You are on page 1of 9

Hard disk tidak terbaca atau corrupted?

Kita akan bahas cara memperbaiki atau paling tidak menyelamatkan data yang tersimpan di dalamnya. Sebagai salah satu bagian dari komputer, hard disk memang agak mahal, tapi sebenarnya isinya lebih mahal lagi. Bisa bikin perut mulas dan kepala cenut-cenut kalau sampai data penting di dalamnya hilang. Hard disk adalah tempat di mana seluruh data termasuk Sistem Operasi (OS), file-file program, semua file dan folder yang pernah kamu buat dan simpan selama memakainya. Jika kemudian karena sesuatu yang terkadang sulit diperkirakan penyebabnya mereka semua itu hilang? Wadew! Kalau OS hilang atau rusak tinggal install ulang saja. Kalau film atau koleksi musik hilang, bisa download atau minta teman yang punya. Lha kalau file pekerjaan atau karya wesh. seperti misalnya puisi atau cerpen hilang? Benar-benar bencana. Atau foto-foto yang sangat penting? Foto logi bisa, tapi suasana dan kenangannya kan beda, hehe Ok, lanjut, sekarang bagaimana cara memperbaiki dan menyelamatkan data di hard disk yang corrupted atau tidak terbaca? Biasanya kita baru tahu kalau hard disk laptop atau PC kita bermasalah ketika kita mencoba membuka drive atau partisi. Jika kerusakannya parah, bisa jadi keseluruhan hard disk jadi tidak terbaca total. Terkadang, disk checking utility bawaan Windows juga tidak berdaya untuk membaca hard disk rusak itu. Hmmm, harus bersiap ganti hard disk nih. Untuk membaca dan menyelamatkan data hard disk rusak itu kita bisa pakai disk recovery utility, kalau masih gagal ya terpaksa dech, bawa laptop atau PC kita ke toko untuk di servis. Itu artinya kita musti bayar, dan yang menyedihkan, ketika mereka gagal, kita tidak benar-benar tahu apa yang terjadi, tidak tahu cara mereka, tidak tahu apakah mereka sudah merecovery datanya, dan sebagainya. Apa benar sih kita tidak bisa sendiri, paling tidak tahu seperti apa dan bagaimana proses recovery data itu? Mau? Ok, dalam banyak kasus, ketika hard disk tidak terbaca sama sekali, kemungkinan terbesarnya memang kita harus ganti hard disk. Tidak selalu memang. Tapi kalau sudah ada bad sector, maka buang saja hard disk itu. Langkah penyelamatan data di bawah ini mungkin tidak akan menyelamatkan hard disk kamu, tapi paling tidak kita coba untuk membuatnya terbaca satu kali saja supaya kita bisa ambil data tersimpan. Cara menyelamatkan data di hard disk rusak Sebelumnya, untuk diketahui, sebaiknya sambungkan hard disk anda sebagai external drive ke PC yang normal, dan coba ikuti langka-langkah berikut ini: 1. Kalau muncul kotak dialog yang mengindikasikan bahwa drive kamu itu perlu diformat, klik No, ini sangat krusial, kalau sampai kamu terlanjur klik Yes, maka selesailah

2.

3. 4.

5. 6.

7.

sudah. Nanti akan sulit lagi, dan kalaupun berhasil, akan banyak data yang gagal atau corrupt. Klik Start, pilih My Computer atau ikon Computer. akan muncul drive dari hard disk yang baru kamu colokkan tadi. Klik kanan pada drive-mu, pilih Properties. Kalau ternyata tidak terbaca atau tidak mucul hard disk-mu, lompat ke langkah ke 5. Nah, akan muncul window yang menampilkan propertinya. Klik pada tab Tools Pilih Check Now di bawah Error Checking untuk mulai melakukan pemeriksaan error pada hard disk-mu. Centang pada window pop-up yang berisi pertanyaan apakah kamu mau Windows membetulkan error yang ditemukan. Centang juga pada kotak yang berisi Scan for and attempt recovery of bad sectors. Klik Start. Jika kemudian Windows memberitahu bahwa hard disk tidak terbaca dan perlu di format, klik No. Kalau langkah-langkah tadi gagal juga, sekarang kita pakai command prompt. Klik Start>>Run>>CMD atau ketik saja CMD setelah klik Start. Akan muncul window dari Command Prompt seperti ini: Jadi inget-inget pelajaran DOS waktu SMP dulu ya. Sekarang ketikkan nama dari drive kita yang rusak tadi dengan menambahkan tanda titik dua. Jadi misalnya hard disk yang rusak tadi ada di drive F, maka ketikkan F: lalu tekan Enter. Karena hard disk itu rusak, maka biasanya akan muncul peringatan The System Cannot Find the Drive Specified. Inilah langkah kuncinya. Ketikkan chkdsk di command prompt, tunggu beberapa saat sampai selesai proses deteksi error hard disknya. Biasanya cepat kog. Jika error-nya ditemukan, Windows akan menawarkan pilihan untuk memperbaikinya. Pilih y.

baca: Cara Mengembalikan Partisi Yang Hilang Nah, sekarang, sambil berdoa, buka kembali drive hard disk-mu yang rusak tadi. Semoga sudah bisa dibaca. Kalau sudah terbaca segera back up datamu secepatnya. Jangan lama-lama memilihmilih file. Copy saja. Kalau ternyata gagal atau tetap tidak terbaca, coba gunakan aplikasi recovery data macam Hireen atau yang lain.

Bagaimana Cara Melihat dan Memperbaiki Bad Sector?

Bagaimana Cara Melihat dan Memperbaiki Bad Sector? | Tenang saja, meskipun bad sector berbahaya, Windows, jika anda mengunakannya, sudah membawa tool built-in untuk mengechek hard disk, namanya CHKDSK. Dia sanggup memeriksa hard disk anda terhadap kemungkinan adanya bad sector, menandai mereka, dan sekaligus memperbaiki soft bad sectors supaya sector tersebut bisa digunakan lagi.

Apakah harus menjalankan CHKDSK secara manual?


Tidak selalu. Jika Windows mengenali indikasi adanya masalah dengan hard disk anda, dia akan secara otomatis mengaktifkan CHKDSK ketika komputer anda booting. Enak to? Tapi kalau anda mau iseng atau serius mengechek sendiri hard disk anda, boleh dan sah-sah saja kog. Kalau anda tidak pakai Windows bagaimana? Juga jangan khawatir, pengguna Linux dan OS X juga bisa memakai utiliti bawaan mereka masing-masing untuk mendeteksi bad sector pada hard drive. baca juga: Mengapa Hard Disk Terkena Bad Sector dan Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Memperbaikinya

Kalau sudah terkena bad sector harus bagaimana?


baca juga: 6 Langkah Cara Memperbaiki Hard Disk Yang Corrupt Tidak Terbaca Sumpah, bad sector itu normal. Seperti kita sakit, itu juga normal kan? Hard disk mati itu juga sangat normal. Jadi jangan panik dulu, sepanjang anda tidak abai dengan pesan-pesan yang diberikan OS anda lewat monitornya, anda sudah diberitahu jauh-jauh waktu sebelum hard disk anda benar-benar mati. Anda masih punya waktu untuk membackup data, ambil uang di tabungan, atau pinjam ke koperasi untuk membeli hard disk baru. Kan? sumber: HTG

Mengapa Hard Disk Terkena Bad Sector dan Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Memperbaikinya
Hard disk kena bad sector itu menakutkan. Itu artinya harus bersiap-siap menyisihkan uang untuk membeli hard disk baru. Meski sepanjang masih mungkin, hard disk dengan bad sector bisa dipakai untuk beberapa lama. Namun, tentu kekhawatiran bahwa dia bisa saja berhenti bekerja mendadak mengharuskan kita bersiap-siap.

Bad sector hard disk itu apa sih?


Hard disk yang mengalami atau memiliki bad sector adalah ketika salah satu cluster pada hard disk terbaca rusak. Sector tersebut tidak memberi respon ketika dibaca oleh head-nya hard disk. Bad sector tidak hanya terjadi pada hard disk tradisional dengan piringan magnetik yang bisa berbunyi tik-tik-tik-tik itu, tetapi juga bisa mengenai drive bertipe SSD (Solid State Drive).

Jenis-jenis Bad Sectors


Bad sector pada hard disk terbagi menjadi dua jenis kemungkinan. Pertama bad sector secara fisik, sehingga tidak bisa diperbaiki dan bad sector logical yang masih bisa di uthek-uthek supaya bisa kembali. Kira-kira perbedaan keduanya seperti ini:

Bad sector fisik itu terjadi karena memang secara fisik sebuah atau beberapa cluster di hard disk rusak. Bisa karena debu, aus, atau karena hard disk tersebut mengalami kerusakan di sisi lain yang bisa merusak cluster pada piringan magnetik-nya. Kerusakan sektor hard disk seperti ini tidak bisa diperbaiki.

Logical bad sector terjadi ketika suatu cluster di dalam hard disk tampak seperti tidak bisa digunakan karena ketika dibaca oleh operating system, dia terbaca adanya ECC (error correcting code) yang tidak sesuai dengan isi sektor tersebut. Ini diartikan sebagai suatu kekeliruan oleh OS. Biasanya sector tersebut akan ditandai sebagai bad sector. Kalau yang ini kita masih bisa berharap menyelamatkannya dengan menulisi tempat yang ada bad sector-nya tadi dengan 0. Atau dalam bahasa beberapa tahun yang lalu disebut sebagai low-level format. Windows Disk Check tool bisa memperbaiki bad sector tipe ini.

baca juga:

Bagaimana Cara Melihat dan Memperbaiki Bad Sector? 6 Langkah Cara Memperbaiki Hard Disk Yang Corrupt Tidak Terbaca Penyelamatan Data dan Hard Disk Rusak Tidak Bisa Diperbaiki

Penyebab physical bad sector.


Mungkin saja hard drive anda sudah cacat dari ketika diproduksi dari pabriknya sana. Teknologi pembuatan hard disk terbaru-pun tidak sempurna. Itu sebabnya selalu ada margin error di setiap produk yang diproduksi, apapun jenis produknya. Itu sebabnya storage tipe SSD seringkali dikirimkan dengan beberapa block-nya mengalami kerusakan. Kerusakan ini tadi ditandai, kemudian dipetakan ulang ke beberapa cell SSD memory tambahan. Dalam SSD, beberapa keadaan alami juga bisa merusakkan sektor-sektor di dalamnya, misal karena proses baca tulisnya sudah melebihi batas, kerusakan ini akan membuat pemetaan ulang kapasitas SSD tersebut. Begitu seterusnya, sampai tempat memory tambahan habis, itulah saat sector-sectornya tidak bisa dibaca lagi. Kalau pada hard disk tradisional yang memakai piringan magnetik seperti CD atau DVD itu, bad sector bisa disebabkan karena kerusakan fisik. Hard disk anda bisa saja memang mempunyai cacat produksi, kerusakan karena sudah aus, atau terjatuh sehingga head-nya menyentuh piringan plat dan merusak satu atau beberapa sector, bisa juga jika klem udaranya bocor menyebabkan udara dan debu masuk ke dalam. Ada banyak kemungkinan sih.

Bagaimana Logical atau soft bad sector bisa terjadi?


Logical bad sector terjadi karena kesalahan software. Misalnya, jika komputer anda entah PC atau laptop mendadak mati karena PLN sedang usil, atau kabel listriknya tidak sengaja tercabut, atau ketika baterai laptop anda sudah nge-drop sehingga tidak lagi bisa menunggu OS untuk melakukan hibernate atau prosedur shut down tidak sempat dijalankan keburu mati, sangat mungkin hard disk anda mati ketika sedang dalam proses menulis pada suatu sector. Dalam beberapa kasus, ini bisa membuat sector yang sedang ditulisi tadi tidak mendapat error-corection code yang benar, sehingga dianggap rusak, alias mengalami bad sector. Beberapa virus dan malware juga ada yang menyebabkan kesalahan semacam ini. sumber:

Cara Mengembalikan Partisi Harddisk Yang Hilang Bagaimana mengembalikan partisi harddisk yang hilang? | Pagi tadi saya benar-benar bingung sampai berkeringat dingin tidak keruan. Bagaimana tidak, drive D:\ dan E:\ di netbook AOD250 saya tidak muncul! Haduh! Padahal disitulah semua berkas kerja saya. Beberapa draft postingan blog, foto-foto koleksi pribadi, dan terutama file-file utama penunjang pekerjaan off-line saya. Hmm. Bagaimana ceritanya sampai dua partisi hilang? Ceritanya begini, tadi malam saya menginstall Tune Up Utilities 2011. Lalu melakukan beberapa tweaking untuk mengoptimasi Window 7 di AOD250 ini. Belum muncul masalah apa-apa. Kemudian saya bersih-bersih. Beberapa file besar-besar yang berupa foto, mp3, dan film saya hapus,

kan AOD250 cuman 160GB harddisknya. Nah, seperti biasa, setelah bersih-bersih saya coba mendefrag harddisknya. Karena sudah malam dan saya ngantuk, yang saya defrag cuman drive C:\ saja, drive D:\ dan E:\ saya biarkan, toh cuman data biasa yang tidak terlalu signifikan mempengaruhi system. Besok masih bisa, begitu pikir saya. Kemudian tadi pagi di tempat kerja, begitu saya buka My Computer, blarrrr! cuman drive C:\ yang dikenali. Kalau yang hilang itu file atau folder, bisa dengan mudah mengembalikannya dengan Get Data Back. Lah, kalau partisi yang hilang bagaimana, pakai apa mengembalikannya? Ternyata ada tool kecil nan sakti untuk mengembalikan partisi harddisk yang hilang. Namanya Mini Tool Partition Recovery. Kalau anda mengalami kejadian kehilangan partisi harddisk seperti saya, coba saja aplikasi penyelamat partisi ini untuk mengembalikan partisi harddisk anda. Kecil dan gratis kog. Download Mini Tool

PartitionPenyelamatan Data dan Hard Disk Rusak Tidak Bisa Diperbaiki


Penyelamatan Data dan Hard Disk Rusak Tidak Bisa Diperbaiki (karena bad sector) | Bad sector memang menakutkan, meskipun itu suatu saat nanti pasti akan dialami hard disk anda. Bukankah sudah logis, kalau yang hidup suatu saat pasti mati, yang sekarang baik-baik saja entah kapan akan diam meski sudah disetrum macam Frankenstein. Haha. Jadi apa yang bisa kita lakukan? Untuk menyelamatkan data, atau lebih tepat untuk menghindari kehilangan data karena bad sector, tidak ada cara lain yang mudah, murah, dan masuk akal, yaitu upayakan untuk rajin-rajin membackup data penting anda. Jika sekarang hard disk anda baik-baik saja, tetap berhati-hati, karena bad sector bisa saja sedang menunggu untuk terjadi padanya.
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 12 pt, Font color: Blue

Ketika komputer anda mendeteksi adanya bad sector, OS-nya akan menandai sector yang rusak tersebut, sehingga sector tersebut tidak dipakai untuk menyimpan data apapun. Jika mungkin, OS akan mencoba mengalokasikan ulang data di dalamnya ke sector lain yang aman. Jika anda memakai S.M.A.R.T. analysis tool macam CrystalDiskInfo, anda bisa menemukan Reallocated Sectors pada hard disk yang terkena bad sector. Jika anda mempunyai data pada sector yang rusak tadi, ada kemungkinan satu atau beberapa file anda akan corrupt. baca juga:

Mengapa Hard Disk Terkena Bad Sector dan Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Memperbaikinya Bagaimana Cara Melihat dan Memperbaiki Bad Sector? 6 Langkah Cara Memperbaiki Hard Disk Yang Corrupt Tidak Terbaca

Beberapa bad sector yang muncul pada hard disk anda bukan merupakan pertanda hard disk anda akan rusak total dengan cepat itu normal. Tetapi jika anda menemukan bahwa jumlah bad sector-nya bertambah banyak dalam waktu yang relatif singkat mungkin itu pertanda hard disk

anda akan segera kehilangan kemampuannya dan harus mengakhiri masa tugasnya bagi anda. sumber: HTG
Recovery