TUGAS KREATIVITAS ANAK USIA DINI

OLEH NUR AISYAH LUTVIANI 1100805 REGULER 2011

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013

ada satu yang harus membedakan kreativitas dari kecerdasan dan bakat. dan karena itu perlu dipupuk sejak dini. 1983). Penekanan pada usia ini adalah menjelajah kemampuan-kemampuan mereka untuk menghasilkan dan mengevaluasi hipotesis. .ANAK USIA DINI DIKATAKAN ANAK YANG KREATIV Usia dini adalah usia yang paling kritis atau paling menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Studi-studi terakhir menunjukkan bahwa komponenkomponen dari potensi kreatif dapat dibedakan dari kecerdasan (Moran. dan meninjau kembali gagasan mereka yang didasarkan pada evaluasi. atau penulisan. evaluasi diri. Bila bakat kreatif tersebut tidak dipupuk maka bakat tersebut tidak akan berkembang. Kreativitas tidak hanya di dalam musik. seni. Satu hal yang penting adalah bahwa ditinjau dari segi pendidikan. yang tidak dapat diwujudkan. Istilah ”gifted” sering digunakan untuk menyatakan anak yang memiliki kecerdasan tinggi. tetapi juga di dalam ilmu pengetahuan. kreativitas difokuskan pada proses: pembuatan gagasan-gagasan. dan anak yang sangat kreatif bisa saja kecerdasannya tidak tinggi”. ilmu kemasyarakatan dan bidangbidang lain. Setiap orang pada dasarnya memiliki bakat kreatif tanpa kecuali walaupun setiap orang berbeda dalam macam bakat yang dimiliki serta derajat atau tingkat dimilikinya bakat tersebut. Untuk anak-anak. bakat kreatif dapat ditingkatkan. Perolehan kesempatan untuk dapat mengoptimalkan tugastugas perkembangan pada usia dini sangat menentukan keberhasilan perkembangan anak selanjutnya. Ketika anak-anak mengembangkan kemampuan untuk evaluasi diri. Penerimaan orang dewasa dari banyaknya gagasan-gagasan di dalam suasana yang tidak evaluatif akan membantu anak-anak menghasilkan lebih banyak gagasan-gagasan atau bergerak ke langkah yang berikutnya. mutu isu-isu dan pembuatan produk-produk menjadi lebih penting. Untuk memahami kreativitas pada anak-anak. bahkan menjadi bakat terpendam. Wallach (1970) berpendapat bahwa ”kecerdasan dan kreativitas tidak terikat satu sama lain. Ward (1974) menyatakan tentang kreativitas anak-anak dapat dibedakan dari kemampuan kognitif.

Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada orang tuanya terhadap sesuatu yang dilihatnya. Selain itu anak juga senang mengutak-atik alat mainannya sehingga tidak awet dan cepat rusak hanya karena rasa ingin tahu terhadap proses kejadian. Mereka memiliki “kreativitas alamiah” yang tampak dari perilaku seperti sering bertanya. dan memiliki daya khayal yang kuat (Kak Seto. 2004:11). Para ahli menegaskan bahwa kreativitas mencapai puncaknya di usia antara 4 sampai 4. Menekankan proses dibanding produk. 3.5 tahun. . Kreativitas anak usia dini adalah kreativitas alamiah yang dibawa dari sejak lahir. tertarik untuk mencoba segala sesuatu. pemecahan masalah divergen anak-anak 4. Adakalanya pertanyaan itu diulang-ulang dan tidak ada habis-habisnya. Memberikan waktu untuk anak menjelajah semua berbagai kemungkinan. CARA ORANG DEWASA MENDORONG KREATIVITAS 1.Evaluasi oleh yang lain dan ukuran-ukuran untuk produk-produk dengan sebenarnya penting hanya digunakan anak remaja atau orang dewasa yang lebih tua. 2. Gunakan masalah yang secara alami tentu saja terjadi di hidup setiap hari 5. Mengggunakan pemecahan masalah kreatif di semua bagian-bagian pelajaran. Anak usia prasekolah memiliki imajinasi yang amat kaya sedangkan imajinasi merupakan dasar dari semua jenis kegiatan kreatif. Menerima gagasan-gagasan yang tidak biasa dari anak-anak. 6. Kreativitas alami seorang anak usia dini terlihat dari rasa ingin tahunya yang besar. Menyesuaikan diri dengan gagasan-gagasan anak-anak. Menyediakan lingkungan yang mengizinkan anak untuk menjelajah dan bermain tanpa pengekangan-pengekangan yang tak pantas. menggerakkan dari populer ke gagasan-gagasan lebih asli.

Pada anak usia dini kreativitas akan terlihat jelas ketika anak bermain. Ketiga. Adapun ciri-ciri kreativitas alamiah meliputi: imajinatif. senang menjajaki lingkungan (exploring). dan tidak pernah merasa bosan (Majalah Nakita. keluwesan (flexibility) adalah kemampuan mengajukan bermacam-macam pendekatan atau jalan pemecahan masalah. Oleh karena itu kegiatan tersebut dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan kreativitas anak. dalam arti kemampuan untuk menemukan cara-cara baru memecahkan suatu permasalahan. dan sangat fleksibel dalam merespon dan mengembangkan pemikiran dan aktivitas.Menurut Abdurrahman (2005:35). Guilford (dalam Hawadi. Bermain adalah awal dari perkembangan kreativitas. terbuka untuk rangsangan-rangsangan baru. lukisan ataupun khayalan spontanitas dengan alat mainannya. ALASAN PERLUNYA DIKEMBANGKAN KREATIVITAS PADA ANAK Dr. ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. banyak mengajukan pertanyaan. berminat untuk melakukan macam-macam hal. Kedua. kelancaran (fluency) adalah kemampuan untuk memproduksi banyak gagasan. Hal ini terlihat jelas . Kedua. Kelima. anak dapat mengungkapkan gagasan-gagasan secara bebas dalam hubungan dengan lingkungannya. keaslian (originality) adalah kemampuan untuk melahirkan gagasan-gagasan asli sebagai hasil pemikiran sendiri dan tidak klise. penguraian (elaboration) adalah kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terperinci. tidak biasa. 2001:3) dengan analisis faktornya menemukan ada lima ciri yang menjadi sifat kemampuan berpikir kreatif: pertama. Keempat. di mana ia menciptakan berbagai bentuk karya. kreativitas anak adalah kemampuan untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang asli. perumusan kembali (redefinition) adalah kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara dan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah lazim. 2003: 7 edisi Agustus 2003). kreativitas atau cara berpikir kreatif. Ketiga. karena dalam kegiatan yang menyenangkan itu. suka melakukan ”eksperimen”. bersibuk diri secara kreatif tidak saja berguna tapi juga memberikan kepuasan pada individu. Utami Munandar memberikan empat alasan perlunya dikembangkan kreativitas pada anak yaitu: Pertama. dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya dan ini merupakan kebutuhan pokok manusia.

. (1) orang tua atau pendidik dapat menerima anak apa adanya. serta memberi kepercayaan padanya bahwa pada dasarnya dia baik dan mampu. (3) orang tua atau pendidik memberi kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan pikiran. Misalnya kesediaan untuk bekerja keras. dan perilaku anak. kreativitaslah yang memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya. dan kesehatan mental. Kreativitas membutuhkan EQ (kecerdasan emosional). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREATIVITAS Kreativitas seseorang berkembang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal (diri sendiri) dan eksternal (lingkungan). perasaan. seperti kondisi kesehatan fisik. Goleman seorang pakar EQ mengatakan. Mereka tanpa bosan menyusun bentuk-bentuk kombinasi baru dengan alat permainannya sehingga seringkali lupa terhadap hal-hal lain. perasaan. (5) orang tua atau pendidik menyediakan sarana prasarana pendidikan yang memungkinkan anak mengembangkan keterampilannya dalam membuat karya-karya yang produktifinovatif. IQ menyumbang 20 persen saja dalam keberhasilan seseorang sementara 80 persen lainnya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan lainnya. Keempat. Faktor-faktor yang bersumber dari diri sendiri. dan pendapatnya. Dengan kreativitas seseorang terdorong untuk membuat ide-ide. Sementara faktor lingkungan yang mendukung perkembangan kreativitas yaitu. (4) orang tua atau pendidik memupuk sikap dan minat anak dengan berbagai kegiatan yang positif. penemuan-penemuan atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.pada anak-anak yang bermain balok-balok atau permainan konstruktif lainnya. dalam arti mereka memahami pikiran. (2) orang tua atau guru bersikap empati kepada anak. tingkat kecerdesan (IQ).

Antara kreativitas dan intelegensi terdapat perbedaan. Begitu bermaknanya kreativitas bagi kehidupan seseorang. jumlah. dan kesesuaian. Torrance (1965) dalam temuan hasil penelitiannya menjelaskan bahwa anakanak yang tinggi kreativitasnya memiliki taraf intelegensi (IQ) di bawah rata-rata IQ kelompok sebayanya. Proses. sedangkan kreativitas lebih berkenaan dengan cara berpikir divergen (menyebar). rasa percaya diri. Pendorong. Orang yang tidak kreatif. Torrance mengemukakan bahwa IQ tidak dapat dijadikan ukuran satu-satunya sebagai kriteria untuk mengidentifikasi anak-anak yang berbakat. dan termasuk di dalamnya EQ. Kesemuanya faktor penunjang kreativitas ini dapat dibina. Dalam kaitannya dengan keberbakatan (giftedness). dan dikembangkan sejak anak berusia dini. Pribadi. PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK Kreativitas merupakan kunci sukses dan keberhasilan dalam kehidupan. harus dimulai sejak usia dini. Dengan keadaan zaman yang sudah mengglobal dan penuh dengan tantangan serta persaingan seperti sekarang ini membutuhkan orang-orang yang kreatif.disiplin. Apabila yang digunakan untuk menetukan kriteria keberbakatan hanya IQ. dan Produk. Munandar menjelaskan bahwa berpikir konvergen adalah pemberian jawaban atau penarikan kesimpulan yang logis (penalaran) dari informasi yang digunakan dengan penekanan pada pencapaian jawaban tunggal yang paling tepat. Agar kreativitas anak dapat berkembang secara optimal. dilatih. 2001:19) maka intelegensi lebih menyangkut pada cara berpikir konvergen (memusat). Mengenai hubungan kreativitas dan intelegensi dapat diamati melalui hasil studi para ilmuwan psikologi. Apabila kita mengacu kepada teori Guilford tentang Structure of Intelect (dalam Hawadi. kehidupannya statis dan sulit sekali meraih keberhasilan. diperkirakan 70% anak yang memiliki tingkat kreativitas tinggi akan tersingkir dari penyaringan. . maka pendidikan dan pengembangan kreativitas tidak bisa ditunda-tunda. Adapun berpikir divergen (yang juga disebut berpikir kreatif) adalah kemampuan memberikan bermacam-macam jawaban berdasarkan informasi yang diberikan dengan penekanan pada keragaman. maka orang tua atau guru dapat melakukan strategi 4P yaitu .

 Proses Jika sarana dan prasana sudah tersedia. Karena kreativitas lebih bersifat personal dan privasi. apakah penghargaan itu tulus atau sekadar basa-basi. Hargailah kreasinya tanpa perlu berlebihan. Ia akan merasa mampu dan senang bersibuk diri secara kreatif. bukan memaksakan kehendak kepada anak. Sebab. dorongan sudah ada. orang tua harus dapat memberikan dorongan kepada anaknya agar dapat memunculkan motivasi dalam diri anak yaitu motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Produk kreatif anak usia dini dapat berupa lukisan. secara intuitif anak akan tahu. orang tua harus paham. disiplin. maka anakpun akan menghasilkan produk kreatif. maka anakpun akan berproses dan berkreasi. Entah dengan melukis. Peran orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam memfasilitasi perkembangan kreativitas anak.  Produk Setelah ketiga faktor di atas dipenuhi. dan keteraturan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dicontoh oleh anak. proses inilah yang penting untuk anak ketika bermain. bentukan tanah liat. memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di lingkungan atau bahan bekas kemasan kebutuhan rumah tangga. Peran orang tua di sini adalah memberikan penghargaan atas produkproduk yang dihasilkan anak dengan cara memberi pujian atau memajang hasil karya anak. alat mainan. Menumbuhkembangkan pola interaksi yang positif antara .  Pendorong Untuk mengembangkan kreativitas anak. Kreativitas anak akan berkembang jika orang tua mempunyai kebiasaan-kebiasaan kreatif seperti teliti. tiap anak adalah unik. menyusun balok-balok menjadi sebuah menara dan sebagainya. ketimbang sosial dan massal. Karena itu kreativitas juga merupakan sesuatu yang unik. Pribadi. tiap anak memiliki pribadi berbeda. Nah. cermat. maka tumbuh kembangnya membutuhkan berbagai interaksi. Selain itu kreatif dalam berkarya seperti membuat alat permainan bersama-sama dengan anak.

bersikap kritis terhadap jawaban yang tak memuaskannya. giat dan tanggap terhadap sebuah pertanyaan  Selalu terbuka terhadap hal-hal baru  Selalu ingin menemukan dan meneliti sesuatu  Senang jika diberi tugas yang sulit dan berat  Cenderung mencari jawaban yang luas dan berbeda dengan yang lain  Berdedikasi tinggi dan aktif dalam menjalankan tugas  Mempunyai kemampuan menganalisa sebuah masalah  berdaya imajinasi dan abtraksi yang baik  Punya rasa percaya diri yang tinggi dan mandiri  Mempunyai kemampuan mencari solusi dan gagasan dalam menyelesaikan masalah dengan baik  Terbuka terhadap masukan dari orang lain  Berwajah Cerah dan Berfisik Dinamis  Memiliki minat luas mulai tentang musik sampai dunia politik  Memiliki pertanyan yang berbobot tiap kali bertanya  Punya keingintahuan yang tinggi dan mendapatkan penjelasan secara ilmiah  Tidak pernah merasa dibatasi oleh status . CIRI-CIRI ANAK YANG KREATIF  Senang mencoba sesuatu yang baru  Naluri penjelajah besar.orang tua dengan anak di rumah melalui bermain dengan suasana yang menyenangkan merupakan sarana yang paling baik untuk merangsang dan mengembangkan kreativitas anak.  Sering memberi jawaban yang unik terhadap suatu pertanyaan.  Berani mengambil resiko.  Senang berimajinasi. penuh rasa ingin tahu.  Mau mencoba mengerjakan tugas yang sulit.  Peka terhadap apa yang dilihat dan dialaminya  Aktif.  Memiliki rentang perhatian yang panjang.  Terus bertanya.

Mereka mau terus berusaha dan mengambil risiko hingga mendapatkan ide yang inovatif. menambahkan.Psi. Anak kreatif juga mampu belajar lebih cepat ketika diberikan tugas-tugas baru. yang sebetulnya bisa dimanfaatkan dalam pemecahan masalah. selalu ingin sempurna  Berani tampil beda  Senang menggali pengetahuan dan hal-hal baru  Senantiasa memunyai gagasan-gasan yang orisinil  Anak yang kreatif tidak takut melakukan kesalahan.Psi. yang menurutnya kurang sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini turut mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam bertindak. karena yakin mampu memecahkan masalah.” . Patricia Adam. karena ia kurang dapat menghargai dan terkadang menganggap aneh ide temannya. anak yang tidak memiliki kreativitas akan mudah merasa cemas dan tertekan ketika dihadapkan pada tugas-tugas yang majemuk. S. Ia juga biasanya kurang peka dalam melihat berbagai stimulus yang ada. Suka dan berani mengambil risiko  Punya banyak alternatif menuntaskan suatu masalah  Tidak mudah puas. M.. “Misalkan dalam berdiskusi. Anak seperti ini juga tampil kurang fleksibel. Psikolog Pendidikan dari Fakultas Psikologi UI.