Prakata Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga makalah

Radiografi Struktur Normal DMF dapat diselesaikan. Makalah ini berisi serangkaian contoh-contoh anatomi normal dalam bentuk gambaran radiografi dari DMF (Dento Maksilo Fasial). Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan referensi bagi mahasiswa kesehatan khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi. Dimana mahasiswa FKG harus mengetahui dasar gambaran radiografi normal dari DMF, hal itu dimaksudkan agar tidak salah dalam mendiagnosa suatu gambaran radiografi. Karena dalam kenyataannya hasil radiografi kadangkala mengalami artefak maka dari itu untuk menghindari kesalahan dalam menginterpretasi radiografi haruslah mengetahui struktur normalnya terlebih dahulu. Makalah ini berisi berbagai contoh radiografi normal DMF yang diambil dari berbagai sumber terpercaya baik dari teks book ataupun dari internet dengan dilakukan diskusi lebih lanjut untuk menyimpulkan semua sumber yang telah kami dapat. Radiografi itu merupakan ilmu yang penting sekali dalam dunia kesehatan. Dari radiografi semua organ tubuh kita bisa dilihat dan diinterpretasikan. Kita tak pernah tau apa saja yang terjadi nanti pada tubuh kita seandainya tidak ada ilmu radiografi khususnya pada orang sedang mengalami fraktur pada tulangnya. Tulang itu berada di dalam tubuh kita, jadi tidak bisa kita amati secara langsung. Maka dari situlah berfungsinya ilmu radiografi bagi kita semua khususnya tenaga kesehatan yang harus memahami dan tahu cara menginterpretasikan dan membacanya. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih atas bimbingan dosen-dosen yang telah memberikan ilmu dan arahan yang benar khususnya dalam bidang radiografi DMF ini. Terimakasih juga buat semua teman-teman yang telah ikut kerja sama sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

1

Penulis Jember . Untuk itu dibutuhkan saran dan kritiknya yang membangun. Seperti kata pepatah tidak ada gading yang tak retak. 7 September 2013 2 .Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan tidak luput dari kesalahan.

............................................... Radiograf 9 ............................................................................................................................... Radiograf 3 ............... Radiograf 8 .....DAFTAR ISI Prakata ................... Radiograf 10 ........................................... Radiograf 7 ...... 1 3 4 4 5 6 6 7 7 9 10 11 3 ................................................................ Radiograf 4 ................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Radiograf 1 ..................................... Daftar Isi .......................... Radiograf 6 .................................................. Radiograf 2 ....................................................................................................................................................................... Radiograf 5 ....................................................................................

Dan dilalui nervus nasopalatina yang berguna utuk menginervasi mucoperiosteum palatal region gigi anterior RA ( dari caninus dextrasinistra). Foramen ini terletak disebelah posterior gigi insisiv rahang atas dan merupakan tempat jalannya pembuluh darah yaitu arteri sphenoalatina. Kanalis ini dialiri oleh inferior alveolar vein. inferior alveolar nerve dan inferior alveolar artery. 2. Radiografi 1 Foramen Incisiv adalah lubang yang berbentuk oval yang terletak pada palatum durum. Radiograf 2 KANALIS MANDIBULA Kanalis mandibularis adalah saluran yang memanjang dari foramen mandibularis yang terletak pada permukaan medial ramus.1. Selain arteri dan 4 .

Kanalis ini berada dibawah alveoli. pembuluh darah dan arteri ini berhubung dengan dental alveoli melalui bagian- 5 . Kanalis ini berjalan sejajar dengan foramen mandibularis dan foramen mentale.vena diatas. Radiograf 3 Kanalis internal berjalan melintang melalui bagian tengah rahang bawah dari posterior ke anterior. Pada saat kanalis mandibularis mencapai insisivus. Melalui foramen mentale. Kanalis ini berhubungan dengan alveoli melalui lubang kecil. Kanalis ini menuju ke bawah secara miring dalam ramus. Bagian anterior body of mandible merupakan jalan keluar untuk pembuluh darah dan saraf mentale dari kanalis. 3. kanalis ini juga dialiri cabang nervus trigeminus yaitu nervus mandibularis. Nervus. dan kemudian secara horisontal di dalam body mandibular. maka akan berubah dan berhubungan dengan foramen mentale. Foramen mandibularis tempat jalan masuk kanalis di bagian posterior ramus.akan dilalui sebuah kanalis kecil yang disebut kanalis mandibularis insisivus. Ia berjalan ke rongga yang mengandung gigi insisivus.

Atau disebut Intermaxillary suture. Lokasi: memanjang dari alveolar crest antara insisivus sentral sepanjang nasal spine. terlihat lebih radiopak dari pada sinus maksilaris. biasanya muncul seperti huruf U atau W dan ukurannya semakin bertambahnya usia semakin besar. Merupakan sendi tidak bergerak antara dua prosesus palatine dan maksila. Kanalis mandibularis juga dikenali sebagai Canalis mandibulae dalam bahasa Latin dan Canal mandibulaire dalam bahasa Peranci 4. Radiograf 5 Sutura palatina mediana : radiolusen tipis antara insisivus sentral. Panah putih tersebut menunjukkan garis batas (border) dari sinus maksilaris. sinus dapat berkembang mulai dari sisi distal gigi caninus sampai ke dinding posterior Bentuknya maksila.bagian kecil. Radiograf 4 Sinus Maksilaris Area radiolusen di atas apikal gigi premolar sampai gigi molar. 6 . Pada orang dewasa. 5.

Radiograf 7 7 . 7. Gambaran ini merupakan struktur anatomi normal. Batas sutura biasanya halus dan ireguler. Karena letak anatomi dari fosa lateralis dengan kista globulomaksilaris itu sama. Radiograf 6 Pada gambaran radiolusen yang ditandai dengan nomer satu menunjukkan Dimana fosa lateralis. diantara posisinya insisivus lateral dan kaninus atas. 6. yaitu diantara insisivus lateral dan kaninus rahang atas seperti ditunjukkan oleh gambar nomer satu tersebut maka kadang kala disalah-diagnosiskan sebagai kista globulomaksilaris. Tetapi yang membedakan disini bahwa kista globulomaksilaris gambaran radiografisnya tampak seperti buah pir dan akarnya memencar.Radiolusen dari sutura dibatasi oleh dua batas radiopak parallel tulang kortikel tipis tiap maksila.

Foramen MentaleTerletak pada permukaan luar mandibula. FORAMEN MENTALE 8 . Terdapat nervus mentale dan pembulah darah pada foramen tersebut. Terdapat gambaran radiolusen bulat pada bagian apeks gigi premolar. di dekat premolar.

Radiograf 8 Pada gambar di atas adalah gambar radiologi dari tulang mandibula di mana pada gambar tersebut terdapat gambaran radiolusen berupa foramen lingualis. tepatnya berada di bawah gigi insisivus bawah central. 9 . Foramen lingualis terletak di antara superior dan inferior dari mandibula. Penampakan yang terlihat pada radiologi dari foramen lingualis adalh radiolusen dengan batas kortikal tipis hingga tebal. Foramen lingualis merupkan suatu saluran untuk pembuluh darah dan saraf guna menginnervasi mandibula dan mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh mandibula. Foramen lingualis dapat dilihat menggunakan radiografi dengan radiologi periapikal.8.

Sinus maksillaris divaskularisasi oleh cabang a. Radiograf 9 4. alveolaris superior. Meatus nasi superior Meatus nasi superior terletak di antara konka media dan konka superior dan merupakan meatus yang kecil. a. Meatus acusticus externus 7.infraorbita.9. Cavitas nasi 6. Sinus maksillaris akan bermuara pada hiatus semilunaris yang terdapat pada meatus nasi media. Meatus nasi superior 2. Sedangkan venanya sesuai dengan aeterinya.facialis.palatina major. a.facialis anterior plexus pterygoidea. Sinus maksilaris 3. a. slveolaris superioe anterior N. dan akan bermuara pada v. Meatus nasi inferior 1. Cavitas nasi 10 . Di sinilah tempat muara sinus sphenoid 2. alveolaris superior dan n. Cellulae ethmoidales 5. Meatus nasi medius 1. R.maksillaris interna. Sinus maksillaris diinnervasi oleh R. Sinus Maksillaris (Anthrum Highmore) Merupakan sinus terbesar yang terletak pada corpus maksillare. infraorbitale 3. alveolares superior posterior n.

5. Cellulae Ethmoidales Cellulae Ethmoidales merupakan rongga-rongga kecil tak beraturan. Muara ini sering kali dilindungi oleh lipatan mukosa yang disebut katup dari Hasner (plika loakrimalis Hasner) 6. 7. 10. kelenjar sebacea dan glandula ceruminosa. Meatus dilapisi oleh kulit dan sepertiga bagian luarnya mempunyai rambut. lacrimale. Tepat di belakang nares anterior terdapat vestibulum yang dilapisi rambut dan kelenjar sebasea. Rongga-rongga kecil ini berdinding tipis di dalam labyrinth ossis ethmoidalis. Tabung ini berfungsi menghantarkan gelombang suara dari auricula ke membrana tympani. 4. Radiograf 10 Sinus Maksilaris Sinus ini merupakan sinus paranasalis yang terbesar. dinding 11 . Meatus nasi inferior Meatus nasi inferior merupakan celah yang terdapat di bawah konka inferior. Dinding anterior sinus adalah permukaan fasial os maksila yang disebut fosa kanina. Meatus nasi media Meatus nasi media terletak diantara konka inferior dan konka media . Pada meatus nasi media terdapat Atrium meatus nasi media yang merupakan cekungan di depan meatus nasi media dan di atas vestibulum nasi dan di bagian superior nya dibatasi oleh rigi yang disebut Agger Nasi.Rongga hidung (cavitas nasi) berbentuk terowongan dari depan ke belakang. disempurnakan oleh tulang-tulang frontale. sphenoidale. Lubang depan cavitas nasi disebut nares anteriror dan lubang belakangnya disebut nares posterior (choanae) yang menghubungkan cavitas nasi dengan nasofaring. Berbentuk piramid. Dekat ujung anteriornya terdapat ostium (muara) diskus nasolakrimalis. dan palatinum. sehingga disebut juga cellulae ethmoidales. Meatus acusticus externus Meatus acusticus externus adalah tabung berkelok yang menghubungkan auricula dengan membrana tympani. maxilla. dinding posteriornya adalah permukaan infra-temporal maksila.

sebelah inferiornya atap nasofaring. Sinus Sphenoidalis Sinus sphenoidalis terletak dalam os sphenoid di belakang sinus ethmoidalis posterior. Batas-batanya adalah : sebelah superior terdapat fosa serebri median dan kelenjar hipofise. Berdasarkan letaknya. Sinus Frontalis Sinus frontalis terletak di os frontal. sehingga infeksi dari sinus frontalis mudah menyebar ke daerah ini. terbagi dua kanan dan kiri yang biasanya tidak simetris. Sinus frontal biasanya bersekat-sekat dan tepi sinus berlekuk-lekuk. Sinus ethmoidalis anterior bermuara di meatus medius dan sinus ethmoidalis posterior bermuara di meatus superior. GAMBARAN RADIOLOGI 12 . karotis interna (sering tampak sebagai indentasi).medialnya adalah dinding lateral rongga hidung. sebelah lateral berbatasan dengan sinus kavernosus dan a. yang terletak diantara konka media dan dinding medial orbita. Dipisahkan oleh tulang yang relative tipis dari orbita dan fosa serebri anterior. dan sebelah posteriornya berbatasan dengan fosa serebri posterior di daerah pons. Sinus sphenoidalis dibagi dua oleh sekat yang disebut septum intersphenoid. terdiri dari sel-sel yang menyerupai sarang tawon yang terdapat di dalam massa bagian lateral os ethmoid. dinding superiornya ialah dasar orbita dan dinding inferiornya ialah prosessus alveolaris dan palatum. satu lebih besar daripada lainnya dan dipisahkan oleh sekat yang terletak di garis tengah. Sinus Ethmoidalis Sinus ethmoidalis berongga-rongga. sinus ethmoidalis dibagi menjadi sinus ethmoidalis anterior dan posterior.

Apabila foto dilakukan pada keadaan mulut terbuka. Foto polos Pemeriksaan foto polos adalah pemeriksaan paling baik dan paling utama untuk mengevaluasi sinus paranasal.(3.(3. akan dapat menilai dinding posterior sinus sfenoid dan nasofaring dengan baik. sehingga dinding posterior dan dasar sinus maksila berhimpit satu sama lain. 3 cmn diatas tonjolan occipital eksterna. garis orbitomeatus membentuk sudut 45o dengan film.13) Foto kepala posisi lateral Foto ini dilakukan dengan posisi kepala terletak sebelah lateral atau dalam hal ini bidang sagital kepala terletak paralel dengan film dengan sentrasi pada daerah kantus mata. Pemeriksaan foto kepala untuk mengevaluasi sinus paranasalis terdiri atas berbagai macam posisi. sehingga kedua sinus maksilaris dapat dievaluasi seluruhnya.1.13) Foto kepala posisi Occipito-frontal atau posisi Caldwell Foto ini dilakukan dengan kepala menghadap ke film dimana garis orbitomeatal tegak lurus dengan film.(3) Posisi standar yang biasanya digunakan dalam pemeriksaan radiologi dengan tujuan mengevaluasi sinus paranasalis antara lain sebagai berikut : Foto kepala posisi Occipito-Mental atau posisi Waters Foto Waters dilakukan dengan posisi dimana kepala menghadap film.(3.13) 13 . Posisi ini sangat baik untuk menilai sinus frontal dan sinus ethmoid. namun yang paling sering dipakai adalah foto kepala posisi waters. Arah datangnya sinar horizontal dengan sentrasi pada nasion. Arah sinar cahaya horizontal dengan sentrasi pada tulang occipital. Posisi ini sangat baik dalam menilai sinus sphenoid dan frontal serta ruang nasofaring. secara ideal piramid tulang petrosum diproyeksikan pada dasar sinus maksilaris. Pada foto waters.

Proyeksi ini paling baik untuk menganalisis dinding posterior sinus maksilaris. Sentrasi dari depan kira-kira 8 cm diatas glabela dari foto polos kepala dalam bidang midsagital. Penebalan dinding sinus dengan sklerotik (pada kasus-kasus kronik) Foto Kepala Posisi Submentoverteks Posisi ini diambil dengan meletakkan film pada vertex. Penebalan mukosa 2.(3.13) Foto Kepala Posisi Rhese Posisi rhese atau oblique dapat mengevaluasi bagian posterior sinus ethmoidalis.13) Foto Kepala Posisi Towne Posisi ini diambil dengan berbagai variasi sudut angulasi antara 30o-60o ke arah garis orbitomeatal. 14 . dan lantai dasar orbita sisi lain. kepala pasien menengadah sehingga garis infraorbitomeatal sejajar dengan film. tetapi pada sinusitis kronik tampak juga gambaran penebalan dinding sinus yang disebabkan karena timbulnya fibrosis dan jaringan parut yang menebal. kondilus mandibularis dan arkus zigomatikus posterior. Perselubungan homogen atau tidak homogen 4. Sentrasi tegak lurus film dalam bidang midsagital melalui sella tursika kea rah verteks. Air fluid level (kadang-kadang) 3. fisura orbitalis inferior. dan yang paling sering adalah sinus maksilaris. Posisi ini biasa untuk melihat sinus frontalis dan dinding posterior sinus maksilaris.(3.13) Pada sinusitis.Adapun gambaran radiologi sinusitis yang dapat dinilai dari ketiga posisi foto polos di atas antara lain : 1. kanalis optikus. mula-mula tampak penebalan dinding sinus.(3.

sinus frontalis sinus sphenoidalis sinus maxillaris meatus akustikus externus 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful