1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Salah satu kebutuhan pokok manusia dan makhluk hidup lainnya adalah makan. Makanan berperan sebagai kebutuhan primer, setiap manusia membutuhkan makanan sebagai kebutuhan pokoknya dalam melangsungkan kehidupan. Makanan adalah produk pangan yang siap hidang atau yang langsung dapat dimakan. Makanan biasanya dapat dihasilkan dari bahan pangan setelah terlebih dahulu diolah atau dimasak ( Soekarto, 1990). Dilihat dari pentingnya makanan bagi kelangsungan hidup manusia, seharusnya kita harus lebih memperhatikan makanan yang kita konsumsi sehari-hari agar kesehatan tetap terjaga, untuk itu kita harus mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Agar hidup kita selalu sehat, kita harus selektif dalam memilah dan memilih makanan. Karena apa yang kita konsumsi akan diserap oleh tubuh. Saat ini sulit rasanya untuk menemukan makanan sehat dan bergizi. Kebanyakan makanan yang dijajakan tidak terjamin baik untuk kesehatan konsumen. Semakin mahalnya bahan baku makanan membuat para penjual melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan tanpa memperhatikan kesehatan konsumennya. Selain itu, perubahan zaman membuat manusia semakin mobil yang memaksa mereka untuk selalu bergerak cepat, termasuk dalam hal makanan. Sehingga sekarang ini makanan cepat saji atau makanan instan menjadi pilihan utama tanpa memperdulikan akan dampaknya bagi tubuh. Karena makanan cepat saji tentu banyak mengandung bahan pengawet dan bahan tambahan makanan lain yang jika dikonsumsi secara terusmenerus akan menimbulkan dampak yang serius bagi tubuh. Seperti halnya makanan cepat saji atau makanan instan, jajanan gorengan yang biasanya kita peroleh di pinggir jalan, terminal, maupun yang dijual di sekolah-sekolah belum tentu terjamin kebersihannya, baik bersih dari bahan pencemar biologi, seperti bakteri, maupun bersih dari bahan pencemar non-biologis, seperti debu dan timbal. Karena pencemaran makanan bisa terjadi kare na banyak faktor, baik dari bahan-bahan

2

yang dipakai, proses pembuatan, pemasakan, pengemasan, distribusi, sampai pada tempat dimana mereka dijajakan akan sangat mempengaruhi kualitas makanan. Banyak faktor yang membuat gorengan tidak baik untuk dikonsumsi, apalagi anak-anak sekolah dasar yang masih dalam masa pertumbuhan, salah satunya bisa dilihat dari bahan-bahan yang dicampurkan digorengan yang sudah tidak segar lagi, pemakaian minyak goreng curah dari proses penjernihan minyak jelantah yang mengandung benzene yang dapat memicu terjadinya kanker. Tidak hanya itu, gorengan ternyata mengandung tinggi lemak (trans fat) serta ada isu yang menyatakan bahwa ada penambahan plastic pada minyak goreng panas dengan tujuan supaya gorengan tetap renyah setelah beberapa jam pengorengan. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik mengangkat permasalahan mengenai gorengan yang berlokasi diterminal Sekolah Dasar Negeri 02 Inderalaya Utara kabupaten Ogan Ilir untuk menggambarkan perilaku siswa dalam mengkonsumsi jajanan gorengan mengingat banyaknya siswa mengkonsumsi gorengan setiap harinya.

1.2. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah: Bagaimana gambaran perilaku mengkonsumsi gorengan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Inderalaya Utara kabupaten Ogan Ilir.

1.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan atau mendeskripsikan perilaku mengkonsumsi gorengan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Inderalaya Utara kabupaten Ogan Ilir tahun 2013.

1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Teoritis a. Hasil penelitian ini dapat memperkaya hazanah ilmu pengetahuan mengenai pencemaran makanan.

4. Lingkup Materi Materi penelitian ini lebih fokus pada penggambaran atau mendeskripsikan perilaku siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir dalam mengkonsumsi jajanan gorengan.3. 1. . Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Indralaya Utara Ogan Ilir agar memiliki pengawasan yang baik terhadap makanan dan tetap berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan terutama makanan yang tidak diolah sendiri. 1.2.2.5.1. 1.5. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi dalam penelitian selanjutnya yang berkenaan dengan makanan. 1. Manfaat Praktis a. Lingkup Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2013.5.3 b.5. Ruang Lingkup 1. Lingkup Lokasi Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 02 Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.

dan masih banyak lagi contoh makanan jajanan lainnya (Anandari. atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. makanan gorengan. 2012). pedagang kaki lima. zat energi. Contoh makanan jajanan yang banyak dijajakan di pasar atau di warung makanan antara lain mie ayam. Makanan jajanan adalah makanan yang berasal dari luar rumah. Definisi Makanan dan Makanan Jajanan Makanan adalah segala bahan yang kita makan atau masuk ke dalam tubuh yang membentuk atau mengganti jaringan tubuh.1. atau mengatur semua proses dalam tubuh (KBBI. 2. siomay. makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga. 2010. 942/Menkes/SK/VII/2003. Menurut Kepmenkes RI No. pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. memberikan tenaga. dan atau komponen lain ke dalam lingkungan. .2. dan warung makanan. bakso. seperti yang dikutip oleh Lasmini (2012). Definisi Pencemaran Menurut Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. rumah makan atau restoran dan hotel. dikutip dari Lasmini. 1998:617). 4 Tahun 1982.4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. pempek. misalnya makanan yang dibeli dari pedagang makanan keliling.

melon. dan mie ayam. pisang goreng. 4) Buah-buahan: semangka. Peran penjamah makanan. kerupuk. spageti kering. Gangguan Akibat Makanan Jajanan Menurut BKKBN (2005) dikutip Nurhayati (2005) dan dikutip oleh Lasmini (2012). 2. lumpia basah. pempek. yaitu: . mie goreng. jeli. tahu goreng.5.6. dan es mambo. es infuse. 1997). mangga. klasifikasi makanan jajanan secara umum ialah sebagai berikut: 1) Jajanan utama: bakso. 2. batagor. dan bihun. kebersihan badan penjamah makanan. Faktor Kontaminan Makanan Terkontaminasinya makanan terutama disebabkan oleh berbagai faktor antara lain pengetahuan penjamah makanan masih rendah. terutama perilaku sehat. 3) Kue dan makanan cemilan: agar-agar. gado-gado. dan jambu. 2) Minuman: es campur. telor dadar. siomay. pepaya. sanitasi makanan dan sanitasi lingkungan sangat penting dalam penyediaan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan. ada beberapa gangguan yang dapat diakibatkan dari makanan jajanan. 2. Klasifikasi Makanan Jajanan Seperti yang dikutip oleh Lasmini (2012) dari Aminah dan Himawan (2009). bakwan. rujak. es cendol. es warna.4. Definisi Gorengan Gorengan adalah berbagai jenis makanan yang dicelup adonan tepung dan kemudian digoreng celup dalam minyak goreng panas yang banyak (wikipedia.3.org). telor gulung.5 2. Makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri dapat menimbulkan infeksi maupun keracunan makanan bila dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh (Fardiaz. kebersihan alat makan dan sanitasi lingkungan. kue apem.

daya ingat terganggu. konsep HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point ) memuat peralihan .8. sulit berkonsentrasi. 2) Makanan yang tidak bersih dapat tercemar bakteri E. depresi sistem saraf.6 1) Jajanan yang dijual di pinggir jalan dapat tercemar oleh timbal (Pb) yang berasal dari sisa pembakaran atau asap kendaraan bermotor. Keracunan Pb kronik ditandai dengan depresi. 2. Gejala yang timbul mual. Dalam dosis tinggi.coli. tidak bisa kencing. bahkan kematian dapat terjadi dalam waktu 1-2 hari. Seperti sakit perut akut. muntah darah. termasuk makanan jajanan. kerusakan ginjal. sakit perut hebat. Gangguan yang disebabkan oleh bakteri ini adalah sakit perut. bahkan kematian. formalin menyebabkan kejang-kejang. Manajemen Pengendalian Dari beberapa referensi yang kami peroleh. Definisi Keamanan Makanan Menurut Moehyi (1992) dikutip Lasmini (2012). 4) Jajanan dengan pewarna rhodamin B dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati. dan sulit tidur. kerusakan ginjal. muntah. anemia berat.7. sakit kepala. Seperti yang kami kutip dari hasil penelitian Iffa Zulfana dan Sudarmaji (2008). 2. serta kegagalan peredaran darah. kelainan fungsi otak. dan gangguan pencernaan lainnya. keamanan makanan diartikan sebagai terbebasnya makanan dari zat-zat atau bahan yang membahayakankesehatan tubuh tanpa membedakan apakah zat itu secara alami terdapat dalam bahan makanan yang digunakan atau tercampur secara sengaja atau tidak sengaja ke dalam bahan makanan atau makanan jadi. muntah-muntah. diare. manajemen pengendalian risiko dari makanan jajanan berbahaya dapat berupa penerapan konsep HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point ) pada produsen pangan. 3) Jajanan yang menggunakan formalin dan boraks dapat mengakibatkan gangguan pencernaan.

Penerapan HACCP tidak hanya terbatas pada industri pangan modern tetapi juga dapat diterapkan dalam pengelolaan makananuntuk pasien di rumah sakit.Usia . Agar konsep HCCP ini berjalan dengan baik serta dapat memberikan dampak positif yang kita harapkan.Jenis kelamin Lingkungan : .Pekerjaan . tentunya penerapan HCCP harus menyeluruh diberlakukan pada produsen makanan. bahkan dalam pembuatan makanan jajanan. Blum .Ras . dan penerapannya di dalam produksi makanan yang aman telah diakui WHO sebagain metode yang efektif untuk mengendalikan foodborne disease.Rumah sakit Kerangka Teori Hendrik.Tindakan Genetik/ keturunan : .7 penekanan dari pengujian produk akhir menjadi pengendalian dan pencegahan aspek kritis produksi pangan. Hal ini juga memerlukan pengawasan dan komitmen yang kuat untuk menjaga konsistensi serta kontinuitas prosesnya.Kondisi lingkungan sosial Derajat Kesehatan Pelayanan kesehatan : .9. 2. katering atau jasa boga.Pengetahuan .Kondisi sanitasi lingkungan .Sikap . tidak terkecuali produsen makanan jajanan gorengan yang umumnya berasal dari industri rumah tangga. L.Puskesmas . makanan untuk hotel dan restoran. Kerangka Teori Perilaku : .

Iklim Gambar 3. genetika. Blum diatas dapat digambarkan bahwa Kesehatan Siswa Sekolah Dasar memiliki banyak faktor resiko yang mempengaruhi yaitu perilaku. Bila salah satu faktor tersebut terganggu maka akan berpengaruh terhadap derajat kesehatan siswa Sekolah Dasar itu sendiri. dan pelayanan kesehatan.L. Sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu Analisis Perilaku Konsumsi Gorengan di Sekolah Dasar Negeri 02 Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2013.1 Kerangka Konsep Analisis Perilaku Konsumsi Gorengan Di Sekolah Dasar .8 BAB III KERANGKA PIKIR DAN DAFTAR ISTILAH 3. lingkungan. maka kerangka pikir ini adalah sebagai berikut Analisis Perilaku konsusi gorengan di SDN 02 Inderalaya Utara Menganalisis minat dan perilaku kunsumen terhadap gorengan Menganalisis perilaku penjual gorengan seperti PHBS Menganalisis bentuk fisik dari minyak gorengan yang dipakai Menganalisis bentuk fisik dari gorengan itu sendiri Lingkungan : Kondisi tempat jualan gorengan .1. Kerangka Pikir Berdasarkan dari teori H. Status kesehatan akan optimal bilamana semua faktor tersebut secara bersama-sama dalam kondisi yang optimal pula.

serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan kuisioner 2 Minat konsumen menurut Simamora (2002:131) minat wawancara adalah sesuatu yang pribadi dan terhadap gorengan berhubungan dengan sikap. Daftar Istilah Tabel 3. individu yang berminat terhadap suatu obyek akan mempunyai kekuatan atau dorongan untuk melakukan serangkaian tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan objek tersebut. tidak merokok saat berjualan dan berpakaian bersih dan rapi Hanya menganali sis 4 Bentuk fisik minyak Bentuk fisik dari minyak goreng Wawancara goreng yang dipakai yaitu dinilai dari : dan observasi -sumber minyak goreng: apakah minyak tersebut minyak jelanta atau minyak yang baru di beli. Perilaku ini seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum memulai pekerjaan. penggunaan.2.9 3. menggunakan air yang bersih.1 Daftar Istilah N o 1 Variable Definisi Cara ukur Alat ukur Perilaku konsumsi proses dan aktivitas ketika seseorang wawancara berhubungan dengan pencarian. pembelian. kuisioner . gorengan pemilihan. Jadi minat konsumen gorengan adlah keinginan seseorang untuk mmbeli gorengan tersebut kusioner 3 Perilaku gorengan penjual Perilaku penjual gorengan adalah observasi sikap dari penjual gorengan tersebut dalam menjual dagangannya seperti perilaku hidup sehat dan bersih.

10 -bau dari minyak tersebut.campuran dari minyak goreng tersebut apakah dalam penggorengan minyak itu di campur dengan plastik atau tidak -kejernihan minyak goreng -proses menggoreng jika terjadi banyak busa maka minyak tersebut sudah sering kali di pakai dan sudah lama tidak di ganti 5 Bentuk gorengan fisik Bentuk fisik gorengan dinilai dari : Wawancara dan -gorengan yang akan digoreng observasi menggunakan campuran penyeap atau MSG -kertas pembungkus gorengan juga dapat berdampak bagi kesehatan -plastik pembungkus gorengan 6 Kondisi lingkungan Kondisi lingkungan yang di observasi maksud yaitu kondisi dimana penjual menjual gorengannya apakah di pinggir jalan atau di tempat yang layak Hanya menganali sis kuisioner . .

Informan yang mengkonsumsi gorengan yang tidak berasal dari SDN 02 Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Populasi Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengkonsumsi gorengan di SDN 02 Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. 4.2.2. akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.3. Jenis.1. 2.3.1 Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a.1. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan secara wawancara mendalam terhadap informan dimana data yang menyangkut variabel bebas atau risiko dan variabel terikat atau variabel akibat.2. Sampel Pengambilan sampel yang dilakukan pada penelitian ini adalah orang dikarenakan pada penelitian kualitatif dan menggunakan teknik wawancara mendalam dengan sampel kecil diharapkan sudah bisa menggambarkan kondisi sebenarnya. b. Populasi dan Sampel Penelitian 4. Data Primer meliputi informasi dari responden mengenai variabelvariabel yang diteliti. Kriteria ekslusi : 1. Cara dan Alat Pengumpulan Data 4. NAB mengenai makanan. Informan yang tidak mengkonsumsi gorengan 1 bulan terakhir. Data Sekunder meliputi informasi tentang pencemaran makanan. .2.11 BAB IV METODE PENELITIAN 4. 4. data dari BPOM dan data-data lain yang mendukung penelitian ini. 4.

3. .3. Cara Pengumpulan Data Cara pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: a. Data Primer Data primer dikumpulkan secara langsung dengan melakukan wawancara mendalam terhadap informan yang telah memenuhi kriteria sesuai dengan tujuan penelitian ini.3. Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah catatan peneliti dan rekaman suara (menggunakan handphone). Data primer juga diambil dengan cara wawancara menggunakan kuesioner kepada informan untuk mengetahui keluhan yang dirasakan setelah mengkonsumsi gorengan tersebut.2. b. Data Sekunder Data sekunder yang dikumpulkan oleh peneliti yang diperoleh dari arsip-arsip atau dokumen-dokumen BPOM mengenai NAB bahan yang boleh terkandung dalam suatu bahan makanan.12 4. 4.

Di dalam lingkungan Sekolah tersebut. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil observasi lokasi dan wawancara mendalam dengan siswa dan pedagang jajanan didapatkan informasi tentang jajanan yang ada di Sekolah Dasar Negeri 02 Indralaya Utara. Gambaran Umum Lokasi Pnelitian SD Negeri 02 Indralaya Utara merupakan salah satu SD di Indralaya yang berlokasi di jalan lintas Palembang-Prabumulih. Hasil wawancara dengan siswa :  Dari 11 orang siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini. pempek (2 orang). Pedagang yang berjualan di dalam lingkungan sekolah sudah mendapat izin dari pihak sekolah. Pihak sekolah sendiri kurang dalam mengawasi. Sebagian besar pedagang kaki lima yang berjualan jajanan di lokasi yang tidak sewajarnya.13 BAB V HASIL PENELITIAN 5.2. diantaranya batagor (3 orang siswa). Hal ini menyebabkan para siswa SD tersebut lebih memilih untuk jajanan di depan sekolah mereka. Misalnya di pinggir-pinggir jalan yang pada umumnya di lewati oleh kendaraan bermotor.2. sehingga mereka bebas jajanan. tetapi harga yang diawarkan kurang terjangkau oleh siswa. 5. . sosis goreng (5 orang). sudah ada kantin yang menyediakan jajanan bagi siswa dan guru.1. didapatkan beberapa jenis makanan gorengan yang sering dikonsumsi oleh siswa. namun bagi mereka yang berjualan di luar lingkungan sekolah tidak memiliki izin resmi dari pihak sekolah untuk berjualan di lokasi tersebut. selain itu jajanan yang dijajakan juga kurang diminati oleh siswa. Sekolah ini berjarak kurang lebih 100 meter dari terminal Inderalaya.1. Hal ini dapat dilihat pada kutipan hasil wawancara sebagai berikut : 5.

Namun.-) Sosis goreng : 4 buah (Rp 2000. dia akan membagikannya pada keponakan atau dikonsumsi sendiri.-) : 2 buah (Rp 1000. Namun efek tersebut tidak semua dirasakan oleh para siswa tersebut. jika tidak habis dan jumlahnya sedikit.14 bakwan (2 orang).-) Nugget dan bakso goreng : (Rp 1000.-) : 4 buah (Rp 2000.-) Bakwan Tahu : 4 buah (Rp 2000. selalu menambahkan dan mencampurkan minyak goreng baru ke dalam minyak goreng bekas yang tersisa. umumnya berupa minyak goreng curah. dia akan menggorengnya kembali dan dijual lagi besok. mereka semua memperoleh minyak goreng dari pasar atau warung.   Dari 3 pedagang gorengan tersebut. yaitu sebagai berikut : Batagor Pempek : 4 buah ( Rp 2000. 1 dari 3 pedagang gorengan tersebut menyatakan bahwa jika gorengan tidak terjual habis dan jumlahnya masih banyak. tahu goreng (1 orang). .-) Tela dan molen mini : (Rp 2000. didapatkan alasan umum siswa mengkonsumsi gorengan – gorengan jenis tersebut ialah karena harganya murah dan rasanya enak. tela – tela dan molen mini (2 orang).  Dari 11 orang siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini. nugget dan bakso goreng (1 orang).-)  Dari 11 orang siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini.2. didapatkan bahwa efek yang pernah dirasakan oleh siswa setelah mengkonsumsi gorengan tersebut ialah sakit perut dan sakit tenggorongkan.  Dari 11 orang siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini. hanya satu di antaranya yang mengganti minyak goreng sekali sehari. 5. Dua lainnya sama sekali tidak pernah mengganti minyak goreng. didapatkan estimasi jumlah makanan gorengan yang dikonsumsi oleh siswa dan dikonversikan dalam rupiah.2 Hasil wawancara dengan pedagang :  Dari 3 pedagang gorengan yang sempat kami tanyai.

kami mengamati kondisi pedagang-pedagang liar yang berjualan di sekitar sekolah.pedangang tersebut dengan tujuan mengurangi biaya modal dagangang pada hari berikutnya.2. batagor. Lalu zat pengawet mungkin juga ikut ditambahkan oleh para pedangang . Dari kondisi tersebut. Saus tomat yang cukup menyala warnanya pun ikut tersaji dalam jajanan gorengan siswa SD tersebut. Pengejal makanan juga disinyalir ikut digunakan dalam pembuatan makanan seperti contohnya nugget goreng yang terasa sangat alot. Kami mengamati cara pembuatan dan cara penyajian serta menanyakan lansung ke pedagang tentang bahan-bahan yang mereka gunakan dalam barang dagangan mereka.3 Kondisi Jajanan Makanan di SDN 02 Indralaya Dalam pengamatan kami. Kondisi jajanan makanan di sekolah ini cukup mengkhawatirkan bagi kita semua. kita dapat memprediksi adanya dampak negatif mengancam kesehatan para konsumen. ataupun tela – tela. nugget goreng ataupun tela . Sebagian besar mereka menggunakan bahan-bahan tambahan makanan. misalnya pewarna yang secara terlihat pada makanan sosis goreng. mengingat semua siswa – siswi tersebut adalah generasi penerus bangsa. nugget.15 5. Lokasi jualan jajanan gorengan tersebutpun berada di pinggir jalan yang sangat rentan terhadap polusi debu dan paparan asap kendaraan. Pengamat juga mengobservasi adanya indikasi proses penggorengan makanan berulang. yang .tela. penguat rasa juga terasa pada makanan sosis.

Memang. dapat diketahui bahwa makanan jajanan jenis gorengan yang dijual di SD Negeri 02 Indralaya Utara masih menyimpan dampak negatif yang dapat mengancam kesehatan para siswa. mereka jarang merasakan dampak langsung setelah mengkonsumsi jajanan tersebut. 2. 6. yang setiap saat kendaraan berlalu lalang di sekitar penjualan jajanan tersebut. sehingga sulit mendapatkan informan yang dapat memberikan informasi utuh sesuai harapan peneliti. Berikut ini beberapa keterbatasan penelitian dalam penelitian ini : 1. Namun.1. Mobilisasi siswa SD yang cenderung suka bermain membuat mereka tidak mau berlama-lama ditanyai. Keterbatasan Penelitian Penggunaan rancangan penelitian kualitatif dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang study deskriptif dampak konsumsi gorengan terhadap kesehatan siswa SD Negeri 02 Indralaya Utara. Pedagang-pedagang tertentu terkesan memberikan informasi tidak jujur. Hal ini menyebabkan peneliti mengalami kesulitan dalam mengumpulkan informasi. sangat memungkinkan debu dan asap kendaraan mencemari jajanan. Lokasi penjualan yang terletak di tepi jalan. Terdapat pedagang yang enggan untuk melakukan wawancara dan menghindari pertanyaan. Informan merupakan siswa SD. dampak jangka panjang sesungguhnya dapat kita prediksi. Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi lapangan.2.16 BAB VI PEMBAHASAN 6. agar dagangannya dianggap sehat. contohnya Pb (timbal) dan Cox (Karbon Monoksida). Yang menjadi sorotan utama ialah asap kendaraan yang tentunya mengandung logam-logam serta gas-gas berbahaya. menurut penuturan siswa. 3. Seperti yang telah kita ketahui bahwa dampak .

Di sisi lain.17 dari logam-logam dan gas-gas tersebut merupakan dampak jangka panjang yang akan dirasakan jauh di kemudian hari. ikatan rangkapnya akan berubah membentuk zat karsinogenik. Tentunya hal ini berbahaya dan memberikan risiko dampak kejadian kanker pada konsumen gorengan. misalnya sakit perut atau diare. atau sakit perut seperti yang dituturkan oleh siswa yang sempat kami wawancarai. hal itu dapat menambah risiko terjadinya dampak kesehatan bagi dirinya. Dan yang terpenting dari gorengan ialah peran minyak goreng. yang digunakan pedagang pun turut menambah deretan faktor penyumbang dampak negatif bagi kesehatan para siswa yang menjadi konsumen gorengan. penggunaan bahan tambahan makanan yang tidak sehat tentunya mempunyai dampak tersendiri. Dalam hal ini umumnya dampak yang terjadi akan dirasakan tidak terlalu lama setelah mengkonsumsi makanan jajanan tersebut. Beberapa bahan yang terkandung di dalamnya dapat mengakibatkan dampak jangka pendek. misalnya pusing. Belum lagi umumnya siswa SD tidak mencuci tangan sebelum memegang makanan jajanan. Apalagi pedagang yang berhasil kami wawancarai sebagian besar tidak pernah mengganti minyak goreng yang digunakannya dan hanya mencampur minyak goreng baru dengan minyak goreng lama sisa menggoreng sebelumnya. . Minyak goreng yang digunakan berkali-kali. tidak sekarang. Penggunaan air dan peralatan masak yang tidak hygiene. ada juga bahan yang terkandung di dalamnya merupakan bahan sintetis yang akan memberikan dampak negatif jangka panjang.

Lalu pihak sekolah seharusnya bisa menyediakan tempat yang aman dan bersih di dalam sekolah atau membuat kantin sekolah tersendiri yang terjamin kebersihan dan keamanan makanannya bagi anak – anak. khususnya SD Negeri 02 Inderalaya Utara. Saran Menanggapi permasalahan yang terjadi seputar jajanan siswa – siswi SD.2. fisik. 7.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah kami lakukan di SD Negeri 02 Indralaya Utara. rasa yang lezat. kami menemukan beberapa faktor fisik dan kimia terkait lokasi penjualan dan peralatan serta bahan membuat gorengan. dan tampilan fisik makanan yang menarik cenderung mendukung kebiasaan mengkonsumsi jajanan jenis gorengan ini di kalangan siswa SD. jika siswa mengkonsumsi jajanan tersebut terus menerus. Faktor penyebab terjadinya dampak tersebut terdiri dari faktor biologi. Namun. Para guru dan siswa-siswi SD juga perlu diberikan penyuluhan seputar dampak makanan gorengan agar mereka bisa bersikap cerdas memilih makanan yang aman bagi kesehatan. hendaknya dari pihak sekolah memberikan pengarahan kepada calon pedagang yang akan berdagang di sekitar lokasi sekolah untuk bisa mengurangi intensitas penggunaan bahan – bahan makanan maupun bahan tambahan makanan yang tidak aman bagi anak – anak. . dan kimia. Orang tua siswa juga mesti cerdas membekali pengetahuan seputar jajanan maupun dampaknya kepada anak – anaknya. yang kami prediksi dapat menimbulkan dampak jangka panjang dan baru akan dirasakan oleh siswa beberapa bulan bahkan beberapa tahun kemudian. Faktor biologi umumnya memberikan dampak jangka pendek yang lekas dirasakan. Lalu. para orang tua juga sebisa mungkin meluangkan waktunya untuk membuatkan bekal makanan sekolah untuk anaknya agar bisa membatasi frekuensi atau intensitas jajan.18 BAB VII PENUTUP 7. dapat kami simpulkan bahwa makanan jajanan jenis gorengan yang dijual di depan pagar sekolah mempunyai dampak bagi kesehatan konsumen yang dalam hal ini ialah siswa SD Negeri 02 Indralaya Utara. Faktor harga yang murah.

php?option=com_content&view=article&id=47: gorengan&catid=1:news&lang=en. ‘Penyebab Pencemaran Makanan’. [13 maret 2013] Chem-is-try..ipb. (4 Maret 2011).promkes. [13 Maret 2013] Soekarto. Mozaik Sains.php/topik-kesehatan/106- terapkan-10-indikator-phbs-dalam-lingkungan-keluarga.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran_lingkungan/pengertianpencemaran/.ac. ‘III. 2012. [7 Maret 2013] Noorkasiani.’. (26 Februari 2009).chem-istry.chem. 1990. Metode Penelitian’. [13 Maret 2013] Chem ITB.indonesian-publichealth.19 DAFTAR PUSTAKA Anonymous.id/index. Dari: http://www. Perilaku Anak dalam Memilih Makanan Jajanan di Sekolah Dasar Negeri 23 Palembang Tahun 2012 [Skripsi].com/2011/10/17/pengertian-pencemaran/. Indralaya.depkes. (17 Oktober 2011). (Maret 2012).ac.html. Bogor . Dasar-Dasar Pengawasan Dan Standarisasi Mutu Pangan-Pangan Dan Gizi. Dari: http://www. ‘Pengertian Pencemaran’. Institut Pertanian Bogor.Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya. http://www. Dari: http://mozaiksains. 2007.id/bitstream/handle/123456789/53747/BAB%20III%20M etode%20Penelitian..com/2012/03/penyebab-pencemaranmakanan.go. ‘Pengertian Pencemaran’. ‘Terapkan 10 Indikator PHBS dalam Lingkungan Keluarga’. [7 Maret 2013] Indonesian Publich Health.: Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Pusat Promosi Kesehatan (promkes).itb. Sosiologi Keperawatan. ‘Gorengan: Di Balik Jajanan Anda.wordpress. http://www. dkk. [7 Maret 2013] Lasmini.id/index. http://repository.pdf?sequence=5.

HACCP_Iffa.’Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada Pengelolaan Makanan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Lumajang’.id/filerPDF/7.4. ‘Pengertian Pencemaran: Pencemaran Adalah?’. [13 Maret 2013] Zulfana.wikipedia.pdf.Jakarta: Balai Pustaka.wikipedia.org/wiki/Gorengan.org/wiki/Perilaku_konsumen . (Juni 2011).m.ac.unair.1998. 2008.Kamus Besar Bahasa Indonesia. diakses dari http://journal. Jurnal Kesehatan Lingkungan.2.20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Dari: http://id. Dari: http://tsani-oke. No.html. vol. Tsani Oke. [9 Maret 2013] Wikipedia. [17 Maret 2013] .com/2011/06/pengertian-pencemaran-pencemaranadalah. Iffa dan Sudarmaji.blogspot. [7 Maret 2013] Wikipedia. ‘Gorengan’. ‘Perilaku Konsumen’. Dari: http://id.