You are on page 1of 19

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Bekerja di dalam ruang terbatas (confined spaces) mempunyai resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja di dalamnya. Oleh karenanya diperlukan aturan dalam rangka memberikan jaminan perlindungan terhadap pekerja dan aset lainnya, baik melalui peraturan perundang-undangan, program memasuki ruang terbatas dan persyaratan ataupun prosedur untuk memasuki dan bekerja di dalam ruang terbatas. Seperti diketahui bersama, ruang terbatas (confined spaces) mengandung beberapa sumber bahaya baik yang berasal dari bahan kimia yang mengandung racun dan mudah terbakar dalam bentuk gas, uap, asap, debu dan sebagainya. Selain itu masih terdapat bahaya lain berupa terjadinya oksigen defisiensi atau sebaliknya kadar oksigen yang berlebihan, suhu yang ekstrem, terjebak atau terliputi (engulfment), maupun resiko fisik lainnya yang timbul seperti kebisingan, permukaan yang basah/licin dan kejatuhan benda keras yang terdapat di dalam ruang terbatas tersebut yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja sampai dengan kematian tenaga kerja yang bekerja di dalamnya. Di sisi lain, Peraturan Khusus yang mengatur tentang pekerjaan di dalam tangki apung dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi dan kompleksitas pekerjaan di ruang terbatas sekarang ini, sehingga perlu dikeluarkan peraturan/pedoman yang dapat mengatur dengan lebih jelas dan lengkap. Makalah ini dibuat karena banyak sekali bahaya dan kecelakaan yang terjadi akibat bekerja di dalam ruang terbatas. Kita harus mengetahui prosedur dan bahaya apa yang akan timbul apabila bekerja di dalam ruang terbatas dan bagaimana cara tindakan pengendalian agar tidak terjadi kecelakaan akibat bekerja didalam ruang terbatas.

1

2 Topik Bahasan 1.1. Ijin kegiatan 7. Tanggung Jawab 9. Definisi Confined Space (Ruang Terbatas) 2. Pelatihan 8. Dasar Hukum Confined Space 3. Sistem Perijinan 6. Tim Penyelamat dan Tanggap Darurat 1. 2 . Persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di ruang terbatas 4. Program Memasuki Ruang Terbatas dengan Ijin Khusus 5.3 Tujuan Makalah ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman/petunjuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan pada pekerjaan di dalam ruang terbatas (confined spaces).

2. sbb: 1. Memiliki ventilasi yang terbatas. Berdasarkan standar OSHA. Header Pit.1 Definisi Confined Space (Ruang Terbatas) Confined space adalah ruang yang cukup besar yang memungkinkan orang untuk masuk ke dalamnya untuk melakukan pekerjaan. Terowongan. karakteristik ruang terbatas adalah. Tangki Air. kita dapat mengidentifikasi confined space (ruang terbatas) yang ada di lingkungan kerja. dan memiliki keterbatasan untuk keluar dan masuk serta tidak dirancang untuk tempat kerja yang terus menerus. Saluran Udara. 3. dll. Berdasarkan definisi tersebut. 3 . jalan masuk dan keluar terbatas. Saluran Air Bawah Tanah (Sewers). Identifikasi dilakukan agar ada standar prosedur kerja khusus. karena tingkat bahaya dalam confined space jauh lebih tinggi dibandingkan tempat kerja open space (ruang terbuka). Contoh Ruang Terbatas: Tangki Produk. Pipa. Tidak dirancang untuk ditempati secara terus menerus sebagai tempat bekerja normal.BAB II PEMBAHASAN 2.

Keputusan Menteri TenagaKerja No. Gedung Bertingkat. 2. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. KEP. 113/djppk/ix/2006 tentang pedoman dan pembinaan teknis petugas keselamatan dan kesehatan kerja ruang terbatas (confined spaces) direktur jenderal pembinaan pengawasan ketenagakerjaan.117/Men/PPKPKK/III/2005 tentang Pemeriksaan Menyeluruh PelaksanaanKeselamatan dan Kesehatan Kerja di Pusat Perbelanjaan. 3 tahun 1969 tentang Persetujuan Konvensi ILO No. Keputusan direktur jenderal pembinaan pengawasan ketenagakerjaan no. 4. Kep.reaksi kimia  Kelebihan oksigen sebagai pemicu kebakaran dan peledakan.187/MEN/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja. 5.jangan menggunakan oksigen murni untuk ventilasi . hal-hal yang perlu dihindari: .5 %.proses bakterial (proses fermentasi) . 120 mengenai Hygiene dalam Perniagaan dan Kantor-Kantor. SE. Undang Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.3 Potensi Bahaya Di Confined Space Kadar Oksigen yang diijinkan untuk bekerja adalah 19.01/Men/1997 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di udara Lingkungan Kerja. Undang Undang No.  Kekurangan oksigen (aspiksia) dapat diakibatkan oleh konsumsi atau perpindahan oksigen selama: . 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 3.jangan menyimpan tangki gas bertekanan di dalam ruang terbatas a) Kekurangan / Kelebihan oksigen 4 . 2. 6.proses pembakaran zat yang mudah terbakar . Undang Undang No.2. danTempat-Tempat Publik Lainnya. 7. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.SE.2 Dasar Hukum Confined Space Hukum-hukum yang mendasari K3 ruang terbatas atau confined space adalah 1.5 ~23.

Sepatu karet e. Tali penyelamat c. -Bahaya tersengat listrik karena penyambungan kabel yang salah. 5 . Bisa juga berasal dari sifat pekerjaan seperti pengelasan. 2. f) Sumber-bahaya lain -Bahaya mekanik seperti impeler yang berputar karena belum dimatikan. percikan proses penggerindaan) c) Bahan Beracun Berasal dari gas beracun disekitar tersebut seperti gas SO2. Topi keselamatan f.b) Bahan mudah terbakar dan meledak Faktor yang mempengaruhi terjadinya kebakaran / peledakan : . merokok. d) Perangkap Harus dihindari juga bahaya terperangkap dari cairan / padatan yang mengalir. dll. permukaan yang basah dan licin.gas / uap / deu yang mudah terbakar .sumber api (percikan proses pengelasan. CO. area yang sempit.oksigen . e) Struktur dan konfigurasi ruang Beberapa ruang confined space mempunyai konfigurasi ruang yang menimbulkan bahaya seperti tangga yang tidak kokoh. NH3. Sarung tangan d.4 APD (Alat Pelindung Diri) Bila pekerja akan memasuki ruang terbatas atau tertutup untuk melakukan suatu pekerjaan diperlukan alat-alat keselamatan sebagai berikut : a. Apabila terdapat bahaya terpeangkap bahaya tersebut harus diisolasi / ditutup terlebih dahulu. Pelindung kepala dengan tali dagu. cahaya yang tidak memadai. Respirator (alat bantu pernafasan) Gas masker Air supply system b. penggerindaan.

6 . l. Senter yang aman secara intrinsik. ELSA. j. h. pengurus wajib melakukan langkah-langkah untuk mencegah dan melarang pekerja memasuki ruang terbatas tersebut. Gambar 2. pengurus wajib menginformasikannya kepada pekerja dengan memasang tanda bahaya atau peralatan lain yang efektif.g. b) Persyaratan untuk ruang terbatas dengan ijin khusus 1) Pengurus wajib mengembangkan dan mengimplementasikan program tertulis seperti diatur dalam pedoman ini yang harus dketahui oleh pekerja dan perwakilannya. 2) Jika pada tempat kerja terdapat ruang terbatas dengan ijin khusus. Oksigen portable atau indikator gas. Pelindung telinga. mengenai keberadaan dan lokasi serta bahaya yang terdapat dalam ruang terbatas yang memerlukan ijin khusus tersebut. Kacamata atau pelindung mata. Baju Pelindung (pakaian pelindung) k. 3) Jika pengurus memutuskan bahwa pekerja tidak diperbolehkan memasuki ruang terbatas dengan ijin khusus. i.5 Persyaratan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Ruang Terbatas a) Persyaratan Umum 1) Pengurus wajib melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap tempat kerja untuk menentukan apakah terdapat ruang terbatas dengan ijin khusus. Perlengkapan ELSA yang digunakan 2. EEDB atau alat bantu bernafas lainnya.

dapat diklasifikasikan kembali sebagai ruang terbatas tanpa ijin khusus. pada jalur tersebut harus dipasang selusur atau penutup sementara. pengurus wajib melakukan evaluasi ulang terhadap ruang tersebut. c) Persyaratan Kesehatan Untuk Orang yang Bekerja di Ruang Terbatas 7 . udara di dalam ruangan harus diuji terlebih dahulu.  Sebelum pekerja memasuki ruangan. 4) Ruang yang diklasifikasikan sebagai ruang terbatas dengan ijin khusus oleh pengurus.  Jika terdeteksi udara berbahaya selama kegiatan berlangsung: • Setiap pekerja harus meninggalkan ruangan terbatas tersebut secepatnya • Ruangan harus dievaluasi untuk menentukan bagaimana udara berbahaya tersebut dapat terjadi.  Udara dalam ruangan harus diuji secara berkala sesering mungkin untuk memastikan bahwa pengaturan aliran udara dapat mencegah akumulasi udara yang berbahaya dalam ruangan. dan • Harus dilakukan pemeriksaan untuk melindungi pekerja dari udara berbahaya tersebut sebelum kegiatan berikutnya berlangsung • Pengurus wajib memastikan bahwa ruang tersebut telah aman dan telah dilakukan pemeriksaan sebelum kegiatan berlangsung. 3) Jika terdapat perubahan pada penggunaan atau konfigurasi ruang terbatas tanpa ijin khusus yang mungkin meningkatkan bahaya pada pekerja di dalamnya.  Tidak boleh ada udara berbahaya dalam ruangan tersebut jika terdapat pekerja di dalamnya  Wajib menyediakan sistem aliran udara secara kontinyu.2) Peryaratan yang wajib dilakukan untuk memasuki ruang terbatas dengan ijin khusus:  Jika penutup akses/pintu masuk dibuka.

6 Program Memasuki Ruang Terbatas dengan Ijin Khusus a) Pengurus yang memiliki ruang terbatas yang memerlukan ijin khusus berkewajiban membuat program ruang terbatas. 2) Pengurus wajib memastikan petugas yang bekerja di ruang terbatas dalam keadaan sehat secara fisik dan dinyatakan oleh dokter pemeriksa kesehatan kerja bahwa petugas tersebut tidak mempunyai riwayat :  Sakit sawan atau epilepsi. 2) Identifikasi dan evaluasi bahaya dalam ruang tersebut sebelum dimasuki oleh pekerja. atau gangguan mental lainnya.  Gangguan atau sakit tulang belakang. 4) Penyediaan dan menjaga kondisi peralatan tersebut agar dapat bekerja baik. 3) Pengembangan dan penggunaan peralatan. dan memastikan bahwa pekerja menggunakan peralatan tersebut dengan baik 8 . b) Program tersebut sekurang-kurangnya terkandung hal-hal berikut: 1) Langkah-langkah khusus untuk mencegah masuknya pihak yang tidak berwenang. 2. bronchitis atau sesak napas apabila kelelahan.  Gangguan pendengaran.1) Bekerja di ruang terbatas dapat memberikan tekanan fisik dan psikologis.  Sakit kepala seperti migrain ataupun vertigo yang dapat menyebabkan disorientasi.  Asma.  Klaustropobia.  Penyakit lainnya yang dapat membahayakan keselamatan selama bekerja di ruang terbatas. prosedur dan praktek yang diperlukan untuk menjamin keamanan kegiatan dalam ruang tersebut.  Penyakit jantung atau gangguan jantung.  Kecacatan penglihatan permanen.

lalu konsentrasi uap dan gas yang mudah meledak serta konsentrasi uap dan gas berbahaya 9) Setiap petugas utama yang berwenang atau perwakilan pekerja tersebut wajib diberikan kesempatan untuk mengamati pengujian. 11) Petugas madya atau perwakilannya wajib segera diberikan laporan dari pengujian. 7) Pengujian dan pemantauan ruangan diperlukan. 8) Untuk pengujian udara berbahaya. 9 . perlu diatur cara dan prosedur yang dapat memudahkan petugas. evaluasi berikut ini harus dilakukan: 6) Uji kondisi dalam ruang tersebut untuk menentukan apakah terdapat kondisi yang masih diperbolehkan untuk melakukan kegiatan sebelum kegiatan dilaksanakan. 13) Jika terdapat ruangan lebih dari satu yang harus dipantau oleh seorang petugas madya.5) Jika akan melakukan kegiatan dalam ruang terbatas dengan ijin khusus tersebut. 10) Mengadakan evaluasi ulang keadaan ruang jika ada permintaan dari petugas utama. 16) Kembangkan dan implementasikan sistem untuk persiapan. penerbitan. uji terlebih dahulu konsentrasi oksigen. 12) Sedikitnya satu orang petugas madya wajib ada di luar ruangan selama kegiatan yang telah diotorisasi tersebut berlangsung. 15) Kembangkan dan implementasikan prosedur untuk memanggil tim penyelamat dan tim tanggap darurat untuk mengeluarkan petugas utama dari ruangan. 14) Tentukan siapa saja pekerja yang akan dan beri penjabaran untuk tugasnya masing-masing dan berikan pelatihannya. 17) Kembangkan dan implementasikan prosedur untuk mengkoordinasi kegiatan. penggunaan dan pembatalan ijin kegiatan sebagaimana diatur dalam pedoman.

e) Ahli k3 wajib menghentikan kegiatan dan membatalkan ijin kegiatan bila:  Kegiatan seperti yang dicantumkan dalam surat ijin telah selesai dilaksanakan.7 Sistem Perijinan a) Sebelum kegiatan dilangsungkan. dengan menggunakan pembatalan ijin selama 1 tahun setelah setiap kegiatan dan revisi program bila diperlukan. pengurus wajib mendokumentasikan kelengkapan langkah-langkah pencegahan seperti yang telah diatur. 2. 19) Kaji ulang proses kegiatan dan revisi program untuk memperbaiki kekurangan yang ada sebelum kegiatan berikutnya diijinkan. atau  Kondisi yang tidak diperbolehkan dalam ijin kegiatan timbul dalam ruangan. ahli K3 yang dicantumkan dalam surat ijin wajib menandatangani ijin tersebut untuk mensahkan kegiatan. c) Ijin yang telah lengkap harus diberikan pada saat dimulai kegiatan kepada seluruh petugas utama yang berwenang atau perwakilannya.8 Ijin Kegiatan Ijin kegiatan seperti yang dimaksud dalam makalah ini dan berguna untuk mensahkan kegiatan dalam ruang dengan ijin khusus wajib memuat: 10 . b) Sebelum kegiatan dimulai. f) Pengurus wajib menahan setiap ijin kegiatan yang telah dibatalkan minimal 1 tahun untuk mengkaji ulang program untuk ruang terbatas dengan ijin khusus. dengan memasangnya pada pos kegiatan. 2. d) Durasi kegiatan yang tercantum dalam surat ijin tidak boleh melebihi waktu yang diperlukan.18) Kembangkan dan implementasikan prosedur (seperti penutupan ruangan dan pembatalan ijin) yang diperlukan untuk mengakhiri kegiatan setelah kegiatan selesai dilaksanakan. 20) Kaji ulang program untuk ruang terbatas dengan ijin khusus. setiap masalah yang timbul selama kegiatan akan dicatat dalam ijin tersebut sehingga revisi dapat dilakukan.

1) Ruang terbatas dengan ijin khusus yang akan dimasuki. 5) Nama pekerja yang bertugas sebagai petugas madya. dengan spasi untuk tanda tangan atau initial ahli K3 yang mensahkan kegiatan. 2) Kegiatan yang dilangsungkan di dalamnya. b) Pelatihan diberikan kepada setiap pekerja yang terlibat kegiatan dalam ruang terbatas dengan ijin khusus. baik dengan penulisan nama atau cara lain (seperti penggunaan jadwal kerja). 6) Nama ahli K3 yang bertugas. 8) Langkah-langkah yang diambil untuk mengisolasi ruangan dan untuk menghilangkan atau mengendalikan bahaya dari ruang terbatas dengan ijin khusus tersebut sebelum dimulai kegiatan. 13) Peralatan penyelamatan yang harus disediakan. 15) Ijin tambahan lainnyauntuk mengesahkan pekerjaan tersebut dalam ruang terbatas dengan ijin khusus. 3) Tanggal dan durasi kegiatan yang telah disahkan dalam ijin kegiatan. 10) Hasil dari pengujian awal dan berkala disertai nama atau inisial petugas penguji dan waktu pengujian dilaksanakan. sesuai dengan kondisi ruangan. 2. saat: 11 . 11) Tim penyelamat dan tim tanggap darurat yang dapat dipanggil dan cara untuk memanggilnya (seperti peralatan yang digunakan dan nomor yang dapat dihubungi) 12) Prosedur komunikasi yang digunakan oleh petugas utama dan petugas madya untuk mempertahankan hubungan selama kegiatan berlangsung. 4) Petugas-petugas utama yang bekerja dalam ruangan. 7) Bahaya dari ruangan yang akan dimasuki.9 Pelatihan a) Pengurus wajib memberikan pelatihan kepada seluruh pekerja agar dapat memahami dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan tugasnya dengan aman. untuk memastikan Keselamatan pekerja. 14) Informasi lain yang dirasakan perlu. 9) Kondisi yang masih diperbolehkan untuk melakukan kegiatan.

 Menginformasikan kepada kontraktor mengenai elemen. Jika pengurus yakin terjadi penyimpangan prosedur kegiatan atau bila pengetahuan pekerja dalam melaksanakan prosedur ini dirasa kurang. dan a) Kontraktor 12 . Sertifikasi dapat dilihat oleh pekerja maupun perwakilannya. tanda tangan atau inisial pelatih.10 Tanggung Jawab 1) Jika pengurus akan menggunakan kontraktor. d) Penyelenggaran pelatihan wajib memberikan sertifikat kelulusan untuk pelatihan yang telah dilaksanakan. pengurus tersebut wajib:  Memberikan penetapan kepada kontraktor bahwa tempat kerja tersebut meliputi ruang terbatas dengan ijin khusus dan kegiatan didalamnya diperbolehkan hanya jika memenuhi persyaratan. Sertifikat tersebut memuat nama masing-masing pekerja. 2.  c) Materi pelatihan harus memenuhi standar keterampilan pekerja dalam melaksanakan tugasnya dan memperkenalkan prosedur baru maupun yang telah direvisi bila dianggap perlu. termasuk bahaya yang telah teridentifikasi dan bagaimana pengalaman pengurus dengan ruang tersebut. yang menjadikan ruang tersebut sebagai ruang terbatas dengan ijin khusus. dan tanggal pelatihan.  Menginformasikan kepada kontraktor mengenai tindakan pencegahan dalam rangka perlindungan terhadap pekerja dimana personel kontraktor tersebut akan bekerja.   Sebelum pekerja tersebut memulai tugasnya. Sebelum terjadi perubahan tugas. Jika terjadi perubahan pada kegiatan dalam ruangan dengan ijin khusus yang menyebabkan timbulnya bahaya baru yang belum dilatihkan kepada pekerja.  Mengkoordinasikan kegiatan operasi dengan kontraktor jika pekerja dari kedua pihak akan bekerja bersama dalam ruang tersebut.

b) Petugas utama.  Petugas utama mendeteksi adanya kondisi terlarang. Menerima laporan dari kontraktor pada akhir kegiatan. melalui laporan tertulis selama proses kegiatan. 2) Setiap kontraktor yang melakukan kegiatan dalam ruang tersebut wajib:  Mematuhi semua ketentuan dalam pedoman ini. mengenai program yang diikuti dan bahaya yang dihadapi selama proses kegiatan dalam ruang terbatas tersebut.  Mencari informasi mengenai bahaya dan kegiatan dalam ruang terbatas dengan ijin khusus dari pengurus. Bertanggung jawab untuk: 1) Mengetahui bahaya yang mungkin dihadapi selama kegiatan.  Melaporkan kepada pengurus mengenai program yang akan diikuti dan seluruh bahaya yang timbul atau dihadapi dalam ruang tersebut. 13 . 3) Melakukan komunikasi dengan petugas madya bila diperlukan. atau  Sinyal tanda evakuasi dinyalakan.  Petugas utama mendeteksi adanya kondisi terlarang.  Petugas utama menyadari adanya tanda atau gejala bahaya akibat paparan terhadap situasi yang berbahaya. 4) Memberitahu petugas madya bila:  Petugas utama menyadari adanya tanda atau gejala bahaya akibat paparan terhadap situasi yang berbahaya. c) Petugas Madya. jika baik pekerja induk maupun pekerja kontraktor akan bekerja di dalam atau dekat ruang tersebut. 2) Sadar akan efek dari paparan bahaya terhadap tingkah laku petugas utama.  Mengkoordinasikan setiap kegiatan dengan pengurus. 2) Menggunakan peralatan dengan baik. 5) Keluar dari ruangan secepat mungkin bila:  Ada perintah evakuasi dari petugas madya atau ahli k3. bertanggungjawab untuk: 1) Mengetahui bahaya yang mungkin dihadapi selama kegiatan.

dan  Memberitahu petugas utama dan Ahli K3 jika petugas yang tidak berwenang telah memasuki ruangan. d) Ahli K3 pengurus wajib memastikan bahwa setiap ahli k3: 14 . 9) Melakukan tindakan penyelamatan tanpa memasuki ruangan seperti yang dijelaskan dalam prosedur penyelamatan dari pengurus. 7) Memanggil tim penyelamat atau tim tanggap darurat lainnya secepat mungkin bila petugas madya mengetahui bahwa petugas utama membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan diri dari bahaya. atau  Jika petugas madya tidak dapat melakukan tugasnya dengan aman dan efektif.  Memberitahu petugas yang tidak berwenang tersebut untuk keluar secepatnya jika mereka telah memasuki ruangan.3) Secara kontinyu mampu mempertahankan jumlah akurat dari petugas utama dalam ruangan dan memastikan cara untuk mengidentifikasinya secara akurat. 4) Tetap berada di luar ruangan dengan ijin khusus selama kegiatan berlangsung sampai digantikan oleh petugas lainnya 5) Berkomunikasi dengan petugas utama bila diperlukan. 10) Tidak melakukan tugas lain yang mungkin akan menggangu tugas utamanya untuk memantau dan melindungi petugas utama. 8) Mengambil langkah langkah berikut ini bila petugas yang tidak berwenang mendekati atau memasuki ruangan selama kegiatan berlangsung:  Memperingatkan petugas yang tidak berwenang tersebut untuk menjauhi ruangan. 6) Memantau aktivitas di dalam dan diluar ruangan dan memerintahkan petugas utama untuk evakuasi secepatnya bila terjadi keadaan berikut:  Jika petugas madya mendeteksi adanya kondisi terlarang.  Jika petugas madya mendeteksi adanya efek dari paparan bahaya terhadap tingkah laku petugas utama.  Jika petugas madya mendeteksi adanya situasi di luar ruangan yang dapat membahayakan petugas utama.

dengan asumsi bahaya telah diidentifikasi. 4. bahwa kegiatan dalam ruangan tetap sesuai seperti yang dinyatakan dalam ijin kegiatan dan bahwa kondisi yang masih diperbolehkan untuk melakukan kegiatan dapat dipertahankan. wajib: b) Pengurus yang pekerjanya telah dipilih sebagai tim penyelamat dan tanggap darurat wajib melakukan langkah-langkah berikut ini: 15 . Memilih tim penyelamat yang telah dievaluasi tersebut yang:  Mempunyai kemampuan menyelamatkan korban dalam jangka waktu sesuai bahaya yang dihadapi. Melakukan evaluasi terhadap kemampuan tim penyelamat. 2. Menginformasikan tim penyelamat mengenai bahaya yang mungkin dihadapi bila dipanggil untuk melakukan penyelamatan. Melakukan evaluasi terhadap kemampuan tim penyelamat menanggapi panggilan dalam waktu yang tepat. 2) Melakukan verifikasi.  Mempunyai peralatan yang memadai dan mampu melakukan penyelamatan yang diperlukan dengan baik. 2.1) Mengetahui bahaya yang mungkin dihadapi selama kegiatan. 3) Menghentikan kegiatan dan membatalkan ijin kegiatan. 3. Memberi akses ke seluruh ruang terbatas dengan ijin khusus dimana penyelamatan mungkin diperlukan. 4) Memastikan tersedianya tim penyelamat dan cara yang digunakan untuk memanggil mereka dapat dilakukan. dalam hal kecakapannya terkait dengan tugas dan peralatan penyelamatan.11 Tim Penyelamat dan Tanggap Darurat 1. dengan cara memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan ijin kegiatan sebelum mengesahkan ijin kegiatan dan memperbolehkan kegiatan dilaksanakan. 6) Memastikan. bila terjadi pergantian tanggung jawab kegiatan dalam ruangan. 5) Mengeluarkan petugas yang tidak berwenang yang mencoba atau telah memasuki ruangan selama kegiatan berlangsung. 5. a) Pengurus yang menentukan tim penyelamat dan tanggap darurat.

 Memberikan pelatihan kepada pekerja mengenai P3K. 16 . d) Jika petugas utama yang terluka tersebut terpapar dengan substansi. atau pada titik lain dimana dapat dilakukan penyelamatan pekerja dengan baik. system atau metode tertentu akan digunakan bila petugas utama memasuki ruangan. c) Untuk melakukan penyelamatan tanpa harus memasuki ruangan. LDKB atau keterangan lain tersebut harus tersedia dan sebagai petunjuk tindakan pertolongan yang harus dilakukan. Memberikan dan melatih APD yang diperlukan kepada seluruh pekerja yang terlibat.  Ujung lain dari tali penyelamat dikaitkan pada alat mekanis atau pada titik yang stabil dan menetap di luar ruangan.  Memastikan bahwa petugas yang terlibat berlatih melakukan penyelamatan minimal setiap 12 bulan sekali. dengan tali penyelamat pada pertengahan punggung petugas setinggi bahu. Sistem tersebut harus memenuhi persyaratan berikut ini  Setiap petugas utama wajib menggunakan sabuk pengaman sebatas dada atau seluruh tubuh. dimana dijelaskan dalam LDKB atau keteranganlain yang serupa bahwa substansi tersebut harus tetap berada di tempat kerja.  Memberikan pelatihan kepada petugas yang terlibat untuk melaksanakan tugas penyelamatan. di atas kepala. sedemikian rupa sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan sesegera mungkin bila dirasakan perlu.

Panas. Kebisingan yang berlebihan. Mempunyai keterbatasan pintu untuk masuk dan keluar. Kurangnya pencahayaan dan visibilitas. h. d. Ventilasi yang buruk akan menimbulkan akumulasi bahan kimia (gas/uap) berbahaya didalam ruangan tersebut. Listrik. Confined space berpotensi menimbulkan bahaya karena adanya bahan kimia dan aktifitas yang dilakukan didalamnya. dll • Terowongan. yaitu: • Mempunyai luas yang terbatas dan dikonfigurasi agar tubuh pekerja dapat masuk dan melakukan tugasnya. Tangki penyimpanan. c. Tangki (Ballast tank. g. lubang. • • Contoh-contoh dari Confined space dapat kita jumpai di: • Boiler. • Septic • Silo. e. • Jalur pipa. sewage digestor. b. stasiun pompa tank. Furnace (tungku). duct. i. fuel tank. 17 . Tenggelam kedalam kantong cairan. j. Beberapa aspek penting yang harus diperhatikan dari bahaya confined space adalah: a. Tidak didisain untuk pekerjaan yang terus menerus. f.BAB III PENUTUP Kesimpulan Definisi menurut OSHA (lembaga K3 Amerika). Confined space adalah sebuah ruangan yang mempunyai tiga karakteristik. Oksigen defficiency ( kekurangan oksigen ) Bahaya keracunan Bahaya kebakaran dan peledakan Bahaya kecelakaan Hambatan dalam ruangan tersebut. water tank).

Terkena benda jatuh. Bekerja di Confined Space / ruang terbatas sangatlah berbahaya. Selain work permit pekerja juga haru memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.APD yang diperlukan antara lain : a. dll). dan sepengetahuan atasan. Adanya peralatan internal / mesin (mixer. Sarung tangan d. Mengingat banyaknya bahaya yang dapat terjadi ketika pekerja bekerja di ruang terbatas atau confined space pekerja diwajibkan memiliki ijin kerja tau lebih dikenal dengan work permit. hal ini dikarenakan terdapat berbagai hazad yang dapat menyebabkan kecedera dan kematian terhadap pekerja yang melakukan pekerjaan di Confined space. j. l. n. 18 . Tali penyelamat c. g. Kacamata atau pelindung mata. i. Senter yang aman secara intrinsik. Oleh karena itu bagi pekerja yang akan melakukan pekerjaan ditempat tersebut harus mendapatkan Ijin Kerja Berbahaya dari Safety dept. Sepatu karet e. EEDB atau alat bantu bernafas lainnya. ELSA. Baju Pelindung (pakaian pelindung) k. m. h. Topi keselamatan f. Pelindung telinga. Sulit akses dan jalan keluar.) Jatuh dari ketinggian (kolom. Pelindung kepala dengan tali dagu.Dll. Respirator (alat bantu pernafasan) Gas masker Air supply system b. Pekerja bisa meminta work permit pada ahli k3 atau supervisor yang ditunjuk di tiap pabrik atau tempat kerja. penukar panas.k.

(Online).Wisnu Fajar. 19 . diakses 29 September 2013. (http://horaspasaribu. diakses 29 September 2013. (Online).DAFTAR RUJUKAN Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerjadi Ruang Terbatas (confined spaces) September 2006 .pdf). (http://nuruddinmh. (Online).blogspot.wordpress. 2012.com/2012/06/mengenal-confinedspace-pengendalian.wordpress. (http://wfbaskoro2011. Nuruddin. diakses 29 September 2013. 2012. Mengenal Confined Space &Pengendalian Bahaya. Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan Kesehatan Kerja.html).com/2012/03/14/potensi-bahayapekerjaanconfined-space/).confined-space.com/2011/01/ pedoman-k3. Baskoro.files. Potensi Bahaya Pekerjaan Confined Space.