KOLESISTITIS AKUT

nyeri tekan. dan demam .DEFINISI  Radang pada kandung empedu. Kolesistitis terjadi apabila terjadinya  Reaksi inflamasi akut mahupun kronik dinding kandung empedu  Keluhan penyerta nyeri perut kanan atas.

3. 6. 2.ANAMNESA 1. 5. 4. IDENTITAS PASIEN KELUHAN UTAMA RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG RIWAYAT PENYAKIT DAHULU RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA RIWAYAT SOSIAL .

PEMERIKSAAN FISIK  Pemeriksaan TTV  Inspeksi  Palpasi  Perkusi  Auskultasi .

alkali fosfatase) Peninggian transaminase dan fosfatase alkali . SGPT.PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan Laboratorium     Bilirubin Leukositosis Enzim-enzim hati (SGOT.

 Radiologi      Foto otot polos Kolesistografi Ultrasonografi (USG) CT Scan ERCP .

.WORKING DIAGNOSIS  KOLESISTITIS AKUT .gejala klinis:    Kolik perut di sebelah kanan atas dan epigastrium Nyeri tekan Takikardia serta kenaikan suhu tubuh.

Pasien mengalami anoreksia dan sering mual dan muntah. Sakit menjalar ke skapula kanan dan dapat berlangsung sampai 60 menit tanpa reda. umumnya derajat . Ikterus dijumpai pada 20% kasus. Riwayat serangan yang sembuh spontan.Sambungan..

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS .

.

10%.ETIOLOGI  Stasis cairan empedu  Infeksi kuman  Iskemia dinding kandung empedu. .  Dengan batu kandung empedu (90%)  Tanpa adanya batu empedu (kolesistitis akutakalkulus)..

PENATALAKSANAAN 1. perbaik istatus hidrasi pasien  Pemberian nutrisi parenteral  Diet ringan  Koreksi elektrolit . NON MEDIKA MENTOSA  Diperlukan periode stabilisasi di rumah sakit sebelum kolesistektomi.  Istirahat total.

sefalosporin dan metronidazol)  Anti – emetik atau dipasang nasogastrik tube untuk mencegah mual dan muntah  CCK secara intravena diberikan supaya dapat membantu merangsang pengosongan kandung empedu dan mencegah statis aliran empedu lebih lanjut. . MEDIKA MENTOSA  Petidin dan antispasmodik (obat penghilang nyeri)  Antibiotik (golongan ampisilin.

 TERAPI BEDAH  Kolesistostomi .

Pasien dinasihatkan untuk menurunkan berat badan. .EDUKASI Menghindari makanan berlemak dan kolesterol yang tinggi.

KOMPLIKASI  Empiema dan hyrops  Gangren dan perforasi  Fistula dan batu empedu ileus .

PROGNOSIS  Penyembuhan 85% kasus  Tindakan bedah akut pada pasien tua (>75 tahun) mempunyai prognosis yang jelek di samping kemungkinan timbul komplikasi pasca bedah. .

usia > 40.KESIMPULAN  Kolesistitis akut lebih banyak ditemukan pada wanita. anoreksia dan demam . takikardia. mual. muntah.  Pasien – pasien yang menerima nutrisi parenteral total (TPN) beresiko menderita kolesistitis akut  Pasien sering mengeluhkan nyeri perut kanan atas sakit bila ditekan (tandaMurphy positif).

Related Interests