PERAN KOMNAS HAM DALAM PEMAJUAN DAN PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA Oleh : Sriyana 2

A. Peranan Komnas HAM berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 #en#ang Hak Asasi Man!sia. ". $a#ar %elakang&Se'arah Pemben#!kan Komnas HAM

1

ah!n "999

Setiap orang mempunyai hak untuk menikmati kehidupannya serta tumbuh dan berkembang dalam berbagai kehidupannya yang aman, tenteram, damai dan sejahtera. Oleh karena itulah manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dikaruniai seperangkat hak yang melekat kepadanya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah dan setiap orang demi untuk penghormatan dan perlindungan harkat dan martabatnya sebagai seorang manusia. kan tetapi, pada kenyataannya sejarah bangsa !ndonesia telah mencatat berbagai penderitaan, kesengsaraan dan kesenjangan sosial, yang disebabkan oleh perilaku tidak adil dan diskriminati" atas dasar etnik, ras, warna kulit, budaya, bahasa, agama, golongan, jenis kelamin, dan status sosial lainnya. Perilaku tidak adil dan diskriminati" tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia baik yang bersi"at #ertikal $dilakukan oleh negara terhadap warga negara% maupun hori&ontal $dilakukan oleh antar warga negara%, dan bahkan sebagian pelanggaran hak asasi manusia tersebut masuk dalam kategori pelanggaran hak asasi manusia yang berat $gross #iolation o" human rights%. Selama hampir '( tahun usia bangsa !ndonesia, pelaksanaan pemajuan, perlindungan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia masih jauh dari harapan. )al ini tercermin dari berbagai kejadian antara lain berupa penangkapan yang tidak sah, penculikan, penganiayaan, perkosaan, pembunuhan, pembakaran dan lain sebagainya. *una membantu masyarakat korban pelanggaran hak asasi manusia untuk memulihkan hak+haknya, maka dibutuhkan adanya sebuah ,omisi -asional )ak sasi Manusia. ,omisi -asional )ak sasi Manusia $,omnas ) M% dibentuk pada tanggal . /uni 0112 berdasarkan ,eputusan Presiden -omor 34 tahun 0112 tentang ,omisi -asional )ak sasi Manusia. ,eputusan Presiden tersebut lahir menindaklanjuti hasil rekomendasi 5okakarya tentang )ak sasi Manusia yang diprakarsai oleh 6epartemen 5uar -egeri 7epublik !ndonesia dan Perserikatan 8angsa+8angsa, yang diselenggarakan pada tanggal (( /anuari 0110 di /akarta.

1

Disampaikan pada acara kursus HAM untuk Pengacara yang diselenggarakan oleh ELSAM pada tanggal 18 Juni 2 ! 2 LLM "in human rights# $he %ni&ersity o' Hong (ong) D*M) $he +roningen %ni&ersity) ,etherland) (epala -iro $ata %saha dan Persidangan) (omnas HAM.

1

6alam perkembangannya.<!!=MP7=011>. maka telah menimbulkan berbagai perilaku yang tidak adil dan diskriminati". 2 .etetapan MP7 tersebut. maka Majelis Permusyawaratan 7akyat telah mengeluarkan . pengkajian. Menindaklanjuti amanat . penelitian dan mediasi tentang hak asasi manusia dilakukan oleh suatu . penghilangan orang secara paksa. Menyikapi adanya berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia tersebut diatas. maka pada tanggal (2 September 0111 telah disahkan 9ndang+undang -omor 21 Tahun 0111 tentang )ak sasi Manusia. dan belum kukuhnya masyarakat warga $civil society%. dalam . pembakaran. penganiayaan. menegakkan dan menyebarluaskan pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat. Perilaku yang tidak adil dan diskriminati" tersebut mengakibatkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia baik yang dilakukan oleh aparatur negara $ state actor% yaitu pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh negara kepada masyarakat $pelanggaran ) M #ertikal%. 7ingkasnya. perkosaan. Sebagai akibatnya.omisi -asional )ak sasi Manusia. masih didapati adanya kondisi yang belum cukup kondusi" untuk perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia. antara lain menugasi lembaga+lembaga tinggi negara dan seluruh aparatur pemerintah untuk menghormati. pembunuhan. penculikan. 6engan undang+undang tersebut. )al tersebut tercermin dari berbagai kejadian berupa penangkapan yang tidak sah.etetapan MP7 -omor . maka guna menghindari jatuhnya korban pelanggaran ) M yang lebih banyak dan untuk menciptakan kondisi yang kondusi". maraknya kerusuhan sosial di beberapa daerah dan berbagai tindakan pelanggaran hak asasi manusia lainnya. belum konsistennya penjabaran sistem dan aparatur penegak hukum dengan norma+norma yang diletakkan para pendiri negara dalam 996 01:3.etetapan tersebut juga disebutkan bahwa pelaksanaan penyuluhan.omnas ) M juga mempunyai subpoena power dalam membantu penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia. penyerobotan tanah. 6engan telah ditingkatkannya dasar hukum pembentukan . maupun yang dilakukan oleh masyarakat $non state actor% yaitu pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan diantara sesama masyarakat $pelanggaran ) M horisontal%. diharapkan .omnas ) M dari . sejarah bangsa !ndonesia terus mencatat berbagai bentuk penderitaan. . juga mengenai kelembagaan .etetapan tersebut disebutkan.eputusan Presiden menjadi 9ndang+undang. pemantauan. kesengsaraan dan kesenjangan sosial yang disebabkan antara lain oleh warisan konsepsi tradisional tentang hubungan "eodalistik dan patriarkal antara pemerintah dengan rakyat. 6alam 9ndang+undang tersebut selain mengatur mengenai hak asasi manusia.omnas ) M dapat menjalankan "ungsinya dengan lebih optimal untuk mengungkapkan berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Selain itu.omisi -asional )ak sasi Manusia yang ditetapkan dengan 9ndang+undang. 6alam . belum tersosialisasikannya secara luas dan komprehensi" instrumen hak asasi manusia.

.Paris Prin-i*le "99". menghormati hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia.omnas ) M berdasarkan 9ndang+ undang -omor 21 Tahun 0111.antor Perwakilan M di ceh.21 Tahun 0111 anggota . 3 . M memiliki sebanyak 2 $tiga% Perwakilan .omnas ) M dan diresmikan oleh Presiden selaku . dapun yang menjadi tujuan dibentuknya . 9ndang+ undang -omor 21 Tahun 0111 adalah lembaga mandiri( yang ked!d!kannya se#ingka# dengan lembaga negara lainnya( yang ber)!ngsi melaksanakan *engka'ian( *eneli#ian( *eny!l!han( *eman#a!an( dan mediasi hak asasi man!sia.omnas ) M yaitu di 8arat.omnas ) M beranggotakan tokoh masyarakat yang pro"esional. 2. Masa jabatan keanggotaan . menghormati cita+cita negara hukum dan negara kesejahteraan yang berintikan keadilan. mbon. )ak sasi Manusia sebagaimana disebutkan di dalam Pasal 0 butir $0% 9ndang+ undang -omor 21 Tahun 0111 tentang )ak sasi Manusia adalah /se*erangka# hak yang meleka# *ada hakika# dan keberadaan man!sia sebagai makhl!k !han 0ang Maha 1sa dan mer!*akan an!gerah-Nya yang 2a'ib dihorma#i( di'!n'!ng #inggi dan dilind!ngi oleh negara( h!k!m( Pemerin#ah dan se#ia* orang demi kehorma#an ser#a *erlind!ngan harka# dan mar#aba# man!sia3.omnas ) M sebagaimana disebutkan di dalam pasal 0 angka . . Sampai dengan saat ini.omnas ) M adalah selama 3 $lima% tahun dan setelah berakhir dapat diangkat kembali hanya untuk 0 $satu% kali masa jabatan.eputusan Presiden -omor -o. Papua dan 2 $tiga% .omnas ) M berjumlah 23 orang yang dipilih 6ewan Perwakilan 7akyat berdasarkan usulan . meningkatkan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia !ndonesia seutuhnya dan kemampuannya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. serta 6eklarasi 9ni#ersal )ak sasi Manusia. 0'3 = M Tahun (44( tanggal 20 gustus (44(.omnas ) mendirikan . Pedoman +n#ernasional Pemben#!kan +ns#i#!si Nasional HAM . namun pada kenyataannya 6P7 hanya memilih sebanyak (2 orang yang kemudian diresmikan melalui . mengembangkan kondisi yang kondusi" bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila. .omnas ) M di daerah.omnas ) M. yaitu ? a. dan Piagam Perserikatan 8angsa+8angsa.alimantan .omnas ) . . dan palu.omnas ) M berkedudukan di ibukota negara 7epublik !ndonesia dan dapat Perwakilan . Menurut 9ndang+undang -o..omnas ) M mempunyai kelengkapan yang terdiri atas sidang paripurna dan subkomisi. Sumatera 8arat.omnas ) M dipimpin oleh seorang ketua dan ( $dua% orang wakil ketua yang dipilih oleh dan dari anggota .epala -egara. . 9ndang+undang 6asar 01:3. b. berdedikasi dan berintegritas tinggi.

+nde*endensi melal!i o#onomi ke!angan . 4 . dapun elemen+elemen dasar bagi pembentukan institusi nasional ) M tersebut adalah sebagai berikut ? ". 9ntuk itu. terutama independensi dari pemerintah. +nde*endensi melal!i o#onomi h!k!m dan o*erasional Pembentukan institusi nasional ) M melalui undang+undang sangatlah penting untuk memastikan independensi hukumnya. Pemberhentian anggota harus diatur secara jelas di dalam undang+undang pembentukan yang menyebutkan secara b. organisasi. !ndependen disini tidak diartikan sama sekali tidak ada hubungan dengan pemerintah. !ndependensi disini dibagi dalam beberapa kriteria yaitu ? a. -. +nde*enden Sebuah lembaga yang e"ekti" adalah lembaga yang mampu bekerja secara terpisah dari pemerintah. partai politik. +nde*endensi melal!i *rosed!r *engangka#an dan *emberhen#ian Persyaratan dan ketentuan yang berlaku bagi anggota lembaga nasional ) M harus secara spesi"ik diatur di dalam undang+undang pembentukannya guna memastikan bahwa anggotanya baik secara indi#idu maupun kolekti" mampu menghasilkan dan mempertahankan tindakan yang independen. maka pembentukan institusi nasional ) M haruslah memenuhi elemen+elemen yang diatur di dalam standar internasional pembentukan institusi nasional ) M sebagaimana disebutkan di dalam Prinsip+ Prinsip Paris 0110 atau Paris Principle 0110. serta segala lembaga dan situasi yang mungkin dapat mempengaruhi kinerjanya. penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia. pembentukan institusi nasional ) M haruslah independen.eterkaitan antara otonomi keuangan dengan independensi "ungsional sangatlah erat. akan tetapi dimaksudkan tidak adanya inter#ensi pemerintah maupun pihak lain dalam pelaksanaan tugas dan "ungsinya. 9ntuk itulah. maka kehadiran institusi nasional hak asasi manusia sangatlah diperlukan yang dibangun untuk pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia. sumber dan pendanaan lembaga nasional ) M harus disebutkan di dalam undang+undang pembentukannya untuk memastikan bahwa lembaga tersebut secara "inansial mampu untuk melaksanakan "ungsi dasarnya. sehingga memungkinkannya lembaga tersebut menjalankan "ungsinya tanpa adanya gangguan dari pemerintah maupun lembaga lain. departemen atau pihak mana pun. Pembentukan institusi nasional hak asasi manusia haruslah merupakan lembaga yang e"ekti" dan mempunyai kelayakan untuk disebut sebagai sebuah institusi nasional.*una memastikan adanya jaminan perlindungan. pemajuan. Sedangkan otonomi operasional adalah berhubungan dengan kemampuan lembaga nasional ) M untuk melakukan kegiatan sehari+harinya secara terpisah dari indi#idu. karena lembaga nasional ) M yang tidak mempunyai keuangan yang mencukupi maka akan sangat tergantung kepada lembaga pemerintah atau badan lain. 9ntuk itu.

Selain bertanggung jawab secara hukum kepada pemerintah dan=atau parlemen. membantu pemerintah dalam masalah+masalah legislati" serta menerima dan menangani pengaduan pelanggaran hak asasi manusia. 6. atau yang kepentingannya harus diperjuangkan. 3 3. lembaga nasional akan bertanggung jawab secara hukum dan keuangan kepada pemerintah dan=atau parlemen yang dilakukan melalui pembuatan laporan secara berkala. 0!risdiksi yang 4elas dan 2e2enang yang Memadai Yurisdiksi pokok haruslah disebutkan dengan jelas di dalam undang+undang pembentukan seperti memberikan pendidikan tentang hak asasi manusia. 5. .omposisi lembaga nasional dapat lebih menjamin independensi terhadap pejabat publik dan harus mencerminkan suatu tingkat pluralisme sosiologis dan politis serta keragaman yang seluas+luasnya.eberadaan lembaga nasional ) M haruslah mudah diakses oleh orang+ orang atau kelompok orang yang harus dilindungi. d. lembaga+lembaga regional dan nasional dari negara+negara yang berkompeten dalam bidang pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia. Per#angg!ng'a2aban Sesuai dengan dasar hukum pembentukannya. pengembangan metode kerja dan peraturan prosedur serta penerapan pemeriksaan kinerja rutin. International Co-ordinating Committee of national Institutions for the Promotion and Protection of Human Rights (ICC) pada rapatnya yang diselenggarakan pada tanggal 01 sampai dengan (( Maret (44. 2.. institusi nasional ) M juga secara langsung bertanggung jawab kepada publik yang dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. antar lembaga nasional dan organisasi pemerintah. Kem!dahan Akses . E"isiensi operasional menyentuh semua aspek prosedur lembaga dari prosedur penerimaan dan seleksi personel. +nde*endensi melal!i kom*osisi . misalnya menyebarluaskan hasil laporan dan publikasi lainnya yang berkenaan dengan hak asasi manusia. 1)isiensi O*erasional 5embaga nasional ) M sebagaimana lembaga lainnya harus berusaha untuk memastikan bahwa metode+metode kerjanya adalah yang paling e"ekti" dan e"isien yang mungkin dilakukan. Selain itu.emudahan akses ini antara lain akses secara "isik yaitu seperti pendirian perwakilan di daerah. sehingga memudahkan rakyat yang tinggal di daerah tidak perlu harus menyampaikan keluhannya ke pusat. 7. kerjasama juga harus dilakukan dengan organisasi non pemerintah. telah 3 Berbagai data dan informasi yang berkenaan dengan Pedoman Internasional Pembentukan Institusi Nasional HAM (Paris Princi le 1!!1"# disarikan dari buku Institusi Nasional Hak Asasi Manusia# seri elati$an rofesional No% 4 yang diterbitkan ole$ Perserikatan Bangsa&Bangsa% ' .rinci dan jelas keadaan yang menyebabkan dapat diberhentikannya anggota. akan tetapi dapat dilayani di daerah. Ker'asama 5embaga nasional ) M harus bekerjasama dengan P88 dan organisasi+ organisasi lain dalam sistem P88.

omnas ) M. ( . "% .eterwakilan perempuan dalam komisioner masih kurang. Peningkatan kerjasama dengan lembaga lainnya. d. . perubahan. studi lapangan dan studi banding di negara lain mengenai hak asasi manusia. e% Pembahasan berbagai masalah yang berkaitan dengan perlindungan. c% Penerbitan hasil pengkajian dan penelitian. b% Pengkajian dan penelitian berbagai peraturan perundang+undangan untuk memberikan rekomendasi mengenai pembentukan. pemantauan. penegakan.omnas ) M dalam pengkajian dan penelitian. serta mediasi. 9ntuk melaksanakan "ungsi .erjasama pengkajian dan penelitian dengan organisasi.omnas ) M bertugas dan berwenang melakukan ? a% Pengkajian dan penelitian berbagai instrumen internasional hak asasi manusia dengan tujuan memberikan saran+saran mengenai kemungkinan aksesi dan atau rati"ikasi. 2. yaitu ? a. Organisasi kesekretariatan jenderal hendaknya diatur dengan peraturan .omnas ) M mempunyai "ungsi pengkajian dan penelitian. c. lembaga atau pihak lainnya. regional. danya pengaturan secara hukum hak imunitas bagi anggota dan sta" .omnas ) M bertugas dan berwenang melakukan ? a% Penyebarluasan wawasan mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat !ndonesia. baik tingkat nasional. . penyuluhan.eputusan Presiden untuk menjaga independensi . !gas( 8!ngsi( dan Ke2enangan Komnas HAM berdasarkan Undang-!ndang Nomor 39 ah!n "999 #en#ang Hak Asasi Man!sia Sesuai dengan amanat 9ndang+undang -omor 21 tahun 0111 tentang )ak sasi Manusia.melakukan reakreditasi kepada . maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia.omnas ) M telah diberikan reakreditasi dengan status /A3( dengan beberapa catatan atau rekomendasi yang harus diperhatikan. !@@ akan melakukan rekakreditasi kembali .omnas ) M dan bukan dengan . .omnas ) M dengan hasil . 9ntuk melaksanakan "ungsi .omnas ) M pada tahun (40( guna memastikan apakah beberapa catatan atau rekomendasi tersebut telah dilaksanakan.omnas ) M dalam menjalankan tugasnya. dan pencabutan peraturan perundang+undangan yang berkaitan dengan hak asasi manusia. dan pemajuan hak asasi manusia. .omnas ) M dalam penyuluhan. d% Studi kepustakaan. b.

b% Menyelesaikan perkara melalui konsultasi. dan kepada saksi pengadu diminta menyerahkan bukti yang diperlukan. konsiliasi. dan penilaian ahli. bangunan. e% Peninjauan di tempat kejadian dan tempat lainnya yang dianggap perlu. d% Pemanggilan saksi untuk diminta dan didengar kesaksiannya.omnas ) M bertugas dan berwenang melakukan ? a% Pengamatan pelaksanaan hak asasi manusia dan penyusunan laporan hasil pengamatan tersebut. e% Menyampaikan rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada 6ewan Perwakilan 7akyat untuk ditindaklanjuti. . pekarangan. mediasi. lembaga atau pihak lainnya. d% Menyampaikan rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya. maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia.erjasama dengan organisasi.omnas ) M bertugas dan berwenang ? a% Mengadakan perdamaian antar pihak+pihak yang bertikai.etua Pengadilan.omnas ) M dalam pemantauan. Selanjutnya dalam melaksanakan "ungsi .b% 9paya peningkatan kesadaran masyarakat tentang hak asasi manusia melalui lembaga pendidikan "ormal dan non"ormal serta berbagai kalangan lainnya.etua Pengadilan. c% Pemanggilan kepada pihak pengadu atau korban maupun pihak yang diadukan untuk dimintai dan didengar keterangannya. b% Penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakat berdasarkan si"at atau lingkupnya patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia.omnas ) M tersebut wajib diberitahukan oleh hakim kepada para pihak. "% Pemanggilan terhadap pihak terkait untuk memberikan keterangan secara tertulis atau menyerahkan dokumen yang diperlukan sesuai dengan aslinya dengan persetujuan . regional. g% Pemeriksaan setempat terhadap rumah. c% . 9ntuk melaksanakan "ungsi . Prosed!r Penanganan Pengad!an ) .etua Pengadilan terhadap perkara tertentu yang sedang dalam proses peradilan. baik di tingkat nasional. 3. negosiasi. c% Memberi saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan. . dan tempat+ tempat lainnya yang diduduki atau dimiliki pihak tertentu dengan persetujuan . bilamana dalam perkara tersebut terdapat pelanggaran hak asasi manusia dalam masalah publik dan acara pemeriksaan oleh pengadilan yang kemudian pendapat . h% Pemberian pendapat berdasarkan persetujuan .omnas ) M dalam mediasi.

sosial. mengusulkan pembentukan tim ad hoc penyelidikan berdasar 9ndang+undang -o (' Tahun (444 tentang Pengadilan )ak sasi Manusia. dan budaya.a$unan -omnas HAM 2.. Seluruh pengaduan yang diterima dianalisis secara intensi" sesuai dengan ketentuan peraturan perundang+undangan yang berlaku. : dapun alur penanganan pengaduan ke .2. ditangani oleh . 8entuk+bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang diadukan oleh masyarakat yang selama ini terjadi hampir di seluruh daerah meliputi pelanggaran hak sipil dan politik maupun pelanggaran hak ekonomi.Pengaduan berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia yang disampaikan oleh masyarakat baik yang datang secara langsung ke .omnas ) M dapat dilihat sebagai berikut ? P9OS1S P1NAN:ANAN P1N:A.( pengaduan. atau. jika diduga ada pelanggaran ) M yang berat. 8erdasar analisis tersebut diambil tindak lanjut yang diperlukan.UAN 4 *isarikan dari naska$ +a oran . baik dengan meneruskan pengaduan tersebut kepada instansi pemerintah yang bersangkutanA mengadakan peninjauan lapangan untuk memperoleh "akta lanjutanA menyarankan diadakannya mediasi.omnas ) M maupun melalui surat.(% / .omnas ) M sesuai dengan "ungsi pemantauan maupun mediasi.omnas ) M maupun secara tidak langsung melalui surat. atau rata+rata (>0 pengaduan setiap bulannya. Pengaduan terhadap adanya pelanggaran ini dapat dilakukan baik secara langsung bertatap muka dengan . 6alam (44' telah diterima sebanyak 2.

. 6atang langsung. S 6!T9T9P T!6 . Surat.$2.E8E.6!TE7!M P1NUH P -**!5 - ANA$+S+ S Tidak datang 9paya Paksa 8E7. S 6!T9T9P 7E.E8E.T!.4enis Pengad!an Telepon.% T -** P .E8E.+KAN T!6 .T!. Ke#erba#asan Komnas HAM ME6! S! ! .T!. .7 --Y 8E59M 6 P T 6!89. 6 T -** P . . S9S ) M Tim d )oc Sidang Paripurna Pelanggaran ) M Yang 8erat KASUS HAM 8E7. Email.7 --Y ME-*)E-T!.OME-6 S! $7EBE77 5% 5. BaC Uni# Pelayanan Pengad!an Screening Penyaluran ke anggota yang bersangkutan Anggo#a di S!bkomisi Hak Si*il dan Poli#ik Anggo#a di S!bkomisi Hak 1konomi( Sosial( dan %!daya Anggo#a di S!bkomisi Perlind!ngan Kelom*ok Kh!s!s 4aksa Ag!ng P1N+$A+AN 7E. - PE-YE5!6!. 6 P T 6!89.OME-6 S! $7EBE77 5% 89. TE7T95!S P1N01$+. PE-YE5!6!. .7 --Y 6 P T 6!89.

$a#ar belakang kelahiran Pengadilan HAM Selain beberapa "ungsi yang disebutkan diatas.omnas ) M hanyalah bersi"at morally binding. Sebenarnya 9ndang+9ndang -omor (' tahun (444 tersebut merupakan penyempurnaan dari Peraturan Pemerintah Pengganti 9ndang+undang -omor 0 tahun 0111 tentang Pengadilan )ak sasi Manusia yang telah dicabut oleh ah!n 2<<< 1 . )al inilah yang mengakibatkan banyaknya pengaduan ke .omnas ) M tidak dapat tertangani dengan baik. %. 8!ngsi Komnas HAM berdasarkan Undang-!ndang Nomor 27 #en#ang Pengadilan HAM ".omnas ) M mempunyai "ungsi sebagai satu+satunya lembaga yang berwenang untuk melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Mengingat bahwa rekomendasi . 8esarnya harapan masyarakat khususnya masyarakat korban tersebut ternyata tidak diimbangi dengan kewenangan yang ada atau yang diberikan kepada .omnas ) M karena ternyata .omnas ) M tidak dapat memenuhi harapan masyarakat. berdasarkan 9ndang+undang -omor (' Tahun (444 tentang Pengadilan ) M. . guna menyelesaikan masalah pelanggaran hak asasi manusia yang berat perlu dibentuk Pengadilan )ak sasi Manusia. 9ntuk itu.8esarnya harapan masyarakat terhadap . Pembentukan 9ndang+9ndang Pengadilan ) M tersebut merupakan penjabaran lebih lanjut dari pasal 04: ayat $0% 9ndang+9ndang -omor 21 Tahun 0111 tentang )ak sasi Manusia yang berbunyi D Untuk mengadili pelanggaran hak asasi manusia yang berat dibentuk Pengadilan Hak Asasi Manusia di lingkungan Peradilan Umum”. 9ntuk merealisasikan terwujudnya Pengadilan ) M tersebut. hal ini telah menjadi beban yang sangat berat bagi .omnas ) M yang menganggap bahwa . maka pemerintah telah mengeluarkan 9ndang+9ndang -omor (' Tahun (444 tentang Pengadilan ) M.omnas ) M dalam menjalankan amanat tersebut. 6engan kata lain bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat tidak dapat diselesaikan melalui pengadilan umum. sehingga masyarakat kecewa dengan kinerja .omnas ) M untuk menindaklanjuti. sehingga tidak ada kewajiban hukum bagi para pihak yang menerima rekomendasi .omnas ) M sebagai lembaga Hara*an Akhir Masyaraka#( yang dianggap dapat menyelesaikan semua permasalahan masyarakat. sehingga tidak bisa diselesaikan dengan menggunakan perangkat hukum yang ada yang mengatur mengenai ordinary crimes.omnas ) M sebagai lembaga yang super body sehingga diartikan bahwa .omnas ) M perlu diberikan kewenangan yang lebih melalui perubahan undang+undang yang ada. Pelanggaran hak asasi manusia yang berat merupakan extra ordinary crimes. sehingga dapat menjalankan mandatnya dengan lebih baik sesuai dengan harapan masyarakat. 9ntuk itu.omnas ) M. .

20. Pada saat ' Peraturan Pemerintah Pengganti 9ndang+9ndang -omor 0 Tahun 0111 tentang Pengadilan ) M dibuat berdasarkan kondisi yang sangat mendesak untuk menangani permasalahan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Timor Timur. penuntut ad hoc. danya penegasan bahwa penyelidikan hanya dapat dilakukan oleh . pemerintah telah membentuk Pengadilan ) M pada Pengadilan -egeri /akarta Pusat. 22%. Penyelidik dengan membentuk tim ad hoc. dan hakim ad hoc $ pasal 0> E 22%. 2(.9) P dalam hal penyelidikan.eputusan Presiden -omor 20 tahun (440 tanggal 0( Maret (440 dapat dilihat di alamat website ? http?==www. penuntutan dan pemeriksaan yang bersi"at khusus. Pengadilan ) M Permanen mempunyai kewenangan untuk memeriksa dan mengadili suatu peristiwa yang terjadi setelah berlakunya 9ndang+9ndang -omor (' Tahun (444. penyidik ad hoc. dapun kekhususan tersebut sebagaimana disebutkan dalam pasal+pasal yang ada di dalam undang+ undang tersebut adalah ? a. sehingga dalam undang+undang nomor (' tahun (444 juga mengatur tentang ketentuan hukum acara yang bersi"at khusus yang berbeda dengan penanganan ordinary crimes. $pasal 0>%. ' Sedangkan Pengadilan ) M ad hoc mempunyai kewenangan untuk memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi sebelum diundangkannya 9ndang+undang -omor (' Tahun (444 $retroacti#e%.6ewan Perwakilan 7akyat karena peraturan tersebut dinilai tidak memadai dan masih ditemui adanya beberapa kelemahan. %en#!k Pengadilan HAM da dua macam Pengadilan )ak sasi Manusia yaitu Pengadilan ) M Permanen dan Pengadilan ) M d )oc. $pasal ((. danya perlindungan korban dan saksi $pasal 2:%. sedangkan dalam ordinary crimes diatur adanya masa kedaluarsa. d. 2.omnas ) M sebagai lembaga yang independen dan tidak dilakukan oleh pihak kepolisian maupun kejaksaan sebagai lembaga penyelidik untuk kejahatan ordinary crimes.go. 6alam kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat tidak ada kedaluarsa. perlindungan korban dan saksi ini tidak diatur untuk ordinary crimes dan hanya untuk pelanggaran hak asasi manusia yang berat saja. 8erdasarkan . penyidikan. b.id=produkFuu=isi=keppres(440=kp20+(440. Pengadilan -egeri Surabaya.indonesia. c. Tenggang waktu yang sudah ditentukan yang berbeda dengan tenggang waktu yang diatur dalam . (:. Pengadilan -egeri Medan dan Pengadilan -egeri Makassar.html 1 . ( !si lengkap dari . 3 9ntuk menangani perbuatan pelanggaran hak asasi manusia yang berat ini diperlukan langkah+langkah penyelidikan. penuntutan dan pemeriksaan di Pengadilan. sehingga dicabut dan digantikan dengan 9ndang+undang nomor (' Tahun (444.eputusan Presiden -omor 20 Tahun (440 tanggal 0( Maret (440. e.

ejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas $widespread% atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa ? pembunuhanA pemusnahanA perbudakanA pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksaA perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan "isik lain secara sewenang+wenang yang melanggar asas+asas ketentuan pokok hukum internasionalA penyiksaanA perkosaan. maka dapat dikatakan bahwa undang+undang nomor (' tahun (444 tersebut telah mengadopsi beberapa ketentuan yang ada ) !si lengkap dari . perbudakan seksual. asas ini juga dinilai melanggar asas non retroacti#e yang menjadi asas hukum internasional. pemaksaan kehamilan. 3.go. budaya. pabila diperhatikan mengenai bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang berat sebagaimana tersebut diatas adalah sama seperti halnya kejahatan pelanggaran hak asasi manusia yang diatur di dalam Statuta 7oma. kebangsaan. kelompok agama dengan cara ?membunuh anggota kelompokA mengakibatkan penderitaan "isik atau mental yang berat terhadap anggota+anggota kelompokA menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara "isik baik seluruh atau sebagiannyaA memaksakan tindakan+tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompokA atau memindahkan secara paksa anak+anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. /akarta 9tara pada tahun 01>:. (. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk+bentuk kekerasan seksual lain yang setaraA penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik.eputusan Presiden -omor 32 Tahun (440 tanggal (2 pril (440 tentang Pembentukan Pengadilan ) M ad hoc pada Pengadilan -egeri /akarta Pusat.eputusan Presiden -omor 32 tahun (440 tanggal (2 pril (440 dapat dilihat di alamat website ? http?==www. 6engan adanya persamaan tersebut. . kelompok etnis.ejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa.indonesia.ini. Ke'aha#an erhada* Keman!siaan. jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara uni#ersal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasionalA penghilangan orang secara paksaA atau kejahatan apartheid. agama. pelacuran secara paksa. ras. etnis.id=produkFuu=isi=keppres(440=kp+32+40.. pemerintah telah mengeluarkan . 0!risdiksi Pengadilan HAM Pengadilan ) M bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi ? 0. . sas retroacti#e ini pada waktu kasus pelanggaran ) M yang berat di Timor Timur menjadi perdebatan sehubungan dengan adanya pasal (>! 9ndang+9ndang 6asar 01:3 yang merupakan hasil dari amendemen kedua atas 996 01:3 yang berbunyi “ tidak dapat diadili atas dasar peraturan hukum yang berlaku surut ”. ras. Selain itu. Ke'aha#an :enosida.html Pengadilan ) M d )oc tersebut adalah untuk memeriksa dan mengadili perkara pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Timor Timur pada tahun 0111 dan pelanggaran hak asasi manusia di Tanjung Priok. 1 .

“$ndividual responsibility in $nternational (aw &or +erious Human . M. 0111%. yaitu pertama. > 3. . polisi maupun militer yang bertanggung jawab secara indi#idual. 1 .di dalam Statuta 7oma. akan tetapi diberlakukan juga terhadap polisi maupun sipil $pasal :(%. akan tetapi juga mengatur mengenai pertanggungjawaban komando. 011(%.omnas ) M. 6alam melakukan penyelidikan. !nc. Prinsip pertanggung jawaban secara indi#idu ini bukan hanya diakui di dalam !nternational Tribunal saja. /adi bentuk pertanggung jawaban kriminal secara indi#idu ini sudah merupakan prinsip umum di dalam hukum baik itu hukum national maupun hukum internasional. Setidaknya ada dua cara yang dikenal dalam $nternational rules on non%discrimination yang berkenaan dengan penuntutan pertanggungjawaban secara indi#idual dalam hukum internasional untuk kejahatan serius dalam pelanggaran hak asasi manusia. @heri" $ed%.un. p. Yang menjadi perbedaan bahwa di dalam statuta roma mempunyai jurisdiksi bukan terbatas pada kejahatan genoside dan kejahatan terhadap kemanusiaan saja.ights -iolations”# $8oston ? Martinus -ijho"" Publisher. 1 Pengalaman hukum international yang menuntut pertanggungjawaban indi#idu antara lain diterapkan di dalam !uremberg "ribunal# "okyo "ribunal. akan tetapi termasuk juga kejahatan perang dan agresi. Sunga. !@TY maupun !@T7. 5. p. D$nternational 'riminal (aw )second edition*”# $-ew York ? Transnational Publisher. Pertanggungjawaban komando ini bukan hanya berlaku terhadap militer saja. akan tetapi diakui juga di dalam semua system hukum kriminal yang ada di dunia ini. Ke2enangan Penyelidikan Sebagaimana disebutkan di atas bahwa penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat dilakukan oleh . 6alam melakukan penuntutan pidana secara indi#idual ini. 1.org=law=icc=statute=rome"ra. prinsip non%discrimination ini merupakan &orms parts o& the prespective content dalam beberapa norma hukum hak asasi manusia internasional dan kedua# non% discrimination &igures sebagai cardinal principle o& international law yang menjelaskan bagaimana norma+norma hak asasi manusia secara umum harus diterapkan. 5yal S. akan tetapi hendaknya dilakukan juga bagi siapa saja baik yang berpangkat rendah maupun berkedudukan tinggi yang dengan jelas telah terlibat dalam tindak pelanggaran hak asasi manusia. 04 Oleh karena itu. 12. (0. undang+undang ini bukan hanya mengatur mengenai pertanggungjawaban secara indi#idual saja yaitu para pelaku langsung di lapangan.htm. 7incian lengkap mengenai statuta roma dapat dilihat di alamat website ? http?==www. dimana seseorang komandan dapat dipertanggungjawabkan terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh pasukan yang berada dibawah komando dan pengendaliannya secara e"ekti". hendaknya tidak dilakukan secara diskriminasi yaitu hanya terhadap para pelaku yang berpangkat rendah saja. ! 8assiouni. Per#angg!ng'a2aban Pidana Yang menjadi subyek hukum dari Pengadilan ) M ini adalah setiap orang baik sipil.omnas ) M dapat membentuk tim ad hoc yang terdiri dari / rticle 3 E > Statuta 7oma.

0( 11 !n"ormasi lengkap mengenai isi dari Peraturan Pemerintah tersebut dapat dilihat di alamat website ? http?==www." . pekarangan. Memanggil pihak terkait untuk memberikan keterangan secara tertulis atau menyerahkan dokumen yang diperlukan sesuai dengan aslinya. maka perlindungan terhadap para korban maupun saksi sangat dibutuhkan.e . atau pihak yang diadukan untuk diminta dan didengar keterangannya.omnas ) M berwenang ? .id=produkFuu=isi=pp(44(=pp+2G4(. 00 9ndang+undang -omor (' tahun (444 ini juga mengatur adanya hak korban untuk mendapatkan kompensasi. pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah -omor 2 Tahun (44( tanggal 02 Maret (44( tentang .ompensasi. Meninjau dan mengumpulkan keterangan di tempat kejadian dan tempat lainnya yang dianggap perlu.omnas ) M melakukan penyelidikan adalah menyerahkan hasil penyelidikan tersebut ke /aksa gung guna ditindaklanjuti dengan penyidikan dan penuntutan.b . bangunan.orban Pelanggaran )ak sasi Manusia yang berat.go. Memanggil pihak pengadu. . pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah -omor ( Tahun (44( tanggal 02 Maret (44( tentang Tata @ara Perlindungan Terhadap .orban dan Saksi dalam pelanggaran hak asasi manusia yang berat.omnas ) M dan unsur masyarakat.indonesia.ri. penyelidikan. korban. 9ntuk itu. 6. Menerima laporan atau pengaduan dari seseorang atau kelompok orang tentang terjadinya pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Hak Korban Mengingat bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat adalah merupakan eCtra ordinary crimes.htm 1 . ahli dalam hubungan dengan .id=produkFuu=isi=pp(44(=pp+(G4(.anggota . 9ntuk itu.go.htm 12 !n"ormasi lengkap mengenai isi dari Peraturan Pemerintah tersebut dapat dilihat di alamat website ? http?==www.c .d . Memanggil saksi untuk diminta dan didengar kesaksiannya. serta mencari keterangan dan barang bukti. 7estitusi.a 6alam melaksanakan Melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakat yang berdasarkan si"at atau lingkupnya patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia yang berat. %0 %( %2 tas perintah penyidik dapat melakukan tindakan berupa ? pemeriksaan surat penggeledahan dan penyitaan pemeriksaan setempat terhadap rumah.g %: 5angkah selanjutnya setelah . dan 7ehabilitasi terhadap . restitusi dan rehabilitasi. dan tempat+tempat lainnya yang diduduki atau dimiliki pihak tertentu mendatangkan penyelidikan.

Sebagai salah satu contoh dapat disebut prinsip unus testis nullus testis yang dianut oleh . Kendala Penanganan Pelanggaran HAM 0ang %era#.etentuan pidana sebagaimana diatur di dalam 8ab <!! dari 9ndang+undang -omor (' Tahun (444 adalah pidana mati. 8erkaitan dengan diaturnya hukuman mati ini.ee"ekti"an dan kelancaran proses penyelidikan pelanggaran ) M yang berat sering mengalami kendala karena permasalahan yang terdapat dalam 9ndang+ undang -omor (' Tahun (444. pidana penjara selama (4 tahun. (' Tahun (444 dapat dilihat di alamat website ? http?==web.443@::32=4=23>:''E'4:3E'>60>4(3' 4144:@:(2>HOpen 1 . .7. bukan merupakan tindak pidana yang diatur di dalam . tidak dibuat hukum acara khusus bagi pelaksanaan 99 ('=(444. antara lain ? ". sehingga diperlukan langkah+langkah penyelidikan. pasal ' !@@P7 maupun peraturan hukum internasional lainnya.9) P $99 -o. Ke#en#!an Pidana . pidana penjara selama 03 tahun.ormer /ugoslavia* . )ukuman mati tersebut bertentangan dengan hukum internasional sebagaimana diatur di dalam pasal 2 96)7. penyidikan. sebagaimana halnya Statuta Pengadilan !nternasional bagi bekas Yugosla#ia $+tatute o& the $nternational "ribunal &or . . pidana penjara seumur hidup. Sebagai peraturan perundang+undangan yang mengatur kejahatan luar biasa $eCtra ordinary crimes%. 9ndang+ undang ini hanya memuat (: pasal hukum acara $Pasal 04 E Pasal 22%. Statuta Pengadilan 13 !n"ormasi lengkap mengenai kritikan mnesty !nternational terhadap isi dari 99 -o. . (' Tahun (444. >=01>0% didesain sebagai hukum acara bagi tindak pidana biasa $ordinary crime%. Meskipun demikian. mnesty !nternasional sebagai salah satu organisasi yang begitu giat memperjuangkan penghapusan hukuman mati di dunia telah memberikan kritikan terhadap pemberian hukuman mati dalam 99 -o. pidana penjara selama (3 tahun. sehingga sulit diterapkan seperti dalam kasus perkosaan. 99 ('=(444 seharusnya mempunyai hukum acaranya sendiri.9)P. yang diawali oleh pasal yang merupakan ketentuan umum yang menetapkan bahwa D6alam hal tidak ditentukan lain dalam undang+undang ini. )ukum acara demikian tidaklah memadai untuk diberlakukan bagi penanganan pelanggaran ) M yang berat yang merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak luas baik pada tingkat nasional maupun internasional dan bukan merupakan tindak pidana yang diatur dalam .org=>4(3'>B.endala+kendala atau permasalahan yang menghambat kelancaran proses penyelidikan tersebut. pidana penjara selama 04 tahun dan paling ringan adalah pidana penjara selama 3 tahun. Penjelasan 9mum 9ndang+undang -omor (' Tahun (444 antara lain menyatakan bahwa pelanggaran ) M yang berat merupakan kejahatan luar biasa $eCtra ordinary crimes%. dan pemeriksaan yang bersi"at khusus. Ke#iadaan H!k!m A-ara Kh!s!s.amnesty.9)P. hukum acara atas perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat dilakukan berdasarkan ketentuan hukum acara pidana $Pasal 04%. penuntutan.9) P dalam pembuktian $Pasal 0>3 ayat $(%%. 02 =. Pemberian hukuman mati adalah pelanggaran terhadap hak yang paling mendasar yaitu hak untuk hidup yang merupakan hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan bagaimanapun $non derogable rights%.

wanda*. Ke#iadaan Ke#en#!an yang Menga#!r Prosed!r Penyelesaian Perbedaan Penda*a# an#ara Penyelidik dan Penyidik. yakni ? a.omnas ) M sebagai penyelidik. Pasal 0>. Menyerahkan seluruh hasil penyelidikan kepada penyidik dalam waktu paling lambat tujuh hari kerja setelah kesimpulan hasil penyelidikan disampaikan kepada penyidik $ayat (%A dan 6alam waktu tiga puluh hari melengkapi kekurangan hasil penyelidikannya apabila penyidik berpendapat ada kekurangan lengkap $ayat 2%. danya hukum acara yang khusus tersebut juga akan menghindarkan pena"siran yang berbeda antara penyelidik dan penyidik mengenai ketentuan tertentu dalam proses penyelidikan. tidak akan bisa menerima begitu saja kesimpulan /aksa gung. maka akan memudahkan bagi penyelidik. dan lain+lain. penyidik. Pengadilan ) M ad hoc dibentuk atas usul 6P7 kepada Presiden berdasarkan peristiwa tertentu. 6engan adanya hukum acara yang khusus berlaku bagi 99 ('=(444. -amun.omnas ) M dianggap merupakan pelanggaran ) M yang berat. perbedaan pendapat yang sudah terjadi antara penyelidik dan penyidik adalah mengenai pengambilan sumpah bagi penyelidik yang sampai dengan sekarang belum ada kesamaan pendapat. Menurut pasal tersebut. Prosed!r Peng!s!lan c. Selain kemungkinan permasalahan tersebut. menemukan adanya peristiwa yang oleh .omnas ) M. Ke#iadaan Ke#en#!an #en#ang Pemben#!kan Pengadilan HAM Ad Ho-. 6alam hal demikian. ditetapkan dalam Pasal (4.!nternasional untuk 7wanda $+tatute o& the $nternational "ribunal &or . khususnya dalam hal . .omnas ) M. /aksa gung akan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan $SP2% sebagaimana disebutkan di dalam Pasal (( ayat $:%%. seperti masalah pengambilan sumpah. sangat disesalkan bahwa 99 ('=(444 tidak memuat ketentuan yang menetapkan mekanisme dan lembaga yang dapat menyelesaikan kemungkinan perbedaan pendapat atas simpulan hasil penyelidikan. sebagai penyelidik. Pasal (4 tersebut menetapkan tiga bentuk tindak yang harus dilakukan oleh . 1 .ewajiban . dan pemeriksa di pengadilan karena hanya harus merujuk pada satu hukum acara yang terpadu isinya.omnas ) M selanjutnya setelah melakukan penyelidikan menurut Pasal 0 angka 3. penuntut. 2. Penjelasan Pasal :2 ayat $(% menyatakan bahwa dalam hal 6P7 mengusulkan dibentuknya Pengadilan ) M ad hoc. Setelah melalui proses sebagaimana diatur dalam Pasal (4 tersebut penyidik mungkin berbeda pendapat dengan penyelidik dan menyimpulkan bahwa dalam peristiwa yang diselidiki oleh penyelidik tidak terdapat pelanggaran ) M yang berat. 3. dari hasil penyelidikannya itu. . pabila hal ini terjadi. dan Statuta Pengadilan Pidana !nternasional $+tatute o& the $nternational 'riminal 'ourt*. Pasal :2 ayat $0% 99 -omor ('=(444 menetapkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang terjadi sebelum diundangkannya 99 ('=(444 diperiksa dan diputus oleh Pengadilan ) M ad hoc. Menyampaikan kesimpulan hasil penyelidikan kepada penyidik $ayat 0%A b. dan Pasal 01.

omnas ) M yang menyimpulkan terjadinya pelanggaran ) M yang berat dalam peristiwa yang diselidikinya.omnas ) M dapat meminta bantuan .omnas ) M sudah berupaya untuk meminta bantuan kepada .arena penjelasan Pasal :2 ayat $(% jelas+jelas menyatakan bahwa pengusulan tersebut harus didasarkan pada dugaan telah terjadinya pelanggaran ) M yang berat hanya dapat disimpulkan setelah penyelidikan dan karena penyelidikan pelanggaran ) M yang berat hanya dilakukan oleh . Semanggi ! dan Semanggi !! bukan merupakan pelanggaran ) M yang berat. Penyelidik !n#!k Melak!kan Pasal >1 ayat $2% 99 21=0111 tentang )ak sasi Manusia menetapkan. pabila dalam pelaksanaan "ungsi pemantauan pelanggaran ) M DbiasaI menurut 99 21=0111 .etua Pengadilan dengan alasan bahwa kewenangan pemanggilan paksa diberikan oleh 99 21=0111 dan bukan oleh 99 ('=(444. Pasal 13 menetapkan bahwa D pabila seseorang yang dipanggil tidak datang menghadap atau menolak memberikan keterangan.omnas ) M melakukan penyelidikan peristiwa Trisaksi.mendasarkan pada dugaan telah terjadinya pelanggaran ) M yang berat dibatasi pada locus dan tempos delicti tertentu. . . 5.. )al yang tidak diatur oleh 99 ('=(444 adalah tentang prosedur yang harus ditempuh yang berujung pada tindakan 6P7 untuk mengusulkan pembentukan Pengadilan ) M ad hoc.omnas ) M sebagai satu+satunya penyelidik pro justitia pelanggaran ) M yang berat justru tidak memuat ketentuan yang memberikan kewenangan demikian kepada . 6alam hubungan ini. maka berdasarkan hal tersebut 6P7 seharusnya mendasarkan tindakannya untuk mengusulkan pembentukan Pengadilan ) M ad hoc itu pada hasil penyelidikan .omnas ) M dapat ditindaklanjuti sampai pemeriksaan di pengadilan. Jalaupun .etua Pengadilan -egeri /akarta Pusat untuk pemanggilan paksa.omnas ) M yang seharusnya diberikan kewenangan untuk meminta 6P7 mengusulkan pembentukan Pengadilan ) M ad hoc tersebut agar hasil penyelidikan .omnas ) M. 6engan demikian. sehingga 6P7 merasa tidak punya alasan untuk mengusulkan pembentukan Pengadilan ) M ad hoc. Ke#iadaan Ke2enangan Pemanggilan Paksa .erusuhan Mei 011>. 99 ('=(444 yang memberi mandat kepada . 6. Semanggi ! dan Semanggi !! serta peristiwa . . sejumlah orang yang diperlukan keterangan atau kesaksiannya tidak mau memenuhi panggilan .S!b *oena. idak Memadainya Perlind!ngan Korban dan Saksi. bahwa dalam pelaksanaan "ungsi pemantauan.omnas ) M. .omnas ) M. ketika . korban.omnas ) M diberikan kewenangan melakukan pemanggilan paksa $sub poena%. pada (440 6P7 telah memutuskan bahwa dalam peristiwa Trisakti. 9ndang+undang -omor (' Tahun (444 memang memberikan jaminan hak korban dan saksi dalam pelanggaran ) M yang berat atas perlindungan "isik 1 . kibatnya. akan tetapi permintaan tersebut ditolak oleh . -amun 6P7 ternyata tidak mengikuti alur berpikir demikian sebagaimana dilakukan pada (440. Meskipun 6P7 bukan lembaga penyelidik pelanggaran ) M yang berat.etua Pengadilan untuk pemenuhan panggilan secara paksa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang+undanganI.omnas ) M berwenang antara lain melakukan pemanggilan kepada pengadu. saksi atau pihak terkait lainnya.

dalam pelaksanaannya PP tersebut tidak memadai antara lain korban dan saksi merasa khawatir karena yang memberikan perlindungan adalah aparat keamanan $PO57!% yang kadang menjadi pihak yang terlibat dalam pelanggaran. memang sudah diterbitkan PP -omor ( Tahun (44( tentang Tata @ara Perlindungan terhadap . Oleh karena itu. penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia. saran dan kritikan serta masukan bagi peningkatan kualitas dan kuantitas kinerja . karena pada dasarnya hak asasi manusia adalah untuk semua. khususnya para korban pelanggaran hak asasi manusia. .omnas ) M menyadari bahwa dalam menjalankan "ungsi dan tugasnya masih jauh dari harapan masyarakat. yaitu ? Dno peace without justice and no justice without respect for human rights and rule of law ! "# FFFFFFFFFFFFFFFFFFF yana FFFFFFFFFFFFFFFF 14 Pesan lengkap Sekjen P88 dapat dilihat di alamat website ? http?==www. Mengakhiri tulisan saya. Menindaklanjuti perintah undang+undang tersebut. . dan kekerasan dari pihak mana pun $Pasal 2: ayat $0%%. perlindungan. Pen!#!* 6engan segala keterbatasan yang ada. gangguan. teror. . Pasal 2: ayat $(%% selanjutnya menyebutkan bahwa perlindungan tersebut wajib dilaksanakan oleh Daparat penegak hukum dan aparat keamanan secara cuma+cuma.org. kan tetapi. sedangkan Pasal 2: ayat $2% menetapkan bahwa tata cara perlindungan terhadap korban dan saksi dalam pelanggaran ) M yang berat diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah $PP%.orban dan Saksi dalam pelanggaran hak asasi manusia yang berat.o"i nnan pada !nternational @riminal Tribunal "or 7wanda. >.omnas ) M telah berusaha semaksimal mungkin melaksanakan "ungsi dan tugasnya yang diamanatkan di dalam 9ndang+undang -omor 21 tahun 0111 tentang )ak sasi Manusia maupun 9ndang+undang -omor (' Tahun (444 tentang Pengadilan ) M.ictr. perlu saya kemukakan dan garisbawahi pesan dari Sekretaris /enderal P88.omnas ) M sangatlah diharapkan bagi pemajuan. 1 .dan mental dari ancaman.

Perat%ran 'ata 'ert$. .ent%"an Pengad$. 15.$nd%ngan 'er(adap Kor. 1+.$s(er2 19928. Kep%t%san Pres$den Nomor &1 'a(%n 2++1 tentang Pem. 7Ne: 3or" : 'ransnat$ona. :e.s$te : h##*:&&222.i-#r.1. /tat%ta Roma Pr$ns$p-pr$ns$p Par$s 1. 11.an Neger$ Medan dan Pengad$. 6ass$o%n$2 M. 1 .$. 9.an dan /a"s$ da."?<26 7A<9<<5>523?@O*en I-'R :e.ent%"an Pengad$.am pe.amnes#y.an !#M Perat%ran Pemer$nta( Nomor 2 ta(%n 2++2 tentang 'ata -ara Per.0a. Komnas !#M. 6%"% . 76oston : Mart$n%s N$<(o** P%.org&?<267?8=<<6>5563&<&36?57717<5617?. /2 “Individual Responsibility in International Law for Serious uman Ri!"ts #iolations”.aporan 'a(%nan Komnas !#M 2++).a0a2 Pengad$.an !#M Perat%ran Pemer$nta( Penggant$ Undang-%ndang Nomor 1 ta(%n 1999 tentang Pengad$. Undang-%ndang Nomor &9 'a(%n 1999 tentang !a" #sas$ Man%s$a Undang-%ndang Nomor 2) 'a(%n o* 2+++ tentang Pengad$. 12. 18. /%nga2 . ). -(er$* 7ed8 9International Criminal Law (second Edition)”.$tas$ ter(adap Kor.an Neger$ 4a"arta P%sat2 Pengad$..erat.an !#M ad (o5 pada Pengad$. Perat%ran Pemer$nta( Nomor & ta(%n 2++2 tentang Kompensas$2 Rest$t%s$2 dan Re(a.anggaran !a" #sas$ Man%s$a 3ang . 13.anggaran (a" asas$ man%s$a 0ang . Undang-Undang Dasar 1945 Ketetapan MPR RI Nomor : XVII/MPR/199 tentang !a" #sas$ Man%s$a. 5. 1!.an Neger$ /%ra.org //////////////// 0o0///////////// 14. &.erat. 4.an Pe. P%. 1).s$te : h##*:&&2eb.. #mnest0 Internat$ona.an Neger$ Ma"assar. Kep%t%san Pres$den Nomor 5& ta(%n 2++1 tentang Pem.an !#M d$ Pengad$.$s(er2 In52 19998. 2.aporan 'a(%nan Komnas !#M 2++5 Nas"a( .an Neger$ 4a"arta P%sat.

Related Interests