INTERVENSI KRISIS

Oleh :Teguh Purwanto Dalam kehidupan, manusia harus mengatasi masalah terus menerus untuk mempertahankan keseimbangan/balance antara stress dan mekanisme koping.

Jika tidak seimbang Krisis Merupakan bagian dari kehidupan Dapat terjadi Bentuk yang berbeda-beda Penyebab yang berbeda kstrernal /internal Krisis !dalah ketidakseimbangan psikologis yang merupakan hasil dari peristi"a yang menegangkan atau mengancam integritas diri. Pada keadaan krisis, indi#idu tidak mampu menyelesaikan masalah dengan cara penanganan $koping% yang biasa dipakai. Tiga periode terjadi krisis Pra krisis  Krisis  Post krisis Pra krisis &ndi#idu dapat ber'ungsi dengan baik dalam memenuhi kebutuhan. Krisis  &ndi#idu mengalami ancaman/bahaya --- disorganisasi dan ketidakseimbangan.  &ndi#idu mencoba menangani krisis dengan berbagai cara yang dimiliki /dengan bantuan orang lain. Post krisis  Penyelesaian krisis dapat menghasilkan. (. )ama dengan sebelum krisis. ----- *asil pemecahan masalah e'ekti'. +. ,ebih baik dari sebelum krisis. ---- &ndi#idu menentukan sumber - cara penanganan baru, .. ,ebih rendah dari sebelum krisis. ----- Jatuh ke malada'ti' Depresi curiga.

INTERVENSI KRISIS.perpisahan. Jika indi#idu tidak tahu apa yang dilakukan  Kecemasaan meningkatpenyelesaian masalah$-% Krisis.!M P M 2!*!3 M!)!. )ystem pendukung. - .kebakaran% b Peristi"a yang tidak terduga. &ndi#idu mempunyai koping yang siap dipakai setiap saat dalam mengatasi masalah.. Di P*K Diperkosa Dipenjara Mengalami bencana$kecelakaan. .perceraian.ahir. Krisis perkembangan $ Maturasi %. .!nak / De"asa / Ka"in .Manupause / 0ua / Meninggal.tidak pernah diduga/diharapkan. 0ujuan 1 Mengembaliakan indi#idu pada tingkat 'ungsi sebelum krisis. Diri sendiri 1 putus pacar dan lain-lain Peristi"a yang sangat traumatic .)epanjang daur kehidupan manusia terjadi perkembangan dimana manusia mengalami perubahan. 5!K064 ) &MB!37 8!37 P 4. +. Dukungan $-% Krisis. +.gagal sekolah. D!. Koping $kemampuan mengenai masalah%. Krisis situasi  0erjadi jika peristi"a eksternal tertentu menimbulkan ketidakseimbangan .!* K4&)&)-. *ubungan dalam keluarga 1 bertambah anggota keluarga. 2ontoh 1      Kematian orang yang dicintai. Presepsi peristi"a Persepsi yang realistis mendorong indi#idu menerima kenyataan  Pemecahan masalah $:%. Persepsi tidak realistis Pemecahan$-%. ♦ Dapat diduga ♦ 0idak dapat diduga a Peristi"a yang dapat diduga    Peristi"a kehidupan 1 mulai sekolah.TIPE KRISIS (.9 D&P 4*!0&K!3 1 (. *ubungan intim yang bermakna dengan lingkungan Memberikan dukungan sumber pada indi#idu.banjir.

Persepsi terhadap peristi"a . 7angguan proses dalam keluarga <..penerimaan. "I GNOS KEPER # T N 1 (.memberi dukungan. 0ujuan 1 menjauhkan sumber stress . Koping yang tidak e'ekti' .empati.menenangkan. )ikap terapeutik pera"at 1 kehilangan. . Pendidikan kesehatan tentang pencegahan krisis. Peristi"a pencetus. + Program &nter#ensi Krisis. +.respon adapti' secara dini terhadap situasi yang penuh stress. (. Koping . INTERVENSI KRISIS : ( Program !ntisipasi. &ndi#idu mampu menggunakan situasi krisis untuk 1 Mempelajari cara penanganan baru Menigkatakan e'ekti'itas cara penanganan yang biasa/lama. )ituasi mendukung.. 7angguan konsep diri PEREN$ N N Tujuan asuhan%. b )okongan 9mum. Ditujukan pada /     &ndi#idu Keluarga Kelompok Masyarakat Mengidenti'ikasi indi#idu tang mempunyai resiko tinggi untuk berkembangnya krisis mengajarkan strategi koping untuk menghindari berkembangnya krisis. 7angguan penyesuaian..PENGK !I N : (. a Manipulasi lingkungan. &ndi#idu mampu mengurangi dampak peristi"a. 7angguan interaksi sosial . Mengurangi rasa cemas/ketegangan Mengendalikan perasaan +. mempertahankan.. Mengubah lingkungan klien dengan segera. Penting.. +.

 Klari'ikasi Klien didorong untuk menguraikan secara lebih jelas hubungan beberapa peristi"a dalam kehidupan. Membantu klien untuk merasa berarti .  4ein'orcement. Keluarga sebagai system dukungan . &nter#ensi Krisis 8ang .berguna.c Pendekatan 9mum. 0erapi keluarga. d Pendekatan indi#idual. Memberikan respon yang $:% terhadap perilaku yang adapti'. Klien mengungkapkan perasaan dengan membicaraakan area emosi yang membebani. .nilai.ain.. =. Bersama klien mengidenti'ikasi alternati' pemecahan masalah . Mendorong klien menggunakan koping yang ada'ti' .menilai konsekuensinya. 0im bencana.  Menigkatkan harga diri.. Memberi asuhan pada kelompok resiko yang mempunyai masalah krisis yang sama. Pera"at .  Mengidenti'ikasi cara pemecahan masalah.kelompok membantu klien memecahkan masalah.emosi klien untuk kepentinganya melalui proses terapeutik. +. TE&NIK :  !breaction $Mengungkapakan perasaan %. (.  Manipulasi Menggunakan keinginan. Kelompok krisis. Klinik krisis ?.mengabaikan koping yang malada'ti'. Konseling melalui telepon >. 0ujuan 1 0ercapainya penyelesaian masalah dengan cepat. <. Kunjungan 4umah . e.  )aran Klien dipengaruhi untuk menerima ide atau keyakinan khususnya yang dapat dilakukan pera"at untuk membantu klien.  )okongan koping.