A.

Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sedang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Wawasan dan pengetahuan manusia makin hari makin berkembang, sehingga menyebabkan adanya pergeseran nilai dari peradaban manusia itu sendiri. Memang pada dasarnya setiap perubahan mempunyai arti nilai yang berlainan, baik itu yang berdampak positif maupun yang berdampak negatif. Hanya saja kita sebagai manusia harus lebih arif dan bijaksana dalam mengambil makna dari adanya perubahan tersebut. Sebagai orang teknik terutama orang yang berkecimpung dalam bidang permesinan, tentu menginginkan adanya tambahan wawasan dan pengetahuan dasar yang perlu dipelajari, karena dapat dijadikan sebagai sarana penunjang dalam mempelajari ilmu permesinan lebih jauh. Pengetahuan tentang logam perlu dipelajari karena berhubungan dengan pemakaian logam pada berbagai keperluan. Logam banyak dipergunakan oleh manusia, karena mempunyai sifat-sifat yang tidak dipunyai oleh unsur lain seperti sifat kuat, liat, keras, mengkilap, penghantar listrik dan penghantar panas yang baik juga logam mempunyai titik cair yang cukup tinggi. Pemakaian logam di bidang teknik pada umumnya tidak tunggal. Hal ini bermaksud agar peralatan dari logam berkemampuan baik. Seperti halnya dalam pelapisan dudukan gagang telepon umum di PT. Pindad Persero Bandung, baja dilapisi kembali permukaannya dengan tembaga, nikel dan khrom. Tujuan pemaduan tersebut selain untuk menambah kekuatan juga keindahan,

2

agar tidak mudah korosi. Korosi terjadi selain disebabkan oleh reaksi kimia biasa, juga disebabkan oleh proses elektrokimia. Di negara yang sudah maju, masalah korosi telah mendapat perhatian yang serius sehingga dibentuk lembaga-lembaga yang menangani secara sungguh-sungguh. Fakta membuktikan bahwa kerugian yang diakibatkan korosi sangatlah besar, sebagai contoh seperti berikut.

Kerugian korosi di USA pada tahun 1978

: $ 70.000.000.000

(uhlig)
 

Kerugian korosi di Australia pada tahun 1972 : $ 700.000.000 (uhlig) Kerugian korosi di Inggris pada tahun 1956 : $ 1.000.000.000

(uhlig)

Di Indonesia pada tahun 1992 diperkirakan

: $ 1.000.000.000

(Indicor) Dengan melihat bahaya dan kerugian akibat korosi yang begitu besar, mendorong manusia untuk mencari berbagai cara agar dapat mengurangi terjadinya korosi tersebut. Salah satu upaya untuk umur pakai peralatan dari logam terhadap pengaruh korosi, diantaranya adalah dengan pelapisan. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara pelapisan logam sebagai proteksi terhadap korosi, maka menulis merasa perlu mengkaji lebih jauh melalui skripsi ini.

3

Mekanisme terjadinya Korosi
Mekanisme terjadinya korosi ditinjau dari aspek material adalah adanya ragam jenis material yang menyatu dalam ukuran mikro atau makro. Keadaan struktur mikro, tidak lepas dari historis metalurgi mengenai cara pembentukan dan perubahannya. Karena itulah proses-proses pembentukan dan pengerjaan logam merupakan faktor yang menentukan. Korosi adalah suatu peristiwa di mana reaksi terjadi di antara logam dengan lingkungannya. Reaksi tersebut dengan mudah terjadi karena tingkat keadaan yang sedemikian rupa ingin merubah keadaan dirinya ke bentuk lain. Hasil yang di peroleh dari reaksi adalah bentuk dan keadaan logam tersebut cocok dengan lingkungan tersebut. Reaksi anoda adalah reaksi utama untuk korosi. Akan tetapi, berbagai reaksi katoda mendapat perhatian khusus karena reaksi yang menyerap elektron (katodik) selalu serentak dengan reaksi korosi anodik (menghasilkan elektron). Reaksi yang paling dominan tergantung pada variabel lingkungan elektrolit, seperti suhu dan konsentrasi. (Djapri, 1989: 490) Gambar 2.1 menggambarkan mekanisme pembentukkan karat besi. Besi mempunyai potensial elektroda sebesar – 0,44 Volt dalam Table 2.1 bila membentuk Fe2+ dan akan teroksidasi lebih lanjut menjadi Fe3+ elektron-elektronnya dapat digunakan. Pembentukan hidroksil adalah reaksi katodik, jadi menggunakan elektron oleh karena itu terjadi reaksi di dalam air yang diperkaya oksigen.

40 .0.44 .2.0.0.1.0.74 -0.20 + 0.25 .36 .50 .20 .77 + 0.1 Potensial Elektroda (25oC.0.13 + 0.2.2.77 .66 .23 + 1. larutan mol) Potensial Elektroda yang digunakan oleh ahli elektrokimia dan ahli korosi* (Volt) Potensial elektroda yang digunakan oleh ahli Kimia fisika dan ahli termodinamika* Reaksi setengah Au→ Au3+ + 3e2H2O →O2 +4H+ + 4ePt →Pt4+ + 4eAg→ Ag+ + eFe2+ →Fe 3++ e4(OH).000 .0.74 + 0.96 .44 + 0.0.→ O2 + 2H2O + 4eCu →Cu2+ + 2eH2 →2H= + 2ePb →Pb2+ + 2eSn →Sn2+ + 2eNi →Ni2+ + 2eFe →Fe2+ + 2eCr →Cr 2++ 2eZn →Zn2+ + 2eAl →Al 3++ 3eMg →Mg2+ + 2eNa →Na+ + e- + 1.96 Katodi k (mulia ) Refere ns .23 .4 Tabel 2.25 + 0.2.1.1.14 .1.34 0.40 + 0.92 .36 + 2.76 + 1.71 + 2.66 + 2.14 + 0.50 + 1.76 .000 + 0.71 .0.92 + 2.80 .80 + 0.34 0.13 .0.

P Baja 20 % Ni. 18 % Cr – P Baja 7 % Ni. Dari tabel di bawah makin ke bawah kedudukannya makin kurang mulia atau logam berada di bawah menjadi anoda (larut) di banding yang ada di atas.P Baja 23 – 30 % Cr – P Baja 14 % Ni. 18 % Cr. 25 % Cr . 17 % Cr – P .1989: 489) Anoda Katoda (-) : Fe(s) (+) : 2 H2O(l) 2Fe (s) Fe2+ (aq) + 2e+ O2 (g) + 4e4(OH-) 2Fe2+(aq) + 4OH. Makin jauh perbedaan kedudukan kedua logam dalam deret ini makin besar sifat aktifitasnya. 3 % Mo . tidak terlarut dalam air oleh karena itu mengendap disebut karat dan akan terbentuk pada besi dengan adanya elektrolit. Tabel 2.5 K →K ++ eLi →Li ++ e- Anodi k (Aktif) (Djapri. Sriati.2 Deret Galvanik Beberapa Paduan Katodik Grafit Perak Baja 12 % Ni. 23 % Cr – P Baja 8 % Ni.(aq) Pengendapan + 2H2O(l) + O2(g) Hasil akhir 2Fe(OH-)2 (aq).

23 % Cr .A Baja 7 % Ni.6 % Cr – A Besi cor Baja tembaga Baja karbon .A Ni – resist Baja 23 – 30 % Cr . 18 % Cr. 3 % Mo – A Baja 20 % Ni.A Baja 16 .14 % Cr . 25 % Cr .A Baja 4 . 20 % Cr – P Inconel – P 60 % Ni. Pb – Sn Baja 12 % Ni. 15 % Cr – P Nikel – P Logam monel Tembaga – nikel Nikel – perak Perunggu Tembaga Kuningan 80 % Ni.A Baja 12 . 17 % Cr .6 Baja 16 – 18 % Cr – P Baja 12 – 14 % Cr – P Baja 80 % Ni. 20 % Cr – A Inconel – A 60 % Ni. 18 % Cr .A Baja 14 % Ni. 15 % Cr – A Nikel – A Timah putih Timah hitam Timah patri.18 % Cr .A Baja 8 % Ni.

7 Anodik Paduan aluminium 2017 – T Kadmium Aluminium. Adanya larutan. SO2. Selain air dan oksigen sebagai elektrolit juga gas pembentuk asam (CO2. Faktor-faktor Terjadinya Korosi Di tinjau dari mekanisme korosi dari sudut elektrokimia. Kemampuan membentuk lapisan pelindung d. 1994: 6) Marsudi dalam “Hand Out Teknik Pelapisan” meninjau dari segi material faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan korosi. air atau embun yang mengandung garam sebagai elektrolit. 1100 Seng Paduan magnesium Magnesium (Djafri. 1989: 505) B. Hidrogen. Adanya ketidakhomogenan baik dalam jenis maupun mikro termasuk ketidakhomogenan dalam beban fisik dan kimia (tegangan. Nilai elektro potensial di dalam larutan c. NaCl) yang pada musim penghujan atau pada kelembaban tinggi. (Wahyudin. . Homogenitas fisik dan kimia b. pada prinsipnya korosi terjadi karena. suhu. konsentrasi oksigen dan sebagainya) b. adalah: a. a.over voltage e. Adanya kontak c.

Prinsip penggunaan bahan yang sama dengan yang tahan terhadap jenis korosi tertentu e. 1. Prinsip netralisasi zat koroden sedemikian rupa sehingga tidak berbahaya lagi c. seperti pelapisan dengan cat (coating). tempat. Pelapisan terdiri dari bermacam-macam. Elektroplating Elektroplating atau yang lebih dikenal dengan pelapisan listrik adalah suatu pelapisan logam dengan mengendapkan suatu logam pelapis terhadap logam lain yang akan di lapisi melalui elektrolisis. penghantar panas dan sebagainya. pelapisan anorganik dan lain-lain. Jenis-jenis proses pelapisan logam sering digunakan antara lain. Dengan kata lain elektroplating adalah . tahan goresan (abrasi). overlay. pembalutan (wrapping) d. Adapun prinsipprinsip pencegahan korosi tersebut adalah sebagai berikut.8 C. pelapisan metal coating. pelapisan dengan logam. 1999: 97) Proses pelapisan secara umum bertujuan untuk perlindungan (protektif). a. Prinsip perbaikan lingkungan yang korosif b. pelapisan anorganik 4). lining. Pelapisan dengan cat (organic coating) 2). perlindungan katodik dan perlindungan anodik (Widharto. serta jenis lingkungan yang korosif. misalnya sifat tahan panas. tahan korosi. Sistem Proteksi Korosi Ada beberapa prinsip pencegahan korosi yang penggunaannya disesuaikan dengan jenis peralatan. dan clodding 3). hiasan (dekoratif) atau memperbaiki sifat permukaan lainnya. penggunaan zat pelambat korosi (corrosion inhibitor) f. tahan cuaca. Prinsip perlindungan permukaan dengan cara : 1).

serta dapat memberikan alternatif pemakaian bahan yang lebih murah. pelapisan kuningan 12). pelapisan nikel 5). pelapisan rodium 11). pelapisan perak 9). pelapisan timah 7). hanya saja pada proses galvanisasi tidak terjadi perpindahan elektron tapi terjadi . pelapian timbal 8). pelapisan emas 10).(1999). pelapisan logam pada plastik Proses pelapisan listrik ini telah memberikan dampak yang cukup besar pada penghematan pemakaian logam. Jenis-jenis proses pelapisan listrik menurut Hartomo dalam bukunya “Mengenal Pelapisan Logam (Elektroplating). pelapisan cadmium 2). pelapisan seng 3). Galvanisasi Proses galvanisasi sebenarnya hampir sama dengan proses elektroplating. pelapisan brons 13). di kenal antara lain: 1). 2.9 proses mengendapkan bahan logam pelapis terhadap bahan yang akan dilapisi melalui pertukaran elektron secara konduktif melalui proses oksidasi-reduksi. pelapisan khrom 6). pelapisan tembaga 4).

Semprotan Logam (Metal spray) Menurut Ir. Prinsip dari proses ini adalah bahwa semprotan gas tekan tinggi dapat membuat logam menjadi butiran-butiran halus. Logam yang disemprotkan baik murni ataupun paduan dicairkan oleh sumber arus dan diatomisasikan oleh udara tekan membentuk butir-butir yang sangat halus dan disemprotkan pada permukaan benda kerja membentuk lapisan logam padat. Wahyudin dalam “Metal Spray “ (metallizing proces. Cara ini disebut galvanisasi karena pelindungnya adalah seng (zinc) dan berfungsi sebagai logam yang bersifat anodik terhadap baja yang dilindungi. Walaupun banyak mengatakan lapisan ini termasuk lapisan difusi tetapi adhesi yang diperoleh lebih banyak disebabkan ikatan mekanis dari interdifusi. di mana logam leleh atau cair disemprotkan pada suatu permukaan dan membentuk lapisan. Proses galvanisasi relatif singkat. Kadang-kadang pori-pori pada pelapisan ini di isi dengan resin termoplastik untuk mengikat daya anti karat. Mekanismenya berlangsung pada suhu tinggi sehingga mengakibatkan difusi yang akan menyebabkan transisi karena banyak fasa. Puslitbang Metalurgi-LIPI:1) dikatakan bahwa semprotan logam adalah proses metalisasi (metallizing proces).10 penempelan atau pembekuan logam pelapis terhadap logam yang dilapisi. karenanya pada kebanyakan yang mempunyai kekasaran tertentu akan lebih baik. Kelebihan cara ini adalah dapat dilakukan pada struktur logam yang telah selesai difabrikasi. sehingga adhesinya lebih kuat dibanding elektroplating. 3. biasa disebut juga proses pencelupan panas (hot dipping). kecepatan gas tersebut kira-kira .

Inhibitor pemasif (passivating inhibitor) b. yaitu: a. dapat secara efektif memperlambat atau mengurangi laju pengkorosian yang ada. Selain dengan serbuk logam dapat juga dilakukan dengan mencelupkan bahan yang akan dilindungi ke dalam kalsium yang mencair dan mengandung salah satu bahan yang dipergunakan sebagai pelindung dengan regangan yang inert.2. Inhibitor organis (organic inhibitor) d. Inhibitor penyebab pengendapan (preccipitate inducing inhibitor) e. Bahannya berasal dari bentuk kawat atau serbuk yang kemudian meleleh karena semprotan gas panas yang terbakar (misalnya Oxy. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.11 200-270 m/s.acetylene) atau dengan busur listrik (electric arc). 5. sehingga menyebabkan logam pelindung tadi terdifusi pada permukaan logam yang dilindungi. Sementasi (cementation) Caranya adalah dengan mengguling-gulingkan peralatan yang akan dilindungi ke dalam campuran serbuk logam pelindung atau fluks yang tepat pada suhu tinggi. Inhibitor katodik (catodic inhibitor) c. Inhibitor berbentuk uap (Vapor phase inhibitor) . Ada beberapa jenis inhibitor. Penggunaan Zat Pelambat Pengkorosian (Inhibitor) Inhibitor adalah suatu zat kimia yang apabila ditambahkan dalam jumlah sedikit ke dalam suatu zat koroden (lingkungan yang korosif). Butiran-butiran leleh tersebut kemudian melekat pada permukaan logam yang akan dilindungi melalui proses pendingin cepat seperti pada casting. 4.

Terjadinya emulsi karena fase-fase gas dan cair bercampur disertai gerakan agitasi c. injeksi terus menerus b. valetilasi (dengan ketel uap dan kontainer tertutup) e. cara pengecatan (squeeze treatment) d. d. proses adsorpsi atau terlalu mudah atau lambat larut Penggunaan inhibitor bertujuan untuk melindungi permukaan logam dari serangan korosi. diantaranya yaitu: . karena adanya endapan fosfat. Terciptanya karat baru. a. Pengaruh beracun g. seperti di bawah ini. karena ada beberapa inhibitor dapat bereaksi dan menghasilkan produk yang dapat merusak e. Kehilangan inhibitor karena pengendapan (presipitation). Masalah heat transfer. sehingga ikut aliran dan menyumbat pada filter. turbin dan lain-lain. silikat atau sulfat yang berlebihan f. pelapisan (coating) Penggunaan inhibitor selain untuk mencegah terjadinya pengkaratan juga dapat menimbulkan beberapa masalah. diantaranya adalah. a. Penyumbatan (plugging) karena adanya lapisan oksidasi dan kerak terkelupas. Pembuihan (foaming) akibat pengaruh organic inhibitor b. pemasokan secara setakar-setakar (batch) c.12 Cara pemakaian inhibitor ada beberapa teknik.

Mencegah kehilangan pertukaran panas (heat transfer) e. Mencegah penghentian pabrik (shut down) c. seperti platina disebut elektroda inert. yaitu sebagai berikut. a. Proses elektrolisis. Memperpanjang usia pakai peralatan b. ketika tegangan diterapkan pada elektroda itu. Proses Elektrolisa Elektrolisa adalah suatu proses di mana reaksi kimia terjadi pada elektroda yang tercelup dalam elektrolit.13 a. yaitu:  Elektroda (-) : elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif (-) sumber arus listrik  Elektroda (+) : elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif (+) sumber arus listrik. misalnya penyepuhan sendok yang dilapisi . Mencegah kecelakaan karena rusaknya peralatan d.1999: 139) D. Selama proses elektrolisa terjadi reduksi pada katoda dan oksidasi pada anoda. mengubah energi listrik menjadi energi kimia b. Elektroda yang hanya mentransfer elektron ke atau dari larutan. yang terdiri dari satu jenis larutan atau leburan elektrolit dan memiliki dua macam elektroda. Prinsip dasar elektrolisis berlawanan dengan sel elektrokimia. (Kuswati.2000: 111) Penggunaan elektrolisis dalam industri diantaranya untuk pelapisan logam yang disebut penyepuhan (elektroplating). Elektroda reaktif adalah elektroda yang secara kimia memasuki elektroda. Merupakan reaksi tidak spontan karena melibatkan energi listrik dari luar c. Reaksi berlangsung di dalam sel elektrolisa. Mempertahankan rupa permukaan yang menarik (attractive appearance) (Widharto.

Hukum Faraday Hukum faraday adalah hukum dasar untuk elektrolisis dan sel volta. Faraday (1833) sampai saat ini merupakan basis utama pemahaman elektrokimia. Prinsip penyepuhan logam adalah sebagai berikut.3. Hukum ini digunakan untuk menjelaskan pemakaian sel elektrolisis dalam pemeriksaan kimia. seperti pada gambar 2. keterangan gambar:  Elektron bergerak dari kutub (-) sumber arus listrik ke katoda. molekul pelarut bebas tempatnya ada di anoda maupun katoda 1. aksesoris mobil atau sepeda motor dari logam dan sebagainya. yaitu: (1) Jumlah perubahan kimia oleh satuan arus listrik sebanding dengan banyaknya arus yang mengalir. Sehubungan dengan pemeriksaan kimia. pada katoda terjadi reaksi reduksi  Di anoda terjadi reaksi oksidasi dan elektron mengalir menuju ke sumber arus listrik  Ion (+) bergerak menuju ke kutub (-) dan ion (-) bergerak menuju ke kutub (+).  Katoda  Anoda : logam yang akan disepuh : logam penyepuh  Elektrolit : larutan garam yang mengandung ion logam penyepuh Gejala yang terjadi selama elektrolisis dapat dipelajari dalam sel elektrolisis. . Tujuan pelapisan ini sebagai pelindung (protektif) dan hiasan/ keindahan (dekoratif).14 perak.

t 96. Ar = massa atom v = valensi Ar W = V X Mr W = V X I.500 (Surakiti. 2000: 3) Berat zat hasil elektrolisis baik yang terbentuk di katoda maupun yang terbentuk di anoda dapat dirumuskan dengan hukum Faraday W = e . 1989: 225) .t = muatan dalam satuan coulumb I.t 96. 1989: 225) Pada reaksi elektrolisa dapat dihasilkan gas yang merupakan molekul sehingga Ar dalam rumus dapat diganti dengan Mr. (Hartomo. F (Surakiti.500 (Surakiti. 1989: 224) di mana W = massa zat hasil elektrolisa (gram) e = massa ekivalen zat hasil elektrolisa F = jumlah arus listrik faraday Massa ekivalen (e) suatu zat adalah massa atom dibagi valensi Ar e = v I X t F = 96.15 (2) Jumlah aneka bahan berbeda yang dibebaskan oleh sejumlah tertentu listrik sebanding dengan berat ekivalen kimianya.500 I = arus dalam ampere t = detik i.

3. Pengaruh Agitasi Proses agitasi umumnya selalu digunakan pada proses elektoplating. Pengaruh Suhu. Pengaruh PH Pengaruh pH bila tinggi (terlalu basa) akan menyebabkan hasil lapisan salah satunya adalaah poros dan pitting (bintik deposit). Pb. terjadi bunga karang pada anoda (kristalisasi). sedangkan bila temperatur sangat rendah didapat hasil kehitam-hitaman dan berpowder. 4. PH.16 E. Pengaruh Suhu Pada proses elektroplating. sedangkan bila pH rendah (terlalu asam) mengakibatkan hasil pelapisan yang lunak. Pada umumnya bila kadar pengotor sudah melebihi batas akan memberikan pengaruh pada thowing power dan hasil dari lapisan akan didapatkan retak-retak karena terlalu keras serta di daerah tertentu akan terjadi current density menjadi rendah. jika temperatur sangat tinggi pada waktu proses akan didapat hasil pada umumnya lunak. Cu. Dengan demikian . karena proses agitasi ini memberikan distribusi ion yang homogen. dll). 2. ini akan menghasilkan lapisan yang buram. Pengaruh Pengotor Pengotor yang sangat mempengaruhi pengendapan pada proses elektroplating adalah pengotor metalik (Fe. terbakar pada current density yang normal. Pengotor dan agitasi 1. Ag. pengaruh suhu sangat menentukan hasil pelapisan.

Seng biasanya untuk pelapisan baja secara galvanis atau tumbal disebut juga hot-dipping (celup panas). )1999). 2. Pelapisan Tumbal Pelapisan “Tumbal” dipergunakan untuk melindungi logam basis. pelapisan protektif dan dekoratif. 1. tahan atmosfer garam. pelapisan logam rekayasa. Selain itu seng juga bisa di elektroplating dengan semprot dan sebagainya. mengelompokkan logam tersebut pada lima kelompok yaitu pelapisan “tumbal”. korosi tidak mekar dan mudah dikontrol dibanding dengan seng. Proses protektif dekoratif lebih dikenal dengan istilah vernikel. . Pelapisan Protektif-Dekoratif Pelapisan protektif-dekoratif dimaksudkan agar logam yang dilapisi selain melindungi juga agar penampilan logam tersebut lebih indah. lebih mudah disolder. memikat serta menarik. F. Prosesnya disebut pelapisan anodik (relatif terhadap substrat seng dan kadnium biasanya digunakan untuk melindungi besi atau baja di buat lapisan serat tetapi tidak awet kadnium lebih murah. logam-logam jarang pakaiserts berbsgsi jenis logam campuran atau paduan (alloy).17 pengaruh agitasi akan memberikan hasil pelapisan yang merata dan tidak akan terjadi pitting in mechanically agitated solution. karena banyak sekali maka Hartomo dalam bukunya “Mengenal Pelapisan Logam (Elektroplating). Klasifikasi Logam Pelapisan Berbagai macam pelapisan logam yang digunakan untuk plating.

timbal. osmium. paladium. rhodium. Nikel di pakai untuk berbagai bidang teknik dan rekayasa karena tahan korosi dan tahan aus. Pelapisan Rekayasa Logam rekayasa adalah diantaranya emas. Kelompok Platina (rutenium. ketiga logam ini merupakan finishing elektroplating standar. platina. yaitu: a. timah. Khrom dimanfaatkan untuk “hardchrom plating” (memperoleh kekerasan dahsyat. . hanya rhodium untuk dekoratif). platina. Logam-logam walau kelihatan penting dalam banyak hal. Di dunia pelapisan yang sangat populer adalah tembaga. Jadi walaupun fisik dan kimianya beda tapi dijadikan satu kelompok. kobalt karena harganya mahal. perak. 4. iridium. 3. Ketiga logam ini bertujuan proteksi-dekorasi. Pengelompokkan ini didasarkan pada seni keindahan di samping fisik dan kimianya. nikel dan khrom.18 verkhrom dan semacamnya. Selain timah dan timbal logam tersebut adalah logam mulia. termasuk logam mulia. indium juga harganya mahal. Penggunaan emas dalam industri cenderung meningkat sehingga memunculkan masalah karena harganya mahal dan kerepotan menangani regenerasi resinnya. Logam Jarang Pakai Kelompok logam yang jarang pakai ada dua. untuk finishing elektroplating misalnya besi (Fe) karena mudah terkorosi. tembaga sebagai lapis dasar sebelum vernikel atau verchrom tetapi ada juga dipakai sebagai elektrotyping serta elektroforming (tahan aus dan korosi).

potensial elektroda terlalu negatif. sifat magnetik piawai. lunak. warna dan daya pikat dekoratif unggul. Logam-logam yang memang sukar atau jarang diplating dari larutan biasa. 5. lebih tahan korosi. Alloy tembaga-timah-seng sudah banyak dipraktekkan dalam elektroplating. memberi lakuan panas. yang biasa dipakai adalah tembaga. Tembaga (Cu) Tembaga mempunyai sifat ulet. Pelapis-pelapis Dekoratif dan Protektif Hasil pelapisan vernikel dan verchrom lebih awet. b. Alloy Nikel-posfor dan Nikel-Wolfram lebih bagus dari “ hard-Chrom” lebih efisien dan daya lontar lebih besar pada prosesnya. Keunggulan dari platingalloy seperti sifat baik. liat. lebih indah. Plating Paduan atau Cammpuran (Alloy) Kebanyakan logam. berair. 1. over potensial hidrogen. lebih memikat dan berkilauan. warna kuningan dapat menyaingi emas.19 Logam-logam di atas mudah dilapiskan dari larutan berair dengan elektrodeposit baik. G. nikel serta khrom. mekanisme reaksinya. tidak terlalu teroksidasi oleh udara. Tembaga mempunyai dua macam senyawa yaitu . misalnya molibdium dan wolfram. kecuali tembaga dipergunakan dalam bentuk paduan pada industri penghantar listrik. karena termodinamika. ketahanan korosi lebih unggul di banding tembaganya sendiri dan lebih keras.

1999: 50) Caranya dengan mengurangi aktivasinya. Karena bersifat mulia (elektroplating).10 0. sianida. tembaga-berilium. stabil dalam larutan berair.31 0. Cu²+ + M Cuº + M²+ (Hartomo. asam (sulfat atau fluoborat) serta bak kompleks pirifospat. lebih cepat hasilnya lebih cerah.3 Ciri Operasi Sianida Tembaga (Hartomo.5 60 3-4 500 .4 Bak Plating WATTS Nikel Sulfat WATTS Nikel sulfat Nikel khlorida Nikel total sebagai logam Asam borat Anti-pit 30% (ml/l) Suhu ºC PH Rapat arus (A/m²) (%M) 0.13 0. atau seng.Tabel 2. yang penting terjadi deposif-celup pada logam yang kurang mulia. Kupri atau tembaga. mengkomplekskan misalnya memakai sianida. hanya larut air bila terkompleks oleh logam seperti. Plating tembaga mudah.46 0. Ciri-ciri operasi bak sianida dapat di lihat pada tabel di bawah. Alloy utama ialah perunggu (dengan Seng) dan kuningan (timah) Aluminiumkuningan. b. amonia. 1999: 51) 2. Nikel Tabel 2. Setelah diplat dipindahkan pada bak yang lebih baik. Bak plating tembaga yang terkenal ialah jenis sianida (modifikasi). Senyawa tembaga.20 a. reaksinya. khlorida atau asetonitril. tembaga mudah diendapkan dengan deret gaya derek listrik lebih tinggi seperti besi.

riwayat lakuan mekanisme. Nikel merupakan logam plating paling peka terhadap aditif bak platingnya. konsentrasi dan komposisi anodanya. Tabel 2.5 Rochelle 150-600 300 55-70 13 Efisiensi Tinggi 100-1000 500 63-82 25 lebih Nikel bersifat ferromagnetik jika di atas 353ºC bersifat paramagnetik. keuletan dan keliatan baik termal dan daya hantar baik. Khrom Sifat mekanis khrom sangat peka terhadap pengotor. Senyawa nikel dijadikan katalis dan elektroplating. ukuran butiran. 1999: 52) Strike Rapat arus ktoda (A/m²) Rapat arus anoda Suhu ºC Tebal (mikron) 100-300 100 50-63 2. kondisi permukaan. Watts. 3. khrom relatif inert dalam berbagai kondisi lingkungan. (1916). Nikel mempunyai kekerasan dan kekuatan sedang. Menemukan formulasi bak plating yang baik dan sampai sekarang masih digunakan dengan perbaikan aditif.21 (Hartomo.5 .

waktu dan ekonomi) b. Ada dua jenis bak plating asam khromat yaitu. Tahapan Proses Pelapisan Menurut Marsudi dalam “Hand Out Teknik Pelapisan”. tahan aus dan goresan. 1. katalis tercampur. amplere meter . warnanya putih kebiruan dan cemerlang. dengan ion katalis (dapat encer atau pekat tergantung garapan. trapo slide regulator b. konvensional. a.02 100 (Hartomo. dan lebih melindungi substrat.22 Bak Plating Khrom Dasar Bak Plating Khrom Asam khromat Sulfat Nisabah CrO3 SO4²¯ Bak Encer (% M) 0. tahan noda. Rectivier c.98 0. katalis juga berkandungan fluorida atau fluosilikat G. 1999: 58) Khrom merupakan finishing bagi sistem plating protektif-dekoratif nikel atau tembaga-nikel. Alat-alat yang digunakan a. prosedur pengerjaan pelapisan adalah sebagai berikut.

b) waktu pencucian selama 5 sampai 10 menit tergantung ketebalan karatnya 2) Untuk logam-logam seperti kuningan.23 d. tempat-tempat larutan dari bahan plastik atau gelas 2. kabel-kabel dan penjepit e. a. 1) Untuk logam besi a) larutan yang digunakan yaitu asam klorida (HCl) 15 %. Larutan pencuci asam (Pickling) Tujuannya untuk menghilangkan karat-karat yang terjadi pada permukaan logam yang akan dilapisi. MC – 101 AP sebanyak 10 gr/liter. tembaga. bronz dan sejenisnya a) larutan yang di pakai merupakan campuran dari     asam sulfat (H2SO4) asam nitrat (HNO3) asam khlorida (HCl) air (H2O) : 30 gr/l : 15 gr/l : 1 gr/l : 54 ml/l . larutan pencuci lemak (degreasing) Tujuannya untuk menghilangkan zat-zat organik (misalnya. dengan temperatur 55oC. mengklasifikasikan jenis larutan sesuai dengan kebutuhan proses pelapisan. Larutan Pencuci Menurut Marsudi dalam Hand Out Teknik Pelapisan. oli yang melapisi permukaan logam yang akan di pickling) larutan yang di pakai yaitu. 3.

Pelaksanaan pelapisan zincate (aluminium). Pelaksanaan pelapisan Pelaksanaan praktek pelapisan menurut Masudi dalam buku Petunjuk Praktek Pelapisan menerangkan sebagai berikut. Lanjutkan dengan pencucian asam selama 3 sampai 5 menit e. 4. Setelah pencucian lemak selesai bilas dengan air bersih sampai larutan lemak lepas d. pelapisan ini dilakukan bila benda kerja terbuat dari aluminium dan paduannya dengan urutan kerja sebagai berikut.24 b) waktu pencucian 15 sampai 60 detik tergantung dari kondisi bendanya. Bahan yang telah bersih di cuci dengan pencucian lemak selama 10 sampai 2 menit c. 1) Atur temperatur larutan zincate agar tidak melebihi temperatur 25ºC sampai 35ºC 2) Benda kerja yang akan dilapisi masukan ke dalam larutan lapis zincate selama 30 sampai 60 detik 3) Setelah waktu pelapisan 30 sampai 69 detik angkat dan bilas dengan bersih hingga zincate terlepas 4) Kemudian lanjutkan ke proses pelapisan tembaga g. Bahan atau benda kerja yang akan dilapisi dibersihkan dari kotoran b. Kemudian bilas kembali dengan air bersih sampai larutan asam lepas f. Pelaksanaan pelapisan tembaga (Cu) . a.

seperti mengatur rapatan arus dan lainnya . larutan terlebih dahulu dipanaskan dengan temperatur 50ºC sampai 55ºC 2) Benda kerja yang dilapisi tembaga dan sudah bersih. Pelaksanaan pelapisan Nikel 1) Sebelum benda kerja dimasukkan ke dalam larutan pelapisan nikel. dimasukkan ke dalam larutan pelapis nikel di mana benda kerja pada elektroda katoda (negatif) 3) Langkah-langkah selanjutnya sama dengan pada proses pelapisan tembaga.25 1) Panaskan dan atur temperatur larutan pelapis tembaga 30ºC sampai 55ºC 2) Kemudian masukan benda kerja ke dalam larutan pelapis tembaga 3) Hubungkan elektroda anoda dan katoda ke sumber arus searah (rectifier) di mana benda kerja pada katoda sedangkan pelapis pada anoda 4) Atur besar rapat arus sesuai dengan luas permukaan benda kerja yang akan dilapisi 5) Setelah siap maka stop kontak dari sumber listrik (rectifier) atau arus listrik dihidupkan 6) Selang waktu 5 menit benda kerja diangkat dan langsung di bilas dengan air bersih hingga larutan lapis tembaga lepas 7) Kemudian lanjutkan ke proses pelapisan nikel h.

5. Proses Pelapisan Cu – Ni .26 4) Setelah 5 menit benda kerja di angkat dan langsung di bilas hingga larutan nikel lepas 5) Kemudian dilanjutkan ke proses pelapisan khrom i.Cr.Cr Pelapisan logam dengan menggunakan lapis Cu – Ni . Bagan 2. langkah prosesnya di lihat pada bagan di bawah ini.1 Proses Pelapisan Cu-Ni-Cr Jika diperlukan (diampelas) Pekerjaan mekanis Cuci lemak (degreasing) Bilas Cuci Asam (Pickling) . Pelaksanaan pelapisan khrom 1) Sama dengan pelapisan nikel yaitu mengatur temperatur 50ºC sampai 55ºC 2) Masukkan benda kerja yang sudah dibilas ke dalam larutan khrom pada elektroda negatif (katoda) 3) Atur rapatan arus yang dibutuhkan dan lainya 4) Setelah 2 detik benda kerja diangkat dan langsung dibilas hingga larutan dekoratif lepas lalu dikeringkan.

Elektrolit yang digunakan a. 2000: 5) 6.5 gr/liter : 525 gr/liter : : 1 gr/liter 10 gr/liter Lapisan Zincate Bilas b. Komposisi larutan pada pelapisan tembaga dasar (Strike) 1) NaCN 2) Cu(CN)2 : 80 gr/l : 53 gr/l .27 Bahan Alumunium Bilas Lapisan Tembaga Bilas Lapisan Nikel Bilas Lapisan Krom Bilas Pengeringan (Marsudi. Komposisi larutan pada pelapisan Zincate 1) Zinc Iksid (ZnO) 2) Ferri Clorid (FeCl) 3) Caustik Soda (NaOH) 4) Rocelle salt [NaK(C4H4O6)] : 97.

5 gr/liter : seperlunya A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam hal ini menggunakan penelitian deskriptif. mengenai fakta. Pelaksanaan metode ini tidak hanya terbatas pada pengumpulan data. Komposisi larutan pada Pelapisan Khrom 1) CrO3 2) H2SO4 3) Chrom Mist : 250 gr/liter : 2. Metode deskriptif adalah metode yang hakekatnya didasarkan pada faktor yang ada atau fenomena yang memang secara empiris hidup dalam penurunannya. Metode tersebut sesuai dengan objek yang di teliti dalam penelitian ini yaitu proses pelapisan . tetapi juga adanya analisis interprestasi data.28 3) Liquid CU-60 : 2 ml/liter c. Tujuannya adalah untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis. faktual dan akurat. sifat-sifat serta fenomena yang diselidiki. Komposisi larutan Pada pelapisan Nikel kilap (Bright) 1) NiSO4 2) NiCl2 3) H3BO3 4) Brigtener MU 5) Brigtener Mnt : 250 gr/liter : 50 gr/liter : 40 gr/liter : 2 ml/liter : 2 ml/liter d.

2. Setelah data terkumpul dilakukan penyusunan dan penganalisaan data. Objek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah proses pelapisan logam (Elektroplating ) pada pelapisan dudukan gagang telpon umum. Tahap persiapan Dalam tahap persiapan ini. B.. Tahap pelaporan . menyusun poposal penelitian dan menyiapkan instrumen penelitian. 1. yaitu sebagai berikut. mengadakan studi. Prosedur Penelitian Prosedur pengambilan data ini terbagi atas beberapa tahap. 3. Tahap pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini penulis mengumpulkan data dari observasi langsung dan wawancara melalui konsultasi dengan pihak yang lebih mengerti tentang proses elektroplating. penulis malaksanakan kegiatan ini yang meliputi : survey tempat dan objek penelitian.29 logam (elektroplating) pada pelapisan dudukan gagang telpon umum di PT. C. Pindad Persero. pemilihan judul.

1. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik pengamatan (observasi). Observasi langsungyaitu pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala subjek yang diselidiki.30 Pada tahap ini. Hasil survey dapat pula digunakan untuk mengadakan prediksi mengenai fenomena sosial tertentu. Teknik wawancara (interview) Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data dengan mengadakan responden interaksi dengan mengajukan pertanyaan sesuai dengan topik penelitian. Adapun penjabarannya sebagai berikut. Wawancara dapat dilakukan dengan cara wawancara terstruktur dan non struktur. Teknik pengamatan (observasi) Observasi dalam penelitian ini adalah observasi langsung. 2. aplikasi studi dokumen untuk mengumpulkan data. wawancara baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur yang disertai dengan pencatatan survey lapangan. setelah sempurna dilanjutkan dengan penyusunan dan penulisan laporan hasil dari penelitian yang dilakukan. penulis mengadakan penyempurnaan data yang telah disusun dan dianalisis. Adapun yang diamati dalam penelitian ini adalah proses pelapisan (elektroplating) pada pelapisan dudukan gagang telepon umum sampai pemeriksaannya. Wawancara terstruktur dilakukan dengan cara menyiapkan . Jadi Observasi ini menitikberatkan pada hasil survey lapangan. D.

E. SUMBER DATA Sumber data yang dimanfaatkan dalam penelitian ini berasal dari bebarapa pihak. Pindad Persero Pembimbing lapangan. 4. 7. 2. Wawancara ini ditujukan kepada Kedepum. Divsin bertempat di kantor kepala. sedangkan wawancara non struktur adalah dengan melakukan wawancara secara bebas. Pindad Persero Ketua departement umum QA PT. Pindad Persero Ketua departement umum QM PT. 3. Sedangkan wawancara non struktur dilakukan di lapangan saat observasi langsung. Pindad Persero Ketua pusat QM PT. Pindad Persero Ketua departement umum Divsi PT.31 instrumen dan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab atau ditanggapi oleh responden. 5. Data hasil wawancara digunakan sebagai data penunjang untuk skripsi ini. PT Pindad Persero Bandung . secara spontan tanpa menyusun pertanyaan karena kebanyakan hal yang ditanyakan berhubungan dengan proses kerja dilapangan atau praktek lapangan. Ketua departement diklat PT. 6. tidak terencana dan bersifat spontan. Teknik wawancara terstruktur dilakukan dengan menggunakan pertanyaan yang dilakukan dengan menggunakan pertanyaan yang telah di susun terlebih dahulu sebelum wawancara. diantaranya. Pindad Persero Ketua pusat QA PT. 1.

TEKNIK ANALISIS DATA Dalam penelitian ini selain mengadakan observasi dan wawancara.di PT. 1989: 225) X I. untuk penganalisaan data diperlukan pemahaman terhadap proses pelapisan sampai pemeriksaan dan pengujian yang menjadi populasi penelitian. Perpustakaan PT. Pindad Persero Semua staf dan karyawan pada workshop departement produksi plating. 9. F. 1989: 224) Ar W = V 96. yaitu tebal ratarata di hitung dari: Berat jenis Volume = Berat total benda Volume Tebal = luas permukaan (PT. Pindad Persero) . Pindad Persero. Untuk menghitung berat endapan maka digunakan konsep Faraday di mana : W = e . Secara teknis data yang didapatkan di seleksi sesuai dengan permasalahan yang telah ditetapkan.32 8. F (Surakiti.t dan perhitungan untuk uji mutu secara analisis kimia atau stripping.500 (Surakiti.

Mengkaitkan data yang telah diklasipikasikan dengan teori yang di pakai Mendeskripsikan data-data hasil penelitian yang telah diolah dan disusun.18 % dan Mn < 0. yaitu baja ST 37 yang unsur paduannya < 0. A.02 %. Langkah-langkah pada proses pra pelapisan ini.1 %. Setelah selesai diampelas. Si ≈ 0. F ≈ 0. kemudian benda kerja dirotofinishing dengan menggunakan media type C-10-DS selama kurang lebih 2 jam 3.13 %. Menyusun hasil observasi dan wawancara Melakukan perhitungan berat endapan dan uji ketebalan Melakukan editing Mengklasifikasikan data atau koding. dan dengan bantuan . 1. 4. S ≤ 0.33 % C. koding adalah usaha mengklasifikasikan jawaban hasil wawancara menurut jenisnya 5. 2. 6. sebagai berikut. Dengan demikian untuk menganalisis data dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. digunakan untuk penulisan laporan skripsi. Setelah selesai dirotofinishing. PROSES PRA PELAPISAN Bahan dasar dudukan gagang telepon umum.33 Dari data hasil analisis kemudian diinterprestasikan hingga menjadi suatu kesimpulan. Benda kerja yang akan dilapisi terlebih dahulu di ampelas permukaan pinggirnya agar tidak runcing atau tajam 2. 3. 1. kemudian benda kerja dimasukkan kedalam mesin Blasting dengan tingkat kehalusan (gread) 10.

PROSES PELAPISAN Tahapan proses pelapisan Tembaga – Nikel – Chrom adalah sebagai berikut. B.34 kompresor semua permukaan benda kerja disemprot untuk dibersihkan dari segala macam kotoran baik yang berbentuk terak ataupun karat 4. Solvent degrasing Pada proses ini benda kerja direndam di dalam cairan TCE (Tri Cloro Etilen) atau dalam wash bensin selama 1 sampai dengan 2 menit. 1. Setelah disemprot. temperatur 60oC dan voltage 5 – 6 volt. Pembilasan dengan air mengalir . kemudian benda kerja disikat dengan menggunakan sikat kawat. 5. Tujuan adalah untuk memperbaiki permukaan supaya tidak terlalu kasar. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lemak dari proses machining atau dari proses penyimpanan. Elektro degreasing Tujuan dari proses ini adalah untuk menghilangkan lemak yang masih menempel pada benda kerja dengan menggunakan proses elektrolisa. Benda kerja siap untuk dilapisi. 2. Media yang digunakan adalah Metal Cleaner dengan komposisi 60 – 120 gr/liter air. 3.

pada suhu kamar selama 1 . Proses cianida diffing Pada proses cianida diffing. benda kerja di celup dalam larutan Natrium Cianida (NaCN) 15 gr/liter selama 1 . Hal ini disesuaikan dengan luasnya bahan yang terkena karat. Tujuannya adalah untuk mengaktifkan permukaan yang akan dilapisi dan untuk menyesuaikan kondisi pada larutan intinya. pada suhu kamar.15 menit. selama luas bahan yang terkena karat maka semakin lama waktu diperlukan untuk membersihkannya dan begitu sebaliknya. Bila tidak dilakukan pembilasan maka kotoran yang masih menempel pada benda kerja bekas proses sebelumnya akan terbawa pada proses berikutnya sehingga akan menjadi pengotor yang akan mempengaruhi pada hasil pelapisan berikutnya. 4. Tujuan dari proses ini adalah untuk menghilangkan karat yang menempel pada benda kerja.15 menit.5 menit. 7.35 Beralih dari tahap pengerjaan satu ke tahap berikut. Proses pickling (celup) Pada proses ini benda kerja dicelup pada larutan HCl 15% volume + korosiv. 6. Pembilasan dengan air mengalir Tujuannya sama dengan di atas. Pembilasan dengan air mengalir Tujuannya sama dengan di atas. 8. Proses Cuperplating . Proses ini memerlukan waktu antara 1 . 5. atau setelah pencucian. karena masih ada bahan terdahulu menempel permukaan substrat bahan yang dielektroplating maka perlu dilakukan pembilasan.

6 (basa) 5 – 15 menit 1: 2 Bahan imbuh. tapi sangat dirahasiahkan komposisinya. 3. 5. Pada pelapisan ini yang bertindak sebagai anoda adalah tembaga murni dan katodanya adalah benda kerja sendiri. Bahan-bahan CuCN Na(CN)2 NaOH Temperatur Arus yang dipakai Voltage pH Waktu proses berlangsung Luas katoda dan anoda Ukuran 22 gr/liter 33 gr/liter 15 gr/liter 30 – 50oC 1 – 1. Pembilasan dengan air mengalir . Anti fitting 9. 2. 9.1 Bak Cuper plating No. Nisol 1207 3. 4. Tabel 4.5 Amp/dm2 6 volt 12 – 12. Nisol 1206 2. 6. 1. 8. 1.36 Tujuannya adalah untuk melapisi benda kerja dengan tembaga. 7.

2 (bersifat asam) 6 – 8 Amp/dm2 1 : 1 . 4. Bahan-bahan NiSO4 NiCl H3BO3 Wetting agent Brightening Nikel Temperatur yang digunakan pH laruta CD (Current Density) Luas katoda dan anoda Ukuran 300 – 375 gr/liter 60 – 90 gr/liter 41 – 45 gr/liter 5 – 10 cc/liter 2. Pembilasan dengan air mengalir Tujuannya sama dengan di atas. 9. 12. Bila tidak di lakukan maka kemungkinan akan terjadi pecah hasil pelapisan. karena teroksidasi dengan udara luar. 1. Media yang dipakai dalam proses ini adalah asam sulfat (H2SO4) 250 gr/liter pada temperatur 40oC dengan waktu 30 detik sampai dengan 1 menit. 5. Proses acidiving Proses acidiving bertujuan untuk mengaktifkan permukaan. 6. 3.2 Bak Nikel-plating No. 7. Adapun media yang digunakan adalah sebagai berikut. 2. Proses Nikel-plating Proses ini bertujuan untuk melapisi benda kerja dengan Nikel. Tabel 4. 10.5 – 5 cc/liter 66 – 71oC 4 – 4. 11. 8.37 Tujuannya sama dengan di atas.

14. Proses Acidiving Proses ini bertujuan sama seperti di atas yaitu untuk mengaktifkan permukaan agar tidak terjadi pecah hasil lapisan. 2. Bahan-bahan CrO3 H2SO4 Temperatur Ampere (CD) Ukuran 250 – 350 gr/liter 1 : 100 45 – 60 C 40 – 55 Amp/dm . Waktu yang diperlukan untuk proses acidiving ini berkisar antara 20 detik – 1 menit. 4. Tabel 4. Untuk HCl temperaturnya berada pada suhu kamar. Pengadukan atau agitasi dilakukan dengan memakai blower udara. 15. 16. 3.3 Bak Pelapisan Krom No. Proses pelapisan khrom Proses pelapisan krom bertujuan untuk melapisi benda kerja yang sudah di vernikel dengan lapisan khom (verchrom). Media yang digunakan biasa berupa larutan HCl 15% atau larutan H2SO4 250 gr/liter. sedangkan H2SO4 temperaturnya 40oC. Pembilasan dengan air mengalir Tujuannya sama dengan di atas. 1.38 Waktu yang digunakan untuk pelapisan nikel ini tergantung dari ketebalan benda kerja yang akan dilapisi. Pembilasan dengan air mengalir Tujuannya sama dengan di atas. 13.

20.39 5. 1. Proses pelapisan tembaga Jenis pelapis yang digunakan adalah cuper murni yang bertindak sebagai anoda (+) dan benda kerja (dudukan gagang telepon ) sebagaii katoda (-). Waktu yang diperlukan 30 detik sampai dengan 1 menit. JENIS PELAPIS Jenis pelapis yang di pakai untuk pelapisan dudukan gagang telepon dengan menggunakan proses pelapisan Tembaga . Temperatur air tersebut berkisar antara 98 – 100oC. 6. C. Waktu yang digunakan Luas katoda dan anoda 1 – 5 Menit 1 : 1 Pembilasan dengan air mengalir (2X) Tujuannya sama dengan di atas. 18. 17. Pemeriksaan Proses pemeriksaan hasil lapisan dapat dilakukan secara visual (QA) atau dapat dilakukan dengan mesin (QM).Nikel – Krom adalah sebagai berikut. Proses cuper-platirng ini diperlukan sebagai proses pelapisan dasar dan bertujuan untuk . Pencelupan dengan air panas Tujuannya adalah untuk mengeringkan benda kerja dan untuk menghilangkan tegangan-tegangan sisa dari pelapisan. 19. Pengeringan Pengeringan ini biasanya dimasukkan ke dalam oven atau biasa juga di lap.

Proses pelapisan krom Pada proses pelapisan krom pelapis yang digunakan adalah krom murni yang merupakan anoda (+) dan benda kerja sebagai katoda (-). Bak-bak Elektrolit atau bak plating Susunan bak-bak elektrolit sesuai dengan urutan proses pelapisan Tembaga Nikel – Krom di atas. Menyediakan sarana hantaran listrik d. Sebenarnya proses ini biasa saja tidak dilakukan atau diabaikan seandainya kita hanya memikirkan kepentingan dekoratif saja tanpa memikirkan kekuatan (umur pakai) dari benda kerja tersebut. Mengubah atau mengatur bentuk fisik deposit . 1. pelapis yang digunakan adalah nikel murni yang bertindak sebagai anoda (+) dan dudukan gagang telepon sebagai katoda (-). D. PERALATAN YANG DIGUNAKAN Peralatan yang digunakan pada proses pelapisan untuk dudukan gagang telepon ini secara garis besar dijabarkan sebagai berikut. Sebagai sumber logam yang dideposisi b. Metabilitas larutan (terhadap hidrolisis). Proses pelapisan Nikel Untuk proses pelapisan nikel. 3. sebagai berikut. 2. Kandungan bak plating tujuannya. Membentuk kompleks dengan ion logam deposisinya c. a. Buffer (stabilitsasi keasaman /pH) e.40 menambah kekuatan hasil pelapisan.

Rectivier Rectivier berfungsi sebagai penyearah arus dari arus bolak-balik (AC) di ubah menjadi arus searah (DC). Bak palting untuk proses Nikel berkapasitas 700 liter c. Bak plating untuk tembaga berkapasitas 700 liter b. Bak plating untuk pembilasan berkapasitas 500 liter 2. Kabel-kabel Kabel-kabel ini berfungsi untuk mengalirkan arus listrik. Membantu pelarutan anoda mengatur sifat-sifat lain larutan atau depositnya Kapasitas bak-bak plating yang dipergunakan untuk pelapisan dudukan gagang telepon di PT. 4. a. 3. Dengan kata lain memindahkan benda kerja dari bak satu ke bak lainnya selama proses pelapisan berlangsung. Pindad Persero adalah sebagai berikut. 5. Troli Troli ini berfungsi sebagai alat Bantu untuk memindahkan benda kerja dari tahap pengerjaan satu ke tahap pengerjaan berikutnya.41 f. Bak plating untuk Krom berkapasitas 3000 liter d. . Alat pegang atau penjepit Alat penjepit ini berfungsi memegang atau menjepit benda kerja yang akan dilapisi.

Pemeriksaan Pengamatan (Visual) Tujuan pemeriksaan ini untuk memeriksa cacat permukaan lapisan.0001. maka di hitung tebal rata-rata yang harus dihasilkan dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan. yang di sebut Proba. 1. Pemeriksaan ini diperlukan agar kualitas lapisan baik sesuai pesanan. meneliti struktur dari hasil pelapisan. Jika dari pemeriksaan ultrasonik terdapat tanda-tanda kerusakan maka di periksa lebih lanjut dengan pemeriksaan sinar X. menggunakan alat yang dapat mengirim dan menerima suara. Prinsip kerja dari pemeriksaan ini yaitu. .000 cps sampai 20.42 E. dudukan gagang telepon diberi suatu rambatan gelombang ultrasonik dengan frekwensi kurang lebih 10. Pada pemeriksaan tebal lapisan digunakan mikromete khusus dengan skala 0. Sebelum dilakukan pengukuran. PEMERIKSAAN HASIL PELAPISAN Pemeriksaan hasil lapisan dapat dilakukan secara visual (QA) maupun secara mesin (QM). Cacat yang ditimbulkan dari lapisan di terima proba kemudian ditunjukkan dengan kertas pencatat.000 cps. baik cacat permukaan maupun cacat tebal lapisan. Pemeriksaan Ultrasonik Pemeriksaan ultrasonik bertujuan untuk mendeteksi adanya cacat pada benda. mengukur tebal pelapisan. 2.

dudukan gagang telepon umum difoto.1 pemeriksaan Ultrasonik (PT. dari hasil pmeriksaan yang berupa film akan terlihat letak cacat.43 Gambar 4. Pindad Persero Bandung) 3. . Pemeriksaan Sinar X Pemeriksaan sinar X diperlukan untuk memeriksa lebih teliti letak kerusakan yang di maksud pada pemeriksaan ultrasonik. Prinsip kerja sinar X yaitu.

kecuali pekerja khusus. Pelapisan Cuper (Cu) • • • • Rapat arus = 1. Jika sudah ditemukan letak cacat maka dilakukan perbaikkan pada hasil pelapisan tersebut sesuai kadar cacat pada tiap benda.44 Gambar . di hitung berat endapan pelapis rata-rata dan tebal lapisan rata-rata. Foto sinar X ini bentuknya portable sehingga dapat di pindah-pindah. 1. Pindad Persero Bandung) Pada pemeriksaan sinar X daerah radius kurang lebih 10 – 15 m harus dikosongkan dari manusia. Perhitungan luas permukaan benda terdapat pada Lampiran V. C. Nilai-nilai farameter di ambil nilai tengahnya saja misalnya pada cuper-plating. Pemeriksaan Sinar X (PT. misalnya rapat arus 1 – 5 Amp/dm2.25 Amp/dm2 Waktu = 10 menit = 600 detik Berat atom Cu = 63. Perhitungan Dalam perhitungan ini.54 Valensi = 2 . maka diambil 3 Amp/dm2.

2468 gram 0. W e = = v 63.1855 gram .54 = 2 I F = 96.25 = = Berat endapan Cu tiap dm. t = 31.77 e x Ar F 0. W = = = Berat endapan total.500 0.500 1.7518 x X w 0.2468 e x 31.94 gr/dm3 Berat endapan cuper (Cu).00777 C/dm2 x 600 .77 F x 0.45 • Beret jenis Cu = 8. Wtot Wtot = = = Tebal pelapisan Berat Volume = A 0.00777 96.

71 Valensi = 2 Berat jenis Ni = 8.81 = 2 i F = 96.02075 dm2 Volume Berat endapan Nikel (Ni) W e = = V 58.405 e Ar .94 0.500 x t = 29.02075 = = 2.1855 = = Tebal pelapisan = Luas permukaan 0.0276 dm 8.46 Berat jenis 0.7518 0. F . Pelapisan Nikel (Ni) • • • • • Rapat arus = 7 Amp/dm2 Waktu = 15 menit = 900 detik Berat atom Ni = 58.9 gr/dm3 0.

1622 dm3 0.4432 gram Berat Volume = Berat jenis 1. W = = = Berat endapan total Wtot = = Tebal pelapisan Nikel (Ni).7518 = 3. Pelapisan Chrom (Cr) 0. 0.1622 = 0.500 900 = Berat endapan Ni tiap dm.9 volume Tebal pelapisan = Luas pemukaan = 0.9196 1.2157 dm .47 7 = x 96.9196 gram 0.4432 = 8.405 x x F 0.7518 x 1.06528 1.yaitu.06528 C/dm2 e 29.

48

• • • • •

Rapat arus = 47,5 Amp/dm2 Waktu = 3 menit = 180 detik Berat atom Cr = 54,938 Valensi = 2 Berat jenis Cr = 7,19 gr/dm3 W e = = V 54,938 = 2 I F = 96,500 47,5 = 96,500 = 0,0886 27,469 C/dm2 x 0,0886 x 180 x t = 27,469 e x Ar F

Berat endapan Crom (Cr).

Berat endapan krom, yaitu. W = = Berat endapan total. Wtot = = Tebal pelapisan chrom (Cr). Berat Volume = 0,7518 x 2,4338 1,8297 gram

2,4338 gram

49

Berat jenis 1,8297 = 7,19 volume Tebal pelapisan = Luas permukaan 0,2545 = 0,7518 = 0,3385 dm = 0,2545 dm3

A. Simpulan
Berdasarkan hasil observasi dan pembahasan yang telah dilakukan terhadap sistem proteksi korosi pada pelapisan dudukan gagang telepon umum dengan proses pelapisan logam (elektro-plating), maka di peroleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. 1. Proses pelapisan yang digunakan pada pelapisan dudukan gagang telepon umum di PT. Pindad Persero Bandung menggunakan pelapisan Cu – Ni – Cr. Dengan tembaga sebagai pelapis dasar yang dimaksudkan untuk menambah kekuatan daya lekat pelapisan juga sebagai penampah sifat konduktif dari logam yang dilapisi.

50

2. Dalam pelaksanaan proses pelapisan antara di lapangan dan teori terdapat perbedaan, misalnya perbedaan jenis dan komposisi larutan, tahapan proses, waktu, arus, temperatur, pH, perbandingan katoda dan anoda. Hal ini berkaitan dengan faktor ekonomis, luas permukaan benda, kekuatan pelapisan, daya hantar, biaya, kualitas pelapisan. 3. Kekuatan sifat pelapis pada suatu logam bisa dipengaruhi oleh adhesi antara lapisan, kebersihan permukaan benda, internal stress, kekerasan dan porositas lapisan, kelengkapan tahapan proses pelapisan, jenis elektrolit, jenis pelapis dan jenis paduan.

B. Saran
Setelah melalui proses yang panjang dimulai dari awal penelitian hingga akhir penelitian, maka kiranya penulis ingin memberikan saran-saran yang berhubungan dengan kejadian selama penelitian. 1. Untuk memperoleh hasil pelapisan yang berkualitas perlu adanya kontrol yang baik terhadap tahapan proses pembuatannya. 2. Pada proses pemeriksaan cacat dan tebal hasil pelapisan diambil sample dari tiap produksi untuk mengurangi biaya. 3. Keselamatan kerja harus benar-benar diperhatikan dengan baik terhadap pelaksanaan proses pelapisan. DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA TERSTRUKTUR

1. Apa saja yang di produksi oleh PT Pindad Persero selama ini?

Bagaimana proses pelapisan pada dudukan gagang telepon ini! 9.Apa saja kondisi operasi yang harus diperhatikan ? . tebal. cuperplating ! 12. Proses pelapisan yang dilakukan pada apa saja? 4.Jenis elektrolit dan bahan imbuh apa saja yang digunakan pada proses pelapisan dudukan gagang telepon ini! 13.Bagaimanakah jenis pelapis pada proses pelapisan dudukan gagang telepon ! 14. Apa bahan dasar dari gagang dudukan gagang telepon tersebut? 7. Bagaimana proses awal sebelum pelapisan! 10.Nikel – Chrom! 11.Bagaimana proses pelapisan Tembaga . Berapa ukuran. Apakah produksi yang dibuat semuanya sudah memenuhi standart internasional? 3. cianida diffing. pembilasan. elektro degreasing. panjang dari dudukan gagang telepon ini? 8.51 2.Apa tujuan dari solvent degreasing. Berapa kapasitas produksi pelapisan gagang telepon ini? 6. diameter. pickling. Pada pelapisan dudukan gagang telepon umum menggunakan proses apa? 5.

waktu.52 15.Apa saja peralatan yang digunakan pada pelapisan ini? 17. arus yang diperlukan dalam proses pelapisan ini? 16.Berapa temperatur. Bagaimana dengan mesin (engineering) untuk proses elektro-plating ini? 18.Bagaimana proses pemeriksaan atau uji mutu dari hasil pelapisan? LAMPIRAN II DIAGRAM PROSES PELAPISAN DUDUKAN GAGANG TELPON SECARA ELEKTRO-PLATING .

1997) LAMPIRAN III DIAGRAM PROSES PELAPISAN BENDA KERJA .53 DIAGRAM PROSES AWAL PELAPISAN BENDA KERJA PROSES AMPELAS PROSES ROTOFINISHING PROSES BLASTING PROSES PENYIKATAN SIAP DILAPISI (PT. Pindad Persero.

54 SOLVEN DEGRADASING ELEKTRO DEGRADASING PEMBILASAN PICKLING PEMBILASAN CIANIDA DIFFING PEMBILASAN CUPER PLATING PEMBILASAN ACIDIVING PEMBILASAN NIKEL PLATING .

Pindad Persero.55 PEMBILASAN ACIDIVING PEMBILASAN CHROM PLATING PEMBILASAN 2* PENCELUPAN DENGAN AIR PANAS PENGERINGAN PEMERIKSAAN (PT. 1997) LAMPIRAN V PERHITUNGAN LUAS PERMUKAAN BENDA KERJA A. Luas lingkaran (depan + blk) = µ/4 ( D22 – D12) = 3.14 (742 .482) = 2490.02 mm2 . Komponen I 1.

5 x 18 x 3 = 27 mm2 . Komponen II 1. Luas sehi empat (kiri + kanan) 5.8 mm2 ** Luas komponen mm2 I = (2490.6 mm2 = 3. Luas selimut K2 = µ x D2 x L = 3. Luas segi empat (bawah) 4. Luas selimut = 2 (15 x 13) = 390 mm2 = 5 x 13 = 65 mm2 = 2 ( 5 x 15 ) = 150 mm2 K1 = µ x D1 x L = 753.42 mm2 B.02 + 390 + 65 + 150 + 753.6 + 1161.14 x 74 x 5 = 1161.14 x 74 x 5 6. Luas segi empat (depan + belakang)  = 2 x 96 x 8 = 1536 mm2 luas segi tiga a = 0.8) = 5010.56 2. Luas segi empat (depan + blk) 3.

625 mm2 = 12.56) = 1416. 7518 dm2 .815 mm2 *** Luas seluruh = luas komponen I + luas komponen II = 5101.5 + 19.57      .625 + 12. Luas segi empat (samping) ** Luas komponen II = 2 x 5 x 96 = 960 mm2 = 5x8 = 40 mm2 = ( 1416.5 x 34 x 3 = 0. 42 + 2416.14 x 22 = 4.5 x 3 x 3 = 0. Luas segi empat (atas = bawah) 3.5 mm2 = 19.Luas lingkaran a .Luas lingkaran b = 0.26 mm2 * Luas segi empat (dp + blk) – (luas segitiga + luas lingkaran) = (1536) – (27 + 4.Luas segitiga c .815 mm2 2. 235 mm2 = 0.14/4 x 52 = 3.Luas segitiga d .815 + 960 + 40 ) = 2416. 7518235 dm2 = 0.5 x 3 x 3 = 3. 815 = 7518.Luas segitiga b .5 + 51 + 4.5 mm2 = 51 mm2 = 4.

58 luas ini akan dipakai dalam perhitungan berat endapan dan tebal pelapisan. - + \Ampere + - . Bilas dengan pickling sesuai air bersih dengan jenis logamnya. LAMPIRAN VI SKEMA PROSES PELAPISAN Benda celup dalam kerja larutan degreasing bilas dengan air bersih cuci dalam lar.

PINDAD PERSERO. 1997) LAMPIRAN IV .59 Trafo Rectifier Proses Pelapisan Keringkan bilas dengan air bersih (PT.

Cacat memanjang Layar CRT d2 d1 100% .60 ULTRASONIC FLAW DETECTOR A. 1 2 3 4 5 B. Normal Probe Layar CRT 100% d2 50% d2 : ditunjukkan masing-masing pada layar 0 CRT. Tidak terdapat cacat.

Cacat sebagian Layar CRT 100% d2 d1 50% 0 1 2 3 4 5 D. maka terjadi cacat memanjang. Cacat tidak beraturan . Cacat sebagian Layar CRT 100% d1 d2 50% 0 1 2 3 4 5 E. 0 1 2 3 4 5 C.61 50% Gelombang ultrasonic di terima dan dipantulkan kembali.

62 Layar CRT 100% 50% 0 1 2 3 4 5 ANGLE GLOBE 100% .

63 d t S1 S2 50% 0 1 2 3 4 5 100% t 50% 0 1 2 3 4 5 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful