You are on page 1of 27

PERANAN DOKTER FORENSIK DALAM PEMERIKSAAN DI TEMPAT KEJADIAN PERKARA (TKP

)
Presentator : Nelly Martin Susanto Naanthini Dilly Kannan Pembimbing : 080100075 080100383 080100403

Prof. Dr. Amri Amir Sp.F(K), DFM, SH
DEPARTEMEN KEDOKTERAN FORENSIK RSUP. H. ADAM MALIK / RSU DR.PIRNGADI MEDAN 2013

LATAR BELAKANG
Dalam rangka penyelidikan, penyelidik dapat meminta bantuan dokter sesuai dengan Pasal 7 ayat 1(h) KUHAP, Pasal 120 ayat 1 KUHAP dan Undang-Undang Pokok Kepolisian tahun 1961 no.13 pasal 13. Bantuan dokter berupa pemeriksaan jenazah di Rumah Sakit dan pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara. Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah suatu tempat penemuan barang bukti atau tempat terjadinya tindak pidana atau kecurigaan suatu tindak pidana, merupakan suatu persaksian

Dalam hal memberikan bantuan untuk memeriksa TKP dokter perlu memperhatikan berbagai hal mulai dari prosedur permintaan, alat yang diperlukan, pemeriksaan di TKP, pencatatan dan akhirnya diperoleh kesimpulan

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
Sidney Smith
• Ilmu Kedokteran Forensik adalah kumpulan ilmu pengetahuan medis yang menunjang pelaksanaan penegakan hukum.

Simpson K

• Ilmu Kedokteran Forensik adalah ilmu kedokteran berhubungan dengan pengeluaran surat-surat keterangan untuk orang hidup maupun mati demi kepentingan hukum, mempelajari kematian tiba-tiba, karena kekerasan atau kematian yang mencurigakan sebabnya, penyidikan tindakan kriminal secara ilmiah, hal-hal yang berhubungan dengan penyidikan, kesaksian, etika kedokteran dan sebagainya.

Jaising P. Modi

• Ilmu kedokteran Forensik adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan prinsipprinsip dan pengetahuan kedokteran untuk membantu proses hukum, baik sipil maupun kriminal.

David Owen

Ilmu pengetahuan forensik adalah sebuah ilmu pengetahuan yang ditujukan untuk membantu proses peradilan, terutama dalam bidang pembuktian

Prof. Dr. Amri Amir, SpF(K), DFM, SH

• Ilmu Kedokteran Forensik adalah pengetahuan dan keterampilan untuk kepentingan hukum dan peradilan

LINTAS DISIPLIN
4 Penyidik 2 Dokter

5+

5

1

3

Penuntut Umum 6+ 6

korban

7

Hakim

Keterangan: 1 = Penyidik menemukan / mendapatkan laporan ada korban 2 = Penyidik mengirim permintaan VeR kepada dokter 3 = Dokter memeriksa korban 4 = VeR disampaikan kepada penyidik 5 = Penyidik mengirim berkas pemeriksaan termasuk VeR kepada jaksa sebagai penuntut umum 5+ = Jaksa mengembalikan berkas kepada penyidik untuk diperbaiki 6 = Jaksa menuntut tersangka disidang pengadilan 6+ = Hakim meminta jaksa untuk melengkapi berkas perkara (termasuk VeR) 7 = Dokter diminta hadir disidang pengadilan

TEMPAT KEJADIAN PERKARA (TKP)
• Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah suatu tempat dimana barang-barang bukti atau korban yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut dapat diketemukan. • Pengertian TKP di dalam petunjuk lapangan No. Pol: Skep/1205/IX/2000 tentang Penanganan Tempat Kejadian Perkara terbagi menjadi 2 (dua) yakni: 1. Tempat dimana suatu tindak pidana dilakukan/terjadi atau akibat yang ditimbulkannya. 2. Tempat-tempat lain yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut dimana barang-barang bukti,tersangka atau korban dapat ditemukan.

BANTUAN DOKTER SEBAGAI AHLI
• Bantuan dokter dalam menangani korban di Tempat Kejadian
Perkara (TKP) memang sangat dibutuhkan. Bantuan dokter tersebut tidak hanya ditujukan untuk korban mati saja tetapi

korban hidup.
• Bila pihak penyidik mendapat laporan bahwa suatu tindak pidana yang mengakibatkan kematian korban telah terjadi,

maka pihak penyidik dapat meminta/memerintahkan dokter
untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara tersebut.

DASAR HUKUM MENDATANGKAN DOKTER DI TKP

1. Pasal 7 ayat 1 (h) KUHAP 2. Pasal 120 ayat 1 KUHAP 3. Pasal 133 ayat 1 KUHAP

1.

KUHAP pasal 7 ayat 1 (h): Mendatangkan seorang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan perkara

2. KUHAP pasal 120 ayat 1: Dalam hal penyidik menganggap perlu, ia dapat minta pendapat

orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus
3. KUHAP pasal 133 ayat 1: Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban, baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukanpermintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter maupun ahli lainnya

KEWAJIBAN DAN PERANAN DOKTER UNTUK MEMBERIKAN AHLI

1. Pasal 179 ayat 1 dan 2 KUHAP 2. Pasal 120 ayat 2 KUHAP

1. KUHAP Pasal 179 ayat 1 Setiap orang yang dimintai pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan 2. KUHAP Pasal 179 ayat 2 Semua ketentuan tersebut diatas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang memberikan keterangan ahli, dengan ketentuan bahwa mereka mengucapkan sumpah atau janji akan memberikan keterangan yang sebaik-baiknya dan yang sebenarnya menurut pengetahuan dalam bidang keahliannya

3. KUHAP Pasal 120 ayat 2 Ahli tersebut mengangkat sumpah atau mengucapkan janji dimuka penyidik bahwa ia akan memberi keterangan menurut pengetahuannya yang sebaik-baiknya kecuali bila disebabkan harkat dan martabat, pekerjaan atau jabatannya yang mewajibkan ia menyimpan rahasia dapat menolak untuk memberikan keterangan yang diminta.

Bila dokter menolak untuk datang ke TKP sanksi pidana Pasal 224 KUHP

KUHP pasal 224: Barangsiapa yang dipanggil menurut undang-undang menjadi saksi ahli atau juru bahasa dengan sengaja atau tidak

menjalankan suatu kewajiban menurut undang-undang yang
harus dijalankan dalam kedudukan tersebut diatas : 1. Dalam perkara pidana, dihukum dengan hukuman penjara selama – lamanya 9 bulan 2. Dalam perkara lain, dihukum dengan hukuman penjara selama – lamanya 6 bulan

PROSEDUR PERMINTAAN DOKTER DI TKP

Dokter bila menerima permintaan harus mencatat
• Tanggal dan jam dokter menerima permintaan bantuan • Cara permintaan bantuan tersebut ( telpon atau lisan) • Nama penyidik yang minta bantuan • Jam saat dokter tiba di TKP • Alamat TKP dan macam tempatnya (misal : sawah, gudang, rumah dsb.) • Hasil pemeriksaan

Hal-hal yang perlu diperhatikan setibanya di TKP
• Tanggal dan waktu kedatangan • Nama orang di tkp pada saat kedatangan • Kondisi cuaca • Kondisi pencahayaan pada malam hari • Apa yang terjadi - insiden • Apa yang telah terjadi – aktivitas sejak insiden • Petugas yang bertanggung jawab atas kasus • Adegan penjagaan keamanan TKP • Bantuan yang diberikan di lokasi dan sumber daya lain yang sudah diminta

PERANAN DOKTER DI TKP
• • Peranan dokter di TKP adalah membantu penyidik dalam mengungkapkan kasus dari kedokteran forensik Pemeriksaan dokter di TKP bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat dalam waktu singkat dan melakukan beberapa tes lapangan yang berguna bagi pihak penyidik agar dapat melakukan strategi serta langkah yang tepat tentang perkara pidana yang menyangkut

tubuh manusia.
• Bantuan dokter di TKP adalah melakukan pemeriksaan yaitu berupa pemeriksaan korban, dan pengolahan TKP, yang meliputi pengamanan

TKP, pembuatan sketsa dan pemotretan, dan pengumpulan barang
bukti.

TINDAKAN YANG DIKERJAKAN DOKTER DI TKP
1. Persiapan : permintaan tertulis atau tidak, catat tanggal permintaan, siapa peminta, lokasi dimana, dan alat pemeriksa TKP 6. Membuat sketsa keadaan di TKP secara sederhana dan dapat memberikan gambaran posisi korban yang terdapat di TKP 7. Mencari, mengumpulkan, dan menyelamatkan barangbarang bukti (trace evidence) yang ada kaitannnya dengan korban, bagi kepentingan pemeriksaan selanjutnya

2. Menentukan apakah korban masih hidup atau telah tewas, bila masih hidup upaya terutama ditujukan untuk menolong jiwanya.

5. Menentukan jenis luka dan jenis kekerasan yang dapat memberikan informasi perihal alat atau senjata yang dipakai serta perkiraaan proses terjadinya kejahatan

3. Bila korban telah tewas tentukan perkiraan saat kematian, dari penurunan suhu, lebam mayat, kaku mayat, dan perubahan post mortal lainnya

4. Menentukan identitas atau jati diri korban baik secara visual, pakaian, perhiasan, dokumen, dokumen medis dan dari gigi, pemeriksaan serologi, sidik jari.

BANTUAN DOKTER DI TKP
• Jika korban masih hidup : Identifikasi secara visual : pakaian, perhiasan, dokumen dan kartu pengenal lainnya. Identifikasi medik : dari ujung rambut sampai kaki, termasuk gigi dan sidik jari. Jika korban mati: buat sketsa foto, situasi ruangan, lihat TKP porak-poranda atau tenang


Identifikasi suhu mayat, penurunan suhu, lebam mayat, kaku mayat, pembusukan. Luka : lokasi luka, garis tengah luka, banyak luka, ukuran luka, sifat luka. Darah: warna merah atau tidak, tetesan, genangan atau garis, melihat bentuk dan sifat darah dapat diperkirakan sumber darah, distribusi darah dan sumber perdarahan.

Identifikasi lanjutan - Ada sperma atau tidak - Pengambilan darah : jika di dinding kering,dikerok, jika pada pakaian, digunting - Darah basah/segar, masukkan ke termos es, kirim ke laboratorium kriminologi. - Rambut - Air ludah, bekas gigitan. Membuat kesimpulan di TKP - Mati wajar atau tidak - Bunuh diri : genangan darah, TKP tenang tidak morat-marit, ada luka percobaan, luka mudah dicapai oleh korban, tidak ada luka tangkisan, pakaian masih baik. - Pembunuhan: TKP morat-marit, luka multipel, ada luka yang mudah dicapai, ada yang tidak, luka disembarang tempat, pakaian robek ada luka tangkisan. - Kecelakaan

Mencari dan Mengumpulkan Barang Bukti (Trace Evident)
• Dokter tetap berkoordinasi dengan penyidik, terutama bila ada team Labfor.


• • • •

Dokter membantu mencari barang bukti, misal racun, anak peluru dll.
Segala yang ditemukan diserahkan pada penyidik. Dokter dapat meminjam barang bukti tersebut. Selesai pemeriksaan, TKP ditutup misal selama 3 X 24 jam. Korban dibawa ke RS dengan disertai permohonan visum et repertum.

KESIMPULAN
• Pemeriksaan langsung pada Tempat Kejadian Perkara akan memberikan lebih banyak informasi yang berharga dalam proses penyelidikan perkara sehingga pengungkapan suatu tindak kejahatan akan lebih mudah • Pada pemeriksaan TKP peranan dokter forensik sangatlah penting antara lain menyelamatkan korban dengan tetap menjaga keutuhan TKP, menegakkan diagnosis kematian, memperkirakan saat kematian, memperkirakan sebab kematian, memperkirakan cara kematian, menemukan dan mengamankan benda bukti biologis dan medis • Dokter perlu menghindari hal-hal yang dapat mempersulit penyidikan, seperti memegang setiap benda di TKP tanpa sarung tangan, mengganggu bercak darah, membuat jejak baru, atau memeriksa sambil merokok

• Pada waktu pemeriksaan di TKP, tidak boleh menambahkan atau mengurangi benda-benda bukti yang ada pada tempat tersebut • Setiap barang bukti yang ditemukan pada Tempat Kejadian Perkara harus dikumpulkan dan ditangani secara hati-hati agar tidak menghilangkan petunjuk penyelidikan • Semua barang bukti kemudian diperiksa secara cermat pada instalasi yang memadai dalam pengawasan ketat • Hendaknya kesimpulan sementara dibuat oleh dokter di TKP • Pemeriksaan di TKP akan selalu diikuti dengan tindakan autopsi untuk menentukan sebab kematian

TERIMA KASIH