Pencemaran Udara

Tekanan Atmosfer (millibars) 0 200 400 600 800 1000 120 Suhu Tekanan Mesopause Termosfer Atmosfer bumi yang terdiri atas beberapa lapisan 80 Stratopause Altitu de (Km) 50 Tropopause Mesosfer Stratosfer Lapisan Ozon 20 Terpanasi dari Bumi Troposfer 0 -80 -40 0 Suhu (oC) 40 80 120 .

40 Distribusi konsentrasi ozon di 30 Altit ude (Km ) Stratospheri c Ozon 20 Stratosfer troposfer dan stratosfer 10 Photochemical Ozon Troposfer 0 0 5 10 Konsentrasi Ozon (ppm) 15 20 .

yang menyerap 95% radiasi UV matahari sebelum sampai ke bumi. – melindungi manusia dari kanker kulit dan mata serta melindungi dari kerusakan sistem kekebalan tubuh. • Adanya filter UV menyebabkan : – manusia dan semua organisme dapat hidup di muka bumi.• Ozon yang terdapat di lapisan stratosfer merupakan hasil reaksi antara molekul oksigen dengan radiasi ultra violet (UV) matahari. . – mencegah oksigen di troposfer berubah menjadi ozon suatu polutan udara yang berbahaya. Ozon di lapisan ini berperan sebagai tabir surya.

etylene dibromide (C2H2Br2).Kelas utama bahan pencemar di udara Kelas Carbon oxides Sulfur oxides Nitrogen oxides Contoh Carbon monoxide (CO). Cabon dioxide (CO2) Sulfur dioxide (SO2). chlorofluorocarbons (CFCs) Partikel padat (debu. gangguan sistem saraf dan cacat kelahiran . nitrous oxide (N2O) (NO dan NO2 sering tergabung bersama dan diberi label NOx Methane (CH4). hydrogen peroxide (H2O2) Radon-222. iodine-131. PCBs. formaldehyde (CH2O2). peroxyacyl nitrates (PANs). nitrogen dioksida (NO2). nitrat dan garam sulfat). butiran air (asam sulfat. yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kanker. Sulfur trioxide (SO3) Nitric oxide (NO). methyl chloride (CH3Cl). Volatile Organic Compound (VOCs) Suspended particulate matter (SPM) Photochemical oxidants Radioactive substances Hazardous air pollutants (HAPs). chloroform (CHCl3). benzene (C6H6). jelaga. dioxines dan pestisida) Ozon (O3). asbestos. plutonium-239 Carbon tetrachloride (CCl4). strontium-90. timbal. propane (C3H8).

• Polutan sekunder adalah bentuk bahan kimia berbahaya di atmosfer yang terbentuk melalui reaksi kimia antara beberapa komponen kimia. Misalnya SO2 dapat bereaksi dengan O2 menjadi SO3. CO dan bahan partikulat (debu dan jelaga). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah SO2. NO2. NO. Contoh lainnya adalah reaksi antara sinar matahari.• Bahan cemaran (polutan) udara dapat diklasifikasikan ke dalam 1) polutan primer dan 2) polutan sekunder. Kemudian SO3 dapat beraksi dengan uap air menjadi asam sulfat (H2SO4). . • Polutan primer adalah bahan kimia (polutan) yang dimasukkan secara langsung ke udara dalam konsentrasi yang membahayakan. hidrokarbon dan NO yang diemisikan oleh kendaraan bermotor dapat membentuk photochemical smog yang pedih bagi mata.

NO2 adalah gas yang menyebabkan warna awan menjadi kecoklatan pada siang hari. dan beriklim kering sudah dapat dipastikan memiliki photochemical smog. stasiun pengisian bahan bakar dan instalasi penyulingan minyak) menghasilkan aldehyde. dan nitrogen dioxide bereaksi memebentuk peroxyacyl nitrates (PANs) (hidrokarbon + O2 + NO2 → PANs). kendaraan bermotor. Photochemical smog adalah campuran bahan yang mengandung polutan primer dan sekunder. Di dalam troposfer (2NO + O2 → 2NO2) yang berwarna coklat kekuningan dengan bau yang tidak enak. Selian itu hidrokarbon. • • . bersuhu panas. Ozon dan aldehydes dalam photochemical smog dapat mengiritasi saluran pernapasan dan merusak tubuh dan tanaman. Sebagian NO2 akan berubah menjadi nitric oxide dan atom oksigen jika terpapar radiasi ultra iolet (NO2 + radiasi UV → NO + O). banyak sinar matahari.Photochemical dan Industrial Smog • • Photochemical smog Rekasi kimia yang diaktifkan oleh sinar matahari disebut reaksi fotokimia (photochemical reaction). yang terbentuk karena pengaruh sinar matahari. Kotakota besar yang memiliki penduduk padat dan banyak kendaraan. oksigen. Atom oksigen yang sangat reaktif ini kemudian bereaksi dengan oksigen membentuk ozon (O + O2 → O3). dikenal dengan nama brown air smog. Di dalam atmosfer (3NO2 + H2O → 2HNO3 + NO). Pembentukan photochemical smog. NO2. O3 dan PANs disebut sebagai photochemical oxidants. Proses pembentukan photochemical smog dapat dijelaskan sebagai berikut. karena mereka dapat bereaksi dengan bahan tertentu di atmosfer (atau di dalam paru manusia). (N2 + O2 → 2NO) di dalam mesin kendaran bermotor dan boiler industri atau pembangkit listrik . Atom oksigen dan ozon kemudian bereaksi dengan VOC (terutama hidrokarbon yang dilepas oleh vegetasi. Secara kolektif.

Partikel garam yang lembut ini ditambah dengan jelaga karbon menghasilkan industrial smog yang berwarna abu-abu (smog gray-air). Proses pembentukan industrial smog sangat sederhana. • • . Sebagian karbon yang tidak terbakar akan berada di atmosfer membentuk jelaga (suspended particulate matter). Di troposfer . selama musim dingin kota-kota tersebut terpapar oleh industrial smog yang mengandung 1) sulfur dioxide. selanjutnya bereaksi dengan uap air membentuk butiran air (aerosol) yang mengandung sulfuric acid (SO3 + H2O → H2SO4). Sulfur yang terdapat dalam batu bara dan minyak juga akan bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioxide. gas yang menyesakkan napas dan tidak berwarna (S + O2 → SO2). Bila dibakar karbon dalam batu bara dan minyak akan terkonversi menjadi carbon dioxide (C + O2 → CO2) dan carbon monoxide (2C + O2 → 2CO). Karena pembakaran di atas. Sebagian dari aerosol ini beraksi dengan ammonia di atmosfer membentuk partikel padat ammonium sulfate (2NH3 + H2SO4 → (NH4)2SO4).• • Industrial smog Lima puluh tahun yang lalu. kota besar seperti London Inggris dan Chicago USA membakar dalam jumlah sangat besar batu bara dan minyak berat (heavy oil) yang mengandung sulfur pada instalasi pembangkit listrik dan industrinya. 2) butiran suspensi sulfuric acid (aerosol yang mengandung asam sulfat) dan 3) dan campuran aerosol lainnya. sebagian sulfur dioxide bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioxide (SO2 + O2 → 2SO3).

• kepadatan penduduk. • jumlah industri.• Frekuensi terjadinya dan besar kecilnya smog di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh: • topografi dan iklim lokal. . dan • bahan bahan yang digunakan dalam industri dan transportasi.

membantu menyapu polutan pindah ke tempat lain atau mengencerkan kadar polutan sehingga kembali bersih. yang membantu membersihkan udara dari polutan. . • Angin.• Pencemaran udara dapat menurun karena adanya: • Hujan. Oleh karena itu kota yang memiliki iklim kering lebih peka terhadap photochemical smog daripada kota beriklim basah.

sehingga mengurangi pengenceran polutan. yang dapat menghalangi atau menurunkan kecepatan angin. sehingga polutan cenderung meningkat di dekat permukaan tanah. • Bukit dan gunung.• Terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan pencemaran udara: • Bangunan di perkotaan. merangsang reaksi kimia sehingga terbentuk photochemical smog. . yang cenderung mengurangi aliran udara yang menuju lembah di bawahnya. • Suhu tinggi.

Inversi suhu menghalangi polutan yang terdapat di lapisan dekatpermukaan tanah naik ke atas. Kondisi Normal . Udara lebih dingin Udara dingin Udara hangat a.

Udara dingin Lapisan inversi suhu hangat Udara dingin b. Kondisi Inversi Suhu .

6). sebaliknya deposisi basah terjadi dalam 4-14 hari pada jarak yang jauh dari sumber emisi. • Sebagian besar deposisi kering terjadi antara 23 hari di dekat sumber pencemaran (emisi).Hujan Asam • Hujan akan turun ke permukaan bumi dalam dua bentuk: • Wet deposition (deposisi basah) (sebagai hujan asam dan uap air dengan pH kurang dari 5. • Dry deposition (deposisi kering) (sebagai partikel asam). .

Acid Rain .

Pengaruh hujan asam • • • • Menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia (bronkitis dan asma) Melarutkan logam seperti timbal dan tembaga sehingga dapat mencemari air minum Merusak patung. • . Menurunkan keuntungan karena produktivitas perikanan. Menurunkan visibilitas atmosfer karena adanya partikel sulfat. dan cat kendaraan. logam. hutan dan pertanian menurun. bangunan.

• .Pencemaran Udara dalam Ruangan (Indoor Air Pollution) • • Konsentrasi 11 bahan pencemar di dalam ruangan lebih besar 2 sampai kali dari yang terdapat di luar ruangan. Risiko terhadap kesehatan oleh adanya pemaparan bahan pencemar ini meningkat. karena manusia menghabiskan sebagian besar (70-98%) waktunya di dalam ruangan dan di dalam kendaraan. • Konsentrasi bahan pencemar di dalam mobil yang terdapat di jalur padat perkotaan dapat mencapai 18 kali lebih besar daripada yang terdapat di luar kendaraan. Konsentrasi partikel halus yang mungkin mengandung logam toksik seperti timbal dan kadmium di dalam ruangan 60% lebih tinggi daripada yang terdapat di dalam ruangan.

karbon dioksida mengalir dari darah melalui dinding alveoli masuk ke dalam paru untuk kemudian dikeluarkan. Bronchial tube ini terbagi menjadi saluransaluran kecil yang jumlahnya sangat banyak dikenal dengan nama bronchiole tubes. yang selanjutnya diikat oleh hemoglobin di dalam darah.Pengaruh Pencemaran Udara pada Kesehatan Manusia • Udara yang kita hirup akan masuk ke dalam trachea yang kemudian masuk ke dalam dua bronchial tubes dari paru. Pada saat yang sama. Pada ujung bronchiole tubes terdapat jutaan kantong udara berukuran sangat kecil yang dinamakan alveoli. Oksigen yang terdapat dalam udara mengalir melalui dinding alveoli. .

. Akibatnya dapat menyebabkan penyakit cardiovascular dan pembesaran jantung. SO2. dan NO2) dapat merusak dan memperlambat kerja silia. capai. sehingga bakteri dan partikel halus lainnya mudah masuk ke dalam alveoli.• Kecapatan reaksi karbon monoksida yang berasal dari asap rokok dan kendaraan bermotor dengan hemoglobin darah adalah 200 kali lebih cepat daripada kecepatan reaksi oksigen dengan hemoglobin. • Karbon monoksida dalam hemoglobin ini dapat menyebabkan sakit kepala. dan gangguan emosi. • Merokok dan pemaparan oleh pencemaran udara yang berat (seperti ozon. Selain itu dapat menyebabkan kerja jantung semakin berat karena harus memompa darah untuk mensuplai kebutuhan oksigen. yang dapat menyebabkan infeksi dan terjadi kanker paru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful