Memahami Peran Kekuasaan dalam Pengambilan Keputusan

Oleh : Jeffrey Pfeffer

Definisi Kekuasaan
Definisi Umum mengenai Kekuasaan menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kekuasaan “adalah kemampuan dari seorang aktor sosial untuk mengatasi halangan dalam mencapai tujuan yang di inginkan” Kemudian,kekuasaan didefinisikan sebagai suatu kekuatan,atau kemampuan yaitu kemampuan dari satu aktor sosial untuk mempengaruhi aktor sosial lainya sehingga terjadi perubahan perilaku Namun,Lebih jauh lagi effrey !feffer juga menyebutkan bahwa kekuasaan terkadang tidaklah semudah yang dibayangkan,hal ini karena konsep kekuasaan akan berbeda bagi tiap orang tergantung pada budaya dan waktu sehingga konsep ini disebutkan juga sebagai konsep yang membingungkan,tua dan ada dimanapun" Kekuasaan sendiri dicirikan dengan adanya hubungan antara aktor sosial,artinya kekuasaan bersifat relati#e"dalam menjalankan atau melakukan kekuasaan ini,membutuhkan biaya dan juga energy"sehingga dalam menjalankan kekuasaan ini perlu dipertimbangkan $ hal % &"'pa yang akan terjadi jika tidak adanya kekuasaan yang dijalankan (")ujuan dari aktor sosial dalam menjalankan kekuasaan yang dimilikinya $"'kibat dari dijalankanya kekuasaan tersebut

Definisi Wewenang
*ewenang didefinisikan dan disepakati sebagai serangkaian aktivitas yang diterima dan diharapkan.Oleh karena itu,kekuasaan yang diterima dan diharapkan kemudian menjadi Wewenang. Kemudian,terdapat suatu prosedur legal formal untuk mengabsahkan suatu jenis kekuasaan tertentu menjadi wewenang"Kegagalan dalam menjalankan wewenang ini akan berakibat pada hukuman tertentu"Dalam menjalankan wewenang terdapat kemungkinan untuk memperkuat wewenang yang dimiliki oleh orang lain"

Definisi Politik Organisasi
Politik Organisasi melibatkan aktivitas dalam suatu organisasi untuk mendapatkan,mengembangkan, dan menggunakan kekuasaan atau sumber sumber lainya dalam rangka mendapatkan suatu hasil yang diinginkan dalam kondisi dimana terdapat ketidak pastian atau tidak tercapainya suatu kesepakatan dalam memutuskan suatu pilihan Aktivitas Politik,adalah aktivitas yang dilakukan dalam rangka mengatasi halangan atau perlawanan.

-

Posisi Kekuasaan dalan literatur Teori Organisasi
Pfeffer Mengamati peran kekuasaan dalam berbagai literatur Teori Organisasi dan kemudian mendapati bahwa !onsep !ekuasaan "arang direfrensikan dalam te#tbook dan "ika ada hal tersebut hanya berisi definisi singkat sa"a.definisi yang dimaksud lebih menekankan pada adanya dasar kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kebutuhan orang tersebut akan kekuasaan.!onsep kekuasaan sendiri ditinggalkan dari study ilmu management dan theory organisasi karena konsep kekuasaan tidak kompatible dengan ideologi dan nilai yang dipegang oleh management dan theory organisasi itu sendiri. Pfeffer kemudian mendiskusikan fungsi yang dibawa oleh management.dalam management sendiri selalu berfokus pada rasionalitas dan efisiensi.diskusi mengenai konsep kekuasaan dan politik tidaklah cocok dengan konsep rationalitas dan efisiensi itu sendiri.!onsep Politik dan kekuasaan pada dasarnya bertentangan dengan pemahaman management dan teori organisasi mengenai rationalitas dan efisiensi,sehingga paham ini tidak pernah dimasukan dalam konsep management.

-

1 !ational "hoi#e Model
Model ini tidak hanya model yang paling populer akan tetapi sering disebut sebagai model yang paling banyak digunakan oleh para pengambil keputusan $alam model ini terdapat % langkah yang merefleksikan suatu a#ioma bahwa tingkah laku merefleksikan niat atau tu"uan.dengan kata lain perilaku dalam suatu organisasi bukanlah suatu hal yang tidak disenga"a atau acak,melainkan suatu hal yang akan merefleksikan tu"uan kedepanya.

% langkah yang dimaksud adalah

1.Goal and Objektif model ini mengasumsikan bahwa suatu organisasi pasti memiliki suatu tu"uan atau visi yang ingin dicapai,dimana tu"uan dan visi ini akan bersifat unik dalam organisasi yang bersangkutan.&isi atau tu"uan ini haruslah konsisten dengan Misi yang di"alankan.

2.Rational Choice Model ini membutuhkan serangkaian pilihan rasional dalam memilih alternative pilihan dari serangkaian pilihan yang tersedia.biasanya pilihanya akan dimasukan dalam suatu list terbatas dimana pilihan yang dianggap benar akan terpilih diakhirnya. 3.Assessment of the Outcomes setelah keputusan diambil maka dari pilihan yang telah terambil tadi harus dievaluasi kembali. 4.Final decision Made : !eputusan akhir,dibuat.

$ %ureaurati# Model
Model ini mengantikan 'ational model,yang lebih menekankan pada procedural rationality menu"u kearah rasionalitas yang lebih bersifat substansial.alih alih dalam mengambil keputusan yang tadinya dibuat untuk memaksimalkan nilai,pilihan yang dibuat berdasarkan suatu aturan atau proses yang telah terbukti adaptif dan efektif di masa lampau. dalam model ini ketidak pastian cenderung dihindari,alih alih membuat suatu evaluasi yang komprehensif dari resiko dan kemungkinan,keputusan dibuat dalam "angka waktu yang relatif singkat.

-

& De#ision Pro#ess Model
Metode ini memiliki banyak kesamaan dengan (ureauratic Model,namun meskipun sangat mirip,pengambilan keputusan dalam model ini berbeda karena model ini kurang percaya pada rationalisasi dan lebih random dalam fungsi fungsi organisasinya. $alam model ini,menitik beratkan keputusan diambil oleh seorang atau beberapa pengambil keputusan.yang mana pilihan yang diambil akan ditentukan tergantung pada situasi dan kondisi yang dipertimbangkan oleh pengambil keputusan itu sendiri.situasi ini muncul karena proses datang terlebih dahulu sebelum pilihan.oleh karena itu,akan mustahil membuat keputusan tanpa mempertimbangkan proses yang telah ter"adi sebelumnya. $alam model ini konsep kekuasaan tidak memberikan pengaruh yang berarti dalam memprediksi tingkah laku dalam organisasi Ga ba!e Can Model,merupakan sub model dalam proses pengambilan keputusan .model pengambilan keputusan ini merupakan hasil dari arus independent dari organisasi.

-

' Politi#al Model
Model ini Menyatakan (ahwa organisasi merupakan sesuatu yang Pluralistik dan terbagi dalam berbagai kelompok kepentingan dan unit unit.unit unit ini biasanya akan ter"adi konflik,dan oleh karena itu konflik dianggap sebagai suatu yang normal atau setidaknya hal yang men"adi adatnya. Tindakan dalam organisasi adalah suatu bentuk hasil tawar menawar dan kompromi dan oleh karena itu hasil keputusan "arang merefleksikan kepentingan dari kelompok manapun.akan tetapi kelompok yang paling kuat akan menerima hasil yang paling besar dan keinginan mereka yang setidaknya paling dekat untuk terwakili. Model ini sangat demokratis,dimana "ika kita melihat lebih dekat mengenai bagaiman individu dan kelompok saling terkait satu sama lain.akan tetapi model ini tidak tergolong model yang terlalu ilmiah "ika dibandingkan dengan model yang lainya.

-

-

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful