1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Hipertensi dikenal secara luas sebagai penyakit kardiovaskular.

Diperkirakan telah menyebabkan 4.5% dari beban penyakit secara global, dan prevalensinya hampir sama besar di negara berkembang maupun di negara maju.1 Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan jantung. Selain mengakibatkan gagal jantung, hipertensi dapat berakibat terjadinya gagal ginjal maupun penyakit serebrovaskular. Pada kebanyakan kasus, hipertensi terdeteksi saat pemeriksaan fisik karena alasan penyakit tertentu, sehingga sering disebut sebagai “silent killer”. Tanpa disadari penderita mengalami komplikasi pada organ-organ vital seperti jantung, otak ataupun ginjal. Di Amerika, menurut National Health and Nutrition Examination Survey (NHNES III); paling sedikit 30% pasien hipertensi tidak menyadari kondisi mereka, dan hanya 31% pasien yang diobati mencapai target tekanan darah yang diinginkan dibawah 140/90 mmHg. Di Indonesia, dengan tingkat kesadaran akan kesehatan yang lebih rendah, jumlah pasien yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi dan yang tidak mematuhi minum obat kemungkinan lebih besar. Obat-obatan yang banyak dikonsumsi masyarakat merupakan obat-obatan kimia yang secara berkala harus selalu dikonsumsi sehingga menimbulkan ketergantungan pada obat tersebut. Oleh sebab itu, perlu diadakan terapi yang memberikan solusi tepat tanpa membebani masyarakat untuk senantiasa bergantung pada obat. Terapi tersebut adalah terapi herbal yang menyeluruh. Dalam hal ini, untuk penyakit hipertensi dibutuhkan herba Rosella (Hibiscus sabdarifa Linn.) sebagai salah satu tanaman obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit hipertensi.

obesitas.2 Rumusan Masalah Hipertensi dimana tekana n didefinisikan sebagai sistoliknya di atas tekanan darah persisten 140 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg. Pengobatan medis yang dilakukan oleh para penderita mereka untuk mengkonsumsi obat -obatan yang menganjurkan berbahan dasar kimia dari para ahli m edis secara rutin. stress.2 1. Hal tersebut mengakibatkan para penderita terkadang merasa jenuh karena harus mengkonsumsi obat -obatan tersebut. Faktor-faktor tersebut memberikan kecenderungan bahwa semua orang dapat dimungkinkan menderita penyakit hipertensi.3 Tujuan Adapun yang menjadi tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk memberikan gambaran terkait penyakit hipertensi dan memberikan solusi dengan terapi herbal yaitu menggunakan Teh Rosella. usia. . merokok. Faktor -faktor yang memengaruhi hipertensi yaitu jenis kelamin. Dengan demikian saya membuat produk berbahan dasar bunga Rosella sebagai asupan yang diharapkan mampu menarik minat penderit a hipertensi untuk mengkonsumsinya. Hal ini dimaksudkan untuk meminimali sasi efek samping dari penggunaan obat -obatan yang berbahan dasar kimia 1. Penderita hipertensi pada umunya berusia 20 tahun ke atas. dan riwayat keluarga.

hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda. paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari. angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami.1 1. Tensi artinya Tekanan/Tegangan. misalnya 120/80 mmHg.1 Pengenalan Penyakit Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik). . (Hiper artinya Berlebihan. dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. dibaca seratus dua puluh per delapan puluh.3 BAB 2.1. Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JIVC) sebagai tekanan yang lebih tinggi dari 140 / 90 mmHg. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Sejalan dengan bertambahnya usia. Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik. Jadi. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2. Klasifikasi Tekanan Darah Pada Orang Dewasa Kategori normal yaitu keadaan dimana tekanan darah sistoliknya di bawah 130 mmHg dan tekanan darah diastoliknya di bawah 85 mmHg.) Hipertensi didefinisikan oleh Joint National Committee on Detection. kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis. Hipertensi adalah Gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal.

Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah. bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. pertama. hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi. Hipertensi ini jarang terjadi. arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku. Kategori hipertensi ringan (stadium 1) yaitu keadaan dimana tekanan darah sistoliknya antara 140-159 mmHg dan tekanan darah diastoliknya diantara 90-99 mmHg. Kategori hipertensi sedang (stadium 2) yaitu keadaan dimana tekanan darah sistoliknya antara 160-179 mmHg dan tekanan darah diastoliknya diantara 100-109 mmHg 5. yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah. sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi vasokonstriksi.4 2. akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan. meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya. Kedua. Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara. Kategori hipertensi maligna (stadium 4) yaitu keadaan dimana tekanan darah sistoliknya 210 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastoliknya 120 mmHg atau lebih. yang bila tidak diobati. Kategori normal tinggi yaitu keadaan dimana tekanan darah sistoliknya antara 130-139 mmHg dan tekanan darah diastoliknya diantara 85-89 mmHg. Kategori hipertensi berat (stadium 3) yaitu keadaan dimana tekanan darah sistoliknya antara 180-209 mmHg dan tekanan darah diastoliknya diantara 110-119 mmHg 6. Ketiga. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal . 4. 3. Dengan cara yang sama. dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Inilah yang terjadi pada usia lanjut.

5 sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. resistansi insulin. keracunan timbal akut. dan obesitas. Penyebab lainnya bisa diakibatkan oleh koartasio aorta. Tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin). dan trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal) atau akibat terapi penyinaran yang mengenai ginjal 2. siklosporin.2 Etiologi Penyakit 2. 1. Obat-obatan. sehingga tekanan darah juga meningkat. kokain. dan Feokromositoma. penyebabnya adalah penyakit ginjal. genetik (keturunan). eritropoietin.2 Hipertensi Sekunder Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi. . Kelainan Hormonal seperti Hiperaldosteronisme. penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan). tumor-tumor ginjal. porfiria intermiten akut. penyalahgunaan alkohol. tidur apneu. Terjadi pada sekitar 90% penderita hipertensi. dan banyak cairan keluar dari sirkulasi maka tekanan darah akan menurun. umur. jika aktivitas memompa jantung berkurang. Sindroma Cushing (sekresi kortisol yang berlebihan).2. Sebaliknya. dan konsumsi kayu manis (dalam jumlah sangat besar). 2. arteri mengalami pelebaran.2. pielonefritis glomerulonefritis. biasanya jenis obat-obatan yang dikoonsumsi seperti pil KB. Volume darah dalam tubuh meningkat. 2. Pada sekitar 1-2%. 3. preeklamsi pada kehamilan. homeostasis renin. Penyakit Ginjal dengan kriteria stenosis arteri renalis. kortikosteroid.1 Hipertensi Esensial (Hipertensi Primer) Hipertensi Primer adalah hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti namun biasanya sebagai akibat dari sensitivitas garam. penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu.

Defisiensi vasodilator seperti prostasiklin. dan tonus vaskular 14.3 Patofisiologi Banyak faktor yang mengontrol tekanan darah berkontribusi secara potensial dalam terbentuknya hipertensi. 5. Meningkatnya Aktivitas sistem saraf simpatik (tonus simpatis dan/atau variasi diurnal). Perubahan reseptor adrenergik yang mempengaruhi denyut jantung. mungkin berhubungan dengan meningkatnya respons terhadap stress psikososial dll 2. Produksi berlebihan hormon yang menahan natrium dan vasokonstriktor Asupan natrium (garam) berlebihan Tidak cukupnya asupan kalium dan kalsium Meningkatnya sekresi renin sehingga mengakibatkan meningkatnya produksi angiotensin II dan aldosteron 6. karakteristik inotropik dari jantung. Perubahan dalam ekspresi sistem kallikrein-kinin yang mempengaruhi tonus vaskular dan penanganan garam oleh ginjal 8.1 Faktor Penyebab Hipertensi Faktor-faktor yang berkontribusi pada terbentuknya hipertensi adalah sebagai berikut: 1. dan peptide natriuretik 7. Abnormalitas tahanan pembuluh darah. Diabetes mellitus 10.6 2. 2. nitrik oxida (NO). Meningkatnya aktivitas vascular growth factors 13. 3. Resistensi insulin 11.3. Obesitas 12. Berubahnya transpor ion dalam sel . termasuk gangguan pada pembuluh darah kecil di ginjal 9. 4.

3. jantung dan ginjal). hipertensi tidak menimbulkan gejala. mata. pandangan menjadi kabur (yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. wajah kemerahan dan kelelahan. maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. Biasanya ditandai oleh tekanan darah >180/120 mmHg. sesak nafas. 1998) 2. Pada hipertensi emergensi tekanan darah meningkat ekstrim disertai dengan kerusakan organ target akut yang bersifat progresif. mual. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif. bisa timbul gejala berikut.2 Gejala Pada sebagian besar penderita. pusing. kelelahan. sakit kepala. yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi.1 Mekanisme patofisiologi dari hipertensi (Goodman. perdarahan dari hidung. meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala. yang memerlukan penanganan segera. Krisis hipertensi merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai oleh tekanan darah yang sangat tinggi yang kemungkinan dapat menimbulkan atau telah terjadinya kelainan organ target. sehingga tekanan darah harus diturunkan segera (dalam hitungan menit – jam) untuk mencegah . muntah.7 Gambar 2. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. gelisah.

Hipertensi urgensi adalah tingginya tekanan darah tanpa disertai kerusakan organ target yang progresif. otak. Contoh gangguan organ target akut: encephalopathy. stroke. . maka akan meningkatkan mortalitas dan morbiditas akibat gangguan kardiovaskularnya tersebut. Bila penderita hipertensi memiliki faktor-faktor resiko kardiovaskular lain (tabel 3). dan gagal jantung. 2. dementia. 2. dan atrial fibrilasi. gagal ginjal. angina pectoris tidak stabil. tetapi diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan satu kali pengukuran.4 Komplikasi Tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama akan merusak endothel arteri dan mempercepat atherosklerosis.1 Diagnosis Tekanan darah diukur setelah seseorang duduk atau berbaring selama 5 menit. tetepi juga digunakan untuk menggolongkan beratnya hipertensi. gagal ventrikel kiri akut disertai edema paru. Menurut Studi Framingham. maka tekanan darah diukur kembali dan kemudian diukur sebanyak 2 kali pada 2 hari berikutnya untuk meyakinkan adanya hipertensi. dissecting aortic aneurysm. transient ischemic attack). pendarahan intrakranial. Hasil pengukuran bukan hanya menentukan adanya tekanan darah tinggi. penyakit arteri koroner (infark miokard. dan eklampsia atau hipertensi berat selama kehamilan. Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk penyakit serebrovaskular (stroke.8 kerusakan organ target lebih lanjut.4. Angka 140/90 mmHg atau lebih dapat diartikan sebagai hipertensi. penyakit arteri perifer. dan pembuluh darah besar. angina). pasien dengan hipertensi mempunyai peningkatan resiko yang bermakna untuk penyakit koroner. Tekanan darah diturunkan dengan obat antihipertensi oral ke nilai tekanan darah pada tingkat 1 dalam waktu beberapa jam s/d beberapa hari. mata. ginjal. Jika pada pengukuran pertama memberikan hasil yang tinggi. Komplikasi dari hipertensi termasuk rusaknya organ tubuh seperti jantung.

dilakukan pemeriksaan terhadap organ utama. ditanyakan mengenai riwayat kelainan ginjal sebelumnya. Pemeriksaan pada penderita usia muda bisa berupa rontgen dan radioisotop ginjal. Retina Retina merupakan satu-satunya bagian tubuh yang secara langsung bisa menunjukkan adanya efek dari hipertensi terhadap arteriola (pembuluh darah kecil). jantung. Dilakukan analisa air kemih dan rontgen atau USG ginjal. digunakan suatu oftalmoskop. Ginjal Petunjuk awal adanya kerusakan ginjal bisa diketahui terutama melalui pemeriksaan air kemih. 1. Sebuah stetoskop ditempelkan diatas perut untuk mendengarkan adanya bruit (suara yang terjadi karena darah mengalir melalui arteri yang menuju ke ginjal. terutama pembuluh darah. Bunyi jantung yang abnormal (disebut bunyi jantung keempat). terutama pembesaran jantung.9 Setelah diagnosis ditegakkan. maka bisa ditentukan beratnya hipertensi. bisa ditemukan pada elektrokardiografi (EKG) dan foto rontgen dada. Jantung Perubahan di dalam jantung. Dengan anggapan bahwa perubahan yang terjadi di dalam retina mirip dengan perubahan yang terjadi di dalam pembuluh darah lainnya di dalam tubuh. otak dan ginjal. 2. 3. Adanya sel darah dan albumin (sejenis protein) dalam air kemih bisa merupakan petunjuk terjadinya kerusakan ginjal. . Pada stadium awal. Untuk memeriksa retina. perubahan tersebut bisa ditemukan melalui pemeriksaan ekokardiografi (pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik untuk menggambarkan keadaan jantung). Untuk menemukan adanya kelainan ginjal. Dengan menentukan derajat kerusakan retina (retinopati). yang mengalami penyempitan). bisa didengar melalui stetoskop dan merupakan perubahan jantung paling awal yang terjadi akibat tekanan darah tinggi. rontgen dada serta pemeriksaan darah dan air kemih untuk hormon tertentu. seperti ginjal.

biji Roselle dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Tanaman rosela memiliki bunga yang sangat indah. Sementara itu di Afrika.2 Pemeriksaan Lain Jika penyebabnya adalah feokromositoma. palpitasi (jantung berdebar-debar). kecemasan.5 kali lipat dibanding vitamin C dalam jambu biji. keringat yang berlebihan. Biasanya hormon tersebut juga menyebabkan gejala sakit kepala.4. 9 kali lipat jeruk sitrus.1 Morfologi Tanaman rosela merupakan tanaman jenis perdu yang mudah ditanam. . Tingginya bisa mencapai hingga 3-5 meter. 2. Roselle diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan. Bunga rosela inilah yang memiliki sejuta Khasiat bagi macam-macam penyakit. kaliksnya berwarna merah cerah.tebal dan kaku serta permukaan kelopaknya berbulu. dan 2. seperti sirup. dan memiliki rasa yang amat masam. tremor (gemetar) dan pucat. Di Sudan. batangnya berwarna cokelat dengan warna kemerahan.2 Kandungan Gizi Rosella Rosella mengandung beberapa zat yang sangat penting bagi kesehatan. Sedangkan daunya yang masih muda bisa dikonsumsi sebagai salad.10 2.5. Mengukur kadar kalium dalam darah bisa membantu menemukan adanya hiperaldosteronisme dan mengukur tekanan darah pada kedua lengan dan tungkai bisa membantu menemukan adanya koartasio aorta. Vitamin C tersebut 3 kali lipat dari buah anggur hitam. 10 kali lipat lebih besar dari buah belimbing. maka di dalam air kemih bisa ditemukan adanya bahan-bahan hasil penguraian hormon epinefrin dan norepinefrin.bunga ini dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman.saos.5 Mengenal Rosella 2. melalui biji yang telah disemai. Tiap 100 gr kelopak bunga segar mengandung 260-280 mg vitamin C.5. 2.ekstrak the atau manisan rosela.jelly.

Afrika Utara sebagai karkade. zat besi. cocok untuk program diet. Rasa asam dalam bunga rosella merupakan perpaduan berbagai jenis asam seperti asam askorbat. anthocyanin. dan flavonoid yang bermanfaat mencegah kanker. polisakarida. Contoh di India Barat sebagai sorell.. di Padang sebagai Asam Jarot. sebagai contoh di daerah Jawa Tengah dikenal sebagai merambos hijau. dan asam glikolic yang juga bermanfaat bagi tubuh. . Selain dikenal sebagai tumbuhan obat di Indonesia. prancis Oseille Rouge. asam sitrat. di luar negeri juga teh rosella sudah dikenal sejak lama. rosella juga mengandung vitamin D. B2. gluside hibiscin. dapat menurunkan berat badan.. di Muara Enim sebagai Asam Rejang. omega 3 dan kalsium dalam jumlah yang cukup tinggi (486 mg/100 gr). melancarkan peredaran darah.5. Berikut berbagai manfaat yang dapat diambil dari mengkonsumsi Teh rosella beberapa daintaranya bisa menurunkan tekanan darah. meningkatkan peristaltik usus. asam amino. 2. niacin. vitamin B1. mengobati cacingan. mematikan microbacterium tubercolusis. dan sebagainya. dan di daerah Sinegal dikenal sebagai Bisap. Kandungan seratnya pun cukup tinggi yang berperan dalam melancarkan system pembuangan dan menurunkan kadar kolesterol.11 Selain itu..3 Manfaat Tanaman Rosella Masyarakat Indonesia diberbagai daerah karena teh rosella sudah digunakan sejak lama sebagai obat herbal. mengendalikan tekanan darah. riboflavin. Bahan aktif yang juga terdapat dalam rosella adalah grossy peptin. mengurangi kekentalan darah. karoten.

seperti jogging. Keuntungan ini dapat terjadi walaupun tanpa disertai penurunan berat badan. Disamping menurunkan tekanan darah pada pasien-pasien dengan hipertensi. Semua pasien dengan prehipertensi dan hipertensi harus melakukan perubahan gaya hidup. Pada sejumlah pasien dengan pengontrolan tekanan darah cukup baik dengan terapi satu obat antihipertensi. jalan kaki. Aktivitas fisik juga dapat menurunkan tekanan darah. Studi menunjukkan kalau olah raga aerobik. Pasien harus konsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis olah-raga mana yang terbaik terutama untuk pasien dengan kerusakan organ target. PEMBAHASAN 3. dan menggunakan sepeda. aktivitas fisik.1 Terapi Nonfarmakologi Menerapkan gaya hidup sehat bagi setiap orang untuk mencegah tekanan darah tinggi dan merupakan bagian yang penting dalam penanganan hipertensi. Program diet yang mudah diterima adalah yang didisain untuk menurunkan berat badan secara perlahan-lahan pada pasien yang gemuk dan obesitas disertai pembatasan pemasukan natrium dan alkohol. Untuk ini diperlukan pendidikan ke pasien. Pasien hipertensi yang merokok harus dikonseling berhubungan dengan resiko lain yang dapat diakibatkan oleh merokok. Modifikasi gaya hidup yang penting yang terlihat menurunkan tekanan darah adalah mengurangi berat badan untuk individu yang obes atau gemuk. modifikasi gaya hidup juga dapat mengurangi berlanjutnya tekanan darah ke hipertensi pada pasien-pasien dengan tekanan darah prehipertensi. . Merokok merupakan faktor resiko utama independen untuk penyakit kardiovaskular. berenang. Olah raga aerobik secara teratur paling tidak 30 menit/hari beberapa hari per minggu ideal untuk kebanyakan pasien. mengadopsi pola makan DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) yang kaya akan kalium dan kalsium (diet rendah natrium. dapat menurunkan tekanan darah. mengurangi garam dan berat badan dapat membebaskan pasien dari menggunakan obat. dan dorongan moril.12 BAB 3. dan tidak mengkonsumsi alkohol.

. 18 jenis asam amino.1 Modifikasi Gaya Hidup untuk Mengontrol Hipertensi Modifikasi Penurunan berat badan (BB) Adopsi pola makan DASH Diet rendah sodium Rekomendasi Pelihara berat badan normal (BMI 18. 1996 Keterangan singkatan: BMI (body mass index). Selain itu. sayur. serta kalsium yang diperlukan oleh tubuh.5 – 24. DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension).2 Terapi Farmakologi Herbal Solusi yang terbaik adalah solusi yang bisa memberikan jaminan atas problematika diatas dengan cara memberikan masukan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi obat -obatan alternatif yang berbahan dasar alami dan higienis yaitu berupa teh berbahan dasar bunga Rosella. 3. Bunga Rosella dipilih sebagai bahan dasar karena mengandung 9.6 mg anthocyanin yang mampu menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi setiap hari selama empat minggu yang hampir sama dengan pemberian captopril 50 mg/hari. beberapa hari/minggu Kira-kira penurunan tekanan darah. bunga Rosella juga mengandung Vit C. range 5-20 mmHg/10-kg penurunan BB 8-14 mm Hg1 2-8 mm Hg Aktivitas fisik 4-9 mm Hg18 Tidak mengkonsumsi alkohol Limit minum alkohol tidak lebih dari 2-4 mm Hg 2/hari (30 ml etanol [mis. BB (berat badan).4 g sodium atau 6 g sodium klorida) Regular Aktivitas fisik aerobik seperti jalan kaki 30 menit/hari. Vit A.9) Diet kaya dengan buah.720 ml beer]. tidak lebih dari 100meq/L (2. 300ml wine) untuk laki-laki dan 1/hari untuk perempuan Sumber: Sylvia Escoot.13 Tabel 3. dan produk susu rendah lemak Mengurangi diet sodium.

4.14 BAB 4. Sebagai salah satu solusi alami adalah dengan terapi herbal menggunakan teh rosella dan membiasakan hidup yang sehat serta olah raga yang teratur. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Dari studi pustaka di atas. mereka yang memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol akan mudah terkena hipertensi. dibutuhkan pengkajian yang lebih lanjut terkait aplikasi pemanfaatan pengobatan hipertensi menggunakan teh rosella. dapat disimpulkan bahwa penyakit hipertensi banyak diderita oleh masyarakat yang memiliki latar belakang faktor keturunan.2 Saran Untuk kefalidan data yang ada. .

B. 1998. Saunders Company Winarti. Pathology Implication for The Physical Therapist. 2005. 9th edition. 2006 Goodman. B. PHARMACEUTICAL CARE UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI. Jakarta: Agromedia Pustaka. & Diet Therapy. Sylvia Escoot. Malang : UMM Press Stump. US : W. 2006. Khasiat dan Manfaat Rosella. Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik. Asri. Penuntun Diet edisi baru. 2004. Minuman Kesehatan. Jakarta: Gramedia Depkes. Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan. W. Kathleen Mahan. Faqih. . 1996. 2006.15 DAFTAR PUSTAKA Almatsier. Ruhyanuddin. Krause’s Food. Saunders company Maryati. Herti dkk. Nutrition. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem KARDIOVASKULER. Cathrine Cavallaro. Sunita. Surabaya: Trubus Agrisarana.

16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful