Progress Report 1 Kanban Game 2013

By: [Aqmayrina - 1006680064] [Ekky Tamarar - 1006702941] [Reiner Agastya - 1006680530] [Adliah Rusydina - 1006756130] [Wulan Maulidiah - 1006680850] [Dea Adityo Murti - 1106139172] [Elza Surya Athory - 1006680152] [Atiqah Zulfa Nadia - 1006773566] [Susanto Agus Wijaya - 1106139853] [Tito Agistha Nanda Pratama -1006660844] [Ferinda Partiningrum Lestari -1006702973]

1|Page BAB I DESKRIPSI UMUM KELOMPOK 1.1 NAMA KELOMPOK Berdasarkan hasil diskusi kelompok yang kami lakukan di Gedung SC. Dia menggunakan strategi yang sangat baik dalam menyelesaikannnya yaitu dengan. tanggal 13 Februari 2013. James Bond merupakan seorang agen rahasia intelejen yang mempunyai tugas dalam memberantas kejahatan di dunia. Perencanaan yang matang. pada hari Rabu. serta menggunakan sumber daya dengan baik agar dapat menyelesaiakan target dengan efektif dan efisien. kami memutuskan nama kelompok kami yang akan digunakan untuk KANBAN Game 2013 adalah: “JAMES BAN 007” (JAGO MEREKAYASA SISTEM KANBAN) Latar Belakang Nama Nama kelompok kami terinspirasi dari film yang berjudul “James Bond 007”. and Improve/Pengembangan. pantang menyerah.2 LOGO KELOMPOK . Berdasarkan Filosofi kami terdiri dari sebelas orang mahasiswa teknik industri yang jago dalam rekayasa sistem memiliki tujuan memperoleh kemenangan pada KANBAN Game 2013 dengan mengusung prinsip-prinsip teknik industri yang baik. 1. Karakter James Bond tersebut sesuai dengan filsosfi Teknik Industri yaitu Design/Perencanaan/Rekayasa. Dia merupakan orang yang cerdas. serta melakukan Pengembangan dan Improvisasi pada setiap strateginya sehingga setiap target dan misi dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien. Install/Penerapan. konsisten dan fokus. kemudian melakukan Penerapan strategi yang baik dalam membasmi musuh-musuhnya serta mampu Merekayasa sistem dan sumber daya yang ada dengan menggunakan peralatan berteknologi canggih.

Ketua Bendahara Sekretaris PJ Logo : Dea Adityo Trimukti : Wulan Maulidiah : Atiqah Zulfa Nadia : Elza Surya Athory .2|Page Latar Belakang Logo Tokoh utama dari film tersebut yaitu James Bond kami angkat sebagai elemen utama sehingga diplesetkan menjadi “James Ban“ dalam logo kami. 3. 1. 3. Sedangkan Tamiya yang merupakan objek utama KANBAN Games ini kami gambarkan Tamiya yang sedang melaju kencang. kami jadikan analogi bahwa tim kami dapat menyelesaikan setiap target dengan cepat dan dapat mendahului tim yang lain dengan strategi yang baik serta menghilangkan pemborosan dan menghasilkan target dan misi dengan efektif dan efisien. 4.4 PEMBAGIAN TUGAS 1. Menggunakan waktu persiapan seefektif dan seefisien mungkin.3 Visi VISI MISI Terwujudnya James Ban 007 sebagai tim Kanban yang menguasai konsep Kanban secara personal dan komunal sehingga bersama-sama mampu memberikan kontribusi optimal terhadap kemajuan dan pengembangan tim yang mampu merespon permintaan pasar yang fluktuatif. Menanamkan komitmen penuh dalam diri setiap anggota untuk menjalani setiap aktivitas tim Kanban. 1. Misi 1. Menjalankan sistem produksi yang baik di setiap periode Kanban Game 2012. Melaksanakan coaching secara intensif dan serius. 5. 4. 2. Kemudian angka 007 kami dimana angka nol diganti menjadi Ban sesuai dengan nama belakang kelompok kami yaitu James “Ban” sedangkan angka 7 kami analogikan sebagai nama kelompok kami yaitu kelompok 7. Mewujudkan strategi produksi yang dapat memenuhi segala macam permintaan dengan segala situasi di sekitarnya. 2.

feasibilitas. dan banyak pertimbangan lainnya. 8. 7. hal – hal teknis.3|Page 5. Time line ini juga dibuat untuk membuat kinerja kelompok James Ban 007 semakin terstruktur dan rapi. Diharapkan semua kegiatan lain kami tetap dapat dilakukan tanpa mengurangi. Kegiatan 2 Diskusi nama. PJ Konsumsi 1. tema dan logo tim Pembagian peran dalam tim Perancangan layout tim untuk Kanban Game Diskusi dan penentuan system kanban Perancangan system forecast untuk Kanban Game Persiapan coaching 1 Perhitungan time study setiap anggota tim Penyusunan Progress report Coaching 1 Pembelian Tamiya dan sarana pendukung Latihan dan penyusunan strategi untuk coaching 2 Penyusunan progress report Februari 3 4 Bulan 1 Maret 2 3 . PJ Konte 11. 9. PJ Yel-Yel PJ Basecamp PJ Tugas & Dokumentasi PJ Tamiya PJ Kaos : Aqmayrina : Tito Agistha Nanda Pratama : Reiner Agastya : Ekky Tammarar : Ferinda Partiningrum : Susanto Agus Wijaya : Adliah Rusydina 10.5 TIME LINE KELOMPOK Time line berikut telah kami rancang sedemikian rupa dengan memperhatikan banyak aspek termasuk waktu. 6. bahkan meningkatkan produktivitas para anggota kelompok kami.

4|Page Coaching 2 Persiapan dokumen Kanban Game Latihan dan penyususnan strategi untuk coaching 3 Penyusunan progress report Coaching 3 Fiksasi sistem kanban dan strategi tim Coaching 4 Latihan persiapan Kanban Game Kanban Game Tabel : Timeline kelompok James Ban 007 .

sesuai dengan jumlah part yang harus dirakit.5|Page BAB II TIME STUDY DAN LINE BALANCING Berikut adalah hasil dari time study yang telah dilakukan oleh tim JAMESBAN 007. WS 1 belakang. dinamo. kuningan dan tutup Tanggung jawab WS 1 sengaja dibuat tidak begitu banyak supaya memastikan bahwa segalanya terpasang dengan tepat dan rapi. WS 3 : Bertanggung jawab atas perakitan baterai. Perhitungan yang lebih detail dapat disimak pada bagian lampiran. Kesebelas operasi tersebut adalah : Operasi 1 Operasi 2 Operasi 3 Operasi 4 Operasi 5 Operasi 6 : Dinamo + Tutup Dinamo : Operasi 1 + Chasis : Operasi 2 + Ban belakang : Operasi 3 + Ban depan : Operasi 4 + switch : Operasi 5 + Kuningan Operasi 7 Operasi 8 Operasi 9 Operasi 10 Operasi 11 : Operasi 6 + Tutup switch : Operasi 7 + Baterai : Operasi 8 + Tutup Baterai : Operasi 9 + Body : Operasi 10 + Kunci body Hasil time study dan line balancing diperoleh hasil workstation yang dibutuhkan adalah 3 buah workstation. body dan kunci body. pemilihan workstation didasarkan pada tiga orang dengan kemampuan tercepat dalam merakit tamiya untuk masing-masing workstation. yakni WS 1 WS 2 : : Dea Adityo Trimukti Susanto Agus Wijaya . tutup dinamo. Pembagian Tugas masing-masing workstation tersebut adalah sebagai berikut. ban : Bertanggung jawab atas perakitan komponen ban depan. Agar diperoleh line balancing yang paling optimum. switch. di mana waktu yang dijadikan dasar dalam line balancing adalah rata-rata dari tiga waktu perakitan yang tercepat. WS 2 switch. tutup baterai.. sehingga mengantisipasi terjadinya scrap. : Bertanggung jawab atas perakitan komponen chasis. Keseluruhan proses perakitan tamiya dibagi menjadi 11 operasi.

Cycle time dari ketiga workstation tersebut adalah 10.6|Page WS 3 : Adliah Rusydina Dengan total waktu 20 sekon untuk merakit sebuah tamiya utuh. .77 sekon.

Dengan beranggotakan sebelas orang.7|Page BAB III KANBAN ROLES DAN JOB DESC 3. berdasarkan time study dan kesepakatan bersama kelompok James Ban 007: Opsi 1 Supplier 1 Supplier 2 GBB 1 GBB 2 GBB 3 GBJ WS 1 WS 2 WS 3 Kanban Girl 1 Kanban Girl 2 : Ferinda Partiningrum Lestari : Wulan Maulidiah : Tito Agistha Nanda Pratama : Ekky Tammarar : Reiner Agastya : Atiqah Zulfa Nadia : Dea Adityo Trimukti : Susanto Agus Wijaya : Adliah Rusydina : Aqmayrina : Elza Surya Athori Opsi 2 Supplier 1 Supplier 2 GBB 1 : Ferinda Partiningrum Lestari : Wulan Maulidiah : Tito Agistha Nanda Pratama .1 PEMBAGIAN DIVISI KANBAN Saat ini kelompok kami memiliki dua opsi pembagian divisi. opsi pertama adalah pembagian peran tiga WS dengan tiga GBB. Berikut ini adalah detail pembagian divisi tersebut. Opsi kedua adalah empat WS dengan dua GBB.

8|Page GBB 2 GBJ WS 1 WS 2 WS 3 WS 4 Kanban Girl 1 Kanban Girl 2 : Reiner Agastya : Ekky Tammarar : Dea Adityo Trimukti : Susanto Agus Wijaya : Adliah Rusydina : Elza Surya Athori : Aqmayrina : Atiqah Zulfa Nadia 3. Divisi Kanban Boy/ Girl . Jika tersedia inventori barang jadi pada GBJ. Demikian pula susunan/ urutan part yang dirakit oleh tiap WS juga disesuaikan dengan hasil time study dan line balancing sebagai bagian dari strategi tim untuk melakukan perancangan kerja optimal (Heijunka). Mengambil tamiya yang selesai dirakit di workstation terakhir. Divisi WS WS bertugas merakit komponen untuk menjadi WIP. Divisi GBB Operator GBB bertugas menukarkan kontainer kosong yang berisi kanban supplier dengan kontainer penuh yang berisi kanban supplier yang dibawa oleh supplier. 2. Memenuhi demand yang diminta. Komponen yang dirakit untuk setiap WS ditentukan sendiri oleh masing-masing tim sesuai time study dan line balancing yang dilakukan. maka inventori tersebut yang pertama-tama akan digunakan untuk memenuhi demand. Divisi GBJ 1.2 JOB DESC DIVISI Divisi Supplier Supplier bertugas membawa komponen yang diminta GBB sesuai dengan kanban supplier yang diletakkan di GBB. Jika inventori barang jadi belum dapat memenuhi demand yang ada. Kemudian kontainer penuh ini akan disiapkan di tempat tertentu untuk dibawa kembali oleh kanban boy/ girl ke lini perakitan sesuai dengan siklus kedatangan kanban boy/ girl. maka operator GBJ akan meminta dirakitnya tamiya baru.

2. Mengambil kontainer kosong dan kanban supplier-nya dari lini perakitan dan membawanya ke gudang bahan baku. Mengantarkan kontainer berisi komponen dan kanban supplier-nya dari gudang bahan baku menuju lini perakitan yang memerlukan komponen tersebut. .9|Page 1.

10 | P a g e BAB IV LAYOUT Gambar dibawah ini merupakan layout opsi 1 pembagian divisi kami. Setelah selesai coaching pertama. Gambar 1 Gambar 2 . Flow material menjadi salah satu concern utama kami. kami akan menyesuaikan kembali mengenai ukuran jarak dan dimensi keperluan – keperluan seperti meja dan lain sebagainya.

1 = 10. Umumnya. kami memutuskan untuk menggunakan cycle issue 1-6-1. dan lain-lain) James Ban 007 menggunakan cycle issue yang dituliskan dalam tiga variabel berupa X-Y-Z yaitu 1-6-1 yang artinya: (dari kiri ke kanan) a. cycle issue ditetapkan dengan mempertimbangkan faktor berikut ini :       Frekuensi pemakaian part Jumlah part yang digunakan Kapasitas dan kontainer Ruang yang tersedia di lini dan besar ruang yang digunakan untuk menyimpan part Kemudahan pengangkutan oleh operator dan waktu pengirimannya Biaya yang dikeluarkan (biaya kedatangan supplier. maka jumlah kartu yang digunakan tiap part adalah 12 kartu/part.11 | P a g e BAB V SISTEM KANBAN 5. 6 berarti supplier datang 6 kali setiap harinya c. 1+1 6 + 0. Oleh karena itu dibandingkankan dengan cycle issue 1-5-1.4 ≈ 11 Jumlah kartu kanban/part = 11 kartu/part . 1 berarti lead time pengiriman komponen selama 1 kedatangan supplier Cycle Issue ini digunakan dengan pertimbangan karena bila cycle issue yang digunakan 1-5-1. yang menunjukkan frekuensi kedatangan dan pengiriman barang dari supplier. jumlah kartu kanban yang digunakan tiap part menjadi 11 kartu. 1 berarti suplier datang setiap hari b. Dengan cycle issue 1-6-1 .1 CYCLE ISSUE Cycle issue merupakan suatu kode siklus pengiriman barang. Keberadaan 12 kontainer per part akan memperbesar resiko terjadinya kelebihan inventori. biaya kontainer. Perhitungan jumlah kartu ditunjukkan dibawah ini : 24 1 1.

Setelah melakukan line balancing pada workstation – workstation. batch 2) dan tidak ada pengiriman di batch 3 dan 4. batch 2). pada detik ke 00:00. Maka. batch 1). cycle time kedatangan kanban boy dan girl adalah setiap 10 detik. Perhitungan seperti ini dilakukan agar aliran material (komponen) dapat memenuhi kebutuhan lini perakitan. Maka. Untuk menyelesaikan 4 buah tamiya dibutuhkan waktu = 40 detik ( 10 x 4 = 40 detik). maka pada satu hari. batch 1).3 DESAIN DAN JUMLAH KARTU KANBAN Berikut adalah desain dan jumlah kartu kanban yang telah dirancang oleh tim James Ban: . batch 1). untuk pasnya supplier akan datang pada waktu kelipatan 40 detik. Mulai dari detik 00:00 (kedatangan supplier ke-1. Dalam menghitung cycle time kanban boy/girl. 5. Mengantarkan kontainer berisi komponen dan kanban supplier-nya dari gudang bahan baku menuju lini perakitan yang memerlukan komponen tersebut Dalam melaksanakan tugasnya tersebut kanban boy dan kanban girl memiliki cycle time kedatangan yang ditentukan tergantung strategi dari masing – masing tim. untuk tiap kali kedatangan supplier diperhitungkan sistem produksi telah menyelesaikan 4 buah tamiya (24 buah : 6 = 4 buah). workstation 2. Dengan catatan. 00:40 (kedatangan supplier ke-2. yaitu pada detik 03:20. batch 1). Mengambil kontainer kosong dan kanban supplier-nya dari lini perakitan dan membawanya ke gudang bahan baku 2. diperlukan data cycle time untuk membuat satu tamiya utuh yang dikerjakan oleh workstation 1. divisi GBB akan menerima part yang telah dipesan pada kedatangan supplier ke-5 dan juga GBB akan memesan part-part yang akan diantarkan supplier pada awal periode selanjutnya. 5. 02:00 (kedatangan supplier ke-4. 01:20 (kedatangan supplier ke-3. 02:40 (kedatangan supplier ke-5. dan workstation 3. diperoleh waktu yang dibutuhkan untuk merakit satu tamiya adalah 10 detik. divisi GBB akan menerima part-part dari supplier dan memesan part-part untuk kedatangan supplier berikutnya. Begitu seterusnya sampai pada kedatangan ke-6.12 | P a g e Karena supplier datang 6 kali untuk setiap hari (dengan asumsi 1 periode=1hari).2 SIKLUS KEDATANGAN KANBAN BOY / GIRL Kanban girl memiliki dua tugas utama (secara periodik). yang mungkin terjadi akibat lamanya pengiriman komponen. Selain itu. yaitu : 1. 03:20 (kedatangan supplier ke-6. penetapan cycle time kedatangan kanban boy / girl ini juga bertujuan agar tidak ada idle time pada saat workstation bekerja.

81 ≈ 2 𝑙𝑜𝑡 𝑠𝑖𝑧𝑒 1 b. Jumlah kartu kanban perintah produksi dapat dihitung melalui rumus : 𝑑𝑒𝑚𝑎𝑛𝑑 𝑥 𝑝 + 𝑤 14 + 3 𝑥 (1 + 𝛼 ) 24 𝑥 𝑥 (1 + 1) 450 450 = = 1. begitu juga untuk proses sebelumnya. Jumlah kartu kanban penarikan dapat dihitung melalui rumus : 𝑑𝑒𝑚𝑎𝑛𝑑 𝑥 𝑝 + 𝑤 14 + 3 𝑥 (1 + 𝛼 ) 24 𝑥 𝑥 (1 + 1) 450 450 = = 1.13 | P a g e a. Kanban Perintah Produksi Kanban perintah produksi merupakan perintah produksi dari Gudang Barang Jadi (GBJ) ke WS 3 untuk memproduksi tamiya warna biru atau sesuai warna yang tertera pada kartu kanban perintah produksi.81 ≈ 2 𝑙𝑜𝑡 𝑠𝑖𝑧𝑒 1 . Kanban Penarikan Kanban penarikan digunakan oleh operator GBJ untuk mengambil tamiya jadi yang telah diproduksi oleh operator WS3.

14 | P a g e c.2 𝑙𝑜𝑡 𝑠𝑖𝑧𝑒 𝑌 5.4 DESAIN DAN JUMLAH KONTAINER Berdasarkan perhitungan dan kartu kanban supplier. Pada akhir periode kanban boy/kanban girl akan mengambil kartu scrap dan dikembalikan ke Gudang Bahan Baku (GBB). Kanban supplier ditempelkan di bagian belakang tiap kontainer yang beredar sebagai tanda adanya permintaan barang. Kanban Supplier Kanban supplier digunakan oleh WS untuk meminta pengiriman barang dari GBB dan oleh GBB untuk melakukan pemesanan barang ke supplier. Warna dan tulisan pada kartu ini berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan. Kontainer Workstation 1 . d. Kemudian bagian yang scrap ini akan ditukarkan ke supplier. a. Kanban Scrap Memberi tanda apabila terjadi scrap di WS 1 dan WS2 atau GBJ. kelompok kami menentukan lot size untuk tiap kontainer sebanyak masing-masing satu untuk tiap komponennya. Jumlah kartu kanban per part dapat dihitung melalui persamaan : 𝑑𝑒𝑚𝑎𝑛𝑑 1 + 𝑍 𝑋 + 𝛼 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝛼 = 0. Alasan kelompok kami menentukan lot size sebanyak 1 agar tidak terjadi penumpukan inventori.

15 | P a g e b. Kontainer Workstation 2 .

16 | P a g e c. jumlah kontainer yang dibutuhkan : n = 𝐷𝑇𝐶= 24 𝑥 1. Untuk komponen bodi biru adalah 6 kontainer per komponen.51=36 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑎𝑖𝑛𝑒𝑟 . dapat dilihat bahwa jumlah kontainer untuk seluruh komponen kecuali bodi biru adalah 2 kontainer per komponen. Kontainer Workstation 3 Aliran informasi kartu dilakukan dengan menempelkan setiap kartu pada kontainer sehingga jumlah kontainer bergantung pada jumlah kartu. Berdasarkan perhitungan di atas. Maka.