Aspek morfogenesa 1. Morfostruktur pasif: litologi 2. Morfostruktur aktif: tenaga endogen 3. Morfostruktur dinamik: tenaga eksogen Bukan bersifat merusak, tapi menyeimbangkan. • • Morfokronologi: evolusi bentuklahan Kronologis terjadinya, dapat dilihat dari sejarah batuan dan stratigrafinya Morfolingkungan: kaitannya dengan komponen lingkungan abiotik-biotikbudaya Mengkaitkan dengan aspek geosfer yang lain. Kasus: Sejak gunungapi merapi meletus tanggal 26 Agustus 2010, batas aman terjauh yang pernah ditetapkan oleh BVMBG sejauh 20 km, ketidaksepakatannya diantaranya: Morfografi, kontur dan alur lereng yang bervariuasi sehingga radius 20 bersifat relatif bagi masyarakat. Dampak abu dan awan berbeda tergantung faktor-faktor eksogen seperti angin. Proses dan tenaga geomorfologis Proses geomorfologis adalah semua perubahan-perubahan secara fisik dan khemis yang mempengarhui modifikasi permukaan bumi. Tenaga geomorfologis adalah setiap medul alam yang mampu mengikis dan

Konsep dasar geomorfologi 1. Proses2 dan hukum2 fisik sama yang bekerja sekaang bekerja pula pada waktu geologi walaupun tidak selalu dengan intensitas sama seperti sekarang. Sekarang terjadi erupsi, dulu terjadi erupsi, namun intensitasnya berbeda. Ekuilibriumnya mengikuti kondisi lingkungan, bersifat sementara. 2. Proses2 geomorfik meninggalkan bekas2 yang nyata pada bentuklahan dan setiap proses geomorfik yang berkembang akan mempunyai karakteristik bentuklahan tertentu. Ex: longsor timbul sehinggga membentuk layer2 yang tidak teratur. Sedimentasi, benda yang berat cenderung dibawah. Beting gisik, di pantai selatan ditempati permukiman, kondisinya cocok untuk tanaman kelapa karena dibawahnya terdapat cebakan air tawar yang dibutuhkan oleh kelapa. Air asin terletak dibawah air tawar. Proses geomorfik merupakan semua perubahan2 fisik dan khemis yang mengalami modifikasi permukaan bumi. Erosi Pengertian Erosi 1. Penguraian dan pemindahan tanah atau batuan oleh air, angin, es, atau gravitasi (Arnoldus dalam Asdak, 1995). 2. Peristiwa penguraian dan pemindahan tanah atau batuan oleh tenaga es atau gravitasi (Brady, 1990). 3. Peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami. Erosi melalui penguraian, longsor tidak mengalami penguraian Erosi tidak perlu didahului proses Prosesnya meliputi: Proses geomorfologi yang meliputi penguraian dan pemindahan Tenaganya: Air, angin, es, gravitasi Materi: Tanah dan batuan

Macam2 erosi: Berdasarkan kecepatan erosi: 1. Erosi alami (natural erosion)/erosi geologi (geological erosion)/erosi normal (normal erosion) yaitu proses erosi kecepatannya < proses pembentukan tanah. 2. Erosi dipercepat (accelerated erosion): proses erosi yang terjadi > daripada proses pembentukan tanah. Berdasarkan bentuk erosi: Erosi percik (splash erosion)

Erosi sungai (stream erosion)

Erosi lembar (sheet erosion)

Erosi parit (gully erosion)

Erosi alur (rill erosion)

Perkembangan sungai: 1. Perkembangan mundur, terjadi jika hulu2 sungai makin memanjang ke belakang (disebut sungai tua) 2. Perkembangan maju, terjadi saat masih terjadi sedimentasi maka disebut sungai muda, efek berikutnya karena sedimentasi identik dengan datar, maka terjadi meandering (disebut sungai tua) 3. Perkembangan vertikal/horisontal, terjadi saat erosi kebawah, belum mencapai stadium kesimbangan 08 Desember 2012 Setya Nugraha GERAKAN TANAH

Adalah suatu produk dari proses gangguan keseimbangan lereng yang menyebabkan bergeraknya massa tanah dan batuan ke tempat/daerah yang lebih rendha. Gerakan massa tanah/batuan itu terjadi pada lereng-lereng yang hembat geser tanah/batuannya lebih kecil dari berat massanya. Gaya gesek lebih besar dari gaya berat sehingga menimbulkan gerakan massa. Pembagian gerakan tanah Menurut Dir. Geologi Tata Lingkungan 1. Aliran tanah/batuan, syaratnya saat jenuh air dan gerakannya didominasi oleh debit air, semakin besar debitnya, gerakannya semakin besar. Orang awam menyebutnya sebagai banjir bandang. Informasi bencana dapat diakses melalui Rencana Umum Tata Ruang Kota/Kabupaten (RUTRK) dan Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan (RDTRK)

15 Desember 2012 SEDIMENTASI Erosi  Transportasi  Sedimentasi, terjadi sebagai akibat hukum keseimbangan (equilibrium). Sedimentasi terjaaadi pada topografi dataaar di wilayah hilir DAS. Akan membentuk tanah yang lebih subur dibandingkan daerah asalnya. Namun bila hulunya daerah karst, tingkat kesuburan di hilir tidak jauh lebih subur dibandingkan dengan hulu daerah vulkan. Sifat batuan sedimen, akan terjadi: 1. Sortasi/pemilahan a. Secara vertikal, terjadi manakala material yang besar terendapkan dibawah, semakin keatas semakin kecil dan lembut. Syaratnya, sedimen tidak diganggu oleh DEBIT (Q) b. Secara horisontal, terjadi manakala semakin jauh dari sumber sedimen, material yang diendapkan semakin kecil. Kasus: daerah pantai yang berbatasan dengan sungai, daerah yang semakin menjauh dari sungai diameternya semakin kecil, begitupula daerah yang semakin menjauh dari pantai materialnya makin kecil oleh sortasi angin. 2. Stratifikasi (perlapisan) akibat sortasi 3. Lapisan sejajar (paralel strata) a. Struktur primer b. Struktur sekunder, terbentuknya struktur batuan setelah terbentuknya struktur primer oleh tenaga endogen baik lipatan ataupun patahan. 4. Bentuk silang (cross strata) MITIGASI

5 Januari 2013 Bentuk lahan asal vluvial