I.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Penyuluhan merupakan proses pendidikan diluar sekolah yang

diselenggarakan secara sistematis ditujukan pada orang dewasa (masyarakat) agar mau, mampu dan berswadaya dalam memperbaiki atau meningkatkan kesejahteraan keluarganya dan masyarakat luas. Dengan kata lain, penyuluhan merupakan usaha untuk mengubah pengetahuan, sikap, kebiasaan dan keterampilan dengan membantu, mempengaruhi dan memotivasi masyarakat sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya. Pada hakekatnya penyuluhan adalah suatu kegiatan komunikasi. Proses yang dialami mereka yang disuluh sejak mengetahui, memahami, mentaati, dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan yang nyata, adalah suatu proses komunikasi. Komunikasi penyuluhan banyak digunakan oleh lembaga atau instansi baik pemerintah maupun nonpemerintah, untuk menyampaikan dan mempersuasi masyarakat menuju ke arah modernisasi dalam segala bidang atau sektor, yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi mereka secara khusus dan menekan laju pembangunan secara umumnya. Salah satu bidang yang sering dan erat kaitannya dengan komunikasi penyuluhan adalah bidang pertanian. Perkembangan pembangunan pertanian saat ini sudah mulai tampak dengan mulai berkembangnya pola atau teknik bertani yang dikembangkan oleh para petani, sehingga perlu dilihat seberapa efektif penyuluhan pertanian yang dilakukan terhadap kelompok tani, apakah sudah tercapai tujuan penyuluhan, apakah program yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masayarakat dan dapat memberikan solusi atas permasalahn yang dihadapi oleh petani.

1.2

Tujuan Penulisan Adapaun tujuan penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui dan

memperoleh informasi seberapa efektif penyuluhan yang dilakukan.

baik secara langsung (berupa: ucapan. permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. 2) Penyuluhan Sebagai Proses Belajar/Proses Belajar Penyuluhan sebagai proses pendidikan atau proses belajar diartikan bahwa. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. mau dan mampu melakukan perubahan demi tercapainya peningkatan produksi. efisiensi usaha. memakan waktu dan melelahkan. kegiatan penyuluhan tidak berhenti pada “penyebarluasan informasi/inovasi”. Perikanan dan Kehutanan ( SP3K) 1) Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Perilaku Penyuluhan adalah proses perubahan perilaku di kalangan masyarakat agar mereka tahu. sampai terjadinya perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh penerima manfaat penyuluhan (beneficiaries) yang menjadi “klien” penyuluhan”. sekuat-tenaga dan pikiran. tetapi merupakan proses yang dilakukan secara terus-menerus. kegiatan penyebar-luasan informasi dan penjelasan yang diberikan dapat merangsang terjadinya proses perubahan perilaku yang dilakukan melalui proses .II. Dengan kata lain. dan ketrampilan seseorang yang dapat diamati oleh orang/pihak lain. penyuluhan adalah proses aktif yang memerlukan interaksi antara penyuluh dan yang disuluh agar terbangun proses perubahan “perilaku” (behaviour) yang merupakan perwujudan dari: pengetahuan. Dalam perkembangannya. sikap. dan “memberikan penerangan”. pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (Undang-undang No. bahasa-tubuh. yang bersifat searah (one way) dan pasif. tindakan. Tetapi. teknologi. pengertian tentang penyuluhan tidak sekadar diartikan sebagai kegiatan penerangan. TINJAUAN PUSTAKA Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dalam mengakses informasi informasi pasar. dll) maupun tidak langsung (melalui kinerja dan atau hasil kerjanya). pendapatan/keuntungan dan perbaikan kesejahteraanya.

transparansi. karena perubahan perilaku dapat dilakukan melalui beragam cara. perubahan perilaku melalui proses belajar biasanya berlangsung lebih lambat. baru akan meluntur kembali. tetapi merupakan proses perubahan sosial. perubahan perilaku yang terjadi/dilakukan oleh sasaran tersebut berlangsung melalui proses belajar. baik secara ekonomi maupun non-ekonomi. termasuk politik dan ekonomi yang dalam jangka panjang secara bertahap mampu diandalkan menciptakan pilihan-pilihan baru untuk memper-baiki kehidupan masyarakatnya. dll. tetapi lebih cepat pula meluntur. atau bahkan melalui kegiatan-kegiatan pemaksaan (baik melalui penciptaan kondisi lingkungan fisik maupun social-ekonomi. seperti: pembujukan. Perubahan sosial di sini adalah. termasuk struktur. memiliki diyakininya memiliki manfaat lebih. Lain halnya dengan perubahan perilaku yang terjadi karena bujukan/hadiah atau pemaksaan. yaitu jika bujukan/hadiah/pemaksaan tersebut dihentikan. seperti: demokratisasi. perubahan tersebut biasanya dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat. maupun pemaksaan melalui aturan dan ancaman-ancaman). penyuluhan tidak sekadar merupa-kan proses perubahan perilaku pada diri seseorang. 4) Penyuluhan Sebagai Proses Rekayasa Sosial (Social Engineering) Sejalan dengan pemahaman tentang penyuluhan sebagai proses perubahan sosial yang dikemukakan di atas. nilai-nilai. Artinya. tetapi juga perubahan-perubahan hubungan antar individu dalam masyara-kat. dan pranata sosialnya.pendidikan atau kegiatan belajar. manakala yang ada pengganti atau sesuatu yang “baru” dapat yang keunggulan-keung-gulan menggantikannya. berhenti atau tidak mampu lagi melanggengkan kegiatannya 3) Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Sosial SDC (1995) menyatakan bahwa. yang mencakup banyak aspek. Berbeda dengan perubahan perilaku yang dilakukan bukan melalui pendidikan. tetapi perubah-annya relatif lebih kekal. penyuluhan juga sering disebut sebagai proses . pemberian insentif/hadiah. Hal ini penting untuk dipahami. supremasi hukum. tidak saja perubahan (perilaku) yang berlangsung pada diri seseorang. Perubahan seperti itu.

Pemahaman seperti itu tidak salah. Dalam konsep pember-dayaan tersebut. Jika dalam rekayasa-sosial proses pengambilan keputusan sepenuhnya berada di tangan perekayasa. seringkali dapat berakibat negatip. rekayasa-sosial yang pada dasar-nya dimak-sudkan untuk memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan kelompok-sasarannya. 5) Penyuluhan Sebagai Proses Pemasaran Sosial (Social Marketing) Yang dimaksud dengan “pemasaran sosial” adalah penerapan konsep dan atau teori-teori pemasaran dalam proses perubahan sosial. Berbeda dengan rekayasa-sosial yang lebih berkonotasi untuk “membentuk” (to do to) atau menjadikan masyarakat menjadi sesuatu yang “baru” sesuai yang dikehendaki oleh perekayasa. Sebab. tetapi tidak dapat sepenuhnya dapat diterima. 6) Penyuluhan Sebagai Proses Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment) Margono Slamet (2000) menegaskan bahwa inti dari kegiatan penyu-luhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. pengambilan keputusandalam pemasaran-sosial sepenuhnya berada di tangan masyarakat itu sendiri. Karena kegiatan rekayasa-sosial dilakukan oleh ”pihak luar”. mau dan mampu melaksanakan peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam sistem sosialnya masing-masing. sementara masyara-kat dijadikan korban pemenuhan kehendak perekayasa. manakala hanya mengacu kepada kepentingan perekayasa. terkandung pema-haman bahwa pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani (yang beradab) . Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengem-bangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih ber-manfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. proses pemasaran sosial dimaksudkan untuk “menawarkan” (to do for) sesuatu kepada masyarakat.rekayasa sosial (social engineering) atau segala upaya yang dilakukan untuk menyiapkan sumberdaya manusia agar mereka tahu. maka relayasa sosial bertujuan untuk terwujudnya proses perubahan sosial demi terciptanya kondisi sosial yang diinginkan oleh pihak-luar (perekayasa).

Tahap mencoba yaitu tahap dimana sasaran mulai mencoba dalam skala kecil untuk lebih meyakinkan penilaiannya. 5. Tahap menerapkan yaitu sasaran dengan penuh keyakinan berdasarkan penilaian dan uji coba yang telah dilakukan/diamati sendiri. Tahap sadar yaitu sasaran mulai sadar tentang adanya inovasi yangditawarkan oleh penyuluh 2. 11% melalui indera pendengar dan 83% melalui indera penglihat. seseorang akan mengalami suatu prose suntuk mengambil suatu keputusan yang berlangsung secara bertahap melalui serangkaian pengalaman mental fisikologis sebagai berikut: 1. 4.5% melalui indera peraba. 1. Jadi tujuan pemilihan metode penyuluhan adalah: 1) Penyuluh pertanian dapat menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dan berhasil guna. Tahap menilai yaitu penilaian terhadap baik/buruk atau manfaat inovasi yang telah diketahui informasinya secara lebih lengkap. Hal in dinyatakan oleh Socony Vacum Oil Co. 3. Yang di dalam penelitiannya memperoleh hasil sebagai berikut: 1% melalui indera pengecap.3% melalui indera pencium. . Tahap minta yaitu tumbuhnya minat yang seringkali ditandai oleh keinginan untuk bertanya atau untuk mengetahui lebih banyak tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh. Metode Penyuluhan Penggunaan panca indera tidak terlepas dari suatu proses belajar mengajarseseorang karena panca indera tersebut selalu terlibat di dalamnya. sebelum menerapkan untuk skala yang lebih luas. Dalam mempelajari sesuatu.dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan (yang terbaik) bagi kesejahteraannya sendiri.

prinsip menurut Leagans (1961) menilai bahwa setiap penyuluh dalam melaksanakan kegiatannya harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang sudah disepakati agar dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Dalam kegiatan penyuluhan. 3. 2. Misalnya apabila seorang petani berjalan di sawahnya kemudian melihat tanaman padinya terserang hama.2) Kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk menimbulkan perubahan yang dikehendaki yaitu perubahan perilaku petani dan anggota keluarganya dapat berdayaguna dan berhasil guna. utamanya masyarakat tani 2. artinya penyuluhan akan efektif jika selalu mengacu kepada minat dan kebutuhan masyarakat. Akibat. Minat dan kebutuhan. Mengerjakan. artinya penyuluhan akan efektif jika mampu melibatkan organisasi masyarakat bawah dari setiap keluarga petani. Lebih lanjut Dahama dan Bhatnagar dalam Mardikanto (1999) mengemukakan bahwa yang mencakup prinsip-prinsip penyuluhan pertanian: 1. Asosiasi. maka prinsip-prinsip dalam penyuluhan pertanian sebagai berikut: 1. Prinsip-prinsip Metode Penyuluhan Pertanian Prinsip merupakan suatu pernyataan mengenai kebijaksanaan yang dijadikan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan dan dilaksanakan secara konsisten. artinya penyuluhan harus memperhatikan adanyakeragaman budaya. artinya kegiatan penyuluhan harus sebanyak mungkinmelibatkan masyarakat untuk menerapkan sesuatu. Mardikanto (1999) menyatakan bahwa merujuk pada pemahaman penyuluhan pertanian sebagai proses pembelajaran. artinya kegiatan pertanian harus memberikan dampak yang memberipengaruh baik. Keraguan budaya. artinya kegiatan penyuluhan harus saling terkait dengan kegiatanlainnya. Organisasi masyarakat bawah. maka ia akan berupaya untuk melakukan tindakan pengendalian. . 3.

4. meliputi: 1. Mardikanto (2006) mengemukakan bahwa prinsip- prinsipdalam metode penyuluhan pertanian. artinya dalam kegiatan penyuluhan pertanian harus diupayakan agar masyarakat dapat belajar sambil berbuat. artinya penyuluhan hanya akan efektif jika menggerakkan partisipasi masyarakat untuk selalu bekerjasama dalam melaksanakan program-program penyuluhan yang telah dicanangkan. artinya penyuluhan harus dilakukan dengan penerapan metode yang selalu disesuaikan dengan kondisi lingkungan fisik. mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi dan mampu mengembangkan kreativitasnya untuk memanfaatkan setiap potensi dan peluang yang diketahui untuk memperbaiki mutu hidupnya. dan nilai sosial budaya. artinya penyuluh harus benar-benar orang yang telah mengikuti latihan khusus tentang segala sesuatu yang sesuai dengan fungsinya sebagai penyuluh 11. 7. kemampuan ekonomi. Kepemimpinan. 2. artinya penyuluh harus memperhatikan keluarga sebagai satu kesatuan dari unit sosial. Perubahan budaya. Tempat yang paling baik adalah di tempat kegiatan sasaran: Prinsip ini akan mendorong petani belajar pada situasi nyata sesuai permasalahan yang dihadapi. Segenap keluarga. Belajar sambil bekerja. Demokrasi dalam penerapan ilmu. artinya penyuluh tidak melakukan kegiatan yang hanya bertujuan untuk kepuasan sendiri. artinya setiap penyuluhan akan mengakibatkan perubahan budaya. artinya dalam penyuluhan harus selalu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menawar setiap alternatif. tetapi harus mampu mengembangkan kepemimpinan. 6. atau belajar dari pengalaman tentang segala sesuatu yang ia kerjakan. Kerjasama dan partisipasi. Selanjutnya. 8. 10. Penggunaan metode yang sesuai. Spesialis yang terlatih. 9. . Upaya Pengembangan untuk berpikir kreatif: Prinsip ini dimaksudkan bahwa melalui penyuluhan pertanian harus mampu menghasilkan petanipetani yang mandiri. 5.

keluarganya dan penyuluhanpertanian. Setiap individu terkait dengan lingkungan sosialnya: Prinsip ini mengingatkan kepada penyuluh bahwa keputusan-keputusan yang diambil petani dilakukan berdasarkan lingkungan sosialnya. 4. penyuluhan pertanian merupakan suatu upaya atau proses kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan petani. Terjadinya perubahan ” context dan content ” pembangunan pertanian dalam erareformasi. penerapan penyuluhanpertanian dalam era disentralisasi (lokalita) sebagaimana yang diamanatkan oleh UU Nomor 22 Tahun 1999 yang diperbaharui dengan UU Nomor 32 Tahun 2004. pendidikan nonformal bagi petani dan masyarakat melalui upaya pemberdayaan dan kemampuan memecahkan masalah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing dengan prinsip kesetaraan dan kemitraan. . mengakibatkan terjadi pula perubahan sasaran dalam perbaikan mutu hidupnya sendiri. keterbukaan. 5. Metoda yang diterapkan harus mampu merangsang sasaran untuk selalu siap(dalam arti sikap dan pikiran) dan dengan sukahati melakukan perubahanperubahandemi masyarakatnya.3. kesetaraankewenangan. Jadi. dan tanggung jawab serta kerja sama. Memberikan sesuatu untuk terjadinya perubahan. Secara khusus. Perubahan tersebut memberi pengaruh yang sangat besar karena saat initidak hanya petani dijadikan sebagai sasaran utama (objek) kegiatan penyuluhan tapi melibatkan pula stakeholder yaitu pelaku agrobisnis. Ciptakan hubungan yang akrab dengan sasaran: Keakraban hubungan antara penyuluh dan sasaran memungkinkan terciptanyaketerbukaan sasaran dalam mengemukakan masalahnya. yang ditujukan agar merekaberkembang menjadi dinamis dan berkemampuan untuk memperbaiki kehidupan danpenghidupannya dengan kekuatan sendiri. Pusat Pengembangan Penyuluhan (Pusbangluh) Pertanian mengeluarkan kebijakan tentang pelaksanaan penyuluhan pertanian spesifik lokalita yang bersifat partisipatif yaitu.

diketahui banyak tanaman padi yang terserang penyakit blast yang serangannya aan menyebabkan daun. Saat ini. gelang buku. Penyuluhan kelompok tani tuah sepakat dilakukan setelah adanya suatu permasalahan yang dihadapi oleh masayarakat dan kelompok tani itu. dan anggota. Kegiatan penyuluhan dilakukan apabila ketua kelompok tani melaporkan permasalahan yang terjadi di lapangan kepada camat dan camat akan melaporkannya kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). III. dan kedelai akan tetapi penyuluhan lebih banyak kepada tanaman padi. bendahara. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang cara pengendalian penyakit pada tanaman padi. dan nantinya PPL ini akan mengiriman penyuluhnya pada kelompok tani ini dan barulah adanya penyuluhan. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit garis coklata yaitu adanya garis-garis atau bercak-bercak sedangkan penyakit busuk pelepah daun yaitu . dan cabang di dekat pangkal malai membusuk sehingga proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. HASIL DAN PEMBAHASAN “Kelompok Tani Tuah Sepakat” 1) Kegiatan penyuluhan yang diselenggarakan Kelompok tani yang dipilih bernama Tuah Sepakat yang mempunyai anggota 32 orang yang terdiri dari ketua. jagung. Penyuluhan ini terfokus pada pengendalian penyakit tanaman pangan seperti padi. sekretaris. penyakit yang sering menyerang tanaman padi selain blast yaitu penyakit garis coklat dan busuk pelepah daun. Penyuluhan yang dilakukan berjalan dengan rutin. Selain itu.. Ketua kelompok tani ini adalah Agus Idris. tangkai malai.

Selan itu. 2) 2. Dengan demikian. Tujuan yang diharapkan dengan adanya penyuluhan ini adalah dapat memberikan solusi yang tepat dalam mengatasi penyakit pada tanaman padi sehingga diharapkan kerugian baik secara kualitas maupun kuantitas dapat terkurangi. dapat meningkatkan produksi tanaman padi. Berdasarkan masalah yang terjadi di lapangan maka dilakukan penyuluhan tentang bagaimana cara meminimalisir penyakit tersebut sehingga tida mengakibatan kerugian baik secaa kualitas maupun kuantitas.4 Materi Penyuluahan .2 Narasumber Narasumber yang akan diundang adalah dari petugas penyuluh lapangan dinas pertanian atau dosen perguruan tinggi yang telah berpengalaman dalam mengatasi penyakit pada tanaman padi.penyakit ini menyerang daun serta pelepah daun sehingga jumlah gabah akan menurun. 2. kesejahteraan petani dapat ditingkatkan. Misalnya dengan menggunakan fungisida atau menanam padi tahan penyakit tersebut. 2. 2.1 Informasi yang Berkenaaan Dengan Instrument Metode Metode yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan tersebut adalah metode menggunakan komunikasi langsung (dilakukan di lapangan) serta media lisan sehingga langsung bertatap muka dengan dengan kelompok tani ini. Sasaran dalam penyuluhan ini tentu adalah kelompok tani dan masayarakat yang juga mempunyai lahan sawah.3 Waktu Waktu yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah siang hari.

biji berkecambah busuk dan kecambah mati. Serangan menyebabkan daun.Materi penyuluhan yang diberikan adalah mengenai pengendalian / pengelolaan penyakit pada tanaman padi. menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur. menanam padi tahan penyakit. IR 48. Pengendaliannya dengan merendam benih di dalam air panas. pemupukan berimbang. pemberian pupuk disaat pertengahan fase vegetative dan fase pembentukan bulir. dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. buku pada malai dan ujung tangkai malai. Pengendalian dengan cara menggenangi sawah. Oryzae dengan gejala penyakit berupa bercak berwarna uning sampai putih berawal dari terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi daun terhambat sehingga gejala yang muncul adalah kelayuan yang bersifat sistemik. Biji berbercak-bercak colat tetapi tetap berisi. Penyakit yang sering menyerang tanaman padi antara lain : 1) Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. Gejala terlihat pada tanaman yang telah membentu . 2) Penyakit Bercak Daun Coklat Penyakit ini disebabkan oleh jamur Helminthosporium oryazae. menanam varietas unggul Santani. 4) Penyakit Busuk Pelepah Daun Penyakit ini disebabkan oleh Rhizoctania sp. malai. Gejala menyerang daun. gelang buku. 3) Penyakit Blast Penyakit ini disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae. buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. tangkai malai. Padi dewasa busuk kering. Proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. IR 36. Gejala menyerang pelepah. Gejalanya yaitu menyerang daun dan pelepah daun.

Kelebihan kelompok ini adalah penyuluhan yang dilakukan terfokus pada masalah pengendalian penyakit tanaman padi yang menyerang pertanaman masayarakat sehingga dengan adanya penyuluhan ini masalah yang dihadapi dapat terpecahkan dan dapat memberikan solusi yang tepat. dan biji ecoklatan hingga coklat tua. menyemprotkan fungisida. Gejalanya yaitu menyerang daun dan pelepah. malai. Pada saat pembentuan anakan seperti Manceren 25 WP dan Validacin 3 AS. 5) Penyakit Garis Coklat Daun (Narrow Brown Leaf Spot) Penyakit ini disebabkan oleh Cercospora oryzae. 6) Penyakit Fusarium Penyait ini disebabkan oleh jamur Fusarium moniliforme. 7) 3) Analisa Kelompok Kegiatan penyuluhan yang dilakuan kurang banyak sehingga terkesan jika ada permasalahan baru dilakukan penyuluhan bukan program rutin dari penyuluh tersebut. jika ada masalah baru penyuluhan. Pengendalian menanam padi tahan penyakit. Hal ini kurang baik karena dengan demikian program penyuluh tidak terencana dengan baik. Tampak garis-garis atau bercak-bercak sempit memanjang berwarna coklat sepanjang 2 – 10 mm. Gejalanya yaitu menyerang malai dan biji muda.anakan dan menyebaban jumlah dan mutu gabah menurun. akar membusuk. Pengendalian dengan menanam padi tahan seperti Citarum. ada program rutin dari petugas penyuluh lapangan dimana para petugas mencari tahu masalah-masalah apa yang dihadapi oleh petani dan diharapkan adanya perubahan pada kelompok tani dan mau diajak untuk mellakuan perubahan kearah yang lebih baik. menyemprotkan fungsisda Benlate T20/20 WP atau Delsene MX 200. mencelupkan benih pada larutan merkuri. karena penyakit tersebut . mencelupkan benih e dalam larutan merkuri. Sebaiknya. Pengendalian dengan melebarkan jarak tanama. proses pembungaan dan pengisian biji terhambat. daun terkulai.

wordpress.dapat mengakibatkan kerugian kualitas maupun kuantitas yang berdampak menurunnya produksi yang dihasilkan. program penyuluhan di kelompok tani ini lebih banyak dan rutin sehingga penyuluhan dapat membrikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi.00 WIB http://netisulistiani.html diakses tanggal 08 November 2013 pukul 05.com/2012/03/pengertian-tujuan-dan-prinsip metode.com/penyuluhan/ diakses tanggal 08 November 2013 pukul 05. Hendaknya. DAFTAR PUSTAKA http://penyuluhpi.blogspot.00WIB .

LAPORAN DASAR-DASAR PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI “Kelompok Tani Tuah Sepakat” DISUSUN OLEH : Imelda Pratiwi Tri Indah Sitompul Fanny Amelia Angga Satria Chainur Rahman Nasution (1110211009) (1110211011) (1110211014) (1110212200 ) (1210211004) .

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2013 .