BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sediaan Topikal Sediaan topikal adalah sediaan yang penggunaannya pada kulit dengan tujuan untuk menghasilkan efek lokal, contoh : lotio, salep, dan krim. Lotio merupakan preparat cair yang dimaksudkan untuk pemakaian pada bagian luar kulit. Pada umumnya pembawa dari lotio adalah air. lotio dimaksudkan untuk digunakan pada kulit sebagai pelindung atau untuk obat karena sifat bahan-bahannya. Kecairannya memungkinkan pemakaian yang merata dan cepat pada permukaan kulit. Setelah pemakaian, lotio akan segera kering dan meninggalkan lapisan tipis dari komponen obat pada permukaan kulit. Fase terdispersi pada lotio cenderung untuk memisahkan diri dari pembawanya bila didiamkan sehingga lotio harus dikocok kuat setiap akan digunakan supaya bahan-bahan yang telah memisah terdispersi kembali. (Ansel, 1989) Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obatnya larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok. Salep tidak boleh berbau tengik. Menurut pemikiran modern salep adalah sediaan semipadat untuk pemakaian pada kulit dengan atau tanpa penggosokan. Oleh karena itu salep dapat terdiri dari substansi berminyak atau terdiri dari emulsi lemak atau lilin yang mengandung air dalam proporsi relatif tinggi. (Anief, 1999)

tween. Untuk krim tipe A/M digunakan : sabun monovalen. Krim mempunyai konsistensi relatif cair diformulasi sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Sekarang batasan tersebut lebih diarahkan untuk produk yang terdiri dari emulsi minyak dalam air atau dispersi mikrokristal asam-asam lemak atau alkohol berantai panjang dalam air yang dapat dicuci dengan air. (Dirjen POM. air terdispersi dalam minyak (A/M) dan emulsi minyak terdispersi dalam air (M/A). kerongkongan. natrium laurylsulfat. obat kulit.1995).2. Dalam pembuatan krim diperlukan suatu bahan dasar. obat mata. 1999 ). dan ke arah lambung.1994).2. Bahan dasar yang digunakan harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu. obat hidung. Obat luar adalah obat yang pemakaiannya tidak melalui mulut. Prinsip pembuatan krim adalah berdasarkan proses penyabunan (safonifikasi) dari suatu asam lemak tinggi dengan suatu basa dan dikerjakan dalam suasana panas yaitu temperatur 700. obat tetes telinga. Krim Krim adalah bentuk sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Menurut defenisi tersebut yang termasuk obat luar adalah obat luka. ( Anief. (Anief. Ada beberapa tipe krim seperti emulsi. Krim merupakan obat yang digunakan sebagai obat luar yang dioleskan ke bagian kulit badan. kationik dan non anionik.800C. emulgidum dan lain-lain. obat wasir dan sebagainya. Krim tipe M/A mudah dicuci. sebagai pengemulsi dapat digunakan surfaktan anionik. Kualitas dasar krim yang diharapkan .

antiseptik lokal. daya kerja yng dikehendaki. antifungi dan lain-lain. misalnya pada pengobatan penyakit kulit kronik dengan obat kulit topikal yang mengandung kortikosteroid. dan daerah kulit yang diobati. kondisi penderita. Dasar krim yang cocok e. dapat juga bekerja pada lapisan kulit yang lebih dalam. krim. . Obat topikal kulit dapat berupa salep. Mudah dipakai d.3 Obat Kulit Obat kulit yang umum digunakan mengandung obat-obat golongan antibiotika. Sebagai bahan pembawa substansi obat untuk pengobatan kulit b.1999) 2. pasta dan obat cair. Terdistribusi merata Fungsi krim adalah: a. Lunak c. Pemilihan bentuk obat kulit topikal dipengaruhi jenis kerusakan kulit. kortikosteroid. Sebagai pelindung untuk kulit yaitu mencegah kontak langsung dengan zat-zat berbahaya. Sebagai bahan pelumas bagi kulit c. Tapi pada beberapa keadaan. (anief. Stabil b. Obat kulit topikal mengandung obat yang bekerja secara lokal.adalah sebagai berikut : a.

Obat kulit digunakan untuk mengatasi gangguan fungsi dan struktur kulit. dan gatal. Kerusakan Kulit Sub Akut : gangguan fungsi dan struktur kulit. Hidrokortison merupakan suatu senyawa turunan dari kortikosteroid. Kerusakan Kulit Kronik : kerusakan yang telah lama terjadi dan hilang serta timbul kembali. dan menghambat pembelahan sel epidermis. . Hidrokortison asetat (C23H32O6) digolongkan ke dalam obat antiinflamantori analgesik yaitu obat untuk penyakit yang ditandai dengan adanya rasa nyeri. digunakan obat topikal yang mengandung obat-obat seperti golongan antibiotika. Untuk mengatasi gangguan fungsi dan struktur kulit. melepuh. antiseptik lokal. yang telah terjadi antara 7-30 hari. keras dan retak-retak. kekakuan. dari beberapa bulan sampai bertahun-tahun. Salah satu obat produksi dari PT. Kerusakan Kulit Akut : kerusakan yang masih baru dengan tanda bengkak.Kortikosteroid mencegah reaksi alergi. Hidrokortison dalam bentuk krim biasanya dikombinasikan dengan suatu asam.1996). kortikosteroid. bengkak. dengan tanda-tanda antara lain bengkak yang makin parah dan sudah mempengaruhi daerah sekelilingnya. 1996). 2. Kortikosteriod secara topikal dapat mengganggu pertahanan kulit alami terhadap infeksi sehingga dikombinasikan dengan obat antibiotika. misalnya bila dikombinasikan dengan suatu asam asetat maka nama dari sediaan tersebut adalah hidrokortison asetat. Kimia Farma (Persero)Tbk Plant Medan yang digunakan melalui kulit adalah krim hidrokortison. yaitu : 1. (Sartono. berdarah. Biasanya kulit menjadi tebal. (Anief. mengurangi peradangan. 3. Gangguan fungsi struktur kulit dapat dibagi ke dalam tiga golongan. dan gangguan alat fungsi penggerak.

misalnya pada opengobatan penyakit kulit kronik dengan obat topikal yang mengandung kortikosteroid. Krim Hidrokortison dapat mengurangi radang. kondisi penderita. ( Anief.indikasi krim ini . parahnya kerusakan kulit. lotio.menekan reaksi radang pada kulit yang bukan diseba kulit 2-3 kali sehari.4 Hidrokortison Hidrokortison adalah golongan kortikosteroid yang mempunyai daya kerja antialergi dan antiradang. Kortikosteroid bekerja dengan cara mencegah reaksi alergi.antifungi. Pemilihan bentuk obat topikal dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain.( Sartono. 1996 ) 2.4. mengurangi peradangan. Biasanya obat topikal mengandung obat yang dimaksudkan untuk bekerja pada lapisan kulit yang lebih dalam dari permukaan kulit. Bentuk obat topikal dapat berupa salep. dan pasta. dan lain-lain. daya kerja obat yang dikehendaki. dan menghambat sel epidermis. 1996) 2. rasa gatal. krim. dan rasa sakit pada kulit. dan daerah kulit yang diobati.1 Sifat Fisika Kimia C H 2O H C OH O C B D A O Rumus molekul : C21H30O5 .

Pengujian Hidrokortison 2. menggunakan dua fase yaitu fase tetap (fase diam atau stationary phase) dan fase gerak (mobile phase). dalam eter.2. b. Uji Kualitatif Cara-cara pemeriksaan hidrokortison dapat dilakukan dengan metoda spektrofotometri dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). 21 . sukar larut dalam kloroform.1. Cara ini pertama sekali dipaparkan pada tahun 1903 oleh Michael Tswett. Dalam pelarut metanol hidrokortison akan memberikan serapan pada panjang gelombang maksimum ± 242 nm.47 Nama kimia Nama lain Pemerian Kelarutan : 11β.trihydroxy – 4 – pregnene – 3. Menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Kromatografi merupakan teknik pemisahan senyawa-senyawa yang berwarna. Dalam kromatografi. agak sukar larut dalam aseton dan dalam etanol.4. Menggunakan metoda spektrofotometri Hidrokortison dapat diidentifikasi dengan mengukur serapannya pada panjang gelombang tertentu dengan alat spektrofotometri.4. a. 17α.1995) 2. .2. pemiosahan senyawa tergantung daripada gerakan dari dua fase ini. (Dirjen POM.20 – dione : Cortisol : Serbuk hablur/kristalin.Berat molekul : 362.Putih. Tidak berbau dan rasa pahit : Sangat Sukar larut dalam air.

jadi senyawa yang tidak tahan panas dapat ditangani dengan mudah. atau kombinasi dari keduanya.Menurut farmakope Indonesia Ed. . yang akan menimbulkan bercak warna setelah bereaksi dengan cuplikan.2 Uji kuantitatif Pengujian hidrokortison dapat dilakukan dengan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Larutan uji ditotolkan pada plat KLT diikuti dengan penotolan larutan baku. lapisan tersebut kemudian disemprot dengan suatu pereaksi. partisi. KCKT biasanya dilakukan pada suhu kamar. tergantung dari jenis zat penyangga. tapi yang terbaik yang bertitik didih 50-1000C. Peralatan KCKT memiliki kepekaan yamg sangat tinggi sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dan membutuhkan waktu yang tidak lama. cara pembuatan dan jenis pelarut yang digunakan.4. Setelah dilakukan pengelusian. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) atau High Perpormance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan suatu tekhnis analisis obat yang paling cepat berkembang. Cara ini ideal untuk analisis beragam obat dalam sediaan dan cairan biologi karena sederhana dan kepekaannya tinggi.2. Maka noda larutan uji akan menunjukkan warna dan harga Rf yang sama dengan noda larutan baku. 1991) 2. pelarut yang demikian mudah ditangani dan mudah menguap dari lapisan. Hampir segala macam pelarut dapat dipakai. (Gritter. lempeng yang dilapisi dapat dianggap sebagai kolom kromatografi terbuka dan pemisahan yang tercapai dapat didasarkan pada adsorbsi. IV. Campuran yang akan di kromatografi harus dilarutkan dalam pelarut yang agak nonpolar untuk ditotolkan pada lapisan.

untuk analisis yang tidak rumit. anorganik. . KCKT merupakan salah satu metode yang mempunyai banyak keuntungan. diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Cepatnya perkembangan KCKT didukung oleh perkembangan peralatan yang handal dan kolom yang efisien. Kimia Farma (persero) Tbk. sistem pompa tekanan tinggi. berbobot molekul tinggi. dapat dicapai waktu analisis kurang dari 5 menit. tidak tahan panas dan lain sebagainya. 3. kemampuan linarut berinteraksi dengan fase diam dan fase gerak memberikan parameter pencapaian pemisahan yang dikehendaki. 2. 1991) KCKT pada sat ini merupakan metode kromatografi cair paling akhir. dan detektor yang sensitif telah menyebabkan perubahan pada KCKT menjadi suatu sistem pemisahan dengan kecepatan dan efisiensi yang tinggi. KCKT digunakan untuk senyawa-senyawa tak atsiri. Daya pisahnya baik . Plant Medan. Cepat . Peka / detector unik . walaupun membutuhkan biaya yang relatif tidak sedikit tapi saat ini merupakan suatu tekhnik yang banyak digunakan pada perusahaan obat. Dalam beberapa tahun terakhir ini tekhnologi KCKT dan pemakaiannya sangat berkembang. Kepekaan dari peralatan KCKT sangat tinggi sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dan membutuhkan waktu yang tidak lama. detector yang dipakai adalah uv 254 nm yang dapat mendeteksi berbagai jenis senyawa dalam jumlah nanogram. (Munson. Diantaranya adalah PT.Kemajuan dalam tekhnologi kolom .

pompa harus mempunyai batas volume minimum sehingga memungkinkan pergantian pelarut dengan cepat dan elusi landaian secara efisien.1 . 6. Sistem Pompa Pompa harus tahan terhadap semua jenis pelarut. Baja anti karat jangan dipakai pada pelarut yang mengandung ion halida dan jika tandon harus bertekanan. Laju aliran biasanya dikendalikan dengan tombol pada pompa normal atau dengan mikroprosesor pada pompa niaga yang lebih canggih.dan jenis pelarut yang dipaki. Laju penurunan mutunya bergantung pada jenis cuplikan yang disuntikkan.4. Sehingga baja anti karat dan gelas menjadi pilihan.20 ml/ menit. (Johnson. Selain itu. kemurnian pelarut. karena detector tidak merusak cuplikan. Daya tampung tandon harus lebih dari 500 ml digunakan selama 4 jam untuk kecepatan alir 1 – 2 ml / menit. Kolom dapat dipakai kembali tetapi mutunya turun. 1991) . (Gritter.0 atau 0. Tandon pelarut Bahan tandon harus lembam terhadap fase gerak berair dan tidak berair. 5. dan dapat menghantarkan aliran terukur 0.01 – 1. ( Munson. harus bebas denyut. Mudah memperoleh kembali cuplikan . hindari penggunaan gelas. Pelarut dapat dihilangkan dengan penguapan . dapat mencapai tekanan sampai 6000 pada saat ini . 1991) Pada dasarnya alat KCKT terdiri dari : 1. Ideal untuk molekul besar dan ion.1991) 2.

Kolom preparatif : garis tengah 6 mm atau lebih panjang 25-100 cm. Pada saat pengisian terokan. . yaitu : a. hanya saja harus lembam. Kolom analitik : garis tengah dalam 2-6mm. 1991 ) 4. untuk menahan partikel yang dibawa fase gerak atau terokan. Pada saat penyuntikan. ( Munson. Garis tengah dalam pipa sebelum penyuntik tidak berpengaruh. ( Munson. hal ini dapat memperpanjang umur kolom. yang terpenting adalah sistem harus dapat mengatasi tekanan balik yang tinggi tanpa kehilangan terokan ( fase gerak ). b. tahan tekanan dan mampu dilewati pelarut dengan volume yang memadai. Penyuntik / Sistem penyuntik Cuplikan Teknik penyuntikan harus dilakukan dengan cepat untuk mencapai ketelitian maksimum pada analisis kuantitatif. ( Munson. 1991 ) 5. Dianjurkan untuk mamasang penyaring 2 μm dijalur antar penyuntik dan kolom. katup diputar sehingga fase gerak mengalir melewati keluk kolom. terokan dialirkan melewati keluk dan kelebihannya dikeluarkan ke pembuang.3. Kolom Kolom merupakan jantung kromatograf. kebersihan atau kegagalan analisis tergantung pada pilihan kolom dan kondisi kerja yang tepat. (Johnson. untuk kemasan mikropartikel biasanya panjang kolomnya 10-30 cm.1991). Pipa Pipa merupakan penyambung dari seluruh bagian sistem. untuk kemasan makropartikel panjang kolom 50 100 cm. 1991 ) Kolom dapat dibagi menjadi 2 kelompok.

Detektor Detektor harus memberikan cuplikan . KCKT biasanya adalah UV 254 nm. 1991 ) 8. ( Munson. fase gerak dan kepekaan yang tinggi dicapai. tanggapan yang dapat diramalkan .Pemilihan kolom yang dipakai untuk cuplikan yang sifatnya tidak dikenal berdasarkan pada sifat kimia umum linarut.Dari daftar . Detektor yang dipakai pada KCKT biasanya adalah UV 254 nm. peka. Bila tanggapan detektor lebih lambat dari elusi sampel timbullah pelebaran pita yang memperburuk pemisahan. biasanya berupa suatu perekam potensiometrik. Penguat Sinyal Pada umumnya sinyal yang berasal dari detektor diperkuat terlebih dahulusebelum disampaikan pada alat perekam otomatik yang sesuai. sifat kelarutan dan ukurannya. Dapat pula sinyal dikirimkan kepada suatu integrator digital elektronik untuk mengukur luas puncak kromatogram secara otomatik. pemilihan detektor KCKT tergantung pada sifat sampel. Bila tanggapan detektor lebih lambat dari elusi sampel timbullah pelebaran pita yang memperburuk pemisahan. Perekam Perekam merupakan salah satu dari bagian peralatan yang berfungsi merekam atau menunjukkan hasil pemeriksaan suatu senyawa berupa peak (puncak). ( Gritter. ( Munson. hasil yang efisien dan tidak terpengarung oleh perubahan suhu atau komposisi fase gerak. fase gerak dan kepekaan yang tinggi dicapai. Kolom dapat dikemas sendiri atau membeli kolom yang sudah dikemas. 1991 ) 7. 1991 ) 6. Pemilihan detektor KCKT tergantung pada sifat sampel.

(johnson. Daya pisah keseluruhan persatuan waktu campuran ditingkatkan c. . Pada kromatografi cair. Dalam pemisahan suatu senyawa secara KCKT biasanya digunakan suatu pelarut landaian yaitu pelarut yang dapat diubah-ubah kepolarannya sesuai dengan kebutuhan. Sesuai dengan detektor 4. Murni tanpa cemaran 2.tersebut. Mempunyai viskositas rendah 6. Berbagai macam pelarut dapat digunakan dalam metode KCKT tetapi harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini : 1.1991). Harganya wajar. Tidak bereaksi dengan kemasan 3.1991). susunan pelarut atau fase gerak merupakan salah satu peubah yang mempengaruhi pemisahan. Bentuk puncak diperbaiki (pembentukan ekor lebih kecil) d. Ada beberapa keuntungan jika digunakan pelarut landaian. Mudah memperoleh kembali cuplikan 7. Waktu analisis keseluruhan dapat berkurang b. Kepekaan efek ditingkatkan karena bentuk puncak kurang beragam. Dapat melarutkan cuplikan 5. diantaranya : a. secara kualitatif kita dapat mengetahui senyawa apa yang diperiksa (Munson.

dan pengadukan yang lambat tidak membuat emulsi yang baik.4. Masa yang meleleh dicampur sambil didinginkan sebab alkohol lemak. Sistem tertutup mencegah pemasukan udara pada waktu homogenisasi atau penggilingan. asam lemak dan malam tidak membentuk larutan benar dengan vaselin dan minyak mineral. . pemasukan udara dapat terjadi pada waktu pencampuran. 2.3 Pembuatan Krim Hidrokortison 2. Proses yang dapat dilakukan antara lain : a.1 Proses pembuatan krim dalam industri Pencampuran dan pengadukan merupakan hal yang kritik dalam pembuatan emulsi. maka akan dibawa melalui kolom bersama suatu fase gerak akibat adanya tekanan dari pompa. lalu dicampur dengan basis.Prinsip dari metode KCKT adalah : Bila sampel telah dimasukkan dengan suatu penyuntik KCKT. obat dilarutkan dalam lemak atau malam yang sedang melebur. Metode peleburan Krim dibuat secara peleburan. Data yang dihasilkan ditunjukkan berupa puncak oleh suatu perekam. atau dalam suatu komponen bahan pembawa. Pemasukan udara dapat dicegah tahap pertama mengemulsi bila fase satu dimasukkan ke dalam fase lain dengan mencegah terjadinya penceburan dan pengaliran. Masalah itu terjadi pada pembuatan dalam skala besar. pengadukan dengan kecepatan yang tinggi dapat memasukkan udara ke dalam hasil. tetapi mengkristal habis pelelehan bila temperatur turun. dan bila krim dipindahkan ke tangki penyimpanan.3. bejana atau hopper dari mesin pengisi.4. homogenisasi atau penggilingan.

Pembuatan fase air dan minyak. Komponen minyak atau campuran lemak dimasukkan ke dalam ketel terbungkus uap dan terbuat dari baja tak berkarat.b Pembuatan emulsi Waktu. Memindahkan sejumlah besar vaselin dilakukan dengan pemanasan dalam drum baja atau masukkan drum yang berisi vaselin dalam kamar panas ( 600 – 620 C). Vaselin dituangkan dengan cara dilebur dulu. b. Ketel tempat pembuatan harus bersih. maupun akibat aksi mekanis dari alat pengisi. setil alkohol dipilih yang terbentuk ‘ flake ‘ karena mudah dikerjakan. ( Anief. temperatur dan kerja mekanik merupakan tiga variabel dalam pembuatan emulsi dalam sediaan setengah padat ketiga faktor tersebut saling berhubungan dan perlu dikontrol sungguh – sungguh bila batch dalam jumlah besar dan kualitas yang tinggi dan akan dibuat ulangan. Vaselin yang cair disaring dengan kain saringan untuk menghilangkan kotoran atau zat asing. Homogenisasi Alat yang digunakan ialah roller mill. homogenizer tipe katup. dituang dari drum tempatnya atau dipompa. Asam stearat. 1997 ) . sebab sisa batch sebelumnya dan kontaminan asing dapat memberi efek yang berlawanan mengenai stabilitas dan kualitas emulsi. krim harus tahan terhadap gaya gesek yang timbul terhadap produk. Dispersi yang seragam dari obat yang tak larut dalam basis maupun pengecilan ukuran agregat lemak dilakukan dengan melalui homogenizer atau mill pada temperatur ( 300 – 400 ). colloid mill.

Homogenizer tipe katup.5. 1995). Alat yang digunakan untuk pengujian homogenitas ialah roller mill. Persyaratannya harus homogen sehingga krim yang dihasilkan mudah digunakan dan terdistribusi merata saat penggunaan pada kulit. (Lachman. 2.3 Stabilitas Tujuan pemeriksaan kestabilan obat adalah untuk menjamin bahwa setiap batch obat yang didistribusikan tetap memenuhi persyaratan yang ditetapkan meskipun sudah cukup lama dalam penyimpanan. warna. dan melebur pada suhu ± 213oC disertai peruraian. cara-cara penyimpanan yang perlu dicantumkan dalam label. bau.5. Dispersi yang seragam dari obat yang tidak larut dalam basis maupun pengecilan ukuran agregat lemak dilakukan dengan melalui homogenizer atau mill pada temperatur 30-40oC. (Anief. maupun akibat aksi mekanis dari alat pengisi.2 Homogenitas Pengujian homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah pada saat proses pembuatan krim bahan aktif obat dengan bahan dasarnya dan bahan tambahan lain yang diperlukan tercampur secara homogen. Krim harus tahan terhadap gaya gesek yang timbul akibat pemindahan produk. 1994).5. tidak berbau. yaitu serbuk hablur putih sampai praktis putih. Pemeriksaan kestabilan digunakan sebagai dasar penentuan batas kadaluarsa. Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV pemerian untuk hidrokortison.5 Evaluasi Mutu 2. dan suhu lebur. colloid mill.2. 2.1 Pemerian Pemeriksaan dilakukan terhadap bentuk. .

warna. Krim hidrokortison mengandung hidrokortison Asetat tidak kurang dari 90.Ketidakstabilan formulasi dapat dideteksi dengan pengamatan pada perubahan penampilan fisik.5. . (Ansel. elektroda kaca.5 Penetapan Kadar Zat Aktif Penetapan kadar dapat dilakukan dengan cara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Pengukuran dilakukan pada suhu ±250C. yaitu keragaman bobot atau keragaman kandungan.5. 1995 ) 2. 1995 ) 2. Persyaratan ini digunakan untuk sediaan yang mengandung satu zat aktif dan sediaan yang mengandung dua atau lebih zat aktif. sedangkan perubahan kimia yang terjadi hanya dapat dipastikan melalui analisis kimia. ( Dirjen. ( Dirjen POM. 2.0 % dari jumlah yang tertera pada etiket. rasa. kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi.5. dan elektroda pembanding yang sesuai seperti elektroda kalomel dan elektroda perak-perak klorida. bau.6 Keseragaman Sediaan Keseragaman sediaan dapat ditetapkan dengan dua metode.1989).4 pH Harga pH adalah harga yang ditunjukkan oleh pH meter yang telah dibakukan dan mampu mengukur harga pH sampai 0.0 % dan tidak lebih dari 110.02 unit pH menggunakan elektroda indikator yang peka terhadap aktivitas ion hidrogen. POM. dan tekstur dari formulasi tersebut.

Persyaratan keragaman bobot diterapkan pada produk yang mengandung zat aktif 50mg atau lebih yang merupakan 50% atau lebih. (Dirjen POM. . jika dalam jumlah kecil ditetapkan dengan persyaratan keseragaman kandungan. Keseragaman dari zat aktif lain.1995). dari bobot satuan sediaan. Karena zat aktifnya kurang dari 50% maka keseragaman sediaan ditentukan dengan keseragaman kandungan. Krim hidrokortison mengandung 2.5% zat aktif.

Related Interests