Interaksi Farmakodinamik

Dr. Zulkarnain R., MSi
Dep. Farmakologi & Terapeutik,

Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
30 September 2009, FKG USU, Medan

INTERAKSI OBAT

INTERAKSI FARMASEUTIK

INTERAKSI FARMAKOLOGIK

INTERAKSI FARMAKOKINETIK •ABSORPSI •DISTRIBUSI •METABOLISME •EKSKRESI

INTERAKSI FARMAKODINAMIK

RESEPTOR FISIOLOGIS

• mempunyai efek farm’dinamik yang mirip atau berlawanan. • Hasilnya merupakan antagonisme dan synergisme .Interaksi Farmakodinamik Bila obat yg diberikan bersama: • mempunyai mekanisme kerja yang sama/mirip.

• Kematian + 4% dari semua kematian ES obat. .Dampak Klinis • Interaksi diperkirakan + 7% dari semua ES obat.

MAO-i) .Interaksi Farmakodinamik • Interaksi pada reseptor • Interaksi fisiologik • Perubahan dalam kesetimbangan cairan dan elektrolit • Gangguan mekanisme ambilan amin di ujung syaraf adrenergik • Interaksi dengan penghambat monoamin oksidasi (penghambat MAO.

Interaksi pada RESEPTOR • Reseptor SAMA – – – – Noradrenalin vs propranolol Amphetamin vs propranolol Acetylcholine vs atropin Succynilcholine vs atropin • Reseptor BERBEDA – Noradrenalin vs dopamin – Noradrenalin vs acetylcholine • Merupakan antagonisme antara agonis dan antagonis dari reseptor yg sama .

Pharmacodynamic Interaction Histamin (agonis) Diphenhydramine (antagonis) Histamin (agonis) Cimetidin (antagonis) Asetilcholine (agonis) Atropine (antagonis) receptor H1 receptor H2 receptor cholinergik .

Agonis Antagonis Asetilkolin Atropin Reseptor Kolinergik / Muskarinik Histamin H1 Histamin H2 Opioid Dopaminergik Adrenergik 2 Histamin Histamin Morfin Dopamin Salbutamol Klorfeniramin Simetidin Nalorfin Fenotiazin Propranolol .

Interaksi Fisiologik • Interaksi pd sistem fisiologik yg sama • Menghasilkan peningkatan atau penurunan respon (potensiasi atau antagonisme) • Dapat diramalkan atau diprediksikan sehingga dapat dihindari bila dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan .

Physiological interactions Drug A and Drug B bind to different receptors on the same tissue but give opposite or similar effect Aspirin (anti-platelet) +Warfarin/Coumarin (anticoagulant) Increase bleeding .

MEKANISME OBAT A OBAT B EFEK ORGAN EFEK ORGAN INTERAKSI PENINGKATAN/PENURUNAN EFEK .

Interaksi Farmakodinamik Fisiologis Obat A Sedatif/ hipnotik Antihipertensi Antihipertensi Antikoagulan Antidiabetik Obat B Antihistamin Analgesik Narkotik Antikonvulsi Diuretik Simpatomimetik Aspirin. NSAID Beta bloker Efek Depresi SSP ↑ Efek obat A ↑ Efek obat A  Efek obat A ↑ Efek obat A ↑ .

Pharmacodynamic Interaction Hypnotic / sedative Antihistamine Antihypertension Diuretic Aminoglycoside Cephaloridin depresion SSP  antihypertension  nefrotoxicity .

Perubahan Kesetimbangan Cairan dan Elektrolit • Perubahan cairan dan elektrolit • Mengubah efek obat terutama yg bekerja pada – jantung. – transmisi neuromuskular dan – ginjal .

Obat A Digitalis Antihipertensi ( blocker) Antiaritmia (Prokainamid) Diuretik yg meretensi K (Triamteren) Lithium Obat B Diuretik Fenilbutazon Diuretik Garam K Efek Hipokalemi oleh obat B  toksisitas obat A  Retensi air dan garam oleh obat B  efek obat A  Hipokalemi oleh obat B  efek obat A  Hiperkalemia terutama pd penderita gangguan fungsi ginjal Natriuresis oleh obat B  retensi obat A  toksisitas obat A  Diuretik .

Gangguan Mekanisme Ambilan Amin di Ujung Syaraf Adrenergik • Antagonis kompetitif Obat A Penghambat syaraf adrenergik (Guanitidine) Bretilium Betanidine Guanitidine Obat B Aminsimpatomimetik (Fenilpropanolamin) Efedrin Fenileferin Amfetamin Efek Obat B mengantogonisasi efek hipotensi obat A Obat B mengantagonis efek hipotensi obat A Obat B mengantagonis efek hipotensi obat A Obat B mengantagonis efek hipotensi obat A .

konvulsi.Interaksi dengan Penghambat MAO Obat A Penghambat MAO (Moklobemid) Obat B Fenileferin Efek Menyebabkan pelepasan norepinefrin >>  terjadi krisis hipertensi Penghambat MAO Amfetamin Menyebabkan pelepasan norepinefrin >>  terjadi krisis hipertensi Menyebabkan pelepasan norepinefrin >>  terjadi krisis hipertensi Menimbulkan hiperpireksia dan eksitasi serebral (tremor. koma) Penghambat MAO Dopamin Penghambat MAO Antidepresi Trisiklik .

Interaksi Farmakodinamik • Interaksi yang berdasarkan efek atau aksi yang searah • Interaksi yang berdasarkan efek yang berlawanan arah .

Potensiasi Bila penggunaan satu obat akan menambah efek atau kerja dari obat yang lain . Supra addisi Bila efek obat yang diperoleh lebih besar dari gabungan kedua obat = potensiasi Synergism 1-Addition 2+2=4 e. Trimethoprin + sulfmethexasol 3. Addisi atau Sumasi Efek obat yang merupakan gabungan antara dua obat 2. B Blockers +Thiazide 2-Potentiation 2+2=5 e.g.g.Interaksi Farmakodinamik yang searah • 1.

diurectics that cause hypokalaemia + digoxin . alcohol + barbiturates – hypertension . examples of synergy used therapeutically: – Parkinson's disease: L-dopa + monoamine oxidase B inhibitor – hypertension: vasodilator + negative inotropic • problems can occur.e.g. cell or physiological level) – synergistic effects • commonly used therapeutically.Pharmacodynamic (may occur at receptor. the following show synergy: – CNS sedatives .monoamine oxidase A inhibitor + sympathomimetic – digoxin toxicity .

Interaksi Farmakodinamik yang berlawanan arah • Bila penggunaan dua obat menghasilkan efek yang lebih kecil dari kedua obat tersebut. Antagonism (Opposing) • B-Blockers Propanolol prevent the bronchodilator effect of • Sulbitamol or • Terbutalin •Indomethacine inhibits biosynthesis of vasodilator natruretic prostaglandins then • -->inhibit diuretic effect of Lasix and Thiazide .

Pharmacodynamic (may occur at receptor. cell or physiological level) – antagonistic effects • occasionally used therapeutically to reduce a sideeffect. example: – benzhexol (anticholinergic) used to treat Parkinsonism induced by chlorpromazine (tranquiliser) • problems can occur: – NSAIDs reduce antihypertensive efficacy (reduce renal sodium excretion) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful