You are on page 1of 63

Skenario C Blok 19 tahun 2013 Tn.

A, 47 tahun, datang berobat ke klinik Neurologi RSMH dengan keluhan nyeri pinggang yang menjalar ke kaki kiri. Nyeri ini dialami sejak 2 hari lalu. Nyeri mula-mula terjadi setelah menurunkan koper dari kabin pesawat. Nyeri pinggang ini sering dialami tapi bersifat hilang timbul. Nyeri terasa ketika bersin, atau batuk. Riwayat jatuh terduduk dialami 2 tahun lalu. Tn. A bekerja sebagai karyawan bank swasta. Pemeriksaan Fisik: Vital sign: TD = 120/80 mmHg, Nadi = 80 x/mnt, pernapasan = 24 x/mnt, suhu = 37 o C, VAS =7 Pemeriksaan Neurologi: Laseq dan Kernig sign (+) pada kaki kiri. Refleks fisiologis KPR & APR menurun pada kaki kiri. Gangguan sensibilitas berupa hipestesi dari ibu jari kaki ke lutut. Pemeriksaan Penunjang: • Hasil laboratorium rutin: dalam batas normal • Foto vertebra: kesan lordosis melurus, penyempitan diskus L4-L5, L5-S1 suspek HNP • MRI: Protrusio diskus L4-L5, L5-S1 • Elektromiografi: kesan kompresi radiks L4-L5, L5-S1 I. Klarifikasi Istilah 1. Nyeri = Suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan yang nyata atau yang berpotensial untuk menimbulkan kerusakan jaringan. 2. VAS = Visual Analog Scale; Suatu cara untuk menilai intensitas nyeri. 3. Laseq sign = Pada skiatika, timbul nyeri pada fleksi pinggul ketika lutut dalam keadaan ekstensi tetapi tidak nyeri ketika lutut fleksi. 4. Kernig sign = Pada meningitis, ketidakmampuan mengekstensikan kaki secara lengkap pada posisi duduk atau berbaring dengan paha difleksikan ke arah abdomen. 5. KPR = Knee Pess Refleks, yaitu refleks tendon patella. 6. APR = Achilles Pess Reflex; Pemeriksaan yang bertujuan untuk menilai derajat refleks pergelangan kaki (Achilles). 7. Hipestesi = kepekaan yang menurun abnormal terutama terhadap sentuhan.

8. Sensibilitas = kemampuan untuk meraba atau merasakan. II. Identifikasi Masalah 1. Tn. A, 47 tahun, karyawan bank swasta datang berobat ke klinik Neurologi RSMH dengan keuhan nyeri pinggang yang menjalar ke kaki kiri. Nyeri ini dialami sejak 2 hari lalu. Nyeri mula-mula terjadi setelah menurunkan koper dari kabin pesawat. 2. Nyeri pinggang ini sering dialami tapi bersifat hilang timbul. Nyeri terasa ketika bersin, atau batuk. 3. Riwayat jatuh terduduk dialami 2 tahun lalu. 4. Pemeriksaan Fisik 5. Pemeriksaan Neurologi 6. Pemeriksaan Penunjang III. Analisis masalah 1. A. Bagaimana hubungan riwayat nyeri 2 hari yang lalu setelah menurunkan koper dengan nyeri pinggang sekarang? Ketika menurunkan koper dengan posisi yang salah dapat mengakibatkan trauma fisik terhadap susunan tulang belakang yang dapat mengakibatkan menonjolnnya bahkan keluarnya nucleus pulposus dari discus intervertebralis ke annulus fibrosus yang dapat menyebabkan penekanan syaraf baik spinal, maupun saraf tepi dengan pencetus berupa mengambil koper sebagai penambah beban dan menekan nucleus pulposus yang selanjutnya akan menekan syaraf spinal maupun saraf tepi yang menimbulkan rasa nyeri. B. Anatomi dari susunan saraf tulang belakang? Columna vertebralis adalah pilar utama tubuh. Merupakan struktur fleksibel yang dibentuk oleh tulang-tulang tak beraturan, disebut vertebrae. Vertebrae dikelompokkan sebagai berikut : - Cervicales (7) - Thorachales (12) - Lumbales (5) - Sacroles (5, menyatu membentuk sacrum) - Coccygeae (4, 3 yang bawah biasanya menyatu)

Tulang vertebrae ini dihubungkan satu sama lainnya oleh ligamentum dan tulang rawan. Bagian anterior columna vertebralis terdiri dari corpus vertebrae yang dihubungkan satu sama lain oleh diskus fibrokartilago yang disebut discus invertebralis dan diperkuat oleh ligamentum longitudinalis anterior dan ligamentum longitudinalis posterior. Sebagian besar HNP terjadi pada L4-L5 dan L5-S1 karena: 1. Daerah lumbal, khususnya daerah L5-S1 mempunyai tugas yang berat, yaitu menyangga berat badan. Diperkirakan 75% berat badan disangga oleh sendi L5S1. 2. Mobilitas daerah lumabal terutama untuk gerak fleksi dan ekstensi sangat tinggi. Diperkirakan hamper 57% aktivitas fleksi dan ekstensi tubuh dilakukan pada sendi L5-S1. 3. Daerah lumbal terutama L5-S1 merupakan daerah rawan karena ligamentum longitudinal posterior hanya separuh menutupi permukaan posterior diskus. Arah herniasi yang paling sering adalah postero lateral.

Gambar Hernia Nucleus Pulposus.

• Pekerjaan dan aktivitas: Pekerjaan yang membutuhkan duduk yang lama. pekerjaan yang menuntut untuk mengangkat barang. Sedangkan pada pekerjaan yang dilakukan dalam posisi duduk dan berada didepan computer dalam jangka lama akan memberikan pembebanan pada cervical sehingga dapat menimbulkan terjadinya gangguan diskus pada cervical. dan lain-lain. D. Biasanya pekerjaan seperti mengangkat barang dalam posisi membungkuk dimana pinggang banyak diberi beban dapat menyebabkan terjadinya trauma pada lumbal disc.Gambar normal anatomi Gambar Herniated disc. • Jenis kelamin: Laki-laki lebih beresiko daripada perempuan. Apa etiologi dari nyeri pinggang? . C. Bagaimana hubungan umur dan pekerjaan dengan keluhan nyeri pinggang? • Umur: Semakin bertambah umur resiko semakin tinggi terutama usia 30-50 tahun.

2.1. rematoid dan arthritis. 2002). Sakit pinggang akibat sikap yang salah. dan saraf C. Sedangkan saraf C adalah saraf yang menghantarkan rasa nyeri lambat yang kronik (Guyton. Bagaimana mekanisme nyeri pinggang? Tubuh dilengkapi berbagai macam mekanisme. Posisi tubuh yang tidak tepat pada saat bekerja karena kursi yang digunakan tidak ergonomis. Karena Ketegangan Otot (Psikis). Ketiga reseptor tersebut tersambung dengan syaraf aferen yang terdiri dari saraf A alfa. 3. kandungan. tumor. Untuk menghantarkan nyeri dalam tubuh terdapat ujung saraf aferen sebagai reseptor nyeri yang mengubah Rangsangan fisik kimia dan biologi dan menjadi 3 jenis reseptor rasa mekanisme reseptor berbagai rasa tidak enak proses perubahan ini disebut transduksi. Saraf A alfa adalah syaraf bermielin yang menghambat nyeri. Seperti tekanan mental ataupun pikiran yang berlebihan dapat menyebabkan tulang belakang mengencang dan kaku serta nyeri. Karena Penyakit Reumatik. Saraf A delta dan serat C meneruskan implus nyeri menuju kolumna dorsalis medula spinalis. suhu dan nyeri yang bersifat cepat dan tajam. dan osteoporosis. Keadaan seperti ini disebut dengan nyeri pinggang psikogenetik. 1999). Dapat disebabkan antara lain: cidera. Sakit pinggang pada penyakit rematik antara lain: Osteoaritis. Sakit pinggang pada penyakit organ dalam tubuh yang sering dijumpai adalah sakit pinggang akibat penyakit prostate.AC. kompensasi dan perlindungan untuk mengantisipasi perubahan-peruahan lingkungan baik diluar maupun didalam tubuh. A delta. Sakit pinggang pada kelainan tulang belakang. (Nadesul. 5. saraf eferen A delta masuk kesel saraf di lamina I dan bagaian luar lamina untuk menyebrang kontra lateral yaitu ke anterior medulla spinalis fener berjalan keatas menuju ke batang otak dan felamus melalui 2 jalur. batu ginjal. Saraf A delta adalah saraf bermielin yang menghantarkan rasa. Mekanisme tersebut ada yang didasari dan tidak didasari nyeri salah satu mekanisme perlindungan tubuh yang penting. infeksi. Jalur lengkung yang melalui spiro atau kalamilus ke korfelus somatosensoris . Rangsangan nyeri dapat membangkitkan dua reaksi yaitu reaksi yang secara sadar mengalami rasa nyeri dan reaksi yang tidak disadari berupa reflek-reflek yang menyertai nyeri seperti menghindari sendi yang mengalami kerusakan dan ketegangan otot. penyakit lambung. 4. Pengawasan. E.

cutaneus femoris posterior. F.sehingga nyeri mulai bisa dirasakan. tungkai bawah bagian atas). seluruh otot pada crus dan pedis. Sedangkan jalur tidak langsung melalui formasio sefikularis ke korteks selebri dan korteks asosiasi sehingga dapat dirasakan intensitas. Proses perjalanan nyeri dinamakan Transmisi (Guyton. Saraf ini adalah saraf yang terbesar dalam tubuh manusia yang mempersarafi kulit regio cruralis dan pedis serta otot-otot di bagian dorsal regio femoris. di sebelah ventral caput longum m.biceps femoris dan m. di sebelah dorsal m. selanjutnya berada di antara m. berjalan melalui foramen infra piriformis. Disc space L3-4 L4-5 L5-S1 . ischiadicus yang mempersarafi kaki bagian belakang. paha bagian belakang.biceps femoris. Lalu saraf ini bercabang dua menjadi N.quadratus femoris.rotator triceps.PERONAEUS COMMUNIS. berjalan descendens di sebelah dorsal m. Bagaimana mekanisme nyeri menjalar ke kaki kiri? Adanya nyeri di pinggang bagian bawah yang menjalar ke bawah (mulai dari bokong.TIBIALIS dan N. berada di sebelah lateral n. Lokasi dan Lamanya nyeri. masuk ke dalam fossa poplitea. 1999). serta seluruh persendian pada extremitas inferior. Dikarenakan mengikuti jalannya n. Berasal dari medulla spinalis L 4 – S 3.semimembranosus.

B. Sehingga ketika tidak batuk dan mengangkat beban berat. beban tekanan lebih minimal untuk menopang tubuh sehingga rasa nyeri lebih ringan bahkan tidak timbul oleh karena itu pasien mengeluh nyerinya bersifat hilang timbul. 3. terdapat tanda khas yaitu gejala ini muncul setelah ada faktor pemicu seperti batuk. extensor gastrocnemius. hallucis longus plantar flexor of toes thigh. dorsum of Lateral foot.Root affected Muscles affected L4 Quadriceps L5 S1 Peroneals. jarak intervertebrae memendek. A? Jatuh terduduk cukup keras dan langsung dapat menyebabkan pecahnya Nucleus Pulposus (gel pada disc/bantalan ruas tulang belakang) akibat tekanan . atau mengejan. Ini dikarenakan ketika batuk. Mengapa nyeri terasa ketika bersin atau batuk? Pada nyeri radikuler atau pada kasus adalah iskialgia diskogenik yaitu nyeri radikuler yang dirasakan sepanjang tungkai yang mengenai nervus ischiadicus yang disertai dengan parestesia/hipestesia. Bersin atau batuk di sini merupakan faktor presipitasi yang menyebabkan stres minor pada diskus intervertebralis yang memicu munculnya nyeri. Mengapa nyeri bersifat hilang timbul? Karena batuk dan mengangkat sesuatu dapat meningkatkan beban tekanan pada tulang belakang. mengangkat beban. tibial. tekanan terhadap nervus craniales di vertebrae tersebut meningkat sehingga nyeri yang dirasakan meningkat. Great toe. nucleus pulposus semakin tertekan. bersin. ruang intervertebrae mengecil. small toe Ankle jerk Aggravates root pain Area of pain and Anterior sensory loss Reflex affected Straight leg raising medial shin foot Knee jerk Posterior tibial Many not increase Aggravates root pain pain 2. anterior Gluteus maximus. atau mengejan terjadi peninggian tekanan didalam ruang araknoidal. A. bersin. batuk. A. Munculnya nyeri yang dipresipitasi oleh bersin. disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan intraspinal. Apa dampak jatuh terduduk dengan nyeri yang dialami Tn.

malah cenderung mereka bisa langsung berdiri dan melakukan aktivitas seperti biasa.berat/shock di sepanjang tulang belakang. sehingga dapat menahan shock/tekanan yang lebih tinggi. yang Nucleus Pulposusnya telah mengalami degenerasi/penurunan karena kandungan air telah menurun (aging process). kandungan air dalam Nucleus Pulposus masih tinggi. biasanya mereka tidak akan merasakan sakit pada saat itu juga. Hal ini dikarenakan karena perbedaan elastisitas dari Nucleus Pulposus (gel pada disc/ bantalan ruas tulang belakang) itu sendiri. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari pemeriksaan fisik? • TD = 120/80 mmHg = normal • Nadi = 80x/mnt = normal (60-100x/menit) • Pernafasan = 24x/mnt = normal (16-24x/mnt) • Suhu = 37oC = normal • VAS 7 = nyeri berat 0-3 = nyeri ringan 4-6= nyeri sedang 7-10 = nyeri berat . Namun kebanyakan kasus yang terjadi. 4. Berbeda halnya bila cedera ini terjadi pada orang yang sudah berumur. Pada anak muda yang mengalami jatuh seperti ini. Mereka akan merasakan nyeri pada pinggangnya secara langsung. A. mereka akan merasakan gejala sakit pinggang bertahun-tahun kemudian. ketimbang pada orang tua. Nucleus Pulposus terdiri dari air dan kolagen yang mempunyai kekuatan dan elastisitas untuk menahan beban dalam ruas tulang belakang. Pada anak muda. pada saat kita berdiri dan duduk.

triceps surae (m.gastrocnemius caput mediale. Reflex Achilles menurun karena otot-otot yang membentuk tendo Achilles yakni m.5. iskalgia. A. HNP) • Tanda kernig (+) dijumpai pada penyakit-penyakit seperti yang terdapat pada laseq (+) • Refleks fisiologis KPR kompresi saraf L5 menyebabkan penurunan sensoris pada bagian lateral tungkai bawah sampai ke jari medial (ibu jari) serta mengakibatkan turunnya refleks patella (KPR) • Reflex fisiologis APR menurun menunjukkan bahwa terdapat gangguan pada lower motor neuron (LMN). iritasi pleksus lumbosakral (ex. . Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari pemeriksaan neurologi? Pemeriksaan Neurologi Laseq sign Hasil + (sakit/tahanan timbul pada sudut <70° (dewasa) dan Kernig sign <60° (lansia) + (terdapat tahanan dan rasa nyeri sebelum mencapai Refleks fisiologis KPR Refleks fisiologis APR Hipestesi dari ibu jari ke sudut 135°) Menurun Menurun Gangguan sensibilitas Abnormal Abnormal Abnormal Abnormal Normal Interpretasi Abnormal lutut • Tanda laseq (+) dijumpai pada meningitis.

Bila sudah timbul rasa sakit dan tahanan sebelum mencapai 70 derajat maka disebut tanda laseq positif. Kernig sign juga dapat mengindikasikan adanya herniated disk atau spinal tumor. Pada tanda laseque. kemudian satu tungkai diangkat lurus.ischiadicus yang merupakan nervus yang mempersarafi otot tersebut. Untuk pemeriksaan ini dilakukan pada pasien yang berbaring lalu kedua tungkai diluruskan (diekstensikan). maka dikatakan kernig sign positif. Setelah itu tungkai bawah diekstensikan pada persendian lutut sampai membentuk sudut lebih dari 135 derajat terhadap paha.plantaris) mengalami gangguan akibat terjepitnya n. Tanda kernig yang positif mengindikasikan adanya meningitis atau subarachnoid hemorrhage. • Gangguan sensibilitas terjadi karena ada kompresi HNP sesuai dengan radiks yang terkena.m. m. makin kecil sudut yang dibuat untuk menimbulkan nyeri makin besar kemungkinan kompresi radiks sebagai penyebabnya. • Kernig sign Kernig sign adalah indikator untuk mendiagnosa iritasi meningeal. Pada pemeriksaan kernig sign. dan m. dibengkokan (difleksikan) persendian panggulnya. dan interpretasi Laseq dan Kernig sign? • Laseq sign Laseq sign merupakan indikator untuk mendiagnosis adanya iritasi radiks lumbar atau nervus sciatica. Demikian juga dengan tanda laseque kontralateral. Bila terdapat tahanan dan rasa nyeri sebelum atau kurang dari sudut 135 derajat.soleus. B. Namun pada pasien yang sudah lanjut usianya diambil patokan 60 derajat. pasien yang sedang berbaring difleksikan pahanya pada persendian panggul sampai membuat sudut 90 derajat. Tungkai yang satu lagi harus selalu berada dalam keadaan ekstensi. Laseque sign juga menunjukkan adanya ketegangan pada saraf spinal khususnya L5 atau S1. tujuan. .gastrocnemius caput laterale. Pada keadaan normal dapat dicapai sudut 70 derajat sebelum timbul rasa sakit dan tahanan. Bagaimana cara pemeriksaan.

Respons: ekstensi tungkai bawah karena kontraksi m. quadriceps emoris. Bagaimana cara pemeriksaan. femoralis (L 2-3-4) Afferent: idem • APR Cara Pemeriksaan: Tungkai difleksikan pada sendi lutut dan kaki didorsofleksikan. Ketuklah tendo patella dengan Hammer. dan interpretasi refleks fisiologis KPR dan APR? Tujuan pemeriksaan: untuk mengetahui bagaimana refleks fisiologis dan melihat ada tidaknya gangguan konduksi impuls pada nervus ischiadicus. . • KPR Cara Pemeriksaan: Pasien duduk pada tempat yang agak tinggi sehingga kedua tungkai akan tergantung bebas atau orang coba berbaring terlentang dengan fleksi tungkai pada sendi lutut. Efferent: n.C. tujuan.

Pemeriksaan Rasa Raba Stimulus : gumpalan kapas.S 1-2 ) Afferent: idem Prosedur respons refleks sering dikelaskan dengan nilai 0 sampai 4+. tibialis ( L. Bagaimana cara pemeriksaan. dan interpretasi sensibilitas? Sensasi (sensibilitas) dapat dibagi menjadi 4 jenis . gastrocnemius Efferent: n.Ketuklah pada tendo Achilles. Superfisial / eksteroseptif / protektif Meliputi : rasa raba. Respons: plantar fleksi kaki karena kontraksi m. tujuan. lakukan pemeriksan di bagian proksimal sampai batas ketinggian gangguan sensorik ditentukan. Kelainan korteks . a) 4+ : hiperaktif dengan klonus terus menerus b) 3+ : hiperaktif c) 2+ : normal d) 1+ : hipoaktif e) 0 : tidak ada refleks D. Teknik : Menyentuh pasien dengan alat stimulus pada tubuh pasien dan bandingkan bagian-bagian yang simetris. Instruksi kepada pasien : “beritahukan kepada saya setiap saat anda merasakannya dan dimana anda merasakannya. Kami akan mengujinya dengan mata anda dalam keadaan tertutup” Hasil : Jika sensasi abnormal. yaitu : 1. 5 . rasa suhu A.. kertas atau kain yang ujungnya diusahakan sekecil mungkin. rasa nyeri.

Bagian yang simetris harus diusahakan agar berada dalam kondisi yang sama. . Hypesthesia suhu terhadap rasa dingin sering dijumpai pada lesi talamik. Pemeriksaan ini juga menunjukkan tingkat subyektivitas yang tinggi. Pemeriksaan Rasa Nyeri Stimulus : ujung yang tajam dari ujung swab stick yang patah . Therm – anesthesia dingin / panas : tidak merasa panas / dingin Therm-hypesthesia dingin / panas : kurang merasa panas / dingin Therm-hyperesthesia dingin / panas : lebih merasa panas / dingin. bila dibandingkan dengan bagian distal ekstremitas. Hal ini disebabkan oleh adanya daerah persarafan yang bertumpang tindih satu sama lain. apakah anda merasakan rasa dingin atau panas dan dimana anda merasakannya” Hasil : perubahan rasa suhu dinyatakan dengan kata anesthesia suhu. Namun seringkali gangguan sensorik tidak sesuai dermatomal atlas anatomik. jika bagian simetris dibandingkan. Pemeriksaan Rasa Suhu Stimulus : tabung reaksi yang diisi dengan air es (10-200 celcius) untuk rasa dingin dan untuk rasa panas dengan air panas (40-500 celcius). apakah anda merasakan tajam atau tumpul dan dimana anda merasakannya “ C. Instruksi kepada pasien : “pejamkan mata anda. ujung tumpul menggunakan ujung swab stick yang tidak patah Teknik : rasa nyeri dibangkitkan dengan menusuk dengan jarum atau dengan menggunakan benda tumpul pada tubuh pasien dan bandingkan bagian-bagian yang simetris.sensori akan mengganggu kemampuan untuk melokalisasikan daerah yang disentuh. beritahukan saya setiap kali saya menyentuh bagian tubuh anda. Teknik : Diperiksa di seluruh tubuh dan dibandingkan bagian-bagian yang simetris. Suhu yang kurang dari 50C dan lebih dari 500C akan menimbulkan rasa nyeri. Instruksi kepada pasien “pejamkan mata anda. dibuka pakaiannya secara bersamaan. Bagian proksimal ekstremitas biasanya kurang peka terhadap rasa dingin. beritahukan saya setiap kali saya menyentuh anda. Penting dicatat bila ada gangguan sensorik dengan batas jelas. tusukan harus sama kuat. B. jarum atau peniti.

3. melihat. rasa getar / pallesthesia. Dalam / propioseptif Meliputi : rasa gerak / kinetic. A. Jika radiks yang terkena penonjolan diskus adalah L5-S1. C. enek dan rasa nyeri pada visera Khusus Meliputi : kemampuan menghidu. rasa sikap / statognesia dari otot dan persendian. A. ujung jari kelingking kiri dsb. 6. kemudian suruh pasien untuk menghalangi pada lengan dan tungkai. Rasa getar : Garpu tala digetarkan dulu/diketuk pada meja atau benda keras lalu letakkan diatas ujung ibu jari kaki pasien dan mintalah pasien menjawab untuk merasakan ada getaran atau tidak dari garpu tala tersebut. B. Perintahkan untuk menyentuh dengan ujung ujung telunjuk kanan.2. 4. rasa tekan-dalam. rasa nyeri-dalam otot. Viseral (interoseptif) Meliputi : rasa lapar. mendengar. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal pemeriksaan penunjang? • Laboratorium • Darah Tidak spesifik Urine Tidak spesifik • . Rasa sikap : Tempatkan salah satu lengan/tungkai pasien pada suatu posisi tertentu. Rasa gerak: pegang ujung jari jempol kaki pasien dengan jari telunjuk dan jempol jari tangan pemeriksa dan gerakkan keatas kebawah maupun kesamping kanan dan kiri. Pada pasien ini terjadi hilangnya kepekaaan terhadap rangsangan dimulai dari ibu jari kaki sampai ke lutut biasanya ini dalam bentuk rabaan atau sentuhan. kemudian pasien diminta untuk menjawab posisi ibu jari jempol nya berada diatas atau dibawah atau disamping kanan/kiri. mengecap dan keseimbangan. maka ujung nyeri iskhialgik adalah hipestesia atau parestesia yang melingkari maleolus eksternus dan menuju ke jari kaki ke-4 dan ke-5.

• MRI tulang belakang bermanfaat untuk diagnosis kompresi medula spinalis atau kauda ekuina. skoliosis. maka sebaiknya dilakukan pungsi lumbal yang biasanya menunjukkan protein yang meningkat tetapi masih di bawah 10 mg%. foto ini normal atau memperlihatkan perubahan degeneratif dengan penyempitan sela invertebrata dan pembentukan osteofit. Pada penyakit diskus. Kecil manfaatnya untuk diagnosis. • Bila gambaran radiologik tidak jelas. • Gambaran Radiologik • Dapat dilihat hilangnya lordosis lumbal. • Foto X-ray tulang belakang. spur formation dan perkapuran di dalam diskus.• Liquor Serebrospinalis Biasanya normal. penyempitan intervertebral. Jika terjadi blok akan didapatkan peningkatan kadar protein ringan dengan adanya penyakit diskus. . Alat ini sedikit kurang teliti daripada CT scan dalam hal mengevaluasi gangguan radiks saraf.

7.• EMG: Untuk membedakan kompresi radiks dari neuropati perifer. cara berdiri b) Palpasi : untuk mencari spasme otot. atrofi. cara duduk. adanya kelainan tulang belakang. A. dan deformitas yang lain Pemeriksaan Neurologik a) Pemeriksaan sensorik : mencari ada / tidaknya gangguan sensorik b) Pemeriksaan motorik : mencari ada / tidaknya tanda kelemahan otot (paresis). Cara penegakan diagnosis dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan? Anamnesis a) Letak atau lokasi nyeri b) Penyebaran nyeri c) Sifat nyeri d) Pengaruh aktivitas terhadap nyeri e) Pengaruh posisi tubuh atau anggota tubuh f) Trauma g) Proses terjadinya nyeri dan perkembangannya h) Obat-obat analgetika yang pernah diminum i) Kemungkinan adanya proses keganasan j) Kondisi mental/emosional Pemeriksaan Fisik a) Inspeksi : cara berjalan. dan fasikulasi otot . nyeri tekan.

c) Klaudikasio Intermitten Merupakan nyeri yang menjalar pada tungkai satu sisi. kalau berjalan dalam waktu yang lama.c) Pemeriksaan reflex : tes lasaque. g) Epidural venogram : menunjukkan lokasi herniasi h) Lumbal functur : untuk mengetahui kondisi infeksi dan kondisi cairan serebrospinal. DD & WD? • DD: a) Sindroma Stenosis Spinalis Merupakan Ischialgia kedua sisi yang diakibatkan oleh penyempitan kanalis. tes bragard. Bila dipakai untuk berjalan rasa sakit/nyeri itu timbul dan rasa itu hilang sewaktu dipakai untuk istirahat. rasa tidak nyaman pada kedua tungkai yang menjalar sepanjang bagian tulang belakang paha dan berkelanjutan ke bagian samping luar bawah. tes sicard. maka rasa nyeri itu dapat diprovokasi oleh bersin atau batuk. tes naffziger. hal ini dsebabkan gangguan peredaran darah pada tungkai . b) RO spinal : memperlihatkan perubahan degeneratif pada tulang belakang untuk melokalisassi protrusi diskus kecil sekalipun terutama untuk penyakit spinal lumbal c) Elektromiografi (EMG) : untuk melokalisasi radiks saraf spinal khusus yang terkena d) Foto polos lumbosakral dapat memperlihatkan penyempitan pada keping sendi e) CT scan lumbosakral : dapat memperlihatkan letak protrusi diskus f) Myelogram : dapat menunjukkan lokasi lesi untuk menegaskan pemeriksaan fisik sebelum pembedahan. ini akibat lanjutan dari spondilosis. b) Sindroma Neuritis Obturatorius Merupakan nyeri yang terasa berpangkal pada daerah medial inguinal dan menjalar sepanjang medioventral dari paha. Jika hernia yang menjadi penyebabnya. sebab tulang lamina dan periostenum menebal dan mengeras. B. tes valsava Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu: a) MRI : dapat memperlihatkan perubahan tulang dan jaringan lunak divertebra serta herniasi.

traumatic dislokasi. HNP pada daerah lumbal lebih sering terjadi pada usia sekitar 40 tahun dan lebih banyak pada wanita dibanding pria. Lokasi paling sering dari HNP torakal adalah diskus T9-T10. Kelainan ini banyak terjadi pada individu dengan pekerjaan yang banyak membungkuk dan mengangkat.d) Radikulopati akibat hernia nukleus pulposus • WD: Radikulopati akibat hernia nukleus pulposus C. Epidemiologi? Herniasi diskus intervertebralis atau hernia nukleus pulposus sering terjadi pada pria dan wanita dewasa dengan insiden puncak pada dekade ke 4 dan ke 5. D. Karena ligamentum longitudinalis posterior pada daerah lumbal lebih kuat pada bagian tengahnya. Proses degeneratif Kelainan-kelainan yang bersifat degeneratif sehingga mengakibatkan radikulopati adalah seperti Diabetes Mellitus. C5-C6. HNP servikal lebih sering terjadi pada usia 20-40 tahun. Proses inflamatori Kelainan-kelainan inflamatori sehingga mengakibatkan radikulopati adalah seperti : Gullain-Barre Syndrome dan Herpes Zoster. stenosis spinal. mengakibatkan dan radikulopati adalah seperti : hernia nucleus pulposus (HNP) atau herniasi medulla spondilolisis spondilolithesis. T10-T11. scoliosis dan spondilitis tuberkulosa. Sedangkan HNP servikal hanya sekitar 20% dari insiden HNP. tumor yang bersifat spinalis. kompresif fraktur. cervical spondilosis b. Sebagian besar HNP terjadi pada diskus L4-L5 dan L5-S1. Selain pada daerah servikal dan lumbal. HNP servikal paling sering terjadi pada diskus C6-C7. dengan kompresi radiks saraf. Hampir 80% dari HNP terjadi di daerah lumbal. HNP torakal lebih sering pada usia 50-60 tahun dan angka kejadian pada wanita dan pria sama. Proses kompresif Kelainan-kelainan diskus. T11-T12. . Etiologi? a. maka protrusi diskus cenderung terjadi ke arah posterolateral. c. HNP juga dapat terjadi pada daerah torakal namun sangat jarang ditemukan. C4-C5. kompresif neoplasma sehingga tulang.

Nikotin dan racun-racun lain dapat mengganggu kemampuan diskus untuk menyerap nutrien yang diperlukan dari dalam darah. . Adanya nyeri ekstensi di ekstremitas bawah yang ditunjukkan melalui Laseque sign yang positif. mulai latihan setelah lama tidak berlatih.Jenis kelamin: laki-laki lebih banyak dari wanita .Merokok. sering membungkuk atau gerakan memutar pada punggung. 5. defisit sensori. parese.Batuk lama dan berulang F. Terdapat defisit neurologis yang terdiri dari hiporefleksia atau arefleksia. . .E. Biasanya setelah beberapa jam atau hari akan terjadi radiasi nyeri ke area kutaneus (dermatom) radiks spinal yang rusak. Nyeri dipresipitasi oleh pergerakan tubuh mengangkat beban sehingga memberatkan tulang belakang. latihan yang berat dalam jangka waktu yang lama. mengangkat atau menarik barang-barang berta. 6.Riwayat cedera punggung atau HNP sebelumnya Faktor risiko yang dapat dirubah: .Olahraga yang tidak teratur. 4. abdominal pressing (valsalva manuver). Acute low back pain 2. dan bersin. Eksaserbasi nyeri melalui batuk.Pekerjaan dan aktivitas: duduk yang terlalu lama. paparan pada vibrasi yang konstan seperti supir. terutama beban ekstra di daerah perut dapat menyebabkan strain pada punggung bawah. Faktor resiko? Faktor risiko yang tidak dapat dirubah: . atrofi pada stadium akhir. latihan fisik yang berat.Umur: makin bertambah umur risiko makin tinggi . Manifestasi klinis? Manifestasi klinis dari radikulopati yang disebabkan oleh herniasi diskus intervertebralis lumbalis antara lain: 1. . 3. .Berat badan berlebihan. yang tergantung pada keparahan lesi radiks tersebut.

berlapis papan di bawahnya supaya kasur tidak melengkung selama beberapa minggu sampai 3 bulan. terpeleset. Herniasi paling sering terjadi ke arah posterolateral karena nukleus pulposus cenderung terletak lebih posterior. Akut: asetaminofen. yaitu keluarnya sebagian nukleus pulposus melalui celah annulus fibrosis. b. Protrusio atau ekstrusi diskus posterolateral akan menekan akar saraf ipsilateral pada tempat keluarnya saraf (contohnya: herniasi diskus L4-L5 kiri akan menekan/menjepit akar saraf L5 kiri). Informasi dan edukasi 2. akibatnya bisa terjadi cedera atau robekan pada annulus. terjatuh. Jepitan saraf ini akan menampilkan gejala dan tanda radikuler sesuai dengan distribusi persarafannya. dan menyebabkan cincin lain di bagian luar yang masih intak menonjol setempat (fokal). . Kronik: antidepresan trisiklik (amitriptilin). Kemudian. opioid (kalau sangat diperlukan). maka akan terjadi ekstrusi yaitu keluarnya seluruh nukleus pulposus sehingga terletak di ruang epidural sebagai fragmen bebas. kemudian berangsur-angsur dinaikkan sampai 10 kg. opioid (nyeri berat). H. Farmakoterapi a. Terapi nonfarmakologik Terapi nonfarmakologik berupa istirahat dan fisioterapi. nukleus pulposus mengalami herniasi melalui cincin konsentrik annulus fibrosus yang robek. muscle relaxant. sehingga bila ada gaya tekan (seperti mengangkat beban berat.G. Tatalaksana? 1. Bila proses terus berlanjut. Pasien harus tidur di atas kasur yang keras. Kehilangan protein polisakarida dalam diskus menurunkan kandungan air nukleus pulposus. Penurunan kadar air nukleus pulposus akan mengurangi fungsi nukleus pulposus sebagai bantalan. 3. Untuk HNP lumbalis dapat dilakukan traksi dengan beban mulai dari 6 kg. NSAID. dll) maka akan disalurkan ke annulus secara asimetris. kecelakaan. injeksi epidural. Keadaan ini disebut protrusio diskus. Sedangkan nyeri lebih terasa saat bersin atau batuk adalah akibat peninggian tekanan dalam ruang arachnoidal dan peningkatan tekanan cairan intraspinal. Patofisiologi? Pada umumnya HNP terjadi karena adanya proses degeneratif.

Laminectomy dapat dilakukan sebagai dekompresi.  Terbukti adanya kompresi radiks berdasarkan pemeriksaan neurofisiologik dan radiologik. 4. defekasi. Stenosis kanal: setelah terapi konservatif tidak berhasil.  Sindroma kauda. Blok saraf dengan anestetik lokal.Untuk HNP servikalis. berat beban mulai dari 2 kg berangsur-angsur dinaikkan sampai 5 kg. Pada discectomy. Injeksi 5. dapat dilakukan traksi leher dengan kalung Glisson. maka mobilisasi dapat dilakukan lambat laun untuk kemudian dbantu dengan ‘braces’.  Defisit neurologik memburuk. sebagian dari discus intervertebralis diangkat untuk mengurangi tekanan terhadap nervus. steroid (metilprednisolon) pada epidural untuk mengurangi pembengkakan edematous sehingga menurunkan kompresi pada radiks saraf. Bila nyeri dan keluhan subyektif menghilang. b. ‘corset’ atau ‘belt’.  Gangguan otonom (miksi. Bedah Indikasi operasi pada HNP :  Skiatika dengan terapi konservatif selama lebih dari 4 minggu : nyeri berat / intractable / menetap / progresif. seksual). .  Paresis otot tungkai bawah. tempat tidur di bagian kepala harus ditinggikan supaya traksi lebih efektif karena tertahan oleh badan. Invasif nonbedah a.

3. Hindari duduk di kursi yang empuk dalam waktu lama 2. untuk mengangkat benda yang lebih rendah 3. Lakukanlah beberapa kali. . 2. 2. Tekukan satu lutut dan gerakkanlah menuju dada lalu tahan beberapa detik. Lakukan beberapa kali. Gerakanlah tubuh kepada barang yang akan diangkat sebelum mengangkatnya. tahanlah beberapa detik kemudian relaks. Kemudian lakukan lagi pada kaki yang lain. Lakukan sit up parsial. Ulangi beberapa kali. Berbaringlah terlentang dengan kedua kaki ditekuk lalu luruskanlah ke lantai. Hindari memutarkan punggung saat mengangkat suatu benda Lindungi Punggung Saat Duduk dan Berdiri 1. Berbaringlah terlentang pada lantai atau matras yang keras. Tekukan lutut . Jika memerlukan waktu yang lama untuk duduk saat bekerja.I. Gunakan alat Bantu (seperti ganjalan/bantalan kaki) jika memang diperlukan. Pencegahan? Latihan Punggung Setiap Hari 1. bukan punggung. Peganglah benda dekat perut dan dada 4. Berbaring terlentang dengan kaki ditekuk dan telapak kaki berada flat di lantai. Tekukan lagi kaki saat menurunkan benda 5. Berhati-Hatilah Saat Mengangkat 1. pastikan bahwa lutut sejajar dengan paha. Kencangkanlah perut dan bokong lalu tekanlah punggung ke lantai.dengan melipatkan tangan di tangan dan mengangkat bahu setinggi 6 -12 inci dari lantai.

Gunakanlah bantal di punggung bila tidak cukup menyangga pada saat duduk dikursi Tetaplah Aktif dan Hidup Sehat 1. Prognosis? Terapi konservatif yang dilakukan dengan traksi merupakan suatu perawatan yang praktis dengan kesembuhan maksimal. Komplikasi? 1) Kelemahan dan atropi otot 2) Trauma serabut syaraf dan jaringan lain 3) Kehilangan kontrol otot sphinter 4) Paralis / ketidakmampuan pergerakan 5) Perdarahan 6) Infeksi dan inflamasi pada tingkat pembedahan diskus spinal 7) Radiklitis (iritasi akar saraf) 8) Cedera medulla spinalis 9) Kelumpuhan pada tungkai bawah 10)Sindrom kauda ekuina. Tetapi kadang-kadang pada sebagian orang memerlukan waktu beberapa bulan sampai beberapa tahun untuk memulai lagi aktivitasnya tanpa disertai rasa nyeri dan tegang pada tulang belakang. 5. Tidurlah di kasur yang nyaman. Berjalanlah sejenak dan mengubah posisi secara periodic. Hubungilah petugas kesehatan bila nyeri memburuk atau terjadi trauma. 3. Jika memang harus berdiri terlalu lama.3. Berjalanlah setiap hari dengan menggunakan pakaian yang nyaman dan sepatu berhak rendah 2. J. 4. Makanlah makanan seimbang. Umumnya prognosa baik dengan pengobatan yang konservatif. Tegakkanlah kursi mobil sehingga lutut daapt tertekuk dengan baik tidak teregang. Keadaan tertentu (misalnya dalam bekerja) yang mengharuskan pengangkatan suatu benda dapat . K.letakkanlah salah satu kaki pada bantalan kaki secara bergantian. Kelemahan fungsi motorik menyebabkan atrofi otot dan dapat juga terjadi pergantian kulit. Presentasi rekurensi dari keadaan ini sangat kecil. 4. diit rendah lemak dan banyak mengkonsumi sayur dan buah untuk mencegah konstipasi.

Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Bukan gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat. IV. L. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. A. diduga menderita radikulopati lumbosakral yang ditandai dengan nyeri pinggang. KERANGKA KONSEP Pekerja an Faktor resiko: usia Riwayat jatuh terduduk Cedera diskus invertebrali Peningkatan tekanan di lumbal Degenerasi diskus invertebralis . V. KDU? 3A. 47 tahun.maka sebaiknya dilakukan modifikasi untuk menghindari rekurensi nyeri pada tulang belakang. HIPOTESIS Tn.

terletak di bagian medial . Pedikel berukuran pendek dan melekat pada setengah bagian atas tulang vertebrae lumbal.Annulus fibrosus Menurunkan koper dari kabin pesawat Nukleus pulposus keluar dari Kompresi radiks saraf spinal Laseq & Kernig sign (+) KPR & APR ↓ Nyer i VAS = 7 Hipeste si VI. Pada bagian depan dan sampingnya. LEARNING ISSUE a. prosesus spinosus dan sepasang prosesus tranversus. Permukaan bagian atas dan bawahnya disebut dengan endplate. terdapat sejumlah foramina kecil untuk suplai arteri dan drainase vena. Lengkung vertebrae merupakan struktur yang berbentuk menyerupai tapal kuda. Bagian tepi end plate juga menebal untuk membentuk batas tegas. sepasang prosesus superior dan inferior. berasal dari epiphyseal plate yang berfusi dengan corpus vertebrae pada usia 15 tahun. terdiri dari lamina dan pedikel. Lamina adalah struktur datar yang lebar. Dari lengkung ini tampak tujuh tonjolan processus. Anatomi lumbar (lower back) 1 Elemen-Elemen Tulang 1.1 Vertebrae Lumbal Ukuran tulang vertebrae lumbal semakin bertambah dari L1 hingga L5 seiring dengan adanya peningkatan beban yang harus disokong. End plates menebal di bagian tengah dan dilapisi oleh lempeng tulang kartilago. terdiri dari tulang korteks yang padat mengelilingi tulang medular yang berlubang-lubang (honeycomb-like). Corpus vertebrae berbentuk seperti ginjal dan berukuran besar. Pada bagian dorsal tampak sejumlah foramina yang lebih besar dan satu atau lebih orificium yang besar untuk vena basivertebral.

dan bagian distal dengan coccyx. Permukaan sendi facet terdiri dari kartilago hialin. merupakan sendi yang khas. meliputi bagian dorsal sendi. 1. Processus articular inferior menonjol ke arah lateral dan sedikit anterior dan permukaannya berbentuk konveks. Sendi ini merupakan true synovial joints dengan cairan sinovial (satu processus superior dari bawah dengan satu processus inferior dari atas). Kapsul sendi bagian ventral terdiri dari lanjutan ligamentum flavum.processus spinosus. Sendi antara vertebrae dibentuk oleh elemen-elemen yang berbeda. Pada tulang belakang lumbal. Berartikulasi pada bagian proksimal dengan lima tulang lumbal. Terbentuk dari processus articular dari vertebrae yang berdekatan untuk memberikan sifat mobilitas dan fleksibilitas. Ruang deltoid pada sendi facet adalah ruang yang dibatasi oleh kapsul sendi atau ligamentum flavum pada satu sisi dan pertemuan dari tepi bulat permukaan kartilago sendi artikuler superior dan inferior pada sisi lainnya. lebar. ruang ini diisi oleh meniscus atau jaringan fibro adipose yang berupa invaginasi rudimenter kapsul sendi yang menonjol ke dalam ruang sendi. Processus articular tampak menonjol dari lamina. Sebuah diskus memisahkan corpus setiap vertebrae dan bekerja seperti sebuah bola penyangga agar vertebrae dapat menekuk dan berputar serta berfungsi sebagai penyerap tekanan. Permukaan processus articular superior berbentuk konkaf dan menghadap kearah medial dan sedikit posterior. Di tengah permukaan cembung bagian dorsal . dan menonjol ke arah belakang lamina. menyebabkan dapat terjadinya pergerakan menjepit oleh sendi spinalis ketika tulang belakang menekuk ke depan atau ke belakang. Sendi facet dari processus articularis membentuk fulcrum. Manfaat sendi ini adalah untuk memberikan stabilisasi pergerakan antara dua vertebrae dengan adanya translasi dan torsi saat melakukan fleksi dan ekstensi karena bidang geraknya yang sagital. Processus spinosus sendiri merupakan suatu struktur datar.2 Sacrum Merupakan tulang besar berbentuk segitiga terdiri dari lima vertebrae yang berfusi. Sendi ini membatasi pergerakan fleksi lateral dan rotasi. kapsul sendinya tebal dan fibrosa. Processus transversus menonjol ke lateral dan sedikit ke arah posterior dari hubungan lamina dan pedikel dan bersama dengan processus spinosus berfungsi sebagai tuas untuk otot-otot dan ligamen-ligamen yang menempel kepadanya. Fungsi meniskus ini adalah untuk mengisi kekosongan sehingga dapat terjadi stabilitas dan distribusi beban yang merata. Sendi facet disebut juga sendi zygapophyseal. bagian lateral dengan ilium.

pada permukaannya terdapat empat pasang foramina sacral pelvis yang berlawanan dengan foramina sacral dorsalis. L5 dapat menjadi segmen artikulasi sementara S4 dan L4 jarang sekali. Sistem oblique inferior menyebar dari ujung inferior melewati pedikel. Terdapat diskus intervertebral yang berbentuk baji pada dasar sakrum dan vertebrae lumbal yang terakhir (diskus lumbosakral). Terdapat tiga buah sistem trabekular pada vertebra.4 Arsitektur Bagian Dalam Vertebra Susunan trabekular spongiosa vertebrae ditentukan oleh tekanan yang memaparnya. 1. terbentuk coccygeal cornua. terdiri dari tiga hingga lima vertebra yang berfusi secara bervariasi. posterior sendi tidak mengandung jaringan sinovial dan dihubungkan dengan perlekatan fibrosa. Segmen paling sering berartikulasi dengan ilium adalah S1. Di bagian posterior. Canalis spinalis akan berlanjut kedalam sacrum dan syaraf sacral akan keluar melalui foramina tulang yang terletak pada bagian anterior dan posterior. tetapi membentuk bagian anterior corpus vertebrae menjadi area yang lemah sehingga sering mengalami fraktur dengan . Bagian sisi sakral dan iliaka dari sendi amphiarthrodial sacroiliaka dilapisi oleh lapisan tebal kartilago hialin (1-3 mm) dan fibrokartilago yang lebih tipis (1mm). Bagian ventral atau anterior sendi sacroiliaca dilapisi dengan membran sinovial.terdapat kurang lebih empat processus spinosus yang bersatu membentuk medial sacral crest. Vertebra ke lima ini membentuk suatu hiatus disebut dengan cornu sacralis.3 Coccyx Coccygeus yang disebut juga dengan tulang ekor. Tulang coccygeus tidak mengandung canalis spinalis. S2 dan S3. terdapat satu seri sendi zygapophyseal yang membentuk intermediate crest. 1. yang akan menghasilkan sejumlah kecil cairan sinovial. Sistem trabekular vertikal berjalan menghubungkan permukaan superior dan inferior. Saling bersilangnya sistem ini membentuk struktur trabekula yang sangat tipis tetapi sangat kuat. Segmen pertama dan terbesar berartikulasi melalui discus rudimenter dengan permukaan bagian bawah vertebra sacral ke lima dan berbentuk padat. Bagian dorsal. Sistem oblique superior berjalan dari tepi superior ke processus spinosus dan processus artikular superior melewati pedikel. Ujung runcing sacrum dibentuk oleh vertebra sacrum ke lima yang berartikulasi dengan coccyx. Biasanya lebih sedikit segmen sakral yang terlibat pada pelvis wanita daripada pelvis pria. Di samping sacral crest ini. dan sedikit di medial foramina sacralis posterior. Pada saat tertentu. satu vertikal dan dua buah oblique. Permukaan endopelvis berbentuk konkaf.

Matriks ini bersifat hidrofilik. nukleus pulposus. Corda spinalis akan berakhir dengan conus medullaris setinggi batas inferior vertebra L1. 1. Area lumbosakral dari canalis spinalis mengandung cauda equina. sehingga dapat menyebabkan pergerakan yang lebih besar antara corpus vertebrae daripada jika tulang vertebrae dihubungkan langsung satu dengan yang lainnya. mendapatkan air melalui mekanisme imbibisi dan osmosis. dan pedikel yang tumbuh menjadi lebih pendek. berbentuk seperti gel yang dipadatkan dalam suatu bentuk mukoprotein terbuat dari air dan sejumlah mukopolisakarida (88% air pada bayi baru lahir dan 70% pada orang tua berumur kurang lebih 70 tahun). Komponen pertama. Terletak di posterosentral dan dipisahkan dari tepi perifernya oleh lamellae konsentrik . merupakan suatu substansi proteoglikan yang mengandung jaringan fibril kolagen tipe II yang tersusun acak. 1. Berfungsi sebagai sendi universal. Bentuk canalis adalah oval pada vertebrae L1 dan berbentuk segitiga pada vertebrae L5.hanya pemberian energi sebesar 75% energi yang dapat menyebabkan fraktur pada bagian posterior. Membentuk sepertiga bagian (33%) dari seluruh panjang vertebrae lumbal (20% pada vertebrae thoraks dan cervical) dan terbentuk dari tiga komponen. bergeser lebih ke lateral dan menonjol lebih ke posterolateral.5 Canalis Spinalis Konfigurasi canalis spinalis pada potongan melintang terutama terbentuk oleh bagian posterior lengkung syaraf dan permukaan posterior corpus vertebrae di bagian anteriornya. Proses hilangnya kandungan air ini akan menyebabkan berkurangnya kemampuan nukleus pulposus untuk berfungsi seperti gel dan menahan tekanan.6 Diskus Intervertebralis dan Endplates Diskus intervertebralis merupakan struktur hidrodinamik elastik. Menurunnya kandungan air sejalan dengan pertambahan usia disebabkan oleh karena berkurangnya kandungan proteoglikan secara absolut dan terjadinya perubahan rasio proteoglikan. penghubung utama antara dua vertebrae yang berurutan. Dari L1 hingga S1 canalis spinalis akan berubah dari bentuk oval menjadi segi tiga seiring dengan perubahan dari dinding posterior vertebra yang berubah dari concaf ke konveks. sehingga dapat menyerap cukup banyak tekanan. lebar. Karena saraf lumbalis yang paling besar terdapat pada L5. maka terdapat kemungkinan adanya penjepitan syaraf oleh struktur-struktur pembentuk foramen. sedangkan di daerah tersebut terjadi penyempitan. Nukleus pulposus mencakup 40% total area potong lintang diskus.

Kombinasi gaya yang dipaparkan pada diskus akan menyebabkan timbulnya kemungkinan rusaknya serabut annulus. Serabut terdalamnya bercampur dengan .7 Ligamen-ligamen Tulang Belakang Ligamen Longitudinal Anterior Ligamen longitudinal anterior merupakan struktur fibrosa yang bermula dari bagian anterior basal tulang occipital dan berakhir di bagian anterior atas sacrum. Dengan bertambahnya usia. tetapi berjalan dengan arah yang berlawanan sehingga membentuk sudut 1200 satu dengan yang lainnya. Komponen ketiga diskus adalah kartilago hialin yang terletak di permukaan tulang subchondral yang mendatar disangga oleh bagian spongiosa corpus vertebra. Dari permukaan nucleo-annular ke arah luar. Pada permukaan tulang subchondral ini terdapat sejumlah perforasi kecil yang menyebabkan adanya kontak langsung (tidak berpenetrasi) antara pembuluh darah pada sumsum tulang belakang dan permukaan kartilago. Jalur inilah yang merupakan jalur nutrisi yang utama untuk diskus. Serabut lamellae terluar melekat pada corpus vertebra dengan cara bercampur dengan serabut fibril periosteal. Orientasi tersebut berfungsi penting ketika serabut merespon gaya yang dipaparkan pada diskus. Ligamen ini lebar dan kuat. serabut kolagen berjalan oblique dan helicoidal membentuk orientasi sebesar 300 terhadap bidang sendi. Dua pertiga dari bagian luar annulus fibrosus melekat kuat pada tubuh vertebral diatas dan dibawahnya dengan adanya penetrasi dari serabut Sharpey’s. 1. Jika terdapat stress internal yang cukup besar maka nucleus pulposus akan berpenetrasi melalui annulus dan timbullah keadaan yang dikenal dengan herniasi diskus. ketebalan lamella bertambah secara bertahap. Serabut dari lamellae yang berikutnya mempunyai susunan yang serupa.fibrocartilagenous dan protein fibrous dari annulus fibrosus yang membentuk komponen kedua diskus intervertebralis dan tepi luar diskus. Di setiap lamella. yang merupakan komponen ketiga dari diskus. Nutrisi untuk diskus dilakukan dengan cara imbibisi yang terjadi karena adanya kompresi dan relaksasi intermiten. Serabutnya berjalan dengan arah longitudinal dan melekat pada permukaan anterior seluruh corpus vertebrae. Annulus fibrosus terdiri dari 10 hingga 20 lamela konsentrik yang memisahkan vertebral endplate dengan nucleus pulposus dan menyebabkan pergerakan terbatas antar vertebra yang berdekatan. serabut annulus fibrosus akan berdeteriorisasi dan kehilangan kapasitasnya untuk menahan nucleus pulposus. sementara sepertiga bagian lagi melekat longgar ke permukaan cartilagenous.

Bersifat rudimenter pada tulang belakang cervical. Ligamen ini membentuk batas anterior canalis spinalis. meluas ke arah lateral saat melewati diskus. Ligamentum Kapsular Ligamentum kapsular melekat pada tepi processus artikular yang berdekatan. ligamen ini mulai menyempit saat melalui corpus pada vertebrae L1 dan menjadi setengah lebar asalnya pada ruang antara L5 dan S1. perluasan ke arah lateralnya akan membentuk kapsul anterior sendi zygapophyseal dan melekat ke arah proksimal dan distal tepi inferior pedikel diatasnya dan tepi superior pedikel dibawahnya membentuk bagian atap foramenal. berjalan tegak lurus terhadap aksis sendi. Ligamentum Flavum Dikatakan flavum oleh karena warna kuning yang disebabkan oleh karena kandungan elastin didalamnya sebesar 80%. Pada setiap level vertebrae. serabutnya tebal dan berhubungan erat. Bagian atas melekat pada permukaan anterior lamina di atasnya. Ligamen Longitudinal Posterior Terletak pada permukaan posterior corpus vertebrae dan merupakan kelanjutan dari membran tektorial. pada foramen magnum. Konfigurasi seperti ini akan menyebabkan bagian lateral menjadi bagian yang paling lemah dan paling mudah untuk terjadinya herniasi diskus. Ligamen ini bersifat membranous di bagian thoraks dan berukuran lebar serta tebal di bagian lumbal. sehingga akan menyebabkan dinding posteroinferior tetap halus dan melindungi elemen syaraf dalam semua posisi pergerakan yang menyebabkan tulang belakang melekuk atau terputar. dan bagian bawah melekat pada tepi posterior atas lamina dibawahnya. yang berjalan dari bagian basal tulang occipital. Ligamentum Interspinosus Ligamentum interspinosus merupakan sebuah gabungan serabutserabut yang berjalan dari dasar processus spinosus yang satu ke ujung processus spinosus selanjutnya. Ligamen ini akan bertambah ketebalannya untuk mengisi bentuk konkaf sesuai dengan konfigurasi corpus vertebrae. Susunan khas ini dikombinasikan dengan adanya kemiringan ke arah anterior dari lamina dan kandungan elastik ligamen yang menahan penekukan.diskus intervertebralis dan berikatan kuat pada setiap corpus vertebrae. Pada canalis lumbal. Berkembang baik di tulang lumbal. dimana pada tempat tersebut ligamen interspinosus akan bergabung dengan ligamentum nuchae. .

Ligamen ini merupakan stabilizer utama L5 pada sacrum. Ligamen ini secara erat berhubungan dengan otot-otot punggung bagian dalam. terutama selama kehamilan dan persalinan. Ligamentum Intertransversal Ligamentum ini berjalan dari processus transversus ke processus transversus yang lainnya. . ligamentum ini berukuran tebal dan lebar. Berfungsi membantu mengurangi gaya putaran ke anterior yang dipaparkan pada vertebrae lumbal oleh karena adanya kurva lordotik dan sudut lumbosakral. Selama fleksi lateral. Ligamen sacroiliaca yang pendek (ligamen interosseous) merupakan stabilizer sendi yang utama. Ligamentum Sacroiliaca Ligamentum sacroiliaca terdiri dari ligamen sacroiliaca posterior yang panjang dan pendek serta ligamentum sacroiliaca anterior. tetapi lebih tipis pada bagian thoraks. pada bagian thoraks berbentuk bundar dan tebal sementara pada bagian lumbal lebih tipis. Pada bagian cervical tidak begitu jelas. Pada wanita setelah pubertas. menghubungkan dua vertebrae lumbal bawah dengan krista iliaca. dari ujung vertebrae C7 hingga crista sacralis median. berlawanan dengan meningkatnya kekuatan ligamen-ligamen lain. kekuatan ligamen ini akan mengalami penurunan untuk meningkatkan mobilitas. Ligamentum Iliolumbar Ligamentum iliolumbar yang melekat pada processus transversus. sehingga akan membatasi pergerakan sendi sakroiliaca. ligamen iliolumbal kontralateral akan menjadi tegang sehingga hanya akan memberikan pergerakan L4 rata-rata sebesar 80 terhadap sacrum. Fleksi dan ekstensi vertebrae lumbal juga dibatasi tetapi dalam derajat yang lebih kecil daripada fleksi lateral. melekat ke setiap processus spinosus. yang kemudian akan bersatu dan membentuk lapisan fibrosa yang melingkupi seluruh bagian posterior sendi. Pada vertebrae lumbal. yang terdiri dari sejumlah fasikel serabut yang berjalan dengan arah vertikal dan oblique dari crita sacralis intermediate dan lateral ke spina iliaca posterior dan ilium yang berdekatan. Dilapisi oleh ligamentum sacroiliaca dorsal atau panjang.Ligamentum Supraspinosus Ligamentum supraspinosus merupakan struktur yang berkembang baik. Terdiri dari lapisan dalam dan superfisial. Ligamen ini tebal dan berbentuk padat mengisi rongga dibelakang dan diatas sendi. Kekuatan ligamen ini berbeda untuk jenis kelamin.

Origonya pada processus transversus vertebrae thoraks ke enam hingga ke sepuluh. Di bagian medial. Dibawah fascia terletak otot-otot multisegmental superficial. Pada bagian dalam sacrospinalis terdapat lapisan intermediate yang terbentuk dari otot multifidus. yang secara kolektif disebut dengan nama otot erector spinae. Insersinya pada processus spinosus vertebrae thoraks atas dan cervical bawah. yang berjalan dari .1 Ekstensor Otot-otot ekstensor tersusun dalam tiga lapisan otot. crista iliaca. serta vertebrae lumbal dan thoraks. Ligamentum sacrospinous berjalan dari batas lateral sacrum dan coccygeus ke spina ischiadica. otot ini akan membantu fleksi lateral batang tubuh dan merotasikannya ke sisi yang berlawanan. maka otot ini akan membantu ekstensi batang tubuh. 2. Semi spinalis (thoracic) Otot ini berjalan diagonal ke atas tulang belakang. Fascia ini juga dikelilingi oleh otot-otot sacrospinalis. Ligamentum sacrotuberous berjalan dari tuberkel transversal ke empat dan ke lima dan tepi lateral sacrum yang berdekatan dengan arah ke bawah dan lateral tepi dalam tuberositas ischial. fascia ini melekat pada bagian dorsal procesus spinosus. Otot – otot ekstensor. crista sacralis median dan lateral. Ketika dua otot bekerja bersama. bagian inferior dengan crista iliaca dan crista lateral sacrum. Bila terpisah. Origo fascia ini adalah sebuah tendon tebal yang melekat pada bagian posterior dari sacrum. Terbagi menjadi tiga bagian ketika mencapai bagian atas vertebrae lumbal. Lapisan paling luar terdiri dari otot besar sacrospinalis (erector spinae). processus spinosus dan ligamen supraspinosus. serta bagian superior melekat pada sudut tulang iga di regio thoraks. Erector spinae (sacrospinalis) Otot ini berjalan naik dari perlekatannya di bagian dorsal crista iliaca.Ligamentum Vertebropelvic Ligamentum ini menstabilisasi sacrum pada pelvis. 2 Otot Tulang Belakang Lumbosacral Lapisan paling superfisial di bawah jaringan sub kutan mengandung fascia lumbodorsal. deksripsi dan kerjanya 1. 2. Ligamen-ligamen ini dalam perjalanannya akan membatasi foramen sciatica major pada bagian atas dan foramen sciatica minor dibawahnya. bagian lateral berfungsi sebagai origo otot latissimus dorsi dan transversus abdominis.

Intertransversarius (kelompok medial. bagian atas iliaca dan processus transversus vertebrae thoraks dan lumbal. Origonya pada bagian posterior sacrum. psoas major dan iliacus. yang menghubungkan pasangan dari processus tranversus yang berurutan. Rectus abdominis Dua otot rectus abdominis berjalan vertikal ke atas didepan abdomen. Lapisan dalam ekstensor terdiri dari sejumlah otot-otot kecil yang tersusun dari satu level ke level lainnya. intertransversarius serta kelompok femorospinalis (intrinsik) yang terdiri otot iliopsoas yang merupakan otot dengan dua buah kepala otot. dorsal lateral. dan bagian medial yang menghubungkan processus accesorius dari satu vertebra dengan processus mamilaris yang lain. Perlekatan proksimal setiap ototnya adalah diatas tulang pubis dan ligamen-ligamen yang melapisinya di depan pubis. Multifidus Otot ini (atau kelompok otot) berjalan kebawah dari sisi tulang belakang. Bagian ventrolateral menghubungkan processus transversus yang berdekatan. rectus abdominus. rotasi dan fleksi lateral batang tubuh dan leher di lokasinya. obliquus internus. Otot ini mengekstensikan. yaitu iliocostalis (insersi : sudut tulang iga).2 Fleksor Anterior Fleksor vertebrae lumbal dapat dibagi menjadi kelompok iliothoracic (ekstrinsik) terdiri dari otot dinding perut. Bekerja bersama. oblique eksternus. Otototot ini akan mengekstensikan dan menekuk kolumna vertebralis ke sisi yang sama. Perlekatan distalnya adalah pada kartilago iga ke lima. akan sebabkan batang tubuh dan leher berotasi ke sisi yang berlawanan dan fleksi lateral. bagian dorsolateral menghubungkan antar processus accesorius dari satu vertebra ke processus transversus yang lain.lateral ke medial. Otot akan berjalan secara diagonal ke atas dan melekat pada processus spinosus tulang belakang. longissimus (insersi : processus transversus lumbal dan vertebrae thoraks) dan spinalis (insersi : bagian posterior vertebrae). terdiri dari dua atau tiga buah otot. Otot ini berinsersi di bagian belakang iga di beberapa tempat menuju vertebrae thoraks dan cervical serta ke dasar tengkorak. 2. bila bekerja tunggal. dan ventral lateral). akan sisi sesuai . maka otot ini akan menyebabkan ekstensi batang tubuh dan leher. Interspinalis terdiri dari fasciculi pendek yang menghubungkan pasangan-pasangan processus spinosus yang berurutan dari vertebrae yang berurutan. 3. 1.

sebabkan fleksi batang tubuh. dan rotasi ke sisi yang sama. dan linea alba. Otot ini akan menekan abdomen dan memfleksikan batang tubuh. Otot-otot ini akan memfleksikan lumbal ke sisi yang sama. Memegang peranan penting dalam mempertahankan postur berdiri dan duduk. Berjalan secara diagonal ke bawah dan melekat pada crista ilium bagian atas. 3. Psoas major Otot kuat ini berjalan secara vertikal melalui bagian dalam regio pelvis. Perlekatan proksimalnya pada delapan iga terbawah. Perlekatan proksimalnya pada crista iliaca. maka otot tersebut akan membantu fleksi lateral 2. Otot ini akan menekan abdomen.Quadratus lumborum Otot ini berjalan ke atas di bagian lateral columna vertebralis antara ilium dan bagian bawah iga. Obliquus abdominis internus Otot ini berjalan dibawah otot obliquus abdominis eksternus dan serabut-serabut dari dua otot berjalan pada sudut tegak lurus satu dengan yang lainnya. 6. pubis. 5.enam dan tujuh. fleksi lateral. Berjalan longitudinal ke atas dan ke depan. Iliacus Otot ini berjalan dari fossa iliaca dan bersatu dengan psoas dibawah ligamentum inguinal. Otot ini memfiksasi iga dua belas ke bawah melawan traksi yang dihasilkan oleh diaphragma selama inspirasi. Otot ini memfleksikan dan merotasikan paha ke lateral dan membantu fleksi batang tubuh. menyilang kapsul sendi pinggul dan berinsersi ke dalam trochanter minor femur. 4. Origonya adalah pada bagian posterior crista iliaca dan ligamen iliolumbar dan berinsersi ke dalam iga dua belas dan ujung atas processus transversus vertebra lumbal ke empat. Ketika hanya satu otot yang berkontraksi. lateral fleksi ke arah yang sama dan rotasi ke sisi yang berbeda. Otot ini akan berjalan ke bawah dan melekat di bagian dalam kepala femur. Otot ini akan menekan abdomen dan menyebabkan batang tubuh fleksi. Obliquus abdominis eksternus Otot ini berjalan diagnoal melintasi bagian depan dan sisi abdomen. melekat pada enam iga terendah dan linea alba. . Diantara serabut-serabut otot ini berlalu arteri dan vena lumbal serta rami communicantes simpatetik. Perlekatan bagian proksimalnya pada corpus dan processus transversus vertebrae thoraks yang terakhir dan seluruh vertebra lumbal. Menyebabkan fleksi batang tubuh ke lateral dan ekstensi.

seperti rectus abdominis. peningkatan tonus otot) akan menyebabkan kinetik yang abnormal dari vertebrae lumbosacral dan nyeri pinggang.2. Sirkumduksi batang tubuh merupakan hasil dari kombinasi berurutan dari fleksi. Secara normal aksi seperti ini dilakukan oleh kontraksi ipsilateral dari kedua otot obliquus abdominis. 2.2. Batang tubuh sebetulnya dapat melakukan gerakan sirkumduksi. hiperekstensi. Fleksi lateral secara teoritis dapat dilakukan jika komponen rotasi dinetralisis oleh kelompok otot antagonis. semakin oblique arahnya maka efek rotasinya semakin menonjol. . walaupun mungkin. quadriceps (ekstensor lutut). transversalis (fleksor pinggul dan batang tubuh). Secara normal. dan fleksi lateral ke sisi lain. intertransversarius dan quadratus lumborum. fleksi lateral. internal abdominal oblique. hamstrings (fleksor lutut). merupakan struktur penyangga yang penting dari vertebrae lumbosacral.3 Fleksor Lateral Batang tubuh dapat difleksikan ke sisi kanan atau kiri secara simultan dengan mengkontraksikan otot fleksor dan ekstensor batang tubuh pada sisi dimana diinginkan terjadi fleksi lateral. Walaupun bukan bagian anatomis dari punggung bawah. Secara praktis seluruh otot fleksor dan ekstensor mengambil bagian dalam gerakan fleksi lateral. gastrocnemius dan soleus (plantar fleksor kaki).4 Rotator Rotasi vertebrae lumbal dilakukan oleh kontraksi unilateral otot yang mengikuti arah oblique tarikan. hal tersebut merupakan kombinasi dari fleksi lateral ke satu sisi dan rotasi. external abdominal oblique. Dari semuanya ini hanya kontraksi unilateral quadratus lumborum yang dapat membawa gerakan fleksi lateral murni. tetapi tidak sering dipergunakan dalam pergerakan. Kontraksi simultan dari quadratus lumborum akan menghasilkan beberapa gerakan ekstensi dari vertebrae lumbal. tetapi otot-otot anterior abdominal. tidak murni berasal dari vertebrae lumbal. Fleksi lateral yang murni. Sebagian besar dari ekstensor dan lateral fleksor berjalan dalam arah oblique dan menghasilkan rotasi ketika komponen utamanya dinetralisisr oleh kelompok otot antagonis. Kelainan dari otot-otot ini (pemendekan.

1 Pembuluh Darah Arteri Vertebra lumbal mendapatkan suplai darah langsung dari aorta. Cabang posterior akan berjalan ke belakang. Sistem kiri dan kanan dihubungkan pada setiap tingkatan dengan anastomosis transversal yang berjalan dibawah ligamentum longitudinal posterior. posterior dan spinal). dan cabang lainnya membentuk jaringan halus diatas ligamen longitudinal dan annulus. arteriarteri berpenetrasi ke dalam corpus dan bergabung ke dalam saluran arterial di sentral. tetapi sebelumnya memberikan dulu percabangan pada sendi apophyseal dan berhubungan dengan bagian posterior lamina. cabang yang panjang yang membentuk suatu jaringan padat di bagian belakang dan tepi corpus vertebrae. Dari saluran ini. Di dalam canalis spinalis. Arteri lumbal pada daerah sedikit proksimal dari foramen terbagi menjadi tiga cabang terminal (anterior. cabang yang pendek berpenetrasi langsung ke pinggang corpus vertebrae. . Cabang spinal memasuki foramen dan akan terbagi menjadi cabang anterior. Lumbal lima. cabang posterior spinal membentuk jaringan halus pada permukaan anterior lamina dan ligamentum flavum sementara cabang anterior spinal terbagi menjadi cabang naik dan menurun. cabang-cabang akan naik dan turun menuju akhiran permukaan tulang belakang dalam bentuk jaringan yang halus dari pembuluh darah yang berjalan vertikal ke dalam tepi vertebral membentuk capillary bed. Kedua. yang akan beranastomosis dengan pembuluh yang ada diatas dan dibawahnya membentuk sistem arkuata reguler. Beberapa cabang-cabang ini akan berpenetrasi di dekat endplate.3 Vaskularisasi 3. sacrum dan coccygeus diperdarahi oleh cabang medial arteri superior gluteal atau hipogastrik. posterior dan radicular. Pertama. Empat buah verterbra lumbal pertama suplai darah arterinya berasal dari empat pasang arteri lumbal yang berasal langsung dari bagian posterior aorta didepan corpus ke empat vertebrae tersebut. Arteri ini akan mengikuti kontur sacrum dan memberikan percabangannya kepada setiap foramen sacralis anterior. Setiap arteri segmental atau lumbal bercabang dua sebelum memasuki foramina sacralis. Cabang anterior memberikan suplai kepada syaraf yang keluar dari foramen dan otototot batang tubuh. melewati pars interarticularis untuk berakhir di dalam otot-otot spinal. Arteri ini akan memberikan suplai pembuluh darah untuk canalis sacralis dan keluar dari foramina sacralis posterior untuk memberikan percabangannya ke otot punggung bawah. Dari anastomosis transversal. sistem arcuata dan pembuluh darah external berjalan di bagian depan vertebra.

Sistem vena disusun dalam bentuk konfigurasi seperti tangga anterior dan posterior dengan sejumlah hubungan yang bersilangan. Darah selanjutnya akan dialirkan kedalam plexus vena vertebral internal. Walaupun begitu. metastase . Pada tingkat sakral. satu di anterior saccus dural dan satu pada bagian posterior. articular. dan bila ada. vena epidural dihubungkan dengan dua vena lateral sacral yang utama dari plexus eksternal. Plexus anterior eksternal berjalan di depan tubuh vertebra. hingga usia 8 tahun. drainage venous berasal dari jaringan vena postcapillary yang mengosongkan isinya kedalam sistem subarticular horizontal collecting melalui vertical channels yang menembus endplates. Pada endpalte. beranastomose dengan pleksus internal. Batson memaparkan adanya aliran vena retrograd dari pelvis bawah ke dalam vertebrae lumbosacral yang mendasari neoplasma pelvis (prostat) ke tulang belakang. terdapat sedikit pembuluh darah yang memperdarahi diskus. Hasil fungsional dari anastomosis luas sistem vena ini adalah adanya pergerakan konstan darah dari pembuluh darah besar ke pembuluh darah kecil dan sebaliknya. dan processus transversus. Seiring dengan berhentinya pertumbuhan. Pada usia dewasa. Sistem vena mengalirkan darah dari sistem vena inernal dan eksternal ke dalam vena cava inferior. Dari sistem ini.3. right ascending lumbar vein. Dasar plexus ini terbentuk dari dua pasang saluran vena yang berjalan longitudinal. venules akan berjalan ke saluran vena besar di pusat yang kemudian akan mencabangkan satu atau dua vena basivertebral yang besar. yang beranastomose satu dengan yang lainnya serta dengan plexus vena eksternal. tidak ada suplai darah aktif untuk diskus intervertebralis. yang akan secara bertahap mengalami obliterasi selama tiga dekade pertama kehidupan. tergantung derajat tekanan intra abdominal. Plexus ini terletak didalam canalis spinalis antara duramater dan vertebra. maka nucleus pulposus dan anulus fibrosus tidak lagi mempunyai suplai darah aktif dan menerima suplai darah hanya dalam bentuk transfer cairan jaringan yang melewati permukaan kartilago.2 Vena Pola pembuluh darah untuk drainase vena berjalan dengan jalur yang sama dengan suplai arteri. diskus dan ligamen longitudinal anterior dan berhubungan dengan vena segmental. Bagian posterior pleksus vena eksternal terdapat pada bagian permukaan posterior lamina dan sekitar spinosus. left ascending lumbar vein. dan berakhir di vena segmental atau lumbal.

tetapi tidak pada duramater bagian posterior (duramater posterior tidak mengandung akhiran syaraf). duramater bagian anterior. Ligamen longitudinal anterior banyak dipersyarafi oleh sistem syaraf simpatis. Persyarafan Lumbosacral Syaraf sinuvertebral dianggap merupakan struktur utama syaraf sensoris yang mempersyarafi struktur tulang belakang lumbal. Mempersyarafi bagian caudal sendi diatasnya dan bagian depan dari vertebra di bawahnya. Dapat juga ditemukan akhiran syaraf bebas yang menghantarkan rasa nyeri dan propiosepsi. Syaraf sinuvertebral mempersyarafi ligamen longitudinal posterior. sakroiliaka dan interspinosus menerima sedikit akhiran syaraf nociceptive (nyeri).4. yang melekuk ke atas di sekitar dasar pedikel menuju garis tengah pada ligamen longitudinal posterior. akan menyilang permukaan superior dari processus transversus di tepi paling medialnya.1 Syaraf Vertebra Eksternal Periosteum dan tulang vertebrae disuplai oleh sejumlah cabang-cabang kecil syaraf berasal dari sistem syaraf otonom. Berasal dari syaraf spinal yang terbagi menjadi divisi utama posterior dan anterior. berakhir di otot dalam tulang belakang. pleksus paravertebral dan otot-otot yang melapisinya. Syaraf ini akan bergabung dengan cabang simpatetis ramus communicans dan memasuki canalis spinalis melalui foramen intervertebral. Bagian posterior vertebrae disuplai oleh cabang medial ramus utama posterior. Jadi setiap cabang medial dari rami posterior berpartisipasi dalam mempersyarafi tiga sendi. pembuluh darah rongga epidural. Cabang medial berjalan di medial dan saat keluar melalui ligamen transversus. Rami posterior utama terbagi menjadi cabang medial dan lateral setelah memberikan cabang menaik ke bagian posterior sendi facet. dan memberikan sedikit percabangannya pula pada sendi facet. Ligamen longitudinal posterior merupakan struktur yang paling banyak dipersyarafi sedangkan ligamentum anterior. Secara anatomis rami anterior dan posterior berasal dari percabangan syaraf spinal saat keluar dari foramen. selubung dural yang melingkupi akar syaraf spinal dan periosteum vertebral bagian posterior. lapisan superfisial annulus fibrosus. Rami anterior utama akan berperan dalam pembentukan pleksus lumbal dan sacral serta memberikan beberapa cabang syaraf ke serabut annular yang berdekatan . 4. .

Persyarafan cutaneous dapat mempersyarafi kulit hingga ke trochanter major. maka impuls nociceptive akan ditransmisikan ke medulla spinalis untuk sensasi posisi dan lokalisasi nyeri. Bagian posterior annulus fibrosus akan berbagi akhiran bebas serabut syaraf (serabut syaraf propiosepsi dan serabut nociseptor) dengan jaringan fibrosa yang mengikatnya pada ligamentum longitudinal posterior. Beberapa cabang mempersyarafi periosteum vertebrae dan berpenetrasi kedalam corpus bersama-sama dengan pembuluh darah. biasanya terdiri dari dua atau empat filamen syaraf yang berasal dari ramus utama anterior yang terletak di bagian distal dari divisinya. Kandungan Canalis Spinal Lumbal Canalis spinalis lumbal mengandung. yang akan berjalan menurun dan melekat pada segmen coccygeal pertama. 4. Bagian paling .Cabang lateral (anterior) dari rami utama posterior memberi cabang-cabang kecil menuju otot sacrospinalis dan selanjutnya mempersyarafi struktur cutaneous di area lumbal. hanya rami posterior utama dari tiga vertebrae lumbal teratas yang memberikan persyarafan sensoris cutaneous ke area lumbal. menyokong dan melindungi bagian distal pembesaran corda spinalis bagian lumbal (conus medullaris) di bagian proksimal serta cauda equina dan syaraf spinal di bagian distal. 4. ligamen longitudinal posterior. dan ramus utama posterior S1. Oleh karena itu lesi pada nucleus pulposus akan dapat menyebabkan nyeri dan bila serabut syaraf dekat annulus distimulasi. akan berjalan turun keluar dari vertebra L1 bawah dan vertebrae L2 atas menjadi jaringan ikat yang halus. 5. Di vertebrae lumbal. ramus utama posterior L5. Sebagian besar terbagi menjadi bagian ascenden.3 Syaraf Vertebra Internal Struktur didalam canalis spinalis dipersyarafi oleh syaraf meningeal rekuren (sinuverterbralis). Jarang merupakan syaraf tunggal. Bagian dari conus medullaris.2 Sendi Sacroiliaca Sendi sacroiliaca mendapatkan persyarafannya dari cabang yang berasal dari ramus utama posterior L4. serabut annulus fibrosus paling luar dan jaringan lunak yang melingkupinya. Cabang lain mempersyarafi dura bagian anterior dan selubung akar syaraf. filum terminale. descenden dan transversal yang beranastomosis secara bebas dari satu sisi ke sisi yang lain dari satu level ke level yang lain. Juga beberapa cabang halus dari S2 dan terkadang S3. Nucleus pulposus tidak mengandung persyarafan. yang berada dalam daerah vertebrae lumbal.

Otot. Dura mater dan pia arachoid dipisahkan dari pia mater oleh ruang subarachnoid yang diisi oleh cairan cerebrospinalis. Hal ini dapat berumur pendek atau jangka panjang. Low back pain Hampir semua orang akan mengalami nyeri punggung bawah pada beberapa titik dalam hidup mereka. Duramater dan pia arachnoid juga melingkupi syaraf spinal pada titik keluarnya. Saccus dural. yang ditumpuk di atas satu sama lain. Tulang belakang Anda terdiri dari tulang-tulang kecil. saraf. Penyakit ini dapat membuat banyak kegiatan seharihari sulit untuk dilakukan. Tulang belakang . yang disebut vertebra. Pia arachnoid dan dura mater dipisahkah oleh ruang potensial yang disebut dengan ruang subdural. Anatomi Memahami tulang belakang Anda dan bagaimana cara kerjanya dapat membantu Anda memahami mengapa Anda memiliki sakit pinggang.bawah sistem syaraf pusat ini diliputi oleh tiga meninges. Dari bagian proksimal vertebrae lumbal. Saccus dural dalam canalis spinalis dan akar syaraf dalam spinal dan foramenal canal distabilisasi oleh sejumlah ligamen b. dan diskus intervertebralis adalah bagian tambahan tulang belakang Anda. ligamen. dura mater dan pia arachnoid berjalan terus ke bawah dan bersatu dengan filum terminale pada tepi distal vertebrae S1 atau bagian proksimal S2. Nyeri ini dapat bervariasi dari ringan sampai parah. kandungan di dalamnya dan syaraf spinal bersifat immobile. Pia mater erat membungkus conus medullaris dan akar syaraf.

Otot dan Ligamen Ini memberikan dukungan dan stabilitas untuk tulang belakang Anda dan tubuh bagian atas.Bagian dari tulang belakang lumbar. dan punggung bawah (lumbar). Bagian punggung bawah (sakrum dan tulang ekor) terdiri dari vertebra yang digabungkan menjadi satu. Facet Joint Antara dua vertebra terdapat sendi kecil yang membantu memindahkan tulang belakang Anda. Lima vertebra lumbalis menghubungkan tulang belakang bagian atas ke panggul. Mereka bekerja dengan sendi facet Anda untuk membantu Anda . diskus bertindak sebagai peredam kejut dan mencegah tulang belakang dari benturan terhadap satu sama lain. Spinal Cord dan Saraf Bagian Tulang Belakang " kabel listrik " ini berjalan melalui kanal tulang belakang yang membawa pesan antara otak dan otot. Tulang belakang terdiri dari tiga bagian yang menciptakan tiga kurva alami di punggung Anda: kurva daerah leher (cervical). Tulang-tulang ini terhubung untuk menciptakan sebuah kanal yang melindungi sumsum tulang belakang. Diskus Intervertebralis Diskus Intervertebralis berada di antara ruas-ruas tulang belakang. daerah dada (toraks).Ketika Anda berjalan atau berlari. Ligamen yang kuat menghubungkan vertebra Anda dan membantu menjaga tulang belakang dalam posisi tegak. Saraf cabang keluar dari sumsum tulang belakang melalui lubang di tulang belakang.

memindahkan tulang belakang. Diskus intervertebralis berbentuk datar dan bulat. Ada banyak penyebab nyeri pinggang. Rasa sakit dapat datang secara lambat atau datang tiba-tiba. Penyebab: Lumbar ligamen sobek. lingkaran bagian luar yang fleksibel. Kadang-kadang terjadi setelah gerakan tertentu seperti mengangkat atau menekuk. Faktor usia juga mempermudah terjadinya nyeri punggung. Rasa sakit bersifat intermiten atau konstan. Deskripsi Nyeri punggung ini berbeda dari satu orang ke orang lain. Dalam kebanyakan kasus. Ini membantu menghubungkan tulang belakang. berbentuk seperti jelly berada di pusat anulus fibrosus. Ini adalah bagian yang lembut. tulang belakang kita juga tumbuh. dan tebal sekitar setengah inci. Ini adalah bagian yang keras. Penuaan menyebabkan perubahan . nyeri punggung sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Cidera Ligamen Seperti usia kita. Nucleus pulposus. memutar. Mereka terdiri dari dua komponen. Ini berfungsi menyerap goncangan. dan menikung. Anulus fibrosus.

bagaimanapun. Mengapa beberapa orang memiliki rasa sakit dan yang lain tidak belum diketahui secara pasti. Kita semua akrab dengan "kekakuan" dan nyeri di punggung bawah . Perubahan usia. Perubahan ini dapat dimulai pada usia 30-an atau bahkan lebih muda .dan area lain dari tubuh . Cedera Diskus Beberapa orang mengalami nyeri pinggang yang tidak hilang dalam beberapa hari. tanpa diragukan lagi.yang biasanya hilang dalam beberapa hari.degeneratif pada tulang belakang. Otot dan serat ligamen dapat kewalahan atau terluka. . mereka bebas rasa sakit. dan kebanyakan. Hal ini sering disebabkan oleh terlalu banyak pekerjaan menyapu halaman atau duduk terlalu lama. Herniasi diskus. Sejumlah kecil orang dapat mengalami nyeri konstan yang berlangsung selama bertahun-tahun dan bisa sampai melumpuhkan. tidak membuat kebanyakan orang produktifitas. memiliki perubahan degeneratif pada tulang punggung! Kegiatan berlebihan Salah satu penyebab yang lebih umum dari nyeri punggung bawah adalah nyeri otot yang ditimbulkan dari kegiatan yang berlebihan.dan bisa membuat kita rentan terhadap sakit punggung. Ada Beberapa orang dengan Disk tear yang tidak memiliki rasa sakit sama sekali. Disk tear. Orang lain dapat memiliki rasa sakit yang berlangsung selama berminggu-minggu. Kita semua telah melihat pelari maraton 70-tahun yang. Jenis lain yang umum dari cedera diskus adalah "tergelincir" atau herniated disc. Ini mungkin berarti ada cedera pada daerah diskus. berbulanbulan. terutama jika kita melakukan kegiatan berlebihan. atau bahkan lebih lama. nyeri kecil di bagian luar dari diskus (anulus) kadang-kadang terjadi karena penuaan.

nyeri sering terjadi pada pantat dan menjalar ke kaki. nucleus dapat menerobos keluar inti. Jika diskus dalam kondisi tidak sehat atau terluka. atau gerakan berputar. Ketika terjadi hernia. menimbulkan tekanan pada saraf tulang belakang yang sangat sensitif. diskus mungkin hilang sepenuhnya dan menyebabkan sendi facet di tulang belakang . muncul tonjolan yang keluar menuju kanal tulang belakang. membungkuk.Herniasi Diskus Sebuah diskus mengalami hernia ketika nucleus pulposus yang seperti jelly (inti) mendorong kearah cincin luarnya (anulus). Ini adalah ischialgia. menyebabkan rasa sakit. diskus intevertebral mulai menyusut dan hilang. Disk Degenerasi Seiring bertambahnya usia. Dalam beberapa kasus. Disk Degerasi Hernia pada diskus sering terjadi karena sering mengangkat. Karena hernia sering terjadi di tulang belakang bagian bawah. menarik. maka sering mengakibatkan tekanan pada akar saraf yang mengarah ke kaki.

Spondylolisthesis. Jika terlalu banyak terjadi slip. tulang mungkin mulai menekan pada saraf tulang belakang.bergesekan satu sama lain. dan satu vertebra dapat meluncur ke depan di atas yang lain. Stenosis Spinal Spinal stenosis terjadi ketika ruang di sekitar sumsum tulang belakang menyempit dan menempatkan tekanan pada saraf -saraf tulang belakang. Hal ini dapat menyebabkan masalah punggung lebih lanjut. . Tulang belakang bergerak lebih dari yang seharusnya. termasuk spinal stenosis. Spondylolisthesis Degeneratif Spondylolistesis Perubahan dari penuaan dan keausan umum dan Disk tear membuat sulit bagi sendi dan ligamen untuk menjaga tulang belakang Anda dalam posisi yang tepat. "keausan" pada sendi facet Ini disebut sebagai osteoarthritis. Spinal stenosis. Akibatnya menyebabkan Nyeri dan kekakuan sendi.

atau sakit yang selalu ada meskipun tingkat aktivitas Anda rendah. Rasanya mungkin tajam atau menusuk. Scoliosis Ini merupakan kurva abnormal dari tulang belakang yang dapat berkembang pada anak-anak.dapat menyebabkan penyempitan kanal tulang belakang. Osteoarthritis juga dapat menyebabkan ligamen yang menghubungkan vertebra menebal. riwayat kanker.yang disebut taji . tulang berlebih ini . paling sering pada umur belasan tahun. Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Deformitas tulang belakang ini dapat menyebabkan nyeri punggung dan mungkin menimbulkan gejala sampai kaki. Rasa nyeri ini dapat . yang dapat mempersempit kanal tulang belakang. jika terjadi tekanan pada saraf yang terlibat. Penyebab Tambahan Ada penyebab lain dari sakit punggung.Spinal Stenosis Ketika intervertebralis disk hancur dan osteoarthritis muncul. Jika Anda memiliki penyakit pembuluh darah atau arteri. Seiring waktu. Hal ini juga bisa terjadi pada pasien yang lebih tua yang telah mengalami arthritis. beberapa di antaranya bisa serius. Gejala Nyeri punggung bervariasi. tubuh Anda mungkin menanggapi dengan tumbuh tulang baru pada sendi facet Anda untuk membantu mendukung tulang belakang.

menggigil. atau merasa seperti kram. Nyeri dapat menjalar dari pinggang ke pantat atau daerah pinggul luar. Nyeri sciatic adalah yang paling umum dengan hernia diskus. ke belakang. atau penurunan berat badan yang tak terduga. Duduk mungkin meningkatkan rasa sakit. dan bahkan mati rasa. Tes dan Diagnosis Sejarah Medis dan Pemeriksaan Fisik Setelah membahas gejala dan riwayat medis. atau diikuti dengan demam. Hal ini kadang menyebabkan linu pinggul tanpa sakit punggung. pegal. Berdiri dan berjalan justru meningkatkan nyeri Nyeri punggung datang dan pergi. Meskipun mereka hanya memvisualisasikan tulang. Ini termasuk memeriksa refleks Anda di lutut dan pergelangan kaki. Kebanyakan orang mengalami kondisi saat berbaring akan meningkatkan nyeri punggung bawah. dan sering mengikuti siklus hilang dan timbul . tidak peduli penyebab yang mendasari. Hal Ini memberitahu dokter Anda bagian bagian saraf yang terkena dampak serius. Dokter Anda mungkin mengukur fungsi saraf di kaki Anda. • Terlepas dari usia Anda atau gejalanya. Ini meliputi pantat sampai ke kaki. sinar-X sederhana dapat membantu menentukan apakah Anda memiliki penyebab yang paling . Dokter Anda mungkin menyuruh Anda membungkuk ke depan. serta pengujian kekuatan sensasi rasa.membosankan. Anda harus menghubungi dokter Anda. dan sisi ke sisi untuk mencari keterbatasan gerak atau sakit. jika sakit punggung Anda tidak membaik dalam beberapa minggu. dokter akan memeriksa Anda kembali. Jenis rasa sakit yang Anda miliki akan bergantung pada penyebab sakit pada tulang belakang Anda. Orang dengan nyeri punggung bawah dapat mengalami beberapa hal sebagai berikut: • • • • • Nyeri punggung yang lebih buruk pada saat membungkuk dan mengangkat. kesemutan atau kelemahan yang turun ke kaki. tapi tidak turun kaki. Pemeriksaan ini meliputi melihat punggung dan mendorong pada daerah yang berbeda untuk melihat apakah itu menyakitkan. Tes Foto Tes lain yang dapat membantu dokter menegakkan diagnosis Anda meliputi: Sinar-X (rontgen).

jelas terhadap sakit punggung anda. Ini akan menunjukkan apakah terjadi patah tulang, perubahan penuaan, kurva, atau deformitas. X-ray tidak menunjukkan diskus, otot, atau saraf. Magnetic resonance imaging (MRI). Penelitian ini dapat membuat gambar yang lebih baik dari jaringan lunak, seperti otot, saraf, dan diskus tulang belakang. Kondisi seperti hernia diskus atau infeksi lebih terlihat di MRI scan. Komputerisasi tomografi aksial (CAT) scan. Jika dokter Anda mencurigai masalah tulang, ia mungkin menyarankan CAT scan. Penelitian ini adalah seperti sinar-X tiga dimensi dan berfokus pada tulang. Scan tulang. Scan tulang mungkin disarankan jika dokter Anda membutuhkan informasi lebih lanjut untuk mengevaluasi rasa sakit dan memastikan bahwa rasa sakit tidak dari masalah langka seperti kanker atau infeksi.

Tes kepadatan tulang. Jika dikhawatirkan osteoporosis, dokter Anda mungkin memesan tes kepadatan tulang. Osteoporosis dengan sendirinya seharusnya tidak menyebabkan nyeri punggung, tapi patah tulang belakang akibat osteoporosis bisa menyebabkan nyeri punggung. Pengobatan Secara umum, pengobatan untuk nyeri pinggang jatuh ke salah satu dari tiga kategori: obat, fisioterapi, dan pembedahan. Perawatan Nonsurgical (non pembedahan) Obat-obatan. Beberapa obat dapat digunakan untuk membantu meringankan rasa sakit Anda. Aspirin atau asetaminofen dapat meredakan rasa sakit dengan sedikit efek samping. Obat anti-inflamasi Non-steroid seperti ibuprofen dan naproxen dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Obat nyeri narkotik, seperti kodein atau morfin, dapat membantu. Steroid, digunakan baik secara oral atau disuntikkan ke tulang belakang Anda, dosis yang tinggi bisa menjadi obat anti-inflamasi. Fisioterapi. Nyeri punggung bawah dapat menyebabkan kelumpuhan. Pengobatan dan perawatan terapi gabungan sering meredakan nyeri. Anda dapat kembali melakukan aktifitas

normal. Fisoterapi bisa berupa modalitas pasif seperti panas, es, pijat, ultrasound, dan stimulasi listrik. Terapi aktif terdiri dari peregangan, angkat berat, dan latihan kardiovaskular. Berolahraga untuk mengembalikan gerak dan kekuatan untuk tulang belakang dapat sangat membantu dalam menghilangkan rasa sakit. Brace (korset) bisa menjadi pilihan. Korset yang paling umum adalah tipe korset ortopaedi yang bisa memfiksasi punggung dan perut. beberapa orang dilaporkan merasa lebih nyaman dan stabil saat memakainya. Chiropractic atau terapi manipulasi diberikan dalam berbagai bentuk. Beberapa pasien mengalami perbaikan akibat nyeri punggung bawah dengan perawatan ini. Traksi sering digunakan, tetapi belum ada bukti ilmiah tentang evektifitasnya. Program latihan berbasis lainnya, seperti pilates atau yoga sangat membantu untuk beberapa pasien. Pengobatan Bedah Bedah untuk nyeri punggung bawah hanya harus dipertimbangkan ketika pilihan pengobatan non operasi telah dicoba dan gagal. Cara terbaik adalah untuk mencoba pilihan pembedahan selama 6 bulan sampai satu tahun sebelum mempertimbangkan operasi. Selain itu, operasi hanya harus dipertimbangkan jika dokter Anda dapat menentukan sumber rasa sakit Anda. Pembedahan bukanlah pilihan pengobatan terakhir "ketika semuanya gagal." Beberapa pasien tidak memilih untuk operasi, meskipun mereka memiliki rasa sakit yang signifikan dan pengobatan lain tidak bekerja. Beberapa jenis nyeri pinggang kronis tidak hanya dapat diobati dengan operasi. Spinal Fusion. Ini pada dasarnya adalah sebuah proses "pengelasan". Ide dasarnya adalah untuk menyambung bersama beberapa tulang vertebra yang mengalami sakit sehingga mereka sembuh dengan menjadi satu, tulang padat. Fusi tulang belakang menghilangkan gerakan antara segmen vertebra. Ini adalah pilihan ketika gerakan adalah sumber rasa sakit. Sebagai contoh, dokter anda dapat merekomendasikan fusi tulang belakang jika Anda memiliki ketidakstabilan tulang belakang, kelengkungan buruk (scoliosis), atau degenerasi parah satu atau lebih pada diskus Anda. Teorinya adalah jika segmen tulang belakang yang “sakit” tidak bergerak, mereka tidak akan timbul rasa sakit. Fusion dari vertebra di tulang belakang telah dilakukan selama beberapa dekade. Berbagai teknik bedah telah berevolusi. Dalam kebanyakan kasus, cangkok tulang

digunakan untuk menyambung tulang belakang. Sekrup, pipa, atau "jeruji" yang digunakan untuk menjaga tulang belakang Anda tetap stabil dengan tujuan penyembuhan. Operasi dapat dilakukan melalui perut Anda, sisi samping Anda, punggung, atau kombinasi dari semuanya. Bahkan ada prosedur yang dilakukan melalui lubang kecil di samping tulang ekor Anda. Tidak ada satu prosedur telah terbukti lebih baik daripada yang lain. Hasil fusi tulang belakang untuk nyeri punggung bawah bervariasi. Hal ini dapat sangat efektif dalam menghilangkan rasa sakit, tidak berefek sama sekali, dan segala sesuatu di antaranya. Kendali pemulihan bisa memakan waktu lebih dari satu tahun. Penggantian diskus. Prosedur ini melibatkan menghapus diskus dan menggantinya dengan komponen buatan, mirip dengan penggantian tulang pinggul atau lutut. Tujuan penggantian diskus adalah untuk mengembalikan dari segmen tulang belakang dan untuk fleksibilitas dan mempertahankan gerak lebih normal. Operasi ini dilakukan melalui perut Anda, biasanya pada dua disk bawah tulang belakang. Pencegahan Tidak mungkin untuk mencegah nyeri punggung bawah. Kita tidak bisa menghindari proses degenerasi normal dan keausan pada tulang punggung kita yang sejalan dengan penuaan. Tapi ada hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak dari masalah Latihan Kombinasikan latihan aerobik, seperti berjalan atau berenang, dengan latihan khusus untuk menjaga otot-otot di punggung dan perut yang kuat dan fleksibel. Lifting Tepat Pastikan untuk mengangkat barang-barang berat dengan kaki Anda, bukan punggung. Jangan membungkuk untuk mengambil sesuatu. Jaga punggung lurus dan menekuk lutut Anda. Berat badan pinggang. Memiliki gaya hidup sehat adalah awal yang baik.

mati rasa. Di samping itu nyeri pada umumnya memiliki komponen kognitif dan emosional yangdigambarkan sebagai penderitaan. infeksi. atau persisten). baik di pusat atau tulang belakang dapat terjangkiti nyeri yang datang dan pergi. lokal ataudifus).Menjaga berat badan yang sehat. intermiten. perubahan struktur kimia. Postur yang tepat Postur yang baik sangat penting untuk menghindari masalah di masa depan. Nyeri diinformasikan oleh perujungan saraf yang disebut nosiseptor yang memindairangsangan gangguan pada tubuh. sedang dan berat). merespon rasaterbakar. Nyeri seperti didefinisikan oleh International Association for Study of Pain (IASP). dan terbakar). tumpul.adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Susunan saraf. baik aktual maupun potensial. penjalarannya (superfisial. kesemutan. Pesan nyeri yang diterima oleh otak dipilah menjadi dua jenis. yaitu komponensensorik (fisik) dan emosional (psikogenik). Gejala awal neuropati biasanya dimulai dari organ tangan dan kaki yang secara perlahan-lahan kondisinya memburuk. dalam. Nyeri bisa bervariasi berdasarkan: waktu danlamaya berlangsung (transien. Hindari Merokok Asap dan nikotin menyebabkan tulang belakang Anda mengalami degenerasi dengan cepat. Kelebihan berat badan memberi tekanan tambahan pada tulang belakang. tekanan. nyeri terdiri atas dua komponen utama. kualitas (tajam. teriris. Seorang terapis dapat mengajarkan cara aman untuk berdiri. Nosiseptor menyampaikan pesan ke serabut saraf kemudian meneruskan pesan pada saraf tulang belakang dan otak pada hitungan kecepatan cahaya. Misalnya. dan mengangkat. Dari definisi tersebut. panas. Selain itu nyeri juga dihubungkan dengan refleks motorik menghindar dan gangguan otonom yang oleh Woolf (2004) disebut sebagai pengalaman nyeri. duduk. dan sensasi lainnya. Dalam tubuh kita sendiri terdapat banyak perujungan saraf tersebut. atau yang digambarkan dalam bentuk kerusakantersebut. penyusutan. Neuropati Neuropati adalah gangguan saraf yang menimbulkan rasa nyeri. dan kesemua nosiseptor memiliki tugas yang berbeda. c.Sementara nyeri kronis dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem persarafan itu . pertama nyeri akut yangumumnya disebabkan oleh trauma atau perlukaan yang disebabkan gangguan fisik. dan melemahnya otot pada bagian tubuh. intensitas (ringan.

Nyeri pada neuropatik bisa muncul spontan (tanpastimulus) maupun dengan stimulus atau juga kombinasi. ansietas dansebagainya. merupakan salah satu sinyal untuk mempercepat perbaikan dari jaringanyang rusak. vasoactive intestinal peptide (VIP). Reaksi stimulus ini berakibat pada sekresi neurotransmiter seperti prostaglandin. Stimulus ini bisa berupamekhanik. serotonin. jaringan ikat otot dan organ visera. Nyeri neuropatik adalah . Nyeri idiopatik yangtidak berhubungan dengan patologi baik neuropatik maupun nosiseptif dan memunculkangejala gangguan psikologik memenuhi somatoform seperti stres. jugasomatostatin (SS). tulang. diagnosis dan terapi.Sehingga meski pesan telah diteruskan ke otak. Proses nyeri merupakan suatu proses fisiologik yang bersifat protektif untuk menyelamatkan diri menghadapi stimulus noksious. patofisiologi. atau nyeriakut dan nyeri maladaptif sebagai nyeri kronik juga disebut sebagai nyeri neuropatik sertanyeri psikologik atau nyeri idiopatik. Nyeri akut adalah nyeriyang sifatnya self-limiting dan dianggap sebagai proteksi biologik melalui signal nyeri pada proses kerusakan jaringan. Nyeri akut atau nosiseptif yang diakibatkan olehkerusakan jaringan. Nyeri neuropatik juga disebut sebagai nyeri kronik berbeda dengan nyeri akut ataunosiseptif dalam hal etiologi. Nyeri kronis ini dapat pula berasal sebagaitambahan nyeri yang dipicu oleh keberadaaan penyakit utama seperti pada diabetes. Nyeri ini dipicu oleh keberadaanneurotransmiter sebagai reaksi stimulasi terhadap reseptor serabut alfa-delta dan C polimodalyang berlokasi di kulit. Secara patologik nyeri dikelompokkan pada nyeri adaptif atau nyeri nosiseptif. Sedangkan nyeri neuropatik disebut sebagai nyeri fungsional merupakan prosessensorik abnormal yang disebut juga sebagai gangguan sistem alarm. namun penyebab gangguan pada persarafantak mudah untuk diketahui sebagai sumber nyeri. histamin.sendiri. depresi. demikian juga infeksi dan tumor. substansi P. Saat ini nyeri tidak lagi dianggap sebagai suatu gejala tetapi merupakan suatu penyakitatau sebagai suatu proses yang sedang merusak sehingga dibutuhkan suatu penanganan dinidan agresif. kimia dan termis. Nyeri neuropatik yang didefinisikan sebagai nyeri akibat lesi jaringan saraf baik perifer maupun sentral bisa diakibatkan oleh beberapa penyebab seperti amputasi. cholecystokinin (CCK). Nyeri pada tipe akut merupakan simptom akibat kerusakan jaringan itu sendiri dan berlokasi disekitar kerusakan jaringan dan mempunyai efek psikologis sangat minimal dibanding dengan nyeri kronik.calcitoningenen-related peptide (CGRP) dan lain sebagainya. toksis (akibatkhemoterapi) metabolik (diabetik neuropati) atau juga infeksi misalnya herpes zoster padaneuralgia pasca herpes dan lain-lain.

Nyeri neuropatik juga dapat dihubungkan dengan penyakitinfeksius. Gangguan pada otak dan korda spinalis. dan mielopati. Untuk nyeri punggung bawahsendiri diperkirakan 15% dari jumlah penduduk (Fordyce. Insidensi maupunprevalensi nyeri akut belum diketahui. III. pelepasan katekolamin. yang paling sering adalah HIV. juga dapat menyebabkan low back pain. carpal tunnel syndrome. Cytomegalovirus. tetapi diperkirakan operasi dan trauma penyebabutama nyeri akut (Loeser and Melzack. Aktivasi nervus simpatetik yang abnormal. Penyebab nyeri neuropatik yang paling sering : o Nyeri neuropatik perifer o Poliradikuloneuropati demielinasi inflamasi akut dan kronik . dapat menyebabkan nyeri neuropatik. Jumlah penderita nyeri neuropatik lebihkurang 1% dari total penduduk di luar nyeri punggung bawah. Diperkirakan ada600. 1999. Nyeri neuropatiadalah hal yang paling sering dan penting dalam morbiditas pasien kanker. ganglia dorsalis. di Amerika Serikat terdapat kira-kira 75-8 juta penderita nyeri kronik. McQuay and Moore. dengan 25 juta diantaranya penderita artrirtis. radikulopati. dan sindrom neuropati jebakanlainnya. danspondilitis atau mielopati post traumatik. II. 1995). Nyeri bisa bertahan beberapa lama yakni bulan sampai tahun sesudah cedera sembuh sehingga juga berdampak luas dalam strategi pengobatan termasuk terapi gangguan psikologik. radicular pain. dan aktivasi free nerve endings atau neuroma dapat menimbulkan sympathetically mediated pain. stroke. dan saraf tepi.non-self-limiting dan nyeri yang dialami bukan bersifat sebagai protektif biologis namun adalahnyeri yang berlangsung dalam proses patologi penyakit itu sendiri.000 penderita artritis baru setiap tahunnya. dapat menimbulkan nyeri neuropatik. seperti multiple sclerosis. Gangguansistem saraf tepi yang terlibat dalam proses nyeri neuropatik termasuk penyakit pada saraf spinalis. Kerusakan pada pada saraf tepi yang dihubungkandengan amputasi. 1999). Nyeri pada pasien kanker dapat timbul dari kompresi tumor pada jaringan saraf atau kerusakan sistem saraf karena radiasi atau kemoterapi. yang sering ada pada penderita HIV.ETIOLOGI Nyeri neuropatik dapat timbul dari kondisi yang mempengaruhi sistem saraf tepi atau pusat.EPIDEMIOLOGI Menurut Bennet (1978) dan Tollison (1998).

o Polineuropati alkoholik o Polineuropati oleh karena kemoterapi o Sindrom nyeri regional kompleks (complex regional pain syndrome) o Neuropati jebakan (misalnya. carpal tunnel syndrome) o Neuropati sensoris oleh karena HIV o Neuralgia iatrogenik (misalnya. nyeri post mastektomi atau nyeri post thorakotomi) o Neuropati sensoris idiopatik o Kompresi atau infiltrasi saraf oleh tumor o Neuropati oleh karena defisiensi nutrisional o Neuropati diabetic o Phnatom limb pain o Neuralgia post herpetic o Pleksopati post radiasi o Radikulopati (servikal. atau lumbosakral) o Neuropati oleh karena paparan toksik o Neuralgia trigeminus (Tic Doulorex) o Neuralgia post traumatic Nyeri neuropatik sentral o Mielopati kompresif dengan stenosis spinalis o Mielopati HIV o Multiple sclerosis o Penyakit Parkinson o Mielopati post iskemik o Mielopati post radiasi o o Nyeri post stroke Nyeri post trauma korda spinalis o Siringomielia IV.KLASIFIKASI . thorakal.

neoplasma. dapat diakibatkan oleh stroke. trauma medula spinalis. histamin. seperti bradikinin. nueralgia pasca herpes zoster. Di bagian proksimal lesi yangmasih berhubungan dengan badan sel dalam beberapa jam atau hari. neoplasma. dan lain-lain •Medula spinalis. arakhnoiditis. terutama Na+channel. nyeri neuropati terbagi menjadi : •Nyeri spontan (independent pain) •Nyeri oleh karena stimulus (evoked pain) •Gabungan antara keduanya V. tumbuh tunastunas baru(sprouting). sehingga muncul aktivitas ektopik yang bertanggung jawab terhadap munculnyanyeri neuropatik spontan (Woolf. nyeri neuropati terbagi menjadi :(6.Berdasarkan gejala. Di sampingion channel juga terlihat adanya molekul-molekul transducer dan reseptor baru . Trauma atau lesi serabut saraf di perifer atau sentral dapat memacuterjadinya remodelling atau hipereksibilitas membran sel. dan lain-lain •Otak. yakni berdasarkan penyakit yangmendahului dan letak anatomisnya. baik serabut saraf pusat maupun perifer disebut nyeri neuropatik.Klasifikasi nyeri neuropati terbagi menjadi 2. atau membuat nosiseptor lebih sensitif (sensitasi) secara langsung maupun tidak langsung. dan berdasarkan gejala. Akumulasi Na+ channel menyebabkan munculnya ectopic pacemaker. sprouting. PATOFISIOLOGI Mekanisme yang mendasari munculnya nyeri neuropati adalah: sensitisasi perifer. dan lain-lain. siringomielia. dapat diakibatkan oleh neuropati. ada yang tumbuh dan mencapai organ target. sensitisasi sentral. traumasusunan saraf pusat. neoplasma. sedangkansebagian lainnya tidak mencapai organ target dan membentuk semacam pentolan yangdisebut neuroma. Trauma atau lesi di jaringan akan diresponoleh nosiseptor dengan mengeluarkan berbagai mediator inflamasi. Berdasarkan penyakit yangmendahului dan letak anatomisnya. dan sebagainya. Pada neuroma terjadi akumulasi berbagai ion-channel.8) •Perifer. Mediator inflamasi dapat mengaktivasi nosiseptor yang menyebabkan munculnya nyeri spontan. dapat diakibatkan oleh multiple sclerosis. radikulopati. 2004). prostaglandin. ectopicdischarge. Kerusakan jaringan dapat berupa rangkaian peristiwa yang terjadi di nosiseptor disebutnyeri inflamasi akut atau nyeri nosiseptif. Perubahan ekspresi dan distribusisaluran ion natrium dan kalium terjadi setelah cedera saraf. dan disinhibisi. atau terjadi di jaringan saraf. dan meningkatkan eksitabilitasmembran. Tunas-tunas baru ini. Sensitasi nosiseptor menyebabkanmunculnya hiperalgesia.

Sensitisasineuron di kornu dorsalis menjadi penyebab timbulnya alodinia dan hiperalgesia sekunder. Keadaan ini memberikan gambaran umum berupa alodiniadan hiperalgesia. korteks prefrontal dan korteks insula.yangsemuanya dapat menyebabkan terjadinya ectopic discharge. abnormal mechanosensitivity. traktus spinotalamikus (struktur somatik) dan kolum dorsalis (untuk viseral). Nyeri neuropatik muncul akibat proses patologi yang berlangsung berupa perubahan sensitisasi baik perifer maupun sentral yang berdampak pada fungsi sistem inhibitorik serta gangguan interaksiantara somatik dan simpatetik. termal.Dari keterangan di atas. Akantetapi.Sejalan dengan berkembangnya penelitian secara molekuler maka ditemukan beberapakebersamaan antara nyeri neuropatik dengan epilepsi dalam hal patologinya tentangketerlibatan reseptor misalnya NMDA dan AMPA dan plastisitas disinapsis. chemical) dapat menyebabkantimbulnya nyeri spontan dan evoked pain. Pada umumnya hal ini terjadiakibat proses apoptosis yang dipicu baik melalui modulasi intrinsik kalsium di neuron sendirimaupun akibat proses inflamasi sebagai faktor ekstrinsik. immediate earlygene changes. lesi yang berlanjut menyebabkan neuron-neuron di kornu dorsalis dibanjiri potensialaksi yang mungkin mengakibatkan terjadinya sensisitasi neuron-neuron tersebut. Permasalahan pada nyeri neuropatik adalah menyangkut terapi yang berkaitan dengan kerusakan neuron dan sifatnya ireversibel. Ectopic discharge dansensitisasi dari berbagai reseptor (mechanical. dan chemosensitivity (Devor and Seltzer. Atas dasar ini jugalah maka . Bagian dari jaras ini dimulai darikornu dorsalis. Sensitisasi ini pada umumnya berasosiasi denganterjadinya denervasi jaringan saraf akibat lesi ditambah dengan stimulasi yang terus menerusdan inpuls aferen baik yang berasal dari perifer maupun sentral dan juga bergantung padaaktivasi kanal ion di akson yang berkaitan dengan reseptor AMPA/kainat dan NMDA. Lesi jaringan mungkin berlangsung singkat. dan bila lesi sembuh nyeri akan hilang. secara sederhana dapat disimpulkan bahwa nyeri timbul karenaaktivasi dan sensitisasi sistem nosiseptif baik perifer maupun sentral. thermosensitivity. Baik nyeri neuropatik perifer maupun sentral berawal dari sensitisasi neuron sebagaistimulus noksious melalui jaras nyeri sampai ke sentral. rendahnya ambang batasstimulus terhadap aktivitas neuron itu sendiri misalnya terhadap stimulus yang nonnoksious.dan luasnya penyebaran areal yang mengandung reseptor yang mengakibatkan peningkatanletupan-letupan dari berbagai neuron. Yang berbeda hanyalah dalam hal burst discharge secara paroksismal pada epilepsi sementara pada neuropatik yang terjadi adalah ectopic discharge. Kejadian inilah yang mendasarikonsep nyeri kronik yang ireversibel pada sistem saraf. 1990).sampai talamus sensomotorik. Karakteristik sensitisasi neuron bergantung pada: meningkatnya aktivitas neuron. limbik.

pada bagian kecil penderita dengan lesi saraf tepi. terjadi pertumbuhan baru atau sprouting affreendengan non noksious ke daerah-daerah akhiran nosiseptor. Nyeri neuropati merupakan nyeri yang dikarenakan adanya lesi pada sistem saraf perifer maupun pusat. Rasa nyeri akibatsentuhan ringan pada pasien nyeri neuropati disebabkan oleh karena respon sentral abnormal serabut sensorik non noksious. Nyeri yang terjadiakibat lesi sistem saraf ini dinamakan nyeri neuropatik.tekanan. Gangguan yang terjadi dapat berupa gangguan keseimbangan neuronsensorik. sehingga aktivitas serabut saraf aferen menjadiabnormal (mekanisme perifer) yang selanjutnya menyebabkan gangguan nosiseptik sentral. rasa terbakar. serabut sensorik dengan ambang rendah (raba. Lesi tersebut dapat mengubah fungsi neuron sensorik yang dalamkeadaan normal dipertahankan secara aktif oleh keseimbangan antara neuron denganlingkungannya. atau protopatik seperti disestesia. keracunan zat tonik. . dan gerakan sendi) berakhir pada lapisan yang dalam. Hal inimenjelaskan mengapa banyak kasus nyeri intraktabel terhadap terapi. Sebaliknya. dan hilangnya inhibisi (Woolf. melalui perubahan molekular. Penelitianeksperimental pada tikus menunjukkan adanya perubahan fisik sirkuit ini setelah cedera padasaraf. Umumnya. Sampai saat ini belum diketahui benar apakah hal yang serupa juga terjadi pada pasien dengan nyeri neuropati. Gejala-gejala ini biasa disertai dengan defisit neurologik atau gangguan fungsi lokal. ini sering disebut sebagai gejala negatif. Akan tetapi. vibrasi. Pada beberapa minggu setelah cedera. Nyeri ini bersifat kronik dan mengakibatkan penurunan kualitas hidup penderita. parestesia dengan lokalisasi tak jelas yang disebabkan oleh serabut C yang abnormal. Nyeri neuropati melibatkan gangguan neuronal fungsional dimana saraf perifer atau sentral terlibat dan menimbulkan nyeri khas bersifat epikritik (tajam dan menyetrum) ygditimbulkan oleh serabut Aδ yg rusak. reorganisasi struktural. infeksi dan gangguan metabolik dapat menyebabkan lesiserabut saraf aferen. seperti pada penderita stroke. Neuron sensorik nosiseptif berakhir pada bagian lamina palingsuperfisial dari medula spinalis. parestesia atau nyeri. akanmenunjukkan gejala positif yang berupa disestesia. lesi saraf tepi maupun sentral berakibat hilangnya fungsi seluruh atausebagian sistim saraf tersebut. Reaksi sentral yang abnormal ini dapat disebabkan oleh faktor sensitisasi sentral.nyerineuropatik harus secepat mungkin di terapi untuk menghindari proses mengarah ke plastisitassebagai nyeri kronik. 2004). Nyeri neuropatik adalah nyeri yangdidahuluhi atau disebabkan oleh lesi atau disfungsi primer pada sistem saraf. Iskemia.

desipramin. Anti depresan Dari berbagai jenis anti depresan. Anti konvulsan Anti konvulsan merupakan gabungan berbagai macam obat yang dimasukkan kedalam satugolongan yang mempunyai kemampuan untuk menekan kepekaan abnormal dari neuron-neuron di sistem saraf sentral.Pada nyeri inflamasi maupun nyeri neuropatik sudah jelas keterlibatan reseptor NMDAdalam proses sensitisasi sentral yang menimbulkan gejala hiperalgesia terutama sekunder danalodinia. imipramin.Na yang membuka berarti depolarisasi menurun dan nyeri berkurang. Peningkatan konsentrasinorepinefrin dicelah sinaptik menyebabkan penurunan jumlah reseptor adrenalin beta yangakan mengurangi aktivitas adenilsiklasi. Disinhibisidapat disebabkan oleh penurunan reseptor opioid di neuron kornu dorsalis terutama di presinap serabut C. maprotilin. anti depresan trisiklik jugamenurunkan jumlah reseptor 5-HT (autoreseptor). Prinsip terjadinya nyeri adalah gangguan keseimbangan antara eksitasi dan inhibisi akibatkerusakan jaringan (inflamasi) atau sistem saraf (neuropatik). VII. Eksitasi meningkat pada kedua jenis nyeri tersebut pada neyeri neuropatik dari beberapa keterangan sebelumnya telahdiketahui bahwa inhibisi menurun yang sering disebut dengan istilah disinhibisi. Anti depresan trisiklik menghambat pengambilan kembali serotonin (5-HT) dan noradrenalin oleh reseptor presineptik. Disamping itu. Penurunan Si. sehingga secara keseluruhan mampumeningkatkan konsentrasi 5-HT dicelah sinaptik. Hambatan reuptake norepinefrin jugameningkatkan konsentrasi norepinefrin dicelah sinaptik. Penurunan aktivitas adenilsiklasi ini akanmengurangi siklik adenosum monofosfat dan mengurangi pembukaan Si-Na. yang paling sering digunakan untuk terapi nyeri neuropati adalah golongan trisiklik. Banyak teori telahdikembangkan untuk menerangkan perbedaan tersebut. Mekanismekerja anti depresan trisiklik (TCA) terutama mampu memodulasi transmisi dari serotonin dannorepinefrin (NE). PENATALAKSANAAN Obat-obatan yang banyak digunakan sebagai terapi nyeri neuropati adalah anti depresantrisiklik dan anti konvulsan karbamasepin. Akan tetapi di klinik ada perbedaaan dalam terapi untuk kedua jenis nyeri inflamasisedangkan untuk nyeri neuropatik obat tersebut kurang efektif. Seperti diketahui nyeri neuropati timbul karena . seperti amitriptilin.

adanyaaktifitas abnormal dari sistem saraf. nyeri pasca herpes. Reseptor NMDAdalam influks Ca2+ sangat berperan dalam proses kejadian wind-up pada nyeri neuropati. atau sedikit diatas karbamazepin.nyeri neuropati sehubungan dengan infeksi HIV. Nicholson mengatakan bahwa gabapentin dapatdigunakan sebagai terapi berbagai jenis neuropati sesuai denngan kemampuan gabapentinyang dapat masuk kedalam sel untuk berinteraksi dengan reseptor α2β yang merupakansubunit dari Ca2+-channel. Khusus untuk nyeri neuropati penderita HIV. Hasilnya.Prinsip pengobatan nyeri neuropati adalah penghentian proses hiperaktivitas terutama dengan blok Si-Na atau pencegahan sensitisasi sentral dan peningkatan inhibisi. merubah ataumengurangi pelepasan glutamat maupun aspartat dari neuron presinaptik. Efek ini mampu mengurangi cetusan dengan frekuensi tinggi dari neuron. telah banyak publikasi mengenai obat ini diantaranya untuk nyeri neuropati diabetika. Karbamasepin dan Okskarbasepin Mekanisme kerja utama adalah memblok voltage-sensitive sodium channels (VSSC). digunakanlamotrigin sampai dosis 300 mg perhari. neuralgia pasca herpes. terutama bila dosis ditingkatkan dengan cepat. Dalochio. penggunaan gabapentin untuk nyeri neuropati cukup populer mengingat efek yang cukup baik dengan efek samping minimal.sklerosis multipel dan lainnya. Okskarbasepin merupakan anti konvulsan yang struktur kimianya mirip karbamasepin maupun amitriptilin. meningkatkankonsentrasi GABA di otak. Efek samping utama lamotrigin adalah skin rash. Dari berbagai uji coba klinik. sama. hanya saja okskarbasepin mempunyai efek samping yang minimal. Lamotrigin Merupakan anti konvulsan baru untuk stabilisasi membran melalui VSCC. nyeri neuropati sehubungan dengan kanker dan nyeri neuropati deafferentasi. Gabapentin Akhir-akhir ini. pengobatan dengan okskarbasepin pada berbagai jenis nyerineuropati menunjukkan hasil yang memuaskan. tetapi 11 dari 20 penderita dilakukan penghentian obat karena efek samping. Nyeri neuropati dipicu oleh hipereksitabilitas sistemsaraf sentral yang dapat menyebabkan nyeri spontan dan paroksismal. . efektivitas lamotrigin lebih baik dari plasebo. Khusus mengenai gabapentin. Gabapentin cukup efektif dalam mengurangi intensitasnyeri pada nyeri neuropati yang disebabkan oleh neuropati diabetik.

dapat disertai dengan paresthesia dan rasa raba yang berkurang. Bila tidak pernah dipakai akan melemahkan struktur pendukung ini. dan peregangan berlebihan pendukung tulang belakang dapat berakibat nyeri punggung. ( Japardi. atropi twiching dan refleks fisiologi yang menurun) serta nyeri pada vertebra. Defenerasi diskus merupakan penyebab nyeri punggung yang biasa. Pemeriksaan fisik · Observasi Perhatikan sikap tubuh pasien saat menanyakan riwayat penyakit. ruptur/herniasi diskus thorakalis. Biasanya pasien menekukkan kepala menjauhi sisi yang cedera dan leher terlihat kaku. . masalah postur.otot abdominal dan toraks sangan pentingpada aktivitas mengangkat beban. Diskus intervertebralis akan mengalami perubahan sifat ketika usia bertambah tua. Pada lanjut usia akan menjadi fibrokartilago yang padat dan tidak teratur. Otot. Lengkungan tulang belakang akan mengalami guncangan vertikal pada saat berlari atau melompat. Batang tubuh membangu menstabilkan tulang belakang. dapat pula disertai hipertonus maupun spasme pada sisi otot yang nyeri.penonjolan diskus atau kerusakan sendi dapat mengakibatkan penekanan pada akar saraf ketika keluar dari kanalis spinalis. Bagaimana posisi kepala dan leher selama wawancara. Gerak leher ke segala arah menjadi terbatas. antara lain Tumor medula spinalis. trauma. Obesitas. radiokulopati diabetika thorakis. herpes zoster. gangguan motorik (cram.d. yang mengakibatkan nyeri yang menyebar sepanjang saraf. Etiologi: Keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya radikulopati terutama pada segmen/radiks thorakalis. Pada orang muda. Radikulopati Definisi: Radikulopati merupakan keadaan terjadinya gangguan pada radiks/serabut saraf. baik yang mendekati maupun menjauhi sisi cedera. yang sesuai dengan distribusi serabut sarafnya dan menyebabkan nyeri radikuler. Patofisiologi Kontruksi punggung yang unik dapat memungkinkan fleksibilitas sementara yang dapat melindungi sumsumtulang belakang secara maksimal. Arakhnoiditis. 2002). · Palpasi Pada palpasi didapatkan kekakuan dan nyeri pada sisi otot maupun radiks saraf yang terkena. diskus tersusun atas fibrokartilago dengan matriks gelatinus. spondilitis.

Refleks triseps mewakili tingkat radiks C7-8. dapat dilakukan distraksi servikal secara manual : pasien dalam posisi supinasi. Kelemahan pada ekstensi siku dan fleksi pergelangan tangan menunjukkan radikulopati C 7 dan kelemahan pada ekstensi ibu jari dan deviasi ulnar dari pergelangan tangan menunjukkan radikulopati C 8. membedakan lesi radiks dan lesi saraf perifer. Pemeriksaan ini juga menunjukkan tingkat subyektivitas yang tinggi. Selain itu juga untuk menentukan level dari iritasi/kompresi radiks . • MRI : Pemeriksaan ini sudah menjadi metode pilihan untuk daerah servikal . kemudian dilakukan distraksi leher secara perlahan. radiks saraf dan tulang vertebra dapat divisualisasikan. Sebagai contoh : Kelemahan pada abduksi pundak menunjukkan radikulopati C 5. Seperti : Refleks biseps mewakili tingkat radiks C5-6. · Sensorik Penting dicatat bila ada gangguan sensorik dengan batas jelas. membedakan adanya iritasi atau kompresi. • Elektromiografi ( EMG) : Pemeriksaan EMG membantu mengetahui apakah suatu gangguan bersifat neurogenik atau tidak. Pemeriksaan ini sangat spesifik namun tidak sensitif dalam mendeteksi adanya radikulopati servikal. · Test Provokasi Tes Spurling atau tes kompresi foraminal : dilakukan dengan cara posisi leher ekstensi dan rotasi kepala ke salah satu sisi kemudian berikan tekanan ke bawah pada puncak kepala. Pada pasien yang datang masih dalam keadaan nyeri. . MRI dapat mendeteksi kelainan ligamen maupun diskus. Pemeriksaan penunjang • CT SCAN : Pemeriksaan ini dapat memberikan visualisasi yang baik komponen tulang servikal dan sangat membantu bila ada fraktur akut. karena pasien dengan spasme otot. Kelemahan pada fleksi siku dan ekstensi pergelangan tangan menunjukkan radikulopati C 6. Tes dikatakan positif bila nyeri servikal berkurang. artritis juga mempunyai gejala yang sama. Tes dikatakan positif bila terdapat nyeri radikuler ke arah ekstresimitas ipsilateral sesuai arah rotasi kepala. Seluruh daerah medula spinalis . Hal ini disebabkan oleh adanya daerah persarafan yang bertumpang tindih satu sama lain . Pemeriksaan refleks tendon sangat membantu menentukan tingkat radiks yang terkena. Namun seringkali gangguan sensorik tidak sesuai dermatomal atlas anatomik.· Motorik Pemeriksaan motorik sangatlah penting untuk menentukan tingkat radiks servikal yang terkena sesuai dengan distribusi myotomal.

DAFTAR PUSTAKA .

Retikulopati thorakalis. G. 2002. S. 2002. B. Iskandar.pdf. Retikulopati. Mansjoer.Doenges. Jakarta: EGC. Jakarta: EGC.html?id=149. Rencana asuhan keperawatan: Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien.E. Diperoleh tanggal 15 Oktober 2008 dari http://library. 2000. Kapita selekta kedokteran. . M.id/download/fk/bedah-iskandar%20japardi43.& Bare.perdossi. Jakarta: EGC. A. 2002. Smeltzer.id/show_file. C. Diperoleh tanggal 15 oktober 2008 dari http://www.or. (Vol. 2).usu. Buku ajar keperawatan medikal bedah brunner & suddarth .. Sunardi. (Edisi 3). 2008.ac.