1. FOOD & DRUG ADMINISTRATION (FDA) Merupakan lembaga Administrasi Makanan dan Obat-obatan di Amerika Serikat.

Dalam kaitannya dengan plastik, FDA mengatur kebijaksanaan mengenai standar keamanan plastik sebagai wadah untuk menyimpan , menyiapkan serta menghidangkan makanan. Selain itu, FDA juga membuat aturan standar kandungan indirect food additives (zat tambahan tidak langsung) maksimum pada kemasan yang diperbolehkan bila kontak dengan makanan/minuman yang dikonsumsi manusia. FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat) membedakan bahan pewarna kedalam 2 golongan : A. Golongan bahan pewarna yang memerlukan sertifikasi. Pewarna sintetik Bahan pewarna ini tidak terdapat di alam melainkan diproduksi secara sintetik, melalui reaksi kimia. Di Amerika Serikat, bahan pewarna golongan ini harus diuji untuk kemurniannya dan diberi sertifikat setiap batchnya, sebelum diijinkan dijual ke pasar. Produsen bahan pewarna mengirimkan contoh dari batch yang akan dimintakan sertifikas. FDA menganalisa contoh tersebut untuk menentukan apakah memenuhi persyaratan dari segi komposisi dan kemurniannya. Jika memenuhi persyaratan, maka FDA akan megeluarkan sertifikat dengan kode nomornya, dan diberikan nama baru sesuai dengan penggunaan bahan tambahan pewarna tersebut seperti : FD & C, DC, DC untuk pemakaian luar, penggunaan pewarna bersertikat FDA harus sesuai dengan ijin penggunaan yang tertulis dalam sertifikatnya.

B. Golongan bahan pewarna yang dikecualikan dari sertifikasi (tidak memerlukan sertifikasi / dibebaskan dari sertifikasi). Golongan bahan makanan yang tidak tersetifikasi diartikan sebaga :    Belum mengajukan sertifikasi, atau Pengajuan sertifikasinya belum disetujui, atau Permohonan sertifikasinya ditolak oleh FDA. Contoh : Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Tartrazine

Federal Food.5. B-APO-8′-carotenal *. Indigotine. FD & C Red 40. : Obat-obatan dan Kosmetika. Cochineal extract (merah). Carrot oil. dimasak. Titanium dioksida *. dan wewenang pengujiannya dialihkan dari USDA ke FDA. Obat dan Kosmetika. Lot No Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Allura Red AC Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Red 40.Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Yellow 5. FDA menetapkan tiga kategori sertifikasi bahan pewarna. FD & C Blue No.2. Untuk menghindari kebingungan dalam pemakaian bahan pewarna untuk makanan dengan bahan pewarna untuk penggunaan lain. Ferrous gluconate *. bit bedak. Canthaxanthin. 3) External D & C : Obat-obatan dan Kosmetika untuk pemakaian luar. Lot No   Bahan pewarna yang bersertifikat FD & C yang boleh digunakan untuk produk makanan : FD & C Yellow No. Paprika oleoresin. Turmeric oleoresin. warna grape extract *. toasted sebagian dihilangkan lemak. Beta-carotene. jus sayur * Bahan pewarna makanan dengan tanda ” * ” tersebut diatas dibatasi hanya untuk penggunaan yang spesifik. Carmel warna. Cottonseed tepung. Contoh-contoh bahan pewarna dikecualikan dari sertifikasi : • Annatto ekstrak. yaitu : 1) FD & C 2) D & C : Untuk Makanan. . Allura Red AC. Turmeric. Grape ekstrak kulit * (enocianina). Drug & Cosmetic (FD & C) Act of 1938 mengatur bahwa sertifikasi bahan pewarna menjadi wajib bagi produsennya. Paprika. Saffron. Lot No Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Indigotine Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Blue No.2 Bahan pewarna yang tidak bersertifat FD & C tidak boleh digunakan dalam produk makanan : Tartrazine. juice buah-buahan. Riboflavin.

confections. 2) FD & C Blue No.9 bahan pewarna bersertifikat yang disetujui untuk digunakan dalam produk makanan di AS. yaitu: 1) FD & C Blue No. 3) Asam sorbet. produk susu bubuk. es krim.3 (Erythrosine) dan buah-buahan. confections.6 (Senja Kuning FCF) : digunakan pada: sereal. minuman.3 ( Fast Green FCF) : digunakan pada: minuman. 5) Eetil p-hidroksi benzoate. es krim. 8) Kalium bisulfit. : digunakan pada: sereal. produk susu. makanan : digunakan pada: minuman. confections 8) Orange B dibatasi untuk menggunakan spesifik.2 (Indigo Carmine / Indigotine) snack. es krim. untuk salads. 7) FD & C Yellow No. makanan puddings. : warna makanan tambahan ini : warna makanan tambahan ini . 9) Citrus Red No. : digunakan pada: cherries cooktail snack. cherries 3) FD & C Green No. confections. icings. Bahan pemanis yang diperbolehkan : 1) Asam benzoate. 2) Asam propionate. confections. sereal.2 dibatasi untuk menggunakan spesifik. cherries. : digunakan pada: gelatins.1 (Brilliant Blue FCF) : digunakan pada: minuman. 6) FD & C Yellow No. 7) Kalium sulfit. produk susu. minuman. confections. es krim. 4) Sulfur dioksida. 5) FD & C Red No. 4) FD & C Red No.40 (Red Allura AC) puddings. ekstrak.5 (Tartrazine) confections. jellies. dessert powders. 6) Kalium benzoate. syrups. preserves. 9) Kalium nitrat.

21) Natrium nitrat. sirup dan acar. Asam benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman ringan. 11) Kalium propionate. 17) Metil-p-hidroksi benzoate. Bahan pengawet yang diizinkan namun kurang aman : B eberapa zat pengawet berikut diindikasikan menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi oleh individu tertentu. 16) Natrium benzoate. dan ikan asin. 19) Natrium bisulfit. penambahan bahan pengawet tersebut . Meski bermanfaat. 25) Propil-p-hidroksi benzoat. minuman anggur. yaitu seperti aroma obat cair. Bahan makanan atau minuman yang diberi benzoat dapat memberikan kesan aroma fenol. sirup. 14) Kalsium sorbet. kacang kering. 15) Kalsium benzoate. 18) Natrium sulfit. 13) Kalsium propionate. 2) Sulfur Dioksida (SO2) Bahan pengawet ini juga banyak ditambahkan pada sari buah. bakteri spora dan bakteri bukan pembusuk. Kalsium Benzoat bisa memicu terjadinya serangan asma. Bahan ini bisa menyebabkan dampak negatif pada penderita asma dan bagi orang yang peka terhadap aspirin.10) Kalium nitrit. 12) Kalium sorbet. buah kering. semisal yang alergi atau digunakan secara berlebihan. 22) Natrium nitrit. 1) Kalsium Benzoat Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin (racun). 20) Natirum metabisulfit. 24) Nisin. 23) Natrium propionate. saus sari buah. Senyawa ini dapat mempengaruhi rasa.

sirup 800. kanker dan alergi. 3) Kalium nitrit Kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Natrium Metasulfat juga sering digunakan pada produk roti dan tepung. Sering digunakan pada daging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar. dan kesulitan tidur. salad. asam ini bisa membuat perlukaan di kulit. dan muntah-muntah. Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0. Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren. Untuk nitrat 0. berbahan keju. Bila lebih dari jumlah tersebut bisa menyebabkan keracunan. mempercepat serangan asma. Bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.1% atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk bahan tepung terigu. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk produk roti dan tepung.3% atau 3 gram/kg bahan. sari buah pekat 2100. sakit kepala. Bahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. kelelahan. 4) Kalsium Propionat/Natrium Propionat Keduanya yang termasuk dalam golongan asam propionat sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. semisal daging kornet. dosis maksimumnya adalah 0.32% atau 3.2 gram/kg bahan.berisiko menyebabkan perlukaaan lambung. radang ginjal. selain dapat mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh. dosis maksimum yang disarankan adalah 0. Meskipun aman dalam konsentrasi tinggi. squash 800. mutasi genetik. 6) Asam Sorbat Beberapa produk beraroma jeruk. menyebabkan kesulitan bernapas. . minuman bersoda 400. anemia. Sedangkan untuk makanan berbahan keju.2% atau 2 gram/kg bahan. Batas maksimum penggunaan asam sorbat (mg/l) dalam makanan berturut-turut adalah sari buah 400. 5) Natrium Metasulfat Sama dengan Kalsium dan Natrium Propionat. buah dan produk minuman kerap ditambahkan asam sorbat.

muntah. 2) Kalium Asetat Makanan yang asam umumnya ditambahi bahan pengawet ini. Bahan pengawet jenis ini diduga bisa menyebabkan penyakit hati dan memicu kanker. keripik kentang. Tahun 2012 menetapkan batas kandungan maksimal melamin dalam susu formula untuk bayi termasuk menetapkan standar keamanan pangan baru untuk makanan laut (seafood). pizza. sedangkan sakarin 5 mg/kg berat badan/hari. 2. Bahan ini banyak dipakai secara ilegal untuk meningkatkan penampakan protein dalam produk makanan. menyebabkan kasus kematian dan penyakit pada bayi. FDA juga mengizinkan untuk menggunakan pemanis buatan seperti sakarin dan siklamat namun tetap memberikan batasan-batasan. dan teh instan. Tujuan Codex Alimentarius adalah membuat standar pangan bagi seluruh dunia. Codex Alimentarius Commission (CAC) CAC adalah lembaga yang dikelola bersama antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Susu yang tercemar melamin telah banyak memakan korban. termasuk dalam produk susu bubuk dan susu formula. kedua senyawa ini bisa memicu kanker kandung kemih. melon dan buah ara kering (dried figs). diare dan perlukaan kulit. . minyak sayur.  Penggunaan melamin menurut WHO Menurut WHO. 3) Butil Hidroksi Anisol (BHA) Biasanya terdapat pada daging babi dan sosisnya. tidak nafsu makan. Jika dikonsumsi secara berlebihan. Padahal bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan rusaknya fungsi ginjal. melamin dalam konsentrasi tinggi bisa berdampak mematikan. Untuk siklamat. shortening. bisa menyebabkan mual.Bahan pengawet yang tidak aman 1) Natamysin : Bahan yang kerap digunakan pada produk daging dan keju ini. penggunaan maksimalnya adalah 11mg/kg berat badan/hari.

diproses . asalkan ada langkah . yaitu aflatoxin. rempahrempah dan sereal jika produk-produk tersebut tidak diproduksi dan disimpan dengan benar.5 mg/kg pada produk makanan lain termasuk pada makanan hewan. bahan beracun ini juga ditemukan pada kacang-kacangan. diproses atau disimpan dalam bagian yang berbeda dengan makanan non . Belum disiapkan . untuk mencegah berkembangnya virus pada makanan yang telah memicu banyak gangguan kesehatan.  Pedoman umum untuk penggunaan label “HALAL” Menurut CAC/GL 24-1997 a) DEFINISI Makanan Halal berarti makanan diizinkan di bawah Hukum Islam dan seharusnya memenuhi persyaratan sebagai berikut :   Tidak terdiri dari atau berisi apa saja yang dianggap melanggar hukum sesuai dengan hukum Islam. dibungkus dan disimpan dalam lemari pendingin secepat mungkin dan dikirim dalam suhu maksimal 40 derajat celcius. diangkut atau disimpan menggunakan alat atau fasilitas yang tidak bebas dari sesuatu yang melanggar hukum sesuai dengan Hukum Islam. terutama pada produk kerang-kerangan. CAC juga memberikan panduan kebersihan pada makanan laut (seafood). CAC menetapkan kandungan maksimal melamin pada susu bubuk dan formula sebesar 1 miligram (mg) per kilogram (kg) dan 2.halal yang diproduksi . WHO juga menganjurkan produsen dan penjual agar membersihkan pisau yang dipakai untuk memotong makanan secara berkala. Selain pada produk buahbuahan kering.Pada tahun 2010. sebesar 10 mikrogram/kg pada buah ara kering dan memberikan panduan bagaimana mengetes kandungannya. Sedangkan tahun 2012 CAC menetapkan standar kandungan maksimal melamin baru pada susu bayi cair yaitu sebesar 0. CAC juga menetapkan batas maksimal kandungan racun yang memicu kanker.15 mg/kg. CAC juga merekomendasikan agar buah melon yang telah dipotong.  Makanan halal bisa disiapkan .

burung bangkai.yang perlu diambil untuk mencegah adanya kontak antara makanan halal dan non – halal. ( j ) Semua beracun dan berbahaya hewan air . semua sumber makanan halal kecuali sumber-sumber berikut . ( k ) Setiap hewan lain tidak disembelih menurut Hukum Islam . ( g ) Hewan yang dianggap menjijikkan umumnya seperti kutu . semut . ( c ) Hewan karnivora dengan cakar dan taring seperti singa . diangkut atau disimpan dengan menggunakan fasilitas yang sebelumnya telah digunakan untuk makanan non halal asalkan prosedur pembersihan yang tepat . lebah dan burung pelatuk . termasuk produk dan turunan yang dianggap melanggar hukum mereka :  Makanan yang berasal dari hewan ( a) Babi dan babi hutan . ( l ) Darah . ( d ) Burung pemangsa dengan cakar seperti elang . diproses . sesuai dengan kebutuhan Islam . Makanan asal tanaman Memabukkan dan tanaman berbahaya kecuali toksin atau bahaya dapat dihilangkan selama pemrosesan . dan hewan sejenis lainnya . beruang. ( f ) Hewan dilarang untuk dibunuh dalam Islam yaitu . ular dan monyet . telah diamati . lalat . ( h ) Hewan yang hidup baik di darat dan di air seperti katak . harimau . b) 3 kriteria penggunaan label " HALAL “ Istilah halal dapat digunakan untuk makanan yang dianggap sah . Berdasarkan hukum Islam . ( b ) Anjing . lipan . dan burung sejenis lainnya . ( e ) Hama seperti tikus . . kalajengking .  Makanan halal dapat disiapkan . dan hewan sejenis lainnya . ( i ) Mules dan keledai domestik. belatung dan hewan sejenis lainnya . buaya dan hewan sejenis lainnya .

(b) Anjing . lebah dan burung pelatuk . dikemas . pengemasan . ular dan monyet . semut . burung bangkai. (f) Hewan dilarang untuk dibunuh dalam Islam yaitu . lipan . esofagus dan utama arteri dan vena dari daerah leher . dan burung sejenis lainnya . beruang. pengolahan. (c) Hewan karnivora dengan cakar dan taring seperti singa . c) Hewan yang akan disembelih harus hidup atau dianggap hidup pada saat penyembelihan . dan hewan sejenis lainnya . transportasi dan penyimpanan semua makanan harus disiapkan . ( b ) Semua bentuk minuman memabukkan dan berbahaya . diolah . (d) Burung pemangsa dengan cakar seperti elang . dan hewan sejenis lainnya . kalajengking . e) Perangkat menyembelih harus tajam dan tidak boleh diangkat dari hewan selama aksi pembantaian. b) Hewan yang akan disembelih harus sah menurut hukum Islam . Minuman ( a) minuman beralkohol . diangkut dan disimpan sedemikian . f) Pembantaian tindakan harus memutuskan trakea . c) Proses menyembelih a) Semua hewan darat halal harus disembelih sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam Codex Rekomendasi Kode Higienis Praktek untuk daging segar dan persyaratan sebagai berikut : Orang harus seorang Muslim yang secara mental sehat dan berpengetahuan prosedur penyembelihan Islam.  Aditif Makanan Semua aditif makanan yang berasal dari : (a) Babi dan babi hutan. (e) Hama seperti tikus . d) Ungkapan " Bismillah " ( Dengan Nama Allah ) harus dipanggil segera sebelum penyembelihan hewan masing-masing . harimau . g) Persiapan .

1 Vitamin dan mineral suplemen makanan harus mengandung vitamin / PROVITAMIN dan mineral nilai gizi yang bagi manusia telah dibuktikan oleh data ilmiah dan status yang sebagai vitamin dan mineral diakui oleh FAO dan WHO . 1.3 ini Panduan ini hanya berlaku dalam yurisdiksi di mana produk didefinisikan dalam 2. atau jika FAO / WHO standar tidak tersedia .2 Sumber vitamin dan mineral mungkin baik alamiah maupun sintetis dan seleksi mereka harus didasarkan pada pertimbangan seperti keamanan dan bioavailabilitas .1. 3. 3. kriteria kemurnian harus memperhitungkan FAO / WHO standar .1 Panduan ini berlaku untuk vitamin dan suplemen mineral makanan dimaksudkan untuk digunakan di melengkapi makanan sehari-hari dengan vitamin dan / atau mineral. 1.3 Vitamin dan suplemen mineral makanan mungkin berisi semua vitamin dan mineral yang sesuai dengan kriteria dalam 3.2 suplemen makanan mengandung vitamin dan / atau mineral serta bahan lain harus juga sesuai dengan aturan khusus tentang vitamin dan mineral yang ditetapkan dalam Pedoman. Farmakope internasional atau standar internasional yang diakui .1 PEMILIHAN VITAMIN DAN MINERAL 3. 1. KOMPOSISI 3.1 adalah diatur sebagai makanan.1.1.rupa dengan Prinsip Umum Higiene Pangan dan Standar Codex lainnya yang relevan . Ini mengacu pada bentuk fisik dari vitamin dan suplemen mineral makanan tidak potensi suplemen .1.4 Makanan untuk istimewa menggunakan diet sebagai didefinisikan dalam Standar Umum untuk Pelabelan dan Tagihan Makanan Dikemas untuk Penggunaan diet khusus (CODEX STAN 146-1985) tidakditutupi oleh Pedoman ini. legislasi nasional dapat digunakan .1 . Dalam ketiadaan kriteria dari sumber-sumber . Selain itu.  PEDOMAN VITAMIN DAN MINERAL PADA SUPLEMEN MAKANAN menurut CAC / GL 55-2005 1. vitamin tunggal dan / atau mineral atau .

1 Tingkat minimum setiap vitamin dan / atau mineral yang terkandung dalam vitamin mineral dan suplemen makanan per porsi harian konsumsi seperti yang disarankan oleh produsen harus hanya 15% dari asupan harian yang direkomendasikan seperti yang ditentukan oleh FAO / WHO. 3. 5 .2 Nama produk harus " suplemen makanan " dengan indikasi kategori ( ies ) nutrisi atau vitamin individu ( s ) dan / atau mineral ( s ) yang terkandung dalam produk tersebut .2 Wadah . rekening karena dapat diambil dari nilai asupan referensi vitamin dan Mineral untuk populasi. 4 . dengan mempertimbangkan . yang standar wajib berlaku. Dimana Codex Alimentarius Commission memiliki menetapkan standar untuk zat tersebut digunakan sebagai bahan kemasan . bervariasi derajat sensitivitas kelompok konsumen yang berbeda .1-1985 . termasuk bahan kemasan .2. Wahyu 1-1991 ) serta sesuai dengan Pedoman Umum Klaim ( CAC / GL 1-1979 ) .1 Vitamin dan mineral suplemen makanan harus diberi label sesuai dengan Standar Codex untuk Penandaan Dikemas Makanan ( Codex Stan .2.2 Isi vitamin dan mineral 3. 3. 4. harus dibuat hanya dari bahan yang yang aman dan cocok untuk tujuan penggunaannya .kombinasi tepat vitamin dan / atau mineral . sebagaimana layaknya.mengambil berikut kriteria ke rekening : ( a) tingkat yang aman atas mineral vitamin dan ditetapkan oleh penilaian risiko ilmiah yang didasarkan pada data ilmiah yang berlaku umum .1 Produk harus dikemas dalam wadah yang akan menjaga higienis dan lainnya kualitas makanan . Penandaan 5. KEMASAN 4.2 Jumlah maksimum vitamin dan mineral dalam suplemen vitamin dan mineral makanan per porsi harian konsumsi seperti yang direkomendasikan oleh produsen ditetapkan . Ketentuan ini tidak harus mengarah pada pengaturan tingkat maksimum yang semata-mata didasarkan pada asupan gizi yang dianjurkan ( misalnya Population Reference Intake atau Direkomendasikan nilai Daily Allowance ) . 5. Ketika tingkat maksimum yang ditetapkan . ( b ) asupan harian vitamin dan mineral dari sumber makanan lainnya.

European Union UE adalah rganisasi antar-pemerintahan dan supra-nasional.4 Jumlah vitamin dan mineral dinyatakan harus mereka per porsi produk seperti yang direkomendasikan untuk konsumsi sehari-hari dan jika berbeda . Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah Perjanjian Uni Eropa (yang lebih dikenal dengan Perjanjian Maastricht) pada 1992. Unit-unit yang akan digunakan harus satuan berat konsisten dengan Codex Pedoman Gizi Pelabelan ( CAC / GL 2-1985 Rev. banyak aspek dari EU timbul sebelum tanggal tersebut melalui organisasi sebelumnya. Safety assessment dan persetujuan dilakukan oleh European Food Safety Authority (EFSA). 5. jumlah per unit untuk penggunaan tunggal juga dapat diberikan. 5.1993 ).7 Label memuat saran kepada konsumen untuk tidak melebihi jumlah maksimum satu hari . Sejak 1 Juli 2013 telah memiliki 28 negara anggota. yang beranggotakan negara-negara Eropa. 5.9 Label harus memuat pernyataan bahwa produk tersebut harus disimpan di luar jangkauan muda 3. kembali ke tahun 1950-an. 5.3 Jumlah vitamin dan hadir dalam mineral produk harus dinyatakan dalam pelabelan dalam bentuk numerik . Namun. Food Additive yang digunakan di EROPA adalah sebagai berikut : a) Antioxidan Tocopherols (E 306-309). sebagai kasus mungkin . BHA (butylated hydroxyanisole or E 320.8 Label tidak boleh menyatakan atau menyiratkan bahwa suplemen dapat digunakan untuk penggantian makan atau diet yang bervariasi . b) Pengawet . 5. Zat aditif makanan yang telah disetujui penggunaannya di negara-negara Uni Eropa diberi kode yang bernama “E numbers” . 5.5 Informasi tentang vitamin dan mineral juga harus dinyatakan sebagai persentase dari nilai referensi gizi disebutkan.1 . khusus kondisi ) . 5. dalam Pedoman Codex pada Nutrisi Pelabelan .sebagai kasus mungkin .6 Label harus menunjukkan bagaimana produk harus digunakan (kuantitas . frekuensi .

pewarna tidak boleh termigrasi ke dalam makanan.05% dan Ba 0. .01 %.005%. As 0. Pb 0. Sequestrant. c) Penyedap Acesulfam K (E 950).000 mg/kg Antifoaming Agent.Nitrates and nitrites (sodium and potassium salts) (E 249-252) – digunakan sebagai pengawet pada proses pembuatan HAM dan daging lain  mencegah C. aspartame (E 951) and saccharin (E 954)  130-200 kali. Peraturan internasional tentang kemasan  Italia memberi batas maksimum nigrasi tidak boleh boleh lebih dari 50 ppm untuk kemasan makanan berukuran 250 ml ke atas. Botulinum yang patogen.005%. Stabilizer Produk telur cair 2500 mg/kg 4. Syarat lain harus tidak ada komponen kemasan yang membahayakan kesehatan. Hg 0. level Benzoates Propyl Gallate Saccharins Sodium stearoyl-2lactylate Pengawet Antioksidan Pemanis Emulsifier. Stabilizer. Thickener Nectar buah Minyak nabati dan lemak Keju 1000 mg/kg 200 mg/kg 100 mg/kg Lemak susu 10. 200 kali and 300-500 kali lebih manis dari gula dan kalori nya 0. Cd 0. Zat additif Fungsi Kategori makanan Manisan buah Erythrosine Pewarna 200mg/kg Max. Se 0. amin primer 0.01%. sedangkan untuk kemasan kecil batas maksimumnya 8 mg per dm2 lembaran film. Triethyl citrate Carrier Solvent.01%.2%. plastik harus diuji migrasinya dengan cara yang sudah ditentukan.

pangan.butuh.com/msg08490.dan.12 mg per cm2 permukaan plastik.html http://www.com/read/2010/07/22/1602288/hubungan. Belanda memberikan toleransi maksimum 60 ppm migran ke dalam makanan atau 0.gramedia-majalah.butuhtak.com/2012/04/hukum-internasional-klasifikasi-dan. migrasi.05 ppm atau kurang. sedangkan di Swedia hanya boleh 0.com/2012/12/regulasi-kemasan.com/milis-nakita@news. Bahan berbahaya setingkat vinil klorida tidak boleh lebih dari 0.net/gsfaonline/docs/CXS_192e. sedangkan untuk vinil klorida dan monomer/aditif lain yang peracunannya tinggi hanya 0.plastik http://www.antara.mail-archive.hijauku.blogspot.01 ppm.com/2012/07/27/pbb-tetapkan-standar-keamanan-pangan-baru/ http://female. Di Swiss sejak tahun 1969.blogspot.pdf http://catatanyangterlupa.05 ppm. pabrik kemasan plastik dan pengguna harus memberikan data entang kemasan.codexalimentarius. potensi keracunan dan kondisi pemakaian.kompas. Jerman Barat 0. Daftar pustaka http://nizamora.06 mg per cm2 permukaan plastik. 5.html .html http://www.  Jepang mensyaratkan migrasi maksimum 30 ppm untuk aditif dan monomer yang tidak berbahaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful