You are on page 1of 18

Penentuan kadar suplemen Zn dalam Sediaan Tablet Effervesent dengan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS

)

Kelompok A11 Disusun oleh: Syarifah Hidayatul Fitri (10613086) Tiya Saraswati (106130471) Dania Olivia Yusthisa (10613065) Pradhani Dhaneswari (10613060) Sekar Ayu Dwi Astuti (10613064) Resa Kurniati (10613063)

JURUSAN FARMASI FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2012

terutama perubahan testosteron menjadi dehidrotestosteron yang aktif. TUJUAN 1. pankreas dan organorgan reproduksi pria. maka dengan itu banyak suplemen yang dibuat untuk melengkapi kebutuhan zinc dalam tubuh tiap harinya. menjaga kesuburan pada orang dewasa. degradasi / sintesis protein. Sehingga zinc perlu kita analisis untuk mengetahui kadarnya yang kita peroleh sehari-hari(2). membantu sintesis protein dalam tubuh. walaupun belum jelas mekanismenya(1). Juga ada hubungannya dengan insulin. Peranan Zn dalam metabolisme Kulit dan jaringan pengikat adalah dalam sintesis protein dan mungkin juga dalam replikasi sel. transfer CO (anhidrase karbonik) dan reaksireaksi lain. dan mempertahankan penglihatan. Dalam pankreas. fungsi dan pemeliharaan kulit. LATAR BELAKANG Zn adalah mikromineral yang ada di mana-mana dalam jaringan tubuh manusia / hewan dan terlibat dalam fungsi berbagai enzim dalam proses metabolisme. biosintesis heme. Pengaruh yang paling nyata adalah dalam metabolisme. rekomendasi RDI zinc yang dibutuhkan ialah sebanyak 15 mg perhari . tetapi dari makanan yang kita makan sehari-hari mungkin hanya 0. Zinc dianalisis dengan menggunakan metode AAS karena zinc merupakan salah satu senyawa logam yang dapat dianalisis dengan AAS.1. penyembuhan luka. Zn diperlukan untuk aktivitas lebih dari 90 enzim yang ada hubungannya dengan metabolisme karbohidrat dan energi. 2. Zink (Zn) merupakan suatu zat yang biasa terkandung di dalam makanan dan minuman yang biasa kita konsumsi sehari-hari. sintesis asam nukleat. 2. Dapat menentukan kadar Zn dalam sediaan tablet effervesent Redoxon Zinc Double Action (Zn 50 mg) dengan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). AAS sendiri memiliki prinsip dimana larutan sampel diaspirasikan kesuatu nyala dan unsur-unsur . Dapat menentukan akurasi serta nilai LOD dan LOQ pada penetapan Zn. Zinc di dalam tubuh dubutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak. walaupun tidak memegang peranan secara langsung terhadap aktivitas insulin.Zn berhubungan dengan banyaknya sekresi protease yang dibutuhkan untuk pencernaan. Seng diperlukan untuk perkembangan fungsi reproduksi pria dan spermatogenesis.5 mg perhari.

Panjang gelombang dapat dipilih di antara panjang gelombang tersebut untuk menghasilkan garis spektrum yang tajam dan dengan intensitas maksimum. Garis-garis lain yang bukan garis resonansi dapat berupa spektrum yang berasosiasi dengan tingkat energi molekul. Atom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu. berarti memperoleh lebih banyak energi. Spektrum atomik untuk masing-masing unsur terdiri atas garis-garis resonansi. Metode AAS berprinsip pada absorbsi cahaya oleh atom. dengan dibuktikan dari kecepatan analisisnya. tingkat dasar untuk elektron valensi 3s. masing-masing sesuai dengan panjang gelombang sebesar 589 nm dan 330 nm. Atomizer berfungsi untuk mengatomisasi suatu senyawa dimana senyawa yang belum berbentuk atom akan diubah menjadi atom (5). serta tidak memerlukan pemisahan pendahuluan. Inilah yang dikenal dengan garis resonansi. tergantung pada sifat unsurnya. Dengan absorpsi energi. Tingkat-tingkat eksitasi pun bermacam-macam. serta sebelum pengukuran tidak selalu memisahkan unsur yang ditentukan karena kemungkinan penentuan suatu unsur dengan unsur lain dapat dilakukan asalkan katoda berongga (Hollow Cathoda) yang diperlukan tersedia(4) .2 eV ataupun ke tingkat 4p dengan energi 3. ketelitiannya sampai tingkat runut.didalam sampel diubah menjadi uap atom. Misalkan natrium (Na) menyerap pada 589 nm. selain itu dapat menentukan konsentrasi semua unsur pada konsentrasi runut. antara lain alatnya yang canggih. Metode ini didasarkan atas absorbansi cahaya oleh atom. Atom-atom akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu.5 nm. .6 eV.5 nm. Kelebihan lainnya unsur yang akan dianalisis tidak tergantung pada bentuk molekul dari logam untuk menenttukan kadar dari unsur tersebut. Transisi elektronik suatu unsur bersifat spesifik. Cahaya pada panjang gelombang ini mempunyai cukup energi untuk mengubah tingkat elektronik suatu atom. Digunakan metode analisis dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) karena beberapa kelebihan yang dimilikinya. relatif dan sederhana. suatu atom pada keadaan dasar dinaikkan tingkat energinya ke tingkat eksitasi. uranium (U) pada 358. Elektron ini dapat tereksitasi ke tingkat 3p dengan energi 2. sehingga nyala mengandung atom unsurunsur yang dianalisis(3). Misalkan unsur natrium (Na) dengan nomor atom 11 mempunyai konfigurasi elektron 1s 22s22p63s1. biasanya berupa pita-pita lebar ataupun garis tidak berasal dari eksitasi tingkat dasar yang disebabkan proses atomisasinya(6). sedang kalium (K) pada 766. artinya tidak memiliki kelebihan energi.

100ml. Larutan standar Zn 3.1 Alat dan Bahan Alat : 1. METODE PERCOBAAN 3. Spatula 10. Corong 4. HCL 6 M. diencerkan dengan HCL 0. dapat kita ketahui bahwa alasan dipilihnya metode penetapan kadar Zn menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (AAS) karena senyawa Zn termasuk dalam senyawa logam. Kaca arloji 6. Copper dan lampu hollow cathode Zn atau lampu multielemen yang mengandung Zn dan copper 3.2 Cara Kerja narasi. Untuk menyiapkan seri kadar dibuat 5 konsentrasi untuk menentukan kurva standar. Batang pengaduk 2. 50ml.1M 2.1 M hingga volume mencapai 500ml. Labu ukur (1L . Zinc Double Action (Zn 50 mg) 3. 3. Kertas saring whatman 7.5g Zn dalam 20ml HCL 6M . 0. 500ml. sehingga Zn dapat ditentukan kadar nya menggunakan AAS yang sesuai dengan prinsip dari AAS itu sendiri. Pembuatan Larutan Stok/standar Zn 1000ppm Dilarutkan 0. Dilakukan pengenceran 10x untuk membuat larutan 100ppm dengan cara diambil 5ml dari larutan 1000ppm dan di add 50ml. Timbangan analitik Bahan : 1. Mortir dan stamfer 9. Gelas beaker 5. Kemudian dibuat beberapa .Dari penjelasan yang sudah disampaikan di atas. Spektrofotometri Serapan Atom dengan udara:asetilen flame 11. 5ml) 8.

dan 10ppm yang dibuat dengan cara memindahkan 0. 0.4ml.3ml.5ml dari larutan baku 100ppm kedalam labu ukur 5ml. Pembuatan Akurasi 80% Tablet ditimbang secara tepat.2ml. Kemudian ditambahkan 20ml HCL 6M dicampurkan hingga homogen dan didiamkan selama 5 menit. lalu dianalisis dengan AAS. Diultrasonifikasi selama 15 menit untuk menghomogenkan larutan tersebut. Diencerkan dengan 0. 4ppm. diencerkan dengan 0. Setelah itu disaring dengan kertas saring whatman 1# ke dalam labu ukur 100ml. Pembuatan Akurasi 100% Tablet ditimbang secara tepat. Lalu di analisis dengan AAS. kemudian dilakukan pengenceran 20 x dengan cara diambil 0.5 ml dari larutan sampel di add ke dalam labu 10ml. Preparasi Sampel Tablet ditimbang secara tepat. dihaluskan tablet dalam mortir. kemudian dilakukan pengenceran 20x dengan cara diambil 0. 8ppm. Setelah itu disaring dengan kertas saring whatman 1# ke dalam labu ukur 100ml. kemudian dilakukan pengenceran 20x dengan cara diambil 0. dihaluskan tablet dalam mortir. Diultrasonifikasi selama 15 menit untuk menghomogenkan larutan tersebut. Lalu di analisis dengan AAS.5 ml dari larutan sampel di add ke dalam labu 10ml. 6ppm. Kemudian ditambahkan 20ml HCL 6M dicampurkan hingga homogen dan didiamkan selama 5 menit.konsentrasi seri kadar antara lain 2ppm. 0. Lalu di analisis dengan AAS. .1M HCL hingga tanda batas.1M HCL hingga tanda batas.1 M sampai tanda batas.ditambahkan larutan stok zink 1000 ppm sebanyak 8 ml. Diultrasonifikasi selama 15 menit untuk menghomogenkan larutan tersebut. Kemudian ditambahkan 20ml HCL 6M dicampurkan hingga homogen dan didiamkan selama 5 menit. dan 0.ditambahkan larutan stok zink 1000 ppm sebanyak 10 ml. 0. Diencerkan dengan 0.1M HCL hingga tanda batas. dihaluskan tablet dalam mortir.1 ml. Kemudian diencerkan dengan HCL 0.5 ml dari larutan sampel di add kedalam labu 10ml. Setelah itu disaring dengan kertas saring whatman 1# ke dalam labu ukur 100ml.

0.Pembuatan Akurasi 120% Tablet ditimbang secara tepat. 4 ppm. 0. Kemudian ditambahkan 20ml HCL 6M dicampurkan hingga homogen dan didiamkan selama 5 menit. ditambahkan larutan stok zink 1000 ppm sebanyak 12 ml.2 ml. Lalu di analisis dengan AAS. dihaluskan tablet dalam mortir.1M hingga tanda batas Labu ukur 5ml Dianalisis dengan AAS . 3.4ml.5ml Diencerkan dengan HCl 0. 6 ppm.3ml. Setelah itu disaring dengan kertas saring whatman 1# ke dalam labu ukur 100ml. kemudian dilakukan pengenceran 20x dengan cara diambil 0.5 g Zn dalam 20ml HCL 6M Gelas Beaker Diencerkan dengan HCL 0.0. 8 ppm.dan 0. Diultrasonifikasi selama 15 menit untuk menghomogenkan larutan tersebut.1 ml. Diencerkan dengan 0.1M HCL hingga tanda batas.5 ml dari larutan sampel di add kedalam labu 10ml. dan 10 ppm Lart. Baku 100ppm Dipindahkan 0.3 Cara kerja secara sistematis Pembuatan Larutan stok / standar Zn 1000 ppm Dilarutkan 0.1M hingga tanda batas Labu ukur 500ml Pembuatan Larutan 100 ppm dengan pengenceran 10x Diambil 5ml dari larutan 1000 ppm dan di add hingga tanda batas Labu ukur 50ml Dibuat 5 konsentrasi seri kadar untuk kurva standar Dibuat konsentrasi seri kadar 2 ppm.

stok zink Labu ukur 100ml .Preparasi sampel Ditimbang tablet Dihaluskan tablet Mortir Didiamkan 5 menit Ditambah 20ml HCl 6M .5 ml Labu ukur 10ml Di add dengan HCl 0. Sampel diambil 0.1M HCl hingga tanda batas Dilakukan pengenceran 20x Lart. dicampur hingga homogen Gelas Beaker Ultrsonifikasi 15 menit Disaring Kertas saring whatman 1# Ditambah lart.1 M hingga tanda batas Pembuatan Akurasi 80% Ditimbang tablet Dihaluskan tablet Mortir Didiamkan 5 menit Ditambah 20ml HCl 6M . dicampur hingga homogen Gelas beaker Ultrasonifikasi 15menit Kertas saring whatman 1# Labu ukur 100ml Disaring Diencerkan dengan 0.

5ml dari larutan ampel Di add dengan 0.stok zink 1000ppm sebanyak 10ml Labu ukur 100ml Diencerkan dengan 0.5ml dari larutan ampel Di add dengan 0. dicampur hingga homogen Gelas Beaker Ultrsonifikasi 15 menit Disaring Kertas saring whatman 1# Ditambah lart.1 M HCl hingga tanda batas Dilakukan pengenceran 20x Diambil 0.1000ppm sebanyak 8ml Diencerkan dengan 0.1 M HCl hingga tanda batas Labu ukur 10ml .1 M HCl hingga tanda batas Labu ukur 10ml Pembuatan Akurasi 100% Ditimbang tablet Dihaluskan tablet Mortir Didiamkan 5 menit Ditambah 20ml HCl 6M .1 M HCl hingga tanda batas Dilakukan pengenceran 20x Diambil 0.

stok zink 1000ppm sebanyak 12ml Labu ukur 100ml Diencerkan dengan 0.1 M HCl hingga tanda batas Dilakukan pengenceran 20x Diambil 0.Pembuatan Akurasi 120% Ditimbang tablet Dihaluskan tablet Mortir Didiamkan 5 menit Ditambah 20ml HCl 6M .5ml dari larutan ampel Di add dengan 0. dicampur hingga homogen Gelas Beaker Ultrsonifikasi 15 menit Disaring Kertas saring whatman 1# Ditambah lart.5 g / 500 ml = 500 mg / 500 ml = 1000 mg / 1000 ml = 1000 ppm Dilakukan Pengenceran bertingkat  pengenceran 10x  M1V1 = M2V2 100ppm x 50ml 5ml 1000ppm x V1 = V1 Seri kadar 2 ppm = .1 M HCl hingga tanda batas Labu ukur 10ml 4. PERHITUNGAN PENGENCERAN SERI KADAR Pembuatan larutan stok zink 0.

4 ml 100ppm x V1 = V1 = Seri kadar 10 ppm  M1V1 = M2V2 10ppm x 5ml 0.5 ml 100ppm x V1 = V1 = Preparasi Sampel Didalam sampel terdapat 10 mg Zink Serbuk yang ditimbang = massa zink dalam 1 tablet / massa zink dalam tablet x jumlah 5 tablet yang ditimbang = 10/50 x 22425 .1 ml 100ppm x V1 = V1 Seri kadar 4 ppm  M1V1 = = M2V2 4ppm x 5ml 0. M1V1 = M2V2 2ppm x 5ml 0.3 ml 100ppm x V1 = V1 = Seri kadar 8 ppm  M1V1 = M2V2 8ppm x 5ml 0.2 ml 100ppm x V1 = V1 = Seri kadar 6 ppm  M1V1 = M2V2 6ppm x 5ml 0.

5 ml Perhitungan akurasi Kadar sampel 5 ppm  setelah pengenceran 20x  Akurasi 80% Serbuk yang ditimbang = 10/50 x 22520 = 4504 mg Volum yang diambil dari larutan stok zn 1000 ppm untuk akurasi 80% 80% x 5 ppm = 4 ppm  M1V1 1000 x V1 V1  Akurasi 100% Serbuk yang ditimbang = 10/50 x 22370 = 4474 mg Volum yang diambil dari larutan stok Zn 1000 ppm untuk akurasi 100% 100% x 5 ppm = 5 ppm  M1V1 1000 x V1 V1  Akurasi 120% Serbuk yang ditimbang = 10/50 x 22430 = 4486 mg Volum yang diambil dari larutan stok zn 1000 ppm untuk akurasi 120% = = = M2V2 100 x 100 10 ml = = = M2V2 80 x 100 8 ml .= 4485 10 mg / 100 ml  M1V1 100ppm x V1 V1 = 100 mg / 1000 ml = 100 ppm = M2V2 = 5ppm x 10ml = 0.

DATA DAN HASIL PERHITUNGAN a.6127 0.0198 r = 0.1356 = 0.0198x + 0.848 ppm Akurasi 100% : . Sampel dan Akurasi Sampel Akurasi 80% Akurasi 100% Akurasi 120 % Kadar (x) -9.0198x + 0.7965 0.0198x X = -9.120% x 5 ppm = 6 ppm  M1V1 1000 x V1 V1 = = = M2V2 120 x 100 12 ml 5.9321 0.7965 0.9321 = 0.9543 Kadar sampel : Y = 0.6127 = 0.7965 b = 0.283 ppm 6.9606 0.7965 b.0198x + 0. Kurva Baku Kadar (x) Standar 1 (2 ppm) Standar 2 (4 ppm) Standar 3 (6 ppm) Standar 4 (8 ppm) Standar 5 (10 ppm) Mean (y) 0.7965 -0.9224 0.8633 0.0198x + 0.0198x + 0.0198x X = 6.9911 y = bx + a y = 0.278 ppm 7.848 ppm 7.8400 0.970 ppm Absorbansi (y) 0.7965 0.9890 Regresi Linear : a = 0.9406 0.283 ppm Akurasi 80% : Y = 0.1838 = 0.

249x10-5 3.9x10-3 -0.9549 Yi (10 ppm) Y = 0.0198 (6) + 0.8400 4 ppm 0.7965 Y = 0.9153 0.7965 Y = 0.0198x + 0.0198x + 0.9890 yi 0.1441 = 0.7965 Y = 0.9606 10 ppm 0.7965 0.7965 Y = 0.0198 (4) + 0.025x10-5 Σ = 2.0124 7.9224 8 ppm 0.9945 (y-yi) 3.0198x + 0.7965 0.0198 (2) + 0.0198 (10) + 0.9153 Yi (8 ppm) Y = 0.041x10-5 3.8757 0.0198x + 0.8633 6 ppm 0.7x10-3 -5.970 ppm Validasi Metode Seri Kadar Mean (y) (x) 2 ppm 0.0198x X = 7.7965 0.9549 0.9543 = 0.0198x + 0.7965 Y = 0.521x10-5 1.0198x + 0.0198x + 0.Y = 0.7965 0.0198x + 0.0198 (8) + 0.9406 = 0.0198x X = 7.7965 Y = 0.7965 Y = 0.538x10-4 5.7965 Y = 0.0198x + 0.8361 Yi (4 ppm) Y = 0.1x10-3 5.822x104 Yi (2 ppm) Y = 0.1578 = 0.278 ppm Akurasi 120% : Y = 0.5x10-3 (y-yi)2 1.8757 Yi (6 ppm) Y = 0.7965 Y = 0.7965 .8361 0.

9945 =√ =√ =√ = 3. = 511. = 3. ( )- x 100 % x 100% = 3.99 Akurasi Akurasi 80% Xakurasi 80 = = * / / / / ( ) + = 6.3 .848 mg / 1000ml % recovery = = . 17 LOQ = 10 . = 1548.3 .312% .033 % Akurasi 100% Xakurasi 100 = = * ( ) + = 7. ( )- x 100 % x 100 % = 4.Y = 0. 067 ( ) Sy/x LOD = 3.278 mg / 1000ml % recovery = = . = 10 .

Alat spektrofotometri serapan atom perlu dioptomasi terlebih dahulu untuk memperoleh hasil yang baik. Semakin banyak atom pada keadaan dasar maka radiasi yang diserap makin banyak pula . pada kondisi yang optimum maka akan diperoleh serapan yang maksimum. maka atom akan memperoleh energi sehingga suatu atom pada keadaan dasar dapat ditingkatkan energinya ke tingkat eksitasi(8).970 mg / 1000ml % recovery = = . yaitu akurasi. LOD dan LOQ . Dengan dilakukannya optimasi alat maka akan diperoleh populasi atom pada tingkat tenaga dasar yang paling banyak dalam nyala api yang dilewati oleh radiasi. laju alir asetilen. Prinsip analisis dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) yaitu pengubahan molekul logam menjadi uap atom oleh suatu nyala sehingga uap atom tersebut dapat dianalisis(7). kuat arus lampu katoda cekung.Pada penentuan kandungan logam Zn dilakukan pada panjang gelombang . HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menghitung kadar zink dalam sediaan effervesent suplemen Redoxon Double Action. ( )- x 100 % x 100% = 2. Analisis kadar zink dalam penelitian ini menggunakan spektrofotometer serapan atom dengan nyala udara-asetilen karena metode tersebut dapat menentukan kadar logam tanpa dipengaruhi oleh keberadaan logam lain dan cocok untuk pengukuran sampel dengan konsentrasi rendah (7) .876% 6. Cahaya pada panjang gelombang ini mempunyai cukup energi untuk mengubah tingkat elektronik suatu atom yang mana transisi elektronik suatu atom bersifat spesifik.Akurasi 120% Xakurasi 120 = = * ( ) + = 7. Dengan menyerap suatu energi. laju alir udara. apakah kadar zink yang dianalisis sudah sesuai dengan yang tertera pada kemasan serta dapat menghitung parameter validasi. tergantung pada sifat unsurnya. Metode spektroskopi serapan atom didasarkan pada prinsip absorpsi cahaya oleh atom. Pada kondisi yang optimum perubahan serapan akibat perubahan konsentrasi akan lebih sensitive (8) . dan lebar celar. Atom-atom akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu. Parameter-parameter yang dioptimasi adalah panjang gelombang. Atom-atom akan menyerap tenaga radiasi yang khas untuk atom-atom tersebut dan kemudian berubah ke keadaan tereksitasi.

Dalam Penelitian ini dilakukan destruksi basah dengan menggunakan asam klorida (HCl) 6M. yaitu dengan cara penambahan standar baku Zn.2889x10-19 joule (e)( 8). sehingga menyebabkan kadar sampel yang dihasilkan adalah negatif (9. menandakan tidak sensitifnya metode yang dilakukan. Destruksi basah merupakan metode yang dilakukan dengan cara mendestruksi senyawa sampel dan kemudian mengikat atom yang diinginkan. dari data diatas.213. sehingga larutan dapat terbaca secara akurat.999. Batas Deteksi (Limit of Detection. LoD) dedefinisikan sebagai konsentrasi analit terendah dalam sampel yang masih dapat dideteksi.9911 .9 nm.009 ppm dan 0.6127 . Sedangkan dilakukan penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan atau membersihkan larutan dari pengotor yang tidak larut. Nilai LoD dan LoQ tersebut sangat besar. sedangkan LoQ yang didapatkan yaitu 1548. LoD merupakan batas uji yang secara spesifik menyatakan apakah analit di . dalam hal ini adalah Zn. Dalam penelitian ini dilakukan metode pengatoman dengan nyala (flame). panjang gelombang ini merupakan panjang gelombang optimum untuk Zn yang paling kuat menyerap garis untuk transisi elektronik dari tingkat dasar ke tingkat eksitasi karena pada panjang gelombang memiliki energi yang besar yaitu 9. karena kelarutan Zn dalam air meningkat dalam suasana asam. Ultrasonifikasi dilakukan untuk menghomogenkan suspensi dengan getaran dari gelombang bunyi ultrasonik.7965 dan slope (b) yang didapat adalah 0. Fungsi dari penambahan baku ini adalah untuk menghindari gangguan-gangguan. Dengan gas-asetilen dan oksidator udara temperatur yang tercapai adalah 1200°C. Dilakukan destruksi basah dan bukan destruksi kering karena senyawa sampel mudah larut dalam pelarut yang digunakan yaitu HCL 0. nilai intersep lebih besar dari absorbansi sampel.001 ppm rendah (7). Pada penelitian ini diperoleh nilai koefisien relatif ( r ) sebesar 0. Karena Zn termasuk logam yang mudah diuapkan sehingga umumnya ditentukan pada suhu rendah (sehingga digunakan gas udaraasetilen ). baik gangguan klinis maupun gangguan spektra. Seharusnya sensitifitas dan batas deteksi untuk Zn masing-masing adalah 0. dengan kombinasi gas yang digunakan adalah udara-asetilen.99. Absorbansi sampel yang didapatkan adalah 0. Sedangkan intersep (a) adalah 0. meskipun tidak selalu dapat dikuantifikasi. Pada penetapan kadar Zn dalam penelitian ini menggunakan metode standar adisi. Nilai tersebut sudah mendekati kriteria untuk penilaian uji penetapan bahan baku yaitu 0. Nilai batas terkecil (LoD) yang diperoleh yaitu 511.1 M.17 .283 ppm).0198. Semakin kecil nilai LoD berarti batas terkecil yang dapat dideteksi semakin kecil begitu pula semakin kecil nilai LoQ semakin sensitif metodenya.

maka konsentrasi LoQ yang lebih tinggi harus dilaporkan (8). LoD = 3.atas atau di bawah nilai tertentu. . atau nilai rujukan. Sedangkan. 8. KESIMPULAN Dalam penentuan kadar Zn dalam tablet effervescent Redokxon Zinc Double Action (Zn 50 mg) dengan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) didapatkan nilai absorbansi sampel sebesar 0. Sebagaimana LoD.99. Jika presisi tinggi dipersyaratkan. maka presisi juga menurun. Sedangkan Nilai batas terkecil (LoD) yang diperoleh yaitu 511. LoQ) didefinisikan sebagai konsentrasi analit terendah dalam sampel yang dapat ditentukan dengan presisi dan akurasi yang dapat diterima pada kondisi operasional metode yang digunakan. Data harus dilaporkan sebagai persentase perolehan kembali. Nilai LoD dan LoQ tersebut sangat besar. LoD dapat dihitung berdasarkan pada standar deviasi (SD) respon dan kemiringan (slope. Akurasi merupakan ketelitian metode analisis atau kedekatan antara nilai terukur dengan nilai yang diterima baik nilai konvensi. sehingga menyebabkan kadar sampel yang dihasilkan adalah negatif (-). Jika konsentrasi LoQ menurun.009 ppm dan 0. akurasi 100% diperoleh nilai sebesar 3. serta akurasi 120% diperoleh nilai sebesar 2. dari data diatas. akurasi diperoleh dengan membandingkan hasil pengukuran dengan bahan rujukan standar (standard reference material. menandakan tidak sensitifnya metode yang dilakukan. Akurasi diukur sebagai banyaknya analit yang diperoleh kembali pada suatu pengukuran dengan melakukan spiking pada suatu sampel. perolehan kembali) tersebut menunjukkan bahwa nilai tersebut jauh dari range yang diharapkan. Seharusnya sensitifitas dan batas deteksi untuk Zn masing-masing adalah 0.033% . DAFTAR PUSTAKA 1. S) kurva baku pada level yang mendekati LoD sesuai dengan rumus. dan LoQ yang didapatkan yaitu 1548. Untuk pengujian senyawa obat.876%. Batas Kuantifikasi (Limit of Quantification. Dari perolehan nilai akurasi (% recovery. SRM). Univerisitas Indonesia (UI-Press) . LoQ juga diekspresikan sebagai konsentrasi (dengan akurasi dan presisi juga dilaporkan). Linder.17 .6127 . Biokimia: Nutrisi & metabolisme. nilai sebenarnya.3 (SD/S)(8).001 ppm rendah. Dalam penelitian ini didapatkan akurasi 80% yaitu 4. 7.312% . 1992. nilai intersep lebih besar dari absorbansi sampel.

3. Watson. Rohman. S. S. Atomic Absorption Determination of Zink and Copper in a Multivitamin. Khopkar. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI-Press. M. Penerbit UI Press. Kimia Farmasi Analisis. 2007. 5. Fat. 2009. . David G. Jakarta. White C. Pustaka Pelajar...M. Prof. 2001. 8. Yogyakarta 298-299. The Center for Chemestry Education. 7. Khopkar. Jakarta) 9.. Atena. 2010. S. Abdul. Kimia Farmasi Analisis.Jakarta. EGC. Gandjar. Analisis Farmasi. Paidon L.Loss. Trans Media Pustaka. Pustaka Pelajar. 1990.. 2.. Gandjar Ibnu Ghalib. 288. Jakarta. Jakarta. 1990. Jakarta . Konsep Dasar Kimia Analitik.. . Ibnu Gholib dan Abdul Rohman. Khopkar. Jakarta 6. 4. Dr. 2007. UI Press.M. Konsep Dasar Kimia Analitik. 2010.