BAB I PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG Kehamilan (gestasi) adalah kondisi seorang ibu dengan perkembangan janin yang ada di dalam perutnya. Kehamilan biasanya merupakan peristiwa bahagia. Namun, beberapa komplikasi pengalaman yang terjadi pada perempuan selama ataupun sebelum kehamilan akan mengancam kesejahteraan ibu dan bayi. Setiap kehamilan memiliki risiko. Karena itulah menjelang hamil, seorang calon ibu perlu menyiapkan kondisinya secara istimewa. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir

dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalahgravida, sedangkan manusia di dalamnyadisebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1. Seorang wanita yang belum pernah hamil disebut gravida. Dalam masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan. Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah pribadihidup yang baru. Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang dikandungnya selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas bila dibandingkan dengan kehamilan persalinan dan nifas normal. Secara garis besar, kelangsungan suatu kehamilan sangat bergantung pada keadaan dan kesehatan ibu, plasenta dan keadaan janin. Jika ibu sehat dan didalam darahnya terdapat zat-zat makanan dan bahan-bahan organis dalam jumlah yang cukup, maka pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan akan berjalan baik.

I.2 EPIDEMIOLOGI Masa kehamilan biasanya terbagi dalam periode, yang dikenal sebagai triwulan, yaitu:

1.

Triwulan I : berlangsung hingga minggu kehamilan ke-13. Pada masa ini terjadi perkembangan janin yang cepat. Pada masa ini risiko keguguran juga termasuk tinggi.

Dari Zigot menjadi Embrio Zigot adalah sebuah kumpulan sel yang terbagi hingga mencapai 100 sel, yang kemudian disebut dengan blastocyst, yaitu bagian dalam dari sel yang mana akan membentuk embrio. Sementara bagian luar dari sel akan membentuk plasenta yang kemudian memberikan nutrisi dan kehidupan bagi janin. Tiga minggu sebelum terjadinya kehamilan, blastocyst akan melekat pada dinding rahim ibu, dan kemudian melepaskan hCG. Hal ini akan terjadi hanya beberapa hari setelah pembuahan. Dokter kandungan biasanya akan mulai menghitung masa 40 minggu kehamilan, dari tanggal hari pertama haid ibu yang terakhir (walaupun biasanya pembuahan sering terjadi 2 minggu setelahnya, yaitu masa subur ibu). Pada usia 5 minggu, otak, sumsum tulang belakang, jantung dan beberapa organ lainnya mulai terbentuk. Saat ini embrio dibentuk dari 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Setiap jaringan dan organ janin akan dibentuk dari 3 lapisan ini. Ectoderm akan membentuk sistem saraf dan tulang belakang, mesodermakan membentuk jantung dan sistem peredaran darah, dan endoderm akan membentuk paru – paru, sistem pencernaan, kelenjar tiroid, hati, dan pankreas. Sementara itu, plasenta dan tali pusar mulai terbentuk, dimana tali pusar akan berfungsi untuk mengirimkan nutrisi dan makanan untuk embrio yang masih berkembang. Walaupun saat ini embrio masih seukuran biji beras, ibu hamil akan mulai merasakan tanda-tanda awal kehamilan seperti mual muntah di pagi hari, sering buang air kecil, mengantuk, dan keinginan untuk suatu jenis makanan. Payudara mulai terasa membesar, dan lebih lembek. Beberapa ibu bahkan mulai bertambah berat badannya. Tetapi pada umumnya, karena mual muntah, berat badan akan menurun. Pada masa inilah biasanya ibu mulai berkunjung ke dokter kandungan, dan pada minggu kelima ini, USG sudah dapat menangkap detak jantung janin. Ibu harus extra hati – hati pada trimester pertama ini, karena saat inilah organ – organ utama janin mulai dibentuk. Sebaiknya ibu menghindari minum alkohol, obat – obatan tanpa pengawasan dokter, kafein, dan rokok. Ibu juga dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi, berolahraga ringan secara teratur dan mengkonsumsi vitamin untuk memperkuat janin yang biasanya berupa asam folat

Pada trimester inilah. Walaupun kelopak matanya masih menutup. Sekarang janin sudah mulai bergerak dan menendang. 2. sekarang mulai mengecil dan menjadi lebih proporsional. namun ibu belum dapat merasakannya. Di akhir minggu ke 19 atau 20. bahkan dapat mengenali suara ibunya sendiri. Minggu ke-15. dan jutaan syaraf kecil pada otaknya mulai memerintahkan otot untuk bergerak. merengut. Kesimpulannya. Mual – muntah di pagi hari mulai hilang. bahkan mungkin menjadi lebih banyak dari sebelumnya. tumbuh di seluruh tubuhnya yang disebut dengan lanugo. Wajahnya pun sudah dapat melakukan bermacam – macam ekspresi seperti meringis. Pada minggu ke 8.Dari embrio menjadi janin Pada minggu – minggu terakhir trimester 1. Sel – sel darah merah pun mulai diproduksi. Saat ini janin memiliki rambut tipis dan halus. dan lain – lain. embrio mulai memiliki bentuk seperti struktur wajah dan tunas yang kemudian membentuk tangan dan kaki. janin mulai dapat mendengar suara dari luar rahim ibunya. Jari – jari mulai berbentuk demikian juga alat kelamin (yang belum dapat terlihat karena belum berbentuk penis ataupun vagina). Namun ada banyak juga wanita hamil yang pada trimester 2 ini mulai sering merasakan nyeri lambung (sakit maag). embrio kemudian menjadi janin. tersenyum. ibu mulai dapat merasakan tendangan kecil pada dinding rahim. rasa malas dan lemas tidak lagi dirasakan. Kelenjar susu pada payudara ibu mulai bekerja untuk produksi susu. Kolostrum akan menjadi makanan pertama begitu bayi lahir hingga beberapa hari setelahnya. Ukuran kepala janin yang semula jauh lebih besar dari tubuhnya. tengkorak-nya pun mulai mengeras. payudara ibu mulai memproduksi cairan kekuningan yang kaya nutrisi untuk bayi. banyak yang merasakan dirinya kembali sehat pada trimester 2 ini. yang disebut dengan kolostrum. Antara minggu ke 16 dan 20. Kepalanya mulai tumbuh rambut. Ginjal janin dan saluran kemih mulai memproduksi air kemih yang kemudian dikeluarkan ke air ketuban. namun perut ibu mulai bertambah besar. Terkadang. dokter kandungan sudah dapat melihat jenis kelamin janin melalui USG saat ibu melakukan kunjungan di minggu ke 15 atau 16 ini. hati. Organ – organ tubuh seperti ginjal. Napsu makan mulai kembali. paru – paru dan otak mulai berfungsi. Walaupun saat ini ukuran janin hanya beberapa centimeter (masih sangat kecil). namun ia mulai sensitif terhadap sinar yang dapat tertangkap oleh matanya. Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-14 hingga minggu kehamilan ke-27 pada trimester 2 inilah banyak terjadi perubahan dalam dirinya. Organ reproduksi-nya mulai terlihat jelas. . ukuran janin kurang lebih 10-13 cm dengan berat sekitar 200 gram.

Pada beberapa wanita juga akan timbul stretchmark yang biasanya juga akan hilang setelah melahirkan. dan kesulitan buang airbesar. Ibu juga akan merasakan pegal pada . Ini juga akibat dari perut yang membesar dan menekan organ – organ pencernaan ke atas dan tentu saja membuat ibu menjadi semakin tidak nyaman. perubahan warna kulit. ia sudah mempunyai kemungkinan untuk hidup walaupun akan menghadapi banyak masalah bersangkutan dengan kesehatannya. Saat ini. Hal ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke wajah ibu. Panjang badannya kurang lebih 40 cm dengan berat badan sekitar 1. Untuk melatih sistem pencernaan dan paru – parunya.Beberapa wanita hamil terlihat lebih cerah dan “bersinar”. Mungkin ibu hamil akan merasa kesulitan untuk tidur (insomnia). Seiring dengan pertumbuhan janin. Tubuhnya mulai berisi karena terbentuknya lemak di bawah kulitnya. Tubuhnya sudah terlihat seperti bayi yang baru lahir. sakit maag. perkembangan janin di dalam rahim akan mencapai kesempurnaan. karena kulitnya memproduksi minyak lebih banyak.5 kg. Sistem pencernaannya mulai berfungsi lebih banyak dan memproduksimekonium. dengan berat hampir 1kg. Jika terpaksa dilahirkan pada masa ini. Garis – garis hitam ini timbul karena adanya peningkatan pada pigmen kulit atau melanin. Saat ini. dan bersiap – siap untuk menjalani proses kelahiran. janin telah tumbuh hingga 35 cm dengan berat sekitar 1 kg. Banyak pula ibu hamil yang pada perut bagian bawahnya timbul garis – garis hitam. yang biasanya akan hilang setelah melahirkan. dimana cairan ini berguna untuk melindungi kulitnya dari air ketuban di dalam rahim ibu. Triwulan III : berlangsung dari minggu ke-28 hingga masa kelahiran Dalam masa 12 minggu ke depan. panjang janin sekitar 15 – 17 cm. Pada minggu ke-20. 3. Tubuhnya diselimuti dengan semacam cairan kental berwarna putih yang disebut vernix caseosa. janin mulai dapat menelan dan “menghirup” air ketuban. Lemak yang terbentuk ini akan membantu janin dalam mengatur suhu tubuhnya begitu ia dilahirkan. Pada beberapa kasus juga timbul varises pada kaki ibu. Perubahan lain yang dialami ibu hamil saat ini adalah payudara yang semakin membesar. demikian juga tengkorak kepala-nya yang mulai menyesuaikan dengan pertumbuhan otak. kemungkinan besar wajah ibu hamil akan timbul jerawat. Minggu 27 adalah minggu terakhir dari trimester kedua. perut ibu mulai semakin membesar dan berbagai rasa tidak nyaman akan muncul. Adanya tekanan pada diafragma ibu membuatnya sering sesak napas. Otak-nya sekarang lebih besar dan lebih terstruktur. dimana zat ini akan membuat kantung udara dalam paru – parunya mengembang begitu ia dilahirkan ke dunia. Paru – parunya akan memproduksi suatu zat yang disebut surfactant.

punggung dan kakinya. Rahim ibu mulai terasa sesak baginya. Tendangan – tendangannya mulai terasa lebih kencang daripada sebelumnya. biasanya dokter kadungan akan . Pada minggu ke 35. dan semakin mendekati jadwal kelahirannya. Panjangnya mungkin sudah mencapai 50 cm atau lebih dengan berat normal sekitar 2. panjang janin mencapai antara 47-50 cm dengan berat kurang lebih 2.3 kg.5 hingga 3 kg. pada minggu ke 35 kepala janin sudah berada di bawah. kepala janin akan menempati posisi engaged pada jalan lahir (terkunci pada jalan lahir). janin sudah dapat menggerakkan bola matanya dan dapat membedakan gelap dan terang. dokter kandungan meminta ibu untuk datang tiap seminggu sekali sampai saatnya melahirkan. Biasanya pada bulan terakhir di trimester 3. juga keinginan untuk buang air kecil yang semakin sering karena pertumbuhan janin yang semakin besar kini semakin menekan kandung kemih. Karena posisi “terkunci” ini lah. namun terjadi secara teratur dan semakin kencang. Ibu hamil pun mungkin sudah dapat lebih lega dalam bernapas. Normalnya. Kebanyakan. Saat ini. Cairan kental berwarna putih yang melindungi tubuhnya dari air ketuban juga mulai menghilang.8 hingga 3. dan terkadang membuat perut ibu berubah bentuk karena posisi janin yang berubah – ubah dan terus bergerak. Rambut halus di sekujur tubuhnya perlahan – lahan mulai rontok. Berhati – hatilah akan adanya kelahiran prematur jika pada trimester 3. sehingga gerakan janin tidak leluasaseperti sebelumnya. Walaupun jadwal kelahiran biasanya ditetapkan pada 40 minggu. Sekarang ukuran janin sudah mencapai kurang lebih 45 cm. otot – otot pada dinding rahim ibu hamil mulai melakukan “latihan” kontraksi yang disebut kontraksi palsu atau kontraksibraxton hicks. Rambutnya sudah mulai melebat. Kebanyakan melahirkan beberapa hari lebih cepat atau lebih lambat. Pada minggu ke 32. Namun sedikit sekali ibu yang melahirkan tepat dan sesuai dengan tanggal perkiraan kelahiran. tidak sesak seperti sebelumnya karena posisi janin sudah turun ke jalan lahir. namun mulai minggu ke 37 sebenarnya janin sudah sempurna dan dapat dilahirkan dengan sehat. Kontraksi palsu ini hanya berlangsung sesekali dan tidak memiliki interval yang sama. terjadi kontraksi yang dianggap palsu. kontraksi palsu kadang akan hilang dengan sendirinya. kadang ibu merasakan sakit pada selangkangan dan pangkal paha jika sedang berjalan. Jika posisi ibu dirubah. Terkadang kontraksi ini dirasa sangat kencang sehingga ibu mengira sudah mengalami proses persalinan. dan ia juga sudah memiliki kuku pada jari – jari tangan dan kakinya. Seluruh organ tubuh janin semakin mendekati sempurna. Namun jika hingga minggu ke 42 ibu belum juga melahirkan. penambahan berat badan bayi berlangsung lebih cepat yaitu sekitar 200 hingga 250 gram per minggu. Minggu ke 40 adalah masa yang sesuai dengan perhitungan tanggal kelahiran (duedate). pada trimester 3.

yaitu Sama seperti kunjungan pada trimester pertama. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif. Mendorong perilaku yang sehat ( nutrisi. mental dan sosial ibu dan janin. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya. 4) 5) 6) Mempersiapkan persalinan cukup bulan. untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. Mencegah masalah. seperti tetanus neonatorum. yaitu : Membina hubungan saling percaya antara bidan dan ibu sehingga suatu mata rantai penyelamatan jiwa telah terbina jika diperlukan. 1 kali pada trimester pertama. 2. dan kebersihan. anemia defisiensi zat besi. Mendeteksi masalah yang dapat diobati sebelum menjadi bersifat mengancam jiwa. Hal ini karena takut terjadi keracunan air ketuban bagi janin yang sudah melewati jadwal perkiraan lahir. yaitu : 1. latihan. istirahat dan sebagainya ). penggunaan praktek tradisional yang merugikan. 1 kali pada trimester kedua ( sebelum minggu ke 28 ). Kunjungan Ante Natal Care ( ANC ) Kunjungan antenatal care ( ANC ) sebaiknya dilakukan 4 kali selama kehamilan. . ANTENATAL CARE Pengertian Antenatal Care /Asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi.menggunakan metode induksi untuk memancing kontraksi agar janin dilahirkan. C. Memulai persiapan persalinan dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi. 2) 3) Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. Tujuan Antenatal Care : 1) Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil.

2 kali pada trimester ketiga. lama perlindungan 3 tahun. 3. TT3 diberikan 6 bulan setelah TT2. lama perlindungan 5 tahun. Kegiatan skrining antenatal. Mengukur Tekanan darah 3. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. Skrining pertama dilakukan untuk memisahkan kelompok ibu hamil tanpa resiko dari kelompok dengan faktor resiko. yaitu 1. 6. TT1 dapat diberikan pada kunjungan ANC pertama. lama perlindungan 10 tahun. Kemudian pada setiap kontak dilakukan skrining berulang. Pemberian minimal 90 tablet selama kehamilan. yaitu : Sama seperti kunjungan sebelumnya. Resiko Tinggi Ibu hamil dengan faktor resikonya dapat diamati dan ditemukan sedini mungkin pada awal kehamilan pada ibu hamil yang masih sehat dan merasa sehat. periksa protein urine dan gejala yang lainnya. TT2 diberikan 4 minggu setelah TT1. Deteksi kelainan letak atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di Rumah Sakit. Pemberian Tablet Fe Tablet Fe dapat diberikan setelah rasa mual hilang. pantauan tekanan darah. 4. melalui kunjungan rumah merupakan langkah awal dari pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan termasuk salah satu upaya antisipasi untuk mencegah terjadinya kematian ibu. Tablet Fe tidak boleh diminum bersama kopi atau teh. dan 7. secara periodic berulang 6 kali selama kehamilan sampai hamil genap enam bulan Tujuan Skrining antenatal : . Timbang berat badan. Perlu adanya palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kehamilan ganda. Ukur Tinggi fundus uteri (TFU). lama perlindungan 25 tahun / seumur hidup. Asuhan Standar minimal 7T. TT5 diberikan 1 tahun setelah TT4.- Perlu kewaspadaan khusus mengenai pre eklampsia. Tes terhadap penyakit menular seksual. 5. TT4 diberikan 1 tahun setelah TT3. 2. Tablet Fe bisa diberikan secara bersamaan dengan vitamin C. Pemberian imunisasi TT lengkap.

mengenai kondisi ibu dan janin kepada ibu hamil. Cara kriteria Cara Skoring Kelompok Faktor Risiko I : Ada Potensi Gawat Obstetrik/APGO 1. agar tahu. 4. suami dam keluarga. Terlalu lambat hamil pertama setelah kawin > 4 tahun 3. Cara skoring (Skrining/deteksi dini ibu risiko tinggi) b. Pernah melahirkan dengan : . membantu untuk memecahkan permasalahan yang ada dengan cara memberi informasi. biaya dan transportasi dalam pengambialan keputusan untuk perencanaan tempat dan penolong menuju persalinan aman.1. Adapun kehamilan yang memiliki risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan bila dibandingkan dengan Ibu hamil yang normal yang disebut dengan kehamilan resiko tinggi. Memberi penyuluhan dalam bentuk Komunikasi Informasi Edukasi (KIE). Menemukan ibu risiko tinggi dengan pengertian kemungkinan terjadinya risiko kematian/kesakitan ibu 3. Pernah gagal hamil (riwayat obstetrik jelek) 10. peduli dan patuh untukpersiapan mental. Terlalu tua hamil pertama (hamil > 35 tahun) 4. Terlalu lama hamil lagi (> 10 tahun) 6. Terlalu cepat hamil lagi (< 2 tahun) 5. 2. KEHAMILAN RESIKO TINGGI Berbagai faktor yang menyebabkan ada perempuan yang tergolong sebagai calon ibu berisiko tinggi atau menghadapi bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan. Terlalu tua (umur > 35 tahun) 8. yaitu : a. Terlalu pendek (< 145 cm) 9. D. Terlalu banyak anak (> 4 anak) 7. Ada 2 cara untuk menentukan kehamilan resiko tinggi. Melakukan Deteksi dini Resiko Tinggi ibu hamil dengan macam faktor resikonya. Terlalu muda hamil (< 16 tahun) 2. Kondisi ini yang bisa menyebabkan janin tidak dapat tumbuh dengan sehat bahkan dapat menimbulkan kematian pada ibu dan janin. adanya faktor resiko dan kelompok resiko pada ibu hamil.

Kehamilan lebih bulan 7.1 dan III. Keracunan kehamilan preeklampsia. 3. Kencing manis (diabetes) f. Pernah operasi seksio sesaria Masing-masing memiliki skor 4 kecuali pernah operasi seksio sesaria dengan skor 8 Kelompok Faktor Risiko II : Ada Gawat Obstetrik/AGO 1. kecuali letak sungsang dan letak lintang dengan skor 8 Kelompok Faktor Risiko III  Ada Gawat Darurat Obstetrik/AGDO 1. Letak sungsang dan letak lintang Masing-masing memiliki skor 4. Diberi infus atau transfusi 11. II.a. Hidramnion atau kembar air (perut ibu sangat membesar. Penyakit jantung e. Preeklampsia berat atau eklampsia Masing-masing memiliki skor 8 Skrining dilakukan pada trimester I. gerakan dari anak tidak begitu terasa) 5. Malaria c. albumin terdapat dalam air seni. Janin mati dalam kandungan 6. TBC paru d. Kurang darah b. tekanan darah tinggi.2 Persalinan dengan Risiko Jumlah Skor Kelompok Risiko Perawatan Rujukan Tempat Penolong . gerakan anak terasa di banyak tempat) 4. Hamil kembar (perut ibu sangat membesar. III. Perdarahan antepartum 2. Penyakit pada ibu hamil a. Uri dirogoh c. Penyakit menular seksual 2. Tarikan tang/vakum b. yaitu bengkak pada muka dan tungkai.

yang bisa menyebabkan meningkatnya resiko perdarahan vagina yang berat.2 KRR Bidan Tidak dirujuk Rumah Polindes Bidan dokter Rumah sakit Bidan Bidan dokter Dokter 6-10 KRT Bidan dokter Bidan PKM Rumah sakit > 12 KRST Dokter Cara Kriteria Ada berbagai kriteria. Terlalu tua (umur > 35 tahun) Wanita yang berusia 35 tahun atau lebih. 6. yaitu mencoba mengelompokkan kasuskasus kehamilan risiko tinggi. Perdarahan setelah persalinan (karena otot rahimnya lemah). lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi. protein dalam air kemih dan penimbunan cairan selama kehamilan) dan eklamsi (kejang akibat preeklamsi). Persalinan yang cepat. Diatas usia 35 tahun. tetapi dengan tujuan sama. dkk. Terlalu cepat hamil lagi (< 2 tahun) 4. Salah satunya adalah kriteria yang ditetapkan oleh Poedji Rochayati. a. 2. Menurut Poedji Rochjati. Mereka juga lebih mungkin melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau bayi kurang gizi. Terlalu muda hamil (< 16 tahun) Anak perempuan berusia 15 tahun atau kurang lebih rentan terhadap terjadinya pre-eklamsi (suatu keadaan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. lebih mungkin mengalami:     Kontraksi yang lemah pada saat persalinan (karena otot rahimnya lemah). resiko memiliki bayi dengan kelainan kromosom . diabetes atau fibroid di dalam rahim serta lebih rentan terhadap gangguan persalinan. Terlalu lama hamil lagi (> 10 tahun) 5. Terlalu tua hamil pertama (hamil > 35 tahun) 3. kehamilan risiko tinggi meliputi : 1. Plasenta previa (plasenta letak rendah). Terlalu lambat hamil pertama setelah kawin > 4 tahun b. Terlalu banyak anak (> 4 anak) Seorang wanita yang telah mengalami kehamilan sebanyak 6 kali atau lebih.

Kelainan struktur pada organ reproduksi wanita (misalnya rahim ganda atau leher rahim yang lemah) bisa meningkatkan resiko terjadinya keguguran. bisa dilakukan pembedahan diagnostik. 7. Sebelum mencoba hamil lagi. lebih mungkin memiliki panggul yang sempit. maka dilakukan tindakan pengobatan.(misalnya sindroma Down) semakin meningkat. Keguguran juga lebih mungkin terjadi pada wanita yang pernah melahirkan bayi yang sudah meninggal pada usia kehamilan 4-8 minggu atau pernah melahirkan bayi prematur. Untuk mengetahui adanya kelainan struktur. Fibroid (tumor jinak) di dalam rahim bisa meningkatkan resiko terjadinya :  Kelahiran prematur  Gangguan selama persalinan  Kelainan letak janin  Kelainan letak plasenta  Keguguran berulang . Jika penyebab terjadinya keguguran diketahui. 8.5 meter. Pada wanita hamil yang berusia diatas 35 tahun bisa dilakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosentesis) untuk menilai kromosom janin. Terlalu pendek (< 145 cm) Seorang wanita yang memiliki tinggi badan kurang dari 1. sebaiknya seorang wanita yang pernah mengalami keguguran menjalani pemeriksaan untuk :     Kelainan kromosom atau hormon Kelainan struktur rahim atau leher rahim Penyakit jaringan ikat (misalnya lupus) Reksi kekebalan pada janin (biasanya ketidaksesuaian Rh). Selain itu. Pernah gagal hamil atau riwayat obstetrik jelek Seorang wanita yang 3 kali berturut-turut mengalami keguguran pada trimester pertama. wanita tersebut juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami persalinan prematur dan melahirkan bayi yang sangat kecil. memiliki resiko sebesar 35% unuk mengalami keguguran lagi. USG atau rontgen.

biasanya pada ibu yang memiliki Rhnegatif diberikan immunoglobulin Rh-nol-D. maka bayi berikutnya memiliki resiko menderita penyakit yang sama. Biasanya pada kehamilan pertama. dilakukan pemeriksaan darah pada ibu dan ayah. Tetapi setelah melahirkan bayi dengan Rh-positif. Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi dengan berat badan kurang dari 1. darah janin memiliki Rh-positif dan ibu membentuk antibodi untuk menyerang darah janin. Jika seorang wanita pernah melahirkan bayi dengan kelainan genetik atau cacat bawaan. dilakukan analisa genetik pada bayi dan kedua orangtuanya. resiko penyakit hemolitik akan ditemukan pada kehamilan berikutnya. memiliki resiko sebesar 50% untuk melahirkan bayi prematur pada kehamilan berikutnya. memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur pada kehamilan berikutnya. tetapi kontak antara darah ibu dan bayi pada persalinan menyebabkan tubuh ibu membentuk antibodi. Pernah melahirkan dengan : . antibodi ini menyebabkan kerusakan pada sel darah merah janin. perbedaan Rh antara ibu dengan bayinya tidak menimbulkan masalah. Karena itu.Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi prematur. Akibatnya. Jika seorang wanita pernah melahirkan bayi yang menderita penyakit hemolitik. Jika ayah memiliki 2 gen untuk Rh-positif. Pada kasus seperti ini. maka semua anaknya akan memiliki Rh-positif. Persalinan prematur lebih mungkin terjadi pada keadaan berikut :           Ibu memiliki kelainan struktur pada rahim atau leher rahim Perdarahan Stress fisik atau mental Kehamilan ganda Ibu pernah menjalani pembedahan rahim Bayi berada dalam posisi sungsang Plasenta terlepas dari rahim sebelum waktunya Ibu menderita tekanan darah tinggi Air ketuban terlalu banyak Ibu menderita pneumonia. biasanya sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. maka peluang anak-anaknya untuk memiliki Rh-positif adalah sebesar 50%. Penyakit ini terjadi jika darah ibu memiliki Rh-negatif. yang akan menghancurkan antibodi Rh. infeksi ginjal atau apendisitis. jika ayah hanya memiliki 1 gen untuk Rh-positif. penyakit hemolitik pada bayi jarang terjadi.5 kg. 9.

Pengaruh anemia terhadap hasil konsepsi :        Kematian mudigah (keguguran) Kematian janin dalam kandungan Kematian janin waktu lahir (stillbirth) Kematian perinatal tinggi Prematuritas Dapat terjadi cacat bawaan Cadangan besi kurang b. Malaria . Odd rasio yang terukur berkisar dari 2. Uri dirogoh c. ibu lemah Atonia uteri dan menyebabkan pendarahan Syok Afibrinogenemia dan hipofibrinogenemia Infeksi intrapartum dan dalam nifas Bila terjadi anemia gravis (Hb di bawah 4 gr %) terjadi payah jantung. Berdasarkan hal tersebut.a. Diberi infus atau transfusi 10. persalinan dan nifas adalah dapat terjadi :         Keguguran Partus prematurus Inersia uteri dan partus lama. Kurang darah Pengaruh anemia terhadap kehamilan. Penyakit pada ibu hamil a. Pernah operasi sesar Kekurangan Sectio Caesaria potongan korporal untuk persalinan selanjutnya adalah 4 kali lebih besar bahaya terjadinya ruptur uteri spontan.5–3 tahun untuk peningkatan ruptura uteri pada wanita dengan selang antar kehamilan lebih pendek. yang bukan saja menyulitkan kehamilan dan persalinan. bahkan bisa fatal. Tarikan tang/vakum b. permasalahan yang sangat sering menghalangi dokter untuk mengizinkan persalinan pervaginam pada wanita dengan riwayat SC adalah kekhawatiran akan terjadinya ruptur uteri atau kerapuhan uterus 11. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa makin pendek durasi antara persalinan Caesaria dan persalinan berikutnya. makin tinggi angka ruptur uteri.

dan orang-orang sekelilingnya. serta kematian janin dalam rahim (KJDR). Walaupun kehamilan menyebabkan sedikit perubahan padfa sistem pernapasan. persalinan. Penyakit paru-paru.Pengaruh malaria terhadap kehamilan. karena itu dapat terjadi atonia uteri/inertia uteri sehingga persalinan akan berlangsung lama Bila ibu terlalu lemah. d. sebenarnya adalah masalah sosial. karena akan berakibat buruk pada ibu c. kecuali penyakitnya tidak terkontrol. namun penyakit tersebut tidak selalu menjadi lebih parah. persalinan. prematuritas (lahir tidak cukup bulan). dismaturitas (lahir cukup bulan namun dengan berat badan lahir rendah). dan nifas. penyakit paru-paru tidak mempengaruhi kehamilan. berat. dan nifas :         Abortus dan partus prematurus Kematian janin dalam rahim Dismaturitas Kematian neonatal yang tinggi Anemia dalam kehamilan dan nifas Dalam persalinan. Pengaruh penyakit jantung terhadap kehamilan adalah dapat terjadi abortus. Pengaruh TBC paru-paru terhadap kehamilan dan sebaliknya sedikit banyak ada. akan menimbulkan masalah bagi ibu. bayi. Kencing manis (diabetes) Pengaruh kehamilan. ibu menjadi lemah. jadi. lahir dengan Apgar rendah atau lahir mati. persalinan. karena uterus yang membesar dapat mendorong diafragma dan paru-paru ke atas serta sisa udara dalam paru-paru kurang. persalinan kala II dapat ditolong dengan ekstraksi vakum atau forseps Berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan pasca persalinan. Penyakit jantung Kehamilan dapat memperbesar penyakit jantung bahkan dapat menyebabkan payah jantung (dekompensasi kordis). dan nifas pada diabetes adalah :   Kehamilan dapat menyebabkan status prediabetik menjadi manifes (diabetik) Diabetes akan menjadi lebih berat oleh kehamilan . e. yang dalam keadaan aktif. dan luas yang disertai sesak napas dan hipoksia. TBC paru Pada umumnya.

f.                      Pada persalinan yang memerlukan tenaga ibu dan kerja rahim akan memerlukan glukosa banyak. bahu lebar) Kelahiran mati Persalinan lebih sering ditolong secara operatif Angka kejadian perdarahan dan infeksi tinggi Morbiditas dan mortalitas ibu tinggi Pengaruh diabetes terhadap nifas : Pendarahan dan infeksi puerperal lebih tinggi Luka-luka jalan lahir lambat pulih/sembuh Pengaruh diabetes terhadap janin atau bayi : Sering terjadi abortus Kematian janin dalam kandungan setelah 36 minggu Dapat terjadi cacat bawaan Dismaturitas Janin besar (bayi kingkong/makrosomia) Kematian neonatal tinggi Kemudian hari dapat terjadi kelainan neurologik dan psikologik Pemeriksaan kadar gula darah dilakukan pada wanita hamil ketika memasuki usia kehamilan 20-28 minggu. Penyakit menular seksual Pengaruh sifilis terhadap kehamilan :  Infeksi pada janin terjadi setelah minggu ke-16 kehamilan. maka bisa terjadi hipoglikemia atau koma Dalam masa laktasi keperluan akan insulin akan bertambah Pengaruh diabetes terhadap kehamilan : Abortus dan partus prematurus Hidramnion Pre-eklampsia Kesalahan letak janin Insufisiensi plasenta Pengaruh diabetes terhadap persalinan : Inersia uteri dan atonia uteri Distosia karena janin (anak besar. di mana Treponema telah dapat menembus barier plasenta .

Bayi-bayi tersebut juga memiliki resiko menderita penyakit menular seksual lainnya. anemia. dan perdarahan postpartum. solusio plasenta dan tindakan obstetrik karena kelainan letak janin. serta kelainan mulut dan gigi Bila ibu menderita baru 2 bulan terakhir tidak akan terjadi lues kongenital Pengaruh gonorea terhadap kehamilan dan bayi : Sering dijumpai kemandulan anak satu (one child sterility) pada penderita atau bekas penderita gonorea Konjungtivitis gonorea neonatorum (blenorea neonati) Sekitar 75% bayi yang menderita AIDS. hidramnion. Bengkak pada muka atau tungkai dan tekanan darah tinggi Tekanan darah tinggi pada wanita hamil bisa disebabkan oleh kehamilan atau keadaan lain. Prognosa untuk ibu lebih jelek bila dibandingkan pada kehamilan tunggal. 13. Tekanan darah tinggi di akhir kehamilan bisa merupakan ancaman serius terhadap ibu dan bayinya dan harus segera diobati. hepatitis dan infeksi. . Hamil kembar 2 atau lebih Kehamilan lebih dari 1 janin juga bisa menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya cacat bawaan dan kelainan pada saat persalinan. Angka kematian perinatal tinggi terutama karena prematur. deskuamasi telapak tangan-kaki. karena seringnya terjadi toksemia gravidarum. pertolongan obstetri operatif. prolaps tali pusat. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pernafasan yang berat pada ibu atau terjadinya persalinan prematur.     Akibatnya : kelahiran mati dan partus prematurus Bayi lahir dengan lues kongenital : pemfigus sifilitus. Hamil kembar air (hidramnion) Air ketuban yang terlalu banyak akan menyebabkan peregangan rahim dan menekan diafragma ibu. Pertumbuhan mereka di dalam rahim kemungkinan mengalami kemunduran dan mereka bisa lahir prematur. 14. 12. Air ketuban yang terlalu banyak cenerung terjadi pada :     Ibu yang menderita diabetes yang tidak terkontrol Kehamilan ganda Inkompatibilitas Rh Bayi dengan cacat bawaan (misalnya penyumbatan kerongkongan atau kelainan sistem saraf). ibunya adalah pemakai obat suntik atau pramuria.

Letak sungsang Bagi ibu. jadi mudah terkena infeksi. Bayi mati dalam kandungan Kematian di dalam kandungan atau kematian bayi baru lahir bisa terjadi akibat :       Kelainan kromosom pada bayi Diabetes Penyakit ginjal atau pembuluh darah menahun Tekanan darah tinggi Penyalahgunaan obat Penyakit jaringan ikat pada ibu (misalnya lupus) 16. hipoksia karena kontraksi uterus terus-menerus. janin harus dilahirkan dalam waktu 8 menit. prognosa tidak begitu baik. dan ketuban pecah dini. . Oleh karena itu. baik spontan. janin dengan letak lintang dapat menjadi bahaya yang mengancam yaitu terjadinya ruptur uteri. atau dengan perabdominan (seksio sesarea). anak bisa menderita asfiksia. Kehamilan lebih bulan Pada kehamilan yang terus berlanjut sampai lebih dari 42 minggu. Partus lama. 17. janin dengan letak sungsang dapat menyebabkan robekan pada perineum lebih besar. atau sewaktu versi dan ekstraksi. 18. juga karena dilakukan tindakan. Sedangkan pada bayi. Letak lintang Bagi ibu. 15. yang dapat disebabkan oleh karena prolapsus funiculi. selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama. Janin dapat dilahirkan dengan cara pervaginam. atau embriotomi bila janin sudah meninggal.Air ketuban yang terlalu sedikit ditemukan pada :  Bayi yang memiliki cacat bawaan pada saluran kemih  Bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan  Bayi yang meninggal di dalam kandungan. setelah pusat lahir dan supaya janin hidup. ketuban pecah dini dengan demikian mudah dapat infeksi intrapartum. karena adanya gangguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir. angka kematian cukup tinggi (25-40%). yaitu dengan versi dan ektraksi. tali pusat terjepit antara kepala dan panggul. kemungkinan terjadinya kematian bayi adalah 3 kali lebih besar. trauma partus. Sedangkan bagi bayi sendiri.

Menurut Eastman dan Greenhill. Perdarahan dalam kehamilan Penyebab perdarahan paling sering pada trimester ketiga adalah :  Kelainan letak plasenta  Pelepasan plasenta sebelum waktunya  Penyakit pada vagina atau leher rahim (misalnya infeksi). Preeklamsia berat atau kejang-kejang Seorang wanita yang pernah mengalami pre-eklamsi atau eklamsi. b) Bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR) c) Janin mati dalam kandungan. d) Ibu hamil / bersalin meninggal dunia. . Antara lain:12. perdarahan hebat dan kematian ibu pada saat persalinan. c) Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan. dengan anak hidup. b) Persalinan tidak lancar / macet. Bayi a) Bayi lahir belum cukup bulan. 19. terutama jika diluar kehamilan dia menderita tekanan darah tinggi menahun. KOMPLIKASI KEHAMILAN RESIKO TINGGI Bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh kehamilan risiko tinggi bisa terjadi pada janin maupun pada ibu. Juga semua primigravida dengan letak lintang harus ditolong dengan seksio sesarea walaupun tidak ada panggul sempit. Ibu a) Keguguran (abortus). 2.14 1. 20. Perdarahan pada trimester ketiga memiliki resiko terjadinya kematian bayi. e) Keracunan kehamilan/kejang-kejang. E. kemungkinan akan mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya. pengamatan leher rahim dan Pap smear. seksio sesarea adalah cara yang terbaik dalam segala letak lintang. bila ada panggul sempit. Untuk menentukan penyebab terjadinya perdarahan bisa dilakukan pemeriksaan USG.

F. Pengelolaan kasus merupakan hasil kerja tim antara berbagai ahli. Keputusan untuk melakukan pengakhiran kehamilan perlu dipertimbngkan oleh tim tersebut dan juga dipilih apakah perlu di lakukan induksi persalinan atau tidak. PENCEGAHAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI Pendekatan risiko pada ibu hamil merupakan strategi operasional dalam upaya pencegahan terhadap kemungkinan kesakitan atau kematian melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi dengan memberikan pelayanan yang lebih intensif kepada risiko ibu hamil dengan cepat serta tepat. misalnya dengan mengatur frekuensi pemeriksaan prenatal. Jika perlu dilakukan pemeriksaan tambahan agar dapat lebih membantu dalam menunjang pengobatan atau perawatan yang sebaiknya dilakukan selama kehamilan. Konsultasi diperlukan dengan ahli kedokteran lainnya terutama ahli penyakit dalam dan ahli kesehatan anak. PENANGANAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI Penanganan terhadap pasien dengan kehamilan risiko tinggi berbeda-beda tergantung dari penyakit apa yang sudah di derita sebelumnya dan efek samping penyakit yang dijumpai nanti pada saat kehamilan. Untuk itu diperlukan skrining sebagai komponen penting dalam perawatan kehamilan untuk mengetahui ada tidaknya faktor risiko pada ibu hamil tersebut. Setiap kontak pada saat melakukan skrining dibicarakan dengan ibu hamil. misalnya ibu-ibu PKK. G. Pengambilan keputusan dapat dilakukan dalam keluarga untuk persiapan mental dan perencanaan untuk biaya. keluarga tentang tempat dan penolong untuk persalinan aman. agar keadaan gawat ibu maupun gawat janin dapat dicegah. ibu hamil sendiri. Kader Karang Taruna.Pengobatan atau perawatan yang dilakukan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dilakukan dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan penyakit dan efek yang diakibatkan oleh penyakit yang diderita oleh ibu hamil tersebut selama kehamilannya. suami atau keluarga. Pengenalan adanya Resiko Tinggi Ibu Hamil dilakukan melalui skrining/deteksi dini adanya faktor resiko secara pro/aktif pada semua ibu hamil. transportasi telah mulai dolakukan jauh sebelum persalinan menuju kepatuhan untuk Rujukan Dini Berencana/ Rujukan In Utero dan Rujukan Tepat Waktu. suami. sedini mungkin pada awal kehamilan oleh petugas kesehatan atau nonkesehatan yang terlatih di masyarakat.tes penunjang sangat diharapkan dapat membantu perbaikan dari pengobatan atau dari pemeriksaan tambahan. Kehamilan dengan risiko tinggi harus ditangani oleh ahli kebidanan yang harus melakukan pengawasan yng intensif. .

Mencegah terlambat mengambil keputusan dalam keluarga 3. Seperti asma. Ada beberapa kondisi yang biasanya tidak berhubungan dengan kehamilan tapi dapat timbul suatu kondisi yang dipicu oleh kehamilan itu sendiri. yaitu : 1. Ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk seorang ibu untuk hamil dikarenakan jika ibu tersebut hamil maka akan membawa beresiko pada bayi yang dikandungnya. Mencegah terlambat memperoleh transportasi dalam rujukan 4. beberapa ibu bahkan mengalami perbaikan selama kehamilannya. epilepsi. Mencegah terlambat memperoleh penanganan gawat darurat secara memadai H. dan ada juga ada yang merasa tidak berpengaruh pada kehamilannya.selama jumlah dari hormon thyroid masih dalam batas yang terkontrol selama kehamilan maka tidak akan ada masalah selama kehamilan. maka diupayakan untuk mencegah 4 terlambat yang meyebabkan kematian ibu. sementara yang lainnya ada juga yang tidak mengalami perubahan apa-apa selama kehamilan ataupun dapat membaik selama kehamilannya .Mengingat sebagian besar kematian ibu sesungguhnya dapat dicegah. pada penyakit ini glandula thyroid dapat menghasilkan hormon thyroid yang tidak stabil. dan juga ada yang semakin memburuk. Ada beberapa kelompok dari kondisi medis yang dapat berdampak langsung pada kehamilan. Contohnya seorang ibu dengan penyakit thyroid. Wanita dengan lupus (penyakit yang disebabkan perubahan pada sistem imun yang mengakibatkan peradangan pada jaringan penyokong dan organ – organ) atau dengan penyakit ginjal mengahadapi risiko serius selama masa kehamilannya. baik untuk ibu maupun untuk bayinya. Kondisi ini memang sulit untuk diprediksikan. Mencegah terlambat mengenali tanda bahaya resiko tinggi 2. sampai saat ini tidak ada yang mengerti mengapa bisa terjadi kondisi yang demikian. Jumlah dari hormon thyroid yang abnormal dapat mnyebabkan masalah pada kehamilan sehingga dapat mengganggu kesehatan bayi yang ada dalam kandungan ibu. bisa dalam jumlah banyak ataupun sedikit. Kehamilan dapat . Contohnya beberapa ibu dengan riwayat cholitis ulcerative akan menunjukkan kondisi dengan gejala yang lebih berat selama kehamilan. Dan untungnya penyakit thyroid ini dapat dibantu dengan pengobatan. pada intinya semua wanita dengan penyakit kronik sebaiknya harus kontrol secara rutin selama kehamilannya. hal yang sama juga bisa dialami oleh ibu dengan penyakit asma. PROGNOSIS Prognosis untuk ibu dengan kehamilan resiko tinggi tergantung pada ringan beratnya penyakit yang dialami ibu. dan colitis ulcerative.

dan biasanya kehamilannya sukses. Ada beberapa hal yang dapat sedikit mengurangi komplikasi selama kehamilan yaitu dengan sering berkunjung ke penyedia layanan kesehatan dan hendaknya hati-hati terhadap obatobatan. Ada juga beberapa kondisi medis yang dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu dan bayi selama kehamilan. harus misalnya. Oleh karena penyakit ini dapat mempengaruhi kemampuan ibu untuk menyediakan oksigen dan nutrisi ke bayi melalui plasenta. Bayi-bayi ini mungkin tidak dapat berkembang dan mengalami pertambahan berat badan yang sesuai (retardasi pertumbuhan intrauterin). risiko sehingga tidak mempertimbangkan kehamilan sama sekali atau dengan kata lain mutlak tidak boleh hamil. Wanita dengan masalah medis itu harus mempertimbangkan risiko tersebut sebelum memutuskan untuk hamil. Secara keseluruhan. hal itu tidak berarti menandakan hal yang baik untuk si ibu. . Ketika seorang wanita mengontrol kadar gula dalam darahnya dengan hati-hati dan mengobati kadar gulanya yang tinggi dengan insulin. wanita dengan masalah medis biasanya berusaha untuk melakukan pola hidup sehat. defek kelahiran.menyebabkan keluhan penyakit ini semakin memberat secara signifikan dan dapat menuju tingkat yang lebih serius. Banyak juga dari ibu hamil yang mendapatkan perawatan dari perinatologis selama kehamilan. kematian pada bayi baru lahir. Selain itu juga terjadi peningkatan risiko bayi lahir meninggal. Dan buruknya. Diabetes adalah suatu kondisi dimana dapat terjadi karena dipengaruhi dan mempengaruhi kehamilan itu sendiri. hal ini juga akan menyebabkan masalah pada bayi. gula darah dan kebutuhan insulin sebaiknya dikontrol selama menjalani kehamilan. Diabetes dapat menyebabkan keguguran. kehamilan membuat diabetes semakin sulit untuk dikontrol. Walaupun ibu kejadiannya begitu tinggi jarang untuk dalam hamil kasus penyakit ia jantung lagi berat.

DeCherney.667-75. Sarwono. 3. Ilmu Kebidanan edisi keempat. Inc. Mayo clinic. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Harper Collins Ebooks. MD. Hal 391-417.mayoclinic. 157-64. The McGraw-Hill Companies.com/health/pregnancyweek-byweek/MY00331/METHOD=print&DSECTIO N=all . United States of America. PT. 4. Roger W.278-88. Alan H. 2007. Current Diagnosis & Treatment Obstetrics & Gynecology.D. M. Jakarta.2010. hal 1-18. Mayo Clinic Guide To A Healthy Pregnancy.677-81 2. Tenth Edition .pregnancy week by week cited from: http://www. Prawirohardjo. Hal 21-34.DAFTAR PUSTAKA 1. Harms.

Related Interests