You are on page 1of 12

Program pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit difokuskan pada daerah piringan dan gawangan.

Sasaran jenis gulma utama yang perlu dikendalikan diantaranyaalang-alang, rumputrumputan lainnya dan gulma berdaun lebar (termasuk berbagai jenis anak kayu). Vegetasi alang-alang (Imperata cylindrica) harus diberantas hingga tuntas karena memiliki banyak biji dan tunas dorman sepanjang akar sulur (ryzoma) yang membuatnya mampu berkembang biak secara cepat di hamparan luas, disamping sangat sedikit jenis tanaman lain yang mampu menyainginya. Vegetasi alang-alang yang luas dan padat beresiko mengakibatkan tanaman kelapa sawit mengalami defisiensi nitrogen (N) dan fosfat (P), selain menjadikannya rawan terhadap bahaya kebakaran. Rumput-rumputan lainnya dan gulma berdaun lebar juga harus dikendalikan berdasarkan tujuan praktis sebagai berikut : 1. Pengendalian gulma di piringan : Untuk mengurangi kompetisi penyerapan unsur hara dengan tanaman kelapa sawit, terutama pada TBM yang perakarannya masih halus dan terkonsentrasi dalam piringan atau dekat batangnya. Selain itu juga dimaksudkan untuk mempermudah kontrol pemupukan, atau pengutipan brondolan di areal TM.

Pengendaliangulma di gawangan : Untuk mengurangi kompetisi hara, air dan sinar matahari dengan tanaman kelapa sawit, mempermudah kontrol pekerjaan dari satu gawangan ke gawangan lain, serta menekan perkembangan populasi hama (terutama di areal TBM). Dalam hal ini tidak semua jenis gulma perlu diberantas, misalnya vegetasi rumput-rumputan dan tanaman setahun lainnya yang bersifat lunak, berakar dangkal dan tidak tumbuh tinggi (seperti pakis Nephrolepis). Disamping itu harus dijaga supaya intensitas pengendalian gulma jangan berlebihan hingga berdampak menggundulkan permukaan tanah yang menjadikannya rawan terkena erosi. A.1. Pengendalian Alang-alang 1.1. Pengendalian alang-alang sheet Metode yang efektif untuk mengendalikan vegetasi alang-alang yang luas (sheet) adalah dengan cara penyemprotan herbisida kimia, yaitu dengan produk herbisida yang mengandung bahan aktif glifosat. Alternatif lainnya menggunakan herbisida berbahan aktif sulfosat atau imazapir, namun produk lama yang pernah direkomendasikan sebelumnya telah habis ijin pendaftarannya atau tidak lagi beredar di pasaran sehingga untuk menggantikannya harus dilakukan kembali penelitian terhadap produk baru dari produsen yang sama atau merek lainnya. Tabel 01. Rekomendasi penggunaan herbisida untuk mengendalikan alang-alangsheet.

dan beberapa minggu kemudian menjadi coklat terbakar dan akar sulurnya rusak atau membusuk.0 – 7. dan kemudian dilakukan kontrol alang-alang secara ”wiping” jika perkembangannya semakin terbatas.Jenis dan kadar bahan aktif herbisida Dosis (liter produk/ hektar blanket) Kawasan terbuka Kawasan ternaungi 4.3 % dalam pelarut air) + surfaktan . Metode wiping menggunakan kain katun berukuran 3 x 12 cm yang sudah dicelupkan dalam larutan herbisida glifosat 360 g/l (konsentrasi 1.0 Jenis alat Knapsack sprayer Solo atau CP-15 Aplikator Jenis nozel VLV 200 Polijet biru Volume semprot (liter/ha) 200 – 250 450 . Senyawa glifosat bersifat sistemik purna tumbuh dan non residual untuk menghambat sintesa protein dan asam amino aromatic pada jaringan alang-alang.0 Keterangan : Volume semprot medium (450 – 600 liter/ha) dipakai jika pertumbuhan alang-alang cukup tebal atau kecepatan angin cukup tinggi di areal yang akan disemprot. Efek herbisida tersebut yang terlihat pada tubuh alang-alang yang kontak setelah 2 – 4 hari disemprotkan adalah menguning dan layu secara bertahap. serta dilakukan pada stadia alang-alang yang diperkirakan anakannya sudah muncul semua di permukaan tanah dan sebelum mulai berbunga. Pengendalian alang-alang sporadis Mengendalikan alang-alang yang tumbuh sporadis (terpencar-pencar) lebih tepat secara spotspraying. Oleh karena itu pengendalian alang-alang di areal tanaman baru (umur < 1 tahun) dilakukan secara manual untuk mencegah tanaman muda yang masih rawan tersebut mengalami kerusakan akibat percikan larutan semprot herbisida yang terbawa angin. Waktu terbaik penyemprotan herbisida glifosat adalah di pagi hari ketika angin belum begitu kuat berhembus.0% – 1. Selain itu jadwal penyemprotan glifosat harus ditunda jika cuaca mendung (berawan tebal yang berpotensi turun hujan < 6 jam kemudian) karena berpengaruh mengurangi efektifitasnya terhadap alang-alang. 1.0 – 5.600 glifosat 360 g/l 6.2. Selama penyemprotan herbisida glifosat harus dihindari terjadi percikan liar yang mengenai pelepah kelapa sawit sebab beresiko menyebabkan pertumbuhan abnormal pada pelepah muda.

“sedang” = 40% – 75 % atau “berat” jika > 75 %). A. alternatif lainnya adalah menggunakan botol tetes atau pompa semprot nyamuk (hand sprayer) untuk mengaplikasikan herbisida. TPH (tempat pengumpulan hasil) dipakai meletakkan buah hasil panen sebelum diangkut ke PKS. Selanjutnya balutan kain basah tersebut disapukan (wiping) secara merata pada setiap helai daun alang-alang (dimulai dari batang bawah sampai ke ujung daunnya).(0. maka diharapkan jumlah aktual kebutuhan herbisida dan tenaga kerja akan semakin berkurang pada tahun-tahun berikutnya. namun jangan sampai menyebabkan batang dan daun alangalang menjadi pecah. 1. Penentuan jenis dandosis herbisida. dan TPH merupakan sarana penting dalam kegiatan produksi dan perawatan tanaman kelapa sawit sehingga perlu secara berkesinambungan dirawat dengan cara manual dan/ atau memakai herbisida supaya berfungsi sebagaimana mestinya. 3.alan rintis dan TPH Piringan. jalan rintis dan TPH. Jalan rintis merupakan sarana jalan yang dilewati pekerja untuk mengangkut buah ke TPH dan lain-lain pekerjaan operasional (perawatan tanaman. Pemeliharaan Piringan.5%). putus atau tercabut. serta kebutuhan tenaga kerja dan rotasi penyemprotannya harus mempertimbangkan kondisi areal dan persentase penutupan gulma (tergolong “ringan” = 0% – 39%. kemudian kain tersebut dibalutkan pada tiga jari tangan setelah sedikit diperas. Selain cara wiping. Ujung daun yang sudah diwiping kemudian harus diputuskan sekitar 1 cm untuk membedakan dengan helai daun lainnya yang belum dikerjakan. Piringan adalah tempat aplikasi penaburan pupuk dan menampung tandan buah dan berondolan yang jatuh ketika panen. 2. Tabel 02. dimana hanya sedikit herbisida yang diteteskan pada batang alang-alang atau mengarahkan langsung semprotan dari nozzle hand sprayer sebanyak tiga kali semprotan ke tengah-tengah rumpun alang-alang. Gulma menjalar dan serasah yang menutupi rumpun alang-alang harus dibersihkan dahulu sebelum wiping dengan menggunakan arit kecil (guris). Jika prosedur pengendalian gulma tersebut di atas dapat diterapkan secara baik dan konsisten. Rekomendasi metode perawatan piringan. jalan rintis (jalan panen).).2. Herbisida Dosis Jenis dan produk kadar bahan (ml/ha/ aktif rotasi) Aplikator Jenis Nozel Rotasi/ tahun Keterangan Umur tanaman Sasaran Metode ≤ 1 tahun Piringan Manual - - 1 x 1 bln 6 bulan pertama . Cara ini sama-sama dimaksudkan supaya pemakaian bahan herbisida menjadi lebih sedikit dibandingkan cara penyemprotan spotspraying. sensus dsb.

4 unit/ha) Piringan Kimia glifosat 360 g/l + 170 ml + 43 fluroksipir 200 ml g/l glifosat 360 g/l + 33 ml + fluroksipir 200 9 ml g/l glifosat 360 g/l + 270 ml + fluroksipir 200 67.Jalan rintis (1 : 8) dan jalan kontrol Piringan Manual - - - - dikerjakan 1 x 1 bln kontraktor Kimia 2 tahun Jalan rintis (1 : 4) dan jalan kontrol Kimia Piringan Kimia 3 tahun Jalan rintis (1 : 2) dan jalan kontrol TPH (1.5 ml g/l glifosat 360 g/l + 65 ml + 17 fluroksipir 200 ml g/l bersama dengan semprot pasar rintis glifosat 360 g/l + 170 ml + 43 fluroksipir 200 ml g/l glifosat 360 g/l + 65 ml + 17 fluroksipir 200 ml g/l MHS Kuning 4 kali Jari-jari = 2.5 m CP-15 VLV 200 Solo - 4 kali Lebar = 1 m Manual 1 kali 4x7m Kimia glifosat 360 g/l + 270 ml + fluroksipir 200 67.5 m 4 – 5 tahun Jalan rintis (1 : 2) dan jalan kontrol TPH Kimia MHS Kuning 4 kali Lebar = 1 m Kimia MHS Kuning 4 kali p4 x 7 m Piringan Kimia MHS Kuning 3 kali Jari-jari = 2 m > 6 tahun Jalan rintis (1 : 2) dan jalan kontrol Kimia MHS Kuning 3 kali Lebar = 1 m 4 x7m TPH Kimia bersama dengan semprot pasar rintis MHS Kuning 3 kali .5 ml g/l glifosat 360 g/l + 65 ml + 17 fluroksipir 200 ml g/l - CP – 15 VLV 200 Solo 4 kali Jari-jari = 2 m CP – 15 VLV 200 Solo 4 kali Jari-jari = 2 m CP-15 VLV 200 Solo 4 kali Jari-jari = 2.

Zat yang dikandungnya sangat berbahaya apabila terhirup. adalah salah satu jenis herbisida yang paling banyak digunakan di dunia. tertelan atau terserap melalui kulit. mengakui bahaya yang ditimbulkan dalam penggunaan herbisida di perkebunan kelapa sawit[1]. Tetapi. kondisinya jauh lebih memprihatinkan di negara-negara berkembang . Terdapat sekitar 25 jenis pestisida yang berbeda yang digunakan di perkebunan kelapa sawit. Tetapi. seringkali digunakan di perkebunan-perkebunan kelapa sawit. yang dikenal secara sederhana sebagai' paraquat'. pemantauan terhadap penggunaannya masih sulit dilakukan. Di dalam pidato pembuka kegiatan Roundtable Minyak Sawit Lestari pada bulan Oktober 2004. Bahan pemusnah ilalang yang sangat beracun ini umum digunakan di perkebunan-perkebunan kelapa sawit di Asia Tenggara. Di negara-negara utara masih kerap terjadi kecelakaan dalam penggunaan zat ini. paraquat dichloride. Paraquat Telah digunakan selama lebih dari 40 tahun. Menteri Pertanian Indonesia. Di Indonesia. karena tidak adanya pengawasan dan dokumentasi yang baik. Sampai sekarang belum ada penawar terhadap racun paraquat.Penggunaan pestisida di perkebunan kelapa sawit     Indonesia Internasional Artikel buletin Perkebunan skala besar Down to Earth Nr 66 Agustus 2005 Meskipun terdapat dampak yang tidak baik bagi manusia dan lingkungan. pestisida. [2]. Bungaran Saragih. termasuk herbisida. baik di perkebunan besar dan kecil. 'paraquat' dijual dengan nama Gramoxone. Persoalan penting mengenai paraquat ini adalah resiko yang ditimbulkan bagi para pekerja di perkebunan.

glifosat mulai mengambil peran sebagai 'ratu herbisida' [5]. iritasi mata. pelatihan hanya diberikan sekedarnya saja. sebuah organisasi hak-hak pekerja di Malaysia. Selain itu. serta kerusakan . selain Togo dan Korea Utara. menyatakan bahwa glifosat adalah zat pemusnah ilalang yang sangat efektif. Hungaria dan Slovenia. Pesticide Action Network Asia Pacific (Jaringan Aksi Pestisida di Asia Pasifik) dan Tenaganita. Finlandia. Para pekerja di perkebunan seringkali bekerja dalam jangka waktu yang panjang. yang sehari-harinya bertugas menyemprot pestisida. Sedangkan dalam peraturan yang ada di Indonesia. dan bebas dari bahaya terhadap lingkungan. Penelitian ini mengungkapkan penderitaan buruh-buruh perempuan di perkebunan. Swedia. Oleh karena itu. warna kuku memudar atau kuku yang mudah copot. Monsanto. sedang mempertimbangkan ulang pelarangan penggunaan paraquat menjelang akhir 2 tahun masa pertimbangan pelarangan produk ini. Pada bulan Maret 2002. dan perlukaan daerah perut. aman bagi pengguna. seperti halnya juga terhadap lingkungan. Hal ini jelas menunjukkan kemunduran sebuah keputusan—yang pernah mendapat pujian—yang dibuat pada bulan Agustus 2002. telah menerapkan aturan yang sangat ketat terhadap penggunaan paraquat[4]. hanya orang-orang yang terlatih dan mendapatkan sertifikat yang diijinkan menggunakan paraquat. pakaian pelindung— apabila memang ada—sangat tidak praktis. Juga sulit dibuktikan apakah mereka yang tidak terlatih dan tidak memiliki sertifikat benar-benar tidak menggunakan zat kimia tersebut. sebagai salah satu produsen Glifosat [6]. infeksi kulit. Namun. Di antara negara-negara berkembang. dan enam hari dalam seminggu. telah mengeluarkan hasil studi mereka mengenai penggunaan racun pestisida di perkebunanperkebunan di Malaysia [3]. iritasi kulit dan melepuh. dalam kenyataan. Namun. Malaysia. Terdapat gejala keracunan paraquat yang muncul meliputi mimisan. seperti misalnya sepuluh bulan dalam satu tahun. mereka sangat mungkin terpapar racun secara rutin. Glifosat Dengan semakin banyaknya larangan dan batasan penggunaan paraquat. Indonesia.karena petunjuk dan saran penggunaannya seringkali tidak diperhatikan dengan baik. Denmark. Sikap ini nampaknya disebabkan oleh penolakan Asosiasi Minyak Sawit Malaysia dan industri agro-kimia. juru kampanye antipestisida telah mengungkapkan bukti adanya efek beracun yang ditimbulkan zat tersebut bagi manusia. produsen minyak sawit terbesar. Penggunaan paraquat telah dilarang dan dibatasi secara ketat di Austria.

Roundup. peneliti terkemuka di Institute of Science in Society. PAN Indonesia telah mendesak pemerintah dan parlemen untuk meratifikasi Konvensi PIC sebagai undangundang nasional (10). Konvensi itu menyediakan satu prosedur peringatan dalam perdagangan internasional pestisida dan zat kimia berbahaya. Sementara itu Malaysia telah meratifikasi konvensi tersebut dan sedang didesak untuk segera memasukkan paraquat ke dalam daftar PIC. Konvensi Rotterdam mengenai Prosedur Kesepakatan Awal Terhadap Zat-Zat Kimia dan Pestisida Berbahaya dalam Perdagangan Internasional (disingkat Perjanjian PIC) telah disahkan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa glifosat dalam konsentrasi yang lebih rendah dibandingkan dalam penggunaan pertanian berbahaya bagi sel plasenta manusia. Monsanto menolak hasil penemuan tersebut. terdapat masalah pencemaran air berkait dengan penggunaan glifosat dan paraquat. Namun. Sampai saat ini terdapat 73 negara yang telah menandatangani dan 59 pihak lainnya. bagi penduduk di sekitar perkebunan. Kenyataan ini menjadi sangat memprihatinkan mengingat para petani semakin tergantung pada Roundup. Dr. London. Mae-Wan Ho dan Professor Joe Cummins.lingkungan yang tidak langsung dalam sifat resistensi yang muncul dari beberapa jenis target ilalang. beberapa surfaktan (zat pencair) yang digunakan dalam persiapan penyemprotan sangat beracun. Ratifikasi Perjanjian PIC Pada tanggal 24 Februari 2004. di beberapa wilayah di Indonesia yang mana curah hujan sangat tinggi. herbisida dapat merembes ke sungai yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. meskipun kadar racun glifosat lebih rendah dibanding paraquat. Mereka menunjukkan efek yang ditimbulkan zat itu terhadap proses keguguran kandungan [9]. Satu jenis glifosat yang dibuat oleh Monsanto. [7]. Para produsen zat-zat tersebut menyatakan bahwa unsur kimiawi yang dikandungnya tidak berbahaya bagi manusia dan alam sekitarnya karena setelah penyemprotan zat-zat itu segera diserap oleh tanaman dan kehilangan kekuatannya setelah bersentuhan dengan tanah. termasuk minum. Selain itu. Beberapa buruh perkebunan yang menggunakan glifosat mengalami masalah kehamilan. Selain itu. . Indonesia adalah salah satu di antara penandatangan konvensi tersebut. Selain keprihatinan atas kesehatan dan keselamatan para pekerja perkebunan. menyerukan langkah peninjauan ulang terhadap penggunaan glisofat. herbisida tersebut tidak dapat terserap oleh tanah yang berpasir.[8]. termasuk tanaman rekayasa genetis yang dapat ditolerir. adalah jenis herbisida berbasis glifosat yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Pada bulan Maret 2005.

pdf 2. Pesticides News. Benachour N. Friends of the Earth. Poisoned and Silenced . Vol 2.sustainable-palmoil. www.org.pan-uk. www.Studi mengenai peracunan Pestisida di Perkebunan) dikutip dari Pesticide Monitor.org/pestnews/actives/glyphosa.foe.pan-uk.7728.weeds.uk/resource/reports/greasy_palms_impacts. ISSN: 1394-7400 4. Source: Glyphosate fact sheet.org/pestnews/actives/glyphosa. Differential effects of glyphosate and Roundup on human placental cells and aromatase Environ Health Perspect: doi:10. Glifosat adalah nama tiga produk terkait.Catatan 1.co. www.htm 7. Richard S.htm 6. Sipahutar H.iastate. July 2002. Glyphosate Toxic & Roundup Worse (Glifosat Beracun & Buruknya Roundup) di www. PAN AP Letter to Malaysian Prime Minister to stay firm on paraquat ban.org/PDF/RT2/Proceedings/Day%201/Minister%20Speech. 2005.the Study of Pesticides Poisoning in the Plantations (Dibungkam dan Diracuni .i-sis. yaitu Glyphosate-isopropylammonium dan glyphosate-sesquisodium yang dipatenkan Monsanto dan glyphosate-trimesium yang dipatenkan ICI (sekarang Zeneca).panap.cfm?id=21&hiliteid=HILITE21 . 2005.uk/GTARW. Seralini GE.pdf 3. 18th April 2005 (Surat kepada Perdana Menteri Malaysia untuk tetap teguh menetapkan pelarangan paraquat) 5. [Online 25/Feb/05] 9. PAN UK dikutip dari www. ISIS Siaran Pers 7 Maret 2005. Moslemi S. PAN AP Press Release www. No 3/6. www.php 10. Greasypalms.edu/mgmt/qtr99-1/glyresistance.htm 8.net/highlightsA.1289/ehp.

Meskipun demikian di Indonesia kerugian tanaman akibat gulma kurang disadari oleh petani maupun petugas yang bekerja di bidang pertanian. air dan cahaya. Selain itu keberadaan gulma pada tanaman budidaya juga akan dijadikan inang bagi hama dan penyakit. Penyakit dan Gulma. PENGGUNAAAN HERBISIDA DALAM MENGENDALIKAN GULMA . misalnya kelapa sawit pengendalian gulma sangat penting tidak saja karena terjadinya kehilangan produksi sebagai akibat dari persaingan tanaman gulma terhadap sumber daya (unsur hara. sedangkan pengaruh tidak langsung gulma terhadap tanaman dapat menyebabkan terhambatnya aksesibiitas sehingga berakibat buruk terhadap efisiensi dan efektifitas pemupukan. Kehadiran gulma yang merugikan secara perlahan tapi pasti harus dikendalikan secara tepat agar tidak menimbulkan suksesi gulma. Salah satu penyebab adalah adanya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). kesulitan dalam kegiatan pemupukan. pengairan dan proses pemanenan. MENGAPA BISA TERJADI? Penggunaan herbisida sistemik translokatif seperti glifosat ataupun sulfosat yang dirasakan sangat efektif dalam mengendalikan gulma berdaun sempit secara terus menerus dapat meniadakan berbagai jenis gulma lunak yang ada dan menggantikannya dengan jenis gulma yang sulit dikendalikan dengan herbisida sejenis. Gulma adalah tumbuhan pengganggu yang tumbuh ditempat dan waktu yang tidak dikehendaki. Pada tanaman perkebunan.SUKSESI GULMA PADA TANAMAN PERKEBUNAN Monday. 19 September 2011 12:02 | Dalam melakukan budidaya tanaman selalu ada hambatan yang mengganggu tercapainya hasil secara maksimal dalam hal kualitas maupun kuantitas. hal ini dikarenakan kerugaian akibat gulma berbeda dengan organisme pengganggu tanaman lainnya (hama dan penyakit) yang secara visual dapat kita lihat pengaruh serangannya demikian drastis pada tanaman. air dan cahaya) tetapi juga karena adanya kehilangan hasil tidak langsung. cahaya dan ruang tumbuh. PENGARUH GULMA TERHADAP TANAMAN Kehilangan hasil tanaman akibat gulma berpengaruh langsung terhadap tanaman utama dengan adanya kompetisi terhadap nutrient. Organisme pengganggu yang paling dominan dan sering dijumpai pada umumnya adalah Hama. Salah satu OPT yang dianggap penting adalah gulma. APAKAH SUKSESI GULMA ITU? Suksesi Gulma dalah perubahan komposisi gulma dari suatu bentuk kepada komposisi bentuk lainnya yang disebabkan oleh penggunaan secara terus-menerus herbisida yang hanya efektif pada gulma dengan spektrum sempit. sedangkan gulma menyerang perlahan tapi pasti melalui kompetisi terhadap air. unsur hara. sulitnya pengendalian hama dan penyakit serta pekerjaan lainnya.

Daya penyebaran tinggi serta mampu menjangkau daerah-daerah yang lain yang ditumbuhi inangnya. Pemakaian parakuat memiliki keunggulan dalam menekan suksesi gulma. diperlukan pengetahuan yang mendalam akan bioekologi gulma dan interaksinya dengan tanaman utama.Suatu hal yang sangat lazim jika seseorang mendapatkan hasil memuaskan setelah melaksanakan suatu pekerjaan maka orang tersebut cenderung untuk mengulangi  cara yang sama untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.  Beberapa Musuh Alami Gulma . Dua jenis herbisida yaitu Parakuat dan Glifosat merupakan herbisida yang paling umum digunakan di perkebunan. 4. Konsekuensi dari pemakaian herbisida yang sama (bahan aktif yang sama/ cara kerja yang sama) secara berulang-ulang pada suatu areal maka akan  timbul permasalahan yaitu suksesi gulma. jika seorang petani/pekebun memperoleh hasil pengendalian gulma yang memuaskan setelah menggunakan jenis herbisida maka petani /pekebun tersebut akan tetap menggunakan herbisida yang sama terus-menerus. 2. Mempunyai adaptasi baik terhadap gulma inang dan lingkungan yang ditumbuhinya. 3. Sedangkan glifosat merupakan herbisida sistemik dengan cara kerja menghambat enzim enolpyruvyshikimate-3 phosphate synthase (EPSPS). Mampu membunuh gulma inang atau mencegah reproduksinya baik langsung maupun tidak langsung. Suksesi gulma terkait erat dengan bagaimana herbisida tersebut bekerja (mode of action). PENGENDALIAN GULMA DENGAN MENGGUNAKAN MUSUH ALAMI Untuk merumuskan jenis pengendalian yang tepat. Demikian juga pada pengendalian gulma. Parakuat merupakan herbisida kontak menyebabkan kematian pada bagian atas gulma dengan cepat tanpa merusak bagian sistem perakaran stolon. Glifosat memiliki daya bunuh yang tinggi terhadap rerumputan dan sering mengeradikasi gulma rerumputan lunak seperti Paspalum conjugatum danOttochloa nodosa sehingga akhirnya tanah menjadi terbuka. fitotoksisitas rainfastness. Kapasitas reproduksi cukup untuk mengejar peningkatan populasi tumbuhan inang ketika kondisi kurang menguntungkan. Sedangkan herbisida glifosat yang merupakan herbisida sistemik dapat ditranslokasi dari bagian dedaunan sampai ke bagaian akar dan bagaian lainnya merusak sistem keseluruhan di dalam tubuh gulma. khususnya pada tanaman kelapa sawit. kesempatan seperti ini memberikan peluang bagi biji-biji gulma berdaun lebar untuk berkecambah dan akhirnya menjadi dominan. Dominansi gulma berdaun lebar cenderung lebih merugikan karena lebih sulit dikendalikan. atau batang dalam tanah sehingga dalam beberapa minggu setelah aplikasi gulma akan tumbuh kembali. Parakuat merupakan herbisida kontak yang mematikan tumbuhan dengan cara merusak membran sel. Beberapa organisme (musuh alami) yang bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan gulma harus memiliki syarat utama yaitu: 1. enzim yang terlibat dalam sintesa tiga asam amino.

Golongan Tumbuhan Umumnya merupakan tumbuhan tingkat rendah yang biasa disebut patogen hijau pada .Tungau (Acarina) Tungau Orthogalumna tencbrantis telah digunakan untuk mengendalikan enceng gondok.Golongan Binatang 1. kapok. 3.Serangga (Arthopoda) merupakan paling banyak anggotanya  Pada gulma darat    Orseolialla Javanica yang dikenal sebagai ganjur alang-alang Aspido morpha spp pada kangkung (ipomea fistulosa) Bactia venosoma dan Athesapenta cyperi dikenal sebagai sundep pada teki  Pada Gulma Air                                                         Belalang wewehan dan enceng gondok                                                         Nymphula responsalispada kayabang (Salvinia molesta)                                                         Psara basalis pada krokot air (Alternanthera philoxeroides) b. ubi jalar.Binatang Menyusui (mamalia)   Pemakan rumput (grazing animal) untuk gulma darat diantaranya: rusa.a. anoa dan sebagainya   Pemakan gulma air misalnya ikan duyung (helisar dugong-dugong) 2. kijang kerbau liar. 5. Binatang lunak ( Molusca) Umumnya menyukai tumbuhan berbatang dan berdaun lunak     Siput kecil pemakan daun mikania ( Mikania spp) Lymnaea sp pemakan daun kiyambang (Salvinia molasta) Bekicot (Achatina fulica) disamping pemakan tumbuhan liar juga menjadi hama tanaman pepaya.

2007. Diakses 22 Agustus 2011. Selain itu LCC juga mampu meningkatkan kesuburan tanah terutama kandungan N.Kumpulan Pratikum Gulma. Fakultas Pertanian.usu. http://www. hal ini banyak dijumpai di daerah-daerah perkebunan dengan jenis tanah podsolik yang miskin unsur hara. Myrothecium roridum dan Rhizoctonia solani.ac. Crodmandii dikenal sebagai patogen yang inangnya terbatas pada enceng gondok dan sejenisnya.  Cendawan karat Puccinia chondrilina untuk gulma Chondrilla javanica C.pdf. Pada enceng gondok ditemukan beberapa jenis cendawan yang bertindak sebagai musuh alami yaitu Cescospora rodmandii.     Selain itu Pengendalian gulma juga bisa dilakukan dengan pembangunan dan pemeliharaan LCC (Legume Cover Crop). Universitas Brawijaya. Referensi  Purba Edison. Selain pertumbuhan cepat sifat lainnya yang dikehendaki adalah tidak menyaingi tanaman pokok.id/pidato purba.  Sari Indra Dian. Malang pengukuhan Guru Besar-Edison . LCC sering juga disebut tanaman pelengkap (smother crops) atau tanama pesaing (competitive crop) sebagai tanaman penutup tanah biasa digunakan tanaman kacangkacangan (leguminosae) karena selain dapat tumbuh secara cepat sehingga cepat menutup tanah serta mencegah perkecambahan dan pertumbuhan gulma.