TEKNIK SAMPLING Hasan Mustafa /2000 Sampel adalah sebagian dari populasi.

Artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi. Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan kita teliti. Penelitian yang dilakukan atas seluruh elemen dinamakan sensus. Idealnya, agar hasil penelitiannya lebih bisa dipercaya, seorang peneliti harus melakukan sensus. Namun karena sesuatu hal peneliti bisa tidak meneliti keseluruhan elemen tadi, maka yang bisa dilakukannya adalah meneliti sebagian dari keseluruhan elemen atau unsur tadi. Berbagai alasan yang masuk akal mengapa peneliti tidak melakukan sensus antara lain adalah,(a) populasi demikian banyaknya sehingga dalam prakteknya tidak mungkin seluruh elemen diteliti (b) keterbatasan !aktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia, membuat peneliti harus telah puas jika meneliti sebagian dari elemen penelitian (c) bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa lebih reliabel daripada terhadap populasi " misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan kelelahan #isik dan mental para pencacahnya sehingga banyak terjadi kekeliruan. ($ma Sekaran, %&&') (d) demikian pula jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal, misalnya untuk meneliti kualitas jeruk dari satu pohon jeruk Agar hasil penelitian yang dilakukan terhadap sampel masih tetap bisa dipercaya dalam artian masih bisa me!akili karakteristik populasi, maka cara penarikan sampelnya harus dilakukan secara seksama. (ara pemilihan sampel dikenal dengan nama teknik sampling atau teknik pengambilan sampel . P pulasi atau uni!e"se adalah sekelompok orang, kejadian, atau benda, yang dijadikan obyek penelitian. )ika yang ingin diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk tertentu, maka populasinya adalah seluruh konsumen produk tersebut. )ika yang diteliti adalah laporan keuangan perusahaan *+,, maka populasinya adalah keseluruhan laporan keuangan perusahaan *+, tersebut, )ika yang diteliti adalah moti-asi pega!ai di departemen *A, maka populasinya adalah seluruh pega!ai di departemen *A,. )ika yang diteliti adalah e#ekti-itas gugus kendali mutu (./0) organisasi *1,, maka populasinya adalah seluruh ./0 organisasi *1, Elemen/unsu" adalah setiap satuan populasi. /alau dalam populasi terdapat 23 laporan keuangan, maka setiap laporan keuangan tersebut adalah unsur atau elemen penelitian. Artinya dalam populasi tersebut terdapat 23 elemen penelitian. )ika populasinya adalah pabrik sepatu, dan jumlah pabrik sepatu 433, maka dalam populasi tersebut terdapat 433 elemen penelitian. S#a"at sampel #ang baik Secara umum, sampel yang baik adalah yang dapat me!akili sebanyak mungkin karakteristik populasi. 5alam bahasa pengukuran, artinya sampel harus -alid, yaitu bisa mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. /alau yang ingin diukur adalah masyarakat Sunda sedangkan yang dijadikan sampel adalah hanya orang Banten saja, maka sampel tersebut tidak -alid, karena tidak mengukur sesuatu yang seharusnya diukur (orang Sunda). Sampel yang -alid ditentukan oleh dua pertimbangan.

%

lalu yang dijadikan sampel adalah rumah yang terletak di setiap sudut jalan. makin akurat sampel tersebut. jika ingin mengetahui rata8rata luas tanah suatu perumahan. di antara dua calon presiden (Al#red 0. yang akan menang adalah >andon. %&'=. 0akin kecil tingkat perbedaan di antara rata8rata populasi dengan rata8rata sampel.2 ). Setelah diperiksa secara seksama. mungkin saja ' . tingkat presisi mungkin bisa meningkat dengan cara menambahkan jumlah sampel. (kekeliruan) dalam sample. @oose-elt). yang dikenal dengan nama *sampling e"" ".. 5engan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel.Pe"tama $ Aku"asi atau ketepatan . ((opper : 7mory. /riteria kedua sampel yang baik adalah memiliki tingkat presisi estimasi. Artinya di antara laporan harian yang dihitung berdasarkan populasi dengan hasil penelitian yang dihasilkan dari sampel.9). karena kesalahan mungkin bisa berkurang kalau jumlah sampelnya ditambah ( /erlinger. makin tinggi pula tingkat presisinya. Sampel diambil berdasarkan petunjuk dalam buku telepon dan dari da#tar pemilik mobil. Ke%ua $ P"esisi. Namun pada tahun %&29 prediksinya salah. diambil sampel 43 orang. atau kekeliruan adalah populasi. pega!ai bisa menghasilkan produk *+. Sebagai contoh. keakuratan prediktibilitas dari suatu sampel tidak selalu bisa dijamin dengan banyaknya jumlah sampel (') agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi. terdapat perbedaan = unit. Nan lin. yang menyebabkan skor cenderung mengarah pada satu titik tertentu.9). /arena semua sampel yang diambil adalah mereka yang memiliki telepon dan mobil. 0ulai tahun %&'3. %&&4. Presisi diukur oleh simpangan baku (standard error). Bleh karena itu dalam setiap penarikan sampel senantiasa melekat keasalahan8kesalahan. %&. /ekeliruan semacam ini bisa terjadi pada sampel yang diambil secara sistematis (ontoh systematic variance yang banyak ditulis dalam buku8buku metode penelitian adalah jajak8pendapat (polling) yang dilakukan oleh Literary Digest (sebuah majalah yang terbit di Amerika tahun %&'38an) pada tahun %&29. %&. 0akin kecil perbedaan di antara simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi (σ). Namun berdasarkan laporan harian. (ooper dan 7mory (%&&4) menyebutkan bah!a “there is no systematic variance” yang maksudnya adalah tidak ada keragaman pengukuran yang disebabkan karena pengaruh yang diketahui atau tidak diketahui. Berdasarkan jajak pendapat. padahal @ose-elt lebih banyak dipilih oleh masyarakat kelas rendah tersebut. 5ari kejadian tersebut ada dua pelajaran yang diperoleh A (%). sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi (Nan >in. >andon dan ?ranklin 5. akibatnya pemilih yang sebagian besar tidak memiliki telepon dan mobil (kelas rendah) tidak ter!akili. dan tahun %&2' majalah ini berhasil memprediksi siapa yang akan jadi presiden dari calon8calon presiden yang ada. %&'<. ternyata Literary Digest membuat kesalahan dalam menentukan sampel penelitiannya . setiap orang menghasilkan 43 potong produk *+. Setelah diukur ternyata rata8rata perhari. (ontoh A 5ari 233 pega!ai produksi. yaitu tingkat ketidakadaan *bias. 5engan contoh di atas tadi. maka hasil atau skor yang diperoleh akan bias. Presisi mengacu pada persoalan se%ekat mana estimasi kita %engan ka"akte"istik p pulasi. namun meleset karena ternyata @oose-elt yang terpilih menjadi presiden Amerika. Calau tidak selamanya. %&. Belum pernah ada sampel yang bisa me!akili karakteristik populasi sepenuhnya. 6olok ukur adanya *bias. maka makin tinggi tingkat presisi sampel tersebut. per harinya rata8rata 4= unit.

ada lagi beberapa #aktor lain yang perlu memperoleh pertimbangan yaitu. tetapi jika ukuran populasinya sekitar %33. sampelnya paling sedikit 23E. (Singarimbun dan 7##endy. 0akin sedikit !aktu. %&=&). 0isalnya di samping ingin mengetahui sikap konsumen terhadap kebijakan perusahaan. S>6P. S5DS>6PFS0$. (%) derajat keseragaman. Ada yang mengatakan. /atakanlah dari 43 menjadi . peneliti juga bermaksud mengetahui hubungan antara sikap dengan tingkat pendidikan. jika ukuran populasinya di atas %333. 43D %33D '43D. dan tenaga yang dimiliki peneliti.. penelitian haruslah dapat dikelola dengan baik (manageable).4. penelitian perbandingan kausal. berapa bank yang harus diambil menjadi sampel agar hasilnya me!akili populasiD. makin sedikit pula sampel yang bisa diperoleh. )ika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah sampelnya pun harus banyak. !aktu. sampel sekitar %3 E sudah cukup. sampelnya %3E dari populasi. dsb). paling sedikit 23 elemen populasi. 0isalnya. penelitian korelasional. )a!abnya tidak mudah. dan untuk penelitian eksperimen %4 elemen per kelompok (. %&&'). maka sampelnya lebih berman#aat. (') rencana analisis. 5ikaitkan dengan besarnya sampel. 23D.ay dan 5iehl.4) dalam $ma Sekaran (%&&') memberikan pedoman penentuan jumlah sampel sebagai berikut A %. biaya . jumlah minimum subsampel harus 23 2 . (2) biaya. S0$. 5i ba!ah ini digambarkan hubungan antara jumlah sampel dengan tingkat kesalahan seperti yang diuarakan oleh /erlinger besa" kesa& la'an ke(il ke(il besa"n#a sampel besa" )ku"an sampel $kuran sampel atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting manakala jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan analisis kuantitati#. dan kalau ukuran populasinya 23. dan seterusnya. maka sampelnya harus %33E. selain tingkat kesalahan. dan tenaga yang tersedia .perbedaan rata8rata di antara populasi dengan sampel bisa lebih sedikit. Calau jumlahnya sedikit tetapi jika kaya akan in#ormasi. 0akin tidak seragam si#at atau karakter setiap elemen populasi. Ada pula yang menuliskan. Pertanyaannya adalah. ukuran sampel bukan menjadi nomor satu. Sebaiknya ukuran sampel di antara 23 sFd 433 elemen '. jika sampel yang ditariknya ditambah. jumlah bank yang dijadikan populasi penelitian ada <33 buah. Perlu dipahami bah!a apapun alasannya. karena yang dipentingkan alah kekayaan in#ormasi. makin banyak sampel yang harus diambil. Agar tujuan ini dapat tercapai maka sampelnya harus terdiri atas berbagai jenjang pendidikan S5. untuk penelitian deskripti#. @oscoe (%&. )ika sampel dipecah lagi ke dalam subsampel (lakiFperempuan. Pada penelitian yang menggunakan analisis kualitati#. 23 elemen per kelompok.

2'3 2'' 2'.43 =33 =43 &33 &43 %333 %%33 Sampel *n+ %<3 %<< %<= %4' %44 %4& %9' %94 %9& %. ''9 '2< '<' '<= '4< '93 '94 '9& '. dengan pengendalian yang ketat. 22% 224 22= 2<% 2<9 24% 24< 24.. (hampion (%&=%) mengatakan bah!a sebagian besar uji statistik selalu menyertakan rekomendasi ukuran sampel. 2.4 2.3 %=3 %&3 '33 '%3 Sampel *n+ %3 %< %& '< '= 2' 29 <3 << <= 4' 49 4& 92 99 .& 2=3 2=% 2=' 2=< Sebagai in#ormasi lainnya. ukuran sampel bisa antara %3 sFd '3 elemen. <.3) dalam $ma Sekaran (%&&') membuat da#tar yang bisa dipakai untuk menentukan jumlah sampel sebagai berikut (>ihat 6abel) P pulasi *N+ %3 %4 '3 '4 23 24 <3 <4 43 44 93 94 .3 .33 %=33 %&33 '333 ''33 '<33 '933 '=33 2333 2433 <333 <433 4333 9333 .3 2. /rejcie dan 0organ (%&.9 =3 =9 &' &. %32 %3= %%2 %%= %'2 %'.< '. Pada penelitian multi-ariate (termasuk analisis regresi multi-ariate) ukuran sampel harus beberapa kali lebih besar (%3 kali) dari jumlah -ariable yang akan dianalisis. 29= 2.33 .333 =333 &333 %3333 %4333 '3333 23333 <3333 43333 .4 =3 =4 &3 &4 %33 %%3 %'3 %23 %<3 %43 %93 %. 23' 239 2%3 2%2 2%.4333 %333333 Sampel *n+ '&% '&.3 . %2' %29 P pulasi *N+ ''3 '23 '<3 '43 '93 '.4 %=% %=9 %&% %&9 '3% '34 '%3 '%< '%.3 '=3 '&3 233 2'3 2<3 293 2=3 <33 <'3 <<3 <93 <=3 433 443 933 943 .2.= '=4 P pulasi *N+ %'33 %233 %<33 %433 %933 %. uji8uji statistik yang ada akan sangat e#ekti# jika diterapkan pada sampel yang jumlahnya 23 < . 29% 29< 29. 5engan kata lain.2 . $ntuk penelitian eksperimen yang sederhana.

setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. /emudian. Pada sampel acak (random sampling) dikenal dengan istilah simple random sampling. terdapat beberapa teknik yang lebih spesi#ik lagi. maka peneliti tidak bisa mengatakan bah!a sebagian besar konsumen teh botol merasa kurang puas terhadap the botol. Pada nonprobability sampling dikenal beberapa teknik. bisakah dia mengatakan bah!a '33 konsumen sebagai sampel dikatakan *representati#. dan area sampling. pengambilan sampel dengan cara acak tidak dimungkinkan. purposive sampling. sedangkan yang lainnya. ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu. 5ua jenis teknik pengambilan sampel di atas mempunyai tujuan yang berbeda. Sedangkan yang dimaksud dengan nonrandom sampling atau nonprobability sampling. 5i setiap jenis teknik pemilihan tersebut.sFd 93 atau dari %'3 sFd '43. tentang kejadian. cluster sampling. tidak dipilih artinya kemungkinannya 3 (nol). 1ang dimaksud dengan random sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Artinya jika elemen populasinya ada %33 dan yang akan dijadikan sampel adalah '4. tentang tempat. Bahkan jika sampelnya di atas 433. karena jauh. sampel acak atau random sampling / probability sampling. Sampel tidak acak biasanya juga diambil jika peneliti tidak mempunyai data pasti tentang ukuran populasi dan in#ormasi lengkap tentang setiap elemen populasi. dan sampel tidak acak atau nonrandom samping/nonprobability sampling. stratified random sampling. namun dengan konsekuensi hasil penelitiannya tersebut tidak bisa digeneralisasikan. bisakah peneliti memilih sampel secara acak. 7lemen populasi bisa berupa data tentang orangFbinatang. maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan '4F%33 untuk bisa dipilih menjadi sampel. atau juga tentang benda. antara lain adalah convenience sampling. Namun jika peneliti tidak mempunyai kemauan melakukan generalisasi hasil penelitian maka sampel bisa diambil secara tidak acak. snowball sampling P" babilit#/.D. jika yang diteliti populasinya adalah konsumen teh botol. >ima elemen populasi dipilih sebagai sampel karena letaknya dekat dengan rumah peneliti. )ika ternyata dari '33 konsumen teh botol tadi merasa kurang puas. dan juga karakteristik konsumen. jika tidak ada in#ormasi yang cukup lengkap tentang diri konsumenD. tidak direkomendasikan untuk menerapkan uji statistik. kemungkinan besar peneliti tidak mengetahui dengan pasti berapa jumlah konsumennya. (Penjelasan tentang ini dapat dibaca di Bab . Second 7dition) Teknik&teknik pengambilan sampel Secara umum. atau istilahnya adalah melakukan generalisasi maka seharusnya sampel representati# dan diambil secara acak. 5alam situasi yang demikian.an% m Sampling. maka tidak ada pilihan lain kecuali sampel diambil dengan cara tidak acak atau nonprobability sampling. quota sampling. systematic sampling. 1ang dimaksud dengan kerangka sampling adalah da#tar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagai sampel. )ika 4 . /arena dia tidak mengetahui ukuran pupulasi yang tepat. )ika peneliti ingin hasil penelitiannya bisa dijadikan ukuran untuk mengestimasikan populasi. (ontohnya. Syarat pertama yang harus dilakukan untuk mengambil sampel secara acak adalah memperoleh atau membuat kerangka sampel atau dikenal dengan nama “sampling frame”. dan = buku Basic Statistics #or Social @esearch.

'.an% m Sampling atau Sampel A(ak Se%e"'ana (ara atau teknik ini dapat dilakukan jika analisis penelitiannya cenderung deskripti# dan bersi#at umum. Simple . 9 . 5ia menduga bah!a manajer tingkat atas cenderung positi# sikapnya terhadap kebijakan perusahaan tadi. Pemilihan sampel secara acak bisa dilakukan melalui sistem undian jika elemen populasinya tidak begitu banyak. dan heterogenitas tersebut mempunyai arti yang signi#ikan pada pencapaian tujuan penelitian.an% m Sampling atau Sampel A(ak . seorang peneliti ingin mengetahui sikap manajer terhadap satu kebijakan perusahaan. kalkulator. ada manajer dan bukan manajer. usia. -. cara undian bisa mengganggu konsep *acak. Selama perbedaan gender. 5ari da#tar ini. Agar dapat menguji dugaannya tersebut maka sampelnya harus terdiri atas paling tidak para manajer tingkat atas. >alu setiap tempat tersebut diberi kode (angka atau simbol) yang berbeda satu sama lainnya. maka peneliti harus bisa memiliki da#tar semua mahasis!a yang terda#tar di perguruan tinggi *A * tersebut selengkap mungkin. dan ba!ah. alamat. itu sendiri. Prosedurnya A %. Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi 2. )ika populasinya adalah rumah tangga dalam sebuah kota. atau *random. atau ada yang kaya dan yang miskin. status kemakmuran. peneliti juga harus mempunyai alat yang bisa dijadikan penentu sampel. 5ari sekian elemen populasi. manajer menengah dan manajer ba!ah. /ecamatan. /ampung.populasi penelitian adalah mahasis!a perguruan tinggi *A.. 5engan teknik pemilihan sampel secara random distrati#ikasikan. )ika populasinya adalah !ilayah )a!a Barat. elemen mana saja yang bisa dipilih menjadi sampelD. Alat yang umumnya digunakan adalah 6abel Angka @andom. peneliti akan bisa secara pasti mengetahui jumlah populasinya (N). 6etapi jika sudah ratusan. maka peneliti harus mempunyai da#tar seluruh rumah tangga kota tersebut. maka peneliti dapat mengambil sampel dengan cara ini. Nama. Susun *sampling #rame. 5ari setiap stratum tersebut dipilih sampel secara acak.ist"atifikasikan /arena unsur populasi berkarakteristik heterogen. maka penelti harus mepunyai peta !ilayah )a!a Barat secara lengkap. menengah. yaitu stratum manajer atas. Perbedaan karakter yang mungkin ada pada setiap unsur atau elemen populasi tidak merupakan hal yang penting bagi rencana analisisnya. 5engan demikian setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. 5i samping sampling frame. 6etapkan jumlah sampel yang akan diambil 2. /abupaten. maka dia akan memperoleh manajer di ketiga tingkatan tersebut. jenis kelamin. 0isalnya. dan kedudukan dalam organisasi. 5esa. St"atifie% . dan in#ormasi lain yang berguna bagi penelitiannya. 0isalnya. Siapkan *sampling #rame. serta perbedaan8perbedaan lain tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang penting dan mempunyai pengaruh yang signi#ikan terhadap hasil penelitian. Prosedurnya A %. dalam populasi ada !anita dan pria. maka peneliti dapat mengambil sampel secara acak sederhana. N@P.. atau undian. 6entukan alat pemilihan sampel <. dan perbedaan8perbedaan lainnya.

tingkat menengah ada <4 manajer (II). tetap 92 orang. 0isalnya. Berbeda dengan teknik pengambilan sampel acak yang distrati#ikasikan. elemennya ada %33 departemen. maka peneliti bisa mengambil semua manajer dalam stratum tersebut . dan stratum 2 H 92 manajer. Ial ini terjadi jika jumlah unsur atau elemen di salah satu atau beberapa stratum sangat sedikit. beda tingkat pendidikannya. )ika peneliti bermaksud mengetahui tingkat penerimaan para pega!ai terhadap suatu strategi yang segera diterapkan perusahaan. /alau jumlah sampel yang akan diambil seluruhnya %33 manajer. maka dalam sampel gugus. Bagi sampling #rame tersebut berdasarkan strata yang dikehendaki 2. 5alam setiap departemen terdapat banyak pega!ai dengan karakteristik berbeda pula. . )umlah dalam setiap stratum tidak proposional. dan perbedaan8perbedaan lainnya. Pilih gugus sebagai sampel dengan cara acak <. setiap gugus boleh mengandung unsur yang karakteristiknya berbeda8beda atau heterogen. dan untuk manajer tingkat menengah (II) ditambah 4. dalam satu organisasi terdapat %33 departemen. Artinya jumlah seluruh manajer adalah %93. 0isalnya saja. Pilih sampel dari setiap stratum secara acak. beda tingat manajerialnnya. '. beda tingkat pendapatnya. S#stemati( Sampling atau Sampel Sistematis )ika peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambil data secara random. peneliti dapat menentukan secara (a) proposional. yaitu unsur populasi yang bisa dijadikan sampel adalah yang *keberapa. Susun sampling #rame berdasarkan gugus " 5alam kasus di atas. (b) tidak proposional. kalau dalam stratum manajer kelas atas (I) hanya ada < manajer. 6eliti setiap pega!ai yang ada dalam gugus sample 1.'. maka peneliti dapat menggunakan cluster sampling untuk mencegah terpilihnya sampel hanya dari satu atau dua departemen saja. yang bisa dijadikan . 0isalnya. Pada saat menentukan jumlah sampel dalam setiap stratum. 1ang dimaksud dengan proposional adalah jumlah sampel dalam setiap stratum sebanding dengan jumlah unsur populasi dalam stratum tersebut. dan manajer tingkat ba!ah (III) ada %33 manajer. 6entukan jumlah sampel dalam setiap stratum <. setiap unsur populasi yang keenam. 0luste" Sampling atau Sampel Gugus 6eknik ini biasa juga diterjemahkan dengan cara pengambilan sampel berdasarkan gugus. Beda jenis kelaminnya. (ara ini menuntut kepada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis. /. di mana setiap unsur dalam satu stratum memiliki karakteristik yang homogen (stratum A A laki8laki semua. 6entukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampel 2. maka untuk stratum I diambil (%4A%93)G%33 H & manajer.. untuk stratum manajer tingkat atas (I) terdapat %4 manajer. sedangkan manajer tingat ba!ah (III). stratum B A perempuan semua). Prosedur A %. cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan. stratum II H '= manajer. 0isalnya.

Sampel yang akan diambil adalah '43 rumah dengan demikian inter-al di antara sampel kesatu. 0isalnya. 6entukan angka atau nomor a!al di antara kelas inter-al tersebut secara acak atau random " biasanya melalui cara undian saja. Susun sampling frame yang menggambarkan peta !ilayah ()a!a Barat) " /abupaten. Soal *keberapa. $nsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena kebetulan atau karena #aktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti. /ecamatanD. dalam satu populasi terdapat 4333 rumah. 6idak semua unsur atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. 6etapkan jumlah sampel yang ingin diambil . 6entukan / (kelas inter-al) =. 5esa. yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya diambil secara = . 5alam memilih sampel. /otamadya. bagi lagi !ilayah yang terpilih ke dalam sub !ilayah. N np" babilit#/N n"an% m Sampling atau Sampel Ti%ak A(ak Seperti telah diuraikan sebelumnya. <. kedua. seorang marketing manajer sebuah stasiun 6J ingin mengetahui tingkat penerimaan masyarakat )a!a Barat atas sebuah mata tayangan. 0 n!enien(e Sampling atau sampel #ang %ipili' %engan pe"timbangan kemu%a'an. dan seterusnya adalah '4. %. Prosedurnya A 4.. Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut. teknik pengambilan sampel dengan area sampling sangat tepat. &. Prosedurnya A %. /ecamatan. Susun sampling #rame 9. jenis sampel ini tidak dipilih secara acak. peneliti tidak mempunyai pertimbangan lain kecuali berdasarkan kemudahan saja. Pilihlah sebagai sampel angka atau nomor inter-al berikutnya 1. 5esaD) 2. A"ea Sampling atau Sampel 2ila#a' 6eknik ini dipakai ketika peneliti dihadapkan pada situasi bah!a populasi penelitiannya tersebar di berbagai !ilayah. 4. /otamadyaD.sampel. Bleh karena itu ada beberapa penulis menggunakan istilah accidental sampling " tidak disengaja " atau juga captive sample (man8on8the8street) )enis sampel ini sangat baik jika diman#aatkan untuk penelitian penjajagan. Pilih beberapa !ilayah untuk dijadikan sampel dengan cara acak atau random. '. 6entukan berapa !ilayah yang akan dijadikan sampel penelitiannya. 6entukan !ilayah yang akan dijadikan sampel (/abupaten D. 0isalnya. /alau ternyata masih terlampau banyak responden yang harus diambil datanya.8nya satu unsur populasi bisa dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel. 0ulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor a!al yang terpilih. %3.

5alam program pengembangan produk (product development). 5ia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel. 3u%gment Sampling Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bah!a dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya. Beberapa kasus penelitian yang menggunakan jenis sampel ini. )adi. atau kelompok8kelompok sosial lain yang eksklusi# (tertutup) & . 6u ta Sampling 6eknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distrati#ikasikan secara proposional. 5ua jenis sampel ini dikenal dengan nama judgement dan quota sampling. judment sampling umumnya memilih sesuatu atau seseorang menjadi sampel karena mereka mempunyai 4inf "mati n "i('5. para gay. 0isalnya. seorang peneliti ingin mengetahui pandangan kaum lesbian terhadap lembaga perka!inan. namun tidak dipilih secara acak melainkan secara kebetulan saja. )ika seorang peneliti ingin me!a!ancari 23 orang pega!ai dari kedua jenis kelamin tadi maka dia harus mengambil sampel pega!ai laki8laki sebanyak %= orang sedangkan pega!ai perempuan %' orang.. melainkan secara kebetulan saja. 0isalnya. Ial ini bisa juga dilakukan pada pencandu narkotik. Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bah!a seseorang atau sesuatu tersebut memiliki in#ormasi yang diperlukan bagi penelitiannya. Peneliti cukup mencari satu orang !anita lesbian dan kemudian melakukan !a!ancara. maka manajer produksi merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan in#ormasi. hasilnya ternyata kurang obyekti#. Pu"p si!e Sampling Sesuai dengan namanya. . dengan pertimbangan bah!a kalau karya!an sendiri tidak puas terhadap produk baru yang akan dipasarkan. /. maka jangan terlalu berharap pasar akan menerima produk itu dengan baik. peneliti bisa mengentikan pencarian !anita lesbian lainnya. ((ooper dan 7mory. sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu. biasanya yang dijadikan sampel adalah karya!annya sendiri. 2. Setelah selesai. Sekali lagi. teknik pengambilan ketiga puluh sampel tadi tidak dilakukan secara acak. 0isalnya untuk memperoleh data tentang bagaimana satu proses produksi direncanakan oleh suatu perusahaan. Sn 7ball Sampling 8 Sampel 9 la Sal:u (ara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya. lalu dia minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira8kira bisa dijadikan sampel. %&&'). Setelah jumlah !anita lesbian yang berhasil di!a!ancarainya dirasa cukup. di sebuah kantor terdapat pega!ai laki8laki 93E dan perempuan <3E . peneliti tadi minta kepada !anita lesbian tersebut untuk bisa me!a!ancarai teman lesbian lainnya.acak (random). /arena peneliti menginginkan lebih banyak lagi.

%3 .Pe% man %alam pemili'an teknik sampling .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful