You are on page 1of 8

I.

Judul

: Reaksi Eksoterm dan Endoterm

II.

Tujuan

: Mengetahui Reaksi Eksoterm dan Endoterm

III. IV.

Tempat dan Waktu Alat dan bahan

: :

a. Alat :  Tabung Reaksi  Rak Tabung Reaksi  Tutup Tabung Reaksi  Spatula Kaca  Penjepit Tabung  Pembakar Bunsen

b. Bahan :  Batrium hidroksida hidrat (Ba(OH)2 . 8H2O)  Tembaga(II) karbonat hidrat (CuCo3 . xH2O)  Amonium klorida (NH4Cl)  Pita magnesium  Larutan HCl  Lakmus merah

V.

Cara kerja 1. Campurkan masing-masing 2 spatula Ba(OH)2 . 8H2O dengan NH4Cl ke dalam tabung reaksi. Aduk campuran tersebut sampai merata, lalu tutuplah tabung reaksi dengan gabus. Peganglah tabung tersebut dan rasakan temperaturnya. Biarkan sebentar, kemudian tabung reaksi dibuka. Ciumlah bau gas yang timbul. 2. Masukkan pita Mg ke alam tabung reaksi yang berisi HCl. Rasakan temperaturnya dengan memegang tabung reaksi. Masukkan lakmus merah ke dalam larutan. 3. Maukkan 1 spatula tembaga(II) karbonat ke dalam tabung reaksi. Panaskan tabung sampai mulai terjadi perubahan pada tembaga(II) karbonat. Segera hentikan pemanasan. 4. Amati dan catat pengamatan.

VI.

Landasan Teori 1) Reaksi eksoterm yaitu reaksi yang membebaskan kalor, kalor mengalir dari sistem ke lingkungan (terjadi penurunan entalpi), entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda negatif. Pada reaksi eksoterm umumnya suhu sistem menjadi naik, adanya kenaikan suhu inilah yang menyebabkan sistem melepas kalor ke lingkungan. Reaksi eksoterm: DH = HP - HR < 0 atau DH = (-) Pada reaksi eksoterm, kalor mengalir dari sistem ke lingkungan sehingga entalpi sistem akan berkurang, artinya entalpi produk (Hp) lebih kecil dari pada entalpi pereaksi (Hr). Oleh karena itu perubahan entalpinya (ΔH) bertanda negatif. Ciri-ciri reaksi eksoterm antara lain… 1. Melepasakn kalor 2. Kalor pindah dari system kelingkungan 3. Enthalpi sistem sebelum reaksi lebih besar dari enthalpy sesudah reaksi (HR>HP). 4. Perobahan enthalpy kecil dari 0 (ΔH < 0) atau negatif. 5. Terjadinya kenikan suhu

6. Diagram energinya sebagai berikut

contoh pristiwa eksoterm : batu kapur direndam dalam air, cuaca terasa panas pada saat hujan akan turun. membakar minyak tanah di kompor minyak dan nyala api unggun. 2) Reaksi Endoterm yaitu reaksi yang memerlukan kalor, kalor mengalir dari lingkungan ke sistem (terjadi kenaikan entalpi), entalpi produk lebih besar daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda positif. Pada reaksi endoterm umumnya suhu sistem terjadi penurunan, adanya penurunan suhu inilah yang menyebabkan sistem menyerap kalor dari lingkungan. Reaksi endoterm: DH = HP - HR > 0 atau DH = (+) Pada reaksi endoterm,sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan bertambah, artinya entalpi produk (Hp) lebih besar dari pada entalpi pereaksi (Hr). Akibatnya, perubahan entalpinya (ΔH) bertanda positif. Reaksi endoterm adalah reaksi yang melepaskan kalor. Ciri-ciri reaksi endoterm antara lain… 1. Memerlukan kalor 2. Kalor pindah dari kelingkungan ke sistem 3. Enthalpi sistem sebelum reaksi lebih kecil dari enthalpy sesudah reaksi (HR 4. Perobahan enthalpy besar dari 0 (ΔH > 0) atau positif. 5. Mengalami penurunan suhu 6. Diagram energinya sebagai berikut

Contoh reaksi endoterm : es berobah jadi air, pelarutan urea dalam air, Ba(OH) dalam ammonium clorida

VII. No.

Hasil Pengamatan Kegiatan Pengamatan -Suhu campuran adalah dingin/turun

1 a Pencampuran Ba(OH)2 . 8H2O dan NH4Cl

b Pembauan gas

-Menghasilkan bau gas yang menyengat (busuk)

2 a Pencampuran Mg dan HCl

-Terjadi reaksi kimia -Mengeluarkan banyak gelembung -Pita Magnesium melebur dan mulai habis -Reaksi menimbulkan uap -Menghasilkan panas

b Pemeriksaan larutan dengan kertas lakmus merah dan biru

-Lakmus merah tidak berubah warna -Lakmus biru berubah menjadi merah

3 a Pemanasan CuCO3 . xH2O

-Reaksi berjalan dari serbuk menjadi cair -Warna serbuk berubah menjadi hitam pekat

b Penghentian pemanasan

-Reaksi berhenti, cair berubah kembali ke serbuk

VIII.

Pembahasan

Percobaan 1 :

Pencampuran Ba(OH)2 . 8 H2O dan NH4Cl. Pembauan gas, menghasilkan suhu dingin dan bau gas yang menyengat. Reaksi ini termasuk reaksi endoterm. Reaksi endoterm mempunyai Hr > Hp sehingga ∆H berharga positif. Maka persamaan termokimianya adalah Ba(OH)2 . 8 H2O(s) + 2NH4Cl(s) → Ba(OH)2(aq) + 2 NH4OH(aq) ∆H = +

Percobaan 2 : Pencampuran HCl dan pita Magnesium menghasilkan panas. Reaksi kimia yang menghasilkan panas adalah reaksi eksoterm. Reaksi eksoterm mempunyai Hr <> 2HCl(l) + Mg(s) → MgCl2(aq) + H2(g) ∆H = -

Reaksi diatas eksoterm : H1 > H2 , perubahan entalpi ΔH adalah H2 – H1 berharga negatif.

Percobaan 3 :

Pemanasan CuCO3 ketika pemanasan dihentikan maka reaksi ikut berhenti. Dengan kata lain reaksi ini memerlukan kalor. Reaksi ini termasuk reaksi endoterm. Reaksi endoterm mempunyai Hr > Hp sehingga ∆H berharga positif. Persamaan termokimianya adalah CuCo3(s) → CuO(s) + CO2(g) ∆H = +

IX.

Kesimpulan 1) Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai pelepasan kalor ke lingkungan dan mempunyai harga perubahan entalpi negatif. 2) Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem dan mempunyai harga perubahan entalpi positif. 3) Berdasarkan ciri-ciri reaksi eksoterm dan endoterm, reaksi (2) termasuk reaksi eksoterm, sedangkan reaksi (1) dan (3) termasuk reaksi endoterm.

DAFTAR PUSTAKA

Parning dan Horale dan Tiopan. 2012. Kimia 2A. Cetakan kedua. Jakarta: Yudishtira

http://rayhanluthfiawa.wordpress.com/kimia-kelas-xi/termokimia/materi-pelajaran/

http://bandoqueen.blogspot.com/2012/02/praktikum-kimia.html

http://kimirochimi.blogspot.com/2012/04/laporan-praktikum-eksoterm-dan-endoterm.html