You are on page 1of 15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN

HIPERTENSI
KONSEP DASAR PENYAKIT.
I. PENGERTIAN Tekanan mempunyai dua komponen, yaitu kekuatan pendorong (disebut tekanan sistolik), yang berpengaruh pada darah karena kontraksi otot jantung. Dan kekuatan penahan atau ketegangan (disebut tekanan diastolik). Tekanan darah adalah ukuran dari kedua kekuatan ini. Tekanan sistolik selalu lebih tinggi daripada tekanan diastolik, dan tekanan darah naik atau turun sejalan dengan detak jantung masing-masing. Tekanan darah normal adalah refleksi dari cor dengan resistensi peripheral. Tingginya tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mmHg). Pada orang de asa biasanya tingginya !"#$!%# sistolik, &#'# diastolik. Pada anak-anak biasanya agak lebih rendah, biasanya sekitar '#()# mmHg. Tekanan darah tinggi diakibatkan perubahan dalam mekanisme tekanan darah normal, yaitu*

+antung berdenyut terlalu kuat sehingga dapat meningkatkan angka sistolik. ,pabila pembuluh darah kecil menyempit secara tidak normal, sehingga memperbesar tahanan. Terhadap aliran darah yang melaluinya dan meningkatkan

tekanan diastolik. Dalam kasus tekanan darah tinggi, biasanya kedua tekanan itu naik secara keseluruhan. -uatu peningkatan dalam tekanan diastolik jauh lebih sering daripada suatu peningkatan tekanan sistolik. Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat diartikan peningkatan dari sistolik tekanan standar yang dihubungkan dengan usia. ,da dua tipe hipertensi

!. Primary (essensial) hypertension. ,dalah hipertensi paling umum dan termasuk ./-.' 0 indi1idu menderita penyakit ini. Hipertensi primer, terbagi atas * Benigna hipertensi * serangan secara berangsur-angsur dan aktunya lama Maligna hipertensi * serangan secara tiba-tiba dan cepat

.. -econdary hypertension. ,dalah atribut dari kondisi yang patologi, jika pengobatan akan menyebabkan tekanan darah kembali normal dan terhitung /-!/ 0 nya dari populasi jenis ini. Tipe ini timbul dari suatu penyakit sistem kardio1askular, sistem ginjal atau sistem neurologis. II. ETIOLOGI. Hipertensi adalah penyakit dari tengah mas de asa. Diperkirakan satu dalam enam indi1idu mempunyai tekanan darah tinggi. +arang terjadi pada anak-anak. 2aktor-faktor penyebab antara lain* !. ,ge (usia) Paling sering(tinggi pada usia "#-%# tahun .. +enis kelamin 3omplikasi hipertensi meningkat pada laki-laki ". 4i ayat keluarga &/0 klien menderita hipertensi mempunyai ri ayat keluarga hipertensi %. 5besitas 6eningkatnya berat badan pada masa anak-anak atau usia pertengahan, resiko hipertensi meningkat. /. -erum lipid 6eningkatnya trygliserida atau cholesterol meningkatkan resiko hipertensi

). Diet 6eningkatnya resiko hipertensi pada diet tinggi sodium, tinggi lemak dan tinggi kalori. &. 6erokok 4esiko dihubungkan dengan jumlah rokok, lamanya merokok III. PATOFISIOLOGI. 7aroreseptor mengontrol peregangan dinding arteri dengan menghalang-halangi pusat 1asokonstriksi medulla. Hipotesa ini berpengaruh dengan mekanisme untuk meningkatkan tekanan darah. Patofisiologi hipertensi lain dapat diakibatkan faktor* 3etidakcocokan sekresi renin Pengaruh ginjal Peranan 1asokonstriksi subtance, prostaglandin dan kalikrein IV. TANDA DAN GEJALA !. Tekanan darah systole di atas !%# mmHg dan diastole di atas '# mmHg. .. Pada mata, pembuluh darah retina menjadi tipis, licin atau bisa hemorragi (pada pemeriksaan opthalmoskop) ". -akit kepala, nause, 1omitus pada pagi hari %. Terdapat sesak nafas pada klien yang mengalami gagal jantung /. 5edema perifer jika terdapat pada gagal jantung kanan ). Pasien mengeluh palpitasi &. Pasien menjadi pelupa dan lekas marah 8. 7isa terjadi epistaksis, akibat penambahan tekanan pada sistem sirkulasi V. PEMBERIAN TERAPI OBAT. !. 5bat yang bekerja cepat

a.

Natrium Nitroprusid. )-.## mg(menit dengan infus 9:. Tujuannya menurunkan tekanan darah diastole sampai !!# mmHg dalam ! jam

b. c.

Diazoksid (hiperstat). &/-"## mg 9:. Dipakai pada preeklamsi atau hipertensi kehamilan. Trimetafan (Arfonad). ;aitu obat penghambat ganglion, ! amp /## mg dalam ! de<trose /0 dan air diberi 9: dengan kecepatan !-% ml(menit

.. 5bat yang bekerja cukup berat a. b. c. Reserpik !-.,/ mg 96 tiap 8 jam Hidralazin (apresolin) /-.# mg 96 setiap .-% jam 6etildopa (aldomet) /## mg 9: setiap .-% jam. =feknya lambat, berlangsung selama 8-!. jam. 7ila tekanan darah terkontrol, minoksidit > diuretik diberikan per oral dan obat anti hipertensi oral lain ditambah bila perlu. 5bat parenteral diturunkan secara perlahan-perlahan dalam periode .-" hari. VI. KOMPLIKASI PENYAKIT Peningkatan tekanan arterial dapat menyebabkan hal-hal berikut ini* !. 3egagalan jantung sekunder terhadap peningkatan kerja jantung dan isufisiensi koroner relatif atau absolut. .. Timbulnya atheroma, terutama di dalam arteri serebral atau koroner dengan sindrom-sindrom yang diakibatkan oleh oklusi 1askuler. ". ?ekrosis 1askuler akut yang diakibatkan oleh peninggian tekanan diastolik yang cepat dan terus-menerus (biasanya lebih dari !"# mmHg) dapat menimbulkan komplikasi yang disebut sebagai fase maligna dengan perdarahan, eksudat dan oedema papil didalam fundus, gangguan 1isual dan gejala-gejala sistem saraf pusat dan ensephalopati hipertensif (gagal ginjal)
%. -troke hemorragik. /. Dissecting aorta.

ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTENSI


Hipertensi: Didefinisikan oleh Joint National ommittee !n Dete"tion# $%aluation and Treatment of High Blood &ressure (JN ) sebagai tekanan yang lebih tinggi dari !%#('# mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang dari tekanan darah normal tinggi sampai hipertensi maligna. 3eadaan ini dikategorikan sebagai primer(essensial (hampir '#0 dari semua kasus) atau sekunder sebagai akibat dari kondisi patologi yang dapat dikenali, seringkali dapat diperbaiki. DATA DASAR PENGKAJIAN PASIEN 1. Aktivitas isti!a"at @ejala Tanda #. Si!k$%asi @ejala * 4i ayat hipertensi, dan aterosklerosis, penyakit penyakit jantung episode koroner(katup Tanda serebro1askuler, * 3elemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton. * 2rekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, takipnea.

palpitasi, perspirasi. * 3enaikan TD (pengukuran serial dari pengukuran tekanan darah diperlukan). ?adi* Denyutan jelas dari karotis, jugularis, radialis, untuk menegakkan diagnosis). Hipotensi postural (mungkin berhubungan dengan regimen obat). Perbedaan denyut, seperti denyut femoral melambat sebagai kompensasi denyutan radialis atau brachialis. Denyut popliteal, tibialis posterior, pedalis tidak teraba atau lemah. Denyut apikal* P69 kemungkinan bergeser dan(atau sangat kuat.

2rekuensi irama* Takikardi, berbagai disritmia 7unyi jantung* Terdengar -. pada dasar, -" (AH2 dini), -% (pengerasan 1entrikel kiri(hipertropi 1entrikel). 6urmur stenosis 1al1ular. Desiran 1askuler terdengar di atas karotis, femoralis, atau epigastrium (stenosis arteri). D:+ (distensi 1ena jugularis), kongesti 1ena. =kstremitas* (1asokontriksi Perubahan perifer), arna pengisian kulit, suhu dingin mungkin kapiler

lambat(tertunda (1asokontriksi) 3ulit* Pucat, sianosis dan diaforesis (kongesti, hipoksemia), kemerahan (feokromositoma). &. I't()!itas E)* @ejala * 4i ayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi, euforia atau marah kronis (dapat mengindikasikan kerusakan serebral). Tanda * Betupan 2aktor-faktor sesuai hati, stress gelisah, multipel (hubungan, kontinu keuangan, yang berkaitan dengan pekerjaan). penyempitan perhatian, tangisan yang meledak, gerak tangan empati, otot muka tegang (khususnya sekitar mata), gerakan fisik cepat, pernafasan menghela, peningkatan pola bicara. +. E%i,i'asi @ejala * @angguan ginjal saat ini atau yang lalu (seperti infeksi(obstruksi atau ri ayat penyakit ginjal masa lalu). -. Maka'a' .ai!a' @ejala * 6akanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kolesterol (seperti makanan yang digoreng, keju, telur), gula-gula yang ber arna hitam, kandungan tinggi kalori. 6ual muntah, perubahan berat badan akhir-akhir ini (meningkat(turun). 4i ayat penggunaan diuretik.

Tanda

* 7erat badan normal(obesitas. ,danya edema (mungkin umum atau tertentu)C kongesti 1ena, D:+, glikosuria (hampir !#0 pasien hipertensi adalah diabetik)

/. N($!* S('s*!i @ejala * 3eluhan pening(pusing. 7erdenyut, sakit kepala oksipital (terjadi pada saat bangun dan menghilang secara spontan setelah beberapa jam). =pisode bebas dan(atau kelemahan pada Tanda salah satu sisi tubuh. @angguan penglihatan (diplopia, penglihatan kabur). =pisode epistaksis. * -tatus mental, perubahan keterjagaan, orientasi, pola(isi bicara, afek, proses fikir, atau memori (ingatan). 4espon motorik* penurunan kekuatan genggaman tangan dan(atau refleks tendon dalam. Perubahan-perubahan retina optik* dari sklerosis( penyempitan arteri ringan sampai berat dan perubahan sklerotik dengan edema atau papil edema. =ksudat dan hemoragi tergantung pada berat(lamanya hipertensi. 0. N1(!i k(ti2ak'1a,a'a' @ejala * ,ngina (penyakit arteri coroner(keterlibatan jantung). ?yeri hilang kepala timbul oksipital pada berat tungkai(klaudikasi seperti yang pernah (indikasi terjadi arteriosklerosis pada arteri ekstremitas ba ah). -akit sebelumnya. ?yeri abdomen(masa (feokromositoma). 3. P(!'a4asa' (-ecara umum berhubungan dengan efek kardiopulmonal tahap lanjut dari hipertensi menetap(berat). @ejala * Dispnea yang berkaitan dengan akti1itas(kerja. Takhipnea, orthopnea, dispnea nocturnal paro<imal. 7atuk dengan( tanpa pembentukan sputum. 4i ayat merokok.

Tanda

* Distress respirasi penggunaan otot aksesori pernafasan, bunyi nafas tambahan (krekles(mengi) sianosis.

5. K(a,a'a' @ejala * @angguan koordinasi(cara berjalan. =pisoder parestesia unilateral transien hipotensi postural. 16. P(,7(%a8a!a' 9('1$%$"a' @ejala * 2aktor-faktor resiko keluarga* hipertensi, atherosklerosis, penyakit jantung, D6, penyakit serebro 1askuler(ginjal. 2aktor-faktor resiko etnik, seperti orang ,frika, ,merika, ,sia Tenggara. Penggunaan pil 37 atau hormon lain, penggunaan obat(alkohol. 11. P(!ti,7a')a' !('.a'a 9(,$%a')a' D4@ menunjukkan rata lamanya di ra at %-!. hari. 7antu dengan pemanatauan diri terhadap perubahan dalam terapi obat. 1#. P(,(!iksaa' 2ia)'*stik Hemoglo'in(hematokrit 7ukan diagnostik tetapi mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap 1olume cairan (1iskositas) dan dapat mengindikasikan faktor-faktor resiko seperti hiperkoagulabilitas, anemia. B)N(kreatinin 6emberikan informasi tentang perfusi(fungsi ginjal. *lukosa Hiperglikemia (diabetes melitus adalah pencetus hipertensi) dapat diakibatkan oleh peningkatan kadar katekolamin (meningkatkan hipertensi). +alsium serum Hipokalemia dapat mengindikasikan adanya aldosteron utama (penyebab) atau menjadi efek samping terapi diuretik +olesterol dan trigliserida serum Peningkatan kadar dapat mengindikasikan pencetus untuk(adanya pembetukan plak ateromatosa (efek kardio1askuler).

&emeriksaan t,roid Hipertiroidisme dapat menimbulkan 1asokonstriksi dan hipertensi. +adar aldosteron urine( serum Dntuk mengkaji aldosteronisme primer (penyebab). )rinalisa Darah, protein, glukosa, mengisyaratkan disfungsi ginjal dan(atau adanya D6 -MA urine (meta'olit katekolamin) 3enaikan dapat mengindikasikan adanya feokromositoma bila hipertensi hilang timbul Asam urat Hiperurisemia telah menjadi implikasi sebagai faktor resiko terjadinya hipertensi .teroid urine 3enaikan dapat di mengindikasikan hiperadrenalisme, feokromositoma atau disfungsi pituitary, sindrom AushingEs, kadar renin dapat juga meningkat. /-&* Dapat mengidentifikasi penyebab hipertensi, seperti penyakit parenkim ginjal, batu ginjal(ureter. 0oto dada1 Dapat menunjukan obstruksi kalsifikasi pada area katupC deposit pada dan(atau takik aortaC pembesaran jantung. T .kan1 6engkaji tumor serebral, A-2, ensefalopati atau feokromositoma. $+*1 Dapat menunjukan pembesaran jantung, pola regang, konduksi. atatan1 Buas, peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi

Dia)'*sa K(9(!a:ata' Ya') La;i, M$'.$% 1. R(sik* ti'))i t(!"a2a9 9('$!$'a' .$!a" 8a't$')< berhubungan dengan:

Peningkatan after load, 1asokonstriksi 9skemia miokard Hipertropi(rigiditas (kekakuan) 1entrikular.

3riteria e1aluasi*

3lien berpartisipasi dalam akti1itas yang menurunkan TD(beban kerja jantung 6empertahankan TD dalam rentang indi1idu yang dapat diterima 6emperlihatkan irama dan frekuensi jantung stabil dalam rentang normal pasien TINDAKAN INTERVENSI RASIONAL

Mandiri !. Pantau TD, ukur pada kedua !. tangan untuk e1aluasi a al. bih .. Aatat keberadaan, kualitas denyutan sentral dan perifer. .. 1askular. Denyutan karotis, juguralis, femoralis dan radialis mungkin teramati(terpalpasi. Denyutan pada tungkai mungkin menurun, mencerminkan efek dari 1asokonstriksi ". ,mati arna kulit, kelembaban, suhu dan masa ". pengisian kapiler. (peningkatan -:4) dan kongesti 1ena. ,danya pucat, dingin kulit lembab dan masa pengisian Perbandingan dari tekanan memberikan gambaran yang lelengkap tentang keterlibatan ( bidang masalah

kapiler kaitan %. Aatat edema umum(tertentu. %. /. 7erikan tenang, lingkungan nyaman, yang kurangi /.

lambat dengan

mungkin

ber-

1asokonstriksi

atau mencerminkan dekompensasi (penurunan curah jantung. Dapat dan 1askuler. 6embantu meningkat-kan relaksasi. untuk menurunkan rangsang simpatisC mengindikasikan gagal jantung, kerusakan ginjal

akti1itas (keributan lingkungan. 7atasi jumlah pengunjung dan lamanya tinggal. ). Pertahankan akti1i-tas, tempat klien seperti tidurC pembatasan istirahat di ).

6enurunkan ruhi tekanan

stress darah

dan dan

jad al

periode akti1itas sesuai relaksasi, &. akti1itas

ketegangan yang mempengaperjalanan penyakit hipertensi.

istirahat tanpa gangguanC 7antu melakukan diri teknik pera atan kebutuhan. &. ,njurkan panduan pengalihan. 8. Pantau respon terhadap obat 8. untuk mengontrol TD.

Dapat

menurunkan

imajinasi,

rangsangan yang menimbulkan stress, membuat efek tenang, sehingga akan menurunkan TD. 4espon terhadap terapi obat FsteppedG 1asodilator) (yang terdiri atas pada diuretik, inhibitor simpatis dan tergantung indi1idu dan efek sinergis obat. 3arena efek samping tersebut, maka penting untuk menggunakan obat dalam jumlah paling

sedikit dan dosis paling rendah. Kolaborasi 3olaborasi dalam pemberian * !. Diuretik, inhibitor simpatis, !. 1asodilator, adrenergik. bloker neuron Diuretik memperkuat agenagen anti hipertensif lain dengan membatasi retensi air. 9nhibitor simpatis secara umum menurunkan TD melalui efek konbinasi penurunan tahanan total ferifer, menurunkan curah jantung, menghambat akti1itas simpatis dan menekan pelepasan renin. :asodilator mengakibatkan 1asodilatasi 1askuler jantung sehat dan meningkatkan aliran darah koroner. 7loker neuron adrenergik menurunkan akti1itas konstriksi arteri dan 1ena pada ujung saraf simpatis. .. 7erikan pembatasan cairan .. dan diit natrium sesuai indikasi. Pembatasan ini dapat menangani retensi cairan dengan respon hipertensif, dengan demikian menurunkan beban kerja jantung #. I't*%(!a' aktivitas< berhubungan dengan :

3elemahan umum 3etidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.

3riteria e1aluasi*

7erpartisipasi dalam akti1itas yang diinginkan(diperlukan

6elaporkan peningkatan dalam toleransi akti1itas yang dapat diukur 6enunjukkan penurunan dalam tanda-tanda intoleransi fisiologis TINDAKAN INTERVENSI RASIONAL

Mandiri !. 3aji respon klien terhadap !. akti1itas, perhatikan frekuensi nadi lebih dari .# kali per menit di atas frekuensi TD istirahatC nyata akti1itas peningkatan yang 6enyebutkan mem-bantu akti1itas merupakan dalam dan parameter mengkaji bila ada dari

respon fisiologi terhadap stress indikator

selama(sesudah

kelebihan kerja yang berkaitan dengan tingkat akti1itas.

(tekanan sistolik meningkat %# mmHg atau tekanan diastolik meningkat .# mmHg)C dispnea atau nyeri dadaC keletihan dan kelemahan .. yang berlebihanC tentang .. energi, kursi gigi, ". dorongan jika untuk di akti1itas(pera atan dapat 7erikan bantuan diaforesisC pusing atau pingsan. 9nstruksikan teknik misalnya rambut perlahan. ". diri 7erikan melakukan toleransi. klien

Teknik

menghemat

energi

penghematan menggunakan atau menyikat

mengurangi penggunaan energi, juga membantu keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. 3emajuan akti1itas bertahap mencegah peningkatan kerja jantung tiba-tiba. 6emberikan bantuan hanya sebatas kebutuhan akan mendorong kemandirian dalam me-lakukan akti1itas.

saat mandi, duduk saat menyisir melakukan akti1itas dengan

bertahap

sesuai kebutuhan.

&. N1(!i =ak$t>< sakit k(9a%a< berhubungan dengan :

Peningkatan tekanan 1askular serebral

3riteria e1aluasi

6elaporkan nyeri(ketidaknyamanan hilang(terkontrol 6engungkapkan metode yang memberikan pengurangan 6engikuti regimen farmakologi yang diresepkan TINDAKAN INTERVENSI RASIONAL

Mandiri !. .. 6empertahankan tirah baring !. selama fase akut 7erikan tindakan non .. farmakologi untuk menghilangkan rasa sakit kepalaC misal* kompres pijatan dingin punggung pada dan dahi, leher, 6eminimalkan stimulasi ( me-ningkatkan relaksasi Tindakan yang menurunkan tekanan 1askuler serebral dan yang memperlambat( memblok respon simpatis efektif dalam menghilang-kan sakit kepala dan komplikasinya.

tenang, redupkan lampu kamar, teknik relaksasi (panduan imajinasi, ". distraksi) ( dan akti1itas aktu senggang Hilangkan akti1itas dapat kepala. 7,7, %. bungkuk. 7antu klien dalam ambulasi sesuai kebutuhan. minimalkan ". yang sakit saat mem%.

,kti1itas yang meningkatkan 1asokonstriksi sakit kepala menyebabkan pada adanya

1asokonstriksi meningkatkan 6is* mengejan panjang,

peningkatan tekanan 1askular serebral. Pusing kabur dan penglihatan berhubungan sering

batuk

dengan sa-kit kepala. Pasien juga dapat mengalami episode

hipotensi postural. /. /. 7erikan cairan, makanan lunak, pera atan mulut yang teratur bila terjadi perdarahan hidung atau kompres hidung telah dilakukan untuk menghentikan perdarahan. 6eningkatkan mengganggu membutuhkan mulut, kenyamanan atau dengan stagnasi umum. 3ompres hidung dapat menelan nafas

menimbulkan

sekresi oral dan mengeringkan membran mukosa.

Kolaborasi !. 7erikan sesuai indikasi* analgetik, antiansietas

!.

,nalgetik mengontrol saraf dan

menurunkan nyeri

( dan

menurunkan rangsang sistem simpatis. ,ntiansietas yang dapat mengurangi ketegangan ketidaknyamanan diperberat oleh stress.

Daftar Pustaka*
Doenges, 6arlynn =, Rencana Asuhan Keperawatan# =disi 999, =@A, .###, +akarta -iau , -oen B, Hipertensi# Aet. 9, Debora Publishers, !''%, +akarta -mith, Tom, Dr, Tekanan Darah Tinggi# ,rcan, !''!, +akarta Hatts, Da1id H, Terapi Medik, =disi !&, =@A, !'8%, +akarta.