You are on page 1of 20

Pembimbing : dr Donny SpPD

Oleh Alfisyahrin Efa amalia Amani Irma Annisaa lingga lilianie

Definisi

Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya.

Epidemiologi

Klasifikasi

Patofisiologi

Manifestasi Klinis
Menurut PERKENI :
Gejala Khas Poliuria Polidipsi Polifagia Gejala Tidak Khas Lemas Kesemutan Luka yang sulit sembuh

Berat badan menurun tanpa Gatal sebab yang jelas Mata kabur Disfungsi ereksi (pria) Pruritus vulva (wanita)

Diagnosis
Diagnosis DM dapat ditegakkan melalui tiga cara: 1. Jika keluhan klasik ditemukan, maka pemeriksaan glukosa plasma sewaktu >200mg/dL sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM 2. Pemeriksaan glukosa plasma puasa 126 mg/dL dengan adanya keluhan klasik. 3. Tes toleransi glukosa oral (TTGO).

Langkah-langkah diagnostik DM dan gangguan toleransi glukosa dapat dilihat pada bagan berikut :

Kriteria diagnosis

Screening

Pemeriksaan Penunjang
Menurut PERKENI 2011 :

Glukosa darah puasa dan 2 jam post prandial A1C Profil lipid pada keadaan puasa Kreatinin serum Albuminuria Keton, sedimen, dan protein dalam urin Elektrokardiogram Foto sinar-x dada

Terapi
Pilar penatalaksanaan DM5 :

Edukasi Terapi Nutrisi Medis Latihan Jasmani Terapi Farmakologis

Pada terapi farmakologis : 1. Obat hipoglikemik oral.

Pemicu sekresi insulin (insulin secretagogue): sulfonilurea dan glinid Peningkat sensitivitas terhadap insulin: metformin dan tiazolidindion Penghambat glukoneogenesis (metformin) Penghambat absorpsi glukosa: penghambat glukosidase alfa. DPP-IV inhibitor

2. Suntikan Berdasar lama kerja, insulin terbagi :


Insulin kerja cepat (rapid acting insulin) Insulin kerja pendek (short acting insulin) Insulin kerja menengah (intermediate actinginsulin) Insulin kerja panjang (long acting insulin) Insulin campuran tetap, kerja pendek dan menengah (premixed insulin).

3. Agonis GLP-1 4. Terapi Kombinasi

Komplikasi