Kardiotokografi Alat kardiotokografi (KTG) merupakan alat bantu didalam pemantauan kesejahteraan janin.

Pada KTG ada tiga bagian besar kondisi yang dipantau yaitu denyut jantung janin (DJJ) kontraksi rahim dan gerak janin serta korelasi diantara ketiga parameter tersebut. Peralatan KTG tersebut harus dipelihara dengan baik jangan sampai kabelnya rusak akibat sering dilepas dan dipasang atau kesalahan dalam pera!atan peralatan tokometer dan kardiometer. Diperlukan seorang penanggung ja!ab untuk pera!atan dan pengoperasionalan KTG tersebut juga pelatihan didalam menginterpretasikan hasil KTG tersebut. Pada saat pemeriksaan KTG posisi pasien tidak boleh tidur terlentang tetapi harus setengah duduk atau tidur miring (Gambar ").

# Gambar $. Posisi pasien saat pemeriksaan %TG (&umber ' http'((!!!.fetal.freeser)e.*o.uk(*tg.html &yarat Pemeriksaan Kardiotokografi ". +sia kehamilan ,- minggu. ,. Ada persetujuan tindak medik dari pasien (se*ara lisan). .. Punktum maksimum denyut jantung janin (DJJ) diketahui. /. Prosedur pemasangan alat dan pengisian data pada komputer (pada KTG terkomputerisasi) sesuai buku petunjuk dari pabrik. 0ekanisme Pengaturan DJJ Denyut jantung janin diatur oleh banyak faktor yaitu ' ". &istem &araf &impatis Distribusi saraf simpatis sebagian besar berada di dalam miokardium. &timulasi saraf simpatis misalnya dengan obat beta1adrenergik akan meningkatkan frekuensi DJJ menambah kekuatan kontraksi jantung dan meningkatkan )olume *urah jantung. Dalam keadaan stress system saraf simpatis berfungsi mempertahankan akti)itas pemompaan darah. 2nhibisi saraf simpatis misalnya dengan obat propranolol akan menurunkan frekuensi DJJ dan sedikit mengurangi )ariabilitas DJJ.

,. &istem saraf Parasimpatis &istem saraf parasimpatis terutama terdiri dari serabut ner)us )agus yang berasal dari batang otak. &istem saraf ini akan mengatur nodus &A nodus 3A dan neuron yang terletak di antara atrium dan )entrikel jantung. &timulasi ner)us )agus misalnya dengan asetil kolin akan menurunkan frekuensi DJJ4 sedangkan inhibisi ner)us )agus misalnya dengan atropin akan meningkatkan frekuensi DJJ. .. 5aroreseptor 6eseptor ini letaknya pada arkus aorta dan sinus karotid. 5ila tekanan darah meningkat baroreseptor akan merangsang ner)us )agus dan ner)us glosofaringeus pada batang otak. Akibatnya akan terjadi penekanan akti)itas jantung berupa penurunan frekuensi DJJ dan *urah jantung.

Gambar 7. 5aroreseptor dan kemoreseptor /. Kemoreseptor Kemoreseptor terdiri dari dua bagian yaitu bagian perifer yang terletak di daerah karotid dan korpus aortik4 dan bagian sentral yang terletak di batang otak. 6eseptor ini berfungsi mengatur perubahan kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah dan *airan serebro1 spinal. 5ila kadar oksigen menurun dan karbondioksida meningkat akan terjadi refleks dari reseptor sentral berupa takikardia dan peningkatan tekanan darah. 8al ini akan memperlan*ar aliran darah meningkatkan kadar oksigen dan menurunkan kadar karbondioksida. Keadaan hipoksia atau hiperkapnia akan mempengaruhi reseptor perifer dan menimbulkan refleks bradikardia. 2nteraksi kedua ma*am reseptor tersebut akan menyebabkan bradikardi dan hipotensi. $. &usunan &araf Pusat

&istem Pengaturan 8ormonal Pada keadaan stres misalnya hipoksia intrauterin medula adrenal akan mengeluarkan epinefrin dan nor1epinefrin.Akti)itas otak meningkat sesuai dengan bertambahnya )ariabilitas DJJ dan gerakan janin. Akselerasi DJJ dimulai bila ada sinyal aferen yang berasal dari salah satu tiga sumber yaitu (") priprioseptor dan ujung serabut saraf pada jaringan sendi4 (. Pada keadaan janin tidur akti)itas otak menurun dan )ariabilitas DJJ1pun akan berkurang.) serabut saraf nyeri yang terutama banyak terdapat di jaringan kulit4 dan (. &inyal1sinyal tersebut diteruskan ke*ardioregulatory *enter (%6%) kemudian ke*ardia* )agus dan saraf simpatis selanjutnya menuju nodus sinoatrial sehingga timbullah akselerasi DJJ (lihat gambar . dan .$).&istem kompleks proprioseptor serabut saraf nyeri baroreseptor stret*hre*eptors dan pusat pengaturan(9auren :errara :rank 0anning . #. 8al ini akan menyebabkan takikardia peningkatan kekuatan kontraksi jantung dan hipertensi.. 7.).) baroreseptor di aorta askendens dan arteri karotis dan stret*h re*eptors di atrium kanan. ...

.

. . dpm)..$ dpm. .html) 2nterpretasi A&T "..medi!ire.  3ariabilitas djj kurang dari . dpm. 0eragukan'  Gerakan janin kurang dari . dpm..< Gambar #..$ http'((*ontemporaryobgyn.freeser)e..*o. Gambar <..$http'((*ontemporaryobgyn. menit disertai dengan akselerasi sedikitnya "$ dpm. KTG dengan deselerasi )ariabel (&umber ' http'((!!!. B "7..  3ariabilitas djj antara $ B . ". :aktor yang mempengaruhi DJJ(&umber ' 9auren :errara :rank 0anning .asp=> P?%ontent@Arti*le2D?"/$7$$ Gambar -.*om(main(Default..  :rekuensi dasar djj di luar gerakan janin antara ". kali dalam .6eassuring (6eaktif) '  Terdapat gerakan janin sedikitnya .. kali dalam .medi!ire. dpm atau lebih dari "7. 8ubungan gerak janin dengan akselerasi DJJ( &umber ' 9auren :errara :rank 0anning .  :rekuensi dasar djj abnormal (kurang dari "..uk(*tg.fetal.asp=> P?%ontent@Arti*le2D?"/$7$$) 5eberapa perubahan periodik(episodik DJJ yang dapat dikenali pada pemeriksaan KTG adalah ' Akselerasi Deselerasi dini Deselerasi lambat dan Deselerasi )ariabel (Gambar <).Aon1reassuring (Aon1reaktif) '  Tidak terdapat gerakan janin dalam . menit atau terdapat akselerasi yang kurang dari "$ dpm. menit atau tidak terdapat akselerasi pada gerakan janin..*om(main( Default.

EFui)okal 'terdiri dari men*urigakan tidak memuaskan dan hiperstimulasi a) EFui)okal 0en*urigakan(suspi*ious)'  Deselerasi lambat yang intermiten pada kontraksi yang adekuat. Positif '     Deselerasi lambat yang persisten pada setiap kontraksi... 8asil A&T yang meragukan harus diulang dalam !aktu . 2nterpretasi %ontra*tion stress test (%&T) ".C.  :rekuensi dasar djj abnormal. Deselerasi lambat yang persisten meskipun kontraksi tidak adekuat Deselerasi )ariabel berat yang persisten pada setiap kontraksi./ jam. 3ariabilitas DJJ berkurang atau menghilang. 8asil A&T yang reaktif biasanya diikuti dengan keadaan janin yang baik sampai " minggu kemudian (spesifisitas <$C 1 <<C). 3ariabilitas DJJ normal. Aegatif'    :rekuensi dasar djj normal.  Deselerasi )ariabel (derajat ringan atau sedang). .. b) Ekui)okal Tidak memuaskan(unsatisfa*tory)'  8asil perekaman tidak baik misalnya oleh karena ibu gemuk atau gerakan janin yang berlebihan. B $ dpm.  :rekuensi dasar djj abnormal.  . 8asil A&T yang non1reaktif disertai dengan keadaan janin yang jelek (kematian perinatal nilai Apgar rendah adanya deselerasi lambat intrapartum) dengan sensiti)itas sebesar . Tidak terdapat deselerasi lambat. Dleh karena rendahnya nilai sensiti)itas A&T maka setiap hasil A&T yang non1 reaktif sebaiknya die)aluasi lebih lanjut dengan*ontra*tion stress test (%&T) selama tidak ada kontraindikasi. . 3ariabilitas djj antara .

8asil %&T positif disertai dengan nasib perinatal yang jelek pada $. menit)4 bila memungkinkan dilakukan pemeriksaan p8 darah janin. detik. 8asil %&T yang men*urigakan harus terus diobser)asi se*ara ketat (%&T diulang setiap . 8asil %&T yang tidak memuaskan harus diulang dalam !aktu .  &eringkali disertai deselerasi lambat atau bradikardia. *) Ekui)okal 8iperstimulasi'  Terdapat kontraksi $ kali atau lebih dalam ". ./ jam.Tidak terdapat kontraksi yang adekuat.. 5ila terdapat hiperstimulasi kontraksi harus segera dihilangkan (tokolisis) dan kehamilan(persalinan diakhiri. menit4 atau lama kontraksi lebih dari <.C kasus. 8asil %&T negatif menggambarkan keadaan janin yang masih baik sampai " minggu pas*a pemeriksaan (spesifisitas <<C). B 7.

Tatalaksana 5erdasar Pemeriksaan Kardiotokografi 2ndikasi Pemeriksaan KTG Kehamilan Persalinan ( D%T 6eaktif Aon1reaktif 0eragukan Aegatif Positif %uriga Tidakmemuaskan 8iperstimulasi AA% %ari kausa %ari kausa Periksa ulang +langi Periksa ulang dalam ."./ jam dalam./ jam " minggu 8asil masih TE602AA&2 8A&29 >> 0eragukan >> %&T .

G4 tonus dasar ' GGG. Penatalaksanaan kehamilan ( persalinan berdasarkan KTG Dokumentasi &etiap rekaman KTG harus dibuat dokumentasi bisa dalam bentuk hasil *etakan printer atau direkam dalam disket komputer.G*m(menit Periksa dalam 'tidak dilakukan(dilakukan dengan hasil '.mm8g .GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG GGGGGGGGGGGGGGGGG. 6%DG menganjurkan penyimpanan data KTG hingga . %ara pantau 'GGGGGGGGGGKe*epatan kertas ' G.. %DATD8 9APD6AA KA6D2DTDKDG6A:2 DATA PA&2EA Aama Pasien 'GGGGGGGGG Ao %0 'GGGGGGGG......GGGGGGGGGGGGGGGGG Dbat1obatan ' ...Gambar ".TD menit ke "$'GGGGGGG.. Posisi pasien 'GGGGGGGGGG+sia gestasi 'GGGGGGGG... "....... DEAH+T JAAT+AG JAA2A ' :rekuensi dasar'GGGG dpm )ariabilitas' normal ( berkurang (silent ( tidak ada (saltatory akselerasi ' ada ( tidak ada deselerasi ' tidak ada ( ada jenisnya ' dini ( lambat ( )ariabel beratnya ' ringan ( sedang ( berat KDAT6AK&2 +TE6+& ' Tidak ada ( ada kontraksi ( ada his 4 :rekuensi ' GG( ".GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG..... menit 4 kekuatan ' GGmm8g 4 lamanya ' GG menit 4 relaksasi 'GGGGGG 4 konfigurasi ' GGGG..GGGGGGGG Diagnosis ibu1janin ' . &ebaiknya kedua hal tersebut dilakukan bagi setiap pasien.. Data dalam disket disimpan oleh rumah sakit sedangkan hasil *etakan diberikan kepada pasien.$ tahun. TD a!al 'GGGGGGGG... Tanggal 'GGGGGGGGGGJam 'GGGGGGGG...GGGGGGG GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG.......

Pemeriksaan penunjang ini harus sangat selektif dalam pemilihannya artinya harus ada indikasi medis yang benar dan dilakukan pada tempat yang benar pula. PPD& D5G2A atau 5idan jaga harus melaporkan dan mendiskusikan hasil pemeriksaan KTG tersebut dengan dokter &pDG yang bertanggung ja!ab.. Tanyakan apakah gerak janin berkurang > apakah ada *airan ketuban yang keluar per )aginam > kemudian lakukan pemeriksaan +&G untuk mendeteksi adanya lilitan atau kompresi tali pusat.. 5agaimana bila tidak ada alat +&G > bila menungkinkan pasien dirujuk kepusat pelayanan rujukan yang lebih tinggi bila tidak mungkin merujuk maka pergunakan segala fasilitas yang ada dan berikan penjelasan yang baik kepada pasien dan keluarga (informed *onsent).) %ATATAA ' 9aporan harus ini harus segera dibuat setelah pemeriksaan selesai dan disimpan dalam status pasien. 5eberapa alternatif pilihan yang dapat dilakukan dalam menindaklanjuti hasil pemantauan kesejahteraan janin adalah melakukan penanganan yang memadai ditempat kerja merujuk pasien ke pusat pelayanan yang lebih tinggi menambah fasilitas peralatan kesehatan meningkatkan kualitas &D0 melalui pelatihan kompetensi dan memberikan pendidikan kepada . 5ila penyebabnya sudah diketahui barulah penatalaksanaan yang benar dan rasional dapat dilakukan. 0isalnya pada gambaran KTG dijumpai deselerasi )ariabel maka tindak lanjutnya adalah men*ari kausa dari kelainan tersebut. "/ Tindak 9anjut 8asil Pemantauan Kesejahteraan Janin Paramedis ataupun tenaga medis harus mampu dengan *epat dan benar melakukan interpretasi dari alat bantu pemantauan kesejahteraan janin tersebut kemudian memilih ren*ana tindakan yang terbaik bagi pasiennya. menit D2AGAD&2& KTG 'GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG. Jangan sampai pasien berharap terlalu tinggi akibat ketidaktahuannya dan juga akibat ketidaksiapan kita melayaninya. Pemeriksaan Penunjang lainnya'fetal s*alp stimulation danfetal a*ousti* stimulation. Penjelasan yang memadai yang dibarengi dengan kompetensi yang baik akan meminimalkan kesalahan penatalaksanaan.GE6AK JAA2A 'GGG.G &A6AA 'GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG PPD& D5G2A ( 5idan Jaga Dokter Penanggung Ja!ab (GGGGGGGGGGG. 5ukti dari adanya kega!atan janin adalah ditemukannya kadar p8 darah janin yang rendah dan hal ini berkaitan juga dengan rendahnya nilai APGA6.) (GGGGGGGGGGGGG. kali dalam ' GGG. Pemeriksaan tersebut merupakan tindakan in)asif yang memerlukan peralatan *anggih dan tenaga kesehatan yang terampil karena memiliki resiko pada ibu dan janin.

Penambahan pemeriksaan )olume *airan amnion merupakan prasyarat minimal yang harus ditambahkan pada pemeriksaan KTG.. Penerapan klinis kardiotokografi (7. Pemantauan ini seharusnya sudah "$ dilakukan sejak kehamilan trimester pertama hingga trimemester ketiga dan saat persalinan. 0engingat dampak jangka panjang dari hipoksia intrauterin terhadap janin maka hasil pemeriksaan KTG beserta interpretasinya disarankan untuk disimpan selama . Pelatihan PKJ di 6&PAD Gatot &oebroto Ditkesad dilakukan setiap bulan :ebruari dan Juli selama dua hari. Kompetensi pera!at dalam pemantauan kesejahteraan janin (. menit) . Dasar1dasar kardiotokografi (7.$ . menit) "". 0etoda sederhana seperti pemantauan gerak janin dan mendengarkan DJJ dapat membantu mendeteksi abnormalitas se*ara dini asalkan dilakukan dengan benar.. 6esusitasi intrauterin dan neonatus (.. menit) 7. Diskusi kasus kardiotokografi (/$ menit) #.. Kompetensi bidan dalam pemantauan kesejahteraan janin (. menit) &impulan Pemantauan kesejahteraan janin memegang peranan penting didalam penga!asan kehamilan dan persalinan.. 0ateri ajar Pemantauan Kesejahteraan janin terdiri dari ' ".. Alat bantu diagnostik *anggih bukan merupakan sesuatu yang harus disediakan karena masih banyak hal penting lain yang dapat dilakukan untk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan janin serta kualitas pelayanan kesehatan di 2ndonesia.. Pemeriksaan KTG saja tidak *ukup untuk menilai kesejahteraan janin. Aspek etika dan medikolegal pemantauan kesejahteraan janin (. Pre dan pst test (7. menit) . Konsep dasar pemantauan kesejahteraan janin ( . menit) ". menit) <.. menit) ". Pemeriksaan profil biofisik telah terbukti meningkatkan ketepatan e)aluasi kesejahteraan janin. Penerapan klinis partograf I8D terbaru (.. Pemantauan gerak janin (.... menit) /.masyarakat a!am agar mereka dapat memahami dengan baik kondisi pelayanan kesehatan yang ada. 5imbingan praktek (hands1on) pemeriksaan kardiotokografi dan demo manfaat pemeriksaan +&G dalam pemantauan kesejahteraan janin -. Pembuatan laporan kardiotokografi (. menit) ". menit) $..

.. +K . Kepustakaan ".ni*e. $. Di do!n1load dari http'((!!!.. %opyright "<<< . D=ford ' +ser guide dan Dperating handbook &oni*aid &ystem -. /.*om pada tanggal .*o.$.. &eptember .$. The use of ele*troni* fetal monitoring 'The use and interpretation of *ardioto*ography in intrapartum fetal sur)eillan*e...od pada tanggal . Karsono 5.. Di9eo 0.$.org. http'((!!!...G./ Gerard 0. Di do!n1load dari http'((!!!. Philadelphia'I. Kardiotokografi ' Pemantauan Elektronik Denyut Jantung Janin.%. 6%DG...tahun.fetal.7.uk(pi*tures(/77=Any(=(k(*(AATEAATA9J%A6E.pulsetoday.freeser)e.. http'((!!!. .*om pada tanggal ..fpnotebook. "".:undal height measurement.7. . Di do!n1load dari http'((!!!. :. &eptember .freeser)e.gyn(D5). PEMERIKSAAN KARDIOTOKOGRAFI DALAM KEHAMILAN DAN PERSALINAN* Judi Januadi EndjunK 5ambang KarsonoKK &anny &antanaK 6umah &akit Pusat Angkatan Darat Gatot &oebrotoK ( 6&+PA Dr..E)iden*e1based %lini*al Guideline Aumber -. ".D.5 &aubders "<<.*o... 8andbook of fetal heart rate monitoring.*ontemporaryobgyn. .jpg <. 5agian Dbstetri dan Ginekologi :K+2(6&+PA Dr. %ontemporary Dbgyn :ebruary .:etal mo)ement *ount..html -.*o. Di do!n1load dari http'((!!!. Juni . Di do!n1load dari http'((!!!..r*og..A..7.".%ardioto*ography.$.net pada tanggal .uk pada bulan Juni .. Parer JT. &eptember . Pelatihan pemantauan kesejahteraan janin yang terstandarisasi akan meningkatkan kualitas pelayanan berbasis pendidikan dan penelitian. Di do!n1load dari http'((!!!.. %ipto 0angunkusumo ( :K+2KK Departemen Dbstetri dan Ginekologi .uk(*tg. The use of ele*troni* fetal monitoring. :errara 9 0anning :. #.. "<</..org..D.uk pada bulan Juni .. 7. Grand 6ounds ' 2s the non1stress test still useful >..fetal. Aational 2nstitute for %lini*al E=*ellen*e.. %ipto 0angunkusumo Jakarta.

kali denyut per menit 2AD2KA&2 PE0E62K&AAA KTG Pemeriksaan KTG biasanya dilakukan pada kehamilan resiko tinggi dan indikasinya terdiri dari ' .Di)isi :eto 0aternal Jakarta K) Disampaikan pada a*ara kursus dasar +&G dan KTG P2T PDG2 di 5atam ... 5ATA&AA Kardiotokografi. Kardiotokografi kon)ensional. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas metoda pemantauan kesejahteraan janin melalui pemeriksaan kardiotokografi (KTG). Kardiotokografi terkomputerisasi. Angka mortalitas perinatal 2ndonesia masih jauh diatas rata1rata negara maju yaitu 7. Adalah peralatan kardiotokografi yang sebagian hasil interpretasi pemeriksaan KTG dilakukan oleh komputer yang ada didalam peralatan KTG tersebut berdasarkan suatu Mdata1baseM. per ". Kardiotokografi (KTG) merupakan peralatan elektronik yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi janin yang mempunyai resiko mengalami hipoksia dan kematian intrauterin atau mengalami kerusakan neurologik sehingga dapat dilakukan tindakan untuk memperbaiki nasib neonatus.$ PEADA8+9+AA Pemantauan kesejahteraan janin merupakan salah satu hal terpenting dalam penga!asan janin terutama pada saat persalinan. Dukungan teknologi sangat berperan dalam kemajuan pemantauan janin hal ini tampak nyata setelah era tahun "<7. &alah satu penyebab mortalitas perinatal yang menonjol adalah masalah hipoksia intra uterin... Adalah frekuensi denyut jantung janin antara ". B "7..an. Adalah nilai rata1rata DJJ diluar akselerasi dan deselerasi dihitung selama lima atau sepuluh menit dalam satuan denyut per menit (dpm). Angka morbiditas dan mortalitas perinatal merupakan indikator kualitas pelayanan obstetri disuatu tempat atau negara. Adalah peralatan kardiotokografi yang hasil interpretasinya dilakukan oleh dokter pemeriksa. Denyut jantung janin normal..C kasus serebral palsi disebabkan oleh gangguan intrapartum yang dapat dideteksi dengan pemantauan elektronik tersebut. berbanding kurang dari ". &ayangnya data epidemiologis menunjukkan hanya sekitar ". Adalah suatu metoda elektronik untuk memantau kesejahteraan janin dalam kehamilan dan atau dalam persalinan. kelahiran hidup. :rekuensi dasar denyut jantung janin. Dikenal dua jenis kardiotokografi yaitu KTG kon)ensional dan KTG terkomputerisasi (%omputeriLed *ardioto*ography). B "#.

5ekas &% j. 2nduksi atau akselerasi persalinan k. Ada persetujuan tindak medik dari pasien (se*ara lisan). 25+ a. Persalinan preterm l. Pre1eklampsia1eklampsia b.minggu. bagian besar yaitu' ". 2nfeksi TD6%8 i.. . Pertumbuhan janin terhambat (PJT) b. 3itium *ordis f. Prosedur pemasangan alat dan pengisian data pada komputer (pada KTG terkomputerisasi) sesuai buku petunjuk dari pabrik KA6AKTE62&T2K GA05A6AA DJJ Gambaran DJJ dalam pemeriksaan KTG dapat digolongkan ke dalam . Perdarahan antepartum n. 8ipotensi m. &uspek lilitan tali pusat d. Denyut jantung janin dasar (baseline fetal heart rate). 9ain1lain ' si*kle *ell penyakit kolagen anemia penyakit ginjal penyakit paru penyakit jantung dan penyakit tiroid. 0ekoneum dalam *airan ketuban h.. 6i!ayat lahir mati i. Punktum maksimum denyut jantung janin (DJJ) diketahui. Dan lain1lain &HA6AT PE0E62K&AAA KTG ". +sia kehamilanN . Asthma bronkhiale g. Diabetes melitus d. minggu e. 8idrops fetalis f.. . /. g. . .. Ketuban pe*ah *. 2bu perokok o. Kelainan presentasi termasuk pas*a )ersi luar. KehamilanN /. 2nkompatibilitas 6hesus atau A5D h. Aritmia bradikardi atau takikardi janin e. JAA2A a. Gerakan janin berkurang *.". Kehamilan ganda j. 2bu berusia lanjut p.

2bu gelisah. Hang dimaksud dengan perubahan periodik djj adalah perubahan djj yang terjadi akibat kontraksi uterus4 sedangkan perubahan episodik djj adalah perubahan DJJj yang bukan disebabkan oleh kontraksi uterus (misalnya gerakan janin dan refleks tali pusat).. dpm disertai dengan berkurang atau menghilangnya )ariabilitas DJJ. 8al ini menunjukkan bah!a janin masih mampu mengadakan kompensasi terhadap stres hipoksia.. 7. menit tanpa disertai periode )ariabilitas DJJ yang berlebihan (lebih dari ..$ dpm) tidak terdapat perubahan periodik atau episodik DJJ dan tidak terdapat perubahan frekuensi dasar yang lebih dari .. :rekuensi dasar DJJ yang lebih dari "7. dpm). $. Takhiaritmia janin (biasanya di atas ..1". Pada hipoksia ringan frekuensi DJJ berkisar antara ". Perubahan periodik ( episodik DJJ.. minggu. Dalam keadaan normal frekuensi dasar DJJ berkisar antara ".. 2bu hipertiroid. 5ila takhikardia diserta dengan )ariabilitas DJJ yang normal biasanya janin masih dalam keadaan baik. -.") . :rekuensi dasar DJJ :rekuensi dasar DJJ adalah frekuensi rata1rata DJJ yang terlihat selama periode ". Ada juga yang memakai batasan normal ""$ B "7. . Pada keadaan ini akan terjadi bradikardia yang kurang dari ".Hang termasuk disini adalah frekuensi dasar dan )ariabilitas DJJ. dpm (6%DG Aational 2nstitute for %lini*al E=*ellen*e +K . B "7. dpm dan )ariabilitas DJJ masih normal. . Takhikardia dapat juga terjadi oleh sebab lain yang bukan hipoksia seperti' ". dpm . 5radikardia dapat terjadi sebagai respons a!al keadaan hipoksia akut.. Kontraksi uterus yang terlampau sering (takhisistolik). . 5ila hipoksia semakin berat janin akan mengalami dekompensasi terhadap stres tersebut. .. B "7. #. Dbat (atropin skopolamin ritrodrin iso=suprin dsb). Takhikardia dapat terjadi pada keadaan hipoksia janin akan tetapi gambaran tersebut biasanya tidak berdiri sendiri. Janin pada kehamilan kurang dari . /..... 2nfeksi pada ibu atau janin (khorioamnionitis). dpm disebut bradikardia.$ denyut per menit (dpm). atau "". dpm disebut takhikardia4 bila kurang dari ". dpm (pendapat ini yang dianut di 2ndonesia)". Anemia janin.

.$ dpm. 3ariabilitas berkurang' amplitudo . 3ariabilitas berlebih(saltatory)' amplitudo lebih dari .. $. B $ dpm. 5radiaritmia janin. /. .. /. Penilaian )ariabilitas DJJ yang paling mudah adalah dengan mengukur besarnya amplitudo dari )ariabilitas (long term )ariability).$ dpm.. . :isiologi terjadinya )ariabilitas DJJ masih mengandung perdebatan diduga akibat adanya keseimbangan interaksi sistem saraf simpatis (kardioakselerator) dan parasimpatis (kardiodeselerator).5radikardia yang tidak disertai perubahan gambaran DJJ lainnya bukan petunjuk bah!a janin mengalami hipoksia. 3ariabilitas menghilang' amplitudo kurang dari . Janin dalam posisi oksiput posterior atau oksiput melintang. dpm. . 5erdasarkan besarnya amplitudo tersebut )ariabilitas DJJ dapat dikategorikan sebagai berikut' ". 8ipotermia. 3ariabilitas DJJ 3ariabilitas DJJ adalah gambaran osilasi ireguler yang terlihat pada rekaman DJJ. 5radikardia dapat juga disebabkan oleh keadaan lain yang bukan hipoksia seperti' ". Kehamilan postterm. 3ariabilitas normal' amplitudo berkisar antara $ B . . Dbat (propranolol analgetika golongan Bkain). . Tetapi ada bukti lain bah!a )ariabilitas DJJ terjadi akibat stimulus di daerah korteks serebri yang merangsang pusat pengatur denyut jantung di batang otak dengan perantaraan ner)us )agus.

5lokade )agal. Janin anensefalus (korteks serebri tidak terbentuk).Pemeriksaan Kardiotokografi # Gambar /.. Dapat disimpulkan bah!a )ariabilitas DJJ yang normal menunjukkan sistem persarafan janin mulai dari korteks serebri B batang otak B ner)us )agus B dan sistem konduksi jantung dalam keadaan baik. 5eberapa keadaan bukan hipoksia yang dapat menyebabkan )ariabilitas DJJ berkurang' ". Janin tidur (suatu keadaan fisiologis dimana akti)itas otak berkurang). $. 3ariabilitas DJJ akan menghilang pada janin yang mengalami asidosis metabolik. . Defek jantung ba!aan. . 5eberapa perubahan periodik(episodik DJJ yang dapat dikenali pada pemeriksaan KTG adalah' . Dbat (narkotik diaLepam 0g&D/ betametason). 3ariabilitas normal dan 3ariabilitas menghilang$ Pada hipoksia serebral )ariabilitas DJJ akan menghilang apabila janin tidak mampu mengadakan mekanisme kompensasi hemodinamik untuk mempertahankan oksigenasi serebral. Janin preterm (sistem persarafan belum sempurna).. /. 7.

B ". Deselerasi )ariabel. Deselerasi lambat.". .. /.. menit disebut akselerasi memanjang (prolonged a**eleration). Akselerasi yang berlangsung selama . . Akselerasi. Deselerasi dini. Penilaian akselerasi sering digunakan untuk menentukan kesejahteraan janin dan merupakan dasar dari pemeriksaannon1stress test (A&T). . Janin yang tidak menunjukkan tanda akselerasi DJJ bukan berarti dalam keadaan bahaya namun merupakan indikasi untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti *ontra*tion stress test (%&T) atau penilaian profil biofisik janin. Akselerasi (a**elerations) Akselerasi adalah peningkatan djj sebesar "$ dpm atau lebih berlangsung selama "$ detik atau lebih yang terjadi akibat gerakan atau stimulasi janin.

.

Penekanan kepala janin Perubahan aliran darah serebral &timulasi 3agus sentral Deselerasi DJJ . Gambaran penurunan djj pada deselerasi dini menyerupai bayangan *ermin dari kontraksi yaitu timbul dan berakhirnya deselerasi sesuai dengan saat timbul dan berakhirnya kontraksi. Deselerasi dini (early de*elerations) Deselerasi dini adalah penurunan djj sesaat yang terjadi bersamaan dengan timbulnya kontraksi. dpm. Aadir (bagian terendah) deselerasi terjadi pada saat pun*ak kontraksi. Gambaran akselerasi yang menghilang dapat menjadi pertanda adanya hipoksia janin apalagi bila disertai dengan tanda1tanda lainnya seperti )ariabilitas djj yang berkurang takhikardia atau bradikardia..Pemeriksaan Kardiotokografi Gambar $. Akselerasi DJJ$ Gambaran akselerasi yang terlihat pada kontraksi uterus dan deselerasi )ariabel menunjukkan adanya kompresi parsial pada tali pusat. Deselerasi dini tidak mempunyai arti patologis jika tidak disertai kelainan pada gambaran djj lainnya. Penurunan djj pada deselerasi dini biasanya tidak men*apai ".

.

.

.

) .Pemeriksaan Kardiotokografi < Gambar 7. Patofisiologi deselerasi lambat (:reeman 6K et al . Patofisiologi deselerasi dini (:reeman 6K et al .......4 5ambang Karsono)$ Deselerasi lambat (late de*elerations) Deselerasi lambat merupakan penurunan djj yang terjadi beberapa saat setelah kontraksi dimulai. Aadir deselerasi terjadi lebih lambat dari pun*ak kontraksi4 dan deselerasi menghilang lebih lambat dari saat menghilangnya kontraksi. Penurunan transfer oksigen uteroplasenter ke janin &timulasi kemoreseptor &timulasi alfa adrenergik 8ipertensi janin &timulasi baroreseptor 6espons parasimpatik Depresi miokardium Deselerasi Gambar #.

Deselerasi )ariabel digolongkan ke dalam . dpm dan lamanya kurang dari . dpm dan lamanya lebih dari . detik. . Deselerasi )ariabel ringan apabila penurunan djj tidak men*apai -. Deselerasi lambat (5ambang Karsono)$ Deselerasi lambat yang terjadi berulang seringkali dijumpai pada keadaan insufisiensi plasenta dan hipoksia janin. detik. dpm dan lamanya antara . Deselerasi )ariabel sedang (moderat) apabila penurunan djj men*apai #. 5ila deselerasi lambat disertai )ariabilitas yang berkurang atau kelainan djj lainnya keadaan tersebut menunjukkan suatu tanda ga!at janin(fetal distress) sehingga perlu segera dilakukan e)aluasi dan tindakan lebih lanjut... Deselerasi )ariabel ()ariable de*elerations) Deselerasi )ariabel mempunyai bentuk yang ber)ariasi dan kaitan timbulnya deselerasi dengan kontraksi juga ber)ariasi.. Deselerasi )ariabel berat apabila djj menurun sampai di ba!ah #. 2stilah deselerasi )ariabel memanjang (prolonged )ariable de*elerations) digunakan untuk menyatakan penurunan djj lebih dari . 5erbeda dengan deselerasi dini dan deselerasi lambat gambaran desele1rasi )ariabel berbentuk run*ing oleh karena timbul dan menghilangnya desele1rasi berlangsung *epat.Pemeriksaan Kardiotokografi ".. Deselerasi )ariabel paling sering terjadi akibat kontraksi uterus terutama pada partus kala 224 dan penyebabnya yang paling sering adalah kompresi tali pusat. $ menit .1-. . dpm dan lamanya lebih dari 7. Gambar -. detik. kategori' "..17. Gambaran deselerasi lambat yang OhalusM (penurunan djj sangat sedikit) mungkin sulit dideteksi pada KTG akan tetapi tetap mempunyai arti patologis (abnormal).

. Derajat beratnya deselerasi )ariabel ditentukan oleh amplitudo frekuensi dan lamanya deselerasi. Deselerasi )ariabel yang terjadi hanya sekali tidak berarti abnormal oleh karena mungkin terjadi akibat pemeriksaan dalam (PD) atau akibat perubahan posisi. Deselerasi )ariabel berat$ Deselerasi )ariabel merupakan jenis deselerasi yang paling sering dijumpai yaitu pada sekitar $. 3ariabilitas djj masih normal. Tanda1tanda deselerasi )ariabel yang berbahaya bagi janin adalah' ". Terjadinya lebih lambat dari saat timbulnya kontraksi. 0enghilangnya akselerasi pra1 dan pas*a1deselerasi.. Pemulihan (menghilangnya) deselerasi berlangsung lambat. . .C 1 -. . Tanda1tanda deselerasi )ariabel yang tidak berbahaya bagi janin adalah' ".. Terdapat akselerasi djj pada saat kontraksi. Gambar ". /. 3ariabilitas djj berkurang atau meningkat se*ara berlebihan. &emakin beratnya derajat deselerasi )ariabel..Pemeriksaan Kardiotokografi ". PE6&2APAA PA&2EA" .. . $.C partus kala 224 dan kebanyakan tidak berbahaya bagi janin. Timbul dan menghilangnya deselerasi berlangsung *epat. 2AD2KA&2 KDAT6A KTG &ampai saat ini belum ditemukan kontra1indikasi pemeriksaan KTG terhadap ibu maupun janin.

b. l. f. &etelah transduser terpasang baik beri tahu ibu bila janin terasa bergerak pen*et bel yang telah disediakan dan hitung berapa gerakan bayi yang dirasakan oleh ibu selama perekaman KTG. 8idupkan komputer dan Kardiotokograf. *. 2bu tidur terlentang bila ada tanda1tanda insufisiensi utero1plasenter atau ga!at janin ibu tidur miring ke kiri dan diberi oksigen / liter ( menit. Pasang transduser untuk tokometri di daerah fundus uteri dan DJJ di daerah punktum maksimum. o. PA6A0ED2K (52DAA) D29A6AAG 0E05E62KAA 2ATE6P6ETA&2 8A&29 %TG KEPADA PA&2EA . Kosongkan kandung ken*ing. 0atikan komputer dan mesin kardiotokograf. menit (tergantung keadaan janin dan hasil yang ingin di*apai). m. Periksa kesadaran dan tanda )ital ibu. 5eri tahu pada pasien bah!a pemeriksaan telah selesai. Persetujuan tindak medik ini dilakukan oleh dokter penanggung ja!ab pasien (*ukup persetujuan lisan).. n.. 9ama perekaman adalah . d. k. 9akukan dokumentasi data pada disket komputer (data untuk rumah sakit). Persetujuan tindak medik (2nformed %onsent) ' menjelaskan indikasi *ara pemeriksaan dan kemungkinan hasil yang akan didapat. e. 8itung DJJ selama satu menit4 bila ada his dihitung sebelum dan segera setelah kontraksi berakhir. 5erikan hasil rekaman KTG kepada dokter penanggung ja!ab atau paramedik membantu memba*akan hasi interpretasi komputer se*ara lengkap kepada dokter. j. g. h. 9akukan pemeriksaan 9eopold untuk menentukan letak presentasi dan punktum maksimum DJJ Pemeriksaan Kardiotokografi ".a. i. 9akukan pen*etakkan hasil rekaman KTG. 5ersihkan dan rapikan kembali alat pada tempatnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful