You are on page 1of 32

LAPORAN ILMIAH ASUHAN KEBIDANAN DENGAN GANGGUAN REPRODUKSI PADA NY. NG P3A0 57 TAHUN CA.

CERVIX STADIUM IIIB DI RUANG GINEKOLOGI RSUP Dr. KARIADI Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Pengalaman Belajar Praktek dan Praktek Klinik Rumah Sakit

Oleh : GITA PUSPITA NINGRUM P17424111018

PRODI DIII KEBIDANAN SEMARANG POLITEKNIK KEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG 2013/2014

LEMBAR PERSETUJUAN

Asuhan Kebidanan Dengan Gangguan Reproduksi Pada Ny. NG P3a0 57 Tahun Ca. Cervix Stadium III B di Ruang Ginekologi RSUP Dr. Kariadi

Disetujui Tanggal :.......................2013

Pembimbing Praktek

Praktikan

AGUSTIN, AMK NIP..................................... Mengetahui

GITA PUSPITA NINGRUM NIM. P17424111018

Pembimbing Akademik

LISTIANINGSIH EKO, S.SiT M.Kes NIP...............................................

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun laporan “Asuhan Kebidanan Dengan

Gangguan Reproduksi Pada Ny. NG P3A0 57 Tahun Ca. Cervix Stadium III B di Ruang Ginekologi RSUP Dr. Kariadi”.
Dalam menyusun laporan ini penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan dan saran dari pembimbing praktek maupun akademik. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Listianingsih Eko, S.SiT M.Kes selaku Pembimbing Akademik Prodi DIII kebidanan Semarang Poltekkes Semarang. 2. Ibu Agustin, AMK selaku pembimbing praktek 3. Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini Penulis menyadari dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna, maka kami mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Semarang, 7 Oktober 2013

Penulis

iii

...........................................................5 Gejala Klinik Kanker Serviks.........10 Pencegahan......................................................................................8 Penatalaksanaan Kanker Serviks...........5 2...1 Simpulan................5 2..........................................6 2....21 5..............................2 Tujuan Penulisan........................................................................................................iv BAB I : PENDAHULUAN 1............1 Pengertian............................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL....4 2.................................................8 BAB III BAB IV BAB V : TINJAUAN KASUS...............1 Latar Belakang......................15 : PEMBAHASAN......................................................2 Saran..........................................................6 2..........................................................................................................7 2.........................................................................3 Metodelogi Penulisan..........................................i LEMBAR PERSETUJUAN..............................................................................7 Diagnosis Kanker Serviks.......................4 2.............4 2............................ii DAFTAR ISI....................................................................................................................................................................................................................................................2 BAB II : TTINJAUAN TEORI 2.1 1..... 2.................................................9 Patofisiologi Kanker Serviks..................4 Faktor yang Mempengaruhi Kanker Servixs.......................................22 iv ............21 DAFTAR PUSTAKA............................................................................4 Sistematika Penulisan....2 1.............ii KATA PENGANTAR......6 Stadium Kanker Serviks....2 1..........................2 Penyebab Kanker Serviks...........20 : PENUTUP 5...................................................................................3 Epidemiologi Kanker Serviks.......................................................................................................................................................................................

000 penduduk. c. Tujuan Khusus a.2 Tujuan 1.BAB I PENDAHULUAN 1. 2. Dapat membuat analisa dengan benar pada ibu dengan Ca Cerviks. Dapat melakukan pengkajian dengan benar pada ibu dengan Ca Cerviks. Menurut Organisasi WHO (World Health Organization = Organisasi Kesehatan Dunia). Kanker leher/mulut rahim ini menduduki urutan nomor dua penyakit kanker didunia bahkan sekitar 500. Kariadi Semarang.1 Latar Belakang Karsinoma serviks atau kanker leher atau mulut rahim atau juga disebut kanker serviks merupakan jenis penyakit kanker yang paling banyak diderita wanita. Namun.000 meninggal tiap tahun. jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV yang menjadi faktor resiko terjadinya kanker serviks. dalam waktu ke depan diprediksi kanker mulut rahim akan menjadi penyebab kematian nomor satu. Oleh karena itu. 1. 1 . Di Indonesia terdapat 90-100 kasus kanker mulut rahim per 100. Kanker serviks menjadi penyebab kematian wanita nomor dua di dunia setelah penyakit jantung koroner. jika tidak dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatan. Dapat membuat rencana asuhan kebidanan pada ibu dengan Ca Cerviks sesuai standar kebidanan.000 wanita di seluruh dunia di diagnosa menderita kanker mulut rahim dan rata-rata 270. Dr. Tujuan Umum Dapat melakukan asuhan terhadap ganguan reproduksi dengan kanker serviks. Kanker ini hanya menyerang wanita yang pernah atau sedang dalam statussexually active. maka penulis tertarik menyusun kanker serviks sebagai Laporan Kasus di RSUP. Kanker mulut rahim adalah kematian nomor satu yang sering terjadi pada wanita Indonesia. Perempuan yang aktif secara seksual memiliki resiko terinfeksi kanker serviks atau tahap awal penyakit ini tanpa memandang usia atau gaya hidup. Kanker serviks adalah pertumbuhan sel-sel mulut rahim/serviks yang abnormal dimana sel-sel mengalami perubahan kearah keganasan. b.

khususnya ibu hamil. auskultasi.4 . palpasi.4 Sistematika penulisan BAB I : Pendahuluan Bab ini terdiri dari latar belakang.5 internet. tujuan penulisan. Dapat melaksanakan tindakan pada ibu dengan Ca Cerviks sesuai standar kebidanan 1. perkusi untuk mengumpulkan data. BAB II BAB III : Tinjauan Teori Pada bab ini terdiri dari alat kontrasepsi hormonal suntik : Tinjauan Khusus Membahas kasus secara nyata yang dilakukan pada aksepto KB suntik dengan asuhan kebidanan.2 . .3 Metodologi Penulisan Metode yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah : .1 Wawancara Yaitu mengadakan Tanya jawab dengan klien / keluarga dalam rangka mengumpulkan data. metode penulisan dan sistematika penulisan. Studi Kepustakaan Yaitu mengumpulkan data dari teori dan buku sumber di perpustakaan maupun di 2 . Dokumentasi Yaitu mempelajari catatan resmi kesehatan pasien.3 .d. 1. BAB IV : Pembahasan Bab ini berisi tentang pembandingan antara teori dengan praktik yang dilakukan bidan BAB V : Penutup Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran DAFTAR PUSTAKA Pemeriksaan Fisik Meliputi inspeksi. Observasi Mengadakan pengamatan secara langsung terhadap klien.

2. Human Papiloma Virus bersifat onkogenik yang berpotensi menyebabkan kanker.7 %. angka prevalensi karsinoma serviks adalah 99. 2009). sangat mungkin selama hidup seseorang wanta berada dalam ancaman virus HPV.3. Pengertian Kanker Serviks Kanker serviks adalah suatu proses keganasan yang terjadi pada serviks. Virus HPV tipe 16 dan 18 yang ditemukan pada 70 % kanker leher rahim (Bertiani. HPV adalah virus berbasis DNA dan stabil secara genetis.BAB II TINJAUAN TEORI 2. Masing-masing tipe mempunyai sifat tertentu pada kerusakan epitel dan perubahan morfologi yang ditimbulkan.1.Saat ini telah diidentifikasi sekitar 100 tipe HPV. HPV merupakan penyebab mutlak terjadinya kanker serviks. yaitu bagian terendah dari rahin yang menempel pada puncak vagina (Bertiani.2. Virus ini menyerang mulai adaanya kematangan seksual mulai anak umur 9 tahun hingga lansia umur 70 tahun. Penyebab Kanker Serviks Sebab kanker ini ditularkan melalui virus HPV atau (Human Pappiloma Virus). Dengan begitu ada kontak seksual. Kanker leher rahim (kanker serviks) merupakan sebuah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks. Kurang lebih 23 tipe HPV dapat menimbulkan infeksi pada alat kelamin wanita atau laki-laki.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks lebih dari 3 . sehingga jaringan disekitarnya tidak dapat melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya.2006) 2. Kanker leher rahim atau yang dikenal dengan kanker serviks yaitu keganasan yang terjadi pada serviks (leher rahim) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang senggama atau vagina (Depkes RI. Epidemiologi Kanker Serviks Data yang didapat dari yayasan kanker Indonesia (tahun 2007) menyebutkan setiap tahunnya sekitar 500.2009).

Makanan Ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa defisiensi asam folat dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia ringan dan sedang. e. Hal ini berkaitan dengan faktor sosioekonomi. Sebab pada ras Afrika-Amerika kejadian kanker serviks sebanyak 2 kali dari Amerika.Makanan yang mungkin juga meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks pada wanita adalah makanan yang rendah: Beta karoten. Vitamin C. Total 2. Ras Ras juga dapat menyebabkan resiko kanker serviks.000 meninggal dunia. Pemakaian kontrasepsi oral yang dipakai lebih dari 5 tahun meningkatkan resiko relatif 1.250. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kanker Serviks. asap hasil industri kimia. c. kebakaran hutan dan asap rokok. 2. pembakaran sampah. Pemakaian kontrasepsi Penggunaan kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama (5 tahun atau lebih) meningkatkan resiko kanker serviks sebanyak 2 kali sebab fungsi dari pil kb adalah mencegah kehamilan dengan cara menghentikan ovulasi dan menjaga kekentalan lendir serviks sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma. Polusi Udara Polusi udara ternyata dapat memicu penyakit kanker leher rahim. 4 . b. Gangguan Sistem Kekebalan Wanita yang terkena gangguan kekebalan tubuh atau kondisi imunosupresi (penurunan kekebalan tubuh) dapat terjadi peningkatan resiko kanker leher rahim. f. Pada wanita imunokompromise (penurunan kekebalan tubuh) seperti transplantasi ginjal dan HIV.2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks (Bertiani.4. Golongan ekonomi lemah Pada golongan ekonomi rendah memiliki pengetahuan yang sangat minim tentang kanker serviks dan kurangnya akses pemeriksaan papsmear secara rutin. asap kendaraan bermotor. Zat dioksin ini tentu merugikan karena berasal dari pembakaran limbah padat dan cair. Menurut Bertiani (2009) faktor yang mempengaruhi kanker serviks yaitu: a.53 kali. Vitamin E.2009). sumber dari polusi ini disebabkan oleh dioksin. d. Sedangkan untuk ras AsiaAmerika memiliki angka kejadian yang sama dengan warga Amerika. retinol (vitamin A). dapat mengakselerasi pertumbuhan sel kanker dari noninvasiv menjadi invasif.

h.Wanita perokok memiliki resiko 2 kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. sebab semakin muda seorang perempuan melakukan hubungan seks. Tinjauan kepustakaan mengenai etiologi kanker leher rahim menunjukkan bahwa faktor resiko lain yang penting adalah hubungan suami dengan wanita tuna 5 . l. Umur Pada usia 35-55 tahun memiliki resiko 2-3 kali lipat untuk menderita kanker serviks.g. semakin tua umur seseorang akan mengalami kemunduran. j. Iritasi ini akan merangsang terjadinya perubhan sel yang akhirnya berubah menjadi sel kanker. Disamping itu virus herpes simpleks tipe-2 dapat menajdi faktor pendamping. lendir serviks pada wanita perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada dalam rokok yang akan menurunkan daya tahan serviks disamping merupakan kokarsinogen infeksi virus. Sebab dapat menyebabkan timbulnya perubahan sel-sel abnormal pada mulut rahim. Merokok Tembakau adalah bahan pemicu kaersinogenik yang paling baik . Perilaku berganti-ganti pasangan akan meningkatkan penularan penyakit kelamin. sehingga pada usia lanjut lebih banyak kemungkinan jatuh sakit. Sebuah penelitian menunjukkan. semakin besar resikonya untuk terkena kanker serviks. Pasangan seksual lebih dari satu. Penyakit yang ditularkan seperti infeksi HPV telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks. Paritas Paritas yang berbahaya adalah dengan memiliki jumlah anak lebih dari 2 atau jarak persalinan terlampau dekat. atau mudah mengalami infeksi. perempuan yang melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai resiko 3 kali lebih besar. Hubungan seks pada usia muda Faktor resiko ini merupakan faktor utama. Terlalu sering membersihkan vagina Terlalu sering mencuci vagina dapat menyebabkan iritasi di serviks. i. k. Efek langsung bahan-bahan tersebut pada serviks adalah menurunkan status imun lokal sehingga kokarsinogen infeksi virus. Berdasarkan penelitian para ahli.

b. Selain itu.tempat lainnya. edema kaki. 7) Pada stadium lanjut. badan menjadi kurus kering karena kurang gizi.2009). terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal. dan dapat bercampur darah. berbau. maka muncul gejalagejala sebagai berikut: 1) Pendarahan pada vagina dan tidak normal. Gejala pra kanker serviks Pada fase sebelum terjangkitnya kanker sering penderita tidak mengalami gejala atau tanda yang khas. Gejala Kanker Serviks Bila sel-sel tidak normal berkemabng menjadi kanker serviks. Hal ini dapat ditandai dengan perdarahan diantara periode menstruasi yang regular. perdarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul 2) Rasa sakit saat berhubungan seksual 6 bila ada radang panggul. periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya. Gejala klinik Kanker Serviks a. Dari WTS itu suami dapat membawa virus dan menularkan isterinya (Bertiani. Namun sering ditemukan gejala-gejala sebagai berikut: 1) Keluar cairan encer dari vagina (keputihan) 2) Perdarahan setelah senggama yang kemudian dapat berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal 3) Timbulnya perdarahan setelah menopause 4) Pada fase invasif dapat keluar cairan bewarna kekuning-kuningan.Bial nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah. atau timbul gejala akibat metastasis jauh.susila (WTS). bisa juga . 5) Timbul gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis 6) Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah timbul nyeri di tempat. timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah (rectum).5. 2.

Stadium I dibagi menjadi: 1) Stadium IA1. nyeri panggul. Semakin besar angkanya. punggung. Stadium 0. angka romawi 0 sampai IV menggambarkan stadium kanker.Stadium II dibagi menjadi: 7 . c. keluar air kemih dan tinja dari vagina (Bertiani. maka kanker semakin serius dan dalam tahap lanjut.Kedalamannya antara 3-5 mm dan besarnya kurang dari 7 mm.2009). a. namun belum menyebar kemanapun. b. Tumor masih dangkal. Ukuran lebih besar dari 4 cm. Kanker telah tumbuh dalam serviks . Stadium I. 2.6. Stadium Kanker Serviks Sistem yang umumnya digunakan untuk pembagian stadium kanker serviks adalah sistem yang diperkenalkan oleh international Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). hanya tumbuh di lapisan sel serviks. penurunan berat badan. Dokter dapat melihat kanker dengan mata telanjang. Dokter dapat melihat kanker dengan mata telanjang. Dokter tidak dapat melihat kanker tanpa mikroskop. Dokter tidak dapat melihat kanker tanpa mikroskop. Pada sistem ini. kanker berada di bagian dekat serviks tapi bukan di luar panggul. Ukuran tidak lebih besar dari 4 cm. Stadium II. kelelahan.3) Jika kanker berkembang lebih lanjut maka dapat timbul gejala-gejala seperti berkurangnya nafsu makan. Kedalamannya kurang dari 3 mm dan besarnya kurang dari 7 mm. dan tungkai. 3) Stadium IB1. stadium ini disebut juga carsinoma in situ (CIS). 4) Stadium IB2. 2) Stadium IA2.

Mungkin dapat aliran urin ke kandung kemih. c. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. seperti kandung kemih. dengan tingkat ketelitian mencapai 90% (Sjamsuddin. Kolposkopi 8 . Stadium IV. Sitologi Pemeriksaan sitologi dikenal dengan pemeriksaan papsmear. maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. namun belum sampai ke dinding panggul. maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.1) Stadium IIA. tapi belum menyebar ke jaringan yang lebih dalam dari vagina.7. 2001) b. kanker telah menyebar ke organ terdekat. kanker meluas samapai ke atas vagina. e. kanker telah menyebar ke jaringan sekitar vagina dan serviks. 2. seperti kandung kemih dan rectum.2009). Jika terlihat tanda yang mencurigakan. rektum dan paru-paru.Stadium IV dibagi menjadi: 1) Stadium IVA. IVA IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Pada stadium ini. 2) Stadium IVB. Jika tidak ada perubahan warna. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. 2) Stadium IIB. Stadium III. d. kanker telah menyebar ke bagian lain tubuh. kanker telah menyebar ke jaringan lunak sekitar vagina dan serviks sepenajang dinding panggul. Kanker telah menyebar ke organ yang lebih jauh seperti paru-paru (Bertiani. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Diagnosis Kanker Serviks a. Sitologi bermanfaat untuk mendeteksi sel-sel serviks yang tidak menunjukkan adanya gejala.

Penatalaksanaan Kanker Serviks Terapi karsinoma serviks dilakukan bila mana diagnosis telah dipastikan secara histologik dan sesudah dikerjakan perencanaan yang matang oleh tim yang sanggup melakukan rehabilitasi dan pengamatan la njutan (tim kanker / tim onkologi). dan rencana penderita untuk hamil lagi. Pemilihan pengobatan kanker leher rahim tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. pembedahan laser untuk menghancurkan sel-sel yang abnormal tanpa melukai jaringan yang sehat di sekitarnya dan LEEP (loop electrosurgical excision procedure) atau konisasi. kauterisasi (pembakaran.Konisasi dilakukan apabila (Kodim dkk. keadaan umum penderita.Kolposkopi merupakan pemeriksaan serviks dengan menggunakan alat kolposkopi yaitu alat yang disamakan dengan mikroskop bertenaga rendah antara 40-60 kali dan terdapat sumber cahaya didalamnya. d. usia. juga disebut diatermi). Pengobatan pada lesi prekanker bisa berupa kriosurgeri (pembekuan). Lesi tingkat rendah biasanya tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut. Kolposkopi dapat meningkatkan ketepatan sitologi menjadi 95% (Suwiyoga.8. Tingkat 0 Ia Penatalaksaan Biopsi kerucut Histerektomi trasnsvaginal 9 .2007). 2004) 1) Proses dicurigai berada di endoserviks 2) Lesi tampak seluruhnya dengan pemeriksaan kolposkopi 3) Ada kesenjangan hasil sitologik dengan histopatologik 2. c. Konisasi Konisasi serviks adalah pengeluaran sebagian jaringan serviks sehingga bagian yang dikeluarkan berbentuk kerucut. Biopsi Menurut Sjamsuddin (2001) biopsi dilakukan di daerah yang abnormal jika sambungan skuamosa kolumnar (SSK) yang terlihat seluruhnya dengan menggunakan kolposkopi. terutama jika daerah yang abnormal seluruhnya telah diangkat pada waktu pemeriksaan biopsi. stadium penyakit. Biopsi harus dilakukan dengan tepat dan alat biopsi harus tajam dan harus diawetkan dalam larutan formalin 10% sehingga tidak merusak epitel.

I b dan II a IV a dan IV b Biopsi kerucut Histerektomi radikal dengan limfadenektomi panggul dan evaluasi kelenjar limfe paraorta (bila terdapat metastasis dilakukan radiologi pasca pembedahan) Histerektomi transvaginal Radioterapi Radiasi paliatif Kemoterapi II b .9. Patofisologi Kanker Serviks 10 . III dan IV Histerektomi trasnsvaginal 2.

2.Pencegahan Tilong (2012:187) Beberapa cara praktis yang dapat dilakukan dalam kehidupan seharihari agar terhindar dari infeksi HPV maupun kanker serviks adalah sebagai berikut: 1. maupun usia belasan tahun. Memiliki pola makan sehat yang kaya dengan sayur-sayuran. 3. Menghindari hubungan seks selama masa haid karena terbukti efektif bisa mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks. CERVIX STADIUM IIIB DI RUANG GINEKOLOGI RSUP Dr. dan E. sehingga bisa mengurangi resiko terkena kanker serviks. Misalnya mengkonsumsi berbagai karoten. dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. dan asam folat yang berguna meningkatkan kekebalan tubuh. vitamin A. Kariadi : Gita Puspita Ningrum : 07 Oktober 2013 : C 395848 A. buah-buahan. BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN DENGAN GANGGUAN REPRODUKSI PADA NY. KARIADI Tempat Praktek Nama Mahasiswa Tanggal No rekam medis I. NG P3A0 57 TAHUN CA. Menghindari seks sebelum menikah. Menghindari merokok karena banyak bukti yang menunjukan bahwa penggunaan tembakau dapat meningkatkan resiko terkena kanker serviks.2.10. DATA SUBYEKTIF Identitas/biodata 11 Penanggungjawab : Anak . C. atau diusia sangat muda. PENGKAJIAN : Ruang Ginekologi RSUP Dr. 4..

MS : 30 th : Jawa : Islam : SMK : Buruh : Wiroto dalam 03/06. Selanjutnya dia akan melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Riwayat Kesehatan Yang Lalu 1. Riwayat Perkawinan a. Sejak 1 tahun yang lalu ibu mengalami keputihan yang berbau tetapi tidak pernah diperiksakan. .Nama ibu : Ny. Keluhan utama : Ibu menyatakan ingin melanjutkan pengobatan yang dulu pernah dijalani. cerai mati. dan radioterapi 27 kali dan kemoterapi 5 kali di RSUP Dr. b. :2 :3 . Kariadi. Ibu menyatakan sudah dilakukan biopsi pada bulan januari. Jumlah anak 4. 2. Semarang Pendidikan : SD Pekerjaan : IRT Alamat : Wiroto dalam 03/06. Perkawinan ke d. 2.Dengan suami kedua 2 tahun. Umur waktu nikah b. Semakin lama ibu merasakan bawah. Semarang Anamnesa pada tanggal 7 Oktober 2013 Pukul 10. NG Umur Suku Agama : 57 th : Jawa : Islam Nama Umur Suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Tn. Riwayat Perawatan : Ibu menikah 2 kali dan ibu menikah muda umur 17 nyeri pada perut bagian tahun. Riwayat Operasi 12 : 17 tahun : . Riwayat menstruasi a.Dengan suami pertama 10 tahun. Menarche : 13 tahun Ibu menopouse 8 tahun yang lalu. 3. Lama c. Riwayat Kesehatan a. Riwayat Kesehatan Sekarang Ibu menyatakan pernah didiagnosis secara klinis Carsinoma Epidermoid Serviks Uteri Stadium IIIB. cerai hidup. kemudian ibu periksa dan didiagnosa menderita kanker serviks IIB.30 WIB 1. Kariadi.

daging. ikan). Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu menyatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit dengan jantung. tidur siang ± 1 jam/hari : tidur malam ± 8 jam sehari. 5. DM. HIV dan kanker. Selama c. malaria. sayur dan buah bervariasi. BAK 7x sehari. PMS. dan nifas yang lalu Anak keUmur kehamilan Abortus Jenis partus Penolong Penyulit/ Komplikasi BB Lahir (gr) Hidup Mati Umr JK Umr JK Keadaan anak 1 2 3 Aterm Aterm Aterm - Normal Dukun Normal Bidan Normal Dokter - 3000 30 tahun L 2800 28 tahun L 2650 25 tahun P 6.Pernah dioperasi Penyakit ::- c. asma. a. hiperensi. Pola kebutuhan dasar sehari-hari : (sebelum dan selama dirawat) Pola nutrisi : Sebelum : Ibu makan 3x sehari dengan lauk nabati (tahu. hepatitis. persalinan. tidur siang ± 3 jam Pola aktivitas : 13 . tempe) dan hewani (telur. tidak ada masalah Pola istirahat : Sebelum : tidur malam ± 7 jam sehari. TBC. tidak ada masalah Selama b. Riwayat KB : Jenis IUD Lama Penggunaan 3 tahun (1988-1991) Keluhan Tidak ada Alasan Berhenti Berpisah dengan Suami 7. : BAB 1xsehari konsistensi lunak. BAK 7x sehari. Riwayat kehamilan. Minum ±6-7 gelas sehari Selama : Ibu sedang melakukan puasa ntuk melakukan after loading yang I Pola eliminasi : Sebelum : BAB 1xsehari konsistensi lunak.

dengan suami sudah tidak pernah . gosok gigi 3x sehari. Namun. Pola sexual : Sebelum : ibu menyatakan sudah lama tidak berhubungan seksual dengan suami karena sudah berpisah. 9. Hubungan berhubungan. Kesadaran : composmentis c.Sebelum : Ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh cucunya. Personal hygiene : Sebelum : ibu mandi 2x sehari. Pemeriksaan umum a. DATA OBYEKTIF 1. Ibu selalu berdoa pada Alloh agar semuanya dapat berjalan lancer dan ibu optimis bahwa keadaannya akan lebih baik lagi. Selama : Ibu hanya tidur dan istirahat di bed tempat tidurnya. keramas 3x seminggu. Sesekali keluar kamar untuk mencari udara segar serta mengobrol dengan pasien lain. B. keramas 3x seminggu. b. ganti pakaian bersih 2x sehari. dan tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang. gosok gigi 3x sehari. c. ganti pakaian bersih 2x sehari. Selama : ibu tidak pernah melakukan hubungan seksual. Data Psikologis Secara psikologis ibu terlihat cemas dan takut karena akan dilakukakan after loading yang pertama. 8. tidak minum alkohol. Riwayat sosial budaya : a. Lingkungan : ibu berada di lingkungan yang mendukung kondisinya. Selama e. d. Keadaan umum : baik b. Status emosional : stabil d. : ibu mandi 2x sehari. Perilaku kesehatan : ibu tidak merokok. Tanda-tanda vital : 1) TD : 110/70 mmHg 2) Nadi : 88 x/mnt 3) RR : 20 x/mnt 14 dengan suami dan keluarga : ibu menyatakan hubungannya dengan keluarga baik.

tidak ikhterik dan tidak sianosis Kecoklatan. Pemeriksaan fisik Keadaan Umum Tampak sakit : Pucat : Sesak : Kesadaran : Gizi : Kejang : Kulit Warna : kashdhKlkdkhxnxn Pigmen : Basah/kering : Kuku : Rambut : jsjckkkkkkjnnnnnnnn Turgor : Kepala Bentuk : Lain-lain Mata 15 Mesochepal Sawo matang. tidak Tidak Tidak Tidak Composmentis Cukup Tidak mudah dicabut. kapiler refil < 3 detik Hitam. merata Kering Tidak panjang. distribusi merata. Baik .4) Suhu: 37°C 5) BB : 50 kg 6) TB : 150 cm d.

tidak sianosis Normal Bersih. t. mengkilat Tidak ada - Bersih Simetris - Simetris. reflek pupil +/+ Putih Normal.k Normal 16 .Ptosis Exopthalmus Palpebra Conjungtiva Gerakan bola mata Tekanan intra oculer Lapangan penglihatan Fundus Pupil Sklera Telinga Membran tympani Peradangan Lain-lain Hidung Rongga hidung Septum Lain-lain Mulut Bibir Palatum molle Dasar mulut Kelenjar ludah Tidak ada Tidak ada Normal Merah muda Normal. simetris Normal Luas Normal Normal.a.

m.Kelenjar sub mandiibularis Gusi Gigi geligi Lidah Lain-lain Tenggorokan Tonsil hfjfjfjfjfjfjfjfjfjfjfjfjfj Pharynx Lain-lain Leher Pembuluh darah Desakan venosa Tumor/lymphonodi Kenjar tyroid Trachea Kaku leher Lain-lain Dada Bentuk Pernafasan Simetri Lain-lain Tidak ada pembesaran kkmm.. tidak ada karies Tidak ada stomatitis - Tidak ada pembesaran. tidak ada peradangan Normal -l Tidak ada pembesaran vena jugularis Tidak ada Tidak ada Tidak ada pembesaran Normal Tidak ada - Simetris Teratur Ya 17 .m.m Tidak ada pendarahan gusi Masih lengkap.

Mamae Benjolan Pernanahan Puting Lain-lain Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Paru-paru(depan belakang) Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Abdomen Bentuk Venectasia Tumor Umbilicalus Nyeri Ascites Sedikit membuncit Tidak ada Tidak ada Tidak hernia Ada (kadang-kadang) Tidak ada Tidak tampak ictus cordis Ictus cordis teraba Batas jantung normal Bising jantung normal Kh lbful Simetris Tidak ada nyeri tekan dada Sonor Vesikuler fhkhbalnflnfbuuqfululifueblifi Tidak ada Tidak ada Menonjol - 18 .

Defence musculaire Dinding (kulit) perut Hati Ginjal Refleks dinding perut Limpa Peristaltik Lain-lain Genetalia Vagina Uterus Serviks Lain-lain Ekstremitas Superior inferior Warna Oedem Tremor Warna Oedem Tremor Tidak ada Normal Tidak ada pembesaran Tidak teraba Baik Tidak ada pembesaran Normal - Keputihan. Tidak ada kelainan 19 . Tidak ada perdarahan Tidak pembesaran atau massa karsinoma cervik stadium IIIB - Coklat (-) (-) - coklat (-) (-) - Lain-lain Lain-lain Neurologik Sensorik Motorik Koordinasi Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Baik.

96 2.0 0.Refleks Lain-lain Recto anal Callumna vertebralis +/+ Tidak ada hemoroid Normal 2. : PPV keputihan.7 3.6-11 150-400 11. tidak ada varises dan oedema.00 76-96 29-36 3.90 27.6-14.9 32. Hasil 12.00-32.8 0.4 35.6 8 171.5 15-37 30-65 136-145 3.2 18 36 139 3.1 101 Satuan gr%/dl % Juta/mmk P9 fL g/dL Rb/mmk Rb/mmk % fL mg/dL mg/dL mg/dL mmol/L U/L U/L Mmol/L Mmol/L Mmol/L Nilai normal 12.1-2.8 34.5 208 3.00-15. Pemeriksaan obstetric : Muka Payudara Abdomen Genetalia : tidak oedem. tidak ada benjolan : tidak ada nyeri tekan. tidak ada luka bekas operasi.1 L 98-107 Rencana : After loading I tanggal 8 okt 2013. 20 Nilai L H H H .1 92.0 4.0-47.4-5. puting susu menonjol.8 4-11 80-140 3.00 35. after loading II tgl 16 okt 2013.5 2.3 19 6. tidak pucat : simetris.40-5. C. PEMERIKSAAN PENUNJANG : Pemeriksaan Laboratorium 1 Oktober 2013 Pemeriksaan Hemoglobin Hematokrit Eritrocit MCH MCV MCHC Leukosit Trombosit RDW MPV KIMIA KLINIK Glukosa Sewaktu Albumin Creatinin Kalcium SGOT SGPT Elektrolit Natrium Kalium Chlorida D.5-1.5-5.

suhu : 37°C. TB : 150 cm. Vit. BB : 50 kg. PPV. Composmentis. SF 2x1. Vit. Terapi : Vit. Hasil : pukul 11. ANALISA Ny.000 IU Hasil : jam 06. O : Keadaan baik. IV. SF 2 x 1. TTV Hasil : KU baik. Kolaborasi dengan dokter anastesi Hasil : Belum ada jawaban. Memberikan terapi sesuai advis dokter Vitamin B Compleks.00 WIB S : Pasien mengatakan tidak ada keluhan. T: 37 oC RR: 20x/menit b. PLANNING Tanggal 7 oktober 2013 1.00 pasien telah diberikan Vitamin B Compleks. Persiapan After Loading I dengan puasa selama 6 jam. nadi : 80x/menit. composmentis. dan pasien bersedia minum. SF 2 x 1. Memberikan informed consent tindakan dan informed consent anastesi. A : Ny. NG P3A0 umur 57 tahun dengan carsinoma epidermoid serviks uteri IIIB P : 1. Jangka pendek a. Vitamin C. Vit. PPV: TD: 110/70 mmHg. A 1 x 50.A 1x50. EVALUASI Tanggal 08 Oktober 2013 jam 06.000 IU II. NG P3A0 umur 57 tahun dengan carsinoma epidermoid serviks uteri IIIB III. Hasil : Pasien paham mengenai tindakan yang akan dilakukan. Memberikan edukasi mengenai tindakan after loading. A 1 x 50.E. dan sudah tidak merasa mual. N: 80 x/menit. 21 .BC. RR : 20x/menit. e.000 IU sesuai advis dokter. TD : 110/90 mmHg. Jangka Panjang Program After Loading I tanggal 8 Oktober 2013 Program After Loading II tanggal 16 Oktober 2013 2. c.C. Vitamin C.00 WIB pasien bersedia atas informed consent yang diberikan d. Vit. Memonitor KU.

nadi : 80x/menit. TB : 150 cm. Tanggal 9 Oktober 2013 jam 06. composmentis. suhu : 37°C. Hasil : Pukul 10.Hasil : Pasien puasa sejak jam 02. Melaksanakan advice dokter untuk tindakan Brachyteraphy serviks uteri. RR : 20x/menit. 4. BB : 50 kg. nadi : 80x/menit. Hasil : Pasien mengerti dan dapat melakukannya.15 WIB pasien ditransfer ke radioterapi. Hasil : Pukul 08. TD : 110/90 mmHg. 8.30 WIB S : pasien mengatakan mual O : keadaan baik. TD : 110/90 mmHg. Melakukan transfer pasien ke radioterapi untuk dilakukan After Loading. 7.00 WIB pasien telah diberikan makan siang Memberikan terapi sesuai advis dokter asamefenamat 3x1 dan chiprofloxacin 3x1 Hasil : Pasien telah diberikan asamefenamat 3x1 dan chiprofloxacin 3x1 setelah makan.00 WIB pasien telah Memberikan diit biasa terhadap pasien. 9. NG P3A0 umur 57 tahun dengan carsinoma epidermoid serviks uteri IIIB 22 . Mengambil pasien pasca After Loading di radhioterapi. Hasil : pasien bersedia atas informed consent yang diberikan Menanyakan kesiapan pasien untuk dilakukan After loading I H : Pasien mengatakan sudah siap untuk after loading.00 WIB 2. Memonitor keadaan umum dan tanda-tanda vital pasien.40 WIB pasien telah dilakukan tindakan Brachyteraphy serviks uteri. 10. suhu : 37°C 3. Hasil : jam 12. Memberikan edukasi pada pasien untuk makan dengan porsi kecil namun sering untuk mengurangi mualnya. Melakukan evaluasi terhadap pasien setelah dilakukan after loading yang pertama Hasil :Pasien mengeluh mual 11. 5. A : Ny. RR : 20x/menit. Hasil : Pukul 08. composmentis. Memberikan informed consent untuk tindakan brachyteraphy. 6. Hasil : keadaan baik.

SF 2 x 1 dan diminum setelah sarapan. Hasil : Ibu bersedia melakukan yang disarankan 4.00 WIB pasien telah diberikan makan siang tetapi pasien merasa mual dan nafsu makan berkurang. Menganjurkan ibu untuk makan sedikit-sedikit tapi sering untuk mengurangi mual yang dirasakan. TTV Hasil : KU baik. RR : 20x/menit. Hasil : Pasien merasa senang dapat pulang dan bersedia kembali untuk melakukan after loading II. Melaksanakan advice dokter untuk memberikan obat Vitamin B Compleks. Memberi informasi kepada pasien dan keluarga bahwa sore ini dapat pulang dan kemali lagi tanggal 16 oktober 2013 untuk rencana afterloading II. Hasil : Obat telah diberikan dan ibu akan meminumnya setelah sarapan. dan nyeri. 23 . Hasil : ibu dan keluarga mengerti akan efek samping dari after loading I 6. Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga efek dari afterloading I yaitu mualmuntah. 5. composmentis.P : 1. PPV. Memonitor KU. TD : 110/70 mmHg. suhu : 37°C. 3. Memberikan diit biasa terhadap pasien Hasil : Jam 12. nafsu makan berkurang. nadi : 80x/menit. Vitamin C. PPV: Keputihan tidak berbau 2.

Adapun hal-hal yang penulis temukan selama melakukan asuhan kebidanan adalah sebagai berikut : 1.Cervix stadium IIIB dengan teori yang ada. Banyak hal yang ditemukan dalam melakukan asuhan kebidanan mulai dari pengumpulan data subjektif. Keputihan dialami ibu sejak 9 bulan terakhir yang berbau dan gatal.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini. penulis akan menganalisa antara asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. Analisa 24 . NG. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. 3. Subjektif Pada pengumpulan data subjektif penulis melakukan anamnesa dengan cara wawancara kepada Ny. NG dan keluarga ( anak ). hal ini sesuai dengan teori bahwa Ca. Cervix biasanya pada usia tersebut.Cervix di RSUP. melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital. 2. Hal ini sesuai dengan teori dari tanda dan gejala Kanker Serviks. Objektif Pada pengumpulan data objektif penulis memperoleh data dengan melihat keadaan umum. Disamping usia. analisa dan penatalaksanaan terhadap klien dengan Ca. umur klien 57 tahun. P3 A0 dengan Ca. ibu pernah mengalami perdarahan 9 bulan yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Pada bulan Januari hasil pemeriksaan Biopsii adalah : Epidermoid Carcinoma Cervix. Hasil anamnesa. objektif. Hasil Patologi Anatomi ( PA ) bulan adalah Epidermoid Carcinoma Cervix stadium IIIB. Dr. berdasarkan keluhan utama.Kariadi.

Penatalaksanan Penatalaksanaan pada Ny. Dari data subjektif dan objektif Ny.Cervix stadium IIIB2 telah sesuai dengan teori. dimana pemberian terapi berdasarkan klasifikasi Kanker Serviks. NG. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. NG dengan Kanker Serviks stadium IIIB dilakukan sesuai dengan protap pelaksanaan yang ada. 25 . bahwa antara asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. Demikian analisa penulis. diberikan asuhan kebidanan yang komprehensif dengan pendekatan BioPsikososial yaitu dengan memberikan asuhan sesuai dengan standar profesi kebidanan dan wewenangnya serta memberikan dukungan moril dan spiritual pada klien. dapat didiagnosis sebagai P3A0 dengan Kanker Serviks stadium IIIB. Selain itu. 4. Tindakan yang dilakukan yaitu Brachyteraphy Serviks Uteri.Pada tahap melakukan analisa penulis tidak menemukan kesulitan karena diagnosis sudah dapat ditegakan dari keluhan utama. NG P3A0 dengan Ca.

berdasarkan keluhan utama. NG. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Keputihan dialami ibu sejak 9 bulan terakhir yang berbau dan gatal. ibu pernah mengalami perdarahan 9 bulan yang lalu sebelum masuk rumah sakit. umur klien 57 tahun.1. Cervix biasanya pada usia tersebut. Tindakan yang dilakukan yaitu Brachyteraphy Serviks Uteri. Pada tahap melakukan analisa penulis tidak menemukan kesulitan karena diagnosis sudah dapat ditegakan dari keluhan utama. Selain itu. Pada bulan Januari hasil pemeriksaan Biopsii adalah : Epidermoid Carcinoma Cervix. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. diberikan asuhan kebidanan yang komprehensif dengan pendekatan Bio-Psikososial yaitu dengan memberikan asuhan sesuai dengan standar profesi kebidanan dan wewenangnya serta memberikan dukungan moril dan 26 . hal ini sesuai dengan teori bahwa Ca. Hasil Patologi Anatomi ( PA ) bulan adalah Epidermoid Carcinoma Cervix stadium IIIB. dapat didiagnosis sebagai P3A0 dengan Kanker Serviks stadium IIIB. NG dengan Kanker Serviks stadium IIIB dilakukan sesuai dengan protap pelaksanaan yang ada.BAB V PENUTUP 5. Pada pengumpulan data objektif penulis memperoleh data dengan melihat keadaan umum. Penatalaksanaan pada Ny. dimana pemberian terapi berdasarkan klasifikasi Kanker Serviks. Hasil anamnesa. melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital. KESIMPULAN Pada pengumpulan data subjektif penulis melakukan anamnesa dengan cara wawancara kepada Ny. Dari data subjektif dan objektif Ny. NG dan keluarga ( anak ). Disamping usia. Hal ini sesuai dengan teori dari tanda dan gejala Kanker Serviks.

5. Kepada petugas kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan penatalaksanaan Kanker Serviks 27 . SARAN Diharapkan pembaca mampu meningkatkan pengetahuannya tentang Kanker Serviks sehingga dapat melakukan pemeriksaan sejak dini.Cervix stadium IIIB2 telah sesuai dengan teori. bahwa antara asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.spiritual pada klien. NG P3A0 dengan Ca.2. Demikian analisa penulis.

Depkes RI. 2001.2006. Himpunan Bahan Kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular . Bebas dari Ancaman Kanker Serviks. Harapan Hidup.2007. 2009. Yogyakarta: FlashBooks 28 . Cara Cerdas Menghadapi Kanker Serviks (Leher Rahim). Kanker Serviks. Jurusan Epidemiologi FKM UI. Sukaca. Syamsudin. Jakarta: Arcan. D.Jakarta :FK UI Tilong. Apakaha Itu ?Pengobatan. Jong Wim de.Jakarta: Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kodim dkk. Beberapa Masalah Papsmear Sebagai Alat Diagnosa Kanker Serviks di Indonesia. Suwiyoga. Kanker.Denpasar: Laboratorium Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedoteran Udayana. A. S. dan Dukungan Keluarga. Pedoman Nasional Pengendalian Penyakit Kanker. 2012.DAFTAR PUSTAKA Bertiani E. 2005.2004. Yogyakarta: Genius Printika.