Menjadi Penghafal Al-Quran sejati

Syafruddin Menjadi penghafal Qur'an sejati

1

Menjadi Penghafal Al-Qur'an Sejati Pendahuluan, Allah menamakan kitabNya yang jelas sebagai pemberi peringatan, Allah berfirman,

44:‫(وأَنزْلنَا إَِليْكَ ال ّكْرَ ِلُتَبّنَ لِلّاس مَا نزلَ إَِلْيهِم وََلعَل ُم َيَتفَكّ ُونَ (النحل‬ ‫ْ ّه ْ ر‬ ِ ‫ي ن‬ ‫ذ‬ َ
"Dan Kami turunkan kepadamu pemberi peringatan (Al-Qur'an), agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yangtelah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan." (Qs. An-nahl: 44). Allah berfirman :

104:‫)إِن هوَ إِّا ذِكْ ٌ ِللعَالَمِيَ (يسوف‬ ْ ‫ْ ُ ل ر‬
"Dan (Al-Qur'an) tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi semesta alam." (Qs.Yusuf: 104). Ini tujuan dari penurunan al-Qur'an, yaitu pemberi peringatan bagi semesta alam, mereka mengingatnya setiap waktu dengan tingkatan paling dalam, Allah berfirman :

58:‫(فَإّمَا يَ ّرنَاه بِلِ َانِكَ َلعَل ُم َيتَذَكّرونَ (الدخان‬ ُْ ْ ‫ّه‬ ‫ِن س ْ ُ س‬
"Sesungguhnya kami mudahkan al-Qur'an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapatkan pelajaran." (Qs.Ad-Dukhaan:58). Seseorang yang mempunyai ingatan yang baik akan mendapatkan manfaat yang lebih banyak terhadap kitabullah. Sebagaimana sifat lupa merupakan awal dari keterperosokan seseorang dalam segala bidang. Lupa merupakan kekurangan bagi manusia, hal ini tidaklah berlebihan. Di dalam beberapa ayat di dalam Al-Qur'an, Allah telah mencela sifat lupa, di antarannya firman Allah Ta'ala,

44 :‫(فلَ ّا نَ ُوا مَا ُ ّ ُوا بِهِ فتَحَا عَلْيهِمْ َأْب َابَ كُل شيْء (النعام‬ َ ّ ‫و‬ َ ‫َ م س ذكر َ ْن‬
"Maka tatakala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu kesenangan (yang menghancurkan) untuk mereka." (Qs. Al-aAn'aan: 44)

18 :‫(حّى نَ ُوا ال ّكْر وَ َاُوا قومًا ُورًا (الفرقان‬ ‫َت س ذ َ ك ن َ ْ ب‬
"Sampai mereka lupa mengingat (Engkau); dan mereka adalah kaum yang binasa." (Qs. Al-Furqaan: 18).

19:‫(استَحوَذ عَلْيهِ ُ الشيْ َانُ فأنْ َا ُمْ ذِكْرَ الّهِ (الجادلة‬ ‫ل‬ ‫ْ ْ َ َ م ّ ط ََ س ه‬
"Syaitan telah mengusai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah." (Al-Mujadalah:19)
3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Orang yan melihat dan mengamati akan mengetahui bahwa inti manusia tidak lain pada ingatannya. Ilmu jiwa hakekatnya tidak lain adalah ilmu ingatan, semua ilmu bercabang dari ilmu ingatan dan padanya berputar dari bentuk kebentuk yang lain. Dan sebagaimana yang kita ketahui bahwa pusat pengaturan terhadap koordinasi seseorang adalah hati. Demikian pula ingatan, tak lain merupakan olahan dari hati seseorang. Maka apabila kita perhatikan, sedikit sekali manusia yang mempunyai hati yang lemah kuat dalam ingatannya, apalagi dalam memahami hal yang kompleks. Dr. Khalid bin Abdul Kariim menyatakan bahwa hati tersusun dari dua hal : Pertama: Ingatan, ingatan adalah penyimpan berbagai pengetahuan dan gudang segala peristiwa yang telah lalu, pengalaman dan berbagai kemahiran. Kedua: kecerdasan atau kemampuan dalam pemahaman sesuatu objek. Dengan bagian kedua ini apabila diolah dengan bagian pertama maka akan membuahan hasil yang sempurna ketika memecahkan solusi hidup atau penerapan sebuah keyakinan atau ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang cerdas tanpa ingatan dia adalah orang yang membangun sesuatu tanpa dasar yang kokoh. Seseorang yang mempunyai ingatan namun kurang dalam pemahaman sama dengan pondasi yang tak dapat dibangun sesuatu di atasnya. Hal tersebut terjadi karena kecerdasan dan ingatan merupakan dua mata koin yang tak bisa terlepaskan bagi seorang dalam mencapai kebaikan bahkan keseksesan dalam seluruh bidang agama maupun alquran. Dalam pengambilan informasi dari dunia luar ke dalam hati maka peranan mata sebagai pemberi informasi visual dan telinga sebagai informan audio, merupakan dua alat yang besar pengaruhnya. Cacat dalam dua alat ini merupakan hal yang menyedihkan, karena tak seorangpun yang jenius di muka bumu ini kecuali ada padanya dua alat indra ini atau salah satunya. Hati, mata dan telinga sarana belajar yang telah dibekali pada manusia dalam memecahkan masalah hidupnya sejak lahir, sebagaimana Allah berfirman,

َ‫وَالّ ُ أَخرَج ُم مِن بُ ُونِ ُأم َاِت ُمْ لَا تَعَْل ُونَ شْيئًا وجعَلَ َل ُمُ ال ّمْع وَالْأْبصَارَ وَاْلأَفئِدَةَ َلعَل ُم تَشكُ ُون‬ ‫ّك ْ ْ ر‬ ْ َ َ ‫م َ ََ ك س‬ ‫له ْ َك ْ ْ ط ّه ك‬ 78:‫((النحل‬
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia member kamu pendengaran, pengelihatan dan hati, agar kamu beryukur." (Qs.An-Nahl: 78) Hati tempat menterjemahkan makna-makna yang masuk maupun yang keluar, dia juga menjaga dan menyimpan makna-makna tersebut sampai kita membutuhkannya, sehingga hati mengolah dan mengeluarkannya dalam bentuk yang diminta, sedangkan mata dan telinga serta seluruh panca indera yang lainnya adalah peralatan untuk menukil dan perantara antara hati dan dunia luar. Pendahuluan pendengaran daripada pengelihatan di dalam Al-Qr'an –didalam ayat-ayat yang membicarakan tentang manusia-, karena hukum asal berkomunikasi adalah bahasa atau ucapan dan sarananya adalah pendengaran, dan ini adalah kebanyakan dan paling cepat penggunaannya. Pendengaran adalah sangat penting peranannya dalam berkomunikasi. Mana yang lebih kuat dalam pemusatan perhatian antara mendengarkan al-Qur'an dengan kaset video atau dari kaset tipe recorder?
3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Apabila kaset video menayangkan gambar lembaran mushaf tanpa ada gambar lain, ini lebih kuat. Adapun apabila kaset video juga menayangkan gambar-gambar bergerak dengan terus menerus bersamaan dengan bacaan Al-Qur'an, hal ini dapat memalingkan akal dari pemusatan perhatian dalam mendengarkan Al-Qur'an. Dan mendengarkan tipe recorder disertai dengan mengikuti bacaan dengan mushaf, metode ini termasuk kuat. Banyak dari orang yang mengeluhkan keterlambatannya dalam menghafal. Ketika ditanya kepadanya apa yang dapat menudukung dalam menguatkan ingatan mereka tak tau apa jawababannya. Maka bagaimana apabila ditanyakan kepada mereka, bagaimana cara yang aman dan sampai kepada tujuan dalam menghafal dan memahami al-Qur'an? Dengan izin Allah saya akan menukilkan dari kitab Al-hifzhu At-tarbawi lil qur'an wa Shina'ah Al insane karya Dr. Kholil bin Abdul Karim Al-lahim, tentang metode dalam peningkatan ingatan dalam menghafal al-Qur'an. Ada 31 kunci yang beliau paparkan, dimana setiap kunci berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Dan ada beberapa kunci yang perlu diperhatikan secara seksama. Karena setiap kunci murupakan bentuk dari latihan hati, telinga dan mata yang harus dilakukan dengan kontinyu dengan memperhatikan seberapa kemajuan yang telah diperoleh. Yang perlu disadari dari rangkaian metode ini adalah bagaimana kita berusaha dan bersungguh-sungguh dalam mengolah dan mengembangkan apa yang telah dianugerahkan Allah Ta'ala kepada kita berupa tenaga dan kemampuan, sehingga kita mendapatkan manfaat dan kebaikan yang belipat-lipat.

31 kunci penguatan ingatan dalam menghafal al-Qur'an : Kunci tersebut terkumpul dalam bait Arab :

‫ت‬ ُ ِ‫تَح ّت نَجَاحًا َتتْرَى تَمّتْ َأنْ َتتَمّزَ ِلذَا ُتْنص‬ ‫َي‬ ‫َن‬ ْ ‫َر‬
1. ٌ ‫( ِك َا‬Mengulang-ulang) ‫ت ْر ر‬ 2. ٌ ‫( ح ّ و ه ّا‬Cinta dan semangat) ‫ُب َ َم س‬ 3. ٌ ‫( رْب‬Ikatan). ‫َط‬ 4. ٌ ْ‫( َركي‬Memusatkan perhatian) ‫تْ ِز‬ 5. ٌ ْ‫( نّي ٌ َقص ٌ و َد‬Niat, keinginan dan tujuan). ‫ِ ة وَ ْد َه ف‬ 6. ‫( اْلجهْر َالّغّى‬Mengeraskan suara dan melagukannya). ‫َ ُو ت َن‬ 7. ٍ ‫( الّاة و َ َم اسِع َا‬perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa). ‫ن ٌ َعد ُ ْت ْج ل‬ 8. ِ ِ ‫( ُس ُ الظن ِالل ِ وِق ٌ بَعيْي‬Berbaik sangka kepada Allah dan yakin dengan pertolongan dan ‫ح ْن ّ ّ ب ّه َث ّة ِت ِْ ده‬

bantuannya).
9. ّ ‫( اد َام ُ وِنْ ق‬terus menerus walaupun sedikit) ‫ْو ُه َإ َل‬ 3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

10. ُ ‫( الّرتْي‬berurutan). ‫ت ِْ ب‬ 11. ‫( الّت َ ّى‬tantangan) ‫حد‬ 12. ٌ ْ‫( رس‬menulis). ‫َ م‬ 13. ٌ ‫( اع َم وِإعْ َن وِلْ َا‬pemberitahuan, pengumuman dan penyampaian) ‫ْل ٌ َ ل ٌ َإ ق ء‬ 14. ٌ ْ‫( َصوي‬membayangkan tulisan). ‫ت ِْر‬ 15. ٌ ‫( م َا َ َ ٌ وم َار َ ٌ ومَاَش‬mengingat, mempelajari dan mengoreksi) ‫ُذ كرة َ ُد َسة َ ُن ق َة‬ 16. ٌ ْ‫( نو‬tidur). ‫َم‬ 17. ٌ ‫( تَف‬bernafas). ‫َن ّس‬ 18. ِ ‫( اّت َا ُ ال َ َا‬membuat ketetapan). ‫ح د قر ر‬ 19. ُ ‫( َفه‬memahami). ‫ن ْ َم‬ 20. ٌ ْ‫( تبْكي‬bersegera) ‫َ ِر‬ 21. ٌ ‫(َقْسْي‬pembagian). ‫ت ِم‬ 22. ٌ ‫( َ َا‬tempat). ‫مك ن‬ 23. ُ ‫( ُيَخ‬meringkas). ‫ل ّص‬ 24. ٌ ‫( َ َا‬waktu). ‫زم ن‬ 25. ٌ ‫( ُغ‬bahasa). ‫ل َة‬ 26. ِ ‫( ذكْ ُالل‬mengingat Allah). ‫ِ ر ّه‬ 27. ٌ َ ‫( اسِ َا‬meminta perlindungan kepada Allah). ‫ْتع ذة‬ 28. ٌ ‫( َس ِْي‬memperdengarkan) ‫ت ْم ع‬ 29. ِ َ ‫( َ َا ُ الَب‬kesegaran badan). ‫نش ط د ن‬ 30. ٌ ‫( صَا‬Puasa). ‫ِي م‬ 31. ٌ ‫( َتدْريْ ٌ وَتمْري‬latihan dan percobaan) . ‫ِ ب َ ِْن‬

Kunci pertama: Mengulang-ulang.

3

Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Setiap pakar keilmuan bersepakat bahwa mengulang merupakan dasar kemahiran dalam bidang yang digeluti. Mengulangi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan menghafal. Tidak ada hafalan yang bertahan lama kecuali disertai dengan pengulangan yang teratur. Menghafal tanpa ada pengulangan seperi orang yang ingin menghilangkan lapar tanpa makan. Pengulangan yang bermanfaat dan baik adalah pengulangan yang teratur. Yaitu terbagi dalam beberapa waktu yang serasi yang awal mulanya berdekatan waktunya kemudian semakin jauh sedikit demi sedikit. Hafalan bisa menguap setelah beberapa detik dari ingatan karena akal sibuk dari apa yang telah dihafal dengan masalah yang lain. Ketika hati sibuk dengan permasalahn yang kuat dan dalam, maka hafalan akan menguap lebih banyak. Maka kita dapatkan tingkat hafalan anak kecil yang sedikit kesibukannya lebih kuat dibandingkan orang dewasa yang mempunyai kesibukan dan masalah lebih banyak, demikian halnya orang berjuang keras untuk mengajak jiwanya menghafal dan bersemangat lebih kuat dibandingkan sebaliknya. Hafalan yang baru lebih membutuhkan tingkat pengulangan yang banyak. Setelah sekian lama maka tingkat pengulangan bisa dikurangi sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya hafalan menjadi hal yang susah dilupakan oleh hati. Hal ini berlaku pula pada bidang ilmu yang lain selain Al-Qur'an.

Kunci kedua : Mencintai.

Ini adalah peraturan terbesar bagi hati. Ketika tingkat kecintaan, semangat dan perhatian terhadap yang dihafal tinggi maka aan membuahkan hafalanyang kuat dan memungkinkan mengingat jarak yang jauh dalam waktu yang singkat. Adapun cara membangikitkan cinta, dapat diperoleh dengan membiasakan diri dengan alQuran baik dalam perilaku, membacanya dan mengingatnya dalm berbagai bentuk kejadian hidup. Memperhatikan rahasi-rahasia yang terkandung di dalamnya dan menyadarkan diri akan kebutuhan terhadap Al-Qur'an merupakan kebutuhan primer terhadap hati. Dimana hati akan mati dan kehilangan ruhnya tanpa cinta pada Al-Quran. Maka kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari, ketika beberapa orang mendapatkan satu permasalahan yang sama namun berbeda dalam kekuatan ingatan mereka. Satu orang berbeda ingatannya dengan yang lainnya, padahal apa yang mereka terima adalah hal yang sama. Hal ini tak lepas dari tingakatan cinta dan semangat yang berbeda-beda. Walau demikian kunci kecintaan bukanlah satu-satunya kunci untuk ingatan oleh karena itu janganlah bersedih ketika kecintaan itu lemah atau tidak mungkin untuk memperolehnya, masih terdapat kunci-kunci yang lain yang mampu menjadi pengganti dari kunci ini hingga kamu mendapatkan apa yang diinginkan.

Kunci ketiga : Ikatan.

3

Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Perhatian kita terhadap sebuah objek akan teringat dengan kuat ketika kita mengikatnya dengan kuat. Ketika kita ditanya tentang nama seseorang mungkin kita tak tau siapa orang itu, lain halnya ketika kita diberi tahu ciri-cirinya –dari bentuk wajahnya, rambutnya, perwakannya- mungkin akal kita langsung menunjuk kepada salah satu orang yang pernah kita jumpai. Hal tersebut sering kita dapatkan lantaran menghafal nama-nama lebih berat dibandingkan hafalan yang bersifat nyata dan dapat kita rasakan dengan mata dan pendengaran. Kaitannya dengan menghafal Al-Quran adalah sejauh mana kita mampu mengikat ayat-ayat dan surat-suratnya dengan pengikatnya berupa pengikatan suara dan gambar. Pengikatan dengan suara akan tercapai dengan mengeraskan suara disertai dengan melagukannya dan pengikatan gambar akan tercapai dengan melihat mushaf dan membayangkannya ketika menghafalnnya. Seorang yang tidak mengeraskan suaranya ketika menghafalkan Qur'an maka bisa dimungkinkan dia akan kehilangan 50 persen kekuatan hafalan. Termasuk pengikat yang kuat adalah keserupaan lafazh yang terdapat di dalam Al-Quran. Karena terkandung didalamnya isyarat-isyarat yang mampu membatu akal didalam menghafal rangkaian surat satu dengan surat yang lainnya. Dan membantu pula dalam memahami kandungan dari Al-Quran itu sendiri. Hal ini dapat diperoleh dengan meneliti keserupaan antara lafazh menggunakan mu'jam (kamus) alfazh Al-Qur'an karya Muhammad Fuad Abdul Baqi. Salah satu kaidah dalam meneliti keserupaan lafazh Al-Qur'an antara lain yaitu dengan meneliti secara menyeluruh lafazh yang serupa: Contoh 1 :

ِ‫لَ ُ مَا فِي السمَاوَاتِ َالْأرْض‬ َ‫و‬ ّ ‫ه‬
Disebutkan dalam surat Al-baqoroh: 116, Surat An-nahl:52 dan surat Al-Hasyr:24, dan sisa AlQur'an yang lain untuk lafazh :

ِ‫لَ ُ مَا فِي السمَاوَاتِ وَ َا فِي لْأرض‬ َْ ‫م‬ ّ ‫ه‬
Di dalam al-Quran ada Sembilan tempat. Contoh 2:

‫َأفَلمْ يَروْا‬ َ َ
Disebutkan hanya dalam surat Saba' ayat 9 saja.

‫أَلَمْ يَروْا‬ َ
3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Disebutkan dalam lima tempat: surat Al-an'aam: 6, surat Al-A'araaf: 148, surat An-nahl: 79, Surat An-Naml: 86 dan surat Yasin: 31. sedangkan selain dua lafazh tersebut adalah lafazh huruf wawu

‫ أَوََلمْ يَروْا‬yang terdapat di 12 tempat, َ

yang pertama di dalam surat Arr'ad: 41 dan semua yang berada di dalam surat Al-Ankabut dengan

.

Kunci keempat: memusatkan pikiran, Memusatkan pikiran artinya memperhatikan dengan seksama dan menyeluruh terhadap objek hafalan tanpa disibukkan dengan segala sesuatu, baik dalam kedaan sadar maupun hal yang terlintas. Dan sebagian kunci membantu terwujudnya kunci ini, seperti kunci kecintaan, kunci mengeraskan suara, kunci tempat yang hening, dan kunci latihan dan percobaan dimana semuanya kunci mampu menguatkan hafalan. Bentuk latihan pemusatan pikiran dapat diperoleh dengan sholat sambil membaca Al-Qur'an dengan hafalan. Hal ini mampu menyingkap tingkatkatanmu dalam memusatkan pikiran dan sejauh mana kebutuhanmu untuk menambah dan meningkatkannya. Manfaat yang mampu kita peroleh dari kunci ini adalah menyingkat waktu di dalam menghafal. Hafalan yang biasanya menghabiskan waktu 20 menit dapat disingkat menjadi 10 menit dengan hasil yang baik. Mengatur pikiran yang terlintas di dalam hati dan perkataan terhadap diri sendiri termasuk kunci ingatan yang penting. Melatih hal ini akan memberikan manfaat yang besar dalam membentuk sikap dan penyelesaian masalah. Namun apa yang terjadi apabila seseorang membiarkan apa yang terlintas dalam hatinya tanpa mengatur mana yang membuahkan solusi atau hanya hayalan yang tidak berujung. Dan tanpa disadari hal ini ternyata mampu menguatkan hafalan yang telah ada. Adapun masalah keluarnya akal ketika sedang menghafal dapat diobati dengan menekan waktu dalam menghafal. Misalnya, mungkin dengan mengatakan "saya harus sudah hafal ayat ini sebelum sepuluh menit". Hal yang mudah bukan? Namun hal semacam ini membutuhkan latihan yang tak sedikit. Sebenarnya hakikatnya memusatkan pikiran sering kita lakukan ketika kita ingin ujian semester atau ujian yang lainnya, dimana ketika waktu semakin sempit maka kita memaksa akal dan hati kita untuk menyibukkan materi yang akan diujikan tanpa memikirkan yang lainnya bahkan ada yang sampai lupa mandi atau sarapan pagi. Dalam menghafal Al-Qur'an memusatkan pikiran dapat di peroleh dengan dua cara. Yaitu dengan mengeraskan suara dan membayangkan halaman mushaf dan ayat yang dibaca. Apabila seorang yang hanya mengeraskan suara tanpa membayangkan ayat atau tempat yang dihafal maka akalnya akan keluar dari apa yang ia baca, ketika sudah berlalu beberapa menit ia pun mengatakan "sudah di baca berulang-ulang kali tapi belum hafal ya?". Demikian halnya seseorang yang bertasbih dan berdzikir dengan lisannya sehabis sholat namun matanya berputar di setiap penjuru masjid, orang ini tak akan menikmati dan memperhatikan apa yang di baca. Termasuk hal yang bisa memusatkan pikiran adalah memperdengarkan hafalan untuk diri sendiri, memegang mushaf yang ada di tangan kita sambil memusatkan pandangan kepadanya. Karena hal ini memberikan istirahat sejenak pada otak dalam memusatkan pikiran. Kunci kelima : Niat
3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Sesungguhnya hadirnya niat dan mengetahui tujuan adalah sebab penting dalam menguatkan dan meningkatkan ingatan. Seseorang yang memiliki jawaban yang tepat di dalam menjawab pertanyaan "kenapa aku menghafal ini ?" atau "kenapa aku mengingat ini?" maka dia termasuk orang yang sangat mungkin dalam menghafal atau mengingatnya, demikian pula sebaliknya. Mengingat pertanyaan tersebut beserta jawabannya yang kuat dan tepat akan memberikan efek pada hati. Karna dengan demikian hati akan lebih siap seolah-olah mengatakan "selamat datang" kepada pengetahuan yang akan dihafal dan diingat dan menyimpannya di tempat yang aman. Demikian halnya, pengulangan terhadap hafalan tanpa menghadirkan niat akan berpengaruh pada tingkat ingatan yang lemah. Sehingga penghadiran niat dan tujuan ketika menghafala tau dalam mengulang-ulang hafalan dapat menambah kemampuan ingatan dan mempercepat proses hafalan. Kunci keenam : mengeraskan bacaan dan mendendangkannya. Kunci ini terdiri dari dua bagian; Pertama : mengeraskan bacaan, yaitu mengeraskan tingatan suara. Kedua : mendendangkan suara, yaitu mengalun-alunkan suara. Setiap bagian dari keduanya memiliki pengaruh tertentu dalam mewujudkan hafalan dan menguatkan ingatan. Pertama : meninggikan suara bisa mewujudkan pemusatan pikiran, yaitu menghilangkan segala pikiran dan was-was yang menyertai ketika menghafal. Ini termasuk peraturan penting di dalam menghafal. Kedua: meninggikan suara bisa menimbulkan ikatan-ikatan suara dan pendengaran yang bisa membantu untuk memantaapkan hafalan. Sebagaimana seseorang yang beusaha mengingat hafalannya kemudian ia mengeraskan dan mendendangkannya dengan nada tertentu, setelah beberapa saat ia telah hafal. Ketika bacaan kokoh dan kuat, maka hafalan lebih kuat dan lebih cepat, sebaliknya bacaan yang malas dan lemas tidak menuai kualitas hafalan kecuali semisalnya. Kunci ketujuh : perlahan-lahan dan tidak terburu-buru. Dalam kenyataan, pernah kita mendapatkan teman atau diri kita sendiri lupa di tengah surat yang kita hafal ketika mengulanginya, kemudian kita berusaha mengingatnya dengan mengulang akhir dari ayat yang kita ingat hingga akhirnya kita ingat kembali terhadap apa yang kita lupa. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal tersebut disebabkan karna hati membutuhkan waktu dalam proses mengingat apa yang sudah dihafalnya. Sebagian orang berkata "Saya harus menghafal dngan cepat agar tidak salah". Bagaimana mungkin seseorang memperbaiki hafalannya dengan tergesa-gesa? Perlahan-lahan dan bertahap merupakan jalan teraman yang harus ditempuh ketika seseorang ingin menghafalkan sesuatu apalagi dalam menghafal Al-Qur'an. Terburu-buru ingin cepat hafal merupakan penyebeb tidak kokohnya hafalan terlebih apabila disertai dengan ketidak-adaan pemusatan pikiran. Termasuk penerapan kunci ini adalah dengan menyedikitkan hafalan, memperbanyak pengulangan, sabar dan perlahan-lahan sampai sempurna kemantapan hafalannya dan berlalu di atas
3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

hafalan ini selang beberapa waktu. Inilah termasuk metode yang paling utama untuk menguatkan hafalan. Kunci kedelapan : Berbaik sangka kepada Allah Ta'ala dan yakin. Senantiasa percaya dengan keutamaan Allah Ta'ala dan pertolonganNya, sesungguhnya Allah akan memberikan kepadamu apa yang kamu inginan. Senantiasa berharap mendapatkan kebaikan dan yakin akan hafal dengan pertolongan Allah, adalah hal yang membawa kepada apa yang kita inginkan dari kebaikan yang akan kita tuju, ini lebih baik daripada berputus asa. Selalu bersemangat untuk memohon kepada Allah Ta'ala tambahan ilmu dan mintalah pertolongan untuk selalu berzikir dengan doa-doa yang diriwayatkan dari Rasulullah yang semakna dengan ini. Catatan yang perlu di perhatikan, menyandangkan keutamaan pada diri sendiri dan perkataan "Percayalah pada dirimu sendiri, atau saya mampu"merupakan hal yang destruktif. Banyak kita jumpai seseorang sangat bersemangat di dalam mengfal Qur'an pada awal mulai menghafal namun melemah ketika sudah berjalan beberapa saat. Tidak diragukan lagi bahwa penyebab hal ini adalah penyandaran pada hal yang sangat lemah yaitu penyandaran pada kemampuan diri manusia yang sangat terbatas. Maka hal yang paling baik adalah menyandarkan seluruh hasil disertai dengan selalu memohon pertolongan pada Allah Ta'ala semata. Yakin bahwa Allah akan memberikan karunia-Nya dan bahwasanya Allah menurut perasangka hamba-Nya terhadap-Nya. Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah R.A dari Rasululloh bahwasanya Allah Ta'ala berfirman :

‫)َناعِنْد ظَن عبْد بِى ِإنْ ظَ ّ خيْرًا فَلَه وِإنْ ظَن شَ ّا فَلَ ُ (رواه أحد‬ ‫ّ ر ه‬ َُ َ ‫ن‬ ِ َ ّ َ َ‫أ‬
"Aku menurut perasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Jika dia berprasangka baik terhadap-Ku, maka perasangka baik itu untuk-Nya. Jika dia berperasangka buruk, maka prasangka buruk itu untuk-Nya.1 Kunci kesembilan : Kontinyu meskipun sedikit. Kunci ini sangat dibutuhkan dalam program hafalan yang lama seperti menghafal Al-Qur'an, semakna dengan ini perkataan bangsa Arab, "tetesan air bisa melubangi batu". Peribahasa ini memberikan isyarat bahwa sesuatu yang kecil akan tetapi dilakukan terus menerus, meskipun hanya sedikit akan memberikan kekuatan dan kekokohan seiring dengan berjalannya waktu. Maka metode yang perlu ditempuh adalah dengan menghafal dalam jumlah sedikit dan mengulanginya terus menerus hingga mantap. Hal ini akan menimbulkan perasaan mudah dan ringan sehingga jiwa bersemangat melaksanakannya. Namun apabila jumlah hafalan banyak, hal ini membawa kepada kelemahan pada jiwa dan berhenti di tengah jalan. Kunci kesepuluh : Berurutan. Menghafal sesuatu dengan berurutan akan lebih mudah daripada menghafal sesuatu secara acak. Semakin bagus penataan urutan maka semakin mempermudah di dalam mengingatnya. Sebagaimana menghafal tempat barang-barang tertentu, akan sangat mudaha menghafalnya apabila diurutkan sesuai dengan jenis atau secara urutan angka. Pada penerapan kunci ini di dalam menghafal Al-Qur'an, hendaknya hafalan sesuai dengan urutan surat karena bisa memberikan kemudahan di dalam menghafal urutan hafalan secara umum dan
1

.Ash-Shahihaah, 4/224, Shahih Jamii': 190, 4315

3

Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

membantu menghafalnya dalam mengambil manfaat yang lain seperti pengambilan dalil atau untuk bacaan Al-Qur'an di dalam sholat atau di luar sholat. Urutan hafalan yang sesuai dengan urutan surat memberikan dorongan yang kuat untuk menghafal, selain itu juga dapat memberikan gambaran langkah umum program hafalan dan bingkai menyeluruh terhadap apa yang ingin dihafal. Kunci kesebelas: Tantangan. Tantangan sebelum menghafal terhadap apa yang ingin dihafal termasuk pengaktif akal yang paling penting. Karena tantangan memberikan rangsangan pada otak sehingga memberikan umpan balik berupa semangat dan harapan yang tinggi. Tantangan bisa berasal dari diri sendiri atau orang lain, kadang dari satu orang atau perlombaan antara sekelompok orang. Termasuk model tantangan, berjanji kepada seseorang dengan sebuah janji untuk menyelesaikan suatu hafalan atau mewujudkan sebuah keinginan. Kunci keduabelas: Menulis. Menghafal dengan sarana papan tulis adalah metode yang hingga saat ini sering dilakukan oleh sebagian Negara Afrika seperti Muritania, Somalia dan Sudan, dimana seorang ustadz menulis di papan tulis beberapa ayat dengan khot ustmany bagi siswanya, kemudian membacakannya kepada siswa, setelah siswa hafal, ustadz menghapus tulisannya dan menyuruh siswa kembali menulis ayat yang sudah dia hafal. Adapun penerapannya dapat dilakukan dengan menulis surat atau ayat yang sudah kita hafal di whiteboard atau di buku tulis kemudian mengoreksinya sendiri atau ustadz yang kita percayai, mengulanginya hingga benar apabila masih terjadi kekeliruan. Memang metode seperti ini berat dan membutuhkan waktu yang sangat banyak tetapi sangat bermanfaat terlebih untuk anak-anak karena dapat juga membangkitkan semangat di dalam muroja'ah. Kunci ketigabelas: Menyampaikan. Membicarakan apa yang sedang dihafal dan mengabarkannya kepada orang lain termasuk penunjang hafalan. Seorang tabi'in terkenal bernama Az-Zuhri -semoga Allah merahmatinya- apabila beliau pulang dari majlis hadist, dia membangunkan budak perempuannya dan menyampaikan kepadanya apa yang telah dia hafal, sehingga sang budak berkata kepadanya, "Saya tidak mengerti sedikitpun apa yang kamu katakana." Maka Az-Zuhri menjawab, "Saya sedang menghafal". Termasuk penerapan kunci ini adalah dengan menjadi imam dan membaca surat dari hafalan dalam sholat jahriyah. Dan bulan Ramadhan termasuk bulan yang penting di dalam penerapan kunci ini.Juga termasuk penerapan kunci ini adalah menafsirkan pelajarn umum atau khusus dari hafalannya. Dan menyesuaikannya dengan tafsir yang telah ada. Kunci keempatbelas: Membayangkan tulisan. Maksud dari membayangkan tulisan adalah menyempurnakan pemusatan pikiran terhadap tulisan yang ingin dihafal hingga sempurna, merenungi dan memandangnya dalam waktu yang lama di dalam halaman mushaf, kemudian memejamkan mata dan berusaha untuk mengingatnya, lalu melihatnya lagi dan menyingkap sisi kekurangannya. Hal ini dilakukan berulang kali hingga memperoleh gambaran yang detail terhadap halaman tersebut.

3

Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Termasuk penerapan kunci ini, apa yang kita dengar dari hafalan nomor ayat dan tempat ayat di dalam halaman mushaf, semua ini tidak sulit akan tetapi membutuhkan kesabaran dan waktu. Namun apabila sudah menjadi metode yang trus menerus dilakukan, maka hafalan yang kokoh dan kaut akan dimiliki insya Allah. Terkadang kita mendapatkan seseorang meloncat dari surat yang lain dari halaman ke halaman yang lain tanpa ada kesadaran, sebabnya dalam masalah ini ketidak adaan membayangkan tulisan pada saat hafalan. Jadi menghafal tempat dan letak apa yang ingin dihafal memiliki pengaruh yang besar di dalam mempercepat dan memantapkan hafalan. Rahasia dari kunci ini sama persis seperti kejadian seseorang yang melupakan nama-nama orang tetapi tidak lupa terhadap wajah orang-orang tersebut atau tempat bekerja, dimana wajah adalah hal yang mampu diraba dan memiliki makna yang bisa dirasakan, sedangkan nama hanya sekedar kata-kata saja. Maka hal yang harus dilakukan ketika ingin menghafal nama harus merubahnya menjadi hal yang mampu diraba, sebagaimana membayangkan wajahnya atau keperibadiannya. Kunci kelimabelas: Mengulang. Maksud dari mengulang adalah Tanya jawab dengan dua orang atu lebih. Pertanyaan memiliki pengaruh di dalam memantapkan pengetahuan apabila dilakukan antara dua orang atau dua kelompok. Di antara contohnya di dalam menghafal Al-Qur'an: Pertanyaan : berapakali disebutkan kata ini dalam surat … atau ayat …? Pertanyaan: berapa kali disebutkan kalimat "Yaa ayyuhalladzina aamanu" di dalam surat…? Pertanyaan: apa perbandingan kisah nabi Adam di dalam surat Al-Baqarah dan di surat Al-A'araaf? Pertanyaan : berapa kalikah kalimat ini diulangi dan dimana?

َ‫وَيَقولُوْنَ مَتَى هذَا اْلوَعدُ إِنْ ُنُْتمْ صَادقِيْن‬ ِ ‫ْ ك‬ َ ُْ
Pertanyaan: siapa para nabi dan ummat yang disebutkan di dalam surat Shaad? Pertanyaan: bandingkan antara ayat-ayat yang berkaitan dengan rizki? Pertanyaan : sebutkan hal yang berkaitan tentang laut, langit dan bumi! Dan yang semisalnya dari pertanyaan-p[ertanyaan yang banyak sekali, yang bisa memperkuat hafalan, mengaktifkan akal dan melatih kekuatan di dalam memberikan catatan di dalam membaca dan menghafal Al-Qurt'an. Di dalamnya terdapat kesenangan yang memungkinkan bagi kita menyibukkan diri dengannya pada waktu kosong, secara khusus ketika daurah-daurah intensif, di dalam belajar mengajar atau waktu-waktu khusus untuk istirahat. Kunci keenambelas: Tidur. Menghafal sebelum tidur atau setelah bangun tidur termasuk waktu yang paling utama, jika tidur tersebut mencukupi diwaktu malam. Dan keberadaan menghafal setelah tidur itu lebih kuat karena ditambahkan kepadanya kekuatan dan aktivitas badan. Tidur berfungsi meyegarkan jiwa dan raga, mengembalikan aktifitasnya karena telah berhenti dari berbagai aktivitasnya beberapa saat kemudian kembali bergerak lagi. Dan tidur apabila sesuai
3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

dengan petunjuk nabi sebagaimana Rosulullah

bisa menjadi penolong bagi ingatan untuk bekerja dengan benar, dan tidur tercakup dalam dua poin:

Pertama: segera tidur setelah isya'. Kedua: bangun sebelum shubuh, kemudian wudhu dan sholat. Banyak yang menginginkan poin kedua namun tidak melaksanakan poin pertama. Maka sangat penting bagi kita mengamalkan poin kedua. Karena dengannya banyak hal yang akan diperoleh, selain pahala yang berlimpah-limpah juga memberikan keuntungan secara fisik baik itu berupa terjaganya kekuatan otak atau segarnya tubuh sehingga menjadikan semangat di dalam beraktivitas. Adapun bukti terhadap dampak positif dari amalan mulia ini ada pada diri kita masingmasing. Kunci ketujuhbelas: Bernafas. Ada kaitan yang kuat antara bernafas dengan hati, dimana hati adalah salah satu dari alat menghafal yang inti. Termasuk hal yang bisa mewujudkan kekuatan hafalan hati dengan bernafas adalah karena dua hal: Pertama : mengeraskan bacaan ketika menghafal Al-Qur'an. Ini termasuk latihan yang paling bagus untuk pernafasan, terlebih lagi apabila mengeraskanbacaan dengan kadar yang cukup. Kedua: Sholat, gerkan shalat dan tempat-tempat pergerakan (dari anggota badan) sangat membantu dalam pengaturan nafas, yaitu menarik dan menghembuskan nafas yang dalam ketika waktu shalatnya lama, dan pengaruhnya terhadap kesehatan sangat baik. Di dalam buku "Wa fi ash-shalaah shihaah" hal.129, "ketika sujud kepala lebih rendah dari pada tubuh, ini memudahkan bagi persendian pembatas untuk mendorong udara ke arah rongga perut, ini membantu untuk meniupkan sebagian besar udara keluar tubuh ketika mengeluarkan nafas. Ketika bertambah tasbih dan do'a dalam sujud maka udara yang dikeluarkan semakin panjang dan ini akan lebih baik. Kunci kedelapanbelas: Pemahaman. Pemahaman adalah teman hafalan yang paling akrab, dia adalah pemberi petunjuk dan pemberi nasihat yang terpercaya, bisa menyingkat usah keras dan jarak yang jauh. Sebagaimana perkataan orang bijak "pahamilah agar kamu bisa hafal". Keberadaan pemahaman termasuk kunci ingatan yang paling penting, tak ada seorangpun yang membantah hal ini. Namun permasalahahnnya adalah, kapan kita membutuhkan kunci ini? Bagaimana menerapkannya? Kebutuhan akan pemahaman akan terus berlangsung bersamaan dengan setiap hal yang ingin diingat, kadang kita membutuhkan pemahaman terhadap apa yang ingin diingat tanpa perincian dan kadang kita membutuhkan pemahaman karena dia mencakup setiap permasalahan. Ini adalah latihan untuk melihat pengaruh pemahaman terhadap kemampuan hafalan : Cobalah menghafal nomor ini dengan menggunakan kunci pemahaman: 248163264. Berusahalah untuk membuat hubungan antara angka-angka yang tersusun dalam nomor ini agar mudah menghafalnya.
3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Kunci keduapuluh: Bersegera. Maksud kunci ini adalah bersegera menghadirkan setiap apa yang ingin diingat sebelum waktunya dengan tenggang waktu yang mencukup, sama saja apakah berupa jadwal atau sesuatu yang ingin dilaksanakan atau ujian baik tulis maupun lisan atau khutbah atau dalam menyajikan pembahsan karena semua ini memiliki keserupaan. Ketidak segeraan seseorang dalam seuatu perkerjaan merupakan awal dari kehilangan penghasilan dan kesempatan penting pun terbang darinya. Adapun ingatan yang tidak di sambut dengan hangat ketika muncul di dalam pikiran akan berdampak pada kehilangan bagian dari ingatan tersebut. Maka sangat perlu bagi kita untuk selalu memberikan kesempatan yang cukup bagi ingatan untuk bekerja. Teramasuk penerapan kunci ini di dalam kehidupan, segera menangkap sela sesuatu yang terbesit di dalam hati dan mencatatnya pada saat muncul sebelum hal itu terbang dan melemah. Kebiasaan ini akan mendidik kemampuan berpikir dan berimajinasi di dalam setiap permasalahan yang ingin diselesaikan dan dipelajari. Para penemu permasalahan baru mereka tidak lain adalah orang-orang yang memberikan sambutan terhadap pemikiran mereka dan memberikan jamuan yang layak, sehingga pemikiran mereka senantiasa mengunjungi mereka terus menerus. Adapun orang yang tidak menghiraukan pemikirannya dan berpaling darinya, maka pemikirannya akan menjauhinya dan meninggalkannya. Pemikiran-pemikiran baru selalu bertebangan di dalam langit pikiran kita, jika kita mampu menangkapnya maka manfaat akan kita raih darinya, jika tidak maka dia pun akan pergi meninggalkan kita. Setiap orang senantiasa dilintasi pemikiran ini, akan tetapi perhatian dan penangkapan mereka berbeda-beda. Betapa banyak pemikiran keimanan, bertaubat dan pemikiran perbaikan, perubahan dan pembangunan mengunjungi seseorang, akan tetapi ia tidak mempedulikannya sehingga pemikiranpemikiran positif tersebut hengkang dan tak lagi mengunjunginya. Kunci keduapuluh satu: Pembagian. Kunci ini memberikan faedah di dalam menghafal buku-buku atau nash-nash atau tabel, nomor-nomor panjang sehingga sempurna. Pembagian yang baik hendaknya selaras dengan tema sebisa mungkin. Pembagian semacam ini lebih mudah daripada pembagian yang tidak memiliki makna. Pembagian juga bisa berbentuk pembagian berdasarkan tempat. Hafalan secara surat-surat termasuk satu jenis pembagian berdasarkan tema secara umum, karena setiap surat menggambarkan sejumlah tema, dan setiap surat terbagi ke dalam beberapa ayat dan memungkinkan pembagian surat panjang ke dalam penggalan-penggalan surat disesuaikan dengan temanya. Apabila pembagian tema sesuai dengan akhir halaman maka ini sangat bermanfaat, jika tidak maka pembagian secara halaman tidak baik untuk diterapkan. Pembagian secara tema bisa mewujudkan pemahaman, menguatkan ikatan dan mengokohkan hafalan. Jika tidak, seandainya telah sempurna pembagian hafalan berdasarkan halaman, hal ini memberikan kemudahan tapi metode ini kehilangan keistimewaan berupa terjadinya pemahaman. Maka hal terbaik adalah menerapkan kedua metode ini, karena di samping memberikan kemudahan juga mampu mewujudkan pemahaman.
3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Kapankah kita membutuhkan kunci ini? Pembagian ini dibutuhkan diawal ketika memulai hafalan kemudian akan berkurang ketika telah sempurna dalam mengakurasikan hafalan surat tersebut. Ketika diperoleh keakurasian suatu surat, seseorang yang hafal bisa melihat surat tersebut dengan pandangan menyeluruh meskipun suratnya panjang. Kunci keduapuluh dua: Tempat yang tidak ada suara dan gambarnya. Ingatan seperti mesin fotokopi, ketika tempat yang akan difotokopi tidak ada suara-suara dan gambar-gambar yang melalaikan, maka hafalan akan lebih mudah dan lebih kuat. Mata adalah lensa kamera, telinga adalah recorder (pemungut suara) sehingga keberadaan gambar-gambar dan suarasuara yang banyak di tempat tersebut akan menyebabkan cetakan yan lemah terhadap apa yang ingin direkam dari gambar, secara khusus apabila penerapan kunci yang lain lemah. Sebagai contoh, apabila kita membayangkan seorang siswa berusaha untuk menghafala sedangkan di sampingnya ada orang yang sedang berbincang-bincang, dia berusaha sekuat tenaga untuk menghafal dengan tidak mengeraskan bacaannya, disana juga terdapat pemandangan-pemandangan yang menyibukkan pikirannya, bagaimana mungkin dia bisa menghafal dalam kondisi semacam ini? Kunci keduapuluh tiga: Meringkas. Meringkas adalah kunci yang penting dari kunci-kunci ingatan yang sangat memberikan faedah di dalam mengikat pengetahuan yang banyak dengan kata-kata sedikit, akan tetapi ikatan ini membutuhkan usaha keras. Meringkas termasuk keahlian berat, penguasaan terhadapnya merupakan kelebihan yang patut disyukuri. Karena dengannya memudahkan dalam menulis tang terbesit dalm hati, meringkas mata pelajaran, ceramah dan acara-acara di radio maupun di tv. Kunci keduapuluh empat: Waktu. Pengaruh waktu bagi ingatan memilki dua sisi: Pertama: Tingkatan kehidupan manusia. Di dalam penelitian, masa kanak-kanak dan waktu kecil dianggap paling kuat dan paling utama dalam menghafal. Sebagian manusia menjadikannya menjadikannya modal utama, sehingga sering kita mendapati banyak yang berputus asa untuk menghafal ketika telah tua dan berkata "Kita telah kehilangan waktu menghafal di masa kecil" dan mereka tidak mau memperhatikan kunci-kunci hafalan yang lain. Ternya banyak juga di dunia ini orang berusia tua dan memiliki daya menghafal dan ingatan yang tidak kalah dengan anak kecil. Hal tersebut sangat mungkin terjadi apabila dia mempunyai kunci-kunci menghafal yang lainnya. Kedua: Waktu. Waktu sahur atau setelah sholat subuh termasuk waktu yang paling baik untuk menghafal bagi seseorang yang mengikuti petunjuk Rasulullah tentang tidur malam dan bangun awal waktu. Adapun orang yang tak bisa tidur di awal malam meskipun dalam beberapa saat, hendaknya mencari waktu lain yang sesuai dengan kondisinya. Pada prakteknya knci ini tidak berdiri sendiri, namun didukung juga dengan kunci yang lain. Sebagian orang ketika mengetahui bahwa waktu yang paling bagus dalam menhafal adalah waktu subuh, mereka senantiasa memaksa dirinya berusaha keras untuk mendapatkannya padahal ia adalah
3 Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

termasuk orang yang suka begadang pada sebain besar malam dan meletihkan badan dengan beraktifitas di dalam masalah-masalah lain, maka perlu diperhatikan dari maksud "waktu" dan cara mencapainya. Kunci keduapuluh lima: Bahasa. Bahasa merupakan sarana di dalam menuangkan isi dalam pikiran seseorang. Bahasa juga digunakan di dalam menagakap isyarat dari pemikiran-pemikiran, menghafalnya kemudian mengulanginya pada waktu yang dibutuhkan. Berangkat dari hal tersebut maka kemampuan di dalam berbahasa merupakan hal yang mampu mengaktifkan daya ingat seseorang. Semakin kaya seseorang dalam perbendaharaan bahasa maka sangat memungkinkan baginya untuk mengingat apa yang dia inginkan dari makna-makna atau pemikiran-pemikiran dengan model yang beraneka ragam. Termasuk cara yang sangat efektif dalam meluaskan daya tampung ingatan adalah dengan selalu menambah perbendaharaan kosakata baru yang membawa pada makna-makan baru. Hal ini juga berarti akan menambah keluasan cakrawala imajinasi dan kelapangan di dalam pikiran. Sarana yang paling utama untuk menambah kekayaan bahasa dan pada waktu yang bersamaan juga menambah kekayaan iman adalah dengan menghayati Al-Qur'an dan As-Sunnah. Merenunginya dari setiap makna dan lafazh yang digunakan dalam membicarkan sebuah permasalahan dan memberikan solusi. Mencatat dan menghafal kata-kata yang mempunyai kaitan yang erat dengan perbendaharaan bahasa. Kunci keduapuluh enam: Berzikir kepada Allah. Allah berfirman: (2 4 :‫)الكهف‬
 

"Ingatlah kepada Rabbmu jika kamu lupa." (QS.Al-kahfi: 24) Ibnu Katsir berkata, "di dalam ayat ini mengandung sisi lain yaitu bahwa Allah telah memberikan petunjuk kepada orang yang melupakan sesuatu di dalam ucapannya untuk berzdikir kepada Allah , karena lupa penyebabnya adalah setan sebagaimana perkataan pembantu Mus, (6 3 :‫)الكهف‬ 




Dan tidak adalah yang melupakan Aku untuk menceritakannya kecuali" (syaitan." (QS. Al-Kahfi:63 Dan dzikrullah bisa mengusir setan. Apabila setan pergi niscaya akan hilang yang namanya lupa. Jadi mengingat Allah adalah penyebab 2 .pulihnya ingatan Berdzikir kepada Allah termasuk kunci yang paling penting dari kuncikunci ingatan. Barang siapa yang mengingat Allah dengan lisannya dan hatinyadia akan sangat jauh dari sifat lupa. Kunci keduapuluh tujuh: Meminta perlindungan kepada Allah

.(Tafsir Ibnu Katsir. (3/108 .22

3

Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Merupakan kunci ingatan yang agung, meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Mustahil bagi seseorang untuk tidak melakukan hal ini baik dalam tidur, duduk maupun berdirinya. Allah berfirman:    
       

(6 8 :‫ )النعام‬

 



"Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), Maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)''. (QS. Al-An'am:68) Allah juga berfirman : (6 3 :‫)الكهف‬ 
      

Dan tidak adalah yang melupakan Aku untuk menceritakannya kecuali " (syaitan." (QS. Al-Kahfi:63 Seorang muslim tidak meragukan keterkaitan yang kuat antara sifat lupa dengan setan. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim telah mengeluarkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda:

( َ‫إِ َا نُودِيَ ِلصّلَاةِ َأدبَرَ الشيْطَان لَ ُ ض َاط حّى لَا يَسْ َع الّتأْذِين فَإذَا قضيَ الّتأْذِين أَقبَلَ حّى إِ َا َث ّب‬ ‫ْ َت ذ و‬ ُِ ِ ‫م‬ ‫ه ُر َت‬ ّ ْ ‫ل‬ ‫ذ‬ ‫بِال ّلَاةِ أَدبَرَ حّى إِذَا قضَى الّْث ِيب أَقبَلَ حّى يَخْطِر بَيْن الْمرْء ونَفْسه َي ُول : اُذْكُرْ كَ َا وَاذْكُرْ كَذَا لِمَا‬ ‫ذ‬ ‫ق‬ َ َ ‫ت و ْ َت‬ َ ‫ص ْ َت‬ ‫. ( لَمْ يَكُن ُذْكَر مِنْ قبْل ، حّى يَظ ّ ال ّجُل مَا يَدْ ِي كَمْ صَّى‬ ‫ل‬ ‫ر‬ ‫َت َل ر‬ َ ‫ْي‬
"Apabila dikumandangkan adzan setan berlari menghindar dengan mengeluarkan kentut sehingga dia tidak mendengarkan adzan. Apabila adzan telah selesai maka ia datang, apabila iqomat dikumandangkan maka ia berlari menjauh. Maka apabila iqomah telah selesai setan datang lagi untuk mengingatkan antara seseorang dengan jiwanya, setan berkata "ingatlah ini, ingatlah ini, sampai seseorang tidak mengetahui berapa raka'at ia shalat"3 Inilah cara setan untuk melemahkan ingatan manusia. Cara ini teringkas dalam menyibukkan pikiran dengan masalah-masalah yang memalingkan dari hal yang dia inginkan, melalaikannya dari hal yang bermanfaat dan mengingatkannya dengan apa yang memudharatkannya atau minimal dengan apa yang tidak bermanfaat baginya. Setan bekerja pada dua poros, melupakanmu dari kemaslahatan dan mengingatkanmu pada apa yang merugikanmu, tipu dayanya selalu berada pada dua poros sepanjang waktu, melalaikan dengan jalan apapun, dia tidak memiliki aturan baku tapi tujuan satu, mengacaukan pikiran dan menghalangi seseorang dari segala sesuatu yang bermanfaat. Sedangkan obat penawar untuk racun setan, Alhamdulillah hal itu tidaklah terlalu susah bagi seorang muslim yaitu selalu melakukan hubungan dengan pusat dari kekuatan seluruh jagat raya ini, Allah , kembali kepada Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia, Hanya dialah yang mampu Menjauhkan manusia dari godaan setan dan tipu dayanya. Orang yang merenungi dzikir-dzikir dan do'a-do'a sehari semalam, akan selalu mendapatkan perlindungan dan rasa butuh untuk selalu berlindung dari satu tempat ke tempat yang lain,dan dari kondisi ke kondisi yang lain. Dan sisi lain dari dzikir dan do'a adalah mampu menguatkan pikiran dan
33.

shahih Bukhari (2/471) dan Shahih Muslim (3/200)

3

Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

ingatan seorang dan menjaganya dari sifat lupa yang merugikan bagi manusia di dunia maupun di akhirat. Kunci keduapuluh delapan: Memperdengarkan hafalan. Memperdengarkan hafalan ada dua jenis, memperdengarkan diri sendiri dan memperdengarkan kepada orang lain. Langkah ini sangat penting di dalam memantapakn hafalan. Memperdengarkan hafalan kepada orang lain lebih kuat dibandingkan memperdengarkan kepada diri sendiri, bahkan perbandingannya sangat jauh dan lebih mantap. Diantara metode memperdengarkan hafalan kepada orang lain: membenarkan secara langsung atau membenarkan secara perlahan lahan. Yang pertama sangat memberikan manfaat bagi seorang untuk memantapkan hafalannya sebelum waktunya dan menyingkat waktu. Yang kedua memberikan manfaat di dalam mengokohkan sebagian kekurangan hafalan karena memberikan kesempatan untuk mengingat dan berusaha. Memperdengarkan hafalan termasuk pendidikan hafalan dan memungkinkan bagi para penghafal untuk mengatur memperdengarkan hafalannya dengan metode-metode yang bermacammacam untuk mewujudkan kokohnya hafalan dan menimbulkan semangat di dalam muroja'ah dan berlomba-lomba dalam mengakurasikan hdan menguatkan hafalan. Termasuk penerapan kunci ini adalah dengan mendengarkan kaset atau cd murottal dengan niat mendengarkan hafalan pembaca Qur'an, teknisnya yaitu mendengarkan kaset atau cd dan seolaholah kita disuruh membenarkan bacaanya apabila ada kekeliruan didalamnya. Metode semacam ini bermanfaat dalam menyingkap kesalahan hafalan kita sendiri. Kunci keduapuluh Sembilan : Kesegaran badan. Hubungan antara jiwa dan badan merupakan kolerasi yang saling menunjang antar satu dengan yang lainnya dan tidak dapat dipisahkan. Kesegaran, kesehatan dan pemberian waktu istirahat bagi badan termasuk aturan yang perlu diperhatikan di dalam hafalan. Oleh karena itu, hendaknya seseorang memilih untuk menghafal Al-Qur'an pada waktu yang paling baik dan kondisi yang fit. Kunci ketigapuluh: Puasa (shiyam). Pada dasarnya tidak ada makanan tertentu yang bisa menguatkan hafalan, demikian sebaliknya tidak ditemukan suatu makanan yang membuat lupa akan hafalan. Akan tetapi kaidah dalam masalah ini adalah puasa sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad diiringi dengan menjaga diri dari makanan yang rusak atau basi, dan sebisa mungkin tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia yang merusak sel-sel tubuh. Ketika seorang mampu menjaga dirinya dari racun-racun makanan, maka ia termasuk orang yang berusaha dalam menjaga stabilitas ingatannya. Apabila diamati dari sederetan biografi ulama-ulama kita maka kita akan mendapati bahwa mereka adalah manusia yang sangat memperhatikan makanan mereka dan orang-orang yang cinta terhadap puasa. Mereka selalu menganjurkan agar tidak berkenyang-kenyang dalam makanan, namun juga selalu mengisi menu dengan sesuatu yang bermanfaat bagi metabolism tubuh. Karena hanya dengan pola seperti itulah mereka akhirnya mereguk segarnya ilmu baik secara hafalan maupun pemahaman. Pada akhirnya mereka tergolong dalam manusia yang bahagia di dunia maupun di akhirat. Kunci ketigapuluh satu: latihan dan percobaan.

3

Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

Maksud dari kunci ini adalah menguatkan hati dan melatihnya untuk menghafal dan mengingat secara terus-menerus dengan tidak terputus dari hafalan untuk selamanya, akan tetapi selalu menghafal meskipun hanya sedkit. Ini termasuk hal yang bisa menjaga kekuatan hati dan selalu siap untuk menghafal dengan terus menerus. Hendakanya aktifitas akal yang kita lakukan merupakan latihan bagi ingatan dan mengangkat kemampuannya. Sebagai pendahuluannya adalah menerapkan penghayatan Al-Quran, karena hal ini akan mengobati hati dan menguatkan hafalan. Sebagai penutup, ketahuilah bahwa kapanpun hati itu baik maka ingatan dan kemampuan dalam menghafal akan selalu baik.

Selamat mencoba….. semoga kita termasuk orang-orang yang digolongkan dalam Ahlullah atau manusia yang paling dekat dengan Allah sebagaimana yang di gambarkan Rasulullah ……. Amin

Syafruddin Maulana…. 17 Sya'ban 1430….. 8 agustus 2009

3

Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati

3

Menjadi penghafal Ql-Qur'an sejati