You are on page 1of 3

NIM : 30000413410029 Nama : Abdul A Zaputra Casmedi No Absen : 1

1. Apa yang telah diteliti ? Yang telah diteliti adalah penggunaan teknologi RFID ( Radio Frequency Identification) untuk mengoptimalisasi kebijakan pengisian barang dari tempat penyimpanan (backroom) ke rak rak penjualan pada toko eceran. 2. Mengapa mengapa menarik diteliti? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kebijakan pengisian rak berbasis RFID di toko-toko eceran dan membandingkannya dengan prosedur tradisional tinjauan periodik dengan menggunakan simulasi berbasis komputer. RIFD merupakan perkembangan teknologi terbaru yang berbeda dengan barcode yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pengisian barang sehingga pelayanan kepada konsumen dapat ditingkatkan. 3. Dengan metode apa diteliti? Metode yang digunakan adalah metode tradisional dengan membandingkan kinerja kebijakan ini di bawah permintaan stokastik, kehilangan penjualan, dan penyusutan dengan skema tradisional dengan Periodik Review dalam studi simulasi. Kemudian mengubahnya dengan teknologi yaitu memperkirakan tingkat persediaan di lantai penjualan dengan menggunakan RFID reader dipasang antara ruang belakang dan lantai penjualan. 4. Sebutkan penelitian sebelumnya yang melandasi penelitian ini ! Penelitian oleh Bharatendu Srivastava yang mengemukakan pengembangan teknologi RIFD untuk supply chain management (B. Srivastava, Radio frequency ID technology: the next revolution in SCM, Busi-ness Horizons 47 (6) (2004) 6068. ) Penelitian Angeles tentang teknologi RFID (R. Angeles, RFID technologies: applications and implementation issues, Informa-tion Systems Management 22 (1) (2005) 5165. ) Penelitian tentang mengidentifikasi produk dengan teknologi wireless (M. Krkkinen, J. Holmstrm, Wireless product identification: enabler for handling efficiency, customisation and information sharing, Supply Chain Management:An International Journal 7 (4) (2002) 242252.) Penelitian tentang Dampak identifikasi otomatis pada operasi rantai suplai (D. McFarlane, Y. Sheffi, The impact of automatic identification on supply chain operations, International Journal of Logistics Management 14 (1) (2003) 118.) A. Mohsen, RFID: an enabler of supply chain operations, Supply Chain Management: An International Journal 12 (4) (2007) 249257. K. Pramatari, Collaborative supply chain practices and evolving technological approaches, Supply Chain Management: An International Journal 12 (3) (2007) 210 220 5. Sebutkan dasar teori (kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang melandasi penelitian tersebut) :Rumus, Algoritma, Postulat, Aksioma, dll ) Dibawah ini merupakan rumus yang menjelaskan tentang Fungsi total biaya dengan periodic review dimana : PR : total biaya menggunakan PR Ci : Biaya pemeriksaan manual / review tingkat rak

yi : Jumlah pengguna rak tingkat inspeksi ,cr : Biaya pengisian rak ,yr :jumlah pengisian rak , ca : Biaya alokasi ruang rak (per item), S :ruang pajang, T : cakrawala simulasi Cp : Biaya denda kehilangan penjualan (per item), yc: jumlah kedatangan pengunjung, yf :jumlah barang hilang, ys:jumlah unit terjual . Tingkat layanan dinyatakan sebagai fraksi permintaan terpenuhi dibandingkan dengan total permintaan termasuk penyusutan dirumuskan sebagai berikut :

Sedangkan dibawah ini merupakan rumus yang menjelaskan tentang Fungsi total biaya dengan backroom monitoring :

dimana : BM : Total biaya Menggunakan Backroom Monitoring Cm: Biaya penyesuaian persediaan Ym : Jumlah penyesuaian persediaan panduan Ct : Biaya transponder RFID U : Jumlah unit penjualan per kasus 6. Jelaskan metode yang digunakan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan cara pengisian rak secara konvensional yaitu metode Periodik Review dengan metode Pengisian dengan RFID yang dimungkinkan untuk pemantauan backroom. Metode Periodik review adalah menganut aturan bahwa saat pemesanan bersifat reguler mengikuti suatu periode yang tetap (mingguan, bulanan, dsb), sedangkan kuatititas pemesanan akan berulang ulang. Dari gambar diatas terlihat jelas bagaimana alur proses sehingga barang dapat dipantau keberadaanya pada rak penjualan. Disini yang dimaksud dengan backroom adalah ruang penyimpanan atau gudang dari toko/supermarket, RFID reader di letakkan di antara gudang dengan ruang penjualan sehingga terpantau barang sudah masuk di rak-rak pengisian, kemudian saat pelanggan membeli barang makan data barang yang masuk akang dikurangi banyaknya data yang beli sehingga sistem nanti akan mennginformasikan data barang yang harus dimasukkan lagi ke rak-rak penjualan dengan begini menjadi lebih cepat dan efisien.

7. Sebutkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini! Hasil yang diperoleh dari penelitian merupakan hasil dengan menggunakan metode RIFD yang berhungan dengan pantau di ruang penyimpanan (backroom monitoring). Dari garfik dapat terlihat perbedaan antara penggunaan metode periodik review (PR) dan metode backroom monitoring (BM) dimana pada saat read rate di PR maka nilai total coastnya pun tetap, tapi berbeda dengan metode BM bahwa jiaka read rate makin cepat maka total coast pun akan terus meningkat. 8. Jelaskan beberapa masalah yang ditekankan dalam pembahasan Masalah yang ditekankan adalah : RFID tentunya harus berjalan optimal sehingga dapat menghasilkan sesuatu nilai yang lebifh dari metode PR sebelumnya yang membuat proses bisnis dapat berjalan lancar,meminimalisir kesalahan data barang pada toko, efisiensi waktu , adanya ketersedaiaan barang yang diperlukan oleh konsumen tepat waktu baik dari gudang atau backroom ataupun dari distributor dan semuanya pasti akan memuaskan konsumen dan menguntungkan pemilik toko. 9. Berikan kesimpulan penting dari penelitian ini Kesimpulan dari penelitian : Menunjukkan bahwa RFID enabled mendesain ulang proses di dalam toko yang memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi proses dalam hal biaya dan tingkat pelayanan total tergantung pada kualitas data. Mereka menemukan bahwa kemungkinan memanfaatkan RFID sebagai alat monitoring di dalam toko proses logistik memiliki konsekuensi mendasar pada kinerja dari kebijakan pengisian rak rak penjualan. Mereka menyimpulkan dari data bahwa manfaat maksimal dari RFID hanya dapat dicapai jika pengecer bersedia dan mampu membuat keputusan paralel pada alokasi ruang rak yang optimal dan menerapkan proses pengisian yang tidak dilakukan secara berkala tetapi fleksibel disesuaikan dengan permintaan pelanggan dengan sistem manajemen inventori . Artinya meninggalkan Review Periodik. Mereka menyimpulkan bahwa RFID tidak memungkinkan untuk otomatisasi penuh proses pengisian adanya penyusutan. 10. Tujuannya telah tercapai atau tidak Secara garis besar dapat dikatakan bahwa penelitian ini berhasil menerapkan teknologi RIFD dalam penentuan kebijakan pengisian rak rak penjual di supermarket atau toko eceran sehingga mendapatkan keuntungan yang tidak didapatkan saat menggunakan teknologi konvensional. Namun memang masih ada beberapa kendala yang ditemui dan belum sempurna seratus persen dan dapat dilengkapi pada penelitian-penelitian selanjutnya.