Antihipertensi

Marianti A. Manggau

Hipertensi


    

Optimal sistol < 120, diastol <80 Normal sistol <130, diastol<85 Normal max 130-139, 85-89 Hipertensi ringan (derajat 1)140-159, 90-99 = hipertensi stage-1 Hipertensi sedang (derajat 2) 160-179, 100-109 = hipertensi stage-2 Hipertensi berat = krisis hipertensi > 180 = hipertensi stage-2 Hipertensi sistolik terisolasi >140, <90

Jantung: jantung koroner (angina dan infark miokard). Ginjal: insufisiensi ginjal. insufisiensi jantung. Mata: retinopati .Akibat hipertensi     Pada otak: stroke. demensia. transient ischemic attack. hipertropi jantung kiri.

penyakit ginjal kronis. . feokromositoma. keracunan CO  Diagnosis hipertensi ditegakkan bila kenaikan tekanan darah menetap pada pemeriksaan ulang dalam jarak 1-2 minggu. blok jantung total.Bentuk Hipertensi   Hipertensi primer Hipertensi sekunder (akibat dari perubahan organ secara patologis)  Stenosis arteri renalis. hipertireosis. cushing sindrom.

Patofisiologi        Peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik. . Tidak cukupnya asupan kalium dan kalsium. Defisiensi vasodilator (prostasiklin. Perubahan ekspresi sistem kallikrein-kinin yang mempengaruhi tonus vaskular dan penanganan garam ginjal Diabetes mellitus. nitrit oksida dan peptida natriuretika). Produksi berlebihan hormon yang menahan natrium dan vasokonstriktor. Asupan natrium yang berlebihan.

Pasien dengan diabetes < 130/80 mm Hg.Tujuan Terapi    Kebanyakan pasien < 140/90 mmHg. . Pasien dengan penyakit ginjal kronis < 130/80 mmHg.

Sebelum dan selama pengobatan perlu diperhatikan:  Berhenti merokok  DASH (Dietary approach to stop hypertension) yang kaya akan kalium dan kalsium  Banyak bergerak dan kurangi faktor stres  Membatasi asupan garam < 2.  Menurunkan berat badan pada pasien gemuk  Kontrol dengan saksama bila secara bersamaan mengkonsumsi AINS. kontrasepsi . glukokortikoida.Terapi non Farmakologi Merupakan terapi prehipertensi dan hipertensi.4 g/hari.

Terapi Farmakologi .

Antihipertensi Utama      Diuretika Beta bloker ACE-bloker Antagonis Angiotensin I Antagonis kalsium .

.Antihipertensi Alternatif     Alfa bloker Agonis alfa-2 sentral Penghambat adrenergik dan Vasodilator.

Monoterapi .

5-75/25-50 mg ((1-2 x sehari). torsemida 5 mg/hari (1 x sehari) ---.5 mg/hari (sekali sehari) ---menghambat karier Na+/Cl -. furosemida 20-80 mg/hari (2 x sehari). Furosemida (diuretika jerat henle) bumetanida 0. dapat menyebabkan hiperkalemia. klortalidon 6. Spironolakton: eplerenon 50 – 100 (1-2 x sehari) spironolakton 25 – 50 mg (1 x sehari).menghambat karier Na+ /K +/Cl -. .5-4 mg (2 x sehari). Indapamida 1. metolazone 0.Diuretika     Tiazida: Hidroklorotiazida 12. Spironolakton/HCT 25-50/25-50 mg. Diuretika hemat kalium: Triamteren 50-100 mg (1-2 x sehari).25-25. Triamteren/HCT 37. terutama kombinasi dengan ACEI. KI pada pasien ginjal kronis.5-50.25-2.5.

migrain dan tirotoksikosis.5-10 mg. sotalol 80-160 mg/hari. pentobutolol 10-40 mg (1x). Kardioselektif Atenolol 25-100 mg/hari (1xsehari). labetolol 200-800 mg/hari (2x).Betabloker   Hati-hati: pemberhentian tiba-tiba menyebabkan rebound hypertension.5 – 50 mg/hari (2x). propranolol 160-480 mg/hari. keuntungan tambahan pada pasien dengan esensial tremor.   Aktivitas simpatomimetik intrinsik: asebutolol 200-800 mg (2x). metoprolol 50-200 mg/hari (1xsehari).5-10 mg/hari (1xsehari). Pindolol 10-60 mg (2x).  Non selektif: memperparah asma. carteolol 2. penambahan penyekat mengakibatkan hipotensi ortostatik. . Nadolol 40-120mg/hari (1xsehari). bisoprolol 2. Campuran penyekat a dan b  Karvedilol 12. betaxolol 5-20 mg/hari (1xsehari).

glomerulonefropati.Penghambat ACE Kaptopril (12. penyakit jantung iskemia  .5-75 mg) 2-3 x CAPOTEN  Enalapril (5-20 mg) 1-2x VASOTEC  Lisinopril (5-20 mg) 1x PRINIVIL  Perindopril (2-8 mg) 1x ACEON  Trandolapril (1-4 mg) MAVIC  Ramipril (2.5-10 mg) 1 atau 2x ALTACE  Indikasi: hipertensi diabetes.

Antagonis Reseptor AT1       Losartan 50-100 mg/hari 1 atau 2 (COZAAR) Candesartan 8-32 mg/hari (ATACAND) Irbesartan (AVAPRO) Valsartan (DIOVAN) Telmisartan (MICARDIS) Eprosartan (TEVETEN) .

Antisimpatotonika   a2-simpatomimetika yang bekerja sentral atau agonis reseptor imidasol: klonidin (CATAPRES). guanfasin (TENEX) Reserpin . guanabenz (WYTENSIN).

karena penghambat reseptor-b tidak dapat diberikan . penyakit saluran nafas obstruktif.Antagonis Kanal Kalsium      Nifedipin 5-10-20 mg Gallopamil 75-150 mg Diltiazem 180 mg pada pasien usia tua.

BNP. angiedema. Efek samping batuk.Omapatrilat 40-80 mg dapat dibuktikan adanya penurunan tekanan darah yang jelas pada pasien hipertoni. CNP).Penghambat vasopeptidase menghambat di samping enzim pengkonversi angiotensin juga enzim endopeptidase netral. metallo-proteinase yang mengkatalisis hidrolisa peptida (peptida natriuretik atrial. . ANP. . brain natriuretik peptide. C-type natriuretic peptide.

dosis maksimal 800 µg/min . pada operasi pembuluh) untuk dapat mengatur hipotensi dosis rata-rata sekitar 3 µg/kg BB dan menit. . penghambatan pelepasan kalsium dari retikulum endoplasma yang diperantarai IP3. Natrium nitroprusid mengobati krisis tekanan darah maupun pada tindakan operasi tertentu (misalnya pada operasi di daerah kepala dan leher.Vasodilator lain yang bekerja secara langsung pada otot halus   Dihidralasin dan Hidralasin.

Pembuka kanal kalium Minoxidil diberikan bersama-sama dengan diuretika dan penghambat b-adrenoseptor atau suatu a2-simpatomimetikum yang bekerja sentral dosis 5 .40 mg dan Diasoksida Dindikasikan pada krisis tekanan darah hipertoni maupun tekanan darah yang resisten terhadap pengobatan. Dosis rata-rata sebesar 300 mg i.v. .

tensobon comp = HCT + kaptopril)  .Kombinasi Dua Obat  Diuretika dan Beta bloker (Concor Plus = Bisoprolol + HCT. Trasitensin = oksprenolol + klortalidon)  Kalsium antagonis (Sali-Adalat = mefrusid + nifedipin. Veratide = HCT + verapamil)  Penghambat ACE (Capozide = HCT + kaptopril.

Kombinasi Dua Obat     Kalsium antagonis dan Beta bloker (Tredalat = nifedipin + asebutolol. Niften = nifedipin + atenolol) Penghambat ACE Diuretika + reserpin Diuretika + a2-simpatomimetika .

Kombinasi Tiga Obat    Diuretika + beta bloker + vasodilatator Diuretika + Penghambat ACE (atau AT1bloker) + kalsium antagonis Diuretika + a2-simpatomimetika + vasodilatator .

5 mg jika belum cukup  Diasoxid 150-300 mg injeksi cepat juga jika tidak ada Kontraindikasi furosemidan20-40 mg.25 mg-12. bisa diulang Efek belum nampak suntikan iv lambat klonidin 0.  . atau/dan dihidralazin 6.3 mg i.v.075 mg Jika efek tidak ada segera dibawa ke klinik: Injeksi lagi klonidin 0.Terapi Hipertensi Darurat    Pemberian oral 10 mg nifedipin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful