You are on page 1of 46

KONSEP DAN APLIKASI

CUTOFF GRADE
Pada
EVALUASI CADANGAN
Cutoff grade adalah jumlah
minimum ore grade yang dapat
diambil/digali dalam suatu
penambangan pada kondisi
ekonomi saat itu.
Cutoff grade secara umum
digunakan untuk membedakan
antara ore dan waste
berdasarkan dari kadar/grade
yang terkandung dalam suatu
orebody yang telah
ditentukan/ditetapkan.
Cutoff grade terutama digunakan dalam
perhitungan pelaksanaan/operasi
penambangan
Dikarenakan suatu cadangan akan habis
diambil/digali, maka penggalian harus
dilakukan sedemikian rupa untuk
memaksimalkan Net Present Value (NPV)
dalam kaitannya untuk merealisasikan
tujuan dari tambang
NPV operasi penambangan
bergantung pada variabel-variabel
yang saling berhubungan seperti:
• Penambangan dan kapasitas pabrik
penggilingan (milling capacities)
• Urutan pengambilan/penggalian
dan cutoff grade
Urutan pengambilan/penggalian tergantung
dalam tingkat produksi (rate of production),
distribusi grade/kadar dalam endapan, dan
cutoff grade; sedangkan cutoff grade tidak
dapat ditentukan tanpa mengetahui urutan
pengambilan/penggalian dan kapasitas dari
penambangan. Penentuan dari kapasitas
pengambilan/penggalian berhubungan
langsung terhadap cutoff grade dan urutan
pengambilan/penggalian
Perencanaan penambangan adalah suatu
proses yang menggambarkan satu set nilai
(value) untuk setiap variabel-variabel selama
siklus tambang. Tantangan terbesar selama
perencanaan tambang ialah untuk
menentukan kapasitas dari sistim penggalian
yang sejalan dengan distribusi grade dari
cadangan melalui kebijakan cutoff grade
dalam suatu penentuan kapasitas suatu biaya
ekonomi berhubungan dengan kapasitas
penggalian dalam sistim tambang.
Dilihat dari definisi cutoff grade sendiri,
maka cuttof grade dapat berubah
seiring dengan waktu bergantung
pada perubahan berbagai faktor
seperti misalnya harga komoditas,
biaya operasi, dan pajak.
Melihat hal tersebut diatas, maka
sebaiknya nilai cutoff grade harus di-
update secara rutin untuk membantu
dalam perencanaan tambang.
Kegunaan Cutoff Grade
Cutoff grade adalah kadar
yang untuk alasan tertentu
digunakan untuk
memisahkan dua arah
tindakan,
Alasan pertama
Pertama, alasan untuk menentukan cutoff grade
biasanya berkaitan dengan karakteristik ekonomi dalam
proyek penambangannya.
1. Ketika menambang ada beberapa hal yang
harus difikirkan, yaitu perlukah blok material
berikutnya ditambang dan diproses;
ditambang dan disimpan (stocck pile);
ditambang (untuk mengekspos bijih) dan
dikirim ke waste dump; atau tidak ditambang
samasekali
Untuk menentukan hal tersebut diatas kadar
(grade) dari blok digunakan untuk membuat
keputusannya.
2. Untuk blok yang secara sengaja
ditambang, akan menimbulkan biaya
penambangan, proses, dan
pemasaran
Karena kadar (grade) dari material yang
dapat membayar/menutupi biaya ini
tetapi bila memilih tidak melakukan
stripping merupakan break-even
mining cuttoff grade.
Langkah pengambilan
blok bijih

1. Buat Blok Model Net Value
-1 -1 -1 -1 -1 +1 -1
+7
-2 +4 -2 -2 -2
+1 -3
2. Ambil Blok Yang Paling Memungkinkan dan
Menguntungkan
-1 -1 -1 -1 -1
+1
-1
-2 -2 +4 -2 -2
+7 +1 -3
+1
3. Lakukan langkah yang sama
-1 -1 -1
-1 -1 -1
-2 -2
+4
-2 -2
-3 +1 +7
- 1 – 1 – 1 + 4 = +1
-1
4. Ambil blok-blok Terahir
-1 -1
-2 -2
-2 -2
+7
+1 -3
- 1 – 1 – 2 – 2 + 7 = + 1
-1 +1 -1 -1 -1 -1 -1
-2 -2 +4 -2 -2
+7 +1 -3
5. Posisi Ultimate Limit
Net Value Keseluruhan = + 7 + 4 – 2 -2 – 1 – 1 – 1 – 1 – 1 – 1 + 1 = +3
Pit cutoff grades biasanya lebih tinggi
dari break-even cutoff grade (BCOG)
Cutoff grades menurun seiring dengan
pendewasaan tambang/perkembangan
tambang dan mendekati BCOG
Material dibawah BCOG selalu
terbuang; material diatas COG
mungkin adalah bijih (ore)
yang diharapkan.
Kesalahan yang umum yaitu memilih
grade secara tidak konstan/berubah-ubah
(contoh, 0.34 g/t = 0.0103/st gold) dan
menggunakan nilai tersebut sebagai
cutoff untuk perkiraan sumber daya
geologi.
Hal ini biasanya merupakan hasil dalam
pernyataan yang berlebihan atas
sumberdaya dalam perbandingannya
terhadap persediaan bijih (ore)
3. Break-even cutoff grade (BCOG), merupakan cutoff
grade yang diterima secara umum untuk tujuan
perkiraan/estimasi persediaan bijih (ore-reserve
estimation), dengan kalkulasi sebagai berikut:
|
|
.
|

\
|
÷ ÷ ×
+ +
=
Royalties
FSR
Cost ice ery
A G
Cost
PROCESS
Cost
MINE
Cost
BCOG
Pr cov Re
&
dimana:
Recovery = proses recovery
Price = harga jual produk
Cost FSR = Biaya pengangkutan, penjualan, penyulingan
Royalties = biaya royalty
Cost PROCESS = biaya proses
Cost MINE = biaya penambangan biji (ore) dan limbah
Cost G&A = biaya administrasi dan umum
4. Kebutuhan akan estimasi yang akurat atas
COG terlihat dalam gambar dibawah ini
Gambar 1. Kadar biji (ore grade) dan persentase dari total tons dan
kandungan emas untuk tipical low-grade deposit emas
20%
39%
Menunjukan hubungan antara COG
dan kadar biji (ore grade), tonasi biji
(ore tonnage), dan kandungan Au
untuk typical, low-grade deposit Au.

Tercatat perbedaan antara sumber
daya, pada COG 0.01 oz/st Au, dan
persediaan biji (ore) potensial pada
0.018 oz/st Au, terlihat adanya
penurunan 20% oz Au dan 39%
penurunan dalam tonasi biji (ore).
Alasan kedua.
Alasan cutoff grade yang kedua dapat
digunakan untuk blok yang terletak
dibawah cutoff grade penambangan
(mining cutoff grade) dan tidak akan
ditambang hanya untuk
value/nilai/keuntungan perusahaan.
Blok-blok ini dapat ditambang
sebagai limbah (waste) dengan
blok biji (ore blok) yang lebih
dalam.
Biaya untuk menambang blok-blok ini teratasi
dengan bijih yang lebih dalam (the deeper ore)
Tujuan akhir dari blok-blok ini hanya
dipengaruhi oleh biaya untuk blok-blok
tersebut saat telah ditambang
Dapat diproses jika dapat membayar untuk
hanya biaya proses dan biaya pemasaran
Karena pendapatan (revenue) untuk blok
tidak perlu menutupi (to cover) biaya
penambangan, cutoff grade
penggilingan (milling cutoff grade) lebih
rendah dari cutoff grade penambangan
(mining cutoff grade)
CARA PERHITUNGAN
CUTOFF GRADE
Perhitungan cutoff grade
biasanya tergantung pada
point dari keputusan cutoff
dalam siklus tambang.
Ketika memutuskan untuk
menambang satu blok lagi pada akhir
masa siklus tambang, satu-satunya
biaya yang digunakan yaitu biaya
operasi dan minimum profit yang
menggambarkan biaya peluang
(opportunity cost) dari penggunaan
dana untuk hal lain.
Misalnya dalam keputusan untuk
menambang satu tahun lagi, biaya
yang timbul adalah:
- biaya operasi kontan (cash operating
cost)
- ditambah modal pengganti yang
dibutuhkan
- ditambah semua biaya administrasi
dan umum (G&A) yang mungkin timbul
Untuk menambang dalam
taraf perencanaan, biaya yang
akan digunakan lebih rumit;
meliputi
semua biaya langsung dari
penambanagan
biaya pengeboran, biaya peledakan,
biaya memuat (loading), biaya
pengangkutan (hauling)
yaitu
semua biaya langsung
pemrosesan.
biaya menghancurkan (crushing),
biaya angkutan (conveying), biaya
penggilingan (grinding), dan biaya
concentrating.
yaitu
biaya langsung pemasaran
tergantung pada bentuk akhir dari
produk, termasuk penanganan
pembersihan (concentrate handling),
peleburan, pengilangan (refining), dan
transportasi
biaya langsung tambahan
royalty dan pajak
biaya overhead (Overhead charges)
Biaya umum dan administrasi pertambangan,
pegawai kantor pabrik (mill) dan administrasi
hanya dapat diperhitungkan sampai ukuran
pit ditentukan; oleh sebab itu subjek harus
diperbaiki untuk yang akan datang.
Depresiasi
Digunakan untuk tujuan menentukan
ukuran pit
Ukuran pit meningkat seiring
beban dari beberapa biaya
dapat dihilangkan.
Biaya-biaya yang lebih rendah
dihasilkan dalam cutoff grade
yang lebih rendah, yang
ditemukan/dihasilkan dalam
tambang yang lebih besar
Material dalam penambahan
C hanya dapat ditambang
secara ekonomis setelah
pabrik (plant) telah
didepresiasi; hanya biaya
cash langsung yang dapat
ditutupi.
Profit minimum dapat tergabung (incorporated)
kedalam cutoff grade dengan alasan untuk
menambah profit:
Menegaskan bahwa sebuah blok adalah bijih
(ore), hanya jika dapat ditambang dan diproses
sehingga menghasilkan profit, dan
Menetapkan limit ekonomi bawah dimana
perusahaan akan menganggap / melihat alternatif
investasi lebih menarik
Tingkat laba minimum sulit untuk ditetapkan,
karena:
- Perhitungan laba yang sebenarnya harus meliputi peran
dari depresiasi, penipisan persediaan (depletion) dan
pajak; tetapi pada tahap design hal-hal ini tidak diketahui
- Biaya lain dan perubahan dalam pendapatan dapat
dimasukan bila diketahui
Sebagai contoh, recoveries yang berubah-ubah sesuai
dengan tingkat biji (ore grades)
- Biaya penambangan yang berubah-ubah yang sesuai
dengan jarak atau elevasi (elevation) dari pengangkutan
(haulage)
- Waktu keterlambatan antara stripping limbah dari blok
biji (block of ore) dan penambangan dari biji (ore)
- Tingkatan dari pengalaman ini jarang dibenarkan pada
tahap design awal (initial design stage); nilai yang cocok
/ pantas jarang dibutuhkan
CONTOH PERHITUNGAN
Terimakasih