ISOLASI BAKTERI DAN UJI AKTIVITAS AMILASE TERMOFIL KASAR DARI SUMBER AIR PANAS PENEN SIBIRUBIRU SUMATERA

UTARA

TESIS Oleh DESSY CHRISTINA SIANTURI
067030006/BIO

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2008

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara, 2008 USU Repository © 2008

ISOLASI BAKTERI DAN UJI AKTIVITAS AMILASE TERMOFIL KASAR DARI SUMBER AIR PANAS PENEN SIBIRUBIRU SUMATERA UTARA

TESIS

Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Biologi pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh

DESSY CHRISTINA SIANTURI 067030006/BIO

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara, 2008 USU Repository © 2008

Judul Tesis Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi

: ISOLASI BAKTERI DAN UJI AKTIVITAS AMILASE TERMOFIL KASAR DARI SUMBER AIR PANAS PENEN SIBIRUBIRU SUMATERA UTARA : Dessy Christina Sianturi : 067030006 : Ilmu Biologi

Menyetujui Komisi Pembimbing

(Dr. Dwi Suryanto, M.Sc.) Ketua

(Prof. Dr. Erman Munir, M.Sc.) Anggota

Ketua Program Studi

Direktur

(Dr. Dwi Suryanto, M.Sc.)

(Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B, M.Sc.)

Tanggal lulus : 26 September 2008

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara, 2008 USU Repository © 2008

M. Herla Rusmarilin. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Erman Munir. 3. 2. Dwi Suryanto. Dr. MS. Dr. Dr.Sc..Sc. : 1.Telah diuji pada Tanggal : 26 September 2008 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua Anggota : Dr. MP. Prof. 2008 USU Repository © 2008 . M. Delvian SP.

meskipun pada suhu optimum aktifitasnya (60°C) amilase isolat PN4 menghasilkan glukosa yang lebih banyak sebagai hasil hidrolisis pati yaitu 437.0 – pH 7.88 µg/ml) dan PN4 (129. Amilase kasar isolat PN9 memiliki aktivitas katalik yang tertinggi dari ketiga isolat dan optimum aktivitasnya pada pH substrat yang bersifat netral (pH 7.22 µg/ml.0) dibandingkan dengan PN4 dan PN9. 2008 USU Repository © 2008 . Enzim amilase kasar yang dihasilkan ketiga isolat terpilih tersebut diuji aktivitasnya lewat konsentrasi glukosa yang dihasilkan dari hidrolisis pati pada pengaruh suhu inkubasi dan pH yang berbeda.11µg/ml). Kata kunci : Amilase termofil. Amilase kasar isolat PN4 aktivitas amilasenya lebih tinggi di suasana pH yang sifatnya sedikit asam sampai netral (pH 5. air panas Penen. Dari hasil pengujian didapatkan hasil amilase kasar isolat PN9 menghasilkan glukosa lebih banyak pada suhu 80oC (165. isolasi bakteri. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Amilase kasar isolat PN1 memiliki aktivitas katalik yang lebih tinggi pada pH yang alkalis (pH 9.78µg/ml) diikuti oleh amilase kasar isolat PN1 (117.19 µg/ml). PN4 dan PN9.0). Melalui pengukuran diameter zona bening pada media selektif amilase dengan uji iodin dipilih tiga isolat yang paling besar zona beningnya yaitu PN1.ABSTRAK Telah dilakukan isolasi bakteri termofil penghasil enzim amilase dari sumber air panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara di Laboratorium Mikrobiologi MIPA Universitas Sumatera Utara dari bulan Februari-Juli 2008.0) dengan glukosa hasil hidrolisis tertinggi (390. enzim amilase. Enam belas isolat bakteri penghasil amilase didapatkan melalui uji iodin pada media pati yang digunakan untuk pertumbuhan isolat-isolat tersebut.

78 µg/ml glucose.0 with glucose production 390. isolation of bacteria. followed by PN4 with 129.19 µg/ml and PN1 with 117. However PN9 showed the highest activity among isolates tested and has optimum activity at pH 7. This isolate also showed relatively high enzyme activity at pH 5. Crude enzyme activity were measured at different of temperature and pH. amylase enzyme. University of Sumatera Utara from February to July 2008. PN9 showed enzyme activity at 80oC by producing 165. Three out of sixteen isolates showed relatively high hydrolytic activity and were used for further study. Key word : Thermophile amylase. Sixteen amylolytic bacterial isolates were obtained through the Iodine test on starch media. Department of Biology.11µg/ml.0. respectively.0-7.22 µg/ml glucose. Optimum activity were showed by PN4 at 60oC by producing 437. Penen hot spring.ABSTRACT Isolation of amylolytic thermophile bacteria from Penen Hot spring Sibirubiru has been carried out in Microbiology Laboratory. 2008 USU Repository © 2008 .88 µg/ml glucose. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Faculty of Mathematics and Natural Sciences.

Besar kasih dan kuasaMu dan segala puji syukur kupanjatkan kehadiratMu Tuhan. Dengan selesainya tesis ini perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Rektor Universitas Sumatera Utara Bapak Prof. Dr.A(K). M. karena atas segala rencana. Ing. berkat kasih dan pertolonganMulah aku dapat melalui dan menyelesaikan perkuliahan serta tugas akhir tesis ini. atas kesempatan dan bimbingan yang diberikan kepada kami selama mengikuti perkuliahan pada program Studi Biologi Pascasarjana Universitas Sumatera Utara ini. T. Ketua Program Studi Biologi Bapak Dr. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.. Direktur Sekolah Pascasarjana Ibu Prof. DTM&H.Sc dan Sekretaris Program Studi Biologi Bapak Prof. atas kesempatan fasilitas yang diberikan kepada kami untuk menyelesaikan pendidikan program Magister. Dwi Suryanto. Sp. M.Sc. Chairuddin P. Dr. Ternala Alex Barus.Sc. Lubis. Chairun Nisa B. M. 2008 USU Repository © 2008 .UCAPAN TERIMA KASIH Dengan segenap jiwaku aku menyerukan terima kasih padaMu ya Tuhan. Ir. Terima kasih yang sebesar besarnya saya ucapkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara lewat BAPPEDA Provinsi Sumatera Utara yang memberikan kesempatan dan bantuan finansial selama perkuliahan saya di Program Studi Biologi SPs USU.

. terima kasih untuk ilmu yang sudah diberikan selama ini. dukunganmu. selaku Kepala Laboratorium Mikrobiologi FMIPA USU dan Bapak Drs. 6. Delvian. kebaikan. F. Buat adik-adik Asisten Lab Mikrobiologi Atika. M. 3. Sianturi dan Ibundaku R. M. MP dan Ibu Dr.Sc selaku pembimbing I dan Bapak Prof. Bapak dan Ibu dosen di Program Studi Biologi Magister SPs USU. juga buat Muti dan Faksi di Lab Kimia Farmasi Kuantitatif. M. Herla Rusmarilin MS. Erman Munir. terima kasih buat bantuannya selama saya melakukan penelitian di laboratorium.Ginta. 5. Dr. terima kasih buat dukungannya. Kupersembahkan semua yang kudapatkan ini Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.Sc. 2008 USU Repository © 2008 . selaku Kepala Laboratorium Kimia Farmasi Kuantitatif Fakultas Farmasi USU yang memberi saya kesempatan melakukan penelitian tesis di laboratorium tersebut. Fathur Rahman Harun. Ir.Sc selaku pembimbing II saya. Apt. yang selama penelitian dan penyusunan tesis ini telah banyak memberikan bantuan dan masukan sehingga tesis ini dapat selesai. Bapak Dr. 2. Bapak Prof. Lidya. Tambunan. Ansen dan yang lainnya. Netty.Si.Terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Dr. Terima kasih atas bantuannya selama di Laboratorium. M. dan pengorbananmu sehingga ananda bisa menyelesaikan tugas akhir tesis ini. Dr. SP. Tiada terbalas segala doa. Dwi Suryanto. Erman Munir. Ayahandaku Drs. BA. selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan saran untuk penyelesaian tesis ini agar lebih baik. A. Bu Nurhasni Muluk Laboran Mikrobiologi dan Bu May Laboran Kimia Farmasi Kuantitatif. 4.

7. Buat kakak. Suamiku tercinta Ir.L. Bu Dewi Bu Nur. terima kasih atas dukungannya. Pak Jusuf dan Pak Parasian). Simanjuntak. Basar S. 8. Bu Iche. Otniel dan si kecilku Regita. terima kasih buat kebersamaan selama ini. Tampubolon. 2008 USU Repository © 2008 . Terima kasih buat pengertianmu untuk semua tugas kuliah mama selama ini. Anak-anakku tercinta Adela.untuk melengkapi kebahagianmu. Kepala Sekolah dan segenap rekan guru serta pegawai di SMA Negeri 3 Medan yang selalu memberikan semangat pada saya untuk menyelesaikan kuliah ini. khususnya di Mikrobiologi (Bu Bunga. 9. Bu Ros. tanpa semangat dan semua bantuan dan dukungan yang kau berikan aku tidak dapat menyelesaikan perkuliahanku dan tugas tesisku ini. juga buat Ibu mertuaku Ny. Teman-temanku di S2 Biologi 06. abang dan adik-adikku semua. juga buat teman-teman di Biologi 07 dan Biologi 08. Bu Sri. Semoga apa yang mama peroleh ini dapat menjadi motivasi baik buat kehidupan kalian kelak untuk belajar yang sungguh-sungguh. Terima kasih buat dukungan doamu. terima kasih buat dukungan semangat dari kalian semua. kalian merupakan motivasi terbesar dalam hidup mama. Nalom Simanjuntak br. buat waktu bermain dan belajar bersama yang terpakai untuk kuliah mama. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. terima kasih yang tak terkira buatmu. Pdt. telah kuwujudkan harapanmu.

(Dessy Christina Sianturi) Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna. Semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi penelitian dan ilmu pengetahuan. karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bermanfaat untuk menyempurnakan tesis ini. 2008 USU Repository © 2008 .

Simanjuntak dan dikarunia 3 orang anak yaitu Adela Yohanna Simanjuntak. Sianturi dan Ibu R. Penulis menjalani pendidikan di SD Negeri Sei Petani Medan Baru dari tahun 1977 sampai tahun 1983. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 . Tambunan. Penulis memperoleh SK Pengangkatan sebagai guru Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1994 dan ditempatkan sebagai guru Biologi di SMA Negeri Padang Tualang Kabupaten Langkat dan tahun 1998 mutasi ke SMA Negeri 3 Medan dan sampai saat ini aktif bertugas sebagai guru Biologi di SMA Negeri 3 Medan.A. Basar SL.. Penulis melanjutkan pendidikan ke Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dengan mengambil jenjang Magister program studi Biologi pada bulan September 2006 dengan bantuan dana dari Pemerintah Propinsi Sumatera Utara melalui BAPPEDA Propinsi Sumatera Utara. kemudian masuk ke SMP Katholik RK Makmur Medan dari tahun 1983 sampai tahun 1986 dan kemudian melanjut ke SMA Negeri 8 Medan dari tahun 1986 sampai tahun 1989.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan pada tanggal 12 Desember 1970 di Medan. sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Pada tahun 1997 penulis menikah dengan Ir. putri dari Bapak Drs. Otniel Wahana Simanjuntak dan Regita Flora Simanjuntak. F. BA. Tahun 1989 melanjutkan Pendidikan ke IKIP Negeri Medan dengan mengambil Jurusan Biologi di Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan lulus Sarjana Pendidikan Biologi pada tahun 1993.

DAFTAR ISI
Halaman ABSTRAK ....................................................................................................................i ABSTRACT..................................................................................................................ii UCAPAN TERIMA KASIH .......................................................................................iii RIWAYAT HIDUP ....................................................................................................vii DAFTAR ISI .............................................................................................................viii DAFTAR TABEL .......................................................................................................xi DAFTAR GAMBAR .................................................................................................xii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................xiii BAB I. PENDAHULUAN .........................................................................................1 1.1. Latar Belakang Masalah .........................................................................1 1.2. Permasalahan …………………………………………………………..4 1.3. Tujuan penelitian ………………………………………………………5 1.4. Hipotesis ……………………………………………………………….5 1.5. Manfaat Penelitian ..................................................................................5 1.6. Pembatasan masalah ...............................................................................5 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ...............................................................................7 2.1. Amilum ..................................................................................................7 2.2. Enzim .....................................................................................................9 2.3. Enzim Amilase .....................................................................................11

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara, 2008 USU Repository © 2008

2.4. Bakteri Termofil .................................................................................16 2.5. Amilase dari Mikroorganisma .............................................................19 2.6. Amilase dari Mikroba Termofil ……………………………………..21 2.7. Sumber Air Panas Penen Sibirubiru .. ……………………………….24 BAB III. METODE PENELITIAN ...........................................................................26 3.1. Waktu dan Tempat ...............................................................................26 3.2. Bahan dan Alat ....................................................................................26 3.3. Sampel Percobaan ................................................................................26 3.4. Pengambilan Sampel Air Panas ...........................................................27 3.5. Isolasi Bakteri dan Pemurnian Bakteri ................................................27 3.6. Pembuatan Stok Kultur ........................................................................28 3.7. Uji Diameter Zona Bening Hasil Hidrolisis Pati .................................29 3.8. Karakterisasi Morfologi Bakteri Penghasil Enzim Amilase Termofil ...............................................................................................29 3.9. Karakterisasi Bakteri Penghasil Amilase Secara Mikroskopis ............30 3.10. Uji Sifat Biokimia Bakteri Amilase Termofilik …...………………30 3.11. Pembuatan Larutan Standar Glukosa .................................................31 3.12. Produksi Enzim Amilase Dari Isolat ...............................................32 3.13. Ekstraksi Enzim Dari Kultur Cair Bakteri .........................................32 3.14. Pengukuran Aktivitas Enzim Amilase Kasar Dari Isolat Bakteri Termofil .............................................................................................33 3.15. Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar ..................................................................................................33

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara, 2008 USU Repository © 2008

3.16. Pengaruh pH Terhadap Aktifitas Enzim ...........................................34 3.17. Metode Statistik dan Analisis Data ....................................................35 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ...................................................................37 4.1. Isolasi dan Seleksi Bakteri Amilolitik .................................................37 4.2. Karakterisasi Morfologi dan Uji Biokimia ..........................................37 4.3. Hasil Seleksi Isolat Untuk Pengujian Aktifitas Enzim Amilase Kasar .....................................................................................41 4.4. Pengaruh Suhu Inkubasi terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar ....43 4.5. Pengaruh pH terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar ......................47 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................................52 5.1. Kesimpulan ..........................................................................................52 5.2. Saran ....................................................................................................53 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................54

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara, 2008 USU Repository © 2008

......................... 2008 USU Repository © 2008 ...................22 Tabel 3...................... Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar ...........................................DAFTAR TABEL Nomor Halaman Tabel 1........ Enzim Amilase Dari Mikroorganisma Dan Aplikasinya Pada Bidang Industri ......................9 Tabel 2............38 Tabel 4....................43 Tabel 5.......... Pengaruh pH Terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar Isolat Bakteri Termofil Sumber Air Panas Penen Sibirubiru ..... Karakter Morfologi dan Uji Biokimia Isolat Bakteri Termofil Amilolitik Penen Sibirubiru ....................... Penggunaan Amilum Di Bidang Industri ....................................................48 Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara...............

41 Gambar 6................................................................ Konversi Amilum Menjadi Glukosa Oleh Enzim α dan ß Amilase ....................... Struktur Kimia Dari Amilosa Dan Amilopektin .......14 Gambar 4... Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar Isolat Bakteri Termofil Sumber Air Panas Penen Sibirubiru ....................................50 Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara......42 Gambar 7............... Tiga Isolat Terpilih Berdasarkan Diameter Zona Bening Uji Iodin ......................16 Gambar 5............................ Jenis Reaksi Hidrolisis Yang Dikatalis Oleh Enzim Amilase ............44 Gambar 8................................................ Diameter Zona Bening Hasil Hidrolisa Pati oleh Enzim Amilase Isolat Bakteri Termofil Penen .13 Gambar 3............DAFTAR GAMBAR Nomor Halaman Gambar 1.............................................................. Rentang Suhu Lingkungan Yang Menggambarkan Keberadaan Tempat Hidup Bakteri .....8 Gambar 2.......... 2008 USU Repository © 2008 . Pengaruh pH Terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar Isolat Bakteri Termofil Sumber Air Panas Penen .............

........................73 Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara..... Hasil Uji Diameter Zona Bening Hidrolisa Pati ........................... Pembuatan Larutan Blanko .............................64 6............................................................................. 72 12.................................................63 5................................................... Analisis Varians Untuk Aktifitas Enzim .............................. Uji Adanya Produksi Enzim Amilase Oleh Isolat Bakteri ..67 9....................................... Pembuatan Larutan StandarGlukosa ................................... 2008 USU Repository © 2008 ............................................. Isolasi Bakteri Dari Sampel Air Panas ......................61 3.......69 11................................................................................... Karakterisasi Isolat Bakteri Penghasil Enzim Amilase ...60 2............................................68 10................................................................66 8..62 4............................... Pengukuran Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar ................................................. Foto-Foto Pewarnaan Bakteri Isolat Penen ..................DAFTAR LAMPIRAN Nomor Judul Halaman 1....... Pengukuran Pengaruh pH Substrat Terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar .................... Kurva Standart Glukosa ...... Produksi Enzim Amilase Dan Ekstraksi Enzim Dari Kultur .................65 7......

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .

. katalase dan lipase. Enzim memegang peranan penting dalam dunia industri seperti industri tekstil. detergen. bahan pangan dan minuman. tetapi pada saat ini enzim lebih banyak diekstraksi dari berbagai jenis mikroorganisma. sedangkan amilase yang digunakan untuk industri makanan dan minuman pada tahun 2004 bernilai sekitar US $11 Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. bahan kimia. Latar Belakang Masalah Enzim dihasilkan oleh semua makhluk hidup untuk mengkatalis reaksi biokimia dalam tubuh mahluk hidup tersebut sehingga reaksi-reaksi itu dapat berlangsung lebih cepat. protease. Enzim amilase memiliki distribusi yang sangat luas dan merupakan salah satu jenis enzim yang paling banyak dipelajari baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. 1992). Kebutuhan amilase di dunia sangat tinggi. Salah satu jenis enzim yang banyak dihasilkan oleh mikroorganisma adalah enzim amilase. sebab mikroorganisma menghasilkan enzim yang dapat dimanfaatkan manusia dalam jumlah dan jenis yang sangat bervariasi selain mikroorganismanya sendiri dapat dikulturkan untuk memperoleh enzim yang dihasilkannnya (Palmer. obatobatan dan industri kulit (Muchtadi et al. pada tahun 2004 saja mencapai penjualan sekitar US $2 milyar.1. Enzim ini memiliki aplikasi untuk skala yang sangat luas mulai dari industri tekstil sampai ke pengujian-pengujian yang sangat luas (Aiyer. 2008 USU Repository © 2008 . Produksi dan perdagangan enzim didominasi oleh kelompok enzim hidrolitik seperti amilase. 1985).BAB I PENDAHULUAN 1. Enzim untuk kebutuhan industri diekstraksi dari berbagai jenis sel mahluk hidup. 2005).

Pengetahuan tentang manfaat amilase yang berasal dari mikroba untuk hal yang bersifat komersial merupakan awal dari penggunaan enzim dalam industri beberapa dekade yang lalu (Walter & Nagesh.. Hal ini terjadi karena enzim yang berasal dari mikroorganisma tersebut memiliki termostabilitas dan aktivitas yang tetap optimal pada suhu yang tinggi (Vieille & Zeikus. pemandian mata air panas di darat maupun mata air panas di laut dalam dan juga dari proses pembuatan kompos (Brock. Saat ini amilase yang bersumber dari mikroorganisma termofil dan hipertermofil lebih banyak digunakan dalam bidang industri. Produksi amilase sendiri oleh Bacillus lichineformis dan Aspergillus sp sekitar 300 ton enzim murni pertahun (Sivaramkrisnan et al. glukosa dan produksi bioetanol yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Bakteri termofil mampu hidup secara optimal di atas suhu 45oC. 1978). terutama industri yang menggunakan suhu tinggi dalam prosesnya. 2000). 1965). daerah vulkanoik. Enzim amilase merupakan salah satu dari enzim hidrolitik yang dapat memecah ikatan-ikatan pada amilum hingga terbentuk maltosa (Poedjiadi. Bakteri termofil penghasil enzim amilase dapat diisolasi dari berbagai tempat seperti sumber-sumber geotermal.juta. dengan struktur protein penyusun enzim yang tetap stabil atau tidak terdenaturasi oleh panas. 2008 USU Repository © 2008 . Mikroorganisma ini sendiri tidak hanya bersifat toleran terhadap suhu lingkungannya yang bersifat ekstrim tetapi juga mampu Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2001). 1994). Enzim amilase digunakan dalam menghidrolisis berbagai jenis sumber amilum menjadi senyawa-senyawa sederhana seperti maltosa.

Al-Qodah et al. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. penghasil enzim ekstraseluler α-amilase dari sedimen sumber air panas di Taman Nasional Yangmin Shan. Ternyata ada 24 isolat yang bersifat amilolitik. 1986). Taiwan bagian Utara. 2008 USU Repository © 2008 . Isolat ini menghasilkan enzim β-amilase yang memiliki aktivitas optimum pada suhu 75oC–80oC. Diantara isolat tersebut 15 isolat berbentuk basil gram negatif. Riau. Misalnya Hyun dan Zeikus (1985) berhasil mengisolasi dan mengkarakterisasi sifat biokimia dari Clostridium thermosulfurogenes yang diperoleh dari Octopus Hot Spring di Taman Nasional Yellow Stone. Semuanya memiliki suhu inkubasi optimum sebesar 50oC. Fu Shaw et al. Enzim amilase tersebut bekerja optimum pada suhu 70oC. berhasil mendeterminasi parameter kinetik dari enzim amilase yang dihasilkan oleh Bacillus sphaericus yang berasal dari sumber air panas di Jordania.untuk bertahan hidup dan berkembangbiak pada kondisi suhu yang ekstrim tersebut (Brock. Hartuti (2006) berhasil mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri termofil penghasil amilase yang bersumber dari pemandian Air panas Pawan. delapan isolat berbentuk basil gram positif sedangkan satu berbentuk kokus gram negatif. (2007). dengan suhu optimum aktivitasnya pada suhu 50oC. Banyak penelitian yang dilakukan baik di Indonesia maupun di luar Indonesia untuk mencari dan mendapatkan informasi tentang bakteri termofil penghasil enzim amilase ini. (1995) berhasil mempurifikasi dan mendata sifat dari Thermus sp.

1. Untuk itu diharapkan dari sumber mata air panas Penen Sibirubiru tersebut dapat ditemukan mikroorganisme termofil terutama bakteri penghasil enzim amilase yang tetap memiliki aktivitas pada suhu tinggi. Hal ini tentu membutuhkan banyak enzim amilase untuk pengolahan hasil pertanian tersebut agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan lebih bermanfaat. 2008 USU Repository © 2008 . Agar proses reaksi berlangsung cepat dibutuhkan bantuan enzim. memiliki kesempatan untuk menghasilkan sumber-sumber mikroorganisma yang dapat memproduksi enzim amilase termostabil tersebut. salah satunya adalah sumber mata air panas Penen Sibirubiru yang ada di Kabupaten Deli Serdang.2. Banyak industri yang melibatkan bantuan enzim amilase terutama amilase termostabil dalam proses reaksi-reaksi kimianya. Di Sumatera Utara sendiri terdapat sumber mata air panas yang banyak jumlahnya. Permasalahan Proses-proses kimia dalam bidang industri banyak yang berlangsung pada suhu yang relatif tinggi di atas 40oC. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. karena itu perlu dicari dan diteliti sumber-sumber di muka bumi yang dapat menghasilkan enzim amilase termostabil tersebut. namun enzim yang digunakan harus bersifat stabil pada suhu yang tinggi tersebut. Salah satu sumber geotermal itu adalah mata air panas yang cukup banyak tersebar di Indonesia termasuk di Sumatera Utara. Indonesia juga sebagai salah satu wilayah yang memiliki aktivitas vulkanoik dan sumber geotermal yang banyak. Indonesia merupakan negara pertanian yang mana hasil pertaniannya banyak berasal dari golongan karbohidrat.

b. Terdapat perbedaan potensi aktifitas enzim amilase kasar yang dihasilkan bakteri termofil isolat Penen tersebut. b. Untuk mengetahui berapa besar potensi aktivitas enzim amilase kasar yang dihasilkan oleh isolat bakteri termofil Penen tersebut. Tujuan Penelitian a.4. c. Terdapat beberapa isolat bakteri termofil yang memiliki karakter berbeda serta mampu menghasilkan enzim amilase. Untuk mengetahui potensi aktivitas enzim amilase termofil kasar isolat bakteri termofil di sumber air panas Penen Sibirubiru tersebut. b.1.6.5. Pembatasan Masalah Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan penelitian ini dibatasi pada isolasi bakteri dan karakterisasi yang dilakukan pada tingkat pengamatan Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Untuk mendapatkan serta mengetahui karakter isolat bakteri termofil yang memiliki potensi amilolitik dari sumber air panas Penen Sibirubiru . Hipotesis a. 2008 USU Repository © 2008 . dari 1. 1. Manfaat Penelitian a. Sebagai sumber informasi untuk penelitian lebih lanjut terhadap usaha ekplorasi enzim amilase termofil.3. Untuk mendapatkan isolat bakteri termofil penghasil enzim amilase yang hidup di sumber air panas Penen Sibirubiru dan data karakternya. 1.

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.makroskopis. 2008 USU Repository © 2008 . mikroskopis dan sifat biokimia dari isolat–isolat bakteri yang diperoleh serta pengujian aktivitas enzim amilase kasar lewat pengaruh variasi suhu inkubasi dan pH substrat yang berbeda.

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .

2005). kira kira 20–28% dan amilopektin sebagai sisanya (Poedjiadi. Amilosa merupakan bagian terdepan dari rantai amilum. terutama pada sebagian besar tumbuhan. Amilum merupakan kelompok terbesar karbohidrat cadangan yang dimiliki oleh tumbuhan sesudah selulosa (Liu. 2005). 2008 USU Repository © 2008 . Amilum Amilum adalah polimer karbohidrat dengan rumus molekul (C6H10O5)n. Amilosa terdiri dari 100-10000 unit -D-glukopiranosa per molekulnya. 1994). Molekul D-glukopiranosa yang Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. yang sifatnya tidak dapat balik (Aiyer. Karbohidrat golongan polisakarida ini banyak terdapat di alam. 1994). bersifat larut dalam air yang dipanaskan dan dapat membentuk endapan dalam air. Baik amilosa maupun amilopektin memiliki monomer yang sama yaitu molekul glukopiranosa. Butir-butir pati apabila diamati dengan mikroskop ternyata berbeda-beda bentuknya dan ukurannya tergantung dari tumbuhan apa pati tersebut diperoleh (Poedjiadi.1.4 glikosida (Liu. Tiap rantai polimer molekulnya memiliki satu ujung gula tereduksi dan satu ujungnya lagi gula non reduksi sehingga molekul amilosa merupakan rantai terbuka (Poedjiadi. daun.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 2005). Amilopektin merupakan rantai molekul polisakarida yang memiliki banyak percabangan. Amilum disusun oleh dua kelompok polisakarida yaitu amilosa (Gambar 1. Amilum dalam bahasa sehari-hari disebut juga pati terdapat pada umbi. yang tiap unitnya berikatan lewat ikatan α-1.). batang dan biji-bijian. 1994).

(b) Amilopektin (Murray et al. 2008 USU Repository © 2008 . Hidrolisis dari pati juga dapat terjadi dengan bantuan enzim amilase yang akan mengubah amilum menjadi maltosa dalam bentuk β-maltosa (Poedjiadi. tetapi apabila suspensi dalam air dipanaskan terbentuk suatu larutan koloid yang kental. Molekul amilosa merupakan molekul yang larut dalam air dan memberikan warna biru apabila tercampur dengan larutan iodin.4 glikosida seperti pada amilosa yang membentuk rantai lurus dan ikatan α-1. 2003). Semua hasil hidrolisis ini memiliki sifat yang larut dalam air. Bila pati dipanaskan dan didilusi dengan asam.menjadi unit monomernya yang berikatan lewat ikatan α-1. 2003) Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2005). sedang amilopektin merupakan molekul yang tidak larut dalam air dan akan kelihatan berwarna merah bila terkena iodin (Sale. 1961). Butir-butir pati tidak larut dalam air dingin. Molekul amilopektin lebih besar dari molekul amilosa dengan berat moleklunya berkisar antara 106–109 g permolnya (Liu.. 1994 ). 1961). Struktur kimia dari (a) Amilosa..6 glikosida yang membentuk percabangan pada rantai amilopektin tersebut (Murray et al. Gambar 1. pati akan terhidrolisis menjadi dekstrin. maltosa dan Dglukosa (Sale.

Dalam kehidupan manusia amilum berperan sebagai sumber makanan penghasil energi utama dari golongan karbohidrat, disamping itu amilum juga dapat berperan sebagai bahan aditif pada proses pengolahan makanan, misalnya sebagai penstabil dalam proses pembuatan puding. Amilum juga berperan dalam pembuatan sirup dan pemanis buatan seperti sakarin. Dalam bidang non makanan, amilum digunakan untuk bahan baku dalam proses pembuatan kertas, pakaian dari katun, industri cat, maupun untuk produksi hidrogen. Tabel 1. di bawah ini menunjukkan peran amilum di berbagai bidang. Tabel 1. Penggunaan amilum di bidang industri (Liu, 2005) Jenis Industri Makanan Bahan perekat Kertas dan papan Textil Farmasi Pengeboran minyak Detergen Kimia pertanian Plastik Kosmetik Purifikasi Bidang Medis Penggunaan Amilum/ Amilum Termodifikasi Pengental, pelapis makanan, film makanan Pembuat lem Kertas penjilid, pembungkus,pengepak Dalam proses sizing, finishing dan printing Kapsul obat, bahan pelarut obat Modifikasi pengental Surfaktan, bahan pensuspensi, bahan pemutih, aktivator pemutih Pemungkus biji, pembungkus pestisida,benang pintal Pembungkus makanan, filler Bedak dan talk Flokulan Scaffold, plasma eksterder, produk absorben untuk sanitasi

2.2. Enzim Enzim merupakan protein khusus yang dapat bergabung dengan suatu substrat spesifik untuk mengkatalisasi reaksi biokimia dari substrat tersebut (Maier et al., 2000). Dalam reaksi tersebut enzim mengubah senyawa yang

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara, 2008 USU Repository © 2008

disebut substrat menjadi bentuk suatu senyawa baru yang disebut produk. Enzim memiliki substrat spesifik dan reaksi kimia yang spesifik untuk dikatalisnya (Palmer, 1985). Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu, pH dari lingkungan tempat enzim bekerja, konsentrasi substrat, aktivator dan inhibitor enzim. Suhu bepengaruh besar terhadap aktivitas enzim. Semua enzim bekerja dalam rentang suhu tertentu pada tiap jenis organisma. Peningkatan suhu eksternal secara umum akan meningkatkan kecepatan reaksi kimia enzim, tetapi kenaikan suhu yang terlalu tinggi akan menyebabkan terjadinya denaturasi enzim yaitu kerusakan struktur protein enzim, terutama kerusakan pada ikatan ion dan ikatan hidrogennya. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan kecepatan reaksi yang dikatalis oleh enzim tersebut. Denaturasi enzim di atas suhu optimum akan menyebabkan terjadinya kematian pada sel organisma, tetapi beberapa organisma mampu bertahan hidup dan tetap aktif pada suhu yang sangat tinggi, dimana organisma lain sudah tidak mampu lagi hidup seperti bakteri dan alga yang ditemukan pada sumber-sumber air panas di taman Nasional Yellow Stone Amerika, suhu optimum untuk hidupnya sebesar 70oC (Brock & Brock, 1978). Selain suhu aktivitas enzim dipengaruhi oleh pH lingkungan tempat enzim tersebut bekerja. Banyak enzim yang sensitif terhadap perubahan pH dan setiap enzim memiliki pH optimum untuk aktivitasnya. Perubahan pH dapat menyebabkan berhentinya aktivitas enzim akibat proses denaturasi pada struktur tiga dimensi enzim (Palmer, 1985). Umumnya enzim bekerja optimum pada rentang pH 6-8, tetapi beberapa jenis organisma dapat hidup pada pH yang lebih

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara, 2008 USU Repository © 2008

rendah yang dikenal dengan istilah asidofil ataupun pada pH yang lebih tinggi yang dikenal dengan istilah alkalifil. Aktivitas enzim di lingkungan juga terjadi pada berbagai sumber mikroorganisma seperti bakteri, jamur dan aktinomisetes. Mikroorganisma ini menghasilkan enzim intraseluler dan enzim ekstraseluler. Enzim intraseluler merupakan enzim yang langsung digunakan di dalam sel, dan sering ditemukan pada bagian membran dari sebuah organel sel. Enzim ekstraseluler merupakan enzim yang dilepas dari sel ke lingkungan untuk menghidrolisis molekul polimer di lingkungan, seperti selulosa, hemiselulosa, lignin, ataupun juga untuk memfasilitasi pengambilan suatu zat dari lingkungan bagi kebutuhan

metabolismanya (Maier et al., 2000). Enzim ekstraseluler dapat dipisahkan dari lingkungan dengan filtrasi ataupun sentrifugasi (Palmer, 1985), sedangkan enzim intraseluler dapat diekstrak dari dalam sel lewat proses pemecahan sel.

2.3. Enzim Amilase Amilase adalah kelompok enzim yang memiliki kemampuan untuk memutuskan ikatan glikosida yang terdapat pada molekul amilum. Hasil hidrolisis atau pemecahan molekul amilum ini adalah molekul-molekul yang lebih kecil seperti maltosa, dekstrin dan terutama molekul glukosa sebagai unit terkecil (Reddy et al., 2003). Amilase dihasilkan oleh berbagai jenis organisma hidup, mulai dari tumbuhan, hewan, manusia bahkan pada mikroorganisma seperti bakteri dan fungi. Kelompok enzim ini memiliki banyak variasi dalam aktivitasnya, sangat spesifik, tergantung pada sumber organismanya dan

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara, 2008 USU Repository © 2008

2. Enzim ini bekerja memutus ikatan α-1.tempatnya bekerja. Karena sifatnya yang dapat memutus ikatan glikosida secara acak. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. (2001) beberapa kelompok enzim amilase tersebut adalah: a. 1985). Alpha amilase (α –amilase). Enzim α–amilase merupakan kelompok metaloenzim yang tidak dapat bekerja sama sekali bila ion calsium tidak ada (Palmer. 2008 USU Repository © 2008 . Menurut Aiyer (2005).1. EC.1 Disebut juga dengan 1. dan menghasilkan glukosa dan sedikit dekstrin dari polimer amilopektin penyusun amilum. Seiring dengan penemuan-penemuan baru di bidang penelitian kelompok enzim amilase yang dapat mendegradasi amilum dan senyawa polisakarida lainnya juga semakin bertambah jumlahnya.4–α-D-glukan glukanohidrolase atau glukogenase. α–Amilase merupakan jenis enzim yang bersifat calcium metalloenzyme dependent. enzim ini bekerja lebih cepat dibanding amilase lainnya terutama β-amilase. Enzim amilase memiliki nama asli diastase dan pertama kali ditemukan dan diisolasi oleh Anselme Payen pada tahun 1833.3.). Pada kelompok hewan α– amilase merupakan enzim pencerna amilum yang utama.4 glikosida pada amilum secara acak terutama pada rantai yang panjang (Gambar 2. Hagihara et al.) sehingga menghasilkan maltotriosa dan maltosa dari polimer amilosa pada amilum (Gambar 3.

Gambar 2. EC.4–α-D-glukan maltohidrolase ataupun sakarogen amilase.2. Beta amilase (β-amilase) . bakteri dan fungi.3.4 glikosida pada tahap kedua hidrolisis amilum sehingga terbentuk molekul maltosa yang disusun oleh dua unit glukosa pada saat yang sama setelah amilase bekerja. 1965) b. Jenis reaksi hidrolisis yang dikatalis Oleh enzim amilase (Nickerson & Brown. Enzim ini dijumpai pada kelompok tumbuhan. Enzim ini bekerja menghidrolisis amilum dari bagian ujung non reduksi dan menghidrolisis ikatan α1. 2008 USU Repository © 2008 .2 Disebut juga 1.1. Selama proses pematangan buah β-amilase bekerja memecah amilum menjadi gula sehingga buah yang matang terasa manis. Jaringan hewan Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.

kecuali bila ada mikroorganisma yang bersimbiosis di saluran pencernaannya.tidak menghasilkan enzim β-amilase. EC. α-glukosidase.4-α–glukosidase. seperti pullulan 6-glukanohydrolase.1.4-α– glukosidase. glukoamilase. Produk akhir dari hasil hidrolisa enzim amilase dan β-amilase ini dapat di β-amilase lihat pada Gambar 3.4-α-D-glukan glukohidrolase.3.41 Merupakan enzim pemutus cabang. d.2. Pullulanase. 2008 USU Repository © 2008 . 1977) c.1. Konversi amilum menjadi glukosa oleh enzim α dan β-Amilase (Alexander. Gamma amilase (γ –amilase). ekso-1. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Gambar 3. Merupakan pemutus terakhir ikatan glikosida pada bagi ujung non reduksi dari amilosa dan amilopektin untuk menghasilkan unit glukosa.3 Disebut juga glucan lisosomal 1.2. amiloglukosidase. 1.3. EC. menghidrolisis hanya pada ikatan α-1.6 glikosida.

. 2008). Jenis ini dijumpai misalnya pada amilase yang dihasilkan oleh Bacillus macerans. pengujian limbah cair yang mengandung amilum. Enzim amilase secara konstitusi merupakan kelompok enzim yang sangat dibutuhkan dalam bidang industri.EC. dekstrin. industri detergen. Karena enzim ini sangat bernilai komersil maka Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. industri textil. 1985). Endoamilase melakukan hidrolisis secara acak dari bagian depan molekul amilum sehingga menghasilkan molekul oligosakarida dalam bentuk rantai lurus maupun bercabang dengan panjang rantai yang bervariasi sedangkan ektoamilase melakukan hidrolisis dari ujung non reduksi dan dengan produk akhir molekul yang pendek. Berdasarkan arahnya memutus ikatan glikosida dari amilum.20 Memutus ikatan α-1. sirup. pembuatan ethanol. 2003) yaitu endoamilase dan ektoamilase. industri obat dan suplemen enzim (Palmer.e. dengan pangsa pasar mencapai hampir 25% dari pasaran enzim di dunia (de Carvalho et al. α-Glukosidase.4 glikosida dari molekul amilosa ataupun amilopektin menjadi rantai-rantai pendek oligosakarida..1. 2008 USU Repository © 2008 . campuran oligosakarida.2. f. Penggunaan enzim amilase dalam industri sangat luas mulai dari industri pembuatan roti. maka enzim amilase dapat dikategorikan menjadi 2 kelompok (Reddy et al. pemanis.3. Enzim Penghasil Siklodekstrin Enzim yang dapat menghidrolisis amilum menjadi jenis siklik D-glukosil non reduksi yaitu suatu jenis polimer yang disebut siklodekstrin atau sakhardinger dekstrin.

1999) Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Rentang suhu lingkungan yang menggambarkan keberadaan tempat hidup mikroorganisma (Thiel. mesofil.perlu ditemukan banyak sumber-sumber penghasil enzim amilase dengan karakteristik yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Secara Umum ada 4 kelompok pembagian mikroorganisma berdasarkan suhu lingkungan tempatnya hidup yaitu mikroorganisma psikrofil. 2008 USU Repository © 2008 . Dengan demikian tinggi rendahnya suhu lingkungan sangat penting bagi organisma. Bakteri Termofil Suhu merupakan salah satu faktor penting di lingkungan yang mengontrol aktivitas dan evolusi dari organisma hidup (Brock.) Thermal vents > 100oC 100oC 90oC 80oC Mata air panas 60oC–80 oC 70oC Pasteurisasi 65oC Tubuh manusia 37oC 60oC 50oC 40oC 30oC 20oC 10oC 0oC -10o C Psikrofil -10oC-25 oC Hipertermofil 80oC-100oC Termofil 45oC-80oC Mesofil 20oC-50oC Refrigerator 4oC Freezer -20oC Gambar 4. Tidak semua tingkatan suhu cocok bagi pertumbuhan dan reproduksi dari organisma. termofil dan hipertermofil. sebagaimana yang di gambarkan oleh Thiel (Gambar 4.4. 1978). 2.

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. fakultatif maupun termotoleran (Singleton & Amelunxen. Dengan ditemukannya mikroorganisma yang memiliki kemampuan untuk hidup pada suhu yang relatif tinggi (60oC atau lebih) konsep tentang daya tahan dan kestabilan protoplasma sel untuk bertahan pada batas limit suhu 42oC – 45oC perlu dipikirkan kembali. optimum 55oC dan maksimum 70oC. Menurut klasifikasi fisiologis yang dibuat Gilter dijelaskan organisma termofil memiliki suhu minimum untuk hidupnya sebesar 45oC. Spesies termofil paling banyak ditemukan pada kelompok bakteri dan dapat tetap hidup pada keadaan aerob. Bakteri termofil juga merupakan kelompok mikroorganisma yang dapat ditemukan di lingkungan yang sangat bervariasi kondisinya serta tetap eksis pada suhu tinggi dengan sifat obligat. 1978). Istilah termofil pertama kali dipergunakan oleh Miquel pada tahun 1879. peluruhan tinggi yaitu sinar matahari. 2008 USU Repository © 2008 . letusan radioaktif dan aktifitas geotermal di perut bumi (Brock. anaerob fakultatif dan anaerob. 1973). 1921). pembakaran.Ada empat peristiwa yang menjadi penyebab lingkungan bersuhu gunung api. Muir dan Rikhie mendefinisikan bakteri termofil merupakan organisma yang tumbuh sangat baik pada suhu 60oC– 70oC . sedangkan Hiss dan Zinsser menyatakan bakteri termofilik merupakan bakteri yang didapatkan dari sumber air panas ataupun lapisan bagian paling atas dari permukaan tanah (Morrison & Tanner. 1921). untuk menggambarkan organisma yang dapat berkembang pada lingkungan dengan suhu tinggi pada saat mana bagi organisma lain sudah tidak dapat hidup (Morrison & Tanner.

Pada umumnya bagian lipid dari membran sel mahluk hidup dihubungkan oleh ikatan ester.. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. tekanan dan oksigen dimana mikroorganisma lain tidak dapat mempertahankan aktifitas hidupnya (de Rosa et al.3 Оsn-gliserol yang menyebabkan struktur lipoprotein dari membran sel termofil tersebut lebih stabil. 2008 USU Repository © 2008 . Lebih jauh lagi senyawa eter gliserol pada Archaebacteria ini mengandung 2. pH. b..Kelompok bakteri termofil tergolong dalam kelompok Archaebacteria yang secara umum struktur selnya memiliki beberapa kelebihan dibanding kelompok bakteri lainnya. Kemampuan hidup dari mikroorganisma termofil ini berhubungan dengan struktur selnya yang memiliki kelebihan dalam beberapa hal. Protein ini berperan dalam mempertahankan kembali struktur tiga dimensi dari protein fungsional sel dari denaturasi suhu lingkungan yang bersifat ekstrim. sedangkan pada organisma termofil senyawa lipid membran selnya mengandung ikatan eter yang terbentuk lewat proses kondensasi dari gliserol atau senyawa poliol kompleks lainnya dengan alkohol isoprenoid yang mengandung 20. 1986). Struktur Protein Chaperonin merupakan suatu jenis protein yang merupakan jenis protein yang tidak umum dijumpai pada protein-protein fungsional lainnya di dalam sel. Struktur membran sel Membran sel setiap mahluk hidup tersusun atas senyawa lipid dan protein yang disebut lipoprotein. 25 atau 40 atom karbon (de Rossa et al. Kelompok ini umumnya memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi terhadap kondisi lingkungan yang bersifat ekstrim seperti temperatur. yaitu : a. kadar garam. 1986).

DNA gyrase ini juga selalu dijumpai pada organisma yang hidup di lingkungan di atas 70oC dan juga dapat dijumpai pada organisma yang hidup pada suhu sekitar 60oC. 8 atau 9 subunit chaperone tergantung jenis organismanya. Dalam aktivitasnya mempertahankan struktur protein fungsional agar tetap stabil. Struktur DNA Gyrase DNA gyrase merupakan salah satu anggota kelompok enzim topoisomerase yang berperan dalam mengontrol topologi DNA suatu sel dan memegang peran penting dalam proses replikasi dan transkripsi DNA. yang membentuk struktur chaperonin seperti tumpukan kue donot pada sebuah drum. 2000). DNA ini merupakan salah satu kelengkapan sel dari organisma termofil (D’ Amaro et al. chaperonin membutuhkan molekul ATP. 2. 2001). 1999). Chaperonin tersusun oleh molekul yang disebut chaperone. DNA gyrase disusun oleh 90-150 pasangan basa-N DNA. Semua jenis topoisomerase dapat merelaksasikan DNA tetapi hanya DNA gyrase yang dapat mempertahankan struktur DNA tetap berbentuk supercoil ( Maxwell. Amilase dari Mikroorganisma Enzim yang digunakan untuk keperluan industri sebagian besar diisolasi dari mikroba. 2008 USU Repository © 2008 . tahan terhadap denaturasi dan proteolisis (Kumar & Nussinov.. Tiap cincin donat ini terdiri atas 7. Pemilihan mikroba sebagai sumber enzim mempunyai beberapa Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.Protein ini memiliki struktur yang tetap stabil.5. Protein ini dapat membantu organisma termofil mengembalikan fungsi aktifitas enzimnya bila terdenaturasi oleh suhu yang tinggi (Everli & Alberto. 2007). c.

Amilase secara umum diproduksi oleh tumbuhan. Bacillus licheniformis memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim amilase dalam kondisi lingkungan yang bersifat alkalis (Reddy et al. Keuntungan itu antara lain sel mikroba lebih mudah untuk ditumbuhkan dan kecepatan pertumbuhannya relatif lebih cepat. 2003) Enzim amilase yang dihasilkan oleh mikroba terutama dari bakteri.. merupakan jenis enzim ekstraseluler (Palmer. yaitu untuk menghidrolisis sumber makanan yang mengandung amilum yang terdapat di lingkungannya. biaya produksinya relatif lebih murah. 2003). hewan. Bakteri menghasilkan enzim ini di dalam sel dan menggunakannya di luar sel. 1985). tetapi enzim amilase yang berasal dari fungi dan bakteri mendominasi penggunaan enzim amilase di bidang industri. kondisi selama produksi tidak tergantung oleh adanya perubahan musim dan waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi lebih singkat (Poernomo. 2008 USU Repository © 2008 . dan Actinomycetes. Molekul amilum tidak dapat masuk ke dalam sel bakteri karena ukurannya sangat besar. Beberapa dari jenis Bacillus sp. termasuk Termomonospora dan Thermoactinomycetes merupakan kelompok yang memiliki kemampuan besar dalam meproduksi enzim amilase. manusia dan mikroba.keuntungan bila dibandingkan dengan enzim yang diisolasi dari tumbuhan maupun hewan. Molekul hasil hidrolisis amilum oleh enzim amilase tersebut Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. karena itu molekul amilum dihidrolisis terlebih dahulu oleh enzim amilase ekstraselular menjadi molekul karbohidrat yang lebih sederhana dan kecil ukuran molekulnya. skala produksi sel lebih mudah ditingkatkan apabila dikehendaki produksi yang lebih besar.

Enzim amilase ekstraseluler yang dihasilkan bakteri maupun fungi tersebut dimanfaatkan sebagai katalisator dalam industri maupun untuk keperluaan dalam bidang kesehatan (Tabel 2. 1985).. stabil dalam Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 1994). 1978) Enzim Amilase Sumber Fungi Bakteri Fungi Bakteri Fungi Bakteri Aplikasi Pembuatan roti Pembungkus kertas Pabrik sirup dan glucosa Binatu Obat pencernaan Pembersih pakaian Industri Roti Kertas Makanan Amilum Farmasi Tekstil 2.).selanjutnya akan ditransport masuk ke dalam sel bakteri dan digunakan sebagai sumber karbon bagi aktivitas pertumbuhan dan kehidupannya (Benson. Untuk mendapatkan enzim amilase dari mikroba tersebut maka kultur mikroba yang memproduksi enzim amilase ekstraseluler tersebut disentrifugasi untuk mendapatkan supernatan yang mengandung enzim amilase ekstraselular (Palmer. Enzim dari mikroorganisma termofil ini memiliki nilai komersial yang cukup tinggi dalam bidang industri karena memiliki daya termostabilitas yang tinggi. Amilase dari mikroba termofil Enzim hidrolitik yang dihasilkan oleh mikroorganisma termofil merupakan salah satu kelompok yang menarik perhatian untuk dipelajari (Cordeiro et al. 2002). stabil terhadap zat-zat yang bersifat dapat mendenaturasi enzim seperti detergen dan senyawa organik lainnya. 2008 USU Repository © 2008 . Enzim amilase dari mikroorganisma dan aplikasinya pada bidang industri (Brock & Brock. Tabel 2.6.

Kelebihan-kelebihan ini menjadikan enzim yang berasal dari mikroorganisma termofil semakin berkembang penggunaannya dalam bidang industri dan bioteknologi. amiloglukosidase dan glukoisomerase yang berasal dari mikroorganisma termofil. kedua termostabilitas itu berkaitan dengan adanya asosiasi senyawa protein enzim dengan molekul lainnya seperti lipid. Konsep tentang termostabilitas yang dimiliki oleh enzim yang berasal dari mikroorganisma termofil ini dilandaskan pada dua konsep yaitu pertama struktur molekular pada selnya yang memang tersusun oleh molekul protein yang termostabil. 2008 USU Repository © 2008 . glukoamilase. 1974).kondisi lingkungan yang asam maupun alkalis. 1999). ßamilase. pullulanase dan jenis lainnya (Illanes. Industri detergen misalnya menggunakan protease yang bersifat tahan suasana alkalis. Hampir 70% sektor industri yang menggunakan enzim dalam prosesnya memanfaatkan enzim yang berasal dari mikroorganisma termofil. -amilase dari mikroorganisma termofil ini memiliki nilai aplikasi komersil yang paling tinggi dalam bidang industri makanan..in).osmania. Diantara semua jenis enzim amilase. pembuatan sirup yang mengandung glukosa. polisakarida maupun protein lainnya yang menyebabkan terbentuknya suatu senyawa yang memiliki mekanisma yang memungkinkannya tetap stabil saat menghadapi kondisi yang dapat menginaktivasinya (Hibino et al.ac. maltosa maupun Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. minuman. sangat cocok untuk proses fermentasi di bidang industri (www. Amilase termostabil digunakan dalam skala yang cukup luas pada proses industri. Enzim amilase yang digunakan tersebut berkisar pada -amilase. industri amilum menggunakan enzim amilase.

Sulfolobus acidocaldarius. 2002). tetapi penemuan enzim amilase termostabil dari isolat Bacillus licheniformis ternyata menunjukkan adanya termostabilitas yang lebih tinggi sekitar 10-20oC dibandingkan dari amilase termostabil pada B. alcalophilus. Selanjutnya enzim–enzim amilase termostabil juga berhasil didapatkan dari mikroorganisma seperti B. Streptomyces thermoviolaceaus memproduksi amilase yang bersifat termostabil (Rath & Subramanyam. Pyrococcus woesei yang memiliki aktifitas katalitik sampai 130oC (Carolina. niger dan Saccharomyces castelli juga menghasilkan amilase termostabil. stearothermophilus. demikian juga halnya dengan kelompok Aktinomisetes seperti Thermomyces vulgaris. B. Pyrococcus furiosus.. 2008 USU Repository © 2008 . calcalovelox. B. 1998). 1999). amyloliquefaciens (Rath & Subramanyam. subtilis..oligosakarida. Thermus sp. Pada umumnya mikroba-mikroba termofil tersebut dijumpai di sumber-sumber air panas. daerah aktifitas gunung berapi. A. maupun di dasar laut yang memiliki sumber mata air panas. -Amilase pertama sekali diisolasi dari isolat Bacillus amyloliquefaciens dan digunakan dalam bidang industri selama bertahun-tahun (Cordeiro et al. dan lainnya. Akhir-akhir ini penelitian terhadap mikroorganisma termofil penghasil enzim amilase termostabil telah diarahkan bukan hanya yang bersifat temofil saja tetapi juga hipertermofil (mampu hidup di atas suhu 80oC) seperti amilase yang didapatkan pada Pyrococcus furiosus. Clostridium acetobutylicum. Selain yang dihasilkan oleh bakteri ternyata beberapa kelompok fungi seperti Aspergillus oryzae. 1998). Adapun faktor-faktor yang dianggap berhubungan dengan termostabilitas enzim-enzim dari mikroorganisma termofil bervariasi pada berbagai spesies Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. B.

namun beberapa hal umum yang ditemukan antara lain terjadinya peningkatan ikatan hidrogen dan salt bridge pada protein dari enzim termofik. Mata air panas yang muncul ke permukaan ini dapat mengandung klorida. Sumber air panas selain memiliki air yang suhunya cukup tinggi juga memiliki suatu aroma khas yaitu berupa aroma hidrogen peroksida (H2S) yang berasal dari aktifitas bakteri anaerob yang menggunakan senyawa-senyawa sulfur.termofil. Asam amino prolin juga lebih sedikit ditemukan pada struktur -heliks pada protein termofilik (Kumar et al. Selain itu ditemukan juga adanya perbedaan jenis dan komposisi asam amino penyusun protein enzim termofil bila dibandingkan dengan protein enzim yang mesofilik. 2. 2008 USU Repository © 2008 . fungi maupun alga yang bersifat termofil. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Bentuk manifestasi aktifitas panas bumi di dalam perut bumi itu dapat berupa munculnya mata air panas. munculnya bualan gas ke permukaan tanah.7.. fumarola. Sumber air panas meskipun memiliki suhu cukup tinggi ternyata dapat dijadikan untuk lingkungan tempat kehidupan bagi beberapa mikroorganisma yang tahan terhadap suhu air yang panas tersebut. solfatara dan tanah panas. Pada enzim temofilik terjadi penurunan jumlah sistein dan serin secara nyata. sedangkan jumlah arginin dan tirosin meningkat secara nyata. bikarbonat ataupun sulfat. Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Manifestasi panas bumi di permukaan adalah sebagai indikasi adanya aktifitas panas bumi di bawah permukaan tersebut. seperti bakteri. 20000).

8. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Tepatnya berada di posisi geografis 03o 18’ 02.7” LU dan 98o 38’ 53.3” BT.Sumber mata air panas Penen Sibirubiru terletak di desa Penen Kecamatan Sibirubiru Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara. Memiliki suhu air sekitar 47oC sampai 57o C. dengan pH air berkisar netral 6. 2008 USU Repository © 2008 .

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .

tabung reaksi. kamera foto digital. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. pH meter (Hanna Instrument). Alat yang digunakan adalah botol sampel steril. safranin. larutan iodin. glukosa monohidrat. propipet. 3. yang didapat dari kolam sumber air panas yang ada di sumber mata air panas Penen Sibirubiru. shakerwaterbath (Julabo Sw22). gram iodin. bunsen. termometer.3. aquadest. pipet serologi. erlenmeyer. timbangan analitik. petridish. mikroskop lanjutan. Bahan dan Alat Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah media agar untuk seleksi bakteri termofil.2.1.BAB III METODE PENELITIAN 3. malachit green. media untuk produksi enzim amilase. alkohol. hoki stik. NaOH. vortex. Universitas Sumatera Utara. inkubator (Fisher). Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari 2008 sampai Juli 2008 bertempat di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sampel Percobaan Sampel percobaan dalam hal ini adalah isolat-isolat bakteri termofil penghasil enzim amilase. spektofotometer. otoklaf (Yamato). kristal violet. 2008 USU Repository © 2008 . waterbath (Griffin). tabung uji. 3. jarum ose. sitrat buffer phosphat. media agar untuk seleksi bakteri amilolitik. sentrifuge. gelas benda. oven (Gallenkamp). reagen DNS. mikropipet (Gilson).

NaCl 5 g. Sebelum sampel air diambil terlebih dahulu dilakukan pengukuran parameter fisika dan kimia di lapangan kerja.1 ml sampel air panas disebar dengan hoki stik pada permukaan agar. masing-masing pada 3 tempat yang berbeda. Sampel air diambil sebanyak 200 ml dari tiap tempat dan dimasukkan ke dalam botol steril dan diberi label. untuk dilakukan isolasi. Sampel air diambil dari bagian kolam dengan kedalaman 50 cm dari permukaan air.3. Parameter kedua adalah pH air di tiap titik pengambilan diukur dengan pH meter yang dicelupkan ke permukaan air lalu angka pH yang tertera dicatat. Pengambilan Sampel Air Panas Sampel air panas diambil dari sumber mata air panas. dituang pada petri steril. pepton 0. 2008 USU Repository © 2008 .5. Isolasi Bakteri dan Pemurnian Bakteri Media yang digunakan untuk mengisolasi bakteri termofil adalah Luria agar (ekstrak yeast 5 g.5 %.4. diinkubasi selama 48 jam pada suhu 65oC. Tiap sampel air panas dibuat ulangannya 2 kali. Untuk pemurnian bakteri. Setelah media padat sebanyak 0. tripton 5 g.2 %. tiap koloni bakteri yang tumbuh berbeda pada kultur sebelumnya diambil satu ose dan digores ke tiap cawan petri lain yang mengandung media agar selektif amilolitik (Yeast ekstrak 0. 3. Parameter yang diukur pertama adalah suhu air di tiap titik pengambilan dengan menggunakan termometer yang dicelupkan selama 3 menit ke dalam tiap bagian tempat pengambilan sampel dan di catat suhunya. Selanjutnya sampel air di bawa ke Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara. tepung agar 5 g dalam 1 liter aquadest) disterilkan. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.

Pembuatan Stok Kultur Stok kultur disiapkan dengan cara menggores satu ose dari tiap isolat bakteri yang tumbuh di kultur pemurnian sebelumnya. selanjutnya disimpan di kulkas untuk stok isolat. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 3.6. Stok kultur ini diremajakan sekali dalam 3 minggu. bila terdapat zona bening pada media mengindikasikan enzim amilase diproduksi oleh isolat sehingga di daerah tersebut amilum sudah dihidrolisis (Cappucino.015%. 1983).NaCl 0. MgSO4 0. 2008 USU Repository © 2008 .05%. Hal ini perlu dilakukan karena uji iodin membuat isolat bakteri mati karena larutan iodin bersifat desinfektan (Pelczar & Chan. dalam bentuk media miring dengan komposisi media sama seperti media pemurnian isolat. sedangkan media yang berwarna biru kehitaman menandakan pati di tempat itu belum terhidrolisis. Sebelum pengujian tiap isolat disiapkan dulu stok kulturnya pada media miring. Kultur diinkubasi selama 24 jam pada suhu 65oC. tepung agar 2 % dan soluble pati 1%). Setiap isolat murni yang dapat tumbuh diasumsikan dapat menggunakan media yang mengandung pati tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan biakan tunggal tiap jenis bakteri termofil penghasil amilase yang hidup pada sumber air panas Penen. Untuk memastikannya dilakukan uji iodin dengan cara meneteskan iodin pada permukaan agar yang berisi isolat. CaCl2 0.05 %. diinkubasi selama 24 jam pada suhu 65oC. 1988).

2006).3. Uji Diameter Zona Bening Hasil Hidrolisis Pati Isolat bakteri disuspensikan dalam larutan NaCl fisiologis sampai kekeruhannya sama dengan kekeruhan Larutan Mac Farland 0. Isolat yang menghasilkan enzim amilase menghasilkan zona bening pada agar di sekitar koloninya jika ditetesi dengan larutan iodin. Pengamatan morfologi dari tiap isolat meliputi warna koloni. Dari tiap suspensi bakteri diambil 5 µl suspensi dengan menggunakan mikropipet. Lebar zona bening yang terbentuk diukur dengan menggunakan jangka sorong (Hartuti. Tiap isolat bakteri yang tumbuh pada media pati tersebut ditetesi dengan larutan iodin untuk melihat kemampuan daya amilolitiknya. 3. bentuk koloni dilihat dari atas.5 standart yang setara dengan 108 CFU. lalu diteteskan dengan tepat pada bagian tengah cawan petri yang sudah berisi media agar pati yang disterilkan. Karakterisasi Morfologi Bakteri Penghasil Enzim Amilase Termofil Morfologi isolat bakteri penghasil amilase diamati pada kultur isolat yang dimurnikan. Kultur diinkubasi selama 72 jam pada suhu 65oC. permukaan koloni dilihat dari samping dan tepi koloni dilihat dari atas (Cappuccino. 2008 USU Repository © 2008 .8.7. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Tiga isolat terbesar zona beningnnya selanjutnya digunakan dalam penelitian ini untuk pengujian parameter aktifitas enzim amilase kasar. 1983).

diteteskan safranin dan dibiarkan selama 30 detik. lalu dikeringkan tanpa pamanasan Setelah itu diamati dengan mikroskop. didiamkan selama 1 menit. dibiarkan satu menit. lalu dibilas dengan air dan dikeringkan perlahan dengan tissue.9. Setelah 1 menit dibilas dengan air perlahan. diletakkan di atas cairan hidrogen peroksida tersebut. lalu dipanasuapkan selama 5 menit (sampai uap terlihat). spora berwarna hijau sedangkan bagian sel lainnya berwarna merah (Cappucinno. setelah itu secepatnya diberi aseton alkohol dan dibilas. bentuk dan penataan sel-selnya serta gramnya (Cappuccino.10. Selanjutnya diamati di bawah mikroskop. disebar. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. difiksasi pada kaca objek. lalu diberikan 2-3 tetes Malachite green. satu ose isolat bakteri. 1983). Pewarnaan spora dilakukan dengan mengambil satu ose isolat bakteri. Karakterisasi Bakteri Penghasil Amilase Secara Mikroskopis Pewarnaan gram dilakukan dengan mengambil satu ose isolat bakteri. Pewarnaan dilakukan dengan kristal violet dengan memiringkan gelas objek. 2008 USU Repository © 2008 . kemudian difiksasi dengan memanaskannya di atas lampu bunsen. bilas dengan aquadest. 3. Uji Sifat Biokimia Bakteri Amilase Termofilik Uji katalase dilakukan dengan mengambil 2 tetes hidrogen peroksida 3% diletakkan pada kaca objek.3. diletakkan pada kaca objek yang ditetesi 1 tetes air. 1983). Uji katalase positif ditandai dengan dihasilkannya gelembung udara (Cappuccino. kemudian diberi gram iodin.1983). Kemudian diteteskan larutan safranin sebagai zat warna tandingan.

3. Uji gelatinase dilakukan dengan menginokulasikan isolat bakteri dengan cara menusuk cara tegak lurus jarum ose pada bagian tengah media Gelatin. Uji gelatinase positif ditandai dengan bentuk media yang tetap cair meskipun telah disimpan di dalam kulkas (Cappuccino. 1983). Uji fermentasi karbohidrat dilakukan dengan menggores isolat bakteri pada permukaan media miring Triple Sugar Iron agar dan juga ditusuk lurus pada bagian tengah media. Uji positif bila terjadi perubahan warna media TSIA dari warna teh menjadi warna oranye atau kuning (Cappuccino. lalu diamati perubahan warna media. 2008 USU Repository © 2008 . setelah itu kultur media disimpan dalam kulkas selama 15 menit. Uji positif bila media berubah dari warna hijau menjadi warna biru (Cappuccino. Kultur dinkubasi selama 48 jam pada suhu 65oC. Pembuatan Larutan Standar Glukosa Aktivitas enzim amilase yang akan diuji dari ketiga isolat terpilih diplotkan ke kurva standar glukosa agar dapat diketahui berapa konsentrasi Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 1983). setelah itu diperhatikan jejak pergerakan bakteri (Cappuccino. lalu diinkubasi selama 5 hari pada suhu 65oC. 1983). Tabung diinkubasi selama 48 jam pada suhu 65oC. digores pada permukaan media Simon Citrat Agar dan dengan ose lurus satu ose isolat bakteri juga ditusukkan ke bagian tengah media sampai ke dasar tabung reaksi. 1983).11. Media kultur tersebut diinkubasi pada suhu 65oC selama 48 jam.Uji sitrat dilakukan dengan mengambil satu ose isolat bakteri. Uji Motilitas dilakukan dengan cara menginokulasikan isolat bakteri dengan cara menusukkan jarum ose secara tegak lurus hingga setengah tinggi media Sulfit Indol Motility pada tabung reaksi.

ditambah aquabidest sebanyak 20 ml. Untuk tiap konsentrasi diambil 1 ml larutan glukosa tersebut. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Dari tiap hasil absorbansi masing-masing larutan glukosa dengan konsentrasi yang berbeda tersebut dibuat garis regresi yang menunjukkan hubungan linier antara absorbansi dan kadar glukosa (Junaidi. Produksi Enzim Amilase Dari Isolat Satu ose kultur bakteri amilolitik dari stok kultur yang berumur 1 hari dimasukkan ke dalam media cair steril untuk perangsang pembentukan amilase.12. 3. divortex.glukosa yang diperoleh dari hasil hidrolisis amilum yang dikatalis enzim amilase isolat terpilih tersebut. 0. lalu diukur absorbansinya pada panjang gelombang 540 nm.13. 2007). divorteks. kemudian diinkubasi dididihkan selama 5 menit. dan ditambahkan 1. 3. Media cair terbuat dari (gram per liter larutan) 6 peptone. Untuk membuat larutan standar glukosa tersebut dibuat larutan–larutan glukosa dengan konsentrasi mulai dari 80-260 µg/ml. kultur cair bakteri dimasukkan ke dalam tabung centrifuge dan diputar selama 20 menit dengan kecepatan 6000 rpm. 2008 USU Repository © 2008 .5 MgSO4.5 ml larutan reagen DNS. didinginkan dengan air mengalir selama 15 menit. Media yang mengandung kultur bakteri diinkubasi pada suhu 65oC selama 72 jam pada shakerwaterbath dengan kecepatan 150 rpm (Ajayi. 2008).7H2O. Ekstraksi Enzim Dari Kultur Cair Bakteri Setelah diinkubasi selama 72 jam.5 KCl. 0. Larutan kemudian disterilisasi. 1 pati.

.. Pengukuran Aktivitas Enzim Amilase Kasar Dari Isolat Bakteri Termofil Aktivitas enzim amilase dideterminasi lewat metode DNS dengan menggunakan pati sebagai substrat (Bernfeld. lalu ditambahkan 1% larutan pati yang sudah dilarutkan dalam Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.... 1985). 3. 1988).Supernatan yang mengandung ekstrak dari enzim amilase kasar diambil dengan mikropipet untuk di uji aktivitasnya (Palmer.. Supernatan dari kultur enzim amilase kasar digunakan sebagai sampel enzim.. Aktivitas enzim amilase dihitung berdasarkan data kadar glukosa relatif sebagai mg glukosa yang dihasilkan oleh 1 ml filtrat kasar amilase. Satu Unit aktifitas enzim didefenisikan sebagai banyaknya µmol glukosa yang dihasilkan dari hidrolisa pati oleh 1 ml ekstrak kasar enzim amilase selama masa inkubasi.. Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar Sebanyak 1 ml ekstrak amilase kasar hasil sentrifugasi dimasukkan ke dalam tabung uji.... ... Untuk melihat besarnya satu unit aktifitas enzim tersebut digunakan rumus: AE = MG x 1000 BMg x MI di mana : AE = Aktifitas enzim ( Unit/mL filtrat enzim)... 2004) MG = Miligram glukosa yang dihasilkan dari reaksi hidrolisa pati BMg = Berat Molekul Glukosa = 180 MI = Masa Inkubasi = 20 menit 3.... Bailey... 1951.(Kombong.... 2008 USU Repository © 2008 ..14..15....

lalu secepatnya dimasukkan dalam es selama 5 menit untuk menginaktivasi enzim tersebut. Nilai absorbansinya diplotkan dengan kurva standart glukosa yang terbuat dari larutan glukosa monohidrat dengan konsentrasi antara 80–260 µg/ml yang telah dibuat sebelumnya (Junaidi. 80oC selama 20 menit. ke dalam tiap tabung uji ditambahkan 2 ml reagen DNS (terbuat dari 1 g 3. Bailey. 65oC. Tabung uji dipanaskan hingga mendidih selama 5 menit.dinitrosalicyclic acid. 60oC. didinginkan dengan air mengalir selama 15 menit dan ditambahkan air yang didestilasi sebanyak 20 ml. Tiap larutan dalam tabung uji kemudian dideterminasi intensitas warnanya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm.5. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.sitrat bufer fosfat pH 6. 2008 USU Repository © 2008 . Tiap sampel pengujian aktifitas enzim dibuat ulangannya sebanyak tiga kali. 3. Bagian ini digunakan untuk blanko. Untuk menghentikan reaksi setelah 20 menit.5. Ke dalam tabung blanko ditambahkan juga larutan pati 1% dalam sitrat bufer fosfat pH 6. lalu diinkubasi pada suhu yang bervariasi sama dengan sampel enzimnya yang aktif selama 20 menit. 70oC.16 Pengaruh pH Terhadap Aktifitas Enzim Aktivitas enzim amilase dideterminasi lewat metode DNS (3. 50oC. Untuk blanko disiapkan 2 ml ekstrak amilase kasar dalam tabung uji dan dipanaskan hingga mendidih selama 20 menit. 2008). Larutan pati dan enzim tersebut diinkubasi pada waterbath dengan suhu yang bervariasi mulai suhu 40oC. 1951.5-dinitro salicylic acid) dengan menggunakan pati sebagai substrat (Bernfeld. 20 ml NaOH dan 30 g sodium potassium tartarate dalam 100 ml larutan).5.

dimana : Yij = µg/ml glukosa yang dihasilkan oleh reaksi amilase + pati pada perlakuan ke-i ulangan ke-j µ = nilai tengah umum τi = pengaruh perlakuan ke-i εij = galat percobaan pada perlakuan ke-i ulangan ke-j i = 1. 2. Lalu tiap sampel diinkubasi pada waterbath dengan menggunkan suhu 65oC selama 20 menit. Filtrat dari kultur enzim amilase kasar digunakan sebagai sampel enzim. 3.. pH 6. pH 7........1988)... 4..17.. pH 8 dan pH 9..6 dalam hal ini adalah suhu perlakuan inkubasi yaitu Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara..... lalu ditambahkan 1% larutan pati yang sudah dilarutkan dalam sitrat bufer fosfat dengan variasi pH 4. Untuk blanko digunakan enzim yang sudah dinonaktifkan dengan cara dididihkan selama 20 menit lalu didinginkan dengan es selama 5 menit..5...(Yitnosumarto. setelah itu ditambahkan masing-masing 2 ml reagen DNS. pH 5.... dididihkan selama 5 menit.. 3. ditambahkan masing-masing aquadest sebanyak 20 ml.. Sebanyak 1 ml ekstrak amilase kasar hasil sentrifugasi dimasukkan ke dalam tabung uji.. 1991).... divortex dan absorbansinya diukur dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm. didinginkan pada air mengalir selama 15 menit. 2008 USU Repository © 2008 . Metode Statistik dan Analisis data Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang bersifat eksperimen dan Non Faktorial dengan menggunakan model persamaan : Yij = µ + τi + εij .. Untuk perlakuannya dibuat sama dengan perlakuaan sampel pH yang mau diuji.....

2008 USU Repository © 2008 . 7. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.2. 6. 70 dan 80oC untuk perlakuan parameter suhu dan pH4. 5. sedangkan hasil berupa data kuantitatif hasil uji aktifitas enzim dianalisis varian. Bila didapatkan perbedaan nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test untuk melihat perbedaan antar perlakuan yang dibuat (Yitnosumarto. 65. 60. 8. mikroskopis dan uji biokimia dipaparkan secara deskriptif. 9 untuk perlakuan parameter pH substrat ( p) j = 1.3 (n) Hasil pengamatan karakterisasi makroskopis. 1991). 50.40.

2008 USU Repository © 2008 .Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.

8). 2008 USU Repository © 2008 . Setiap isolat yang dapat dimurnikan dianggap dapat menggunakan pati tetapi untuk memastikan dilakukan uji iodin. pH 6. 4. pH 6. dikarakterisasi sifat morfologi dan biokimianya. juga dibuat stok kultur untuk ke enam belas isolat yang tumbuh tersebut. 10 isolat dari lokasi II dan 4 isolat dari lokasi III. Karakterisasi Morfologis dan Uji Biokimia Enam belas isolat bakteri yang teridentifikasi dapat menghidrolisis pati tersebut.7).BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Isolat yang mampu menghidrolisis pati menghasilkan zona bening di sekeliling isolat setelah ditetesi iodin (Cappuccino. 12 isolat dari lokasi II (suhu 55oC. hasil dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini: Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. pH 6. Dari hasil uji iodin didapatkan hasil enam belas isolat yang tumbuh itu semuanya dapat menghidrolisis pati. Masing-masing isolat dimurnikan pada media agar pati 1% dan didapatkan hasil 2 isolat amilolitik dari lokasi I.2. Isolasi dan Seleksi Bakteri Amilolitik Dari isolasi bakteri dari sampel air panas Penen didapatkan 22 isolat masingmasing terdiri dari 5 isolat dari lokasi I (suhu 48oC. Sebelum penetesan iodin dilakukan terlebih dahulu dilakukan karakterisasi morfologis dari koloni. 1983).8) dan 5 isolat dari lokasi III (suhu 57oC.

diplo pseudobasil mono.strepto pseudobasil mono. diplo + + - PN2 bulat berombak datar putih + + + + + + + PN3 tidak beraturan berombak naik krem - - + + + + + PN4 bulat berombak datar krem + + + + + + + PN5 tidak beraturan berombak datar krem + + + + + - + PN6 tidak beraturan rata datar krem + + - + + - - PN7 tidak beraturan rata naik krem + + + + + + - Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.Tabel 3. diplo pseudobasil mono. strepto pseudobasil Mono. diplo pseudobasil mono. 2008 USU Repository © 2008 . diplo pseudobasil mono. Karakter Morfologi dan Sifat Biokimia Isolat Bakteri Termofil Amilolitik Penen Sibirubiru Kode isolat Bentuk koloni Tepi koloni Karakter morfologis Elevasi Warna koloni koloni Bentuk/ tataan sel G r a m S p o r a Uji biokimia sederhana T S G S I e I M l A a t i n + + + S C A K a t a l a se + PN1 tidak beraturan berombak datar krem pseudobasil mono.

diplo strepto pseudobasil mono.Lanjutan Tabel 3 : PN8 bulat berombak datar krem pseudobasil mono. 2008 USU Repository © 2008 . diplo pseudobasil mono. strepto pseudobasil mono. diplo pseudobasil mono. diplo Kokus/ Mono. diplo + + + + - PN9 tidak beraturan berombak naik krem + + + + + + + PN10 tidak beraturan berombak datar krem - - + + + + + PN11 tidak beraturan filamen datar krem - - + + + + + PN12 tidak beraturan filamen datar krem + + + + + + + PN13 tidak beraturan filamen datar krem + + + + + + - PN14 rizoid berlekuk datar Putih + + + + + - + PN15 rizoid filamen datar krem + + + + + - - PN16 bulat rata datar putih + + + + + - + Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. diplo pseudobasil Mono. diplo pseudobasil mono. diplo pseudobasil Mono.

1988). 1983).Dari hasil pewarnaan gram terlihat isolat amilolitik Penen ini 15 berbentuk batang pendek (pseudobasil) dan satu kokus. gram positif dan endospora positif dan katalase positif tersebut berasal dari genus Bacillus. sehingga diduga sebagian besar yang berbentuk basil. Bakteri jenis ini mampu bertahan hidup dalam bentuk sel vegetatifnya sampai suhu 70oC. Hasil uji biokimia fermentasi karbohidrat dengan media TSIA memperlihatkan 15 dari 16 isolat menunjukkan hasil positif dapat menggunakan media TSIA sebagai sumber karbon. Hal ini ditandai dengan adanya jejak pergerakan bakteri sesudah media yang diinokulasi dengan isolat diinkubasi selama 3 hari. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 1988. 1983). 2008 USU Repository © 2008 . pada suhu yang lebih tinggi dari 70oC bakteri ini membentuk endospora (Tarigan. Hasil uji motilitas dengan media SIM memperlihatkan 16 isolat tersebut bersifat motil. Limabelas isolat tersebut memperlihatkan hasil fermentasi pada bagian atas berwarna merah dan bagian dasar kuning sehingga dari sumber carbon yang tersedia isolat hanya dapat memfermentasi glukosa untuk sumber energinya. Tidak ada di antara limabelas isolat tersebut yang memproduksi H2S karena tidak terjadi pembentukan warna hitam pada bagian dasar media setelah fermentasi 48 jam (Cappuccino. Kemampuan menggunakan sitrat ini ini ditandai oleh berubahnya warna media SCA dari warna hijau menjadi warna biru (Cappuccino. Untuk sifat gram 12 isolat gram positif dan 4 isolat bersifat gram negatif. Duabelas dari 16 isolat dapat membentuk endospora. Pelczar & Chan. Hasil uji biokimia pada media Simon Citrat Agar menunjukkan 10 dari 16 isolat amilolitik Penen dapat menggunakan sitrat sebagai sumber karbonnya.

1983). Hal ini tampak dari bentuk media gelatin yang sudah diinokulasi dan diinkubasi selama 3 hari lalu sesudah itu disimpan di kulkas selama 30 menit ternyata tetap cair (Cappuccino.Hasil uji gelatinase dengan media gelatin agar memperlihatkan 16 isolat dapat menghidrolisis gelatin. 35 30 25 zona bening (mm 20 15 10 5 0 PN1 PN2 PN3 PN4 PN5 PN6 PN7 PN8 PN9 PN10PN11PN12PN13PN14PN15PN16 Isolat bakteri Gambar 5. 1983). Hasil uji katalase memperlihatkan 11 dari 16 isolat positif menghasilkan katalase.1 di bawah ini serta pada Lampiran 9. Diameter zona bening hasil hidrolisis pati oleh enzim amilase isolat bakteri termofil Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Hasil Seleksi Isolat Untuk Pengujian Aktifitas Enzim Amilase Kasar Hasil pengujian hidrolisis pati secara semikuantitatif yang dilakukan terhadap 16 isolat bakteri termofil amilolitik Penen didapatkan data sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 4.3. 2008 USU Repository © 2008 . 4. Hal ini ditandai dengan munculnya gelembung oksigen dari permukaan isolat ketika ditetesi dengan H2O2 (Cappuccino.

(A) (B) (C) Gambar 6. PN13. (1998) berhasil mengisolasi bakteri termofilik penghasil enzim amilase dengan aktifitas hidrolitik yang termasuk kriteria memiliki potensi tinggi adalah yang zona beningnya > 26 mm. 2008 USU Repository © 2008 . PN6.93 mm) dan PN4 (27. PN5 dan PN7. PN15.33 mm) untuk diuji aktifitas enzim amilase kasarnya. PN3 sedangkan yang berpotensi tinggi ada 3 isolat yaitu PN4. potensi sedang bila diameter zona beningnya berkisar 14–26 mm dan potensi rendah bila diameter zona beningnya < 14 mm. Dengan demikian berdasarkan kriteria potensi yang dibuat oleh Igarashi et al. Tiga Isolat Terpilih Berdasarkan Diameter Zona Bening Uji Iodin. (1998) dari 16 isolat bakteri termofil amilolitik Penen tersebut 6 isolat berpotensi rendah yaitu PN10. Setelah Inkubasi 72 jam: (A) Isolat PN1 (B) Isolat PN4 dan (C) Isolat PN9 Dari hasil uji hidrolisis zona bening dipilih tiga isolat terbesar zona beningnya yaitu isolat PN9 (31.Igarashi et al. Zona bening yang terbentuk di sekeliling isolat setelah ditetesi larutan iodin menunjukkan bahwa isolat bakteri tersebut telah menghidrolisis pati di bagian media pati tersebut (Cappuccino. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. PN12. Potensi sedang dimiliki oleh 7 isolat yaitu PN2. PN11. PN1 (29. PN8. 1983). PN14.58 mm). PN16. PN1 dan PN9 seperti terlihat pada Gambar 6.

036 0.058 0.098 a 70 181.105 0.040 0. diperoleh data besar konsentrasi glukosa hasil hidrolisis pati seperti pada Tabel 4 dan Lampiran 10 Tabel 4.31 0.050 d 80 165.046 d Ket: Huruf yang sama pada notasi untuk masing-masing isolat menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata pada tingkat kepercayaan 95%.99 143.076 b 60 328.059 c 50 275. Aktivitas PN1 menurun hampir 48% bila suhu inkubasi PN9 Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.033 0.05 c b a d e e b b a c cd d PN1 PN4 40 211.63 290.24 379.22 184.051 0.78 0.4.38 130.19 Aktivitas enzim (Unit/ml)per menit 0.38 367.036 Notasi  = 0.83 129.121 0.83 175. 2008 USU Repository © 2008 .4.081 0. Dari Tabel 4 di atas terlihat aktivitas amilase kasar isolat PN1 dan PN4 optimal pada suhu 60oC.19 0.37 0.56 117. Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktifitas Enzim Amilase Kasar Dari hasil pengujian aktifitas enzim amilase kasar yang diperoleh dari supernatan ketiga isolat terpilih.69 0.63 352.36 437.091 a 65 351.098 0.049 0. Pengaruh suhu inkubasi terhadap aktifitas enzim amilase kasar isolat bakteri termofil Isolat Suhu (°C) 40 50 60 65 70 80 40 50 60 65 70 80 konsentrasi glukosa (µg/ml) 207.102 0.35 0.

. Bessler et al. Ketiga jenis enzim amilase kasar tersebut memiliki kemampuan untuk tetap melakukan aktivitas kataliknya sampai suhu 80oC.). Viara et al. 1987. 2008). aktivitas enzim ini juga menurun sekitar 48% ketika suhu dinaikkan jadi 70oC. 2008 USU Repository © 2008 . Kisaran suhu optimum pada aktifitas enzim kasar dari ketiga isolat tersebut didukung hasil penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan terhadap berbagai jenis enzim amilase dimana suhu optimum untuk enzim amilase dari mikroorganisma termofil berkisar antara 50oC–70°C (Madi et al. berarti ketiga jenis enzim ini memiliki sifat yang termofilik. 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 40 50 60 65 o Konsentrasi glukosa ( µg / ml) 70 80 Suhu inkubasi ( C) PN1 PN4 PN9 Gambar 7.. demikian juga aktivitas PN4 menurun hampir 43% saat suhu inkubasi dinaikkan menjadi 65oC.. 2002). Dari aktivitas enzim amilase kasar ketiga isolat Penen tetap optimal pada suhu 60oC-650C.dinaikkan menjadi 65oC. 1993.. Beberapa spesies Bacillus yang termofil juga ada ditemukan menghasilkan enzim amilase yang memiliki aktivitas optimum pada suhu 80°C (Vihinen & Mantsala. 2003. Pengaruh suhu inkubasi terhadap aktifitas enzim amilase kasar isolat bakteri termofil Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 1990. Aktivitas PN9 optimal pada suhu 65oC.. Cordeiro et al. walaupun aktivitas tersebut mengalami penurunan pada suhu yang lebih tinggi dari 60oC (Gambar 7. Carvalho et al.

tetapi kenaikan suhu dari 60oC menjadi 65oC tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata.2). tetapi kenaikan suhu dari 70oC menjadi 80oC tidak menunjukkan perbedaan nyata. Uji Duncan pada Tabel 4 memperlihatkan suhu inkubasi dinaikkan dari dari 40oC sampai 70oC berpengaruh nyata terhadap aktivitas enzim amilase kasar isolat PN1 tetapi peningkatan suhu inkubasi dari 70oC menjadi 80oC menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata.84 Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 . Aktivitas kembali berbeda bila suhu dinaikkan dari 60oC menjadi 70oC. Bila dibandingkan aktivitas amilase kasar berdasarkan variasi suhu inkubasi enzimatik dari ke tiga isolat Penen tersebut maka dengan masa inkubasi selama 20 menit pada suhu 60oC enzim amilase PN4 ternyata menghasilkan glukosa terbanyak (437. tetapi kenaikan suhu dari 60oC hingga 80oC tidak menunjukkan aktivitas yang berbeda nyata. Suhu inkubasi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata untuk kenaikan suhu dari 40oC hingga 60oC.Analisis varians pengaruh suhu inkubasi (Lampiran 10.3 Uji pengaruh variasi suhu seperti pada Tabel 4 menunjukkan jika kenaikan suhu inkubasi dari 40oC – 60oC menunjukkan aktivitas yang berbeda nyata.1) menunjukkan suhu inkubasi mempengaruhi aktivitas enzim amilase kasar isolat PN1. Suhu inkubasi juga berpengaruh terhadap aktivitas enzim isolat PN9 ketika dilakukan Analisa Varian seperti pada Lampiran 10.22 µg/ml) dibandingkan enzim amilase PN1 (352. Pada amilase kasar isolat PN4 perubahan suhu dari 65oC .80oC juga tidak berbeda nyata seperti ditunjukkan pada Tabel 4. Suhu inkubasi juga berpengaruh terhadap aktivitas enzim amilase kasar isolat PN4 (Lampiran 10.

058 Unit/ml untuk per menit ) pada suhu inkubasi 60oC ataupun yang pernah didapatkan dari amilase kasar isolat limbah buangan pabrik ubi oleh Oboh (2005) yang besarnya 2. Mikroorganisma termofil dapat menghasilkan enzim yang memiliki aktivitas pada suhu yang tinggi melebihi enzim dari mikroorganisma mesofil karena 3 komponen perlengkapan yang dimiliki oleh mikroorganism termofil itu sendiri pertama berupa protein yang tetap stabil.07 Unit/ ml per menit). tetapi pada suhu inkubasi enzimatik yang tertinggi digunakan dalam penelitian ini yaitu suhu 80oC enzim amilase PN10 menghasilkan glukosa terbanyak yaitu 165. 2000).µg/ml) dan amilase PN9 (328. Kelebihan kedua mikroorganisma termofil memiliki membran sel Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 1995) yang besarnya 3.2 unit/ml untuk masa inkubasi 30 menit (0. Protein ini dikenal dengan nama Chaperonins yang dapat membantu mikroorganisma termofil mengembalikan fungsi aktivitas enzimnya bila terdenaturasi oleh suhu yang tinggi (Everly & Alberto. Aktivitas amilase kasar isolat Penen ini menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan aktivitas amilase kasar dari Thermus sp. PN4 (129.19 µg/ml) dan PN1 (117..75 µg/ml. 2001).78 µg/ml. 2008) yang pada suhu inkubasi 40oC hanya berkisar antara 135 .37 µg/ml). 2008 USU Repository © 2008 . tahan terhadap denaturasi dan proteolisis (Kumar & Nussinov. Dengan demikian terlihat jika amilase PN9 relatif lebih toleran terhadap suhu tinggi.5 unit/ml untuk masa inkubasi 1 jam (0. (Fu-Shaw et al. Berdasarkan hasil yang diperoleh aktivitas enzim amilase kasar dari isolat bakteri termofil Penen lebih tinggi dibandingkan oleh aktivitas amilase kasar yang didapatkan dari isolat bakteri termofil yang berasal dari lumpur panas Lapindo (Junaidi.38 µg/ml).

4-10. 4. Selain kemampuan mikroorganismanya maka enzim termofil ini juga memiliki perangkat genetik yang membuatnya memiliki daya katalis pada suhu tinggi. 1992.yang terbuat dari struktur lipid yang resisten terhadap suhu tinggi sehingga mampu untuk hidup di lingkungan bersuhu tinggi (Herbert & Sharp. Komponen ketiga yang dimiliki oleh mikroorganisma termofil adalah suatu struktur DNA yang disebut Reverse DNA Gyrase yang menghasilkan suatu bentuk superkoil yang bermuatan positif sehingga DNA memiliki titik leleh yang lebih tinggi dari pada titik leleh DNA pada mikroorganisma non termofil. 5. diperoleh hasil konsentrasi glukosa hasil hidrolisis pati seperti terlihat pada Tabel 5 dan Lampiran 10. 2008 USU Repository © 2008 . Perangkat genetik tersebut menyangkut komposisi asam amino arginin dan tirosin yang meningkat pada protein enzimnya.. de Rosa et al. Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Kasar Dari hasil pengujian aktivitas enzim amilase kasar yang diperoleh dari supernatan ketiga isolat terpilih. 1994)..6 Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. jumlah ikatan hidrogen dan salt bridge yang meningkat pada struktur protein enzimnya dan struktur komformasi -helix dari protein enzim (Kumar et al. 2000).

033 0.079 b 6. Bahkan pada pH 10.07 94.097 a 7.11 0.91 0.09 188...056 0.0 5.0 4.0 134.0 8.062 0.0 6.0 239.0 285.108 a 8. Aktifitas optimum pada pH 8.0 aktivitas optimumnya masih mencapai 50% (Hagihara et al.2 0.78 176. 2008) juga pada amilase dari isolat Bacillus sp KSM-K38 yang memiliki rentang pH optimumnya 8.98 117.6 0.021 0. 2001).033 0.049 0.0 6.53 180.6 117.31 0.28 172.0 75.048 0.026 e d c ab a bc c b a b c d PN4 4.79 157.0 7.68 122.0 350.65 203.5.0 pernah diteliti sebelumnya pada amilase dari isolat Bacillus sp strain SMIA-2 (Carvalho et al.0 390.0 267.0 9.0-9.18 0.0 7.037 d Keterangan: Huruf yang sama pada notasi dari masing-masing isolat menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata pada tingkat kepercayaan 95%.0 5.052 0.0 8.066 c 9. Amilase dari isolat PN1 menunjukkan aktivitas optimumnya pada pH 8.05 (µg/ml) (Unit/ml per menit) PN1 4. Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Kasar Isolat Bakteri Termofil konsentrasi Isolat pH glukosa Aktivitas enzim Notasi  = 0.0 9.044 0.034 0.Tabel 5.050 0.09 0. 2008 USU Repository © 2008 .41 224. Aktifitas enzim PN1 meningkat mulai dari pH 4 sampai pH 8 hal ini menunjukkan jika amilase isolat PN1 lebih cocok digunakan pada pH lingkungan yang sifatnya PN9 Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.074 bc 5.

0. Uji Duncan (Tabel 5. Aktivitas enzim amilase PN1 ini juga dipengaruhi oleh suhu ketika dilakukan Analisa Varian (Lampiran 10. dan enzim dari isolat limbah pabrik tapioka (Oboh.0 tidak berbeda nyata dengan pada pH 7.. tetapi tidak ada perbedaan nyata untuk aktivitas enzim ketika pH menjadi pH 8. (Fu-Shaw et al. demikian juga dengan aktivitas enzim pada pH 5. 1997).0.) menunjukkan aktivitas enzim pada pH 4.. Aktivitas optimum pada pH ini pernah ditemukan pada enzim amilase dari isolat Clostridium thermosulforogenes (Swamy & Seenayya.0.5).0 maupun pada pH 9. Aktivitas amilase isolat PN4 ini meningkat mulai dari pH 4–6 tetapi mulai mengalami penurunan sekitar 21% ketika pH menjadi 7. Analisis varians menunjukkan pH berpengaruh sangat nyata pada aktivitas amilase PN 4 (Lampiran 10.0 hingga pH 7.0. 1995). juga pada isolat Bacillus licheniformis (Haq et al. Penurunan aktivitas terus terjadi sampai pH 8. 2005). Dari data yang diperoleh ternyata enzim amilase kasar isolat PN4 aktivitas optimumnya berada pada pH 6. dengan aktivitas enzimnya menurun sebesar 58% dibandingkan pada saat aktivitas optimumnya. 2008 USU Repository © 2008 .0 terus mengalami peningkatan dan peningkatan pH itu menghasilkan aktivitas yang masing-masing berbeda nyata.0 tidak berbeda nyata dengan aktivitas enzim pada pH 8. Aktivitas optimum di pH 6. Isolat PN9 menghasilkan enzim amilase kasar yang aktifitas optimumnya pada pH 7.0.alkalis.0 ini juga dijumpai pada enzim amilase dari isolat bakteri Thermus sp. juga pada amilase dari isolat Bacillus amyloliquefaciens (Syu & Chen. 2005).4). 1996). Aktivitas amilase isolat Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Uji Duncan (Tabel 5.)menunjukkan enzim amilase isolat PN1 aktifitasnya pada pH 4.

Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Kasar Isolat Bakteri Termofil Dari grafik terlihat jika pada pH yang paling rendah (pH4) aktivitas amilase terbesar untuk 20 menit masa inkubasi tenyata PN9 menghasilkan glukosa terbanyak (267.0 aktifitas juga menunjukkan hasil yang berbeda nyata.) menunjukkan aktivitas enzim amilase kasar PN9 berbeda nyata ketika pH substrat berubah dari pH 5. tetapi mulai terjadi penurunan sebesar 38% ketika pH meningkat menjadi 8.0 dan pada pH 8. 2008 USU Repository © 2008 .53 µg/ml) dan Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.31 µg/ml) dibandingkan enzim amilase PN4 (117.0.6).0 serta 9. Hal ini menunjukkan enzim amilase dari isolat PN9 ini lebih cocok digunakan pada pH yang cenderung netral untuk mendapatkan hasil yang optimum. pH substrat berpengaruh nyata terhadap aktivitas enzim amilase kasar isolat PN9 (Lampiran 10.0. Pengaruh pH terhadap aktivitas amilase kasar ketiga isolat tersebut dapat dilihat pada Gambar 8 di bawah ini Konsentrasi glukosa (µg/ml) 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 4 5 6 7 8 9 pH PN1 PN4 PN9 Gambar 8.0 menjadi 6.0 sampai pH 7.PN9 ini menunjukkan peningkatan dari pH 4. Aktivitas terus menurun sebesar 65 % dari aktivitas optimumnya dengan peningkatan pH sampai 9. Uji Duncan (Tabel 5.

0.60 µg/ml.8 maka kemampuan enzim untuk melakukan aktifitas kataliknya yang optimum tidak berbeda jauh dengan kondisi pH pada pengujian di laboratorium dimana pH optimum PN4 pH optimumnya 6.0.0.amilase PN1 (75.0. PN9 optimum pada pH 7. tetapi PN1 ternyata memiliki sifat alkalitoleran yang cukup baik untuk aktifitas optimumnya pada pH 8.7-pH 6. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.91 µg/ml) dan PN4 (94. 2008 USU Repository © 2008 . 2002) yang ekstrim. Secara keseluruhan enzim amilase kasar ketiga isolat Penen ini masih dapat melakukan aktifitas kataliknya dari pH 4. Hal ini terjadi karena mikroorganisma dari kelompok termofil umumnya memiliki kelengkapan sel yang lebih baik agar dapat hidup lebih toleran terhadap perubahan pH lingkungan. Mikroorganisma ekstremofil ini juga umumnya menghasilkan enzim yang sifatnya toleran menghadapi perubahan pH lingkungan reaksi kimia kataliknya. Bila dibandingkan dengan tempat hidup alami dari isolat Penen ini yang berkisar pada pH 6. Kelengkapan sel ini terutama dijumpai pada muatan ion yang tinggi pada membran selnya yang berhubungan dengan kemampuannya mengembangkan daya toleransi menghadapi peningkatan pH lingkungan (Ulukanli. Dengan demikian terlihat jika amilase PN9 relatif lebih toleran terhadap lingkungan pH asam dibandingkan amilase PN1 yang lebih toleran terhadap lingkungan yang bersifat alkalis.0 juga sampai pH 9. PN1 (134.68 µg/ml). tetapi pada pH yang paling tinggi (pH9) aktivitas enzim amilase PN10 menghasilkan glukosa terbanyak yaitu 172.20 µg/ml).

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .

69 µg/ml-165. 1. Pada suhu 60oC amilase PN4 menghasilkan glukosa terbanyak (437. PN4 dan PN9 dalam menghidrolisis pati optimum pada suhu 60o-65oC. pH memiliki pengaruh yang berbeda terhadap aktifitas optimum enzim amilase dari ketiga isolat tersebut. 2. Sumber air panas Penen Sibirubiru memiliki isolat bakteri termofil yang berbeda-beda karakter morfologi demikian juga biokimianya dan sebanyak 16 isolat bakteri tersebut ternyata menghasilkankan enzim amilase. PN1 (29. PN1 aktifitas optimumnya pada pH yang alkalis Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Aktifitas PN1. Tiga isolat terpilih memperlihatkan aktifitas enzim yang berbeda-beda pada pengaruh suhu inkubasi demikian juga pada pengaruh pH.93 mm) dan PN4 (27.78 µg/ml). 33 mm). 5. 22 µg/ml) tetapi peningkatan suhu dari 65o-80oC menunjukkan amilase PN9 memiliki aktifitas tertinggi diantara ketiga enzim amilase terpilih meskipun konsentrasi glukosa yang dihasilkan semakin menurun (351. 3. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tentang aktivitas amilase kasar dari isolat bakteri sumber air panas Penen Sibirubiru dapat disimpulkan: 1. 4. 2008 USU Repository © 2008 .58 mm). Terdapat perbedaan aktivitas hidrolitik di antara isolat bakteri termofil amilolitik Penen tersebut dalam mendegradasi amilum pada media agar pati.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Tiga isolat terbesar untuk zona bening hidrolisis pati didapatkan pada isolat PN9 (31.

60 µg/ml). 2008 USU Repository © 2008 .78µg/ml) dan PN9 pada pH 7 (390. 5. Saran Enzim amilase dari isolat PN1.yaitu pada pH 8. Pada pH yang paling rendah digunakan (pH4) amilase PN9 memiliki aktifitas tertinggi (267.0) amilase PN1 memiliki aktifitas tertinggi menghidrolisis pati (172. tetapi aktivitas ini masih perlu diteliti lebih lanjut untuk melihat interaksi antara suhu dan pH juga pengaruh faktor eksternal lainnya untuk mendapatkan data yang lebih baik lagi tentang potensi aktivitas enzim amilase isolat Penen tersebut.0 (203. tetapi untuk pH tertinggi yang digunakan (pH 9.31µg/ml)dibandingkan amilase PN1 dan PN4. 2. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.0 (224. PN 4 pada pH 6.11µg/ml). PN4 dan PN9 ini memiliki aktivitas enzim kasar yang cukup potensial dilihat dari kemampuan aktivitasnya pada suhu inkubasi yang cukup tinggi dan pada pH yang berkisar netral. Perlu dilakukan juga penelitian lanjut untuk aktivitas enzim ini pada tingkat yang lebih murni sehingga potensi enzim amilase isolat Penen ini dapat diketahui datanya lebih jelas dan dapat diketahui kemampuan yang dimiliki enzim amilase tersebut untuk digunakan pada bidang aplikatif.28 µg/ml).

Enzymology. New Jersey. New York. Amylases and their applications. Daghstani H. Microbiology: A Laboratory Manual. 2007. Prentice Hall. Microbiological applications. Inc. p. John Wiley & Son. http://departement. Biology Amylase Lab. African Journal of Biotechnology. African Journal of Biotechnology. Protein Science 12: 2141– 149. 2nd Applied Microbiology. 1983. Brock TD & Brock KM. App. Ajayi OA & Fagade EO. (12 April 2008). 2007. 4: 125–1529. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. A Willey Interscience Publication.oxy/edu/test/Amylase. 1994. 1988. Win C. Addison Wesley Publishing Company. Bailey MJ. 2nd edition. A note on the use to dinitrosalicyclic acid for determining the products of enzymatic reaction. 2008 USU Repository © 2008 .DAFTAR PUSTAKA Aiyer PV. Microbiol.performance and higher specific activity. Benson HJ. Basic microbiology with application. 6: 699–706. 1978. 1978. Introduction to soil microbiology. In: Advance in Bessler C. Geopel & Lafi W. 6: 1181–1184. p. Brock TD. Inc.191. Molecular. Thermophillic temperatures. 2003. Thermophiles: General. 29: 494 – 496. 2005. Directed evolution of bacterial -amylase: Toward enhance pH. 1951. Bernfeld. 1977. Enzyme of starch degradation and synthesis. Biotechnol. Interscience Publications.583. Springer–Verlag. Cappucino JG. 1986. Alexander M. Maurer KH & Schmitt RD. microorganisms and life at high Brock TD. Determination of kinetic parameters of -Amylase producing thermophile Bacillus sphaericus. Al-Qodah Z. Brown Publication. Schmitt J. Heat activation and stability of amylase from Bacillus species. African Journal of Biotechnology. New York.

Erickson HM. Djambatan. Dasar – Dasar Mikrobiologi. Morana A. Brazillian Journal of Microbiology. Gambacorta A. 96: 1201-1204. Bull. 5: 780–86.p. 2008. De Rossa M. stress and Bioscience. 1992.Carolina M. survival: overview. Gambacorta A & Gliozzi A. Lipid of the archaea: a new tool for bioelectronic. 89: 17. Production and properties of -amylase from thermophilic Bacillus sp. Ashraf H. Everly C & Alberto J. Pereira N & Andrade A. 1986. 9: 669– 675. 50: 70-80. Brazilian Archives of Biology and Technol. Dwidjoseputro D. Bioresource Technol. 2001. 1989. O. Bioresource Technol. 33: 57– 61. 1999. The 1992 Book And Paper Group Annual. 1994. Purification and properties of an extracellular -amylase from Thermus sp. Microbiological Reviews. 1995. Trincone A & Incani. Cordeiro CA. 2002. Sin. Martin ML & Luciano AB. Qadeer MA & Iqbal J.34. Novel -amylase that is highly Resistant to chelating reagents and chemical oxidants from the Alkaliphilic Bacillus Isolate KSM-K38. Riccio A. 2003. Usage recommendations for -amylase: maximizing enzyme activity while minimizing enzyme-artifact binding residues. 24–33. 2000. A source of alpha amylase production by Bacillus licheniformis. Brazilian Journal of Microbiology. Biosynthesis and Physicochemichal Properties of Archaebacterial Lipids. Haki GD & Rakshit SK. Front Fu Shaw J. Acad. Applied and Environmental Microbiology. 39: 102-107.2005. Hagihara H. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Bot. Jakarta. Biosens. 36: 195-200. Developments in industrially importants thermostable enzymes: a review. Haq I. Thermophilic microorganism and their polymer–hidrolytic enzyme. 67: 1744–1750. Bioelectr. Igarashi K & Hayashi Y. Fu Pang L & Chiu Chen S. Stressors. 12: 12-130. 2008 USU Repository © 2008 . Properties of an amylase from thermophillic Bacillus sp. De Carvalho RV.. Structure. Correa T & da Silva J. De Rossa M.

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Termofilik Penghasil Enzim Amilase dari kawasan wisata Pemandian Air Panas Pawan-Roka Hulu. Antranikian G. Appl Environ Microbiol 64: 3282–3289. New York. Holt JG. Appl Environ Microbiol. <1 Juni 2008)> http://www. London. Bergey’s manual of determinative Wilkins. William & Hyun HH. 49: 1162–167. Taylor & Francis Group. 5: 16–20. Biochem. Katsuhisha S & Mikio S. Hiroshi H. Structur stabillity relationship in proteins: new approach to stability enzymes. Deteksi produksi Amilase. 1999. 53: 1661-1667. Electronic Journal of Biotechnology. Maier RM. 1985. United Stated of Amerika. Appl Environ Microbiol. Environmental Microbiology. Igarshi YH. 1987. 2: 1-9. General biochemial characterization of thermostable extracellular ß-amylase from Clostridium thermosulfurogenes. Thermostable amylolytic enzyme from a new Clostridiumisolates . 2001. 1998. Pepper IL & Gerba CP. Jurnal Ilmu Dasar.1992. LLC. How do thermophillic protein deal with heat ? A review. Kumar S & Nussinov R. 2004. Cell. Moll. 75: 553–561.Hartuti MS. Skripsi. Nosoch Y & Samejima J. Liu Q. 2000. Unversitas Riau.blogger. Evaluasi daya hidrolitik enzim glukoamilase dari filtrat kultur Aspergillus niger. 1994. bacteriology. 2006. Madi E. Understanding Starch and Their Role in Foods. Kombong H . 58: 1216– 233. Junaidi HM. Chapman and Hall. Stability of biocatalysts.com/profile/. Enzymatic properties of a novel liquefying-amylase from an alkaliphilic Bacillus Isolate and entire nucleotida and amino acid sequences. 1974. Herbert R & Sharp R. Academic Press. 2005. Life Sci. 2008. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Molecular Biology and Biotechnology of Extremophiles. Ohmiya. K & Gottschalk. 2008 USU Repository © 2008 . Illanes A. Hibino Y. & Zeikus JG.

India. 7: 275. Biokimia Harper.ac. 343–366. Advance In microbial amylases. 2008 USU Repository © 2008 . Dasar-dasar Mikrobiologi. Mayes PA & Rodwell VW.in/Microbiology. Biotechnol. Majalah Farmasi Airlangga. Biochemistry of Leichester . <12 Oktober 2007> microbes.osmania. Oboh G. Universitas Indonesia Press. Pelczar MJ & Chan EC. Advanced in Applied Microbiology. 1965. Murray RK. Soccol CR. Ellishorwood Publisher. 2005. Uji aktifitas crude enzim proteolitik Bacillus subtilis FNCC 0059 hasil fermentasi curah. Nickerson WJ & Brown RG. Nurleni & Made. Isolation of thermophilic bacteria from hot spring of Orissa. ECC Penerbit Buku Kedokteran. 1998. Aerobic thermophilic bacteria from water in studies on thermophilic bacteria. Mohan C. Institut Pertanian Bogor. Poernomo AT & Purwanto DA. Isolation and Characterization of amylase from fermentedcassava (Manihot esculenta Crantz) waste water. 1985. Penerbit Universitas Indonesia. Understanding Enzyme. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2003. 1994. Biochem. Rath CC & Subramanyam VR. DNA Gyrase and the mechanism of DNA supercoiling. 2003. Appl. Muchtadi S. Geobios. 3: 103–107. 2000. Journal Bacteriol. Germany. Nigam P. 25: 113-119. Palmer T. Buffers. Academic Press. 4: 1117–1123. 1999. 1988.Maxwell A. Pandey A. p. Properties of enzymes isolated from thermophilic http://www. Singh D & Mohan R. 1921. African Journal of Biotechnology. 1992. Jakarta. Soccol VT. Morrison LE & Tanner FW. Dept. Granner DK. EMD Bioscience Calbiochem.31: 135–152. Enzim dalam Industri Pangan. 2003. Poedjiadi A. Dasar – dasar Biokimia.

App. Thiel T. 1961. AF. Chem. 2003. 1973. Eng. Journal. Process Biochem. Bacteriological Review. Microbial. Sale BS. 2008 USU Repository © 2008 . Inc. 1997. Production of Saccharogenic and Dextinogenic Amylases by Rhizomucor pusilus A 13. 1994. Sivaramakrishnan S. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Graw Hill Book Company. 37 : 320–342. Nature. Dept. 43: 561 – 568.Reddy NS. Life in extreme environments. An overview of themicrobial -Amylase family. Gangadharan D. β-amylase from Clostridium thermocelluum SS8 a thermophillic. 2005. 2003.An overview on recent developments. 157– 162. Swammy MV. African Journal of Biotechnology. Tony M. PengantarMikrobiologi. The Journal of Microbiology. Food. Nimmagadda A & Rao KR. Biotechnol.36. 44: 173-184. 1996. A study on the -amylase fermentation perfomed by Bacillus amyloliquefaciens. Proteins from Thermophilic Microorganism. 2001. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Syu MJ & Chen YH. 65: 237–247. Santos EO & Martin ML. Nampoothiri KD. Lett. Singleton R & Amelunxen RE. Brazilian Archives of Biology and Technology. 1988. cellulolytic bacterium. α-amylase from microbial sources. Technol. Rothschild LJ & Mancinelli RL. Sossol CR & Pandey A. Silva T.18: 301–304.2006. 1999. anaerobic. 2: 645–648. Fundamental Principles of Bacteriology. Introduction to Bacteria. Thermostable Pullulanase and -amylases activity from Clostridium thermosulforogenes SV9 Optimization of Culture condition for enzyme productions. Swammy MV & Seenayya G. Effect of the Medium Composition on Formation of Amylase by Bacillus sp. Derlene A & Carvalho. In Science in The Real World. Saerami N & Seenayya G. 409: 1092-1011. of Biology Univ. of Missouri –St. Tarigan J. Mc. 46: 129–134. Louis.

Hyperthermophilic Enzymes: Source. 65: 1–43. Vieille C & Zeikus G. P. 1993.amylase. Yitnosumarto S. 7: 273–304. Percobaan: Perancangan. Advanced in Applied Microbiology. Gramedia Pustaka Utama. 1990. 2008 USU Repository © 2008 . Characterization of an thermostable Bacillus stearothermophilus alpha-amylase. Biotechnol. Purification and Characterization of thermostable Bacillus stearothermophilus alpha .435. Jakarta. Biotechnol. 2001. Microbiology and Molecular Biology Reviews. Vihinen M & Mantsala P. Uses.T. Appl. Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Biochem.Viara N. App. Academic Press. Analisis danInterpretasinya. 1991. Microbial Amylases. Walter WW & Nagesh S. and Molecular Mechanism for Thermostability. Elena P & Elka I. 12: 427-433. Biochem. 12: 427. 1965.

LAMPIRAN Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .

Isolasi Bakteri Dari Sampel Air Panas Sampel air panas Penen Dipipet 0.1 ml Disebar pada media agar selektif termofil Diinkubasi pada suhu 65°C selama 48 jam Kultur campuran bakteri termofil isolat air panas Penen Tiap isolat berbeda diambil satu ose Digores pada media agar selektif amilase (media agar + pati) Diinkubasi 24 jam pada suhu 65°C Kultur murni bakteri termofil amilolitik isolat air panas Penen Ditetesi larutan iodin Bla terdapat zona bening pada media berarti pati dipecah oleh enzim amilase bakterial (pati + iodin berwarna biru kehitaman) ` Bakteri termofil penghasil enzim amilase isolat air panas Penen Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .LAMPIRAN 1.

LAMPIRAN 2. Uji Adanya Produksi Enzim Amilase Oleh Isolat Bakteri tiap isolat tunggal Diambil dengan ose Masukkan dalam larutan fisiologis divortex Disamakan keruhnya dengan larutan Mac Farland 108 hasil pengenceran Dipipet 5 µl Masukkan dalam media Agar+pati1% inkubasi 72 jam 65°C isolat bakteri tumbuh Ditetesi larutan iodin menghasilkan zona zona bening isolat menghasilkan enzim amilase zona bening diukur dengan jangka sorong dipilih 3 yang terbesar zona beningnya Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .

Uji Sitrat .Uji gelatinase Hasil pengamatan Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.Bentuk koloni dari permukaan .Pewarnaan gram .Bentuk koloni dilihat dari samping .Uji katalase . Karakterisasi Isolat Bakteri Penghasil Enzim Amilase Isolat tunggal bakteri Penghasil enzim amilase Karakteristik makroskopis Karakteristik mikroskopis Karakteristik biokimia sederhana . 2008 USU Repository © 2008 .Tepi koloni dilihat dari atas .Bentuk sel .Warna koloni .LAMPIRAN 3.Uji TSIA .Penataan sel .Uji SIM .Pewarnaan spora .

supernatan ini adalah bagian yang mengandung enzim kasar amilase Supernatan yang mengandung amilase kasar Uji pengaruh suhu inkubasi & pH substrat terhadap aktivitas amilase kasar Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 . Produksi Enzim Amilase Dan Ekstraksi Enzim Dari Kultur Isolat tunggal penghasil amilase Diambil satu ose Dilarutkan dalam media produksi amilase yang sudah disterilisasi Diinkubasi pada suhu 65°C selama 72 jam pada shaker waterbath kecepatan 150 rpm Kultur bakteri dengan produksi enzim amilase Disentrifuge selama 20 menit Kecepatan 6000 rpm Supernatan disedot pelan dengan mikropipet.LAMPIRAN 4.

Pembuatan Larutan Standar Glukosa Dibuat larutan glukosa 1000 µg/ml sebanyak 100 ml ` Diencerkan menjadi berbagai konsentrasi dari 80–260 µg/ml Tiap konsentrasi dibuat dalam tabung reaksi berbeda masing-masing 1 ml lalu tiap tabung ditambah reagen DNS 1. 2008 USU Repository © 2008 .LAMPIRAN 5.5 ml Dididihkan selama 5 menit dinginkan dengan air mengalir selama 15 menit ditambah aquabidest 20 ml diabsobansi pada panjang gelombang 540 nm dengan spektrofotometer Kurva standart glukosa Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.

50°C.LAMPIRAN 6. Pengukuran Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Kasar Ekstrak amilase dari supernatan Diambil 1 ml Masukkan ke tabung reaksi Tambahkan 1% larutan pati dalam larutan sitrat buffer fosfat pada pH 6. 60°C. 70°C dan 80°C selama 20 menit Setelah 20 menit reaksi dihentikan dengan menambah 2 ml reagen DNS ke dalam tiap tabung reaksi Dipanaskan hingga mendidih selama 5 menit Didinginkan dengan air mengalir selama 15 menit Ditambah 20 ml aquabidest Determinasi intensitas warnanya pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 540 nm. 2008 USU Repository © 2008 . Diplotkan dengan larutan standart glukosa Data hasil pengujian Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.5 Diinkubasi pada waterbath suhu 40°C. 65°C.

0. pH 6.0 Diinkubasi pada waterbath suhu 65°C selama 20 menit Setelah 20 menit reaksi dihentikan dengan menambah 2 ml reagen DNS ke dalam tiap tabung reaksi Dipanaskan hingga mendidih selama 5 menit Didinginkan dengan air mengalir selama 15 menit Ditambah 20 ml aquabidest Determinasi intensitas warnanya pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 540 nm. Pengukuran Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Kasar Ekstrak kasar amilase dari isolat terpilih Diambil 1 ml Masukkan ke tabung reaksi Tambahkan 1% larutan pati dalam larutan sitrat buffer fosfat pada variasi pH 4. pH 9. pH 8. pH 5. Diplotkan dengan larutan standart glukosa Data hasil pengujian Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.0 pH 7.0.0. pH 8.0. pH 9.0.0.0.LAMPIRAN 7. pH 7. 2008 USU Repository © 2008 .

2008 USU Repository © 2008 . Data hasil pengujian Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.LAMPIRAN 8.5 Diinkubasi 20 menit pada variasi suhu 65°C Setelah 20 menit reaksi dihentikan dengan menambah 2 ml reagen DNS ke dalam tiap test tube Dipanaskan hingga mendidih selama 5 menit Didinginkan 15 menit dengan air mengalir Ditambah 20 ml aquabidest Determinasi intensitas warnanya pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 540 nm. Pembuatan Larutan Blanko Ektrak kasar enzim amilase Diambil 2ml Dipanaskan hingga mendidih selama 20 menit Ditambah larutan pati 1% dalam sitrat buffer fosfat sampai pH 6.

88 27.96 31.3 Urutan terbesar 2 10 4 3 12 7 11 13 1 16 9 15 6 5 14 Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.63 18.93 14.85 11.55 20. 2008 USU Repository © 2008 .33 14.56 15. Hasil Uji Diameter Zona Bening Hidrolisa Pati Isolat PN1 PN2 PN3 PN4 PN5 PN6 PN7 PN8 PN9 PN10 PN12 PN13 PN14 PN15 PN16 Diameter(mm) 29.9 12.58 11.33 13.LAMPIRAN 9.42 18.95 13.85 12.

77 F.66% 128.28 55362.77 ** 2402.11 perlakuan F.LAMPIRAN 10.05=3.40 Total 17 87. 12 Total 17 KK = 0.0666117 x 100% 6.82 632.01=5.54 ** KK = 0.46 Galat Percob. 2008 USU Repository © 2008 . Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Termofil Kasar dari Isolat Bakteri Termofil Penen PN1 SK db JK KT F hit F. Analisis Varians Untuk Aktifitas Enzim Tabel 1. Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Termofil Kasar dari Isolat Bakteri Termofil Penen PN4 SK db JK KT F hit F.760% Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.06 5 276812.84 25776.11 perlakuan 5 Galat Percob. 12 7588.0008759 x 100% 8.05=3.01=5.16 200.18 128883.06 Tabel 2.

82% Tabel 4.05 Galat Percob.05=3.05=3.88 ** KK = 0. 2008 USU Repository © 2008 .59 148.0482981 x 100% 4.59 148.06 5 91215.11 perlakuan F.01=5.47 Total 17 122.2697 18243.88 ** KK = 0. 12 1781.05 Galat Percob.47 Total 17 122.Tabel 3.82% Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.11 perlakuan F.0482981 x 100% 4.01=5.2697 18243. 12 1781. Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Termofil Kasar dari Isolat Bakteri Termofil Penen PN1 SK db JK KT F hit F. Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Termofil Kasar dari Isolat Bakteri Termofil Penen PN9 SK db JK KT F hit F.06 5 91215.

Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Termofil Kasar dari Isolat Bakteri Termofil Penen PN4 SK db JK KT F hit F. 12 175.86 ** KK = 0.0475116 x 100% 4.53 Total 17 56.29 Galat Percob.113939 425.41 52.11 perlakuan F. Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Amilase Termofil Kasar dari Isolat Bakteri Termofil Penen PN9 SK db JK KT F hit F.42% Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.11 perlakuan F. 2008 USU Repository © 2008 .01=5.75% Tabel 6.05=3.Tabel 5.29 ** KK = 0. 12 21.93 Galat Percob.04 Total 17 143.06 5 1283.01=5.05=3.87418 23951.0742378 x 100% 7.60 7485.06 5 4106.

LAMPIRAN 11. Kurva Standar Glukosa Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .

2008 USU Repository © 2008 . Pewarnaan Gram Isolat PN9 dengan Perbesaran 600x (12. Foto-Foto Pewarnaan Bakteri Isolat Penen Foto 1.5 x 40 ) Gram positif bentuk pseudobasil Foto 2. Pewarnaan Gram Isolat PN4 dengan Perbesaran 600x (12.LAMPIRAN 12.5 x 40 ) Gram Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara.

5 x 400) Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Pewarnaan Spora PN4 / SP5. 2008 USU Repository © 2008 .positif bentuk pseudobasil Foto 3. Pewarnaan Gram Isolat PN1 dengan Perbesaran 600x (12. dengan Perbesaran 600x (12.5 x 40 ) Gram positif bentuk pseudobasil Foto 4.

5 x 40) Foto 6. Pewarnaan Spora PN1/Sp1 dengan Perbesaran 600x (12.Foto 5.5 x 40) Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. Pewarnaan Spora PN9/SP10 dengan Perbesaran 600x (12. 2008 USU Repository © 2008 .

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .

Dessy Christina Sianturi : Isolasi Bakteri Dan Uji Aktivitas Amilase Termofil Kasar Dari Sumber Air Panas Penen Sibirubiru Sumatera Utara. 2008 USU Repository © 2008 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful