Pengertian Pendidikan Menurut Ahli

Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, “Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya. Baiklah langsung sa!a kita paparkan beberapa pengertian pendidikan menurut beberapa sumber. Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertu!u kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar "ukup "akap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa #atau yang di"iptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya$ dan ditu!ukan kepada orang yang belum dewasa. %&'# http())id.wikipedia.org)wiki)*asar+Pendidikan$ Pada dasarnya pengertian pendidikan # ,, S-S*-./AS /o.01 tahun 0112 $ adalah usaha sadar dan teren"ana untuk mewu!udkan suasana bela!ar dan proses pembela!aran agar peserta didik se"ara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, ke"erdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Menurut kamus Bahasa -ndonesia .ata pendidikan berasal dari kata 3didik4 dan mendapat imbuhan 3pe4 dan akhiran 3an4, maka kata ini mempunyai arti proses atau "ara atau perbuatan mendidik. Se"ara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusiamelalui upaya penga!aran dan pelatihan.

Menurut .i 5a!ar *ewantara #Bapak Pendidikan /asional -ndonesia$ men!elaskan tentang pengertian pendidikan yaitu( Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah men"apai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, penga!aran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Menurut ,, /o. 01 tahun 0112 Pendidikan adalah usaha sadar dan teren"ana untuk mewu!udkan suasana bela!ar dan proses pembela!aran agar peserta didik se"ara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, ke"erdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan /egara.

Sedangkan pengertian pendidikan menurut 5. 5orne, adalah proses yang terus menerus #abadi$ dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang se"ara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada 6tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

*ari beberapa pengertian pendidikan menurut ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk men"apai kedewasaannya dengan tu!uan agar anak "ukup "akap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. *emikian pengertian pendidikan, mudah-mudahan bermanfaat. Pendidik adalah orang yang memikul pertanggung!awaban untuk mendidik. %&'. *wi /ugroho 5idayanto, mengin6entarisasi bahwa pengertian pendidik meliputi( a. 7rang *ewasa b. 7rang Tua ". 8uru d. Pemimpin Masyarakat e. Pemimpin Agama %&' .arakteristik yang harus dimiliki pendidik dalam melaksanakan tugasnya dalam mendidik%&', yaitu a. kematangan diri yang stabil, memahami diri sendiri, mandiri, dan memiliki nilainilai kemanusiaan. %&' b. kematangan sosial yang stabil, memiliki pengetahuan yang "ukup tentang masyarakat, dan mempunyai ke"akapan membina ker!asama dengan orang lain. %&'

". kematangan profesional #kemampuan mendidik$, yaitu menaruh perhatian dan sikap "inta terhadap anak didik serta mempunyai pengetahuan yang "ukup tentang latar belakang anak didik dan perkembangannya, memiliki ke"akapan dalam menggunkan "ara-"ara mendidik. %&' .riteria kualitas guru yang dibutuhkan dalam pendidikan adalah a. 8uru sebagai peren"ana%0' b. 8uru sebagai penginisiasi%0' ". 8uru sebagai pemoti6asi%0' d. 8uru sebagai pengamat%0' e. 8uru sebagai pengantisipasi%0' f. 8uru sebagai model%0' g. 8uru sebagai penge6aluasi%0' h. 8uru sebagai teman ber!ela!ah bersama anak didik%0' i. Promotor agar anak men!adi pembela!ar se!ati %0' 9aktor Tu!uan *i dalam ,, /omor 0 tahun &:;: se"ara !elas disebutkan Tu!uan Pendidikan /asional, yaitu <Men"erdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia -ndonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan =ang Maha >sa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan !asmani dan rohani, kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung !awab kemasyarakatan dan kebangsaan.< %&' Sesungguhnya faktor tu!uan bagi pendidikan adalah( a. Sebagai Arah Pendidikan, tu!uan akan menun!ukkan arah dari suatu usaha, sedangkan arah menun!ukkan !alan yang harus ditempuh dari situasi sekarang kepada situasi berikutnya. %&' b. Tu!uan sebagai titik akhir, suatu usaha pasti memiliki awal dan akhir. Mungkin sa!a ada usaha yang terhenti karena sesuatu kegagalan men"apai tu!uan, namun usaha itu belum bisa dikatakan berakhir. Pada umumnya, suatu usaha dikatakan berakhir !ika tu!uan akhirnya telah ter"apai. %&' ". Tu!uan sebagai titik pangkal men"apai tu!uan lain, apabila tu!uan merupakan titik akhir dari usaha, maka dasar ini merupakan titik tolaknya, dalam arti bahwa dasar tersebut merupakan fundamen yang men!adi alas permulaan setiap usaha. %&'

d. Memberi nilai pada usaha yang dilakukan %&'

9ungsi-9ungsi Pendidikan P>?TAMA, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis mana!emen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran indi6idual hingga tataran global. 9ungsi teknis-ekonomis meru!uk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif. Se"ara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. 5al ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan. .ondisi ini !elas terlihat dari penghasilan yang berbeda pada tiap tingkatan pendidikan yang berbeda. Produkti6itas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. 7leh karena itu salah satu tu!uan yang harus di"apai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. -nilah sebenarnya arah

kurikulum berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based edu"ation yang dikembangkan di -ndonesia akhir-akhir ini.

Para penganut teori human "apital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai in6estasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun nonmoneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi ker!a yang lebih baik, kepuasan ker!a, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gi@i dan kesehatan. Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. #Aalter A. M"Mahon dan Terry 8. 8eske, 9inan"ing >du"ation( 76er"oming -neffi"ien"y and -neBuity, ,SA( ,ni6ersity of -llionis, &:;0, h.&0&$. Sumber daya manusia yang berpendidikan akan men!adi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. 5al ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional.

.>*,A, in6estasi pendidikan memberikan nilai balik #rate of return$ yang lebih tinggi dari pada in6estasi fisik di bidang lain. /ilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia ker!a. *i negara-negara sedang berkembang umumnya menun!ukkan nilai balik terhadap in6estasi pendidikan relatif lebih tinggi dari pada in6estasi modal fisik yaitu 01 C dibanding &D C. Sementara itu di negara-negara ma!u nilai balik in6estasi pendidikan lebih rendah dibanding in6estasi modal fisik yaitu : C dibanding &2 C. .eadaan ini dapat di!elaskan bahwa dengan !umlah tenaga ker!a terdidik yang terampil dan ahli di negara berkembang relatif lebih terbatas !umlahnya dibandingkan dengan kebutuhan sehingga tingkat upah lebih tinggi dan akan menyebabkan nilai balik terhadap pendidikan !uga tinggi #A"e Suryadi, Pendidikan, -n6estasi S*M dan Pembangunan( -su, Teori dan Aplikasi. Balai Pustaka( Eakarta, &:::, h.0FG$.

Pilihan in6estasi pendidikan !uga harus mempertimbangkan tingkatan pendidikan. *i Asia nilai balik sosial pendidikan dasar rata-rata sebesar 0G C, pendidikan menengah &D C, dan pendidikan tinggi &2 C. *engan demikian dapat dikemukakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka manfaat sosialnya semakin ke"il. Eelas sekali bahwa pendidikan dasar memberikan manfaat sosial

yang paling besar diantara tingkat pendidikan lainnya. Melihat kenyataan ini maka struktur alokasi pembiayaan pendidikan harus direformasi. Pada tahun &::D)&::H misalnya, alokasi biaya pendidikan dari pemerintah -ndonesia untuk Sekolah *asar /egeri per siswa paling ke"il yaitu rata-rata hanya sekirat &;.111 rupiah per bulan, sementara itu biaya pendidikan per siswa di Perguruan Tinggi /egeri mendapat alokasi sebesar HH.111 rupiah per bulan. *ir!en *ikti, Satrio Sumantri Bro!onegoro suatu ketika mengemukakan bahwa alokasi dana untuk pendidikan tinggi negeri 0D kali lipat dari pendidikan dasar. 5al ini menun!ukkan bahwa biaya pendidikan yang lebih banyak dialokasikan pada pendidikan tinggi !ustru ter!adi inefisiensi karena hanya menguntungkan indi6idu dan kurang memberikan manfaat kepada masyarakat.

.>T-8A, in6estasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis-ekonomis yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan. karna kepan!angan, kepotong !adinye materi referensi( “The fun"tion of edu"ation is to tea"h one to think intensi6ely and to think "riti"ally... -ntelligen"e plus "hara"ter - that is the goal of true edu"ation.