LATAR BELAKANG

Direktorat Jenderal Perbendaharaan memantau realisasi APBN dalam rangka percepatan realisasi APBN.

LANGKAH-LANGKAH YANG TELAH DIAMBIL
 Pembentukan Komite Pemantau Realisasi APBN:

Ketua Komite adalah Dirjen Perbendaharaan (Keputusan Menteri Keuangan No.15/KMK.05/2009)  Pembentukan Kelompok Kerja dan Sekretariat Komite Pemantau Realisasi APBN; Para Kanwil anggota Pokja (Keputusan Dirjen Perbendaharaan No.KEP50/PB/2009)

TUGAS POKOK KOMITE
 Identifikasi Masalah  Penyebab Timbulnya Masalah  Rumusan Pemecahan Masalahan

TUJUAN KOMITE
Mendorong Percepatan Penyerapan APBN

SARANA KOMUNIKASI
Menggunakan Teknologi Informasi (Forum Mailing List)

STRUKTUR ORGANISASI KOMITE PEMANTAU REALISASI APBN
KOMITE

Sekretariat Komite
Pokja Analisa dan Evaluasi Penyerapan APBN

Penanggung Jawab POKJA

Pokja Pemantau Realisasi Tingkat Wilayah

Pokja Data dan Informasi

STRATEGI PEMANTAUAN REALISASI APBN
 Mengoptimalkan Kelompok Kerja dalam Komite Pemantauan

Realisasi APBN.
 Arus informasi (Top Down dan Bottom Up)  Objek Pemantauan adalah APBN secara umum dan

difokuskan pada Belanja Barang, Belanja Modal dan Belanja Bantuan Sosial.
 Pokja memformulasikan solusi atas hambatan dan

kendala.
 Para KaKanwil DJPBN mengambil langkah-langkah sesuai

dengan kewenangannya.
 Semua elemen komite dapat melakukan komunikasi

dengan menggunakan teknologi informasi yang disediakan.
 Sharing pengalaman dan tindakan-tindakan yang diambil

untuk dicoba diimplementasikan

URAIAN TUGAS KOMITE
 Memonitoring perkembangan penyerapan APBN  Mengundang Kantor Pusat Satker dan Nara Sumber dalam rangka formulasi kebijakan  Menetapkan kebijakan dan langkah-langkah yang diperlukan

URAIAN TUGAS POKJA
 Mengumpulkan informasi dan data realisasi APBN  Menyiapkan sarana komunikasi untuk kelancaran tugas

Komite  Menetapkan solusi atas masalah-masalah sebatas kewenangannya  Mengusulkan solusi kepada Komite (diluar batas

URAIAN TUGAS KANWIL
 Memonitor Penyerapan di Wilayah Kerja  Mengambil Kebijakan Tingkat sebatas wewenang  Mengingatkan KPPN untuk melaksanakan kebijakankebijakan yang telah ditetapkan  Mengusulkan Formulasi Kebijakan untuk hal-hal yang di luar kewenangannya

URAIAN TUGAS KPPN
 Melakukan pencairan dana  Mengidentifikasi permasalahan pada Satker yang

realisasinya rendah  Menginformasikan penyebab rendahnya realisasi ke Kanwil  Melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh Kakanwil, Pokja dan Komite.

MEKANISME PEMANTAUAN REALISASI APBN OLEH DITJEN. PERBENDAHARAN
Dirjen Perbendahar an 1 2 1 0
Pokja Data dan Informasi Penanggung Jawab Pokja

1 1
Pokja Analisa dan Evaluasi Penyerapan

7
Pokja Pemantauan Realisasi APB N Tingkat Wilayah (Kanwil DJPB)

8

6

APBN

Kantor Pusat Satker 9

5 3

2

4 1 Satker

KPPN

Penjelasan Mekanisme (1)
KPPN melayani dan mencatat realisasi APBN pada Satker yang berada pada wilayah kerjanya KPPN melaporkan realisasi APBN ke Kanwil yang menjadi atasannya termasuk permasalahan yang terkait dengan pencairan. KPPN menyampaikan data realisasi APBN kepada Pokja Data dan Informasi. Dari hasil laporan KPPN, Kanwil melaksanakan pemantauan terhadap penyerapan APBN pada Satker diwilayah kerjanya termasuk mengambil langkah-langkah dalam batas kewenangannya yang dapat meminisir hambatan dalam penyerapan APBN. Kanwil sebagai anggota Pokja Pemantauan Realisasi APBN Tingkat Wilayah berkoordinasi dengan anggota Pokja Pemantauan Realisasi APBN Tingkat Wilayah untuk mengambil langkah pemecahan masalah penyerapan APBN yang hampir sama pada setiap wilayah

Penjelasan Mekanisme (2)
5 Kanwil mengkonfirmasikan data realisasi penyerapan APBN pada wilayah kerjanya pada Pokja Data dan Informasi  Kanwil melaporkan perkembangan realisasi penyerapan APBN pada wilayah kerjanya pada Pokja Analisa dan Evaluasi Penyerapan APBN termasuk langkah yang telah diambil dan hal-hal yang menghambat penyerapan APBN yang diluar kewenangan Kanwil untuk menyelesaikannya.  Pokja Data dan Informasi menyampaikan data realisasi penyerapan APBN kepada Pokja Analisa dan Evaluasi Penyerapan APBN.  Pokja Analisa dan Evaluasi Penyerapan APBN dengan berdasarkan laporan dari masing-masing Kanwil DJPB dan data dari Pokja Data dan Informasi mengkoordinasikan halhal yang terkait dengan permasalahan dan percepatan realisasi penyerapan APBN pada Kementrian/Lembaga untuk mengambil langkah-langkah agar penyerapan APBN dapat optimal.

Penjelasan Mekanisme(3)
9. Kantor Pusat Satker yang bersangkutan dalam berkoordinasi

 

dengan Pokja Analisa dan Evaluasi Penyerapan APBN memperoleh masukan dari Satker Pelaksana kegiatan APBN. Pokja Data dan Informasi menyampaikan data realisasi penyerapan APBN kepada Dir. PKN sebagai penanggung jawab Kelompok Kerja Penyerapan APBN. Pokja Data dan Informasi menyiapkan sarana monitoring dan komunikasi informasi antara lain milist Pokja Pokja Analisa dan Evaluasi Penyerapan APBN menyampaikan laporan pelaksanaan APBN kepada Dir. PKN sebagai penanggung jawab Kelompok Kerja Realisasi APBN termasuk langkah-langkah yang telah diambil dan permasalahan-permasalahan yang menghambat pelaksanaan DIPA termasuk rekomendasinya. Dir. PKN atas dasar data dari Pokja Data dan Informasi dan LaporanPokja Analisa dan Evaluasi Penyerapan APBN menyampaikan laporan pelaksanaan penyerapan APBN kepada Dirjen Perbendaharaan selaku Ketua Komite Pematauan Realisasi APBN. Dirjen PBN mengundang par a anggota komite untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka mempercepat penyerapan APBN

PEMANTAUAN REALISASI APBN PADA TINGKAT KANWIL
Kepala Kanwil dalam melaksanakan tugas

pemantauan realisasi APBN, membentuk Satuan Tugas (Satgas). Dalam melaksanakan tugasnya, Kanwil dan Satgas tidak menambah pekerjaan KPPN. Memberdayakan organ Kanwil dalam pemantauan Realisasi APBN.

MEKANISME PEMANTAUAN REALISASI APBN TINGKAT KANTOR WILAYAH
Kepala Kanwil
(Ketua Satgas/Anggota Pokja Pemantauan Realisasi APBN Tingkat Wilayah)

4 SATGAS PEMANTAUAN REALISASI APBN TINGKAT KANTOR WILAYAH 2 KPPN 3 SATKER

1

Penjelasan Mekanisme (1)
KPPN YANG SATU KOTA DENGAN KANWIL
b. melaksanakan pelayanan kepada Satker sesuai

ketentuan dan SOP c. melakukan penyusunan Laporan Realisasi APBN (LKP) secara akurat setiap hari dan menyampaikannya ke kantor pusat secara tepat waktu. d. mengirimkan Laporan Realisasi APBN (LKP) secara akurat setiap hari dan menyampaikannya kepada Satgas Pemantauan Realisasi APBN Tingkat Wilayah secara tepat waktu. e. melakukan identifikasi permasalahan penyerapan APBN dan menyampaikannya secara reguler kepada Satuan Tugas Pemantauan Realisasi APBN Tingkat Wilayah

Penjelasan Mekanisme (2)
KPPN YANG TIDAK SATU KOTA DENGAN KANWIL
b. melaksanakan pelayanan kepada Satker sesuai

ketentuan dan SOP c. melakukan penyusunan Laporan Realisasi APBN (LKP) secara akurat setiap hari dan menyampaikannya ke kantor pusat secara tepat waktu. d. mengirimkan Laporan Realisasi APBN (LKP) secara akurat setiap hari dan menyampaikannya kepada Satgas Pemantauan Realisasi APBN Tingkat Wilayah secara tepat waktu. e. melakukan identifikasi permasalahan penyerapan APBN dan menyampaikannya secara reguler kepada Satuan Tugas Pemantauan Realisasi APBN Tingkat Wilayah f. berkoordinasi dan meberikan solusi atas masalah yang dihadapi Satker

Penjelasan Mekanisme (3)
Satgas Pemantauan APBN Tingkat Wilayah
c.

d.

e. f.

memantau kepatuhan KPPN dalam mengirimkan Laporan Realisasi APBN dan meneliti kebenaran laporan yang dikirimkan. membuat laporan realisasi per Kelompok Belanja, per Kementerian/Lembaga dan Per Satuan Kerja berdasarkan data yang dikirimkan oleh KPPN yang diolah dengan aplikasi yang disiapkan oleh Direktorat Sistem Perbendaharaan. melakukan kajian penyerapan APBN pada wilayah kerjanya. membuat formulasi berdasarkan hasil pembahasan dengan satker dan hasil kajian.

Penjelasan Mekanisme (4)
Kepala Kanwil
b. menindaklanjuti laporan dan rekomendasi yang

dibuat oleh Satgas dan mengambil keputusan dalam kewenangannya untuk mempercepat dan menghilangkan hambatan dalam penyerapan APBN. c. berkoordinasi dengan anggota Pokja Pemantauan Realisasi APBN Tingkat Wilayah (Kepala Kanwil )lainnya untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi persoalan yang hampir sama. d. melaporan perkembangan realisasi penyerapan APBN pada wilayah kerjanya kepada Ketua Pokja .

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH
Revisi DIPA Dispensasi Proses Pengadaan Barang Dan Jasa

(Procurement) Catatan: Masalah yang relevan lainnya akan disesuaikan dengan hasil survey yang dilaksankan Direktorat PA.

Time Table
KPPN mengirimkan Laporan LKP ke kantor pusat dan Satgas Wilayah setiap hari. KPPN mengirimkan laporan identifikasi masalah penyerapan APBN setiap minggu kepada Satgas Wilayah. Kanwil mengadakan rapat Satgas dan melaporkan penyerapan APBN pada minggu pertama dan ketiga setiap bulannya kepada Ketua Pokja. Ketua Pokja mengadakan rapat pokja dan melaporkan hasil kerja kelompok kerjanya pada minggu kedua dan minggu keempat setiap bulannya kepada Penanggung Jawab Pokja. Penanggung Jawab Pokja mengadakan rapat gabungan pokja dan melaporkan hasil kerja seluruh pokja kepada Komite setiap akhir bulan. Komite mengadakan pertemuan setiap awal bulan setelah menerima laporan dari pokja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful