BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini mengambil tempat di MTs 2 Dolopo yang beralamatkan di Jalan Kartini, Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Pemilihan MTS 2 Dolopo sebagai tempat penelitian dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti yang menunjukkan bahwa di MTs 2 Dolopo terdapat fenomena yang sesuai dengan permasalah yang sedang diteliti. b. Di MTs 2 Dolopo telah terdapat penyampaian layanan konseling sekolah. c. Adanya sikap belajar siswa yang masih rendah, khususnya pada siswa kelas II MTs 2 Dolopo tahun pelajaran 2009/2010. Berdasarkan pengamatan dan keterangan dari guru BK di sekolah tersebut, hamper 75% siswa kelas II mempunyai masalah dalam sikap belajar. d. Di MTs 2 Dolopo ini belum pernah ada penelitian serupa sehingga peneliti berharap bisa memberi sumbangan yang berharga bagi pihak sekolah.

40

41

Secara geografis, lokasi penelitian sangat strategis karena berada jauh dari kebisingan lalu lintas. Terletak di wilayah Kecamatan Dolopo bagian tengah dan berbatasan dengan Desa Candimulya. Juga berdekatan dengan Sekolah Dasar (SD) Kartini dan SD Candimulya, sehingga siswasiswanya banyak yang berasal dari Dolopo ataupun Candimulya. Mayoritas anggota masyarakat di sekitar sekolah dan orang tua siswa bekerja sebagai wiraswasta, PNS, petani, swasta, dan buruh. Sedangkan untuk kondisi sosial siswa di MTs 2 Dolopo, cukup heterogen. Tetapi meski beragam kondisi sosial budayanya namun dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan sangat harmonis dan kondusif. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 8 Maret – 3 Juni 2010. Adapun rincian kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: a. Minggu pertama; 8 – 13 Maret 2010 1) Mengurus izin penelitian dari lembaga 2) Persiapan membuat angket 3) Menyerahkan angket b. Minggu kedua; 15 – 20 Maret 2010 1) Konsultasi angket 2) Pengadaan angket c. Minggu ketiga; 22 – 27 Maret 2010 1) Penyebaran angket di sekolah 2) Pengambilan hasil isian angket

42

d. Minggu keempat; 29 Maret – selesai 1) Koreksi hasil isian angket 2) Analisis data 3) Menyusun laporan penelitian B. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian menggunakan teknik eksperimen. Bentuk eksperimen melalui penyampaian konseling behavioristik kepada siswa tersebut diberikan secara terjadwal dengan frekuensi 1 kali pertemuan (40 menit) selama dua hari, yaitu pada hari pertama minggu kedua dan hari kedua pada minggu ketiga dalam satu bulan. 2. Desain Penelitian Desain dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif korelasional expost facto yaitu metode dengan pertimbangan data yang akan diteliti sudah dimiliki oleh siswa anggota sampel. Adapun desain penelitiannya dapat di gambarkan dalam bagan sebagai berikut:

43

Konseling Behavioristik (X1) Sikap Belajar Siswa (Y)

Persepsi Siswa pada Layanan Konseling Sekolah (X2 )

Gambar 3.1. Desain Korelasional

Keterangan Gambar : X1 = Konseling Behavioristik X2 = Persepsi Siswa terhadap Bimbingan Konseling Sekolah Y = Sikap Belajar Siswa

C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian

44

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II MTs 2 Dolopo, Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2009/2010, yang terdiri dari satu kelas dengan jumlah siswa sebanyak 35 siswa. 2. Sampel Penelitian Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto, 2002: 109). Mengingat besarnya anggota populasi dibawah 100, yaitu sebanyak 35, maka lebih baik diambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2002: 112), yang menyatakan bahwa jika populasi dalam suatu penelitian jumlahnya kecil atau kurang dari 100, maka keseluruhan anggota populasi dapat dimasukkan sebagai sampel dan penelitian yang dilakukan merupakan penelitian populasi. D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik-teknik sebagai berikut: a. Studi Pustaka (Library Research) Menurut Arikunto (2002: 34), studi pustaka merupakan penelitian dengan pemanfaatan literatur-literatur dari perpustakaan sebagai dasar teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perorangan langsung dari

45

objeknya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi atau data yang sudah dibukukan. Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai data primer adalah data hasil penyebaran angket kepada siswa kelas II MTs 2 Dolopo. Kemudian yang digunakan sebagai data sekunder adalah data yang berasal dari dokumentasi sekolah, dalam hal ini data tentang jumlah siswa, keadaan geografis, dan keteranganketerangan lain yang berkaitan dengan pengumpulan data penelitian.

b. Studi Lapangan (Field Research) Studi lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dengan langsung mendatangi tempat penelitian. Teknik-teknik dalam studi lapangan adalah: 1) Teknik Wawancara Teknik wawancara dilakukan dengan mengadakan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan masalah yang diteliti (Arikunto, 2002: 38). Pada penelitian ini, wawancara dilakukan dengan guru/konselor BK di MTs 2 Dolopo, terutama untuk mengetahui kondisi objektif dari siswa kelas II yang menjadi objek penelitian dan keterangan-keterangan tentang pelaksanaan layanan konseling sekolah yang telah dilakukans elama ini. 2) Angket

46

Angket merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang ditujukan kepada responden (Arikunto, 2002: data 40). Adapun atau ini prosedur atau cara

pengumpulan

dengan

angket

dilakukan

dengan

menyebarkan daftar pertanyaan kepada sampel/responden, dengan harapan mereka akan memberikan respon terhadap daftar pertanyaan tersebut. 2. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket. Dalam Nazir (2003:203), yang dimaksud angket adalah daftar pertanyaan yang cukup terperinci dan lengkap dan disusun ke dalam suatu daftar pertanyaan yang disampaikan kepada responden. Untuk mengukur jawaban sampel/responden penelitian, digunakan Skala Likert 5 (lima) point dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju yang dimodifikasi sebagai berikut:

(1) Jawaban A = sangat setuju; skor 5 (2) Jawaban B = setuju; skor 4 (3) Jawaban C = biasa-biasa; skor 3 (4) Jawaban D = tidak setuju; skor 2 (5) Jawaban E = sangat tidak setuju; skor 1
Penyusunan angket dilakukan dengan mengacu pada kisi-kisi soal tentang penyampaian konseling behavioristik, persepsi siswa pada layanan konseling sekolah, serta sikap belajar siswa.

47

Menurut S. Nasution (2005: 63), dalam menyusun instrumen, langkah-langkahnya adalah: a. Membuat kisi-kisi soal dengan menentukan aspek/indikator tiap variabel. Adapun kisi-kisi soal yang digunakan di dalam penyusunan butir-butir soal/pernyataan angket adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1. Kisi-Kisi Angket tentang Penyampaian Konseling Behavioristik, Persepsi Siswa pada Layanan Konseling Sekolah, serta Sikap Belajar Siswa No. 1. Variabel Konseling behavior Indikator 1. Respon terhadap keberadaan konseling behavior 2. Pendapat tentang manfaat konseling behavior 2. Persepsi terhadap 1. Respon terhadap layanan pelaksanaan konseling layanan konseling sekolah sekolah yang dilakukan selama ini 2. Pendapat tentang manfaat layanan konseling sekolah 3. Sikap belajar siswa 1. Ada tidaknya perubahan sikap No. Item 1, 2, 3 Jumlah 3

4, 5

2

6, 7, 10

3

8, 9

2

11, 12, 13

3

48

belajar 2. Pendapat tentang manfaat konseling behavioristik dan layanan konseling sekolah terhadap pembentukan sikap belajar Jumlah 14, 15 2

15

b. Angket diberikan pada siswa anggota penelitian. Penyebaran angket kepada sampel penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 24 Maret 2010, sedangkan pengambilan hasil angket dilakukan pada tanggal 26 Maret 2010. Salah satu hal penting dalam penelitian adalah cara memperoleh data yang akurat dan obyektif. Hal ini menjadi sangat penting sebab kesimpulan yang diambil hanya akan dapat dipercaya bila didasarkan pada data yang akurat. Untuk itu dalam penelitian ini perlu diketahui seberapa tinggi reliabilitas dan validitas alat ukur (instrumen) yang digunakan. Untuk melakukan uji kualitas dari data, maka perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dari kuesioner yang digunakan. a. Uji Validitas Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Menurut Arikunto (2002:146), dalam penelitian ini uji validitas dilakukan atas item-item pertanyaan pada kuesioner yaitu dengan jalan menghitung koefisien korelasi dari tiaptiap item pernyataan dengan skor total yang diperoleh dengan

49

menggunakan analisis korelasi product moment dengan formulasi sebagai berikut: rxy = Keterangan : rxy n ∑XY ∑X ∑Y = = = = = koefisien korelasi X dan Y jumlah sampel jumlah produk X dan Y jumlah nilai X jumlah nilai Y

{n∑ x ( ∑ x ) } {n ∑ y − ( ∑ y ) }
2 2 2 2

n∑ xy − ( ∑ x )( ∑ y )

Setelah dihitung semua antara masing-masing item pertanyaan dengan skor total, nilai korelasi dapat diuji apakah signifikan atau tidak, dengan menggunakan tabel signifikan nilai product moment dengan taraf signifikan α = 5% dan df = n – k. Nilai r hitung dibandingkan dengan nilai r tabel, jika nilai r hitung lebih kecil dari tabel, maka dapat dikatakan tidak valid, jika r hitung lebih besar dari r tabel, maka dikatakan valid. Sedangkan menurut Djarwanto dan Pangestu Subagyo (1990:134) menyatakan bahwa “suatu instrumen dikatakan valid jika nilai minimal r hitung = r tabel.” Dengan demikian jika nilai r hitung ≥ r tabel maka butir dalam instrumen tersebut dapat dikatakan valid. b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah ukuran angka indeks yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama (Masri Singarimbun dan Effendi, 2005: 140). Setiap alat pengukur

50

seharusnya memberi hasil pengukuran yang konsisten. Uji reliabilitas dilakukan untuk menguji ketepatan alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini. Uji reliabilitas dilakukan dengan koefisien Cronbach Alpha. Koefisien alpha ini berkisar antara 0 sampai dengan 1, jika alpha kurang dari 0,6 menunjukkan bahwa item pengukuran tidak reliabel (Ghozali, 2001: 57). Suatu alat ukur dikatakan baik, bila tidak berubah-ubah pengukurannya dan dapat diandalkan apabila alat ukur tersebut digunakan berkali-kali akan memberikan hasil yang serupa. Untuk menguji reliabilitas, menurut Arikunto (2002: 171) dapat dihitung dengan rumus Alpha sebagai berikut: R1
2  k   ∑σ b  =   1 − σ 2   k − 1  t 

Keterangan: R1 = k = 2 σb σt2 reliabilitas instrumen banyaknya butir pertanyaan = jumlah varian butir = jumlah varian soal. Dalam penelitian ini, uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan penghitungan data menggunakan program SPSS 12.0. E. Teknik Analisis Data 1. Analisis Kualitatif Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan untuk

mengidentifikasi hubungan antara variabel yang diteliti. Analisis kualitatif juga didasarkan atas uraian teori-teori yang telah ada, sehingga akan

51

diketahui persamaan atau perbedaan atas hasil penelitian dengan teori-teori yang telah ada. Dalam hal ini, analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis hubungan pengaruh yang ditimbulkan variabel konseling behavioristik dan persepsi siswa terhadap layanan konseling sekolah terhadap variabel sikap belajar siswa. 2. Analisis Kuantitatif Analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa uji, yaitu:

a. Regresi Linear Berganda Analisa regresi berganda digunakan untuk mencari bentuk pengaruh secara bersama-sama maupun sendiri antara variabel bebas (X) dan variable (Y). Menurut Sugiyono (1997:235), rumus regresi linear berganda yang digunakan adalah sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2 X2 Keterangan: Y X1 X2 a b1, b2 = variabel terikat (sikap belajar siswa) = variabel bebas 1 (konseling behavioristik) = variabel bebas 2 (persepsi siswa terhadap layanan konseling sekolah) = konstanta = koefisien regresi

b. Koefisien Determinasi

52

Koefisien determinasi yang dilambangkan R2 berupa proporsi dari variasi total Y yang dijelaskan oleh hubungan antara X dan Y. Nilai R2 dapat diperoleh melalui pendekatan matematis sebagai berikut (Sugiyono, 1997: 240):

R

2

( n∑ xy − ∑ x∑ y ) = ( n∑ X − ( ∑ X ) ( n ∑ Y − ( ∑ y )
2 2 2

2

))

Keterangan: R2 Y X n = = = = koefisien determinasi variable dependent variable independent banyaknya data

c. Uji Hipotesis Pengujian secara parsial dilakukan dengan uji t (partial test) dan uji F (simultan test). Uji t digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Menurut Djarwanto (1996) rumusnya adalah sebagai berikut: t =
b −n dengan df = n-k Sb
Syx

Sb =

∑x  ∑x −  n     
2

2

Sxy =

∑y

2

−a ∑ y −b ∑ xy

Keterangan: Sxy : standart error estimate

53

Sb x y n k a b

: : : : : : :

standart error the regression koefisien variabel independen variabel dependen jumlah sampel jumlah variabel independen harga y bila x = 0 (harga konstan) koefisien regresi Setelah harga t diketahui melalui perhitungan statistik dengan

bantuan program SPSS, selanjutnya adalah membandingkan harga t hasil perhitungan dengan harga t pada tabel, dengan taraf signifikan 5%. Dari hasil perbandingan tersebut akan diketahui hipotesis diterima atau ditolak.

Adapun kriteria pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: 1) Ho = bi = 0, secara parsial tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat. 2) Ha = bi

≠ 0, secara parsial ada pengaruh secara signifikan antara

variabel bebas dan variabel terikat. Sedangkan kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: 1) thitung ≤ ttabel atau -thitung ≥ -ttabel, maka hipotesis ditolak, yang berarti bahwa secara parsial tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat atau bila p value ≥ α , maka H0 diterima dan Ha ditolak.

54

2) thitung > ttabel atau -thitung < -ttabel, maka hipotesis diterima, yang berarti bahwa secara parsial ada pengaruh secara signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat atau bila p value < α (level of significant), H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan pengujian secara simultan (uji F) dilakukan dengan kriteria sebagai berikut: Ho : b1 = b2 = b3 = 0 berarti secara simultan tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent. Ho : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0 berarti secara simultan ada hubungan yang signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent. Kriteria pengujian: 1) Menentukan nilai Ftabel Dipilih level of significant (α) = 0,05 (5%) df. pembilang (df1) = k = 3 df. penyebut (df2) = n - k - 1 2) Menghitung nilai Fhitung Hasil pengolahan dengan menggunakan komputer program SPSS. 3) Kriteria uji : Ho diterima jika Fhitung ≤ Ftabel Ho ditolak jika Fhitung ≥ Ftabel

55

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.