BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang(4) Sistem limfatik merupakan suatu jalur tambahan tempat cairan dapat mengalir dari ruang interstisial ke dalam darah. Hal yang terpenting, sistem limfatik dapat mengangkut protein dan zat-zat berpartikel besar keluar dari ruang jaringan, yang tidak dapat dipindahkan dengan proses absorpsi langsung ke dalam kapiler darah. Pengembalian protein ke dalam darah dari ruang interstisial ini merupakan fungsi yang penting dan tanpa adanya fungsi tersebut, kita akan meninggal dalam waktu 24 jam. Pembentukan cairan limfe berasal dari cairan interstisial yang mengalir ke dalam sistem limfatik. Cairan limfe yang pertama kali mengalir dari setiap jaringan mempunyai komposisi yang hampir sama dengan cairan interstisial. Sistem limfatik juga merupakan salah satu jalan utama untuk obsorpsi zat makanan dari saluran cerna terutama absorpsi lemak. Setelah menyantap makanan berlemak cairan limfe dalam duktus torasikus kadang-kadang mengandung 1-2 % lemak. Lingkungan di sekitar manusia mengandung berbagai jenis unsur patogen (misalnya, bakteri, virus, fungi, protozoa, dan parasit) yang dapat menyebabkan infeksi pad amanusia. Infeksi yang terjadi pada orang normal umumnya singkat dan jarang meninggalkan kerusakan permanen. Hal ini disebabkan tubuh manusia memiliki suatu ruang sistem yang disebut sistem imun, yang melindungi tubuh. Fungsi sistem limfatik adalan transpor cairan untuk kembali ke dalam darah dan berperan penting dalam pertahanan tubuh dan pertahanan terhadap penyakit. Limfe merupakan cairan jaringan berlebih (cairan interstisial dari darah) dibawa pembuluh limfe dan kembali ke aliran darah. Sistem ini merupakan sistem satu jalur untuk menuju jantung, tidak ada pemompaan dari pembuluh limfe dan pembuluh darah.

1

1.2 Rumusan Masalah Bagaimana mekanisme sirkulasi limfatik dan faktor-faktor yang berperan dalam sirkulasi limfatik? 1.3 Tujuan Mengetahui dan memahami mekanisme sirkulais limfatik dan faktorr-faktor yang berperan dalam sirkulais limfatik.

2

BAB II PEMBAHASAN

Sistem limfatik atau sistem getah bening membawa cairan dan protein yang hilang kembali ke darah. Cairan memasuki sistem ini dengan cara berdifusi ke dalam kapiler limfa kecil yang terjalin di antara kapiler-kapiler sistem kardiovaskuler. Apabila sudah berada dalam sistem limfatik, cairan itu disebut limfa (lymph) atau getah bening, komposisinya kira-kira sama dengan komposisi cairan interstisial.

Limfa berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya. Cairan ini kemudian dikumpulkan oleh sistem limfa melalui proses difusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi. Sistem limfatik mengalirkan isinya ke dalam sistem sirkulasi di dekat persambungan vena cava dengan atrium kanan. Pembuluh limfa, seperti vena , mempunyai katup yang mencegah aliran balik cairan menuju kapiler. Kontraksi ritmik (berirama) dinding pembuluh tersebut membantu mengalirkan cairan ke dalam kapiler limfatik. Seperti vena, pembuluh limfa juga sangat bergantung pada pergerakan otot rangka untuk memeras cairan ke arah jantung.(2)

3

2.1 Anatomi Pembuluh Limfe

Pembuluh limfe merupakan muara kapiler limfe, menyerupai vena kecil dan mempunyai katup pada lumen yang mencegah cairan limfe kembali ke jaringan. Kontraksi otot yang berdekatan juga mencegah limfe keluar dari pembuluh. Di sepanjang pembuluh limfa terdapat organ yang disebut nodus (simpul) limfa (lymph node) yang menyaring limfa. Nodus limfa merupakan akumulasi padat dari sel-sel bebas di dalam jaringan Di dalam nodus limfa terdapat jaringan ikat yang berbentuk seperti sarang lebah denagn ruangruang yang penuh dengan sel darah putih. Sel-sel darah putih tersebut berfungsi untuk menyerang virus dan bakteri. Organ-organ limfa diantanya kelenjar getah bening (limfonodus), tonsil, tymus, limpa ( spleen atau lien) , limfonodulus. System limfe terdiri dari pembuluh limfe, nodus limfatik, organ limfatik, nodul limfatik, sel limfatik.

4

Limfe nodes ini berperan untuk menyaring kelenjar getah bening sebelum dapat dikembalikan ke sistem peredaran darah. Meskipun node dapat menambah atau mengurangi ukuran sepanjang hidup, setiap node yang telah rusak atau hancur, tidak beregenerasi. Pembuluh limfatik aferen membawa unfiltered getah bening ke node. Produk-produk limbah sini, dan beberapa cairan, yang disaring. Di bagian lain dari node, limfosit, yang khusus sel darah putih, membunuh patogen yang mungkin ada. Hal ini menyebabkan pembengkakan umumnya dikenal sebagai pembengkakan kelenjar bengkak. Tonsil merupakan kelompok sel limfatik dan matrix extra seluler yang dibungkus oleh capsul jaringan pemyambung, tapi tidak lengkap.Terdiri atas bagian tengah (germinal center) dan Crypti. Tonsil ditemukan dipharyngeal yaitu :  tonsil pharyngeal (adenoid), dibagian posterior naso pharynx  tonsil palatina, posteo lateral cavum oral  tonsil lingualis, sepanjang 1/3 posterior lidah Nodus limfaticus terdapat di sepanjang jalur pembuluh limfe berupa benda oval atau bulat yang kecil. Ditemukan berkelompok yang menerima limfe dari bagian tubuh. Fungsi utama nodus limfaticus untuk menyaring antigen dari limfe dan menginisiasi respon imun. Timus terletak di mediastinum anterior berupa 2 lobus.
5

Limpa terletak di Quadran atas kiri abdomen, di inferior diaphragma yang memanjang dari iga 9 – 11, terletak dilateralis ginjal dan posterolateral gaster. Fungsi limfa yaitu:     Menginisiasi respon imun bila ada antigen didalam darah Reservoir eritrosit dan platelet Memfagosit eritrosit dan platelet yang defectiv Phagosit bacteri dan benda asing lainnya(2)

Pembuluh limfe di bagi menjadi 3, yaitu: 1. Kapiler getah bening(2) Merupakan pembuluh Limfe yang terkecil, membentuk anyaman yang luas & berakhir buntu. Berfungsi: menampung cairan Limfe yang berasal dari masing-masing kapiler . 2. Pembuluh getah bening yg lebih besar(2) Kapiler-kapiler getah bening bergabung dengan pembuluh getah bening yang lebih besar .Terdiri dari saluran yang dindingnya lebih tebal memiliki katub. Dalam perjalanan pembuluh getah bening yang besar, pembuluh getah bening ini mencurahkan isinya ke dalam kelenjar getah bening (Lymph Nodes). 3. Pembuluh Limfe besar Merupakan gabungan dari pembuluh limfe, membentuk 2 pembuluh limfe utama: a. Ductus Lymphaticus Dexter (Pembuluh Limfe Kanan) yaitu menerima cairan limfe dari bagian kanan atas tubuh(2). Pembuluh limfe ini mengangkut limfe yang berasal dari kepala, dada sebelah kanan, dan lengan kanan. Pembuluh limfe kanan bermuara pada pembuluh balik di bawah vena subclavia dextra (vena yang melewati tulang selangka sebelah kanan). b. Ductus Thoracicus (Pembuluh Limfe Dada) Menerima cairan limfe dari bagian tubuh kiri & kanan saluran pencernaan makanan(2). Pembuluh ini mengangkut limfe yang berasal

6

dari bagian tubuh lain dan bermuara ke pembuluh balik di bawah vena subclavia sinestra (vena yang melewati tulang selangka kiri). Pembuluh limfe dada juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak yang diserap dari usus. Lemak inilah yang menyebabkan cairan limfe berwarna kuning keputih-putihan.

2.2 Saluran Limfe Tubuh Hampir seluruh jaringan tubuh mempunyai saluran limfe khusus yang mengalirkan kelebihan cairan secara langsung dari ruang interstisial. Beberapa pengecualian antara lain bagian permukaan kulit, sistem saraf pusat, endomisium otot, dan tulang. Namun, bahkan jaringan-jaringan tersebut mempunyai pembuluh interstisial kecil yang disebut saluran pralimfatik yang dapat dialiri oleh cairan interstisial; pada akhirnya cairan ini mengalir ke dalam pembuluh limfe atau, pada otak, mengalir ke dalam cairan serebrospinal dan kemudian langsung kembali ke dalam darah.

7

Pada dasarnya, seluruh pembuluh limfe dari bagian bawah tubuh pada akhirnya akan bermuara ke duktus torasikus, yang selanjutnya bermuara ke dalam sistem darah vena pada pertemuan antara vena jugularis interna kiri dan vena subclavia kiri. Cairan limfe dari sisi kiri kepala, lengan kiri, dan sebagian toraks juga memasuki duktus torasikus sebelum bermuara ke dalam vena. Cairan limfe dari sisi kanan leher dan kepala, lengan kanan, dan bagian kanan toraks memasuki duktus torasikus kanan (jauh lebih kecil daripada duktus torasikus), yang akan bermuara ke dalam sistem darah vena pada pertemuan antara vena subclavia kanan dan vena jugularis interna.(3) Vasa lymphatica(5) Vasa lymphatica berawal sebagai ujung-ujung saluran buntu yang membentuk formasi menjari, dengan dinding kapiler yang tipis dalam jaringan ikat. Mereka membentuk formasi jaringan kapiler tiga dimensi yang mengalir menuju vasa lymphatica yang mengkoleksi limfe yang lebih besar dan lebih tebal dindingnya, kemudian ductus dan truncus lymphaticus. Akhirnya limfe dari truncus dan ductus lymphaticus ditumpahkan ke vena cava cranialis di thoracic inlet. Lymph capillaries, vasa lymphatica, lymph node, vasa lymphatic, cisterna Chyli, thoracic duct Urutan pembuluh yang dilalui oleh cairan limfe, mulai dari kapiler limfe sampai ductus thoracicus.

Ilustrasi saluran limfe (limphatica) yang berawal sebagai ujung buntu dengan
8

epitel yang saling overlapping dan bentukan katur di sepanjang pembuluh tersebut yang mencegah kembalinya aliran limfe.

2.3 Kapiler Limfe Terminal Dan Permeabilitasnya(3) Sebagian besar cairan yang merembes dari ujung arterial kapiler darah, mengalir di antara sel-sel dan akhirnya direabsorpsi kembali ke dalam ujung vena dari kapiler darah; tetapi rata-rata, sekitar 1/10 dari cairan tersebut malah memasuki kapiler limfe dan kembali ke darah melalui sistem limfatik dan bukan melalui kapiler vena. Jumlah total cairan limfe yang kembali ini normalnya hanya 2 sampe 3 liter per hari. Cairan yang kembali ke sirkulasi melalui sistem limfatik sangat penting karena zat-zat dengan berat molekul tinggi, seperti protein, tidak dapat diabsorpsi dengan cara lain, meskipun protein tersebut dapat memasuki kapiler limfe hampir tanpa hambatan. Penyebab hal tersebut ialah adanya struktur khusus pada kapiler limfe. Sel-sel endotel kapiler limfe yang dilekatkan oleh filamen penambat ke jaringan ikat sekitarnya. Pada pertautan antar sel-sel endotel yang berdekatan, tepi dari sebuah sel endotel menutupi tepi sel yang berdekatan sedemikian rupa sehingga tepi yang menutupi tersebut bebas menutup ke dalam, yang

9

membentuk suatu katup kecil yang membuka ke bagian dalam kapiler limfe. Cairan interstisial, bersama dengan partikel tersuspensinya, dapat mendorong katup unutk membuka dan mengalir langsung ke dalam kapiler limfe. Tetapi cairan ini sulit untuk meningggalkan kapiler begitu sudah masuk karena setiap aliran balik akan menutup katup. Jadi, sistem limfatik mempunyai katup di bagian paling ujung dari kapiler limfatik terminal dan mempunyai katup di sepanjang pembuluh limfe berukuran lebih besar sampai pada titik tempat sistem tersebut bermuara ke dalam sirkulasi darah. 2.4 Pompa Kapiler Limfe(3) Kapiler limfe terminal juga memompa cairan limfe, selain pemompaan limfe oleh pembuluh limfe besar. Dinding kapiler limfe melekat erat pada selsel jaringan sekitarnya melalui filamen-filamen penambatnya. Oleh karena itu, setiap kali kelebihan cairan memasuki jaringan dan menyebabkan cairan membengkak, filamen penambat akan menarik kapiler limfe, dan cairan akan mengalir ke dalam kapiler limfe terminal melallui pertautan di antara sel-sel endotel. Kemudian, ketika jaringan tertekan, tekanan di dalam kapiler meningkat dan menyebabkan tepi-tepi sel endotel yang tumpang tindih menutup seperti katup. Oleh karena itu, tekanan akan mendorong cairan limfe masuk ke dalam saluran limfe pengumpul dan bukan bergerak mundur melalui pertautan sel. Sel-sel endotel kapiler limfe juga mengandung beberapa filamen aktomiosin yang bersifat kontraktil. Oleh karena itu, sebagian kecil dari pemompaan limfe dapat disebabkan oleh kontraksi sel endotel kapiler lmfe selainkontraksi otot saluran limfe yang berukuran lebih besar. 2.5 Pompa Limfe Meningkatkan Aliran Cairan Limfe(3) Katup-katup terdapat di seluruh saluran limfe; katup-katup yang khas yang terdapat di saluran limfe pengumpul tempat bermuaranya kaliper-kapiler limfe. Ketika saluran limfe pengumpul atau pembuluh limfe yang berukuran lebih besar diregangkan oleh cairan, otot polos pada dinding pembuluh tersebut akan berkontraksi secara otomatis. Selanjutnya, setiap segmen

10

pembuluh limfe di antara katup akan berfungsi sebagai suatu pompa otomatis tersendiri. Yaitu, pengisian suatu segmen akan menyebabkan kontraksi segmen tersebut, dan cairan akan dipompa melalui katup berikutnya ke segmen pembuluh limfe berikkutnya. Hal tersebut akan mengisi segmen berikutnya, dan beberapa detik kemuudian, segmen tersebut juga

berkontraksi, proses ini berlanjut terus di sepanjang pembuluh limfe sampai cairan limfe tersebut bermuara ke dalam sirkulasi darah. Pada pembuluh limfe yang sangat besar seperti duktus torasikus, pompa limfe ini dapat menghasilkan tekanan sebsar 50 sampai100 mmHg. 2.6 Faktor Pendorong Gerak Cairan Limfe(2) Cairan limfe adalah cairan mirip plasma dengan kadar protein lebih rendah. Kelenjar limfe menambahkan limfosit, sehingga dalam saluran limfe jumlah selnya besar. Faktor pendorong gerak cairan limfe:   Pembuluh limfa mirip vena, punya katup yang bergantung pada pergerakan otot rangka untuk memecah cairan ke arah jantung. Perlawanan pertama yang dilakukan tubuh adalah dengan respon immun non spesifik : sel makrofag dan cairan limfa. Sehingga cairan limfatik mengalir melalui sistem limfatik yang berfungsi juga dalam sirkulasi sistem immun seluler.  Karena fungsi dari sistem saluran limfe juga untuk

mengembalikan cairan dan protein dari jaringan kembali ke darah melalui sistem limfatik, maka faktor pendorong gerak cairan limfe juga dikarenakan adanya cairan yang keluar dari kapiler darah Kedudukan system limfatik pada peredaran darah dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini:

11

2.7 Fungsi Sistem Limfatik(2) Secara garis besar, sistem limfatik mempunyai 3 fungsi, yaitu aliran cairan interestial, mencegah infeksi, dan pengangkutan lipid. 1. Aliran cairan interstisial Cairan interestial yang menggenangi jaringan secara terus menerus yang diambil oleh kapiler kapiler limfatik disebut dengan Limfa. Limfa mengalir melalui sistem pembuluh yang sirkulasi. Ini dimulai pada ekstremitas dari sistem kapiler limfatik yang dirancang untuk menyerap cairan dalam jaringan yang kemudian dibawa melalui sistem limfatik yang bergerak dari kapiler ke limfatik (pembuluh getah bening) dan kemudian ke kelenjar getah bening. Getah bening ini disaring melalui benjolan dan keluar dari limfatik eferen. Dari sana getah bening melewati batang limfatik dan akhirnya ke dalam saluran limfatik. Pada titik ini getah bening dilewatkan kembali ke dalam aliran darah dimana perjalanan ini dimulai lagi.
Mencegah

akhirnya kembali ke sistem

infeksi

Sementara kapiler getah bening mengumpulkan cairan interstisial mereka juga mengambil sesuatu hal lain seperti virus dan bakteri, ini terbawa dalam getah bening sampai mereka mencapai kelenjar getah

12

bening yang mana dirancang untuk menghancurkan virus dan bakteri dengan menggunakan berbagai metode. Pertama sel makrofag menelan bakteri, ini dikenal sebagai fagositosis. Kedua sel limfosit menghasilkan antibodi, ini dikenal sebagai respon kekebalan tubuh. Proses ini diharapkan akan berhubungan dengan semua infeksi yang berjalan melalui getah bening tetapi sistem limfatik tidak meninggalkan ini di sana. Beberapa sel Limfosit akan meninggalkan node dengan perjalanan di getah bening dan memasuki darah ketika getah bening bergabung kembali, ini memungkinkan untuk menangani infeksi pada jaringan lain. Ini bukan satu-satunya daerah dimana perlawanan berlangsung, limpa juga menyaring darah dengan cara yang sama seperti sebuah nodus yang menyaring getah bening, sel B dan sel T yang bermigrasi dari sumsum tulang merah dan Thymus yang telah matang pada limpa (Ada 3 jenis sel T yang menakjubkan, itu adalah memori T sel yang dapat mengenali patogen yang telah memasuki tubuh sebelumnya. Dan dapat menangani mereka dengan lebih cepat, sel T lainnya disebut helper dan sitotoksik) yang melaksanakan fungsi kekebalan, sedangkan sel makrofag limpa menghancurkan sel-sel darah patogen yang dilakukan oleh fagositosis. Ada nodul limfatik seperti amandel yang menjaga terhadap infeksi bakteri yang mana ini menggunakan sel limfosit. Kelenjar timus mematangkan sel yang diproduksi di sumsum tulang merah. Setelah sel-sel ini matang, sel – sel ini kemudian bermigrasi ke jaringan limfatik seperti amandel yang mana kemudian berkumpul pada suatu wilayah dan mulai melawan infeksi. Sumsum tulang Merah memproduksi sel B dan sel T yang bermigrasi ke daerah lain dari sistem getah bening untuk membantu dalam respon kekebalan.
Pengangkutan

Lipid

Jaringan kapiler dan pembuluh juga mengangkut lipid dan vitamin yang larut lemak A, D, E dan K ke dalam darah, yang menyebabkan getah bening berubah warna menjadi krem. Lipid dan vitamin yang diserap dalam saluran pencernaan dari makanan dan kemudian dikumpulkan oleh

13

getah bening pada saat ini dikirimkan ke darah. Tanpa sistem limfatik kita akan berada dalam kesulitan, memiliki masalah dengan banyak penyakit. Jaringan tubuh akan menjadi macet dengan cairan dan sisa - sisa yang membuat kita menjadi bengkak. Kita juga akan kehilangan vitamin yang diperlukan. 2.8 Perbandingan Sistem Kardiovaskular dan Sistem Limfatik Tabel 1. Perbandingan Sistem Kardiovaskular dan Sistem Limfatik(2) NO Sistem (Darah) 1 Darah bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mendistribusikan oksigen, nutrisi dan hormon ke seluruh jaringan tubuh. Darah mengalir dalam suatu loop terus menerus tertutup seluruh tubuh melalui arteri, kapiler, dan vena. Getah bening bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mengeluarkan produkproduk sisa tertinggal dalam jaringan. kardiovaskular Sistem limfatik (Getah bening)

2

3

Darah dipompa tubuh. Jantung memompa Darah ke dalam arteri yang membawa ke semua dari. Vena kembali darah dari seluruh bagian tubuh ke jantung.

4

Darah terdiri dari plasma cair yang mengangkut sel-sel darah putih dan merah dan platelet. Darah terlihat dan kerusakan pembuluh darah menyebabkan tanda-tanda jelas seperti perdarahan atau memar. Darah disaring oleh ginjal. Semua darah mengalir melalui ginjal di mana sampah produk

Getah bening mengalir dalam rangkaian terbuka dari jaringan ke pembuluh limfatik. Setelah di dalam kapal ini, getah bening mengalir hanya satu arah. Getah tidak dipompa. Hal pasif mengalir dari jaringan ke kapiler getah bening. Aliran dalam pembuluh limfatik dibantu oleh gerakan tubuh lainnya seperti pernapasan dan tindakan otot di dekatnya dan pembuluh darah. Getah bening yang telah disaring dan siap untuk adalah cairan putih susu atau jelas. Getah tidak terlihat dan kerusakan pada sistem limfatik sulit untuk mendeteksi sampai bengkak terjadi. Limfe disaring oleh kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Simpul tersebut
14

5

6

dan cairan kelebihan dihapus. Diperlukan cairan dikembalikan ke sirkulasi jantung. 7 Pembuluh darah kerusakan atau insufisiensi menghasilkan pembengkakan yang berisi cairan protein rendah.

menghapus beberapa cairan dan puingpuing. Mereka juga membunuh patogen dan beberapa sel-sel kanker. Limfatik kapal kerusakan atau insufisiensi menghasilkan pembengkakan yang berisi cairan kaya protein.

Tabel 2. Perbedaan sistem sirkulasi imfa dan sistem sirkulasi darah(1)

Aliran darah yang dipompa oleh jantung diedarkan di seluruh tubuh dan dibersihkan dengan menjadi disaring oleh ginjal. Sistem limfatik tidak memiliki pompa untuk membantu dalam alirannya, sistem ini dirancang sedemikian rupa sehingga hanya getah bening mengalir ke atas melalui tubuh perjalanan dari ekstremitas (kaki dan tangan) dan ke atas melalui tubuh menuju leher. kemudian berjalan melalui tubuh, melewati getah bening kelenjar getah bening di mana ia disaring. Pada pangkal leher, getah bening memasuki vena subklavia dan sekali lagi menjadi plasma dalam aliran darah.(2)

15

16

17

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Systema lymphatica merupakan subsistem dari sistem sirkulasi. Systema lymphatica memiliki tiga fungsi utama yaitu: 1. Mengumpulkan dan mengembalikan cairan interstisiil, termasuk protein plasma ke darah, sehingga membantu mempertahankan keseimbanngan cairan (fluid balance). 2. Mempertahankan tubuh terhadap penyakit dengan memproduksi limfosit. 3. Menyerap lemak dari intestinum dan membawanya ke darah(5) Limfe berasal dari cairan dari seluruh tubuh. Hal ini memungkinkan di dalam limfe terdapat kuman-kukman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini perlu difilter oleh pembuluh limfe. Proses ini dilakukan oleh kelenjar limfe. Jadi, jika terdapat kuman pada suatu luka, maka kuman tersebut akan dibinasakan sebelum masuk ke dalam sirkulasi darah.(1)

18

DAFTAR PUSTAKA

1. Alfiansyah.2012.Pembuluh

Limfe

(Getah

Bening).Akses

9

Desember

2012.<www.sentra-edukasi.com201107pembuluh-limfa-getahbening.html> 2. Asih, Retno dkk.2011.Sistem Limfatik.Akses 19 November 2012.<

http://khanifudin.files.wordpress.com201203makalah-sistem-limfe.pdf> 3. Guyton & Hall.2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11.Jakarta:EGC. 4. Syaifuddin.2011.Anatomi Fisiologi Edisi 4.Jakarta:EGC. 5. Wijayanto, Hery.2006.Materi Kuliah Anatomi II Systema Lymphatica.Akses 18 November 2012.< www.handout-SYS-LIMPHATICA.pdf>

19

Related Interests