Epidemiologi penyakit kardiovaskular

Di negara berkembang penyakit infeksi masih me rupakan penyebab kesakitan dan kematian yang terbesar, tetapi belakangan ini penyakit tidak menular( salah satunya adalah penyakit kardiovaskular) ikut menjadi problema kesehatan ma syarakat yang penting dan serius karena fre kuensinya cenderung meningkat dengan pesat. Berbagai usaha dilakukan untuk mengendalikan hal tersebut diatas sehingga menambah umur harapan hidup.

Tahun 2006 diperkirakan umur harapan hidup di Indonesia adalah laki-laki 67 tahun, wanita 71 tahun, rata-rata 69 tahun. Dan ini akan bertam bah terus sejalan dengan usaha-usaha pemerin tah dalam menaikkan tingkat kesejahteraan rak yat Indonesia Salah satunya adalah programprogram pencegahan dan penanggulangan terhadap penyakit kardiovaskular

.000 penduduk ) dan kematian PJK 25% terjadi pada usia < 65 tahun.EPIDEMIOLOGI : Penyakit kardiovaskular khususnya penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian setiap tahunnya di Amerika serikat (mortality rate 250 tiap 100. wanita lebih besar risikonya menderita angina pectoris sedangkan laki-laki myocard infarc dan sudden death.

Di Indonesia tahun 2001 prevalensi PJK 420 per 100 000 penduduk dan mencakup 26. Betambahnya umur : makin bertambah umur. FAKTOR RISIKO : 1. Jenis kelamin : laki-laki mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan perempuan .3% dari seluruh kematian. makin besar risiko. 2.

5% Kontrasepsi oral pada perokok ↑risiko stroke . Merokok : Risiko relatif pada perokok naik 20%. Penurunan perokok sebesar 20% menurun kan risiko PJK sebesar 10.3. jumlah kematian karena rokok = kanker paru. Target : stop merokok pada yang berisiko dan familinya dan cegah adanya perokok pasif.

Maluku 19. Bengkuluu (34.3%).6%). Secara nasional rata2 penduduk > 10 th yang merokok tiap hari adalah 24 %.2 %. 29 – 32 % . yang terendah di Prov.1%) & Gorontalo(32. Presentasi perokok tertinggi pada umur produktif 25 – 64 th.Prevalensi perokok di Indonesia tertinggi di Provinsi Lampung (34.

Presentasi tertinggi pada penduduk tamat SMU.2 % dengan rata2 12 batang perhari.Sedang pada kelompok 10-14 th 0. tertinggi di NAD 19 batang.7 % dan 15 – 24 th 17 %. Secara nasional prevalensi 29.NTB. Pria > wanita ( sampai 10 X). rendah di Bali.DKI & jateng ( 9 batang ) . dipedesaan sedikit lebih tinggi dari perkotaan.

1%) .2 % ( 30 X angka nasional 0.Rata-rata jumlah batang rokok yang diisap ♀ (16 batang)lebih banyak dibandingkan ♂ (12 batang) Menurut kapan mulai merokok pada penduduk > 10 tahun tertinggi di Papua pada umur 5 – 9 tahun 3.

total ko lesterol & trigliserida serta rendahnya kadar HDL-C menaikkan risiko terjadinya gangguan kardio-vaskular. lemak hewani dll .4. Perlu melakukan diet mengu rangi konsumsi susu. mentega. telur. Kolesterol : tingginya kadar LDL-C.

laki-laki > 35mg/dl . Low Density Lipoprotein (LDL) & Very Low Density Lipoprotein (VLDL).Pengukuran total kolesterol (TK) terutama dituju kan pada laki-laki 45 – 60 tahun . kadar yang baik wanita > 50mg/dl. HDL > mencegah PJK. bila >200mg/dl ha rus lebih sering melakukan pemeriksaan. TK merupakan jumlah High Density Lipoprotein(HDL). TK = HDL + LDL + (Trigliseride/5) Kadar TK yang baik < 200mg/dl.

5.Rasio TC/HDL nor mal < 5.Rasio LDL/HDL normal < 3. Ini untuk menilai PJK. HDL < 35mg/dl &trigliseride >299mg/dl  ↑ PJK LDL kolesterol Kadar LDL Goal Tanpa PJK + < 2faktor ≥ 190 mg/dl < 160 mg/dl risiko Tanpa PJK + ≥ 2 faktor ≥ 160 mg/dl < 130 mg/dl risiko Dengan PJK ≥130 mg/dl ≤ 100 mg/dl .

Studi longitodinal menunjukan risiko terjadinya PJK meningkat 1% untuk setiap kenaikan 1mg/dl kolesterol 5 TEKANAN DARAH : Penurunan tekanan darah diastolik sebesar 2 mmHg mampu menurunkan risiko PJK di masyarakat > 5% .Pengobatan juga diberikan bila kadar kolesterol > 240 mg/dl + 2 faktor risiko atau > 285 mg/dl tanpa faktor risiko.

Tingkat(stage) hipertensi Tek Drh Sistolik Tek Drh Diastolik Interpretasi (mm Hg) (mm Hg) <120 120 -129 130 -139 140 – 159 160 -179 180 – 209 ≥ 210 <80 80 -84 85 – 89 90 – 99 100 – 109 110 – 119 ≥ 120 Optimal Normal High normal Mild hypertension Moderate Severe Very severe .

Optimal/normal : monitoring setiap 2 tahun High normal : monitoring setiap 1 tahun Stage 1 (mild hypertension) obati dan evaluasi tiap 2 bulan Stage 2 (moderate) idem tiap 1 bulan Stage 3 (severe) idem tiap 1 minggu Stage 4 (very severe) obati dan evaluasi segera Tujuan utama menurunkan tekanan darah sampai normal. . mencegah kerusakan target organ.

6.1%. PENDIDIKAN : program pendidikan pada masyarakat meningkatkan minat mengontrol tekanan darah dari 16. berjalan cepat 30 menit minimal 3 kali seminggu menurunkan risiko PJK. Program ini ditujukan terutama pada kelompok risiko . hipertensi.5% menjadi 34. OLAH RAGA : Olah raga teratur mencegah PJK. merokok dan riwayat keluarga 7. independen dari faktor risiko seperti hiperkolesterolemia.

8. kegemukan. skrining dan penanggulangan ( pengobatan) sekiranya diperlukan . Diabetes Mellitus . Alkoholisme stres dll : perlu adanya perubahan perilaku.

l dengan skrining untuk mencegah komplikasi misalnya pemerik saan EKG pada ♂ > 40 tahun dengan > 2 faktor risiko.l : merokok. pada kelompok yang melayani masyarakat misal pilot . olahraga *Pencegahan sekunder : a. pada mareka yang mulai berolahraga.* Pencegahan primer : ditujukan untuk merubah perilaku dalam hal a. diet.

* Pencegahan tersier : berupa disability limitation memberikan pengobatan pada mareka yang menderita tekanan darah tinggi dan kadar koles terol yang tinggi. kadar gula darah tinggi dll .

WHAT CAN BE DONE ? Scientific evidence suggests there are major health benefits in : * Eating more fruit and vegetables. as well as nuts and whole grains * Daily phisical activity * Moving from saturated animal fats to unsaturat ed vegetable oil-based fats .

salty and sugary foods in diet * Maintaining a normal body weight (within the Body Mass Index (BMI) range of 18.9) * Stopping smoking Good health demans a “life course” approach to eating and physical activity that begins with prepregnancy. includes breast feeding and extends to old age .* Cutting amount of fatty.5 to 24.

makin tinggi pendidikan makin baik.Prevalensi kurang makan buah & sayur pada penduduk > 10 tahun di Indonesia 93.7 %). urban = rural. Yogyakarta (86. teren dah di Riau (97.1 %) & Lampung (87.Gorontalo (83. semakin tinggi peneluaran semakin baik.3 %).6 %.9 %) & Sumbar (97.8 %) dan yang dibawah rata-rata prov. Kelompok umur yang paling kurang > 75 th (95.5 %). laki = perempuan .

sedang(2) dan berjalan . secara kumulatif 150 menit dalam 5 hari / minggu + data intensitas berat(4). Berdasarkan lama waktu aktivitas 10 menit/ kali tanpa henti.Aktifitas fisik : bermanfaat untuk mengatur berat badan dan menguatkan sistem jantung & pembuluh darah.

rural 42.4 %.9 %.7 %) & Riau(60. Umur.Prevalensi kurang aktifitas fisik pada umur >10 th : secara nasional 48. paling tinggi > 75 th 76 % & 10 -14th 66. ♀ 54. urban 57.2 %.4 %) dan Bengkulu (40.3 %).1 %). yang tinggi di prov. Sulteng (39. Kaltim (61.4 % .5%. makin tinggi pendidikan makin tinggi.2 %) dan rendah di NTT (27.5 % & ♂ 41.

5 % dan Berpenyedap 77. Angka rata2 di Indonesia : manis 65.3 % .5 %.8% .Diawetkan 6. Asin 24. Dipanggang 4. Berkafein 36. Berlemak 12.8 %.2 %. Jeroan 2% . Penduduk berumur > 10 th.9% .Pola konsumsi makanan berisiko : sering berarti mengkonsumsi satu kali atau > dalam sehari.

terendah di NTT 4.8 %.Manis : tertinggi di Kalimantan selatan 83. terendah di NAD 33. terendah di Bali 44.9%. terendah di Sulawesi tengah 5.6%. Asin : tertinggi di Jawa barat 54.3% Penyedap : tertinggi di Kalimantan tengah 92.5%. Makanan berlemak : tertinggi di Gorontalo 25.8 %.7 %.6 % .

terendah di Kalimantan barat 1.9 %. terendah di Sulawesi tengah 0. terendah di gorontalo 2. terendah di Yogyakarta 11.2 %.6 % .2 % Jeroan : tertinggi di Riau 4.0%.3 % Diawetkan : tertinggi di DKI jakarta 16.Berkafein : tertinggi di Bali 62.7% Dipanggang : tertinggi di Papua 38.0%.

jeroan. Menurut jenis kelamin : ♂ cenderung > sering mengkonsumsi yang manis dan berkafein dibanding ♀.Menurut umur : manis. Kafein & penyedap meningkat sesuai peningkatan usia. berlemak.lain hampir sama ♂ & ♀ . asin. dipanggang & diawetkan cende rung menurun setelah usia 45 th. setelah 55 th cenderung menurun. yang lain .

yang lain tak ada beda . berkafein & dipanggang > di rural. Menurut tipe daerah : Manis. sedang asin & berkafein sebaliknya. berlemak & diawetkan > di urban.Menurut tingkat pendidikan : manis. Yang lain tak jelas hubungannya. berlemak & jeroan cenderung meningkat sesuai dengan meningkatnya pendidikan. asin.

Peny.( terbesar peny hati & ke celakaan lalu lintas 9.Strok 3. 10.jantung lain 2.2 %.Proporsi penyebab kematian umur 15 – 44 tahun menurut tipe daerah : Urban : 7. 9.Strok 4.7 %.3 %.9 % ( terbesar kecela kaan lalu lintas 13.9 % ) .4 % ) Rural : 8.Hipertensi 3.

Hati 9.7 % ) ♀ : 9.Strok : 4.6 %.Jantung iskemik 4.2 % ( terbesar peny.6% ) .6.Peny.3%.Hipertensi : 4.Proporsi penyebab kematian umur 15 44 tahun menurut jenis kelamin ♂ : 5.0 % ( terbesar ke celakaan lalu lintas 16. Penyakit jantung lain : 3. 8.

Peny.Strok 11. Strok 15.Peny.8%. 3.3 % ) . 4. 3.1 %.2 %.7%. Jantung iskemik 8.jantung iskemik 8.Peny.Hipertensi 9.Proporsi penyebab kematian umur 45 – 54 tahun menurut tipe daerah : urban :1.Hipertensi 7. 5. (terbesar TB 12. Jantung lain 7. 6.9 %(terbesar).1 % Rural : 2.5 %.

Jantung iskemik 9.0 %. 4.3 %) . 3.Strok 11.7 % (terbesar). 5. Jantung iskemik 8.0 % ♀ : 2.1%.7 %.Hipertensi 8.Hipertensi 8.Strok 15. 4.Peny.Proporsi penyebab kematian umur 45 – 54 tahun menurut jenis kelamin : ♂ : 1.6 % ( terbesar Diabetes mellitus 16.Peny.

8 % (terbanyak).Peny. 2.jantung lain 5.jantung iskemik 5. jantung lain 4.1 % .6.7 %.4 % (terbanyak).Peny.Peny.Hiper tensi 8.Peny.4 %.8 %.Proporsi penyebab kematian umur 55 – 64 tahun menurut tipe daerah : Urban :1 Strok 26.1 %. 5.7 % Rural : 1. 2.hiper tensi 11.Strok 17. 7.jantung iskemik 5. 7.

Peny.6.8 % ♀ : 1. Peny. Jantung iskemik 2. Jantung iskemik 7.8 % .Peny.7 % (terbanyak). 7. 4.Hipertensi 11. Jantung lain 5. 8.Jantung lain 3.Strok 20.hipertensi 8. 10.8 % .Proporsi penyebab kematian umur 55 – 64 tahun menurut jenis kelamin : ♂ :1 strok 22.Peny.5 %(terbanyak) .5% . 3.6 % .6 % .

Proporsi penyebab kematian umur >65 tahun menurut tipe daerah : Urban : 1.Peny.8% .4 % Rural : 1.8 % (terbanyak).3. 6.Strok 23. 8 Peny.5 %. Peny. Jantung iskemik 5.5 % .jantung iskemik 7. Peny.Hipertensi 9. Jantung lain 6. 3. Strok 21. 4. Jantung lain 5.0% .3 %.Hipertensi 9.5% (terbanyak) . 7.

2.9% . 4. Peny.7 % .Proporsi penyebab kematian umur >65 tahun menurut jenis kelamin : ♂ : 1. 6 Peny.jantung iskemik 6. 7. Jantung lain 5. Strok 24.9 % .4 % (terbanyak). Hiperten si 11. 7. Hiper tensi 7.Strok 20.6.2% .9 % ♀ : 1.Jantung iskemik 6. Jantung lain 5.Peny.9% .9 % (terbanyak).Peny.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful